• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB V PENUTUP - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

41

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Hasil assesment gizi menunjukkan bahwa status gizi pasien adalah gizi kurang. Pasien mengalami nyeri perut, dan perdarahan di kemaluan. Asupan zat gizi pasien mengalami penurunan.

2. Hasil diagnosis pasien adalah peningkatan kebutuhan zat gizi protein terkait dengan adanya infeksi ditandai dengan ketidaknormalan nilai Lymph%, kekurangan intake makanan dan minuman oral berkaitan dengan perut nyeri ditandai dengan hasil recall defisit tingkat berat, dan pengetahuan yang kurang tentang

makanan dan zat gizi berkaitan dengan pasien belum pernah mendapatkan edukasi ditandai dengan p orsi makan yang belum memenuhi kebutuhan.

3. Hasil intervensi gizi adalah pemberian terapi diet tinggi energi, tinggi protein, dan tinggi antioksidan 2100 kkal diberikan secara oral, bentuk makanan biasa dengan frekuensi makan yaitu 3x makan utama dan 2x selingan, dan terapi edukasi pada pasien ibu hamil dengan hiv.

4. Hasil monitoring dan evaluasi pasien selama 3 hari diberikan intervensi menunjukkan tidak adanya perubahan LLA pasien, hemoglobin pasien setelah intervensi dalam kategori normal yaitu 13,4 karena pasien sudah tidak mengalami perdarahan di kemaluannya, tekanan darah pasien dalam kategori normal, nyeri perut berkurang secara bertahap. Asupan energi pada hari pertama pengamatan 80,1%, hari kedua 84%, hari ketiga 84,6%.

Asupan lemak hari pertama pengamatan 86,5%, hari kedua 89,9%

dan 92%. Asupan karbohidrat pada hari pertama pengamatan 79%, pada hari kedua pengamatan 81%, dan hari ketiga 84%. Hal tersebut menunjukkan bahwa asupan energi, lemak, dan karbohidrat meningkat secara bertahap, sedangkan untuk asupan protein pasien naik turun yaitu pada hari pertama pengamatan

(2)

42 72,7%, hari kedua 82%, dan hari ketiga 74,8%. Untuk monitoring hasil edukasi menunjukkan hasil baik yaitu pasien dapat menjawab dengan benar setelah diberikan edukasi .

B. Saran

1. Perlu adanya pendampingan terhadap pasien ibu hamil dengan hiv dalam menjalankan dan mematuhi diet tinggi energi dan tinggi protein yang sudah diberikan untuk mempertahankan status gizi yang optimal, serta keluarga harus memberi dukungan agar pasien mempunyai semangat sembuh dan semangat hidup.

2. Rumah Sakit perlu memodifikasi siklus menu dengan menerapkan penyusunan menu gizi seimbang supaya kebutuhan gizi pasien dapat terpenuhi.

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS NILAI ENERGI, MUTU GIZI PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, ZAT BESI DAN MUTU ORGANOLEPTIK PADA COOKIES DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN SELINGAN REMAJA PUTRI ANEMIA LITERATUR REVIEW

Faktor primer adalah keadaan yang mempengaruhi asupan gizi dikarenakan susunan makanan yang dikonsumsi tidak tepat, sedangkan faktor sekunder adalah zat gizi tidak mencukupi kebutuhan

Bagaimana biaya, pola menu, standar porsi, serta ketersediaan energi dan zat gizi makro dan mikro zat besi, asam folat, dan vitamin C pada penyelenggaraan makanan Pondok Pesantren

, namun diagnosa defisien volume cairan dipengaruhi oleh faktor yang berhubungan dengan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yaitu input makanan dan minuman tidak

Evaluasi hasil meliputi dampak perilaku dan lingkungan terkait gizi, dampak asupan makanan dan zat gizi, dampak terhadap tanda dan gejala fisik yang terkait gizi, dan dampak terhadap

Pola asuh makan anak usia 12-24 bulan diantaranya meliputi pemberian makanan MPASI/makanan keluarga, riwayat menyusui dan penyapihan kebutuhan bayi akan zat-zat gizi adalah yang paling

Oleh karena itu, kacang kedelai dapat digunakan sebagai bahan substitusi pangan untuk meningkatkan asupan energi dan zat gizi pada balita Kekurangan Energi Protein KEP serta mempercepat

1 Memberi MP-ASI terlalu awal/dini pada usia < 6 bulan akan : a Menggantikan asupan ASI, membuat sulit memenuhi kebutuhan zat gizinya b Makanan mengandung zat gizi rendah bila