69
BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Dasar logika yang digunakan Syahrur untuk meinterpretasi al-Qur’an adalah hubungan bentuk prinsip anti sinonimitas dengan metode intratektualitas dan pendekatan sintagmatis dan paradigmatis dengan dasar logika triadik yang digunakan Syahrur dalam pembacaan ulang terhadap al- Qur’an untuk menemukan makna didalamnya. Pendekatan tersebut
merupakan bentuk hermeneutika yang disebut pendekatan historis ilmiah (al manhaj al-ta>rikhi ilmi).
2. Akibat prinsip anti sinonimitas pada hermeneutikanya untuk memaknai konsep Islam dan iman dalam al-Qur’an, Syahrur menyatakan bahwa rukun Islam ada tiga, yakni penerimaan adanya Allah, hari Akhir dan amal shalih.
Siapapun memiliki sifat ketiga tersebut maka ia disebut sebagai muslim.
Sedangkan iman ada tujuh, yakni bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menegakan shalat fardhu, menunaikan pembayaran zakat, menunaikan ibadah puasa ramadhan, menunaikan ibadah haji, melaksanakan syu>ra> dan perang memperjuangkan kemerdekaan dan menghilangkan kezaliman dan tidak memaksakan agama. Sebagaimana ia melakukan rukun iman tersebut karena terdorong oleh rasa imannya. Orang yang melakukan rukun iman disebut al mu’minu>n atau orang-orang yang
beriman. Kendati demikian, rukun iman yang dikontruksi Syahrur mengalami kerancuan. Pertama, jika didasarkan pada khita>b ya>
ayyuhalladzi>na a>manu> “hai orang-orang beriman” maka tidak tujuh rukun iman tersebut, tetapi ada 75. Kedua, hadis yang digunakan para ulama sebagai dasar rukun iman secara ilmu hadis, hadis tersebut shahih, karena benar-benar dari Nabi Muhammad SAW.
B. Saran
Skripsi ini bermaksud untuk menguak salah satu pemikiran Syahrur.
yakni mengenai konsep Islam dan iman dalam bukunya Isla>m wa al Ima>n:
Manzu>mah al-Qiyam. Kritik Syahrur terhadap konsep Islam dan iman yang berkembang dalam masyarakat perlu dikaji kembali. Karena pemikiranya yang bersandarkan prinsip anti sinonimitas membawa sesuatu yang baru sehingga tidak akan pernah habis untuk dibahas. Maka dari itu tulisan ini hadir sebagai salahsatu penelitian mengenai pemikiran Muhammad Syahrur. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam banyak hal, baik secara teknis, metodologis, maupun bahan materi kajian.
Penulis berharap dan menerima partisipasi aktif pembaca baik kritik dan saran yang bersifat konstruktif guna perbaikan kedepan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Hamid Al-Atsari, Abdullah bin dan Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, Ringkasan Keyakinan Islam Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah, terj. Izzudin Karimi dan Najib Junaidi. Surabaya: eLBA, 2006.
Anwar, Rosihon. Ilmu Kalam. Bandung: Pustaka Setia, 2007.
Aunul Abied Shah, M dan Hakim Taufiq, “Tafsir Ayat-Ayat Gender Dalam Al- Quran: Tinjauan terhadap Pemikiran Muhamad Syahrur dalam Bacaan Kontemporer” dalam Islam Garda Depan: Mosaik Pemikiran Islam Timur Tengah, ed. M. Aunul Abied Shah et.al. Bandung: Mizan, 2001.
B. Saenong, Ilham. Hermeneutika Pembebasan Metodologi Tafsir Al-Qur’an Menurut Hasan Hanafi. Jakarta: Teraju, 2002.
Baqi, Muhammad Fuad Abdul. Al-Mu’jam Al-Mufahras li Al-Fadh Al-Qur’an.
Beirut: Dar al-Fikr, 1412 H / 1992.
Bin Jamil Zainu, Muhammad. Pilar-Pilar Islam dan Iman, terj. Suhani Hermawan, et. al.Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2001.
Bloomfield, Leonard. language, tej. I. Sutikno. Jakarta: gramedia pustaka Utama, 1995.
Bukhari. Shahih Bukhori. Beirut: Darl al kitab al- ilmiyah, 1992.
Burhani, Ahmad Najib. Islami Dinamis Membongkar Doktrin Yang Membantu. Jakarta: Kompas, 2001.
Dkk, Kurdi. Hermeneutika Al Qur’an Dan Hadis. Yogyakarta: eLSAQ, 2010.
