BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Dalam Karya Ilmiah Terapan ini penulis akan menjabarkan tentang gambaran umum objek penelitian sesuai dengan judul yaitu “PENYEBAB BERKURANGNYA MEDIA PENDINGIN FREON PADA MESIN PENDINGIN AKOMODASI DI ATAS KAPAL MT. VIJAYANTI”.
Dengan adanya jabaran ini pembaca dapat memahami apa yang terjadi pada penulis saat melakukan penelitian diatas kapal MT. VIJAYANTI.
Gambar 4. 1 MT. VIJAYANTI (Sumber : MT. VIJAYANTI)
Ship’s name MT. VIJAYANTI IMO/MMSI number 9509009 / 525111004 Vessel type Oil Product Tanker
Call sign YCAR2
Date of dilevery 2011
Flag Indonesia
Owner
PT. ARPENI PRATAMA OCEAN LINE, Tbk / PT JAGAT SAMUDERA PERKASA.
Class Society RINA
Lenght Over All 145.00 meters
Gross tonnage 11431 t
Dead weight tonnage 16636 t Main Engine marker MAN B &W Output and No. Main Engine 4440 KW
Type and No. of Main Engine MAN B &W 6535 MC – MK 7
Fuel Type MFO
Type and No. of propeller Controllable pitch propeller
Cylinder 6 Cylinder
Tabel 4.1 Ship’s Particulars MT. VIJAYANTI
B. MACHINERY SPECIFICATIONS
CASING STEEL BAKED MELAMINE RESIN PAINTING PAINTING COLOUR LIGHT BLUE (ABOUT MUNSELL NO.7.5 EG 7/2)
COMPRESSORE
TYPE RECIPORATING SEMI-HERMIC
MODEL 6 HC 552B-(F) KYE – X 1
BORE 55 mm
STROKE 46 mm
NO. OF CYLINDER 6
MOTOR POWER 4 P 10.8 KW ( 11 KW )
CONDENSER
TYPE HORIZONTAL SHELL & FINNED TUBE
MODEL CXS 1914 X 1
MATERIAL
SHELL CARBON STELL PIPE
FOR PRESSURE SERVICE (KST138) TUBE PLATE NAVAL BRASS CLAD
(NBsP + Kpy 2Y)
TUBE SEAMLESSCOPPER
ALLOY TUBE (BsTF2) &
ALUMINIUM FIN
EVAPORATOR
TYPE CROSS FIN COIL TYPE
MATERIAL COPPER TUBE, ALUMINIUM FIN
TYPE DOUBLE SUCTION, CENTRIFUGAL
MULTYBLADE
FAN MODEL-SIZE 2 D 1 2/4 G 2 MOTOR POWER 4 p 3.7 kw
AIR FILTER
TYPE HOT WATER CLEANING TYPE
MATERIAL POLYOREFIN FIBER
REFRIGERANT CONTROL
THERMOSTATIC EXPANSION VALVE
TEMPERATURE CONTROL
THERMOSTAT
PROTECTIVE DEVICE
ELECTRICAL METHOD
COMP. MOTOR PROTECTION THERMOSTAT
MECANICAL DUAL PRESSURE SWITCH
METHOD SAFETY VALVE (FOR COND)
VIBRATION ELMINATING
VIBRATION ISOLATORS FOR COMPRESSOR
FLEXIBLE TUBE FOR SUCTION PIPE AND DISCHARGE PIPE THERMAL &
SOUND ISOLATOR
GLASS FIBER
AIR OUTLET DUCT CONNECTION FLANGE
AIR INLET FRONT GRILLES
LUBRICATING OIL SUNISO OIL NO.4GS 6 litre REFRIGERANT R-404 A 12 kg
NET WEIGHT APPROX. 670 kg
C. ANALISA
Mesin pendingin diatas kapal adalah pesawat bantu yang berfungsi untuk mendinginkan ruangan dan bahan makanan yang menggunakan prinsip peguapan. Compressor (freon ditekan menggunakan tekanan yang tinggi) selanjutnya di dalam condenser bahan pendingin di dinginkan menggunakan sirkulasi air laut, selanjutnya media pendingin menuju Filter Dryer disana media pendingin akan disaring menggunakan Cylicagel untuk meghilangkan kadar air dan kotoran dari dalam pipa sirkulasi. Selanjutnya menuju katub expansi untuk memperkecil partikel bahan pendingin sehingga volume bahan pendingin menjadi besar. Media pendingin (freon) mengalir kedalam pipa evaporator, oleh evaporator freon yang bersuhu dingin pada pipa-pipa evaporator di tiup oleh kipas mengarah pada ruangan yang di inginkan.
