• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab iii uraian pelaksanaan prakerin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "bab iii uraian pelaksanaan prakerin"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Prakerin

Praktik Kerja Industri merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan pelatihan bagi para peserta didik, yang memadukan antara pendidikan di sekolah dengan pendidikan di Dunia Industri yang menambah keahlian tertentu. Tujuan utama pendidikan kejuruan adalah mempersiapkan lulusan untuk dapat bekerja secara mandiri.

1.2 Tujuan Prakerin

Adapun tujuan dilaksanakannya prakerin diantaranya :

1. Siswa mengenal dunia industri

2. Mempunyai gambaran tentang kehidupan tenaga kerja lulusan SMK bagi perusahaan, sehingga dapat dipacu mempersiapkan diri sedini mungkin

3. Mengembangkan kepribadian, melatih disiplin diri dalam mengerjakan suatu pekerjaan serta rapi dalam melaksanakan setiap pekerjaan.

4. Memberikan kemantapan mental kepada peserta didik bahawa kedisiplinan tidak hanya diterapkan di dunia industri (luar pendidikan), masalah kedisiplinan sangat ditekankan juga

5. Peserta didik dapat memberikan timbal balik dari ilmu yang telah diterapkan selama melaksanakan PRAKERIN untuk diterapkan dan dikembangkan di sekolah sesuai dengan kondisi yang ada (fasilitasnya).

(2)

1.3 Tujuan Penulisan Laporan Prakerin

Adapun tujuan dari penulisan laporan prakerin antara lain :

1. Salah satu syarat untuk mengikuti ujian karya tulis.

2. Sebagai bukti tertulis bahwa peserta didik telah melaksanakan prakerin.

diperoleh dengan melakukan praktik kerja secara langsung dan terarah untuk memantapkan peserta didik dalam pengembangan atau penerapan pelajaran sekolah dari hasil prakerin

3. Agar peserta didik mampu mengembangkan dasar-dasar teori yang didapatkan dari sekolah yang berhubungan dengan hasil prakerin.

4. Peserta didik dapat menuangkan pikiran ke dalam tulisan yang dapat diuji keilmihannya.

5. Melatih dan mengingatkan keterampilan peserta didik dalam membuat karya tulis.

1.4 Metode Penyusunan Laporan Prakerin

Selama kami melaksanakan prakerin, mengumpulkan data dari hasil Prakerin dari tanggal 5 Januari – 29 Maret 2015, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam penyusunan Karya Tulis serta teknik pengumpulan data yang baik, sehingga data yang diperoleh dapat dibuktikan kebenarannya. Adapun penyusunan Karya Tulis ini berdasarkan data-data yang diperoleh dari :

1. Observasi

Melihat tempat dan mempraktekkan secara langsung cara melaksanakan Prakerin.

2. Wawancara (Interview)

Dalam hal ini saya mengadakan wawancara secara langsung mengenai segala segala sesuatu yang berhubungan dengan penyusunan Karya Tulis

3. Studi Pustaka dan Referensi-referensi

Teknik untuk mengumpulkan data dengan proses ini dilakukan dengan cara membaca buku-buku panduan serta mempelajarinya.

4. Metode Partisipasi Dalam Tugas Rutin

Yaitu ikut mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sehingga penulis mengetahui bagaimana kegiatan yang ada pada objek penulisan yang diteliti.

5. Search to internet

Hal ini dilakukan untuk melengkapi kekurangan dan menambah data dengan mencari data (browsing) dalam media internet.

(3)

1.5 Sistematika Penyusunan Laporan Prakerin

a. Bab I Pendahuluan, Bab ini terdiri dari Latar Belakang Prakerin, Alasan Memilih Judul, Tujuan Penulisan Laporan Prakerin, Metode Penyusunan Laporan Prakerin, dan Sistematika Penyusunan Laporan Prakerin.

b. Bab II Tinjauan Umum Perusahaan, Bab ini terdiri dari Latar Belakang KPP Pratama Makassar Selatan, Tujuan dan Sasaran, Sarana dan Prasarana, Tugas Pokok dan Fungsi, dan Struktur Organisasi.

c. Bab III Uraian Pelaksanaan Prakerin, Bab ini terdiri dari Program Pelaksanaan Prakerin, Persiapan Kerja, Proses Kerja, Tatatertib dan Jam Pelayanan dan Kerja.

d. Bab IV Uraian Teoritis, Bab ini terdiri dari Penjelasan tentang Pajak.

e. Bab V Penutup, Bab ini terdiri dari Kesimpulan dan Saran.

