Kedua, buku ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, karena tanpa mereka saya bukanlah apa-apa. Ketiga, buku ini saya persembahkan untuk tim setting lingkungan persalinan Magister Kebidanan Universitas Padjadjaran Bandung. Akhir kata, buku ini saya persembahkan kepada rekan-rekan dosen di Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
PENDAHULUAN
Kebutuhan Fisik dan Psikis Ibu Bersalin
Kepuasan ibu bersalin saat ini menjadi fokus utama dalam pelayanan kesehatan ibu khususnya pada Praktek Kebidanan Mandiri (IMP). Banyak hal yang dilakukan bidan untuk meningkatkan mutu pelayanan, yang hasilnya adalah meningkatnya kepuasan ibu bersalin. Penelitian menunjukkan bahwa kepuasan ibu sebagian berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayinya.
Pengaruh Lingkungan Persalinan
Lingkungan saat proses persalinan sangat mempengaruhi rasa takut dan cemas yang dialami ibu. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi proses kelahiran dengan pendekatan panca indera antara lain: indera penglihatan (pencahayaan, warna, penempatan alat kesehatan, dan pemandangan alam), indra perasa (suhu), indra pendengaran (musik). , dan indera peraba (penataan furnitur). Lingkungan dapat mempengaruhi pola dukungan sosial, sehingga perubahan lingkungan mempunyai dampak positif bagi perempuan dan dokter.
KENYAMANAN DAN KEPUASAN IBU BERSALIN
Persalinan
Respon stres pada hipotalamus menyebabkan peningkatan kadar beta-endorfin dan diduga berperan dalam mendukung peningkatan respon analgesik selama persalinan. Selama persalinan, CRH merangsang peningkatan reseptor prostaglandin di miometrium, melepaskan oksitosin, kortisol janin, dan beta-endorfin. Namun peraturan mengenai ruang bersalin masih berfokus pada kebutuhan kuantitatif dan fisik ibu bersalin dan penolongnya, namun belum mencakup kualitas dan dampak kebutuhan psikologis ibu, keluarga, dan penolong persalinan. Maka melalui buku ini diharapkan terjadi pembaharuan dalam penataan lingkungan bersalin.
Kenyamanan
Kenyamanan dalam persalinan Dari sudut pandang teoritis atau bukti nyata, diasumsikan bahwa lingkungan yang mendukung selama persalinan mendukung fisiologi persalinan, mengontrol emosi dan kemampuan ibu, mengurangi ketergantungan pada intervensi medis. Pemberian dukungan pada saat melahirkan akan mengatasi stres yang dapat terjadi pada saat melahirkan, mengurangi kemungkinan terjadinya persalinan operatif dan komplikasi selanjutnya, meningkatkan kenyamanan, pengendalian emosi wanita dan kepuasan terhadap pengalaman melahirkan. Lowe berpendapat bahwa cara pandang ini dapat menjelaskan mengapa ibu yang melahirkan dalam keadaan sehat secara fisik, terdapat privasi, lingkungan yang aman, terdapat rasa aman, informasi dan bimbingan selama persalinan, terdapat motivasi, dukungan emosional, dan pendamping dalam mampu mengatasi rasa sakit. dan mempunyai kekuatan, serta munculnya kenyamanan psikis dan spiritual pada saat melahirkan.
Borques dan Wiegers merekomendasikan perlunya mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor lingkungan yang menjadikan pengalaman melahirkan lebih positif untuk dipelajari dan diterapkan dalam pengembangan ilmu dan praktik kebidanan. Perlu ditekankan pentingnya proses persalinan berlangsung secara fisiologis dan memastikan ibu melahirkan dalam keadaan aman dan nyaman. Ketidaknyamanan pada ibu bersalin dapat dikurangi dengan meningkatkan lingkungan bersalin yang positif, nyaman dan mendukung.
Ibu bersalin yang merasa nyaman akan memiliki rasa percaya diri, kemampuan coping dan kemampuan yang kuat dalam mengurangi persepsi nyeri serta mengurangi risiko intervensi medis/penggunaan obat pereda nyeri pada saat persalinan. Dalam menerapkan pendekatan holistik terhadap pelayanan kesehatan, penolong persalinan diharapkan mempertimbangkan seluruh aspek yang mempengaruhi ibu bersalin, menilai status kenyamanan ibu dan menyusun rencana pemberian layanan. Lebih lanjut disebutkan bahwa keseimbangan antara kenyamanan dan nyeri saat persalinan mempengaruhi kerja sistem saraf simpatis dan parasimpatis yang nantinya akan berdampak pada outcome persalinan antara lain: lama persalinan dan skor APGAR.
