• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

D Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1966, organisasi DDI kembali membuka TK RA DDI Kanang, bersamaan dengan dibangunnya Madrash Ibtidaiyah (MI) DDI Kanang. Seiring berjalannya waktu, pada tahun ajaran 1977/1978, PGA 4 Tahun diubah menjadi Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Kanang dengan SK. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1986, Madrasah Aliyah (MA) DDI Kanang didirikan dan dipimpin kembali oleh Ust.

Keberadaan berbagai lembaga pendidikan antara lain: TK, MI, MTs dan MA memotivasi pengelola, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera membangun atau mendirikan hunian Islami. D kepada Gurutta KH.AbdurRahman Ambo Dalle (tokoh dan pendiri DDI) dan beliau pun menyambut baik dan menyetujuinya, pada tanggal 1 Januari 1988 dengan Keputusan PB.DDI No: PB/B.II/86/XI/1988 tanggal 11 November 1988 M/ 1 Rabiu'ul Akhir 1409 H, Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan resmi berdiri. Begitu pula di sekolah, setiap sekolah memerlukan fasilitas yang dapat membantu peserta didik dan pendidik agar dapat melakukan proses belajar mengajar secara tepat sasaran dan efektif.

Tenaga pengajar/pengajar di Mts DDI Kanang terbagi dalam berbagai lembaga sesuai dengan jenjang lembaganya, dan jumlah guru yang mengajar pada lembaga formal adalah sebagai berikut. Peserta didik merupakan salah satu komponen pendidikan yang tidak kalah pentingnya dengan komponen pendidikan lainnya. Guru membutuhkan siswa untuk diajar, siswa membutuhkan guru sebagai guru dan sekolah membutuhkan keduanya sebagai penggerak sekolah, oleh karena itu komponen-komponen pendidikan saling membutuhkan.

Di VII. Jumlah siswa di kelas tersebut adalah 220 orang, terdiri dari laki-laki 111 orang, perempuan 109 orang, kelas VIII 186 orang, laki-laki 51 orang, perempuan 58 orang, kelas IX 118 orang, laki-laki 48 orang, dan perempuan 70 orang.

Tabel 4.1. Tanah Pondok Pesantren Menurut Status (meter persegi)
Tabel 4.1. Tanah Pondok Pesantren Menurut Status (meter persegi)

Pembahasan Hasil Penelitian

Sarana dan prasaran penggunaan metode Qira’ati

Pembelajaran Al-Qur’an Hadits dengan metode Qira’ati tidak lepas dari beberapa faktor yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran, dimana terdapat faktor pendukung dalam proses pembelajaran tersebut. Faktor pendukung dalam proses pembelajaran setiap guru yang mengajar haruslah diajarkan terlebih dahulu, siswa yang datang tepat waktu, aktif dan rajin, menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia, dan menggunakan media atau alat bantu pembelajaran lainnya. Dari segi fasilitas, Alhamdulillah sudah terpenuhi, seperti masjid, ruang kelas, laboratorium dan Al-Quran bagi siswa yang belum bisa membaca dengan baik dan benar.

Kemudian ada juga guru yang didatangkan dari luar untuk mengajar di sekolah bagi anak-anak yang tidak bisa membaca Al-Quran sama sekali 25. Dari uraian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana sekolah Mts DDI Kanang sebagian besar sudah terpenuhi dengan ketentuan tersebut. laboratorium, masjid untuk melaksanakan salat secara serentak, serta ruang kelas yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode Qira'ati dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits harus memperhatikan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran sesuai dengan hasil yang telah dirancang sebelumnya.