(4)

BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Latar Belakang KPP Pratama Makassar Selatan

KPP Pratama Makassar Selatan merupakan unit kerja vertikal yang berada dibawah Kantor Wilayah DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara yang berlokasi di Kompleks Gedung Keuangan Negara I Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar. Sebagai salah satu implementasi dari Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern yang mengubah secara struktural dan fungsional organisasi dan tata kerja instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.01/2008 tanggal 6 Mei 2008. KPP Pratama Makassar Selatan merupakan hasil penggabungan dari KPP Makassar utara, Kantor Pelayanan PBB Makassar, dan Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Makassar.

Terhitung mulai tanggal 27 Mei 2008 sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-95/PJ/UP.53/2008 tanggal 19 Mei 2008, KPP Pratama Makassar efektif beroperasi dan resmi di launching oleh Menteri Keuangan pada tanggal 9 Juni 2008. Salah satu perubahan yang nyata adalah penambahan nama “Pratama”, sehingga berubah dari KPP Makassar Selatan menjadi KPP Pratama Makassar Selatan.

2.2 Tujuan dan Sasaran KPP Pratama Makassar Selatan 2.2.1 Tujuan

Tujuan dari KPP Pratama Makassar Selatan, yaitu : a. Peningkatan pelayanan perpajakan.

b. Peningkatan kepatuhan Wajib Pajak melalui pengawasan dan penegakan hukum.

c. Peningkatan efektifitas dan efisiensi organisasi melalui reformasi dan modernisasi.

d. Peningkatan profesionalisme dan integritas Sumber Daya Manusia.

(5)

2.2. Sasaran

Sasaran dari KPP Pratama Makassar Selatan, yaitu : 1. Penataan Struktur Organisasi yang Efektif.

2. Sistem Manajemen yang Handal.

3. Peningkatan Kapasitas Lembaga.

2.3 Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana yang tersedia untuk mendukung operasional pelaksanaan tugas- tugas KPP Pratama Makassar Selatan selama tahun 2011 tercatat sebagai berikut :

a. Kendaraan kantor sebanyak unit, terdiri atas kendaraan roda (4) dengan berbagai merk/jenis sebanyak (11) unit dan kendaraan roda 2 (dua) sebanyak (6) unit.

b. Gedung Kantor yang saat ini masih bergabung dengan kantor KPPN Makassar yang ruang kerja dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) sebanyak 24 buah, meja kantor sebanyak 200 buah dengan berbagai merk/jenis, kursi kantor dengan berbagai jenis sebanyak 160 buah dan peralatan lainnya yang langsung mendukung kegiatan tugas kantor seperti white board, lemari arsip, rak kayu, dan lain-lain.

c.. Peralatan laptop sebanyak 5 buah, komputer portable sebanyak 112 unit, scan sebanyak 6 unit, mesin fotocopy sebanyak 5 unit, printer sebanyak 48 unit, LCD sebanyak 6 unit, mesin ketik listrik sebanyak 3 unit, scanner sebanyak 6 unit, mesin penghancur kertas sebanyak 3 unit, mesin penghitung uang sebanyak 4 unit, dalam kondisi baik.

d. Sarana komunikasi seperti telepon sebanyak 34 telepon,mesin faximile 2 buah, speaker sebanyak 2 buah, handycam sebanyak 4 buah, dan handytalkie sebanyak 4 buah sebagai alat komunikasi untuk security

(6)

2.4 Tugas Pokok dan Fungsi 2.4.1 Tugas Pokok

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pertambahan Nilai Bea Masuk (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Tidak langsung lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.4.2 Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, KPP Pratama Makassar Selatan menyelenggarakan berbagai Fungsi :

a. Pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, serta penilaian objek Pajak Bumi dan Bangunan;

b. Penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan;

c. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya;

d. Penyuluhan perpajakan;

e. Pelaksanaan registrasi wajib pajak;

f. Penatausahaan piutang pajak dan pelaksanaan penagihan pajak;

g. Pelaksanaan pemeriksaan pajak;

h. Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak;

i. Pelaksanaan konsultasi perpajakan;

(7)

2.5 Struktur Organisasi

Susunan Organisasi KPP Pratama Makassar Selatan terdiri dari : a. Kepala Kantor

b. Bagian Seksi Sub. Bagian Umum terdiri dari : 1. Kepala Seksi Sub. Bagian Umum

2. Sub. Bagian Kepegawaian 3. Sub. Bagian Keuangan 4. Sekretaris

c. Bagian Seksi Pelayanan terdiri dari : 1. Kepala Seksi Pelayanan

2. Seksi Pelaksana 3. TPT

4. Gudang Berkas

d. Bagian Seksi Penagihan terdiri dari : 1. Kepala Seksi Penagihan

2. Seksi Pelaksana 3. Juru Sita Negara

e. Bagian Seksi Pengelolaan Data dan Informasi terdiri dari : 1. Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Informasi

2. Seksi Pelaksana

f. Bagian Seksi Ekstensifikasi terdiri dari : 1. Kepala Seksi Ekstensifikasi

2. Seksi Pelaksana

g. Bagian Seksi Pemeriksa terdiri dari : 1. Kepala Seksi Pemeriksa

2. Seksi Pelaksana

h. Bagian Seksi Fungsional Pemeriksa terdiri dari : 1. Kepala Seksi Fungsional Pemeriksa

2. Seksi Pelaksana

i. Bagian Seksi Pengawasan dan Konsultasi terdiri dari : 1. Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi

2. Account Representative 3. Seksi Pelaksana

(8)

Adapun penjelasan tugas masing-masing dari organisasi adalah sebagai berikut :

Sub. Bagian Umum, mempunyai tugas mengkoordinasikan tugas dan wewenang pelayanan kesekretariatan, pelaksanaan tata usaha dan kepegawaian, pengelolaan rumah tangga, perlengkapan kantor dan keuangan kantor.

Contohnya seperti :

a. Penerimaan dan penyampaian dokumen di KPP.

b. Pemprosesan dan penatausahaan dokumen masuk di Sub bagian umum.

c. Pelaksanaan pelantikan, sumpah dan serah terima jabatan serta pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

d. Permintaan pengujian kesehatan pegawai.

e. Pembuatan kartu tanda pengenal pemeriksa.

f. Pelaksanaan pembayaran tagihan melalui mekanisme langsung kepada rekanan.

g. Pemusnahan dokumen, penyusunan laporan berkala KPP dan pembuatan laporan tahunan.

h. Penyusunan laporan/daftar realisasi anggaran belanja.

Seksi Pelayanan, mempunyai tugas melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat.

Contohnya seperti :

a. Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

b. Penatausahaan surat, dokumen dan laporan Wajib Pajak pada Tempat Pelayanan Terpadu (TPT).

c. Perubahan identitas Wajib Pajak.

d. Penyelesaian permohonan pengukuhan pengusaha kena pajak.

e. Penerbitan surat teguran penyampaian SPT Masa dan SPT tahunan PPh.

f. Pelaksanaan pemenuhan permintaan konfirmasi dan klarifikasi.

g. Penyelesaian pemindahan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak lama.

(9)

Seksi Penagihan, mempunyai tugas urusan penatausahaan piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta penyimpanan dokumen-dokumen penagihan.

Contohnya seperti :

a. Pemprosesan dan penatausahaan dokumen masuk di seksi penagihan.

b. Menjawab konfirmasi data tunggakan Wajib Pajak.

c. Penyelesaian permohonan penundaan pembayaran pajak.

d. Penagihan pajak seketika dan sekaligus.

e. Penerbitan dan penyampaian surat teguran penagihan.

f. Penghapusan piutang pajak.

Seksi Pengelolaan Data dan Informasi, mempunyai tugas melakukanpengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian informasi perpajakan,perekaman dokumen perpajakan, urusan tata usaha penerimaan perpajakan,pengalokasian Pajak Bumi, pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauanaplikasi e-SPT dan e-Filling, pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG, serta penyiapan laporan kinerja.

Contohnya seperti :

a. Pemprosesan dan penatausahaan dokumen masuk di seksi PDI.

b. Penatausahaan alat keterangan.

c. Pembentukan bank data.

d. Pembuatan dan penyampaian Surat Perhitungan (SPH) kirim ke Kantor Pelayanan Pajak lainnya.

e. Penyusunan rencana penerimaan pajak berdasarkan potensi pajak, perkembangan ekonomi dan keuangan.

f. Penerbitan STP Bunga Penagihan, Surat Teguran Penagihan, Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan (SPMP) serta Surat Keputusan Pencabutan Sita.

g. Pembuatan Usulan Pencegahan dan Penyanderaan terhadap wajib pajak tertentu.

(10)

Seksi Ekstensifikasi, mempunyai tugas melakukan pengamatan potensi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam menunjang ekstensifikasi.

Contohnya seperti :

a. Pemprosesan dan penatausahaan dokumen masuk di Seksi Ekstensifikasi Perpajakan.

b. Pendaftaran objek pajak baru dengan penelitian kantor.

c. Penerbitan surat himbauan untuk ber-NPWP.

d. Pendaftaran objek pajak baru dengan penelitian lapangan.

e. Penyelesaian permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.

f. Penyelesaian permohonan penundaan pengembalian Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dan mutasi sebagian atau seluruhnya objek dan subjek pajak PBB.

g. Penerbitan daftar nominatif untuk usulan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3) PSL, Ekstensifikasi dan lain-lain.

Seksi Pemeriksaan, mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak serta administrasipemeriksaan perpajakan lainnya, pemantauan pengendalian intern, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut hasil pengawasan, serta penyusunan rekomendasi perbaikan proses bisnis.

Contohnya seperti :

a. Pemprosesan dan penatausahaan dokumen masuk di seksi pemeriksaan.

b. Penyelesaian usulan pemeriksaan.

c. Penyelesaian usulan pemeriksaan bukti permulaan.

d. Pemeriksaan kantor.

e. Penyelesaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Lebih Bayar.

(11)

Seksi Pengawasan dan Konsultasi, melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan wajib pajak, bimbingan/himbauan kepada wajib pajak dan konsultasi teknis perpajakan, penyusunan profil wajib pajak.

Contohnya seperti :

a. Pemprosesan dan penatausahaan dokumen masuk di seksi pengawasan dan konsultasi.

b. Penyelesaian permohonan perubahan metode pembukuan.

c. Penetapan Wajib Pajak patuh.

d. Penyelesaian permohonan pembetulan ketetapan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di KPP.

e. Penyelesaian permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi PBB di KPP.

Seksi Fungsional Pemeriksa, mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(12)

BAB III

URAIAN PELAKSANAAN PRAKERIN

3.1 Program Pelaksanaan Prakerin

Perusahaan-perusahaan yang menyediakan tempat untuk Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) bagi peserta didik dan mahasiswa telah menyediakan atau mempersiapkan program-program yang akan dikerjakan oleh para pelaksana PRAKERIN. Program-program yang disediakan meliputi penempatan bagian kerja, pembimbing akan memberikan pengarahan tentang rencana kerja dan tata tertib dalam pelaksanaan PRAKERIN. Adapun rencana kerja tersebut harus dikerjakan sesuai instruksi dan pengarahan yang diberikan, sehingga dengan demikian juga akan menjadi tanggung jawab pelaksana PRAKERIN, agar pelaksanaan kegiatan di industri dapat berjalan dengan baik.

3.2 Persiapan Kerja

Sebelum melaksanakan PRAKERIN di dunia kerja, peserta didik harus mempersiapkan diri sebelum bekerja. Hal sangat bermanfaat dan penting di dalam bekerj auntuk memberika pandangan baik, serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Persiapan kerja itu antara lain :

a. Berpakaian rapid an sopan

b. Berpakaian sesuai tata tertib bagi pelaksana PRAKERIN c. Datang tepat waktu

d. Melaksanakan tata tertib kerja

3.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Prakerin

Pelaksanaan Praktik Kerja Industri selama kurang lebih 3 bulan dilaksanakan di KPP Pratama Makassar Selatan yang bertempat di Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 GKN I Lt. 1 Makassar.

