Sejarah Pemikiran Modern Kapitalisme, Sosialis/Marxisme 1) Kapitalisme
Konsep kapitalisme
Kapitalisme dari segi bahasa merupakan kata benda yang padanan dengan istilah “Capital” yang berarti dana dan dipahami sebagai alat manufaktur, misalnya uang dan tanah.
Menurut Adam Smith mendefinisikan kapitalisme sebagai suatu sistem ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan individu atas alat-alat produksi, distribusi dan pemanfaatan untuk memperoleh keuntungan dalam kondisi persaingan. Menurutnya, kepentingan pribadi merupakan kekuatan untuk mengendalikan perekonomian dan segala proses yang dilakukan akan bermuara pada kemakmuran bangsa, seolah-olah individu digerakkan oleh “The Invisible Hand” yang mendorongnya untuk maju.
Max Weber mendefinisikan kapitalisme sebagai metode produksi komoditas berdasarkan kerja honorarium untuk dipasarkan dan sebagai sistem produksi komoditas berdasarkan kerja upahan untuk dijual dan diperdagangkan untuk mendapatkan keuntungan.
Menurut Arif Purnomo, dapat digambarkan sebagai ideologi yang mengagungkan modal yang dimiliki oleh individu atau milik individu atau sekelompok kecil orang sebagai sarana penggerak kesejahteraan manusia. Kepemilikan modal individu atau kepemilikan modal oleh sekelompok kecil orang adalah dewa di atas segala dewa, yang berarti segala sesuatu di dunia ini harus dibuat menjadi individu atau kelompok kecil orang untuk mendapatkan keuntungan melalui sistem kerja upahan, di mana pekerja (buruh) adalah produsen. ditindas, dieksploitasi dan dieksploitasi oleh kaum kapitalis.
Secara historis, pola ekonomi kapitalisme berdiri dan menambah pengaruh mulai dari peralihan dari masa feodal ke era modern. Kelahiran kapitalisme lahir dari tiga tokoh besar, diantaranya; Adam Smith, Martin Luther, dan Benjamin Franklin. Kapitalisme sebagai pola ekonomi dunia sangat erat kaitannya dengan sistem kolonial. Berdasarkan temuan Karl Marx, sistem kapitalis mulai dipraktikkan pada akhir abad XIV dan awal abad XV. Benjamin Franklin, memberikan landasan filosofis, Martin Luther King memberikan prinsip-prinsip teosofis dan Adam Smith memberikan teori-teori dasar di bidang ekonomi.
Prinsip Dasar Kapitalis
Kebebasan individu, kepentingan pribadi (egois) dan pasar bebas adalah asumsi dasar kapitalisme yang dikemukakan oleh Ayn Rand dalam buku Capitalism. Kebebasan individu memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan kapitalisme, karena dengan pengakuan tersebut maka pemenuhan kepentingan individu secara tidak langsung akan tercapai pada waktunya. Menurut pandangan Rand, pada dasarnya manusia hidup untuk dirinya sendiri sedangkan pemenuhan hak atas kesejahteraan orang lain bukanlah wilayahnya.
2) Sosialisme/marxisme
Secara definitif, sosialisme adalah sistem ekonomi-sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja. Ideologi sosialisme mencakup teori-teori dan gerakan politik yang terkait dengannya.
Sistem ekonomi sosialis merupakan bentuk perlawanan dari sistem ekonomi kapitalis yang dituding sebagai penyebab tidak tercapainya kesejahteraan yang merata. Jika sistem ekonomi kapitalis sepenuhnya menyerahkan siklus ekonomi kepada mekanisme pasar yang sedang berkembang.
Maka dalam sistem ekonomi sosialis, pemerintah memiliki peran yang besar dalam mengatur roda perekonomian di suatu negara. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan rantai ekonomi masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah sosialisme memiliki banyak arti. Istilah sosialisme juga dapat digunakan untuk menunjukkan sistem ekonomi. Selain itu, dapat juga digunakan untuk menunjukkan aliran filsafat, ideologi, cita-cita, ajaran atau gerakan. Sosialisme oleh sebagian orang juga diartikan sebagai suatu bentuk ekonomi dimana pemerintah setidaknya berperan sebagai pihak yang menasionalisasikan industri-industri besar seperti pertambangan, jalan dan jembatan, rel kereta api, dan cabang-cabang produksi lainnya yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak.
Sistem ekonomi sosialis memiliki tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kemakmuran. Perkembangan sosialisme dimulai dengan kritik terhadap kapitalisme, yang pada saat itu kaum kapitalis atau borjuasi mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Hal inilah yang membuat Karl Marx mengkritisi sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek sosial.
Sumber bacaan :
Hasan, Zainul dan Mahyudi, Analisis terhadap Pemikiran Ekonomi Kapitalisme Adam Smith, Situbondo: Jurnal Ekonomi
Hasan & Mahyudi – Analisis terhadap Pemikiran Ekonomi Kapitalisme Adam Smith 28 pada abad XIX tahun 1914. Kapitalisme fase ini ditandai oleh tiga momentu
https://core.ac.uk/download/pdf/300042135.pdf