Kabupaten Sumedang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terletak di sebelah timur Kota Bandung. Kabupaten Sumedang memiliki luas wilayah 155.872 ha dengan topografi berbukit dan pegunungan (RTRW Kabupaten Sumedang 2011-2031). Keadaan ini menjadi keunggulan strategis untuk menarik pengunjung mengunjungi objek-objek yang ada di Kabupaten Sumedang.
Dibuat oleh Pangeran Belanda Siching dan dipersembahkan kepada Pangeran Aria Soeria Atmadja atas jasanya dalam pembangunan Kabupaten Sumedang. Hingga saat ini Lingga dijadikan sebagai lamabang Kabupaten Sumedang, dan tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Sumedang.
Pembahasan
Seni Pertunjukan Kuda Renggong
Tidak hanya melompat, pelatih atau kunce juga melatih kudanya agar dapat melakukan gerakan silat (gulat) yang akan ditampilkan pada akhir acara di halaman atau lapangan besar. melakukan persiapan ritual terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar pertunjukan seni kuda Renggong dapat berjalan dengan lancar. Penulis telah melakukan penelitian terhadap beberapa kelompok seni pertunjukan Kuda Renggong yaitu kelompok seni Disko Kuda Renggong yang dipimpin oleh Pak Cijambu Kecamatan Congeang Kabupaten Sumedang. Dari gambaran diatas seni pertunjukan Kuda Renggong Kabupaten Sumedang telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kekayaan seni tradisional yang ada di Jawa Barat, hal ini dibuktikan dengan data statistik budaya Kemendikbud tahun 2017 yang mencatat bahwa Jawa Barat merupakan provinsi dengan warisan budaya takbenda terkaya kedua setelah Jawa Timur.
Sejarah Kuda Renggong
Pada tahun 1910 di Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang muncullah kisah Kuda Renggong dengan bekal Aki Sipan dari Bapak. Bidin yang lahir pada tahun 1870, kuda bisa dilatih agar mampu menari seperti mengangguk dan mengangkat kaki. Aki Sipan resmi bisa berkreasi dalam melatih kuda, dengan mendapat dukungan dari Pangeran Aria Soeria Atmadja, sehingga kuda yang bisa menari ini diberi nama Kuda Renggong. Pada masa itu terdapat dua ekor kuda yang sangat lincah dan kuda tersebut pertama kali dilatih oleh Aki Sipan dan diberi nama Si Cengek dan Si Dengek.
Aki Sipan akhirnya memunculkan ide untuk mengawinkan kuda Sumbawa dengan kuda Australia dan menghasilkan seekor kuda yang diberi nama kuda Blaster, sedangkan kuda lokal dari Sumbawa diberi nama kuda Sandel. Kuda renggong yang dilatih oleh Aki Sipan mulai dipentaskan pada saat acara khitanan, membuat anak-anak yang disunat beserta keluarganya merasa senang dan terhibur dengan menunggangi kuda cabai diiringi musik dog-dog dang angklung. Sejak pertunjukan itu, masyarakat Sumedang menjadikan kesenian Kuda Renggong sebagai tradisi dan alat upacara khitanan dan ritual potong gigi.
Di usianya yang ke 68 tahun, tepatnya tahun 1939, Aki Sipan meninggal dunia yang mewariskan segala ilmu yang dimilikinya kepada putranya, Aki Sukrio. Kuda Renggong Aki Sukria berhasil tumbuh dan berkembang dengan baik. Seiring berjalannya waktu, Aki Sukria banyak mendapat tawaran dari masyarakat untuk melatih kuda dalam seni pertunjukan Kuda Renggong dan terakhir Aki Sukria.
Seni Pertunjukan Kuda Renggong Sebagai Seni Pertunjukan Asli Kabupaten Sumedang
Patung Kuda Renggong
Patung ini dibuat pada tahun 1996 dan menjadi simbol daerah dengan ciri khas seninya yaitu kuda Renggong. “Di setiap daerah dahulu ada istilah satu desa, satu produk, kemudian sebagai ciri khas atau simbol kebudayaan dan sebagai media promosi pariwisata, karena kuda Renggong merupakan ciri khas Kabupaten Sumedang dilihat dari bentuknya. sejarah, patung dibuat dari kuda ini."
Sejarah
Memang benar kesenian Kuda Renggong lahir pada tahun 1910 yaitu oleh seorang warga Desa Cikurubuk Buahdua yang bernama Aki Sipan. Aki Sipan sedang memandangi seekor kuda yang tingkah lakunya berbeda dengan yang lain, padahal kuda tersebut dapat melompat. Ijinkanlah aku menemanimu dengan kendang dan seruling sambil mengucapkan Aki Sipan.Dengan kejadian itu Pangeran Aria Soeria Atmaja meminta Aki Sipan keluar di depan rumahnya.