Peserta PRAKERIN bertugas setiap hari senin-jumat dimulai pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00

(13)

3.4 Tata Tertib Siswa Selama Prakerin Siswa Wajib :

1. Harus sopan dan santun terhadap karyawan di kantor KPP Pratama Makassar Selatan

2. Masuk jam 08.00 tidak boleh terlambat dan pulang jam 16.00 3. Setiap hari kamis dilakukan pertemuan di ruang rapat jam 16.00 4. Tiap hari jumat wajib mengikuti senam jam 7.30

5. Tanda pengenal setiap hari dipakai 6. Menggunakan pakaian yang sopan

7.Tidak boleh ribut di ruangan atau di koridor.

8. Untuk mengisi absen yang sakit atau izin diparaf oleh pembimbing di ruang Sub. Bagian Umum.

Sanksi-sanksi :

Pelanggaran tata tertib ini akan dikenakan sanksi-sanksi : 1. Peringatan secara lisan

2. Peringatan tertulis

3. Pemberhentian sementara dari tempat Prakerin 4. Dikeluarkan dari tempat Prakerin.

3.5 Kegiatan Prakerin

Surat Masuk adalah surat-surat yang diterima oleh perusahaan/organisasi yang berasal dari lingkup kantor ataupun luar kantor.

1. Pengurusan Surat Masuk Menggunakan (Microsoft Office Access 2007) a. Penginputan surat, Di suatu perusahaan masalah surat-menyurat sudah

pasti ada. Adapun surat yuang diterima beragam, seperti surat dinas, surat disposisi, surat laporan hasil rapat. Setelah surat kami terima kemudian kami menginputnya menggunakan Microsoft Office Access 2007. Di kolom pertama yaitu jumlah surat yang telah dibuat, di kolom dua terdapat tanggal surat yang diterima, di kolom ketiga terdapat nomor pelayanan/agenda, di kolom keempat terdapat tanggal pelayanan/agenda, di kolom kelima terdapat nomor surat, di kolom keenam dari mana asal

(14)

surat tersebut, di kolom ketujuh nomor pokok wajib pajak, di kolom kedelapan perihal surat, di kolom yang terakhir atau kolom kesembilan kepada siapakah surat ditujukan.

b. Pendisposisian surat, setelah surat masuk diinput kami harus mendisposisikan surat masuk tersebut ke siapa yang ditujukan. Dimulai dengan membuka Microsoft Office Word 2007, lalu mengarahkan pointer ke bagian mailings. Dibagian tersebut kita bisa mencocokkan data surat yang telah diinput apakah sudah benar atau belum. Jika data mailings sudah sesuai dengan data surat masuk, kita bisa mencetaknya satu rangkap, menggunakan mesin printer.

c. Penandatanganan surat kepada Kepala Seksi, setlah disposisi surat dicetak, kami harus membawanya menggunakan map, kepala Kepala Seksi untuk memberikan tanda tangan sebagai bukti bahwa surat sah telah diketahui oleh Kepala Seksi.

d. Pembuatan tanda terima surat, setelah surat masuk telah ditanda tangani oleh Kepala Seksi, kita harus membuat daftar terimanya berdasarkan hasil input di Microsoft Office Access 2007. Setelah hasil input telah dicetak kemudian kita menyetorkannya kepada yang bersangkutan.

2. Pengurusan Surat Masuk Sistem Buku Agenda

a. Penerimaan surat, surat masuk yang diinput menggunakan buku agenda merupakan surat jenis SPT Masa/Tahunan, STP Pajak Penghasilan (PPh), STP Pajak Penghasilan Nihil (PPn), Pajak Penghasilan Barang Mewah (PPnBm), SKP Kurang Bayar Pajak Pertambahan.

Di kolom pertama terdapat nomor agenda surat, di kolom kedua nomor dan tanggal surat, di kolom ketiga terdapat perihal surat, di kolom keempat terdapat kepada siapakah surat masuk tersebut ditujukan.

