• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

MAZHAB-MAZHAB ILMU PENGETAHUAN HUKUM

D i s u s u n Oleh

Dr. Rizkan Zulyadi Amri, SH, MH

(2)

1. MENGAPAKAH ORANG MENAATI HUKUM

1. MAZHAB HUKUM ALAM

Adapun teori tentang Hukum Alam telah ada sejak Zaman dahulu yang antara

lain diajarakan oleh Aristoteles, yang mengajarkan bahwa ada dua macam hukum, yaitu:

a. Hukum yang berlaku karena penetapan penguasa negara

b. Hukum yang tidak tergantung dari pandangan manusia tentang baik- buruknya, hukum yang “asli”

(3)

2. MAZHAB SEJARAH

Hukum itu menurut von Savigny, bukanlah disusun atau diciptakan oleh orang , tetapi itu tumbuh sendiri di tengah-tengah rakyat.

Hukum itu adalah penjelmaan dari

kehendak rakyat, yang pada suatu saat juga akan mati apabila suatu bangsa kehilangan kepribadiannya

3. TEORI TEOKRATIS

perintah-perintah yang datang dari tuhan itu dituliskan dalam kitab suci. Tinjauan

mengenai hukum dikaitkan dengan kepercayaan dan agama, dan ajaran tentang legitimasi kekuasaan hukum

didasarkan atas kepercayaan dan agama

(4)

4. TEORI KEDAULATAN RAKYAT

Teori Rosseau yang menjadi dasar faham

“kedaulatan Rakyat” mengajarkan, bahwa Negara bersandar atas kemauan rakyat, demikian pula halnya semua peraturan-

perundangan adalah penjelmaan kemauan rakyat tertentu

5. TEORI KEDAULATAN NEGARA

Hans Kelsen mengatakan bahwa orang taat kepada hukum bukan karena

Negara menghendakinya, tetapi orang taat pada hukum karena ia merasa wajib mentaatinya sebagai perintah Negara

(5)

6. TEORI KEDAULATAN HUKUM

menurut Krabbe, hukum hanyalah apa yang memenuhi rasa keadilan dari

orang terbanyak yang ditundukkan

padanya. Suatu peraturan perundang- undangan yang tidak sesuai dengan rasa keadilan dari jumlah terbanyak orang , tidak dapat mengikat.

(6)

7. ASAS KESEIMBANGAN

Prof. Mr R. Kranenburg membela ajaran krabbe, bahwa kesadaran hukum orang itu menjadi sumber hukum. Menurut kranenburg, hukum itu berfungsi menurut suatu dalil yang nyata (riil).

Dalil yang nyata yang menjadi dasar berfungsinya kesadaran hukum orang

dirumuskan oleh kranenburg sebagai berikut:

tiap orang menerima keuntungan atau

mendapat kerugian sebanyak dasar-dasar yang telah ditetapkan atau diletakkan terlebih dahulu

Pembagian keuntungan dan kerugian dalam hal tidak ditetapkan terlebih dahulu dasar- dasarnya, ialah bahwa tiap-tiap anggota masyarkat hukum sederajat dan sama

Referensi

Dokumen terkait

Ada sembilan konsep Teori Hukum Progresif yang beliau tawarkan, yaitu:20 1 Hukum pada dasarnya menolak tradisi analytical jurisprudence atau rechtsdogmatiek dan bermacam-macam

Hal ini terlihat pada kurangnya buku yang dibaca, kurangnya buku bacaan yang dimiliki, jarangnya kunjungan perpusatakaan, dan tidak menyediakan dana khusus untuk membaca 2 Tingkat minat