Sumedang Larang
“Jakarta, Banten dan Cirebon, tidak heran jika seni pertunjukan Kuda Renggong tersebar luas di luar Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Mutual mengakui hal tersebut, namun hal ini membuktikan bahwa seni pertunjukan Kuda Renggong merupakan kesenian khas masyarakat Kabupaten Sumedang.”
Lagu
Sertifikat
Pertunjukan di Pemukiman dan Festival
Pada dasarnya seni pertunjukan Kuda Renggong dipentaskan di perkampungan dan perkampungan.Penulis mendapat informasi bahwa seni pertunjukan Kuda Renggong terbagi menjadi dua kegiatan, yaitu seni pertunjukan Kuda Renggong di pemukiman warga dan festival seni pertunjukan Kuda Renggong yang diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam seni pertunjukan kuda Renggong di pemukiman penduduk biasanya diadakan pada saat acara khitanan atau perkawinan, dan kegiatannya dilakukan disekitar pemukiman atau keliling kampung dengan peralatan dan pakaian yang lengkap, adapun pakaian yang digunakan bagi yang menungganginya. ada sosok Gatot Kaca untuk laki-laki yang berpenampilan ganteng dan menawan, ada juga yang memakai baju adat sunda, memakai baju blankon dan pangsi. Untuk anak perempuan mengenakan pakaian layaknya ratu kerajaan, alunan musik yang mengiringi pertunjukan seolah menambah kemeriahan seni panggung Kuda Renggong.
Pertunjukan Kuda Renggong biasanya diikuti oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Kemeriahan pertunjukan membuat masyarakat tetap bersemangat untuk mengikuti pertunjukan Kuda Renggong meskipun cuaca sedang hujan atau panas. Berbeda dengan seni pertunjukan lainnya, seni pertunjukan Kuda Renggong semakin meriah, tidak sedikit orang yang ikut serta ketika rombongan kuda melewati rumah-rumah penduduk.
Selesai berkeliling kampung rombongan kembali ke tempat semula Kali Renggong dimulai, setelah itu diadakan prosesi saweran yaitu pembagian uang logam yang dicampur dengan beras, permen, kunyit dan diakhiri dengan lagu pileleuyan (perpisahan). . Sedangkan festival seni pertunjukan Kuda Renggong berbeda dengan pertunjukan pemukiman yang dilakukan di sekitar desa. Festival Seni Pertunjukan Kuda Renggong diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun acara-acara tertentu yang dihadiri oleh ratusan peserta Seni Pertunjukan Kuda Renggong.
Setiap tahunnya partisipasi masyarakat dalam festival seni pertunjukan Kuda Renggong berbeda-beda, baik dari segi peserta, perlengkapan dan unsur musiknya, perwakilan dari masing-masing daerah di Kabupaten Sumedang menampilkan kuda-kuda terbaiknya, peserta berkumpul di lapangan yang sangat luas dan kemudian kuda-kuda tersebut dipentaskan. ditunggangi satu persatu oleh pimpinan yang berjalan pada jalur yang telah ditentukan, juri sebagai evaluator yang terdiri dari seniman, akademisi, Departemen menentukan kuda daerah mana yang terbaik. Dalam penilaian ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan yaitu gerak, komunikasi dengan kuda, pakaian dan musik.
Kegiatan Seni Pertunjukan Kuda Renggong
Tak hanya di acara khitanan saja, seni pertunjukan Kuda Renggong juga bisa dipentaskan di pesta pernikahan. Selain sebagai sarana hiburan dalam menghibur kedua mempelai dan tamu yang menghadiri pesta pernikahan, seni pertunjukan Kuda Renggong secara tidak langsung juga turut memajukan kebudayaan yang ada di Kabupaten Sumedang. . Pada masa Pangeran Aria Soeria Atmadja, kuda sering digunakan untuk menyambut pejabat. Dalam perkembangan seni pertunjukan Kuda Renggong, seni pertunjukan Kuda Renggong ternyata tidak hanya sekedar hiburan, namun juga digunakan sebagai sarana penyambutan tamu-tamu terhormat, seperti pada foto sebelumnya terlihat H.
Daya Tarik Wisata Seni Pertunjukan Kuda Renggong
- Cara Melatih Kuda Renggong
- Jenis Kuda Dalam Seni Pertujukan Kuda Renggong
- Perlengkapan Seni Pertunjukan Kuda Renggong
- Alat Musik Seni Pertunjukan Kuda Renggong
- Prosesi Seni Pertunjukan Kuda Renggong
Biasanya latihan Kuda Renggong memerlukan lapangan yang luas, hal ini agar kuda dapat leluasa bergerak. Kuda silat lebih sulit dilatih dibandingkan kuda balap atau kuda penari, dibutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan bulan untuk melatih kuda silat. Gerak kuda merupakan salah satu daya tarik seni pertunjukan Kuda Renggong karena gerak kudanya yang unik. Dikatakan unik karena gerakan-gerakan dalam seni pertunjukan Kuda Renggong tidak ditemukan di daerah lain.