Peneliti berpandangan bahwa ibu akan merasa nyaman pada saat melahirkan jika didukung oleh lingkungan fisik berupa lingkungan yang nyaman, aman, privasi dan dukungan emosional ibu tetap terjaga, serta terpenuhinya kebutuhan fisik, psikis, dan spiritual pada saat melahirkan. proses kelahiran.
Kepuasan
Pekerjaan tersebut berkaitan dengan faktor ekonomi yang berperan penting dalam mempengaruhi tingkat kesehatan, pilihan jenis dan lokasi pelayanan kesehatan. Ibu yang bekerja di sektor formal mempunyai akses yang baik terhadap informasi kesehatan, sehingga dapat memperoleh informasi yang baik dan jelas mengenai kesehatan. Mengukur kepuasan pasien berdampak pada peningkatan kualitas layanan Evaluasi layanan pasien adalah alat yang realistis untuk melakukan perbaikan, meningkatkan pengambilan keputusan strategis, mengurangi biaya, memenuhi harapan pasien dan strategi yang efektif untuk meningkatkan manajemen dan pemantauan layanan kesehatan.
Kepuasan pasien mencerminkan keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan dan peran mereka sebagai mitra dalam peningkatan kualitas kesehatan. Terdapat korelasi yang signifikan antara pengukuran kepuasan pasien dengan kontinuitas pelayanan, yaitu ketika pasien yang merasa puas cenderung mematuhi anjuran dan pengobatan yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan konsep kualitas Donabedian, kepuasan ibu berkaitan dengan harapan ibu terhadap suatu pelayanan kesehatan, meliputi: struktur, proses, hasil kelahiran, akses, dan biaya.
Meskipun manajemen nyeri adalah solusi jangka pendek terbaik untuk membantu wanita menghadapi persalinan, pengendalian diri menawarkan manfaat jangka panjang. Kontrol diri dan efikasi diri merupakan mediator nyeri, sehingga semakin tinggi kontrol diri dan efikasi diri maka nyeri yang ditimbulkan akan semakin berkurang. Lingkungan fisik yang baik dan pengelolaan yang efektif, termasuk penilaian positif terhadap fasilitas kesehatan dan layanan kesehatan penting oleh para ibu.
Ibu dan bayi baru lahir ditinjau dari kelangsungan hidup dan kesehatan ibu dan bayi baru lahir mempengaruhi kepuasan ibu saat melahirkan.
Lingkungan Persalinan
Pengaruh budaya, termasuk kebiasaan gaya hidup, tampak dalam berbagai gejala hubungan manusia dengan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia dalam kehidupannya tidak akan lepas dari pengaruh sosial, budaya, dan lingkungan alam, semua itu membangun pola pikir atau pemikiran setiap orang mengenai keberadaannya di lingkungan yang ada disekitarnya. Adaptasi merupakan adaptasi dalam menanggapi suatu stimulus, stimulus yang diberikan akan dilihat oleh seseorang, menimbulkan harapan-harapannya dan dapat memutuskan sesuatu terhadap stimulus yang diterimanya.
29 Gangguan faktor psikologis berupa rasa cemas dan nyeri sering terjadi pada ibu bersalin menjelang persalinan. Hal ini dapat diatasi dengan bantuan dukungan lingkungan fisik berupa lingkungan yang nyaman, aman, privasi ibu tetap terjaga dan berbagai sumber daya terjamin dan diperkuat, dukungan emosional, terpenuhinya kebutuhan fisik, psikis, dan spiritual selama proses persalinan. Sebagai lingkungan binaan, ruang merupakan stimulus yang dapat direspon oleh sistem indera manusia (penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman, dan peraba), yang mempunyai potensi psikologis untuk membentuk persepsi yang secara tidak langsung mempengaruhi emosi dan perilaku manusia.
Adaptasi manusia terhadap stimulus terbagi menjadi dua, yaitu adaptasi respon manusia terhadap lingkungan. Derajat adaptasi berbeda-beda tidak hanya pada setiap orang sebagai fungsi dari pengalaman, namun dapat terjadi karena adanya perbedaan tingkat stimulus dari satu waktu ke waktu lainnya. Dengan demikian, pada tingkat adaptasi akan terjadi pergeseran ambang batas toleransi seseorang terhadap rangsangan lingkungan yang muncul.
Jika rangsangan lingkungan terus-menerus merangsang, maka orang yang bersangkutan akan menurunkan standarnya dan mengikuti lingkungan.