Penggunaan metode Qira'ati juga memberikan dampak terhadap siswa baik dari segi sarana dan prasarana, guru yang mengajar serta siswa lain mendukung atau tidak, sesuai hasil wawancara dengan siswa kelas VIII Arini Septi Prasetyo, Mts. . . Wawancara DDI Kanang. Sarana dan prasarana yang ada sangat menunjang dalam proses pembelajaran, sebelum pembelajaran dimulai guru mempersiapkan terlebih dahulu media atau alat yang digunakan sebelum pembelajaran dimulai dengan menggunakan metode Qira’ati. 26. Pembelajaran tidak lepas dari sarana dan prasarana yang digunakan, sekolah menyediakan berbagai fasilitas untuk keperluan pembelajaran seperti mushola ketika siswa belajar di luar kelas, menyiapkan kelas yang baik untuk siswa.

Pembelajaran tidak akan berhasil jika tidak mempunyai alat karena terkadang siswa sulit mendengarkan tanpa contoh langsung, siswa lebih mudah memahami materi pelajaran karena ada alat yang digunakan dan dapat dilihat oleh semua siswa.

Kesiapan Guru

Dari hasil wawancara terlihat bahwa kesiapan seorang pendidik sebelum memulai mengajar tentunya mengutamakan kesiapan terlebih dahulu. Kesiapan pendidik akan menjadi teladan bagi peserta didik dalam pembelajaran, pembelajaran hadis Al-Qur’an dengan metode Qira’ati tentunya memerlukan kesiapan dua pihak yaitu pendidik dan peserta didik agar pembelajaran berjalan lancar, tanpa ada kendala sedikitpun. .

Kesiapan Peserta Didik

Penyediaan Tempat Belajar

Penggunaan LCD

Sumber Buku al-Qur’an Hadis

Penggunaan Alat Bantu (Papan Tulis, Penghapus, Huruf Hijaiyah)

Faktor pendukungnya menurutnya adalah adanya media atau alat peraga seperti papan tulis, penghapus, kapur tulis, alat peraga huruf hijaiyah, serta guru di sekolah, dan termasuk penggunaan buku Qira'ati.33. Peningkatan mutu pendidikan khususnya kemampuan membaca dan menulis Al-Quran tidak lepas dari faktor-faktor yang dapat mendukung pengembangan pendidikan. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa faktor pendukung peningkatan kualitas membaca Al-Qur’an melalui penggunaan metode pembelajaran Qira’ati dibantu dengan adanya media atau alat peraga seperti papan tulis, penghapus, kapur tulis, alat peraga huruf hijaiyah, serta dari guru sekolah yang ada, dan termasuk penggunaan metode Qira'ati.

Tidak dapat diasumsikan bahwa setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda sehingga dapat dikelompokkan menjadi siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Siswa yang berkemampuan tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar, perhatian dan keseriusan dalam mengikuti pelajaran dan sebagainya. Kemudian dari pihak guru, untuk menggunakan metode Qira’ati tidak memberikan sembarang orang, karena sebelum mengajar, guru harus diajari terlebih dahulu agar siswa dapat mempelajari Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an Hadits dengan metode Qira'ati mempunyai faktor pendukung yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran agar menjadi lebih baik lagi, diantara faktor pendukung tersebut melalui sarana dan prasarana, guru dan persiapan siswa. , penggunaan LCD, sumber buku Al-Qur'an Hadits, penggunaan alat (papan tulis, penghapus, huruf hijaiyah), serta penyediaan tempat belajar yang membuat siswa lebih nyaman menerima pelajaran. Hal inilah yang tidak lepas dari keberhasilan dalam mempelajari Al-Quran Hadits.

Faktor penghambat metode Qira’ati dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis di Mts DDI Kanang

  • Kemampuan peserta didik
  • Kurangnya Konsentarasi
  • Kejelasan Suara
  • Kedisiplinan
  • Kebersihan kelas dan lingkungan sekitarnya

Peneliti berpendapat bahwa kemampuan siswa juga menjadi faktor penghambat dalam menerapkan metode Qira'ati karena penggunaan metode ini lebih menekankan pada diri siswa itu sendiri, namun hal ini menjadi kendala karena diantara sekian banyak siswa masih ada beberapa yang kurang mampu. mereka yang belum bisa membaca Al-Quran dengan baik. Bahwa dalam mempelajari Al-Qur'an Hadits terdapat kekurangan yang kita jumpai yaitu terkadang masih ada siswa yang belum bisa membaca dengan benar meskipun bacaannya sudah dieja, dan terkadang masih ada siswa yang belum bisa membaca,36. Siswa yang kurang konsentrasi dalam mempelajari Hadits Al-Qur’an akan mengurungkan niatnya untuk menggunakan metode Qira’ati.

