27
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 3.1.1. Sejarah Perusahaan
PT. Lucky Sakti atau Lucky Square Mall & Convention Hall, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jalan Terusan Jalan Jakarta Nomor 2 Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. PT. Lucky Sakti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dimana pada bidang jasa tersebut yaitu menyewakan ruang tempat yang ada di gedung tersebut, baik berupa convention hall ataupun ruangan perunit. Perusahaan ini diresmikan pada tanggal 08 Agustus 2008.
A. Visi dan Misi Perusahaan 1. Visi Perusahaan
a. Menjadi salah satu mall yang terbaik di Indonesia dalam usaha pusat perbelanjaan yang menyediakan kebutuhan masyarakat dan sebagai penyedia tempat usaha untuk tumbuh dan berkembang bersama.
b. Menjadikan Lucky Square Mall Bandung sebagai “Service of Excellence”
c. Menjadi eksistensi Lucky Square Mall Bandung dari waktu ke waktu sebagai perusahaan terbaik.
28
2. Misi Perusahaan
Menjadikan Lucky Square Mall sebagai perusahaan yang dapat dipercaya dan dibanggakan melalui:
a. Menjadikan karyawan sebagai bagian dari perusahaan (mengembangkan karyawan yang bermutu tinggi) dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan karyawan.
b. Peningkatan profit Perusahaan sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat.
c. Memberi pelayanan terbaik (Keramahan, Kenyamanan, Pelayanan dari Hati).
3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi
Struktur Organisasi merupakan penegasan akan susunan kerangka yang menunjukkan saling hubungan atau tata kerja antara bagian-bagian atau sub bagian yang ada dalam suatu unit kerja, sehingga setiap bagian atau sub bagian mengetahui secara jelas apa yang menjadi bidang tugas, kewenangan dan tanggung jawabnya. Demikian pula kepada siapa bagian mempertanggung jawabkan aktivitas yang dilakukannya.
29
A. Struktur Organisasi PT Lucky Sakti
Gambar III.1 Struktur Organisasi PT Lucky Sakti
B. Fungsi : 1. Owner
- Bertanggung jawab penuh dalam mengkoordinir dan mengendalikan seluruh kegiatan
- Bertanggung jawab atas tercapainya tujuan perusahaan secara keseluruhan
ANTON MASHARY OWNER
M. SANTOS DIREKTUR
MEGAWATI MASHARY MANAGER KEUANGAN
RINNO WIRATAMA GENERAL MANAGER
TRIWURI HANDAYANI WK. MANAGER KEUANGAN
ELI RACHMAWATI FINANCE
SODIKIN CHIEF ENGINEERING
CREW ENGINEERING STEV. FANES
TENANT RELATION
CENI ADMINISTRASI
PURCHASING MARKETING CUSTOMER SERVICE
KASIR FOODCOURT
30
- Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada masing-masing bagian sesuai bidangnya
- Menilai dan menyetujui serta merekomendasikan semua kegiatan - Mengesahkan laporan keuangan setiap akhir tahun
2. Direktur
- Menerima wewenang dari owner untuk mengontrol jalannya kegiatan setiap harinya
- Mengevaluasi setiap laporan-laporan yang dihasilkan dari kegiatan operasional
- Menyampaikan Laporan bulanan kepada Owner - Menentukan strategi memajukan perusahaan
3. Manager Keuangan
- Manager keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Dewan Direksi.
- Mengawasi operasional mengenai keuangan perusahaan.
- Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan
- Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya - Mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada mengenai bagian
keuangan
- Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan
- Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.
31
4. HRD Manager
- Mengurusi segala hal yang ada kaitannya dengan para karyawan atau para pekerja, yang meliputi tingkat kedisipilinan, tingkat kehadiran dan juga mengurusi perihal karyawan yang sakit atau sedang mengalami musibah.