(15)

Surat Keluar adalah surat – surat yang dibuat oleh perusahaan/organisasi itu sendiri yang ditujukan kepada lingkup intern atau ekstern perusahaan/organisasi.

1. Pengurusan Surat Keluar Menggunakan (Microsoft Excel 2007)

a. Penginputan surat, Di suatu perusahaan masalah surat menyurat sudah pasti ada apalagi di lingkup suatu kantor besar. Kami menginput surat keluar menggunakan Microsoft Excel 2007. Pertama kita meminta nomor kepada bagian kepengurusan surat keluar. Setelah mendapatkan nomor kita menginputnya. Di kolom pertama terdapat nomor surat, di kolom kedua terdapat kepada siapakah surat ingin dituju. Di kolom ketiga terdapat asal surat. Di kolom keempat terdapat sifat surat apakah itu biasa, segera, atau sangat segera. Di kolom keempat terdapat lampiran surat. Di kolom kelima terdapat perihal surat. Di kolom keenam terdapat tanggal surat.

b. Pembuatan tanda terima surat, setelah surat keluar telah ditanda tangani oleh Kepala Seksi, kita harus membuat daftar terimanya. berdasarkan hasil input di Microsoft Office Access 2007. Setelah hasil input telah dicetak kemudian kita menyetorkannya kepada siapa yang bersangkutan, yaitu Sub Bagian Umum.

2. Pengurusan Surat Ekspedisi

a. Penginputan surat, Di kolom pertama terdapat nomor surat, di kolom kedua terdapat ditujukan kepada, di kolom ketiga terdapat perihal surat, di kolom keempat terdapat tanda terima surat.

c. Penyetoran tanda terima surat, kami menyetorkan surat kepada yang bersangkutan menggunakan tanda terima di kolom keempat.

(16)

3. Pengurusan Surat Kempos/Surat Tidak Sampai

a. Penginputan surat, Di dalam pengiriman surat keluar biasa terjadi hambatan yang meyebabkan surat tidak terkirim seperti, alamat surat tidak jelas, alamat telah dipindahkan dan berbagai hambatan lainnya.

Di kolom pertama terdapat tanggal surat. Di kolom kedua terdapat nomor surat. Di kolom ketiga terdapat nomor pokok wajib pajak orang yang bersangkutan.

b. Penyimpanan surat, Setelah penginputan surat, kami harus menyimpan surat kedalam map kempos.

Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD) adalah lembar yang dicetak oleh Kantor Pajak yang membuktikan bahwa Wajib Pajak telah membayar pajak kepada masa tahun tertentu.

1. Penginputan LPAD

Lembar Pengawasan Arus Dokumen bisa diambil di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) kantor. Setelah mengambil LPAD kita harus mencocokkan dengan SPT Masa yang sesuai dengan masa pajak yang ingin kita laporkan.

Sarana Kantor adalah beberapa fasilitas kantor yang biasa digunakan sebagai penunjang kegiatan kantor.

1. Telepon

Telepon digunakan dalam hal komunikasi kantor baik itu di lingkungan intern maupun ekstern.

(17)

2. Scan

Scan digunakan dalam hal penggandaan dokumen dalam bentuk file baik itu Adobe Reader, gambar, dan sebagainya.

3. Mesin Fotocopy

Mesin Fotocopy digunakan dalam hal penggandaan dokumen dalam bentuk kertas yang sama seperti aslinya. Mesin Fotocopy dilengkapi dengan pengaturan kertas sesuai yang diinginkan dan berapa lembar hasil fotocopy yang diinginkan.

4. Mesin Komputer

Mesin Komputer memiliki banyak kegunaan dalam hal penginputan data atau dokumen. Dengan mesin computer sebagai penunjang yang sangat penting.

(18)

Rutinitas Kantor, adalah beberapa kegiatan wajib yang harus diikuti oleh peserta didik PRAKERIN di KPP Makassar Selatan, sebagai bagian dari penyelenggara kegiatan kantor.

1. Senam Pagi / Maksel Run

Senam Pagi / Maksel Run dilakukan setiap hari Jumat bertempat di halaman kantor sebagai langkah dari perwujudan misi KPP Pratama Segar Bugar.