E. Palmer, Richad. Hermeneutika Teori Baru Mengenai Intepretasi, terj. Mansur Hery dan Damanhuri Muhammed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
Faiz, Fakhruddin. Hermeneutika Qur’ani Antara Teks, Konteks Dan Kontekstualisasi. Yogyakarta: Qalam, 2003.
Faiz, Fakhruddin. Hermeneutika Al Quran Tema-Tema controversial. Yogyakarta:
eLSAQ Press, 2011.
Hidayat, Asep Ahmad. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa, Makna Dan Tanda. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.
In’am Esha, M. “M. Syahrur: TeoriBatas”, dalam Pemikiran Islam Kontemporer, ed. A. Khudori Soleh. Yogyakarta: Jendela, 2003.
Izutzu, Toshihiko. Konsep Kepercayaan Dalam Teologi Islam Analisis Semantik Iman dan Islam. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994.
Izutsu, Toshihiko. Relasi Tuhan Dan Manusia: Pendekatan Semantik Terhadap Al Quran. Terj. Agus Fahri Husain. Et. all, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997.
Julmani. Rekontruksi Pemaknaan Islam Dan Iman (Telaah Diskriptif Atas Penafsiran Muhammad syahrur). skripsi Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, 2003.
Khoirul Muqtafa, M. “Membincang Fiqh al-Mar’ah ala Syahrur” dalam Jurnal Tashwirul Afkar. 14, 2003. 197.
Kristeva, Nur Sayyid Santoso. Sejarah Teologi Islam Dan Akar Pemikiran Ahlusunnah Wal Jama’ah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.
Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2003.
Madjid, Nurcholis. Dialog Agama-agama Dalam Perspektif Universalisme Islam.
Jakarta: Paramadina, 1998.
Mandzur, Ibnu. Lisan Al Arabi. Beirut: Dar Lisan al Arab, t.t.p.
Muhaimin, et. al. Studi Islam Dalam Ragam Dimensi Dan Pendekatan. Jakarta:
Kencana, 2005.
Muntasyir, Rizal dan Misnal Munir. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Mustakim, Abdul. Pergeseran Epistemologi Tafsir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Mustakim, Abdul. Epistomologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: Lkis, 2010.
Poespoprodjo, W. Hermeneutika. Bandung: Pustaka Setia, 2004.
Ridwan,Muhammad Asnawi. Membela Sunni. Kendal: Pustaka Amanah, 2008.
Shihab, M. Quraish. Wawasan al Qur’an, Tafsir Maudhu’I Atas Berbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.
Shihab, M. Quraish. Sunnah- Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?
.Tangerang: Lentera Hati, 2007.
Subroto, D. Edi. Pengantar Studi Semantik Dan Pragmatik. Surakarta: Cakrawala Media, 2011.
Sudrajat, Ajat. Tafsir Inklusif Makna Islam. Yogyakarta: AK Group Yogyakarta, 2004.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2006.
Sumaryono, E. Hermeneutika Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta: KANISIUS, 1999.
Sova Puspidalia, Yuentie. Terampil Berbahasa Indonesia. Ponorogo: STAIN Po PRESS, 2011.
Syahur, Muhammad “Islam and The 1995 Beijing World Conference on Woman”
dalam Charles Kurzman, Liberal Islam. New York: Oxford University Press, 1998.
Syahrur, Muhammad. Nahwa Ushul al Jadidal Lil Fiqh al Islami. Damaskus: al Ahali li at Thiba’ah wa an Nasyr wa at Tauzi’, 2000.
Syahrur, Muhammad. Islam Dan Iman: Aturan-aturan Pokok, terj. M.Zaid Su’udi. Yogyakarta: Jendela. 2002.
Syahrur, Muhammad. “Teks Ketuhanan Dan Pluralisme Dalam Masyarakat Muslim”, Hermenetika al-Qur’an Madzhab Yogya. terj. Muh.Zaki Husein, et.
al. Yogyakarta: Forstudia Islamika, 2003.
Syahrur, Muhammad. Metodologi Fiqih Islam Kontemporer, terj. Syahiron Syamsuddin dan Burhanudin. Yogyakarta: eLSAQ Press, 2004.
Syahrur, Muhammad. Prinsip dan Dasar Hermeneutika Hukum Islam Kontemporer, terj. Sahiron Syamsuddin dan Burhanudin Dzikri. Yogyakarta:
eLSAQ Press, 2012.
Syarqawi Ismail, Ahmad. Rekontruksi Konsep Wahyu Muhammad Shahrur.
Yogyakarta: eLSAQ Press, 2003.
Syamsudin, Sahiron,”Metode Intratekstualitas Muhammad Syahrur Dalam Penafsiran Al-Qur’an,” dalam Studi Al-Qur’an Kontemporer: Wacana Baru Berbagai Studi Tafsir, ed. Abdul Mustakim & Sahiron Syamsuddin.
Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002.
Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2005.
Tim Penyusun Studi Islam IAIN Ampel Surabaya. Pengantar Studi Islam.
Surabaya: Sunan Ampel PRESS, 2010.
Wijaya, Aksin. Arah Baru Studi Ulumul Al Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Wijaya, Aksin. Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan Kritik Atas Nalar Tafsir Gender, Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama, 2011.
Wijaya, Aksin. Satu Islam Ragam Epistemologi: Dari Epistemologi Teosentrisme Ke Antroposentrisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.
Zaid, Nasr Hamid Abu. Hermeneutika Inklusif mengatasi Problematika bacaan Dan Cara-cara Pentakwilan Atas Diskursus Keagamaan. terj, Muhammad Mansur dan Khoriaan Nahdliyin. Yogyakarta: LKiS, 2004.
BIOGRAFI PENULIS
Abu Muslim lahir di Dusun Becok, tepanya di Desa Kartoharjo kecamatan Kartoharjo kabupaten Magetan 04 mei 1993. Dimana sebuah desa yang terkenal pondok kejadukan dengan sebutan pondok Singo Wali Songo. Kendati demikian, gairah keilmuan di dusun tersebut mengalami kemajuan. Itu terbukti di dusun tersebut sudah ada lembaga pendidikan non formal dan formal hingga tingkat SMA. Orang kampung ini pendidikannya diawali di SD negeri dua Kartoharjo Magetan lulus tahun 2006. Di tahun yang sama dia melanjutkan sekolah menengah pertama di SMPN 1 Barat Magetan. Di sela-sela kegiatan sekolah dia mengikuti ekstrakulikuler, yakni Band. Lulus dari SMP 1 barat pada tahun 2009 dia melanjutkan kembali ke desanya guna mengenyam pendidikan SMA sederajat atas paksaan orang tua di MA Singo Wali Songo. Keberkahan itu, akhirnya lulus tahun 2011 membawa dia mengikuti pelatihan sukses SNMPTN bersama GP Ansor Jombang di pondok Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Pertemuanya dengan Zulfikar Damawanto yang merupakan menejer kota pelatihan tersebut meinspirasi dia untuk melanjutkan studinya diperguruan tinggi.
Tahun 2012, pertemuanya dengan Ibnu Muchlis yang notabene sekretaris Dema STAIN Ponorogo membawa dia untuk lanjut di kampus hijau tersebut. Di bumi Reog di disela-sela kegiatan belajarnya di program studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dia juga mengikuti beberapa organisasi intra dan ekstra kampus. Anak pertama dari pasangan Slamet Riyadi dan Siti Juariyah ini tergabung di Senat Mahasiswa Jurusan Ushuluddin dan Dakwah sebagai anggota bidang jaringan komunikasi tahun 2012. Di tahun berikutnya dia ikut tergabung di himpunan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang kala itu masih prodi Tafsir Hadist sebagai koordinator bidang keinteletualan. Di tahun yang sama dia juga tergabung dalam organisasi ekstra yakni di PMII sebagai koordinator bidang keintelektualan rayon Farid Esac Ponorogo. Di tahun 2014 dia menjabat ketua himpunan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Ditahun yang sama ia juga mengikuti forum nasional, yakni sebagai anggota bidang penelitian di forum komunikasi mahasiswa tafsir hadist Indonesia, atau yang di kenal dengan sebutan FKMTHI. Selain itu, dia juga mengikuti kelompok diskusi di komunitas kajian proliman, pertemuanya dengan Aksin Wijaya, Gus Lutfi, Mbah Mun’im, Pak Kadi, Gus Nu’man dan Gus Faruq banyak dibuka kan cakrawala keilmuan dalam bidang filsafat dan Islamic studies. Tahun berikutnya di organisasi intra kampus dia menjabat sekretaris di senat mahasiswa Jurusan Ushuluddin dan Dakwah. Di tahun yang sama dia dipercayai oleh kelompok 49 KPM STAIN Ponorogo di Dusun Krajan Desa patik Pulung sebagai ketua kelompok. Diakhir semesternya dia mengikuti organisasi di pengurus cabang sebagai wakil sekretaris dua PMII Ponorogo.