- Melakukan evaluasi dan pengukuran terhadap tingkat kepuasan para karyawan dan mengidentifikasi area yang membutuhkan peningkatan - Mempertahankan struktur kerja dan staff yang ada dengan melakukan
proses rekruitmen, wawancara, pemilihan kandidat karyawan yang tepat atau bisa juga dengan melakukan perputara tanggung jawab
- Menyiapkan para karyawan baru sebelum mulai melakukan pekerjaannya, dengan cara memberikan orientasi dan pengarahan awal - Menyediakan tuntunan yang ditujukan untuk proses pengembangan diri
dan seluruh anggota team.
- Merencankan pelaksanaan training yang sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dari para karyawan dalam bidang apapun juga
- Melakukan analisa terhadap segala kebijakan dan prosedur yang hendaknya sesuai dengan hukum ketenagakerjaan yang berlaku dan memastikan bahwa semua jajaran terutama jajaran eksekutif mengetahui bila ada perubahan dalam hukum ini.
- Mempertahankan struktur pembayaran kepada para karyawan yang perlu dilihat dari berbagai aspek misalnya saja hasil evaluasi kinerja karyawan, mempersiapkan budget yang akan dipergunakan untuk proses
32
pembayaran, memberikan rekomendasi bila ada hal yang dirasa perlu dirubah serta mengimplementasikan perubahan dalam sistem pembayaran
5. General Manager
- Memimpin perusahaan dan menjadi motivator bagi karyawannya - Mengelola operasional harian perusahaan
- Merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasi, mengawasi dan mengalisis semua aktivitas bisnis perusahaan
- Mengelola perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan
- Merencanakan, mengelola dan mengawasi proses penganggaran di perusahaan
- Merencanakan dan mengontrol kebijakan perusahaan agar dapat berjalan degan maksimal
- Memastikan setiap departemen melakukan strategi perusahaan dengan efektif dan optimal
- Mengelola anggaran keuangan perusahaan
- Memutuskan dan membuat kebijakan untuk kemajuan perusaahan - Membuat prosedur dan standar perusahaan
- Membuat keputusan penting dalam hal investasi, integrasi, aliansi dan divestasi
- Merencanakan dan mengeksekusi rencana startegis perusahaan jangka menengah dan jangka panjang untuk kemajuan perusahaan
- Menghadiri pertemuan, seminar, konferensi maupun pelatihan
33
6. Wakil Manager Keuangan
- Melakukan pengelolaan keuangan perusahaan - Melakukan penginputan semua transaksi keuangan - Melakukan transaksi keuangan perusahaan
- Melakukan pembayaran kepada suplier
- Mengontrol aktivitas keuangan atau transaksi keuangan perusahaan - Membuat laporan mengenai aktivitas keuangan perusahaan
- Melakukan verifikasi terhadap keabsahan dokumen yang diterima - Melakukan evaluasi budget
- Melakukan rekonsiliasi.
7. Finance
- Mengelola keuangan dalam bentuk soft file
- Menyiapkan dokumen penagihan invoice atau kwitansi tagihan beserta kelengkapannya
- Membuat laporan Outstanding
- Melakukan penagihan kepada customer
8. Administrasi
- Menyimpan arsip data penjualan yang sudah dan belum diproses dengan rapi dan sistematis sehingga memudahkan jika suatu saat akan diambil kembali.
- Merekap kebutuhan ATK dan kebutuhan lain seperti kantong plastik, polybag, kardus, brosur, pop
- Mengajukan kebutuhan ATK kepada Supervisor Admin untuk dicek.
- Mendistribusi surat –surat atau mengirimkan.
34
9. Chief Engineering
- Memberikan petunjuk kepada tim, dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis segera setelah kontrak fisik ditandatangani.
- Memberikan petunjuk kepada tim dalam melaksanakan pekerjaan, untuk menyiapkan rekomendasi secara terinci atas usulan desain, termasuk data pendukung yang diperlukan.
- Menjamin bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan ini akan dipenuhi dengan baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan major serta pemeliharaan jalan.
