85
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan telaah hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab-bab sebelumnya, disimpulkan bahwa perlindungan hukum dalam hal penerapan pasal 378 KUHP dalam hubungan kontraktual pengadaan barang dan jasa tentunya dilakukan sesuai dengen mekanisme penegakan hukum baik penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana penipuan dan penyelesaian secera perdata terhadap wanprestasi yang didasarkan pada hubungan kontraktual dalam pengadaan barang dan jasa karena secara konsep antara tindak pidana penipuan dan wanprestasi terdapat perbedaan yang sangat mendasar yaitu tindak pidana penipuan merupakan perbuatan melawan hukum, sedangkan wanprestasi merupakan perbuatan melawan kontrak, penipuan terdapat serangkaian kebohongan sebelum perjanjian ditutup, sedangkan dalam wanprestasi terdapat kewajiban yang tidak dipenuhi setelah perjanjian disepakati. Penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan di proses sesuai dengan mekanisme sistem peradilan pidana sedangkan penegakan hukum bila terjadi wanprestasi wanprestasi dilakukan melalui penyelesaian sengketa di dalam pengadilan dengan cara mengajukan gugatan wanprestasi ke pengadilan maupun penyelesaian sengketa di luar pengadilan dalam bentuk konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.
86
B. Saran
Agar pelaksaaan perlindungan hukum perlindungan hukum dalam hal penerapan pasal 378 KUHP dalam hubungan kontraktual pengadaan barang dan jasa dapat berjalan dengan baik maka terhadap permasalahan hukum yang terjadi dalam hubungan kontraktual pengadaan barang dan jasa pemerintah, terlebih dahulum perlu mengidentifikasi bahwa permasalahan hukum tersebut merupakan suatu tindak pidana penipuan atau wanprestasi.
Sementara itu untuk mengetahui apakah perbuatan tersebut merupakan penipuan maka harus mencocokan atau menyesuaikan perbuatan penipuan tersebut dengan unsur – unsur tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan apakah perbuatan tersebut merupakan wanprestasi maka harus di lihat mengenai pemenuhan hak dan kewajiban sebagaimana terdapat dalam kontrak pengadaan barang dan jasa tersebut.
Setelah mengetahi peristiwa tersebut apakah perbuatan tersebut adalah suatu tindak pidana penipuan atau wanprestasi barulah dapat melaporkan ke Polisi atau mengajukan upaya hukum secara perdata baik dalam pengadilan maupun di luar pengadilan sehingga upaya hukum yang di lakukan efektif.