Sedangkan untuk konsentrasi dalam menggunakan metode Qira'ati khususnya dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits masih ada siswa yang belum melakukannya. Menurut hasil wawancara dengan guru hadis Al-Qur'an Dr. Kendala yang kita hadapi dalam proses pembelajaran adalah terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan harapan kita, misalnya masih banyak siswa yang belum bisa membaca dengan baik, mereka membaca per huruf, terkadang ada juga siswa yang tidak bisa membaca. Kita belum mengetahui tanda baca dengan baik, sehingga guru khususnya yang mengajar hadis Al-Qur'an harus benar-benar bisa memahami kesiapan siswa kita sendiri, jangan sampai hal tersebut merugikan kita terutama siswa yang ingin belajar dengan baik dan membaca. dengan benar.38 Dalam proses pembelajaran tentunya terdapat faktor penghambat yang dialami siswa dalam proses pembelajaran, faktor inilah yang menjadi pemicu keberhasilan proses pembelajaran jika menggunakan metode Qira'ati, sesuai dengan hasil penelitian. wawancara dengan siswa kelas VIII Nurhamna di Mts DDI Kanang.

Mengingat faktor penghambatnya adalah siswa yang malas dan kesulitan dalam mempelajari Al-Qur’an di rumah, atau mengulang pembelajaran sebelumnya. Selain karena kurangnya siswa yang masih belum bisa membaca dengan baik, terdapat juga faktor penghambat lainnya yaitu ketika proses pembelajaran tidak didukung oleh kejernihan suara karena kelas yang begitu padat, siswa sering absen karena kesibukan seperti misalnya biaya sekolah dan program tambahan di luar sekolah. Peneliti juga berpendapat bahwa kepadatan kelas memang menjadi faktor penghambat dalam pembelajaran, namun kepadatan kelas ini tidak menjadi kendala dalam pembelajaran untuk tidak melaksanakan pembelajaran, kepadatan kelas ini dapat diatur sendiri oleh pendidik, cara pendidik mengajarkan pembelajaran. Al-Quran Hadits menggunakan metode Qira'ati dengan kepadatan kelas yang digunakan.

Pembelajaran hadis Al-Qur'an dengan metode Qira'ati tentunya mengalami faktor penghambat lainnya yaitu kejelasan suara dalam proses pembelajaran hadis Al-Qur'an. Kejelasan suara dalam penyampaian materi dikarenakan terkadang ada siswa yang kurang menyimak pada saat materi dibagikan karena berada di baris terakhir, sehingga terkadang faktor suara menjadi kendala dalam proses pembelajaran.41. Kejelasan suara menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses pembelajaran, terkadang masih ada siswa yang tidak mendengarkan apa yang disampaikan guru.

Pengajaran hadis Al-Qur’an dengan metode Qira’ati hendaknya didukung dengan kejernihan suara, sehingga seluruh siswa dapat mendengar sendiri penjelasan yang diberikan oleh pendidik. Kedisiplinan peserta didik terkadang menjadi faktor penghambat dalam menggunakan metode Qira'ati, peserta didik yang kurang disiplin menjadi kendala yang harus dihadapi oleh pendidik, oleh karena itu peserta didik kurang memahami pengajaran yang diberikan oleh pendidik. Kebersihan merupakan hal yang utama dalam proses pembelajaran, ruang kelas yang bersih dan lingkungan yang terjamin kebersihannya akan membuat siswa lebih nyaman dalam mengambil materi pembelajaran, namun hal ini dapat menjadi faktor penghambat dalam proses pembelajaran terutama jika menggunakan metode Sewa bapak.

Referensi

Dokumen terkait