• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab iv hasil penelitian dan pembahasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "bab iv hasil penelitian dan pembahasan"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

Jumlah kesalahan keterampilan proses siswa SMK pada soal nomor 1 dan nomor 2 sebanyak 19 kesalahan. Subjek dikatakan melakukan kesalahan membaca jika subjek melakukan kesalahan dalam membaca kata-kata penting dalam soal dan siswa tidak memahami maksud kata-kata dalam soal. Hasil transkrip wawancara menunjukkan bahwa SP1 melakukan kesalahan membaca karena tidak mampu membaca kata-kata penting dalam soal yaitu tidak dapat menjelaskan maksud soal dengan benar.

Dengan demikian berdasarkan hasil tes dan wawancara diketahui SP1 melakukan kesalahan pemahaman yaitu menulis dan. Dengan demikian berdasarkan hasil tes dan wawancara SP1 mengetahui bahwa SP1 melakukan kesalahan keterampilan proses. Dengan demikian berdasarkan hasil tes dan wawancara diketahui bahwa SP1 salah dalam jawaban akhir karena tidak menentukan jawaban akhir.

Hasil transkrip wawancara menunjukkan bahwa SP1 melakukan kesalahan membaca karena mampu membaca seluruh kata dalam soal namun tidak menangkap makna secara utuh sehingga siswa tidak dapat melanjutkan menyelesaikan soal. Berdasarkan hasil wawancara terlihat bahwa SP1 melakukan kesalahan membaca karena siswa tidak memahami maksud kata dalam soal. Subjek dikatakan melakukan kesalahan transformasi jika subjek tidak mentransformasikan informasi dalam soal ke dalam bentuk model matematika, subjek mentransformasikan informasi dalam soal ke dalam bentuk matematika tetapi tidak tepat, dan subjek salah. dalam menerapkan rumus atau teori yang digunakan.

Oleh karena itu, kesimpulan hasil tes dan wawancara menunjukkan bahwa SP1 melakukan kesalahan pada tahap jawaban akhir karena SP1 tidak menentukan jawaban akhir.

Tabel 4.4 Kode Penyajian Transkip Wawancara
Tabel 4.4 Kode Penyajian Transkip Wawancara

Hasil Tes Soal nomor 1, Kesalahan dalam Keterampilan Proses

Dengan demikian, berdasarkan hasil tes dan wawancara, SP2 mengetahui bahwa ia melakukan kesalahan dalam keterampilan prosesnya karena tidak dapat melanjutkan prosedur penyelesaian. Kesalahan jawaban akhir dapat diketahui jika subjek tidak menuliskan jawabannya, subjek menuliskan jawaban yang salah, dan subjek sebenarnya menyelesaikan tugas dengan benar namun tidak dapat memberikan jawaban yang sesuai dengan konteks permasalahan. Skor jawaban SP2 tidak mencatat proses penyelesaian soal, sehingga tidak dapat menentukan jawaban akhir karena tidak mencatat jawabannya.

Dengan demikian, berdasarkan hasil tes dan wawancara, SP2 terbukti melakukan kesalahan pada jawaban akhir karena tidak dapat menentukan jawaban akhir. Subjek dikatakan salah paham jika subjek tidak menjelaskan apa yang diketahui dan tidak dapat menjelaskan secara implisit, subjek tidak menuliskan apa yang ditanyakan dan tidak dapat menjelaskan maksud pertanyaan, dan subjek menuliskan apa yang diketahui dan dipahami. ditanyakan, namun ada informasi penting yang hilang, dan subjek mampu membaca seluruh kata dalam soal, namun ia tidak memahami arti umum, sehingga siswa tidak dapat melangkah lebih jauh dalam menyelesaikan soal. Berdasarkan hasil pengujian pada Gambar 4.12, SP2 mampu membaca seluruh kata pada soal, namun belum memahami maksud umum soal tersebut.

SP2 dapat membaca seluruh kata dalam soal namun belum memahami maksud secara keseluruhan sehingga ia tidak dapat membuat daftar dan menuliskan apa yang diketahuinya secara lengkap. Berdasarkan Gambar 4.13 terlihat bahwa SP2 tidak dapat mengubah informasi pada soal ke dalam bentuk matematika. Oleh karena itu, kesimpulan hasil tes dan wawancara menunjukkan bahwa SP2 melakukan kesalahan pada tahap transformasi.