2. Syukuran Jumat’an

Syukuran Jumat’an dilakukan setiap hari Jumat bertempat di Seksi

Pengawasan dan Konsultasi II, sehabis kegiatan Senam Pagi / Maksel Run.

Syukuran Jumat’an ini dalam rangka perwujudan rasa syukur kepada Tuhan YME.

(19)

3. Rapat Peserta Didik Prakerin

Rapat peserta didik Prakerin dilakukan setiap hari Kamis bertempat di ruang rapat kantor. Di dalam rapat ini kami diajak untuk mempererat hubungan kami dengan peserta didik lainnya yang berasal dari dalam kota Makassar maupun luar kota Makassar. Kami juga diajarkan untuk melakukan presentasi

mengenai Perpajakan.

4. Refreshing Peserta Didik Prakerin

Refreshing peserta didik Prakerin dilakukan sebulan sekali. Refreshing peserta didik ini diikuti oleh peserta didik lainnya, bersama dengan pembimbing - pembimbing kantor.

(20)

BAB IV

LANDASAN TEORITIS

4.1 Pajak

4.1.1 Pengertian Pajak

1. Menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani :

Pajak adalah iuran kepada Negara yang terhutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, yang langsung dapat ditunjuk dan gunanya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas Negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.

2. Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, S. H :

Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas Negara untuk membiayai penegluaran rutin dan digunakan untuk kepentingan public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment.

3. Menurut UU No. 28 Tahun 2007 :

(21)

Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung

4.1.2 Fungsi Pajak

Fungsi pajak ada empat, yaitu sebagai berikut :

1. Fungsi Anggaran (Budgetair)

Pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran Negara, untuk melaksanakan pembangunan negara membutuhkan biaya, biaya tersebut dari penerimaan pajak yang kita bayarkan kepada DJP. Tapi kini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja Negara, belanja pegawai, pemeliharaan, dan sebagainya. Untuk pembangunan uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pembiayaan rutin.

2. Fungsi Mengatur (Regulerend)

Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur, pajak dapat dimanfaatkan sebagai alat pencapaian tujuan. Contohnya pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk non domestik dalam rangka melindungi produksi domestic, serta diberikan berbagai fasilitas keringanan pajak.

4.1.3 Tujuan Pajak

Tujuan Pajak adalah sebagai berikut :

1. Pembangunan sarana umum seperti rumah sakit, puskemas, taman bunga, kebun binatang, tempat ibadah, kantor polisi, dan sarana umum lainnya yang dibangunan menggunakan uang dari pajak.

2. Pembiayaan import Negara dalam rangka ini seperti minyak bumi, gas alam, beras dan sebagainya.

(22)

3. Pembiayaan produktif yang memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat seperti pengeluaran untuk pengairan dan pertanian.

4. Pembiayaan pertahanan Negara atau perang, gaji/upah pegawai yang bekerja demi kepentingan Negara, seperti pengeluaran bagi yatim piatu.

4.1.4 Sumber-Sumber Penerimaan Pajak

Sumber Pajak berasal dari Wajib Pajak, yang datang melaporkan Pajak ke Kantor Pajak terdekat. Dengan melaporkan pajak, wajib pajak bisa langsung membayar pajak di kantor pos, bank, dan tempat lainnya.

4.1.5 Jenis –Jenis Pajak

1. Pajak Penghasilan (PPh)

PPh adalah pajak yang dikenakan oleh orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang berasal baik yang dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Dengan demikian maka penghasilan itu dapat berupa gaji, hadiah dan sebagainya. Contoh formulir Pajak Penghasilan :

(23)

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

(24)

PPn adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean. Orang Pribadi, perusahaan, maupun pemerintah yang mengkonsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dikenakan PPN. Pada dasarnya, setiap barang dan jasa adalah Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak, kecuali

ditentukan lain oleh Undang-undang PPN. Tarif PPN adalah tunggal yaitu sebesar 10%.

Dalam hal ekspor, tarif PPN adalah 0%. Yang dimaksud Dengan Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, peraian, dan ruang udara diatasnya.

Contoh formulir Pajak Pertambahan Nilai :

3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

(25)

Selain dikenakan PPn, atas barang-barang kena pajak tertentu yang tergolong mewah juga dikenakan PPnBM. Yang dimaksud barang kena pajak yang tergolong mewah adalah:

a. Barang tersebut bukan barang kebutuhan pokok.

b. Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu.

c. Pada umunya dikonsumsi masyarakat yang berpenghasilan tinggi.

d. Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status/jabatan.

Contoh fomulir Pajak Penjualan atas Barang Mewah:

4. Bea Materai

(26)

Bea Materai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen, seperti surat perjanjian, akta notaris, serta kwitansi pembayaran, surat berharga, yang memuat jumlah uang atau nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan. Contoh formulir Bea Materai :

5. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan atau pemanfaatan tanah atau bangunan. PBB diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik provinsi maupun

kabupaten/kota. Contoh formulir Pajak Bumi dan Bangunan :

6. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

(27)

BHPTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak tanah dan bangunan. Seperti halnya PBB seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik kabupaten/kota untuk selanjutnya. Contoh formulir Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan :

BAB V

PENUTUP

(28)

5.1 Kesimpulan

Setelah penulis melaksanakan PRAKERIN yang bertempat di KPP Pratama Makassar Selatan, maka penulis mendapatkan berbagai kesimpulan, sebagai berikut :

I. Program PRAKERIN yang sudah menjadi program di sekolah kejuruan, sangat besar artinya bagi peserta didik untuk memperkenalkan dan mempraktikkan kerja secara langsung pengetahuan dan kompetensi dasar yang telah diperoleh dari sekolah, sebagai pengembangan sarana belajar siswa sesuai bidang kejuruannya.

II. Dengan mengikuti kegiatan PRAKERIN ini, maka dapat memberikan pelatihan kepada peserta didik agar mampu menyesuaikan diri dengan dunia kerja.

III. Penelitian karya tulis ini merupakan penulisan proses kerja penulis selama PRAKERIN di KPP Pratama Makassar Selatan.

5.2 Saran-Saran

Dengan segenap kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki, kami menyarankan bagi kalian semua pembaca khususnya peserta didik SMK Negeri 08 Makassar agar lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan program yang diadakan disekolah dan bagi semua peserta didik seperjuangan agar tetap bersemangat dan berjuang dalam mengembangkan potensi diri dan menjaga nama baik sekolah.

Sebuah karya pasti mempunyai kelebihan dan juga kelemahan, kami merasa karya yang telah kami buat ini masih memiliki banyak kekurangan oleh karena itu kami senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun semangat kami agar dapat membuat yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk saran dan kritiknya dapat menghubungi sekolah atau pihak yang bersangkutan.

Sebagai kata penutup dalam penulisan tugas akhir ini, kami panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga dengan penuh kesabaran, ketabahan, jerih payah kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Demikianlah saran-saran yang dapat disampaikan oleh kami setelah melaksanakan Prakerin di KPP Pratama Makassar Selatan. Semoga dapat bermanfaat bagi kemajuan

(29)

kantor dan pihak sekolah. Sebelumnya kami mohon maaf khususnya bagi para pegawai KPP Pratama Makassar Selatan atas kesalahan yang kami perbuat, terutama bila ada kata yang kami perbuat, dan bila ada kata yang kurang berkenan di hati dalam penulisan karya tulis kami ini.

Referensi

Dokumen terkait

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur mempunyai tugas.. melaksanakan penyuluhan, pengawasan, pelayanan, pengawasan

melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan wajib pajak di bidang Pajak penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak tidak langsung

Kepala Kantor mempunyai tugas mengkoordinasikan pelaksanaan penyuluhan, pelayanan dan pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pengawasa Wajib Pajak dibidang Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Penjualan Atas Barang

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Selatan merupakan unit Kerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melaksanakan penyuluhan, pelayanan dan pengawasan Wajib

KPP Pratama mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak dibidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak 25 Penjualan atas Barang

Kantor Pelayanan Pajak Pratama dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang mempunyai tugas mengkoordinasikan pelayanan penyuluhan, pelayanan dan pengawasan Wajib Pajak di bidang

Tugas utama KPP Pratama Semarang Gayamsari yaitu, melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak (WP) di Bidang Pajak Penghasilan (PPh),