BEBERAPA BAGIAN MANASIK HAJI DAN
ZIARAH
PROF. DR. H. NURWADJAH AHMAD EQ., M.A.
1
DAFTAR ISI
Perspektif
Aspek Dasar
Miqat
Wukuf di Arafah
Mabit di Mudzdalifah Zumrah di Mina
Mabit di Mina
Tahallul
Thawaf
Sa’i
Dam dan Hadyu
Ziyarah-Ziyarah
Maksud Allah Menciptakan
Makhluk
Status Manusia dan Jin
Kewajiban Manusia dan
Jin: Ibadah dengan syarat
lillahi ta’ala
Tatacara Ibadah dan
Hikmah Manasik
MANASIK HAJI DALAM PERSPEKTIF PENCIPTAAN MANUSIA
3
ASPEK DASAR
• PENGERTIAN HAJI :
• Menurut bahasa : sengaja mengunjungi.
• Menurut istilah : sengaja berkunjung ke Baitulloh untuk melaksanakan
beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji yang telah ditentukansyarat dan waktu tertentu.
• Dasar Hukum : Al-Qur’an Surat Ali Imron : 97
4
DALIL TENTANG KEWAJIBAN HAJI DALIL TENTANG KEWAJIBAN HAJI
Dari Al Qur’an:
ّجِح ِساّنلا ىَلَع ِهّلِل و
َعاَطَتْسا ْنَم ِتْيَبْلا
ً ليِبَس ِهْيَلِإ ( 97 :ناارمع لااآ )
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang
sanggup mengadakan
perjalanan ke Baitullah”. QS. Ali Imran: 97)
Dari As Sunnah :
هّللا ىّلَص ِهّللا ُلوُسَر َلاَق ُم َلْسِ ْلا َيِنُب َمّلَسَو ِهْيَلَع َل ْنَأ ِةَداَه َش ٍسْمَخ ىَلَع
اًدّمَحُم ّنَأَو ُهّللا ّلِإ َهَلِإ ِة َلّصلا ِماَقِإَو ِهّللا ُلوُسَر ِمْوَصَو ّجَحْلاَو ِةاَكّزلا ِءاَتيِإَو
َناَضَمَر
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Islam dibangun atas lima dasar: bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunuaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim
5
NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:
ُةّنَجْلااا ّل ِاإ ٌءاَزَاج ُه َاال َسْي َاال ُروُرْبَمْلااا ّجَح ْاال
“HAJI YANG MABRUR TIADA BALASAN BAGINYA KECUALI SURGA”ا
(HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM)
NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:
َاعَاج َار ْقُسْف َ ااي ْمَالَاو ْ ثُافْر َ ااي ْمَل َ ااف ّجَاح ْن َام
ُهّام ُاأ ُهْاتَدَلَاو ِمْوَي َااك
“BARANGSIAPA YANG BERHAJI TANPA BERBUAT RAFATS DAN KEFASIKAN, MAKA AKAN KEMBALI DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA DIA DILAHIRKAN IBUNYA” .
(HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM)
6
NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:
راّنلااا َن ِام اًدْبَع ِهي ِااف ُهّللااا َقِتْع ُااي ْنَاأ ْن ِام َرَثْاكَاأ ٍمْو َااي ْن ِام اَام
َةَفَرَع ِمْو َااي ْن ِام
“TIADA SUATU HARIPUN YANG DI SITU ALLAH MEMBEBASKAN HAMBA-NYA DARI NERAKA LEBIH BANYAK DARI HARI ARAFAH”. HADITS RIWAYAT MUSLIM
NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA TENTANG AMALAN APA YANG MULIA:
َمّل َاسَاو ِهْيَلَع هّللااا ىّل َ ااص ِهّللااا َلوُس َار ّنَاأ َةَرْيَرُهيِابَاأ ْنَع
َلي ِ
ااق ِهِالوُس َارَو ِهّللاا ِ اااب ٌناَمايِاإ َ لااَق َ ااف ُلَضْافَاأ ِلَمَعْلااا ّيَاأ َلِئ ُ ااس
اَذاَام ّم ُ اااث ااق ِهّللااا ِليِب َ َلي ِ ااس ي ِ ااف ُداَاهِجْلااا َ لاا َ ااق اَذاَام ّم ُ اااث
ٌروُرْب َام ّجَاح َ لاا َ ااق
ABU HURAIRAH RADHIYALLAHU ‘ANHU BERKATA: “BAHWA
RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA : “AMALAN APA YANG PALING AGUNG?” BELIAU BERSABDA: “IMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA”. “KEMUDIAN APA? “ “BERJIHAD DI JALAN ALLAH”. ”KEMUDIAN APA?”. ”HAJI MABRUR”.
HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM
7
HUKUM SYARAT RUKUN WAJIB DAN SUNNAH HAJI
HUKUM SYARAT RUKUN WAJIB DAN SUNNAH HAJI
Hukum ibadah haji
• Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan
• Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Sedang untuk yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah
• Bagi yang bernadzar haji maka hukumnya wajib untuk dilaksanakan
Hukum ibadah haji
• Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan
• Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Sedang untuk yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah
• Bagi yang bernadzar haji maka hukumnya wajib untuk dilaksanakan
8
SYARAT-SYARAT HAJI
1. Islam 2. Baligh
3. Berakal sehat
4. Merdeka (bukan budak)
5. Istita’ah
Ket : apabila kelima syarat tersebut tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban haji seseorang
9
KETENTUAN DAN HUKUM
DALAM PELAKSANAAN HAJI DAN UMRAH : • RUKUN
• WAJIB
• SUNNAH
RUKUN : Pekerjaan yang wajib dilakukan, bila ditinggalkan TIDAK SAH haji/umrohnya
WAJIB : Pekerjaan yang wajib dilakukan, bila ditinggalkan wajib BAYAR DAM (shodaqoh sebagai pengganti)
SUNNAH : Sebaiknya dilakukan, bila tidak maka tidak mengurangi ibadah umrohnya
RUKUN HAJI
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Thawaf Ifadhah
4. Sa’i
5. Tahalul 6. Tertib
Apabila salah satu rukun tidak terpenuhi maka
hajinya tidak sah atau batal
11WAJIB HAJI 1. Ihram dari miqat
2. Mabit di Muzdalifah
3. Mabit di Mina
4. Melontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqobah
5. Thawaf Wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah Apabila salah satu wajib haji tersebut tidak dilakukan maka hajinya tetap sah tetapi wajib membayar Dam
12
SUNNAH HAJI
1.
Mandi sebelum ihram2.
Sholat sunnah ihram3.
Membaca Talbiyah4.
Membaca sholawat nabi5.
Berdo’a di Multazam6.
Sholat di Maqom Ibrahim7.
Minum air Zam-zam8.
Banyak berdo’a, berdzikir di Arofah9.
Banyak berdo’a, berdzikir di Mudzalifah10.
Mengambil kerikil di Mudzdalifah untuk seluruh lemparan jumrah11.
Berdo’a setelah melempar jumrah12.
Mencukur rambut sampai habis untuk jama’ah laki-laki13
Selama Perjalanan
Perbanyak Dzikir
Perbanyak Shalawat
Shalat Jamak atau Qoshor
Tayammum
Perjalanan Jeddah – Mekah
• Mandi Ihram
• Shalat Sunnah
• Niat Ihram Umrah
• Talbiyah, Dzikir, Shalawat
• Menghindari Larangan Ihram
Perjalanan Haji
Selama Di Mekkah
Talbiyah Sampai Mulai Thawaf
Doa Masuk Tanah Haram
Doa Haram
Doa Melihat Ka’bah
Doa Minum Air Zamzam
Menyempurnakan Rukun Masuk Masjid
Ibadah Sunnah
• Umrah Sunnah
• Thawaf Sunnah
• Shalat Sunnah
• Membaca Al-Qur’an
• Dzikir dan Shalawat
• Shadaqoh
• Ziarah Ma’la
Persiapan Wuquf Arafah di Aziziyah - Niat Ihram di Pondokan
• Ifadhah Wuquf di Arafah
• Mabit di Muzdalifah
• Melontar Jumrah Aqobah dan Tahallul Awal
• Thawaf
• Sai Haji
• Kembali ke Mina, Mabit selama 2 Malam, Melontar 3 Jumrah (Nafar Awwal)
• Thawaf Wada
Rute Perjalanan haji
MIQAT
Miqat terbagi menjadi dua:
Yaitu tempat-tempat yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi yang ingin melakukan haji maupun umrah. Tempat-tempat itu ialah: 1. Dzulhulaifah (Bir Ali), bagi penduduk Madinah, 2. Al Juhfah, bagi penduduk Syam, Mesir, dan Maroko. Al Juhfah dekat dengan Rabigh yang sekarang dijadikan miqat sebagai gantinya. 3.
