BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Penerapan asas rechtsverwerking dalam memperoleh hak atas tanah dalam sistem pendaftaran tanah nasional pada Pasal 32 ayat 2 Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah adalah merupakan pengadopsian dari hukum adat dan bukan merupakan ketentuan baru dimana konsep dari pasal ini merupakan konsep yang dipakai dalam menyelesaikan sengketa tanah pada hukum adat sebelum berlakunya peraturan pemerintah ini. Ketentuan pasal tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum terhadap perolehan hak atas tanah dan berusaha mengatasi kelemahan sistem publikasi negatif yang dianut oleh Indonesia serta dapat menjadi jalan keluar permasalahan sengketa tanah.
Namun keberadaan pasal ini tidak sesuai dengan sistem publikasi negatif yang dianut oleh pendaftaran tanah di Indonesia, dimana sertifikat bukan merupakan alat bukti yang mutlak, melainkan sertifikat yang merupakan alat bukti yang kuat.
2. Penerapan asas rechtsverwerking berdasarkan putusan pengadilan dalam perkara No. 145/Pdt/2020/PT. Lpg Majelis Hakim memutuskan perkara ini secara praktis berdasarkan yurisprudensi Mahkamah yang tanpa melihat perolehan hak atas tanah berupa sertipikat akah berdasarkan asas itikad baik dan terpenuhi tidaknya unsur-unsur komulatif yang tertuang pada Pasal 32 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran tanah.
B. SARAN
1. Penulis mengharapkan agar ada persepsi yang sama dari para ahli hukum tentang kapankah harus menerapkan asas rechtsverwerking, dan kapan harus mengenyampingkan asas rechtsverwerking sehingga terwujud
kepastian hukum terhadap pihak yang memiliki sertipikat yang memperoleh hak atas tanah berdasarkan asas itikad baik;
2. Diharapkan agar Majelis Hakim dalam perkara tanah rechtsverwerking untuk tidak secara praktis mengikuti yurisprudensi Mahkamah Agung, Majelis Hakim seharusnya menerapkan asas rechtsverwerking apabila terpenuhinya unsur-unsur kumulatif pada Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dengan melihat riwayat kepemilikan tanah pada pembuktian alas hak pemilik sebenarnya dengan jalan melakukan interpretasi yang benar, sehingga memberikan rasa keadilan dan tercipta kepastian hukum dalam perolehan hak atas tanah.