• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Rangkaian Modul

Modul yang digunakan dalam penelitian untuk mendeteksi kadar gas yang terdapat pada manhole kapal dirangkai dengan rangkaian modul yang telah dibuat. Gambar modul setelah dirangkai dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar 4.1 Rangkaian modul

Modul ini terdiri dari:

1. Mikrokontroller arduino uno

Pengujian mikrokontroller arduino uno dengan memasukkan program untuk menyalakan lampu led pada pin d7.

(2)

Gambar 4.2 Lampu led

Mikrokontroller dapat berfungsi dengan baik karena led pada pin d7 dapat menyala sesuai gambar.

2. MQ 7

Pengujian sensor mq 7 dengan memasukkan program untuk mendeteksi gas karbon monoksida pada pin AO terhubung dengan A0, vcc terhubung dengan 5v, gnd terhubung dengan gnd.

(3)

Gambar 4.3 Sensor mq 7

Sensor mq 7 dapat berfungsi dengan baik karena dapat membaca kadar gas karbon monoksida dengan baik sesuai gambar.

3. MQ 8

Pengujian sensor mq 8 dengan memasukkan program untuk mendeteksi gas hidrogen pada pin AO terhubung dengan A1, vcc terhubung dengan 5v, gnd terhubung dengan gnd.

Gambar 4.4 Sensor mq 8

(4)

Sensor mq 8 dapat berfungsi dengan baik karena dapat membaca kadar gas hidrogen dengan baik sesuai gambar.

4. Buzzer

Pengujian buzzer dengan memasukkan program untuk menyalakan buzzer pada kaki pendek buzzer terhubung dengan pin gnd dan kaki panjang buzzer terhubung dengan pin d8

Gambar 4.5 Buzzer

Buzzer dapat berfungsi dengan baik karena buzzer pada pin d8 dapat berbunyi.

(5)

B. Pengujian Modul Keseluruhan

Langkah uji coba untuk mendeteksi kadar gas memerlukan hubungan pada bagian software dan hardware yang telah diprogram dan dirangkai.

Sehingga dapat mendeteksi kadar gas karbon monoksida dan gas hidrogen.

Langkah-langkah uji coba dijelaskan sebagai berikut : 1. Menguji coba modul yang sudah dirangkai.

2. Memasang adaptor sebagai daya pada modul yang akan digunakan.

3. Membuat kode program arduino uno pada software aplikasi sesuai dengan rangkaian modul.

4. Menghubungkan software aplikasi control system dengan hardware modul dengan cara upload program yang telah dibuat.

5. Jika sudah connect maka tidak ada tulisan unable to connect. Jika ada tulisan unable to connect berarti ada kesalahan pada merangkai kabel.

6. Lalu jika tidak ada kendala maka kalimat pertama yang muncul pada LCD adalah “TEST GAS DETECTOR”

7. Selanjutnya sensor akan mendeteksi kadar gas karbon monoksida dan gas hidrogen sehingga akan menampilkan berapa ppm kadar gas tersebut dalam monitor LCD.

8. Apabila kadar gas karbon monoksida melebihi nilai maksimum yaitu 25 ppm dan kadar gas hidrogen melebihi nilai maksimum yaitu 300 ppm maka buzzer akan berbunyi sebagai peringatan bahwa kandungan gas tersebut berbahaya jika dihirup dalam waktu lama.

9. Apabila kadar gas karbon monoksida dibawah nilai maksimum yaitu 25 ppm dan kadar gas hidrogen dibawah nilai maksimum yaitu 300

(6)

ppm maka buzzer akan berhenti berbunyi atau mati maka kadar gas tersebut sudah kembali normal dibawah ambang batas.

Gambar 4.6 Hasil pengujian modul

(7)

C. Hasil Pengujian

Tabel 4.1 Hasil Pengujian

No Kegiatan Hasil Kendala Keterangan

1 Pengujian Pertama

Prototype telah

berhasil dibuat dan dapat mendeteksi kadar kandungan gas.

Sensor pada prototype ini

menampilkan hasil yang kurang akurat.

Peneliti menambahkan library yang sesuai untuk masing-masing pada program software arduino uno.

2 Pengujian kedua

Prototype berhasil menampilkan hasil yang akurat sesuai dengan program.

LCD monitor belum

menampilkan kalimat bahaya apabila kadar gas melebihi batas

maksimum.

Peneliti menambahkan koding agar LCD monitor dapat

menampilkan kalimat bahaya.

3 Pengujian ketiga

Prototype akurat dan

berhasil menampilkan kalimat bahaya pada LCD monitor.

-

Prototype

berhasil bekerja dengan

semestinya.

(8)

Kelebihan dan kelemahan modul prototype ini dengan alat gas detector yang berada diatas kapal yaitu:

1. Kelebihan :

a. Prototype dapat mendeteksi gas hidrogen berbeda dengan alat gas detector yang berada diatas kapal tidak dapat mendeteksi gas hidrogen.

b. Buzzer sebagai tanda bahaya berbunyi sangat keras sehingga dapat memberikan peringatan kepada awak kapal.

c. Dapat memonitor dengan jelas kadar kandungan yang berada dalam manhole.

2. Kelemahan :

a. Protoype menggunakan tempat box dengan ukuran yang besar dibandingkan dengan alat gas detector yang berada diatas kapal yang lebih minimalis dan efisien.

b. Prototype menggunakan komponen yang lebih rumit dibandingkan dengan alat gas detector yang berada diatas kapal.

c. Prototype menggunakan adaptor sebagai power supply sehingga apabila akan digunakan harus mempersiapkan stop kontak terlebih dahulu berbeda dengan alat gas detector yang berada diatas kapal menggunakan baterai sebagai power supply hanya perlu menekan on/off maka alat sudah berfungsi.

(9)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1) Kadar kandungan gas karbon monoksida dapat dipantau melalui alat ini dengan membaca melalui sensor dan monitor LCD akan menampilkan berapa ppm dari kadar kandungan gas karbon monoksida.

2) Kadar kandungan gas hidrogen dapat dipantau melalui alat ini dengan membaca melalui sensor dan monitor LCD akan menampilkan berapa ppm dari kadar kandungan gas hidrogen.

3) Sistem dari alat ini akan memberikan alarm berupa bunyi pada buzzer apabila kadar gas karbon monoksida dan kadar gas hidrogen melebihi batas maksimum kadar kandungan gas bagi kesehatan manusia.

B. SARAN

Dengan adanya kemajuan teknologi agar alat ini dikembangkan dengan cara menambahkan komponen yang dapat dipantau melalui anjungan maupun engine control room tanpa harus mengecek langsung menuju tempat tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Secara diagramatis, kerangkan pemikiran untuk kelayakan penerapan mata uang bersama dapat digambarkan sebagai berikut: Korelasi yang sangat kuat pada pertumbuhan tingkat suku