Qarnul Manazil, bagi penduduk Najd, dikenal dengan Wadi Sail (daerah Taif). 4.
Yalamlam, bagi penduduk Yaman. 5. Dzatu ‘Irqin, bagi penduduk Irak dan yang datang dari daerah timur.
Bagi penduduk Mekkah dan yang berada diantara miqat dengan Mekkah memulai ihram dari rumah masing-masing. Sedang yang melewati selain miqat hendaklah
disejajarkan dengan miqat terdekat. Ini berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.
1. Miqat Zamani
2. Miqat Makani
Yaitu bulan-bulan yang telah ditentukan untuk melakukan amalan ibadah haji yang apabila dilakukan diluar waktu tersebut tidak sah. Bulan-bulan itu ialah: Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.
17
Miqot
Miqot Adalah Waktu dan Tempat yang telah ditentukan untuk melakukan Ihram baik
kaitannya dengan ibadah Haji ataupun Umrah, Setelah niat Iram di miqat maka berlakulah kewajiban dan larangan haji / Umrah. Disinilah dimulainya semua proses Haji / Umrah
MIQOT
Miqot Zamani (Batas Waktu)
Miqot Makani (Batas Tempat) Untuk Haji
(bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10
Zulhijah) Untuk Umrah (dapat dilakukan
kapan saja)
Ji'ranah, Tan'eim / Hudaibiyah
Yalamlam / Jeddah
Juhfah
Qarnul Manazil Dzulhulaifah Bir Ali
Dzatu 'Irq 1
2 3 4 5 6
Ihram
Miqot Zamani
Syawal
Dzulqo’dah
Malam 01 – 10 Dzulhijjah
Miqot Makani
Penduduk Makkah
Selain Penduduk Makkah
Dzul Hulaifah (Madinah)
Juhfah (Syam, Mesir, Maroko)
Qornul manazil (Najd Hijaz, Yaman)
Yulamlam (Indonesia, Malaysia, Singapore)
Dzatu Irqin (Iraq, Khurasan)
MIQOT
Adalah batas baik tempat atau waktu untuk memulai berniat IHRAM.
Ada 2 macam :
1. Miqat Zamani
Waktu/bulan-bulan Haji, yaitu; Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah s.d. tgl 9 Dzulhijjah.
2. Miqat Makani
Tempat yg ditentukan utk berniat melaksanakan Haji/ Umrah.