Subjek dikatakan melakukan kesalahan keterampilan pemrosesan jika subjek melakukan kesalahan komputer, subjek tidak dapat melanjutkan prosedur penyelesaian (macet), dan subjek mengenali operasi atau urutan operasi yang sesuai untuk menyelesaikan masalah tetapi tidak mengetahuinya. prosedur yang diperlukan untuk menyelesaikan operasi secara akurat. Berdasarkan hasil pengujian pada Gambar 4.14, SP2 menuliskan jawabannya, namun kurang tepat dan tidak dapat melanjutkan prosedur. Dari hasil analisis tes dan wawancara dapat disimpulkan bahwa SP2 melakukan kesalahan pada tahap keterampilan proses karena melakukan kesalahan perhitungan yaitu menuliskan prosedur penyelesaian tetapi tidak tepat dan terhenti.

Kesalahan jawaban akhir dapat diketahui jika peserta ujian tidak menuliskan jawaban akhir, peserta ujian salah menuliskan jawaban akhir, dan peserta ujian sebenarnya menyelesaikan tugas dengan benar, namun tidak dapat memberikan jawaban akhir yang sesuai dengan konteks soal. masalah. Berdasarkan hasil analisis hasil wawancara, SP2 tidak dapat menjelaskan jawaban akhir karena tidak lolos tahap keterampilan proses sehingga tidak dapat menentukan jawaban akhir. Dari hasil tes dan analisis wawancara dapat disimpulkan bahwa SP2 melakukan kesalahan pada jawaban akhir karena tidak dapat menemukan jawaban akhir.

Gambar 4.12 Hasil Tes soal nomo 2, kesalahan  memahami
Gambar 4.12 Hasil Tes soal nomo 2, kesalahan memahami

Jadi berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa SP1 melakukan kesalahan membaca karena tidak memahami maksud kata-kata penting dalam pertanyaan. Berdasarkan hasil tes dan wawancara diketahui bahwa SP3 melakukan kesalahan pemahaman yaitu menuliskan dan menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan namun salah karena tidak dapat membaca kata-kata penting dalam soal. Subjek dikatakan melakukan kesalahan transformasi jika subjek tidak mentransformasikan informasi dalam soal ke dalam bentuk model matematika, subjek mentransformasikan informasi dalam soal ke dalam bentuk matematika tetapi tidak benar, dan subjek tidak benar. . dalam penggunaan rumus atau teori yang digunakan.

Berdasarkan Gambar 4.16 terlihat bahwa SP3 dapat mengubah informasi dalam soal ke dalam bentuk matematika, yaitu dengan menulis dua persamaan saja: 3π‘Ž + 𝑏 = 2𝑐 βˆ’ 2 dan 3π‘Ž + 𝑏 βˆ’ 3𝑐 = βˆ’2. Jadi berdasarkan hasil tes dan wawancara diketahui SP3 melakukan kesalahan dalam transformasi yaitu mengubah informasi pada soal ke dalam bentuk matematis, namun kurang tepat. Berdasarkan hasil pengujian pada Gambar 4.17 terlihat bahwa SP3 memahami cara yang digunakan untuk menyelesaikan soal, namun karena SP3 salah memahaminya maka dilakukan substitusi yang salah pada saat menyelesaikan soal yaitu bilangan awalnya sama sampai =20 .

Berdasarkan hasil tes dan wawancara SP3 diketahui SP3 melakukan kesalahan keterampilan proses. Berdasarkan hasil pengujian pada Gambar 4.18 terlihat SP3 menuliskan jawaban akhir namun belum benar yaitu β€œyaitu π‘Ž = 20, 𝑏 = 21,3 dan 𝑐 = 22. Seharusnya β€œnilai masing-masing ketiga angka tersebut”. Berdasarkan hasil wawancara SP3 menjelaskan cara pengisian jawaban akhir namun salah yaitu a = 20 karena sudah diketahui pada soal, b = 21,3 dan c = 22. Jadi berdasarkan hasil tes dan wawancara, SP3 diketahui melakukan kesalahan pada jawaban akhir karena menulis jawaban akhir tetapi jawabannya kurang tepat.

Berdasarkan hasil wawancara, tampaknya SP3 menjelaskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, namun ada informasi penting yang terlewat. Dengan demikian, berdasarkan hasil tes dan wawancara, SP3 mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan, namun belum lengkap karena ada informasi penting yang terlewat. Berdasarkan Gambar 4.20 terlihat SP3 salah menuliskan pada lembar jawaban dengan mengubah informasi soal dalam bentuk matematika.

