Berdasarkan tabel 4.2 terlihat lingkungan keluarga siswa untuk klasifikasi selalu 66 responden dengan persentase 30,55%, klasifikasi sering sebanyak 89 responden dengan persentase 41,20%, kadang-kadang klasifikasi sebanyak 48 responden dengan persentase 22,22%. , klasifikasi belum pernah terdapat 13 responden dengan persentase 6. Berdasarkan tabel 4.3 terlihat bahwa di lingkungan sekolah siswa untuk klasifikasi selalu terdapat 57 responden dengan persentase 26,38%, untuk klasifikasi sering terdapat 109 responden dengan persentase 50,46%, untuk klasifikasi kasus sebanyak 35 responden dengan persentase 16,20%, klasifikasi sebanyak 15 responden dengan persentase 6,94. Berdasarkan tabel 4.4 terlihat lingkungan komunitas mahasiswa untuk klasifikasi selalu 53 responden dengan persentase 24,53.
Berdasarkan data yang diperoleh, tingkat disiplin akademik siswa di sekolah tersebut dapat dilihat pada tabel 5.5 di bawah ini. Berdasarkan tabel 4.5 terlihat bahwa 94 responden dengan persentase 43,51% menggolongkan kedisiplinan belajar di sekolah sangat baik, 91 responden dengan persentase 42,12% mempunyai klasifikasi baik, 20 responden mempunyai penilaian sangat baik. dengan. persentase 9,25%, klasifikasi kurang baik sebanyak 8 responden dengan persentase 3,70% dan klasifikasi kurang baik sebanyak 3 responden dengan persentase 1,38%. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK dapat dilihat dari distribusi frekuensi pada Tabel 4.6 sebagai berikut.
Berdasarkan tabel 4.6 diketahui hasil belajar sangat baik sebanyak 33 siswa (15,27%), hasil belajar baik sebanyak 177 siswa (81,94%), hasil belajar cukup baik sebanyak 6 siswa, dan hasil belajar kurang baik sebanyak 177 siswa (81,94%). hasil belajar. belajarnya tidak bagus dan tidak terlalu bagus.
Uji Reliabilitas
Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui normalitas data, peneliti menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan bantuan SPSS 19.0 for Windows.
Uji Multikolinearitas
Uji Heteroskedastisitas
Apabila tidak terdapat pola yang jelas dan titik-titik tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas (X1) dan (X2) dan satu variabel terikat (Y= hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK). Nilai A sebesar 55,987 menunjukkan bahwa jika variabel bebas dianggap konstan, maka tingkat hasil belajar siswa adalah 55,987.
Koefisien regresi sebesar 0,242 mengatakan bahwa setiap variabel X1 bertambah 1 satuan maka akan menaikkan besarnya Y sebesar 0,242. Koefisien regresi sebesar 0,088 mengatakan bahwa setiap variabel X2 bertambah 1 satuan maka akan menaikkan besarnya Y sebesar 0,088.
Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian
Uji t
Dengan menggunakan SPSS 19.0 for Windows dilakukan uji t. Pengaruh parsial variabel independen (X1) terhadap variabel dependen (Y) dapat dilihat pada tabel berikut. Berdasarkan hasil analisis data pada variabel sekolah (X1) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 tidak ditolak yang berarti “terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan belajar siswa di sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK di SMKN 3 Kota Blitar”.
Berdasarkan hasil analisis data lingkungan belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 tidak ditolak yang berarti “terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK di SMKN 3 Kota Blitar”.
Uji F
Pengaruh Variabel Independen (X1) dan (X2) Terhadap Variabel Dependen (Y)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas disiplin belajar siswa di sekolah dan lingkungan belajar siswa mempunyai hubungan sebesar 22,6% terhadap variabel terikat hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK.
Pembahasan
Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKK di SMKN 3 Kota Blitar
Apabila komponen-komponen tersebut dapat berjalan secara sinergis dengan baik untuk membentuk lingkungan belajar akademik maka akan meningkatkan motivasi siswa untuk berhasil. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memberikan respon positif terhadap angket tentang lingkungan belajar siswa. Hal ini didukung dengan kondisi fisik dan fasilitas sekolah yang cukup baik dan memungkinkan siswa untuk belajar dengan baik.
Gedung sekolah yang baik dan layak untuk belajar serta terdapat satpam dan penjaga sekolah yang selalu menjaga suasana dan keamanan sekolah agar terhindar dari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan belajar para siswa. di SMKN 3 Kota Blitar. yang terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat yang kondusif dalam menunjang proses pembelajaran. Dari cakupan lingkungan belajar diatas diketahui bahwa lingkungan keluarga siswa dikategorikan baik oleh siswa. Prasarana pembelajaran yang meliputi kondisi fisik gedung sekolah dan fasilitas belajar siswa sangat kondusif untuk menunjang proses pembelajaran, yaitu melalui perlengkapan dengan berbagai fasilitas olah raga, seperti lapangan olah raga; bola voli; tenis; bola basket; tenis meja; dan bulu tangkis;.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang baik antara lingkungan masyarakat siswa dengan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui juga bahwa lingkungan belajar siswa menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar siswa di SMKN 3 Kota Blitar. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa lingkungan SMKN 3 Kota Blitar ditinjau dari aspek fisik dan non fisik dijelaskan oleh kedua siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK.
Keadaan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi belajar kognitif siswa saja, namun kemungkinan besar ada faktor lain di luar kemampuan kognitif siswa tersebut.Berdasarkan informasi data siswa dari guru bimbingan dan konseling SMKN 3 Blitar Kota, sebagian besar siswa mempunyai lingkungan belajar yang cukup baik, termasuk dengan lingkungan luar sekolah, meskipun ada pula siswa yang tergolong dalam lingkungan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat yang buruk, hal ini tercermin dari sikap dan perilaku siswa di sekolah. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh (Abbas, 2018), (Anderson, 2017), (Malik & Rizvi, 2013) dan (Pratiwi, 2010) yang menjadikan H1 diterima yang berarti mempunyai pembelajaran lingkungan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pengaruh disiplin belajar siswa di sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK di SMKN 3 Kota Blitar.
Pengaruh Disiplin Belajar Siswa di Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKK di SMKN 3 Kota Blitar
Hal ini disebabkan adanya peran guru pembimbing dan penasehat yang secara rutin memantau kondisi peserta didik secara keseluruhan dan individu. Ketaatan terhadap peraturan dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh perubahan berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap akibat latihan yang dilakukan dan disiplin belajar dalam penelitian ini merupakan penjelasan tentang sikap dan tindakan siswa dalam melaksanakan pembelajarannya. kewajiban secara sadar melalui menaati peraturan yang ada di daerah, hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (1997:27). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memberikan respon positif terhadap angket disiplin akademik di sekolah.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa siswa SMKN 3 Kota Blitar mempunyai kedisiplinan belajar di sekolah yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa disiplin dalam mengikuti jadwal pelajaran, disiplin mengatasi segala godaan yang menunda waktu belajar, disiplin terhadap diri sendiri agar mempunyai kemauan dan semangat belajar baik di sekolah seperti menaati peraturan, maupun di rumah tanam. , seperti rutin belajar, disiplin menjaga kondisi fisik agar selalu sehat dan bugar dengan makan teratur dan bergizi serta rutin berolahraga. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui pula bahwa disiplin belajar di sekolah menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK di SMKN 3 Kota Blitar.
Hal ini ditunjukkan melalui uji parsial dimana hasil nilai signifikansi variabel disiplin belajar sekolah lebih kecil dari α. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar siswa SMKN 3 Kota Blitar yang dijelaskan dengan baik oleh siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK. Hal ini dikarenakan pihak sekolah khususnya guru bimbingan dan konseling di SMKN 3 Kota Blitar rajin melakukan evaluasi kedisiplinan dengan berbagai cara, seperti pengecekan atribut sekolah setiap selesai upacara bendera, pengecekan rutin kinerja siswa setiap beberapa periode, dan lain-lain.
Disiplin belajar yang baik akan menumbuhkan ketaatan kepada Tuhan, keteraturan dan kedisiplinan dalam memperoleh ilmu pengetahuan, yang tercermin dalam kesadaran melaksanakan kewajiban belajar dengan menaati peraturan yang ada di lingkungan sekolah. Di sisi lain, buruknya disiplin akademik di kalangan siswa juga akan menimbulkan penyimpangan dan kedisiplinan negatif di kalangan siswa, seperti melanggar peraturan sekolah dan pembelajaran yang tidak teratur dan tidak bertanggung jawab. Pengaruh lingkungan belajar dan disiplin belajar di sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK di SMKN 3.
Pengaruh Lingkungan Belajar dan Disiplin Belajar di Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKK di SMKN 3
Kondisi lingkungan belajar yang kondusif dan akademik, baik fisik maupun non fisik, juga sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar sekolah dan lingkungan belajar berpengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar siswa di SMKN 3 Kota Blitar. Dampak disiplin belajar sekolah terhadap hasil belajar siswa diperoleh nilai hitung lebih kecil dibandingkan nilai hitung dampak lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar siswa mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK. Dari nilai uji simultan yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu disiplin belajar di sekolah dan lingkungan belajar mempunyai pengaruh sebesar 22,6% terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK. Variabel lingkungan belajar dalam penelitian ini yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat juga merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil belajar.
Namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin belajar dan lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang cukup rendah terhadap hasil belajar siswa di SMKN 3 Kota Blitar dan selebihnya merupakan faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yang tidak diteliti dalam penelitian ini. dan belajar. . Kecilnya pengaruh kedua variabel bebas yaitu disiplin belajar di sekolah dan lingkungan belajar terhadap variabel terikat yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK disebabkan oleh budaya yang berlaku terutama di masyarakat Blitar dimana sebagian warganya masyarakat Blitar lebih memilih sekolah berbasis agama. Hal ini menyebabkan rendahnya motivasi siswa SMKN 3 Kota Blitar sebagai salah satu SMK di Blitar dalam mempelajari IPA dan mencapai hasil belajar yang optimal.
Khusus pada mata pelajaran PKK, disiplin belajar dan lingkungan yang baik saja tidak cukup bagi siswa SMKN 3 Kota Blitar untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan berprestasi. Jadi pada kenyataannya standar hasil belajar siswa dilihat dari nilai UTS pada rapor siswa yang disisipkan kurang memuaskan atau menunjukkan hasil yang optimal sesuai dengan apa yang dijelaskan teori jika melihat disiplin belajar dan lingkungan belajar. , yang dikategorikan baik. Namun pada dasarnya variabel bebas disiplin belajar di sekolah dan lingkungan belajar berpengaruh positif terhadap variabel terikat hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKK walaupun pengaruhnya cukup rendah.