TEMPAT-TEMPAT BERIHRAM (MIQOT)
Penduduk madinah = Dzulhulaifah (Bir Ali)
Penduduk Syam = Al Juhfah
Penduduk Najd = Qarnul Manazil (Sail Kabir)
Penduduk Yaman = Yalamlam
Penduduk Irak = Dzatu ‘Irq
Miqat Makani ditandai dengan bulatan merah
21
PETA MIQAT MAKANI
MIQAT JAMAAH HAJI INDONESIA
GELOMBANG I DI BIR
ALI/DZULHULAIFAH GELOMBANG II DI JEDDAH (AIRPORT KING ABDUL AZIZ)
BERDASARKAN :
1. KEPUTUSAN KOMISI FATWA MUI TAHUN 1980 YANG DIKUKUHKAN TAHUN 1981
2. FATWA IBNU HAJAR AL HAITAMI BERDASARKAN JARAK JEDDAH/KING ABD. AZIZ INTERNATIONAL AIRPORT (KAIA) DENGAN MAKKAH MELEBIHI DUA MARHALAH
3. MAZHAB HANAFI DAN MALIKI BERPENDAPAT: BAGI JEMAAH HAJI YANG MELEWATI DUA MIQAT DAPAT MEMULAI IHRAMNYA DARI MIQAT YANG KEDUA, KENYATAANNYA JEMAAH HAJI INDONESIA MELALUI DUA MIQAT / DUA GARIS MIQAT ( YALAMLAM DAN JEDDAH )
4. PENDAPAT SYEIH NURUDDIN ATHAR MELETAKKAN JEDDAH PADA GARIS MIQAT YANG SUDAH DITEGASKAN PARA FUQOHA
5. FATWA MAHKAMAH SYAR’IYAH NEGARA QATAR TENTANG JEDDAH SEBAGAI MIQAT
6. KEPUTUSAN PBNU TAHUN 1994, JEDDAH SEBAGAI MIQAT DENGAN ALASAN BAHWA PESAWAT HAJI INDONESIA TIDAK MENUJU KE MAKKAH TETAPI MEMBELOK KE KIRI DAN KE KANAN MENUJU BANDARA KAIA JEDDAH.
7. KEMASLAHATAN JAMAAH INDONESIA UNTUK MENGHINDARI MASYAQQAH
Batas Tanah Haram
IHRAM HAJI
1.
Pada tanggal 8 dzulhijah mulai berpakaian ihram yang didahului dengan melakukan sunah-sunah ihram.2.
Setelah berikhram niat dengan ucapan labaika hajjan di maktab / hotel3.
Setelah niat harus menjaga semua larangan ihram4.
Berangkat ke Arafah5.
Membaca talbiyah , bagi laki-laki suara jahr bagi wanita suara sir6.
Pembacaan talbiyah diakhiri setelah lontar jumrah aqabah7.
Menuju tenda-tenda yang disiapkan oleh maktab8.
Menginap semalam menanti hari wukuf pada tgl 9 dzulhijah 24MACAM-MACAM IHRAM HAJI
25
Perkataan ihram berasal bahasa Arab:
اًما َرْحإإ ُمإرْحُي َمَرْحَأ “ menjadikan ia
haram”
IFRAD, TAMMATU, DAN QIRAN
•
memulai ihram dengan berniat haji mengatakan:“Allahumma Labbaika hajjan”, kemudian melakukan
amalan-amalan haji saja. Orang yang melakukan haji ifrad ini tidak berkewajiban menyembelih hadyu
•memulai ihram berniat melakukan ibadah haji dan umrah bersamaan seraya mengatakan: “Allahumma Labbaika hajjan wa ‘umratan”.
Kemudian melakukan ibadah haji yang itu juga ibadah umrah. Dalam haji qiran diwajibkan menyembelih hadyu.
• memulai ihram dengan berniat umrah mengatakan: “Allahumma Labbaika
‘umratan”, kemudian melakukan amalan-amalan umrah sampai tahallul.
Kemudian tinggal di Makkah dalam keadaan tidak berihram. Lalu ihram lagi untuk haji ketika tanggal 8 Dzulhijjah dan melakukan amalan haji hingga selesai. Dalam hajia tamattu’ diwajibkan menyembelih hadyu
26
Adab Ihram
• Mandi Ihram
• Mencukur atau mencabut bulu badan, kumis,
memotong kuku
• Mencuci rambut
• Mencopot pakaian berjahit dan mengenakan pakaian ihram
• Menggunakan sandal
• Memakai wangi-wangian terutama untuk badan
• Shalat Sunnah Ihram
• Niat Ihram
Setelah niat Ihrom,
maka berlaku larangan- larangan selama Ihram,
yaitu sbb :
Larangan Ihram
Laki-Laki
Tidak memakai pakaian berjahit
Menutup kepala, memakai sepatu atau sendal menutup mata kaki
Memakai wangi-wangian
Memakai minyak rambut atau jenggot
Bercukur atau memotong kuku
Akad Nikah
Bersetubuh, bercumbu, Istimna
Membunuh binatang darat yang dapat dimakan
Wanita
Menutup wajah
Memakai wangi-wangian
Memakai minyak rambut atau jenggot
Bercukur atau memotong kuku
Akad Nikah
Bersetubuh, bercumbu, Istimna
Membunuh binatang darat yang dapat dimakan
WUKUF DI ARAFAH
WUKUF DI ARAFAH
Arti wukuf adalah hadir di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah setelahtergelincir matahari sampai dengan fajar tanggal 10 Dzulhijjah dengan niat menunaikan ibadah haji
Pelaksanaan wukuf mendapatkan sebagian siang dan sebagian malam
Catatan: Jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah tanggal 8 Dzuhijjah31
WUKUF
[LANJUTAN]• Setelah menjalankan sunnah bermalam di Mina pada hari tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) dan melakukan shalat lima waktu di sana, para jamaah haji disunnahkan untuk menuju Arafah begitu matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan penjelasan Jâbir bin Abdillah Radhiyallahu anhu :
ّجَحْلاِب اوّلَهَأَف ىًنِم ىَلِإ اوُهّجَوَت ِةَيِوْرّتلا ُمْوَي َناَك اّمَلَف اَهِب ىّلَصَف -ملسو هيلع هللا ىلص- ِهّللا ُلوُسَر َبِكَرَو َثَكَم ّمُث َرْجَفْلاَو َءا َشِعْلاَو َبِرْغَمْلاَو َرْصَعْلاَو َرْهّظلا
ُسْم ّشلا ِتَعَلَط ىّتَح ًليِلَق
Maka pada hari tarwiyah mereka berangkat menuju Mina bertalbiyah haji, dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki kendaraan lalu shalat di sana Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh, kemudian menunggu sebentar sampai matahari terbit. [HR. Muslim no. 1218]
32
WAKTU WUKUF DI ARAFAH
A. IMAM MALIK ABU HANAFIAH DAN IMAM SYAFI’E; DIMULAI DARI TERGELINCIRNYA MATAHARI TANGGAL 9 DZULHIJJAH SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH B. IMAM AHMAD IBNU HAMBAL ; WAKTU WUKUF DIMULAI
SEJAK TERBITNYA FAJAR HARI ARAFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH
C. SALAH SATU QOUL (PENDAPAT) IMAM MALIK MENYATAKAN BAHWA WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBENAM MATAHARI PADA MALAM HARI NAHAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH SAMPAI TERBIT FAJAR
MENURUT PENDAPAT :
KADAR LAMANYA WUKUF
A. MADZHAB HANAFI DAN HAMBALI;
WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG
B. MADZHAB MALIKI; MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM ADALAH RUKUN DAN SEBAGIAN SIANG ADALAH WAJIB
C. MADZHAB SYAFI’I; SUNAT MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG
(AL-MUGHNI FI FIQHIL HAJJ, HAL 235 – 237)
5. BAGI YANG KENA PENYAKIT GILA, PINGSAN, MABUK DAN TAK SADARKAN DIRI SEDANG MEREKA BERADA DI ARAFAH DALAM KEADAAN IHRAM, MAKA TERDAPAT 2 (DUA) PENDAPAT YAITU:
A. WUKUFNYA SAH, APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SETELAH BERADA DI ARAFAH
B. APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SEBELUM MEMASUKI ARAFAH:
• MENURUT IMAM ABU HANIFAH SAH WUKUFNYA
• MENURUT IBNU MUNDZIR, IMAM SYAFI’I , IMAM AHMAD IBNU HAMBAL DAN ABU TSUR, TIDAK SAH WUKUFNYA (AL-FIQH ALAL MAZAHIBIL ARBA’AH HAL 612 DAN AL- MAJMU SYARAH MUHADZAB JILID 8 HAL 117)
SAFARI WUKUF
DILAKUKAN BAGI JAMAAH HAJI YANG KARENA UDZUR/SAKIT, DENGAN
ANGKUTAN KHUSUS DIPANDU OLEH PPIH ARAB SAUDI. BERANGKAT DARI MAKKAH TANGGAL 9 DZULHIJJAH + PUKUL 17.00 WAS MENUJU ARAFAH UNTUK MELAKSANAKAN WUKUF
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH MAGHRIB MEREKA DIBAWA KEMBALI KE MAKKAH TANPA HARUS MABIT DI MUZDALIFAH DAN MINA KARENA
UDZUR SYAR’I
SUNNAH-SUNNAH WUKUF
1.