Berdasarkan hasil pengujian pada Gambar 4.21 terlihat bahwa SP3 menuliskan jawaban sesuai prosedur penyelesaian masalah, namun jawaban tersebut salah karena SP3 tidak dapat menyatakan model matematika dengan benar yaitu pada saat proses awal penyelesaian masalah. persamaan yang dihilangkan dengan persamaan linier 2 variabel yaitu 3𝑦 + π‘₯ = 33.000, π‘₯ + 2𝑦 = 23.500 dan 2π‘₯ + 𝑦 = 36.500, maka nilai y diganti dengan persamaan lain sehingga didapat nilai x dan z yang ditemukan salah . Berdasarkan hasil analisis wawancara, SP3 menjelaskan cara penyelesaian permasalahan SPLTV yang pertama dengan menghilangkan Persamaan 1 dan 2 untuk menentukan nilai x kemudian mensubstitusikan nilai x pada Persamaan 3 untuk menentukan nilai y yang akan diperoleh. Dari hasil analisis tes dan wawancara dapat disimpulkan bahwa SP3 melakukan kesalahan pada tahap keterampilan proses.

SP3 melakukan kesalahan komputasi yaitu tidak mampu menyelesaikan masalah sesuai prosedur karena model matematikanya salah. Dengan demikian kesimpulan dari hasil tes dan wawancara menunjukkan bahwa SP3 melakukan kesalahan pada tahap jawaban akhir karena SP3 menulis jawaban akhir namun salah dan tidak mampu menjelaskan hasil jawaban akhir mengapa hasil akhir hanya dua. . .

Gambar  4.15 Hasil Tes Soal nomor 1, Kesalahan Memahami  Berdasarkan  gambar  4.15  terlihat  bahwa  SP3  tidak  menjelaskan  apa  yang  diketahui  dan  ditanyakan
Gambar 4.15 Hasil Tes Soal nomor 1, Kesalahan Memahami Berdasarkan gambar 4.15 terlihat bahwa SP3 tidak menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan

Pembahasan hasil Analisis Kesalahan Siswa SMK dalam menyelesaikan soal Matematika materi SPLTV

Mampu membaca seluruh kata dalam soal tetapi tidak memahami arti umum, sehingga tidak dapat melanjutkan penyelesaian soal. SP1 melakukan kesalahan membaca pada soal 1 dan soal 2, yaitu membaca seluruh soal tetapi tidak memahami maksud umum sehingga tidak dapat mendefinisikan kata-kata penting dalam soal. SP1 melakukan kesalahan pemahaman pada soal 1 yaitu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, namun melewatkan informasi penting dan melakukan kesalahan pemahaman pada soal 2 yaitu mampu membaca seluruh kata pada soal tetapi tidak memahami secara umum. artinya agar Anda tidak dapat melangkah lebih jauh untuk menyelesaikan pertanyaan tersebut.

SP1 melakukan kesalahan transformasi pada soal 1 dan soal 2 yaitu menulis dan menjelaskan model matematika, namun salah dan tidak mampu mengubah soal ke dalam bentuk matematika. SP1 melakukan kesalahan pada jawaban akhir soal 1 dan soal 2 yaitu tidak dapat menentukan jawaban akhir atas soal yang telah diselesaikan. SP2 melakukan kesalahan membaca pada soal 1 dan soal 2 yaitu mampu membaca seluruh kata pada soal namun tidak mengetahui arti penting atau kata penting pada soal dan menyatakan mendapat informasi penting pada soal namun kurang tepat.

SP2 melakukan kesalahan transformasi pada soal 1 dan soal 2 yaitu dapat mengubah soal ke dalam bentuk matematis, namun kurang tepat. SP2 melakukan kesalahan pemrosesan pada soal 1 dan tidak dapat menyelesaikan soal (macet) dan pada soal 2 melakukan kesalahan perhitungan. SP2 melakukan kesalahan pada jawaban akhir soal 1 dan soal 2 yaitu tidak dapat menentukan jawaban akhir dari soal yang sudah selesai.

SP3 melakukan kesalahan pada saat membaca soal 1 dan 2 yaitu tidak memahami kata-kata penting pada soal. SP3 melakukan kesalahan dalam memahami soal 1 dan soal 2 yaitu menuliskan dan menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan, namun kurang tepat. SP3 melakukan kesalahan transformasi pada soal 1 dan soal 2 yaitu tidak mampu mengubah soal menjadi model matematika.

SP3 melakukan kesalahan pada jawaban akhir soal 1 dan soal 2, salah menulis dan menjelaskan jawaban akhir. Subjek melakukan kesalahan membaca, gagal membaca kata-kata penting dalam pertanyaan karena tidak menangkap makna secara utuh. Subjek melakukan kesalahan pemahaman, menuliskan dan menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan, namun salah karena melewatkan informasi penting sehingga tidak melanjutkan.

Tabel 4.5 Hasil Analisis Kesalahan Siswa SMK Dalam menyelesaikan soal Matematika materi SPLTV  Indikator
Tabel 4.5 Hasil Analisis Kesalahan Siswa SMK Dalam menyelesaikan soal Matematika materi SPLTV Indikator

Kelemahan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait