BAHAN PA R-N HKBP Resort Pansuran Minggu, 28 Mei 2023
1. Bernyanyi KJ No. 26:1+4 “Mampirlah Dengar Doaku”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nats: Mazmur 32:8-11
Pengampunan membawa Sukacita I. Pendahuluan
Mazmur adalah doa umat Allah yang telah mengalami kasih setia Allah. Jemaat Yahudi yang berbahasa Ibrani dan Aram sering menyebut Kitab Mazmur sebagai sefer tehilim, yang berarti kitab puji- pujian atau singkatnya tehilim. Kita dalam bahasa Indonesia sering menyebutnya sebagai “nyanyian pujian”.
Teks Mazmur pasal 32 ini merupakan nyanyian pengajaran dari Daud. Daud adalah seorang Raja terbesar di Israel. Seorang yang hebat yang berhasil melawan raksasa dan menang. Namun ia juga seorang pendosa. Mazmur ini adalah Mazmur keselamatan. Di dalam PL, kita dapat melihat bagaimana pengampunan dosa dan keselamatan menjadi kebutuhan. Bahkan ketika kita berpikir dekat dengan Tuhan, kita semakin merasa membutuhkan sukacita dalam pengampunan dosa dan keselamatan. Demikianlah pasal ini menjadi sebuah nyanyian doa ucapan syukur. Secara khusus pada Mazmur 32:8-11 memuat tentang semangat syukur dan kegembiraan setelah mengalami siksaan batin yang hebat karena tidak mau mengakui dosanya. Hingga akhirnya mendapat pengampunan yang membawa sukacita.
II. Penjelasan Nats
Tuntunan Tuhan akan jalanNya (ay 8-9)
Pada ayat 8-9 ini Allah memberikan tuntunan dengan mengajarkan, menunjukkan dan memberikan nasihat tentang jalan- jalanNya kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran. Tuhan berjanji untuk mengajar dan menuntun orang percaya yang telah diampuni yang telah memiliki roh sehingga mudah diajari, menghargai kehadiran serta mendengarkan nasihat Allah. Hendaknya orang-orang percaya bersikap bijak dengan tidak bersikeras namun bertegar hati kepada Allah. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk berlaku baik, sebab menjadi sebuah kebahagiaan ketika kita dapat diatur oleh akal budi kita didalam Allah. Pada ayat 9 orang-orang berdosa diibaratkan sebagai hewan yang tidak berakal dan satu-satunya cara untuk mengendalikan hewan adalah dengan cara kasar namun Tuhan tidak ingin melakukannya melainkan mengajarkanNya, mengelilingiNya dengan penuh belas kasihan.
Kasih Tuhan yang Setia (ay 10)
Banyak penderitaan yang dialami oleh orang fasik atau orang yang tidak percaya kepada kasih setia Tuhan. Akibat dari dosa akan berujung pada kesakitan. Namun sebaliknya, orang percaya akan selalu dikelilingi kasih setia Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang percaya dan yang mencariNya. Kasih setia Tuhan akan menjaga orang yang percaya dan menetap dalamnya.
Bergembira karena Tuhan (ay 11)
Ketika kita tetap dekat dengan maka itu akan memupuk semangat untuk berserah dan tunduk padanya, termasuk ketika kita mau mengakui dosa. Inilah yang pada akhirnya membuat sukacita kita penuh. Ketika dosa-dosa diampuni maka kita akan bersukacita secara
spontan. Mereka yang diampuni akan merasakan kasih dan akan melompat keirangan. Sebaliknya, jika kita ingin benar-benar bahagia dan berhenti hidup dalam kesusahan, belajarlah untuk mengakui.
III. Refleksi
Teks dalam kitab Mazmur ini tumbuh dari pengalaman Daud setelah ia melakukan perzinahan dan berusaha menyembunyikan dosa- dosanya. Namun tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan, Dia melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan. Daud merasa gelisah sampai ia mengakui kesalahannya. Seseorang mungkin akan berkomentar tentang kejatuhannya kedalam dosa namun ternyata tidak masalah bagi Tuhan ketika Daud tidak mengeraskan hatinya dan mengakui kesalahannya. Ini lah yang menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi Daud, yaitu ketika dosa-dosanya diampuni. Sesungguhnya Tuhan hanya menanti pengakuan akan kesalahan kita dan jangan berkeras hati. Kekerasan hati sesungguhnya akan mendatangkan kesengsaraan dan kesakitan namun ketika kita dapat memelihara komunikasi dengan Tuhan maka demikianlah kita akan merasakan sukacita yang sejati karena kehadiratNya yang terus menerus yang akan melingkupi kita agar kita terhindar dari kefasikan dunia yang hanya akan menimbulkan murka Tuhan dan penghukumanNya.
. Tidak ada sukacita yang lebih besar daripada kebahagiaan orang yang merasa dimengerti, diterima dan dicintai kembali. Tidak ada sukacita yang lebih mendalam daripada kebahagiaan orang yang mengalami bahwa Allah itu kasih, maha Pengampun bagi orang-orang yang sungguh menyesali dosanya. Sukacita adalah buah Roh dan menjadi ciri anak-anak Tuhan. Demikianlah sukacita harus menjadi
sesuatu yang harus kita miliki. Sukacita yang besar akan diwujudkan ketika kita mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan. Pengakuan dan pertobatan dosa menuntun pada pengampunan dan sukacita.
IV. Bahan Diskusi
1. Apa yang menandakan seorang Remaja maupun Naposo merasakan sukacita di dalam Tuhan?
2. Bagaimana cara kita sebagai anak-anak Tuhan menghadapi masalah yang ada agar kita tetap dapat merasakan sukacita yang selama ini melingkupi kita?
4. Bernyanyi KJ No. 392:1+3 “Aku Bernyanyi Bahagia”
5. Doa Penutup + Doa Bapa Kami