Menurut Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, gerakan-gerakan yang dilakukan dalam pelatihan kuda Renggong adalah sebagai berikut. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa kuda dihias agar terlihat cantik, mencolok, bermartabat dan mengeluarkan aura pada pertunjukan Kuda Renggong. Pada seni pertunjukan Kuda Renggong, pakaian yang digunakan pada seni pertunjukan Kuda Renggong yang pertama hanya menggunakan kain sutera yang digantung dengan bunga.
Dalam perkembangannya saat ini, busana yang dikenakan Kuda Renggong dalam pementasannya banyak mengalami perubahan. Alat musik yang digunakan dalam seni pertunjukan Kuda Renggong mengalami perubahan dari sebelumnya hanya menggunakan hundehund (alat musik sejenis gendang yang terbuat dari kulit sapi, dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan atau alat pemukul) dan Angklung (alat musik yang terbuat dari bambu) yang dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan atau alat pemukul. gemetar ). Dengan berkembangnya seni musik panggung Kuda Renggong, terdapat beberapa tambahan alat musik, antara lain sebagai berikut.
Seni Pertunjukan Kuda Renggong merupakan seni pertunjukan yang biasa diperingati pada acara kariyaan yang artinya orang yang disunat atau akan disunat, hal ini bertujuan agar anak yang akan disunat merasa kabebenjokeun (merasa gembira). Penari dalam seni pertunjukan Kuda Renggong sebagian besar adalah masyarakat sendiri, pada baris kedua terdapat seekor kuda yang ditunggangi oleh seorang anak yang hendak disunat dengan pakaian yang menyerupai tokoh tokoh wayang Gatot Kaca, tokoh Gatot Kaca melambangkan kehormatan dan pertahanan negara. Pada baris ketiga terdapat penabuh, musik pengiring seni pertunjukan Kuda Renggong dengan perlengkapan seperti goong, tanji, kendang dan lain-lain membuat suasana seni pertunjukan Kuda Renggong menjadi hidup.
Nilai Yang Terkandung Dalam Seni Pertunjukan Kuda Renggong
Dilihat dari sejarah lahirnya seni pertunjukan Kuda Renggong yang ditemukan oleh Aki Sipan pada masa pemerintahan Pangeran Aria Soeria Atmadja mempunyai sejarah yang sangat menarik dan unik hingga saat ini. Keperkasaan yang ditunjukkan oleh seni pertunjukan kuda Renggong akan membekas di hati orang yang disunat, dan pakaian yang dikenakan oleh tokoh Gatot Kaca melambangkan keberanian, kehormatan dan semangat seorang pahlawan. Atraksi seperti ini dirasa sangat langka karena tidak semua seni pertunjukan Kuda Renggong bisa melakukan hal seperti ini.
Dalam seni pertunjukan kuda Renggong keindahan yang ditampilkan adalah kuda Renggong mengenakan pakaian dan hiasan serta anak yang menungganginya berpakaian menyerupai tokoh wayang, keindahan tersebut juga terlihat dari musik pengiring dan penarinya. Dalam seni pertunjukan Kuda Renggong terlihat masyarakat ikut serta dalam melestarikan warisan budaya nenek moyang. Dalam seni pertunjukan Kuda Renggong, tarian yang indah memerlukan kerja keras dan ketekunan dalam berlatih, yang tercermin dari penguasaan gerak yang dilakukan oleh kuda dan kuncen.
Dalam seni pertunjukan Kuda Renggong dirasakan adanya nilai sosial di tengah masyarakat, dengan adanya peran serta masyarakat turut memeriahkan acara seni pertunjukan Kuda Renggong. Di Kabupaten Sumedang, seni pertunjukan Kuda Renggong tidak hanya sekedar seni pertunjukan untuk hiburan masyarakat, namun juga menjadi sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Sumedang. Tidak hanya itu, seni pertunjukan Kuda Renggong juga membantu perekonomian masyarakat, terlihat dari para pedagang di sekitar seni pertunjukan Kuda Renggong. , juga meningkatkan perekonomian wilayah Sumedang khususnya di bidang pariwisata. Seni Pertunjukan Kud Renggong ini dipentaskan bukan hanya untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Sumedang, namun juga sebagai penghormatan kepada pencipta Kud Renggong dan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rasa syukur dan nikmatnya.
Seni Pertunjukan Kuda Renggong merupakan salah satu kesenian Kabupaten Sumedang karena didalamnya terkandung musik, tari dan lain sebagainya karena pada dasarnya kesenian tersebut merupakan hasil kebudayaan.
Nilai Daya Tarik Wisata Seni Pertunjukan Kuda Renggong