• Tidak ada hasil yang ditemukan

bacaan ayat-ayat al-qur'an dalam ruqyah - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "bacaan ayat-ayat al-qur'an dalam ruqyah - Digilib UIN SUKA"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

Penelitian disertasi ini membahas mengenai pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an secara ruqyah yang terbentuk dari peristiwa-peristiwa yang diamalkan pada masyarakat tertentu dan menunjukkan penerimaan sosial masyarakat. Diantara bacaan yang digunakan untuk membaca ayat Al-Quran dalam ruqyah adalah ayat al-Fatihah, ayat Kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nās. Awalnya para santri menggunakan bacaan ruqyah mandiri dari seorang ustadz, namun seiring dengan semakin meningkatnya gangguan dan kondisi panti asuhan yang semakin memburuk, maka mereka harus membacakan ayat suci Alquran secara ruqyah dari pengasuh panti asuhan, dengan menggunakan media air dan melalui media. komunikasi langsung dengan jin.

Ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an Ruqyah di Panti Asuhan La Tahzan, jika melihat makna suatu tindakan dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, diperoleh tiga kategori makna. Berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana amalan membaca ayat Al-Qur'an secara Rukyah di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Pondok Pesantren Dhu'afa La Tahzan Darul Muslihin Kotagede Yogyakarta. Dalam rumusan masalah kedua, yang dimaksud dengan makna adalah makna emik yaitu makna praktis menurut pelaku yang terlibat dalam pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam Rukje. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dalam Rukyah di Panti Asuhan.

Ada pula penelitian yang ditulis Ria Fadhilah Utsman dalam disertasi berjudul Penyembuhan Ruqyah Melalui Air Khataman Al-Qur'an di Pondok. Penelitian ini menjelaskan penyembuhan Ruqyah melalui air Khataman al-Qur'an yaitu ayat pilihan surat Yunus ayat 57 yang diyakini Peruqyah. 7 Ria Fadhilah Utsman, “Penyembuhan Ruqyah dengan Air Khataman Al-Qur'an di Pondok Pesantren Ma'had Utsmani Kayu Agung Palembang,” skripsi fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017.

Kemudian, tesis mengungkapkan bahwa mengenai teori fungsi dan makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an, fungsi tersebut terlihat dari teori fungsional Durkhaim. Dari beberapa literatur yang disajikan, peneliti akan mendalami pembacaan ayat Al-Qur’an Ruqyah yang diamalkan di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Pondok Pesantren Dhu’afa La Tahzan Darul Muslihin Kotagede Yogyakarta. Sedangkan penelitian ini mengkaji tentang pembacaan ayat Al-Qur'an dan ayat-ayat Al-Qur'an yang merupakan bentuk-bentuk bacaan dalam Ruqyah.

Kemudian mendedahkan maksud bacaan ayat-ayat al-Quran yang digunakan dalam ruqyah.

Kerangka Teori

Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang ditulis oleh Duwiyati yang berjudul “Terapi Ruqyah Syar'iyyh untuk Menghilangkan Gangguan Jin; Hanya saja penelitian yang dilakukan mempunyai perbedaan yaitu fokus penelitiannya membahas dan menganalisis terapi ruqyah. dari sudut pandang psikoterapi, Sahiron Syamsuddin dalam bukunya Metodologi Penelitian Living Qur'aan dan Hadits Al-Qur'an menyatakan bahwa itu adalah syifa yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai obat apabila satuan-satuan tertentu diambil untuk dibacakan untuk mengusir penyakit tersebut. jin setan yang konon masuk ke dalam tubuh manusia disebut sebagai fakta sosial.

Ketika mempelajari praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tangan, peneliti menggunakan teori sosiologi pengetahuan yang dikemukakan oleh Karl Mannheim untuk menemukan makna dari praktik membaca tersebut, yaitu mempelajari keberadaan gagasan dalam struktur sejarah tertentu. Oleh karena itu, sosiologi pengetahuan memusatkan analisisnya pada eksistensi gagasan dalam kajian sejarah konkrit. Karl Mannheim berpendapat bahwa sosiologi pengetahuan dan kebenaran saling mengikuti secara relatif ketika terjadi gejolak sosial dalam suatu masyarakat yang menghadapi berbagai pandangan dunia dalam lingkungan hidupnya.14 Menurutnya argumen tentang kebenaran dan kesalahan dapat dipahami jika ada adalah dua bagian. atau dua pihak bertukar perilaku terkait.

Prinsip dasar pemikirannya tentang sosiologi pengetahuan adalah tidak ada cara berpikir yang dapat dipahami jika tidak dijelaskan latar belakang sosialnya. Menurut Karl Mannheim, teorinya menyatakan bahwa tindakan manusia dibentuk oleh dua dimensi, perilaku dan makna. Untuk memahami tindakan sosial, seorang ilmuwan sosial harus mengkaji, antara lain, perilaku eksternal dan makna perilaku.

Mannheim menjelaskan dan membedakan makna perilaku suatu tindakan sosial menjadi tiga jenis makna, yaitu 1) Makna obyektif adalah makna yang ditentukan oleh konteks sosial di mana tindakan itu terjadi, 2) Makna ekspresif adalah makna yang diberikan oleh pelaku (pelaku). ) ditampilkan. dari tindakan), 3) Makna Dokumenter merupakan makna yang tersirat atau tersembunyi sehingga pelaku tidak menyadari sepenuhnya bahwa suatu aspek yang diungkapkan mengacu pada budaya secara keseluruhan.16 Pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dalam Ruqyah merupakan suatu praktek sosial, karena pelaksanaan amalan ini tidak hanya dilakukan secara perseorangan saja, melainkan dilakukan secara bersama-sama dan juga diperuntukkan bagi orang lain.

Metode Penelitian

Lokasi penelitian ini adalah Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu’afa La Tahzan, Pondok Pesantren Darul Muslihin Kotagede Yogyakarta, salah satu panti asuhan yang menggunakan ayat-ayat ruqyah Al-Qur’an sebagai sarana penguatan diri dan pengobatan. untuk penyakit non fisik. Habibi selaku pengasuh panti asuhan yang meminta Ustad Fadlan Abu Yasir selaku peruqyah di wilayah Kotagede untuk membacakan ayat-ayat Alquran. Selama ini penulis mengamati praktik membaca ayat-ayat Al-Qur'an, sebelumnya mengamati tajwid, tahsin dan berbagai bacaan Al-Qur'an lainnya di lingkungan sekitar panti asuhan.

Kemudian dilakukan wawancara dengan Habibi selaku pengurus Panti Asuhan Yatim Piatu dan Pondok Pesantren Dhu'afa La Tahzan Darul Muslihin Kotagede Yogyakarta. Sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah Habibi selaku pengurus dan yang menyarankan pembacaan ayat Al Quran di ruqyah Panti Asuhan La Tahzan. Untuk mengungkap dan menggali pandangan siswi dan makna pengasuh dalam mengamalkan bacaan ayat Al-Qur'an dalam ruqyah, beliau juga turut serta sebagai informan pendukung.

Observasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang profil panti asuhan beserta sejarah dan pendiriannya, serta untuk memperoleh informasi tentang keseharian para santri panti asuhan di lingkungan pesantren. Selain itu, penulis juga menggunakan data berupa foto-foto kegiatan yang dilakukan di panti asuhan dan yang berkaitan dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam Ruqyah sekaligus menggali sumber data. Metode ini digunakan untuk menyempurnakan data yang diperoleh melalui metode observasi dan wawancara.

Pada tahap ini peneliti mulai menafsirkan data sehingga datanya lengkap.

Sistemtika Pembahasan

Proses ini juga menghasilkan suatu hasil analisis yang dikonsultasikan atau dikaitkan dengan asumsi-asumsi kerangka teori yang ada.25. Deskripsi ayat-ayat apa saja yang digunakan untuk membaca ruqyah, waktu dan proses membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam ruqyah serta motivasi membacanya. Pada bab ini juga akan diberikan penjelasan mengenai pertanyaan kedua dalam rumusan masalah yaitu mengenai makna bacaan ayat al-Quran dalam ruqyah di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Pondok Pesantren Dhu'afa La Tahzan Darul Muslihin.

Kesimpulan

Makna yang dimaksud dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dalam ruqyah di Panti Asuhan La Tahzan didasarkan pada teori Karl Mannheim yang mencakup tiga kategori makna yaitu makna objektif, makna ekspresif, dan makna dokumenter. Makna tersebut jika dijelaskan oleh para santri pada umumnya maupun para pengurus dan pengasuh, maka semuanya dapat menunjuk pada makna obyektif yang sama, yaitu menganggap amalan membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara ruqyah sebagai anjuran dan rutinitas yang harus dilaksanakan. menjadi Mengenai asal muasal ilmu dengan membaca ayat Al-Qur'an secara ruqyah, asal muasal kontekstual adalah latar belakang pendidikan bapak. Habibi yang mendapat pelajaran dan ilmu dari para pengasuh Panti Asuhan La Tahzan.

Sedangkan mengenai asal usul normatif membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam rukjah, terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan keutamaan dan keutamaan membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Abdul Hadi, “Membaca Ayat-Ayat Al-Qur’an Sebagai Pengobatan” Kajian Living Qur’an Dalam Praktek Kedokteran di Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Jawa Timur”, Skripsi Fakultas UIN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Achmad Zuhdi, Tinjauan Sejarah Terapi Al-Qur'an Al-Hadits Karya Modern Science, Surabaya: Imiyaz, 2015.

Baytul Muktadin, “Pemanfaatan Ayat Al-Qur'an untuk Pengobatan Penyakit Jiwa (Kajian Living Quran di Desa Kalisabuk Kesugihan Cilacap Jawa Tengah)", skripsi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Isnani Soleha,”Membaca Surah Pilihan Al-Qur’an dalam Tradisi Mujahaah (Studi Al-Qur’an Hidup di Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kotagede Yogyakarta)” Skripsi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015. Muhammad, Mengungkap Umat Islam Berinteraksi dengan Al-Qur'an dalam Sahiron Syamsudin (ed), Living Qur'aan dan Metodologi Penelitian Hadits.

Ria Fadhilah Utsman, "Ruqyah Healing Through Khataman Al-Qur'an Water by die Ma'had Ottoman Islamic Boarding School Kayu Agung Palembang", Ushuluddin Fakulteitsproefskrif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017.

Untuk Pengasuh Panti Asuhan La Tahzan

Untuk Pengurus Panti Asuhan Putri Yatim dan hu’afa La ahzan Pon- Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta

Apa yang dimaksud dengan amalan membaca ayat Al-Qur'an secara ruqyah menurut wali pribadi. Dimanakah kepercayaan wali membaca ayat-ayat Al-Qur'an di tangan? Bagi santri Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta.

Untuk Santri Panti Asuhan Putri Yatim dan Dhu’afa La Tahzan Pon- Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta

Kondisi Fisik Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta. Fasilitas di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta. Jumlah santri di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta.

Kondisi lingkungan sekitar Panti Asuhan Anak Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta. Gambaran Umum Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta. Jumlah guru di Panti Asuhan Anak Yatim dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta.

Foto Kegiatan Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa La Tahzan Pon-Pes Darul Mushlihin Kotagede Yogyakarta.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait