• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab vi penutup - - Electronic theses of IAIN Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "bab vi penutup - - Electronic theses of IAIN Ponorogo"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

126 BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Rencana implementasi program Tahfiz al-Qur’an di SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo sesuai bagan berikut:

Perencanaan Program Tahfiz SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo

Berdasarkan bagan di atas tersebut bahwa perencanaan program Tahfiz di SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo sesuai dengan teori perencanaan kurikulum

Hilda Taba,

2. Implementasi program Tahfiz di SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo melalui beberapa tahapan yaitu tahsin, uji tahsin, Tahfiz , uji Tahfiz dan wisuda Tahfiz. Implementasi program Tahfiz selalu mengutamakan kontak langsung secara privat antara guru pembimbing dengan siswa dalam setiap tahapannya.

Implementasi program Tahfiz tersebut sesuai dengan teori implementasi

1 Analisis Kebutuhan

2 Tujuan Program

3 sasaran program

4 Materi Program 5

organisasi materi 6

metode pembelajara

n 7 evaluasi pembelajara

n

(2)

127

kurikulum analisis transaksional yang mengutamakan adanya komunikasi antara guru dan siswa. Hal ini bisa dilihat dalam bagan berikut ini:

Implementasi Program TahfizSMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo

3. Kendali mutu program Tahfiz al-Qur’an di SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo meliputi input, proses dan outputnya. Pengendalian mutu tersebut sesuai dengan pelaksanaan Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Hal ini bisa digambarkan dalam bagan sebagai berikut:

Kendali mutu program TahfizSMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo

1 Tahsin (sistem privat)

2 Uji Tahsin

(sistem privat)

3 Tahfidz (sistem privat)

4 Uji Tahfidz

(sistem privat)

5 Wisuda Tahfidz (Sistem Klasikal)

Input Proses Output

Tes awal masuk kelas tahsin Tes setiap tahsin, tahfidz juz

30 dan tahfidz lanjutan Mengikuti ujian pra wisuda

tahfidz

(3)

128

B. Saran

Demi perbaikan dan kesempurnaan serta peningkatan kualitas pendidikan di SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Kepada Sekolah

a. Pengembangan program Tahfiz al-Qur’an di SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo sudah baik dan perlu ditingkatkan lagi. SMPIT Qurrotaa’yun Ponorogo sebagai Lembaga Pendidikan Islam hendaknya dapat mengantarkan siswa menjadi orang yang berguna bagi bangsa, negara dan agama serta berakhlakul karimah, berwawasan luas dan mampu hidup mandiri dalam masyarakat.

b. Hendaknya diupayakan untuk melengkapi fasilitas belajar al-Qur’an yang kurang memadai. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat dalam proses belajar mengajar dan proses pembelajaran sebagai wujud dari pengembangan program Tahfiz di lingkungan sekolah.

2. Kepada Guru

a. Hendaknya apa yang sudah direncanakan dalam kurikulum dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

b. Hendaknya pelaksanaan pembelajaran harus memperhatikan metode yang digunakan, agar siswa dapat lebih mudah dan semangat dalam menerima pelajaran serta merubah paradigma guru tehadap murid, yaitu menjadikan siswa selain menjadi subyek juga menjadi obyek pembelajaran. Sehingga posisi guru adalah sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing peserta didik.

(4)

129

c. Hendaknya evaluasi pelaksanaan program Tahfiz ini dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) efektif dan efisien.

3. Kepada Peserta Didik

a. Dalam pelaksanaan pembelajaran hendaknya siswa bersungguh-sungguh dan menjauhkan rasa bosan sehingga dapat menggugah dan mendorong minat belajar dengan tekun.

b. Siswa sebagai generasi penerus hendaknya terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan agama. Dengan harapan menjadi pribadi yang teguh dan tegas agar tidak terpengaruh oleh perbuatan-perbuatan yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.

Referensi

Dokumen terkait