PERAN BIDAN DALAM MENINGKATKAN
Modifikasi Lingkungan Persalinan
Pencahayaan dapat mempengaruhi kenyamanan ibu dalam bersalin dan juga kelancaran ibu dalam bersalin. Wanita bersalin ingin kelahirannya dilakukan di lingkungan seperti di rumah, sehingga peralatan medis, meskipun tersedia, disembunyikan di balik lemari atau partisi. Selama proses persalinan, terapi musik dapat membantu mengurangi kecemasan dan rasa nyeri saat melahirkan dengan cara mengurangi fokus ibu pada rangsangan negatif.
Musik yang dapat digunakan saat proses melahirkan adalah musik tenang tanpa lirik, salah satunya musik klasik instrumental. Sama seperti bau yang menyenangkan berkontribusi terhadap perasaan sejahtera dan sehat, bau busuk juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan respons organisme yang tidak menyenangkan dan bahkan mungkin berbahaya. Sebaliknya, bau yang kuat mendorong gairah yang tinggi, sedangkan bau yang lemah membuat seseorang mudah lelah.
Efek menguntungkan dari bau yang menyenangkan juga terdapat di lingkungan alami dan dapat disebabkan oleh bau yang kompleks, seperti bau tanaman berbunga. Aroma biasanya tidak menjadi penentu kenyamanan seseorang, namun adanya bau yang tidak diinginkan dapat mempengaruhi pengalaman ibu selama proses melahirkan. Perubahan yang dapat dilakukan untuk menetralisir bau yang tidak diinginkan di ruang bersalin antara lain dengan menambahkan aroma baru pada lingkungan bersalin hingga mengganti wewangian dengan zat yang kurang merangsang. Ini juga bisa disebut proses masking yang didasarkan pada efek antagonistik antara dua bau, yang keduanya saling menetralisir.
Jika ibu bersalin tidak menyukai penggunaan aromaterapi, bidan dapat membawakan bola kapas atau handuk beraroma yang diberi beberapa tetes minyak esensial pilihan ibu. Upaya yang dapat dilakukan bidan dalam memenuhi kebutuhan suhu ibu bersalin adalah dengan meminta ibu mengenakan pakaian yang longgar dan menggunakan kipas angin atau AC dengan suhu sesuai kebutuhan dan kesukaan ibu. kelahiran. Dukungan persalinan yang baik adalah menjaga privasi ibu bersalin dan memastikan mereka tidak diganggu sehingga dapat menemukan motivasi dan kekuatan untuk melahirkan.
GAMBARAN KONSEP PENGARUH PENGATURAN
Nyeri menimbulkan stres yang merangsang pelepasan hormon adrenalin yang menyebabkan vasokonstriksi dan menurunkan vaskularisasi pada rahim sehingga mengakibatkan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan persalinan lama. Mengurangi kecemasan, nyeri, serta meningkatkan pengendalian diri dan kenyamanan saat melahirkan dapat dilakukan dengan memodifikasi atau menyesuaikan lingkungan persalinan. Oksitosin juga mengurangi stres secara terpusat, yaitu aktivasi sistem saraf parasimpatis yang berpengaruh.
Menyimpan perlengkapan bersalin di dalam lemari dapat menciptakan ketenangan pikiran bagi ibu dan mengurangi suasana klinis. Perlengkapan bersalin sebaiknya disimpan dan dijauhkan dari pandangan ibu bersalin untuk mengurangi kecemasan. Paparan unsur alam juga dapat membantu mengurangi stres dan nyeri yang dirasakan saat melahirkan.Salah Salah satu unsur alam yang dapat digunakan di ruang bersalin adalah penggunaan furnitur berpemandangan alam.Maternitas dapat berkontribusi terhadap peningkatan stres dan ketegangan. Munculnya bau-bauan yang tidak diinginkan dapat mempengaruhi pengalaman ibu melahirkan. Bau yang tidak diinginkan dapat menyebabkan sakit kepala dan menimbulkan kecemasan pada seseorang. Perubahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pengharum ruangan. Pengaruh penggunaan program yoga selama kehamilan terhadap kenyamanan ibu, nyeri persalinan dan hasil persalinan.
Efektifitas Music Therapi tepadan Djapan Nyeri Kala I pada Ibu Inpartu di Ruang Melati RSUD Dr. Labor-Delivery-Recovery Room Design Facilitating Non-Pharmacological Reduction of Labor Pain: A Model LDR Room Plan and Recommended Best Practices. Creating a better birthing environment: women's views on design and environments in maternity units: a national survey.
Hubungan pemanfaatan unsur indoor healing environment pada ruangan rumah sakit dalam menurunkan stres psikologis pasien.