- Bekerjasama dengan pihak pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan - Menjamin semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan major tidak
akan terlambat selama masa mobilisasiuntuk masing-masing paket kontrak dalam menentukanlokasi, tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan yang secara khusus disebutkan dalam dokumen kontrak.
- Membantu tim di lapangan dalam mengendalikan kegiatan-kegiatan kontraktor, termasuk pengendalian pemenuhan waktu pelaksanaan pekerjaan.
- Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam mencari pemecahan-pemecahan atas permasalahan yang timbul baik sehubungan dengan teknis maupun permasalahan kontrak.
- Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan bahan/material baik di lapangan maupun laboratorium serta menyusun rencana kerjanya.
- Memeriksa hasil laporan pengujian serta analisanya.
35
10. Purchasing
- Membuat laporan pembelian dan pengeluaran barang (inventory, material dll)
- Melakukan pemilihan/seleksi rekanan pengadaan sesuai kriteria perusahaan
- Bekerjasama dengan departemen terkait untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan
- Memastikan kesedian barang/material melalui mekanisme audit/cotrol stock dll
11. Tenant Relation (TR)
- Menjadi jembatan penghubung antara pihak manajemen mall dengan pihak tenant (penyewa)
- Harus mengenal dan berelasi dengan para pemilik toko, store manager, dan bahkan pegawainya. Hal ini diperlukan agar ketika mall akan mengadakan suatu kegiatan, TR dapat mengajak para tenant untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Apakah menjadi pengisi acara, sponsor acara atau bahkan memberikan promo tenant yang nantinya dapat membantu peningkatan penjualan dari tenant tersebut.
- Kunjungan ke tenant adalah salah satu kegiatan TR. Selain silaturahmi, TR akan mendapat informasi mengenai keadaan tenant, kendala yang dialami tenant juga masukkan bagi mall sehingga mall dan tenant dapat sama-sama berkembang.
- Ketika ada kendala teknis di lapangan, Customer Service (CS) sebagai perpanjangan tangan TR, dapat membantu menyelesaikan masalah
36
tersebut. Hal ini berkaitan dengan koordinasi yang baik dengan departemen lainnya. Contoh: jika ada kendala kebocoran atau listrik padam di tenant, maka TR dapat menginformasikan kepada departemen operasional. Atau jika ada kendala dalam proses pembayaran, maka dapat menginformasikan ke departemen finance & accounting. Semua itu butuh penanganan segera, karena jika tidak maka aktifitas di dalam tenant akan terganggu. Tentunya juga akan mengganggu pendapatan mereka.
12. Marketing
- Berupaya melakukan penjualan sebanyak-banyaknya - Bertanggung jawab terhadap image nama baik perusahaan - Menjaga hubungan baik dan sehat dengan customer - Menjaga mutu pelayanan kepada customer
- Memenuhi pesanan customer dengan baik, tepat waktu dan sesuai dengan yang dipesan
- Melaporkan laporan penjualan unit setiap bulannya
13. Customer Service (CS) dan Kasir - Menerima telepon masuk
- Menerima pendaftaran service saat ada pelanggan masuk - Melayani customer saat melakukan pembayaran
- Membuat laporan peneriaman kas harian
37
3.1.3. Aktivitas/ Kegiatan Perusahaan
PT Lucky Sakti menerapkan konsep “One Stop Family entertainment and recreation” yang berarti menyediakan pelayanan yang dilengkapi dengan fasilitas hiburan serta untuk rekreasi keluarga bagi pengunjung. Serta bersosialisasi, investasi kerja, public space, dan telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Bandung dan sekitarnya.
Dengan menyediakan segala kebutuhan yang diinginkan oleh pengunjung secara bervariatif. Pengunjung bisa lebih efisien dalam hal biaya karena produk yang dijual oleh tenant lebih murah dibanding dengan pusat perbelanjaan dengan konsep mall yang lainya. Dan dalam hal waktu, karena dalam satu tempat perbelanjaan terdapat semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengunjung.
PT Lucky Sakti menyediakan 302 unit ruang usaha atau tenant dengan berbagai macam pilihan, ukuran, dan ada juga yang berbentuk island yang disewakan kepada pelaku bisnis. Dengan fasilitas yang diberikan kepada penyewa tenant, seperti: keamanan 24 jam selama 7 hari, cleaning service, listrik, air bersih, AC, dan lain – lain. Untuk sampai saat penelitian ini sudah sebanyak ±90%
disewa dari total unit yang tersedia.
3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Desain Penelitian
Sukardi, membahas rancangan penelitian berdasarkan definisi secara luas dan sempit. Secara luas, desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam konteks ini komponen
38
desain dapat mencakup semua struktur penelitian yang diawali sejak ditemukannya ide sampai diperoleh hasil penelitian (Sukardi, 2004 : 183).
Sedangkan dalam arti sempit, rancangan penelitian adalah penggambaran secara jelas tentang hubungan antara variabel, pengumpulan data, dan analisis data, sehingga dengan desain yang baik, peneliti maupun orang lain yang berkepentingan mempunyai gambaran tentang bagaimana keterkaitan antar variabel, bagaimana mengukurnya, dst. (Sukardi, 2004 : 184).
Maka desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :
Variabel independen dalam penelitian ini adalah Piutang Tak Tertagih (X), sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Perputaran Piutang (Y).
3.2.2. Operasionalisasi Variabel
Menurut sugiyono (2012: 58), “variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan”. Secara garis besar, dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel dependen dan variabel independen.. Sesuai dengan judul skripsi yang diteliti yaitu :
“Analisis Piutang Tak Tertagih Terhadap Tingkat Perputaran Piutang”
maka terdapat dua varibael penelitian yaitu :
Piutang Tak Tertagih (X) Perputaran Piutang (Y)
39
A. Variabel bebas (Independent Variable)
Menurut Sugiyono (2016:39) adalah “Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Piutang Tak Tertagih (X).
B. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Pengertian variabel dependen menurut Sugiyono (2016: 39) variabel terikat adalah: “Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas”.
Maka dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat (dependent variable) adalah Perputaran Piutang (Y).
Untuk keperluan pengujian, variabel independen dan variabel dependen yaitu dijabarkan ke dalam indikator-indikator variabel yang bersangkutan.
Adapun indikator-indikator variabel yang telah disebutkan adalah : Tabel III.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Definisi Indikator Skala
1. Piutang tak tertagih (X)
Piutang Tak Tertagih adalah piutang yang dapat menimbulkan kerugian karena debitur tidak mau atau tidak mampu melaksanankan kewajibanya.
Herry (2017:172)
Piutang Tak Tertagih
Rasio
1. Perputaran Piutang (Y)
Perputaran piutang merupakan rasio yang
Receivable Turn Over:
Rasio
40
3.2.3. Sumber Data
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data primer yaitu data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.
digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satuperiode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
Semakin tinggi rasio menunjukkan bahwa modal kerja yang ditanam dalam piutang semakin rendah (bandingkan dengan rasio tahun sebelumnya) dan tentunya kondisi ini bagi perusahaan semakin baik. Kasmir (2014:176)
Dimana,
Piutang rata-rata:
Rasio tunggakan:
x 100 Piutang Periode
Sebelumnya + Piutang selama
satu Periode 2
Total piutang tak tertagih Penjualan kredit
41
2. Data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Data ini dapat ditemukan dengan cepat. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah literatur, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.
Selain data primer, sumber data yang dipakai peneliti adalah sumber data sekunder, data sekunder didapat melalui berbagai sumber yaitu literature artikel, serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.
3.2.4. Populasi dan Sampel A. Populasi
Menurut Sugiyono (2016:80) definisi populasi adalah sebagai berikut :
“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa populasi bukan hanya orang, tetapi juga obek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek ang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
Maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PT Lucky Sakti.
Alasan mengapa PT Lucky Sakti dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah karena piutang di PT Lucky Sakti mengalami fluktuasi.