Kemudian freon yang mengalir tersebut kembali ke compressor.
Freon adalah salah satu dari beberapa senyawa alifatik sederhana yang digunakan dalam perdagangan dan industri. Freon sendiri mengandung beberapa senyawa seperti hydrogen, bromin dan klorin. Freon tidak memiliki warna, tidak berbau dan tidak mudah terbakar, gas atau cairan yang tidak mudah hancur yang diperkenalkan pada lemari es pada tahun 1930. Freon juga dapat digunakan sebagai propelan untuk aerosol. Freon memiliki titik didih, tegangan, dan viskositas yang rendah sehingga sangat berguna sebagai bahan pendingin. Freon memiliki beberapa jenis seperti Cholorodifluoromethane (Freon 12), trichlorofluoromethane (Freon 11), Cholrodofluoromethane (Freon 22), dichlorotetrafluoroethane (Freon 114), dan trichlorotrifluoroethane (Freon 113).
Mesin pendingin yang ada dikapal menggunakan air laut sebagai bahan pendingin freon secara langsung dan air laut tersebut digunakan untuk menyerap panas yang ada pada freon. Kita ketahui jika suhu yang dihasilkan mesin pendingin naik ada beberapa faktor penyebabnya, berdasarkan hasil pengamatan dan data-data yang di dapatkan penulis, pada saat naiknya temperatur mesin pendingin.
Berkurangnya jumlah freon yang dapat dilihat dari ampere yang ditunjukkan oleh tang ampere. Jumlah freon tidak mungkin bertambah di dalam suatu sistem pendingin, kecuali kita melakukan pengisian pada compressor. Namun terlalu banyaknya jumlah freon pada compressor juga tidak baik, karena dapat meningkatkan tekanan dan merusak seal-seal yang ada pada sistem tersebut, bahkan membuat pipa saluran freon tersebut menjadi bocor.
Metode yang dilakukan dalam analisa yaitu :
❖ Metode wawancara
Berikut wawancara diatas kapal : a. Chief Engineer
✓ Cadet : Menurut Chief, apa yang dapat membuat media pendingin Freon dapat berkurang?
✓ Chief Engineer : Penyebab berkurangnya media pendingin Freon biasanya dikarenakan adanya kebocoran atau katup yang kurang kedap.
✓ Cadet : Lalu bagaimana cara mengatasi agar Freon tidak berkurang chief ?
✓ Chief Engineer : Cara mengatasinya yaitu lakukan dulu pengecekan secara rutin pada bagian pendingin dan apabila ada kerusakan atau kebocoran maka lakukan perbaikan.
b. Second Engineer
❖ Cadet : Menurut Bas, apa yang dapat membuat media pendingin Freon dapat berkurang?
❖ Second Engineer : Sebenarnya Freon itu bersifat tetap. Yang dimaksud bersifat tetap itu adalah tidak bisa berkurang jika tidak ada kebocoran pada pipa ataupun bagian lainnya. Dan juga tidak bisa bertambah secara otomatis kalau tidak kita yang mengisi.
❖ Cadet : Lalu bagaimana cara mengatasi masalah berkurangnya media pendingin Freon tersebut bas?