42
B. Sampel
Pengertian sampel menurut Sugiyono (2016:81), yaitu “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Pengukuran sampel merupakan langkah untuk menentukan besarnya sampel yang akan diambil dalam melaksanakan penelitian dalam suatu obyek.
Pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Dengan istilah lain, sampel harus representatif.
Adapun yang menjadi sampel yang digunakan untuk pengukuran data adalah data piutang yang terjadi pada tahun 2014-2018. Penulis mengambil sampel pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dikarenakan mempunyai kriteria terhadap sampel yang akan diteliti yaitu :
1. Data yang digunakan adalah data PT Lucky Sakti yang tediri dari laporan piutang yang telah diaudit.
2. Data yang digunakan selama 5 tahun yaitu dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dikarenakan selama tahun tersebut terdapat fenomena.
3. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 10 laporan data piutang yang dianggap sudah mewakili untuk dilakukan penelitian.
43
3.2.5. Teknik Pengumpulan Data A. Studi Pustaka
Mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan diperoleh dari berbagai referensi penelitian. Peneliti mengumpulkan data melalui literatur, jurnal–jurnal dan bacaan lainnya yang berkaitan dengan judul penelitian yang digunakan sebagai landasan teori dan alat untuk menganalisis.
3.2.6. Rancangan Analisis Data dan Hipotesis A. Rancangan Analisis Data
Analisis data merupakan salah satu tahap kegiatan penelitian berupa proses penyusunan dan pengolahan data guna menafsirkan data yang telah diperoleh dari lapangan. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitian yang didapat dari laporan keuangan. Setelah itu dicari pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan alat statistik. Tujuan analisa data adalah untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih sederhana agar lebih mudah dibaca dan diinterpolasikan.
Berdasarkan pada rumusan masalah, hipotesis serta data yang diperoleh, maka metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif Deskriftif.
44
B. Rancangan Uji Hipotesis
Langkah-langkah pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Uji Asumsi Klasik, meliputi:
a. Uji Normalitas
Menurut Imam Ghozali (2013:160) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal.
Penelitian ini mengunakan pendekatan grafik Normal P-P of regression standardized residual untuk menguji normalitas data dan pendekatan uji statistik Kormogolov-Smirnov. Untuk pendekatan grafik jika data menyebar disekitar garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi norma ,maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukan pola distribusi normal,maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Imam Ghozali,2013:163).
b. Uji Autokorelasi
Menurut Ghozali (2013:110) uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi ada kolerasi antara kesalahan pengganggu pada periode-t dengan kesalahan pengganggu pada pada periode t-1 (sebelumnya). Pengujian autokolerasi dilakukan dengan uji durbin watson dengan membandingkan nilai durbin watson
45
hitung (d) dengan nilai durbin watson tabel, yaitu batas atas (du) dan batas bawah (dL). Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
Jika 0 < d < dL, maka terjadi autokorelasi positif.
Jika dL < d < du, maka tidak ada kepastian terjadi autokorelasi atau tidak.
Jika d-dL < d < 4, maka terjadi autokorelasi negatife.
Jika 4 –du < d < 4 –dL, maka tidak ada kepastian terjadi autokorelasi atau tidak.
Jika du < d < 4 –du, maka tidak terjadi autokorelasi positif maupun negatife..
c. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2013:139) uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi Heteroskedastisitas.
2. Melakukan pengolahan data penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana, persamaan regresinya yaitu sebagai berikut:
Y = α + bx + e Keterangan :
Y = Perputaran Piutang
46
α = Konstanta
b = Koefisien Regresi X = Piutang Tak Tertagih e = Faktor Error
3. Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Ghozali (2013: 97) koefisien determinasi (R2) merupakan alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.
Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.
4. Uji-t
Menurut Imam Ghozali (2013:98) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (α=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria:
1. Jika nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan). Ini berarti secara parsial variabel
47
independen tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
2. Jika nilai signifikan ≤ 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan ). Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.