❖ Second Engineer : Cara mengatasinya yaitu dengan cara sering- sering mengecek bagian – bagian mesin pendingin tersebut., jika ada kebocoran maka langsung diperbaiki, karena kebocoran tersebut lah merupakan sumber dari berkurangnya freon tersebut.
c. Electrician
➢ Cadet : Menurut Bapak, hal apa saja yang menyebabkan media pendingin Freon berkurang?
➢ Electrician : Penyebab berkurangnya media pendingin Freon yaitu karena adanya kebocoran pada pipa-pipa.
Observasi dilakukan selama taruna melaksanakan praktek berlayar (PRALA) yang dilakukan selama satu tahun atau selama semester 5 dan 6 diatas kapal MT. VIJAYANTI dengan bimbingan masinis 2 dan electrician yang bertanggung jawab untuk mesin pendingin AC (Air Conditioner).
Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kebocoran pada sistem pendingin :
1. Pipa yang sudah terlalu tua
Bila mesin pendingin sudah terlalu tua dan jarang mendapat perawatan, maka merupakan hal yang sangat wajar bila lapisan pipa mesin pendingin mulai rusak dan mengakibatkan kebocoran. Selain karena usia, bisa juga terjadi kerusakan tak terduga seperti terinjak atau tertindih benda berat.
2. Pemasangan yang kurang tepat
Pemasangan yang dilakukan teknisi belom tentu selalu benar, bisa juga karena mereka di kejar waktu, oleh karena itu mereka memasang dengan asal-asalan dan seenaknya. Karena yang terpenting menurut mereka unit tersebut bisa beroperasi tak peduli berapa lama usia unit itu dapat bekerja.
3. Penumpukan debu dan pertumbuhan jamur
Penyebab kebocoran yang lain dan sering ditemukan adalah karena adannya debu, kotoran dan benda lainnya yang menghambat dan menyumbat saluran pembuangan. Tersumbatnya saluran pembuangan air membuat air keluar melalui jalur yang tidak normal. Selain itu, penumpukan debu, kotoran, dan penyebab kebocoran yang lain dan sering ditemukan adalah karena adanya debu, kotoran dan benda lainnya yang menghambat dan menyumbat saluran pembuangan. Tersumbatnya saluran
pembuangan air membuat kebocoran melalui jalur yang tidak normal.
Selain itu, penumpukan debu, kotoran, dan pertumbuhan jamur dapat menyebabkan penyebaran udara kotor yang tidak sehat.
Adapun pengecekan yang dilakukan terhadap sistem pendingin mengenai berkurangnya jumlah freon sebagai berikut :
1. Pengecekan terhadap setiap katup
Pada saat tekanan ampere pada tang ampere turun, maka dapat dipastikan bila jumlah freon pada sistem pendingin tersebut berkurang, maka salah satu penyebabnya adalah lepasnya freon dari sistem melalui katup – katup yang kurang rapat saat ditutup atau memang sudah aus dratnya. Langkah yang dapat kita ambil untuk mengetahuinya adalah dengan mengambil air sabun yang sudah di busakan, kemudian busa sabun tadi kita usapkan pada setiap katup system pendingin. Bila terjadi keausan maka busa sabun tadi akan menggelembung semakin besar.
2. Pengecekan terhadap pipa-pipa dan bagian-bagian pada sistem pendingin.
Telah kita ketahui bila tekanan ampere pada tang ampere menurun maka jumlah freon dalam system dipastikan berkurang, oleh sebab itu kita perlu mencari tau dimana letak berkurangnya freon tersebut. Mencari letak kebocoran pada sistem pendingin merupakan salah satu jalan yang dapat dilakukan, caranya adalah dengan menyiapkan larutan air sabun yang sudah dibusakan, kemudian mengusapkan busa tersebut pada setiap pipa aliran freon untuk mencari letak kebocorannya.
D. PEMBAHASAN
A. Setelah melihat uraian atau analisa diatas maka diketahui penyebab menurunnya jumlah freon pada mesin pendingin adalah :
1. Karena adanya kebocoran pada pipa-pipa mesin pendingin;
2. Karena adanya katup yang tidak kedap.
Berkurangnya jumlah freon menyebabkan menurunnya suhu yang di hasilkan oleh mesin pendingin tersebut. Setelah mengetahui bahwa jumlah freon pada mesin pendingin tersebut berkurang maka hal yang dilakukan terlebih dahulu untuk mengatasi berkurangnya media pendingin freon yaitu melakukan pengecekan secara rutin terhadap bagian-bagian pada sistem pendingin dan terhadap katup mesin pendingin yang kurang kedap.
pengecekan tersebut yaitu:
a. Pengecekan terhadap setiap katup
Ada pun tindakan – tindakan dalam menangani berkurangnya jumlah freon pada mesin pendingin adalah dengan mengecek setiap katupnya yang kurang kedap atau aus dengan cara memberi larutan air sabun yang sudah dibusakan atau menggunakan halide torch. Saat menggunakan air sabun, caranya adalah memberi gelembung air sabun pada setiap katup pada mesin pendingin. Bila gelembung membesar berarti freon memuai di bagian tersebut.
b. Pengecekan kebocoran pada sistem
Pengecekan kebocoran pada sistem dapat dilakukan dengan cara membakar menggunakan halide torch atau menggunakan air sabun yang sudah dibusakan. Bila anda menggunakan halide torch maka
yang dapat anda lakukan adalah membakar setiap pipa yang dicurigai terdapat kebocoran. Bila terjadi kebocoran maka warna api halide torch akan berubah menjadi hijau.
B. Setelah dilakukan pengecekan dan menemukan sumber kebocorannya maka yang harus dilakukan yaitu cara mengatasi berkurangnya Freon dengan melakukan tindakan perbaikan :
1. Bila terjadi kebocoran dikarenakan adanya katup yang tidak kedap atau aus maka lakukan perbaikan yaitu dengan cara mengganti katup tersebut dengan yang baru apabila katup tidak berfungsi lagi atau memperbaiki dratnya dengan cara di tap atau di bubut.
2. Bila terjadi kebocoran dikarenakan pada pipa-pipa maka segera matikan mesin pendingin dan lakukan penggantian pipa aliran pendingin dengan yang baru. Atau bila tidak ada sparepart yang dapat digunakan dan ketika kapal berada di tengah laut sedang melakukan perjalanan, maka yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengelasnya dengan menggunakan perak yang di panaskan menggunakan las blander, lalu diamkan beberapa saat agar benar benar lengket dan menutup rata pada lubang kebocoran tersebut. Pastikan mesin dalam keadaan mati sebelum di las. Namun setelah sampai pada pelabuhan selanjutnya usahakan untuk mencari pipa sparepart untuk segera melakukan penggantian.
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan berakhirnya masa praktek berlayar penulis di atas kapal MT. Vijayanti dan tersusunnya tugas akhir ini maka banyak masukan yang bisa dijadikan bahan kajian, singkatnya dari kegiatan tersebut dan berdasarkan uraian dari materi yang telah dibahas pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Berkurangnya jumlah freon pada sistem pendingin disebabkan oleh adanya kebocoran pada pipa-pipa atau bagian mesin pendingin lainnya dan adanya katup yang tidak kedap.
2. Pengecekan secara rutin dan melakukan perbaikan merupakan cara mengatasi berkurangnya media pendingin freon pada mesin pendingin.
B. SARAN – SARAN
Setelah melihat pembahasan pada bab sebelumnya, maka ada beberapa saran yang dapat diberikan yaitu sebagai berikut :
1. Lakukan pengecekan secara rutin pada mesin pendingin, dan lakukan perbaikan apabila menemukan kerusakan.
2. Ketersediannya sparepart mesin pendingin di kapal seperti pipa-pipa dan bagian-bagian pendingin lainnya agar tercapainya suatu tindakan perbaikan apabila menemukan kerusakan ataupun kebocoran pada mesin pendingin.