Wukuf Nabi berada di bagian bawah timur Jabar Rahmah2.
Mandi di Arafah3.
Bersuci dari hadas dan najis4.
Tidak berpuasa5.
Dengan khusuk berdo’a membaca al-Qur’an dan kalimat thayibah6.
Hati selalu ingat kepada Allah7.
Menyesali dosa-dosanya8.
Banyak berdo’a karena tempat ijabah37
DO'A WUKUF
DO'A WUKUF DALAM HADIS YANG
DIRIWAYATKAN IMAM TURMUZI DAN AHMAD DARI AMRIN BIN SYUEB :
ARTINYA :
TIDAKADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA. TIDAK ADA SEKUTU
BAGINYA. KERAJAAN DAN PUJIAN HANYA MILIKNYA, DIALAH YANG MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. DI TANGANNYA SEGALA KEBAIKAN DAN DIALAH YANG MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU.
DO'A TERSEBUT ADALAH DO'A YANG PALING
BANYAK DIBACA RASULULLAH SAW DAN PARA NABI SEBELUMNYA.
YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM WUKUF 1.
Sampai di Arafah menempati kemah masing-masing yang telahdisediakan oleh maktab
2.
Wukuf tidak ditentukan caranya3.
Wukuf tidak boleh diwakilkan (karena bagian dari Rukun Haji)4.
Mendengarkan khutbah wukuf5.
Sholat Dhuhur dan Ashar di Jama’ Qasar Taqdim6.
Wukuf di Arafah adalah tempat ijabah, maka dianjurkan untuk banyak berdo’a7.
Waktunya cukup longgar, seyogyanya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat39
HIKMAH WUKUF
Puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah tanggal 9Dzulhijjah. Kaitannya dengan kehidupan manusia satu saat kehidupan manusia berhenti mendadak (jantung berhenti, mata berhenti semua berhenti)
Untuk mengingat pada saat manusia akan dikumpulakan di padang Mahsyar, padang Arafah ini sebagai lambang padang Mahsyar
Arofah tempat berkumpulnya jamaah haji sseluruh penjuru dunia yang beda bahasa, kulit, suku, pangkat, derajat danlain- lain, tetapi mempunyai satu tujuan yang dilandasi persamaan tidak ada perbedaan
Arofah tempat pembebasan yang merupakan muktamarakbar yang berlanjut berkumpul lagi di Muzdalifah dan di Mina 40
MABIT DI MUDZDALIFAH
Mabit Muzdalifah & Lontar Jumrah
Mabit di Muzdalifah
Melakukan shalat maghrib dan isya’
(Jama’ Ta’khir)
Mabit sampai melewati pertengahan malam
Mengumpulkan batu
Lontar Jumrah
Batu kecil sebesar ujung jari
Dilakukan setelah terbit matahari
Mengangkat tangan sampai terlihat ketiak (untuk laki-laki)
Berhenti bertalbiyah saat mulai lemparan dan membaca takbir
Kalau dimungkinkan melempar dalam keadaan menunggang
Melempar satu-satu
Harus 7 lemparan yang mengenai tempat melempar (Marma)
Boleh diwakilkan bila tidak mampu
1. HUKUM MABIT DI MUZDALIFAH
• MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I DAN IMAM HAMBALI, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA WAJIB;
• MENURUT IMAM HANAFI DAN QOUL JADID IMAM SYAFI’I, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA SUNAT
2. MABIT DI MUZDALIFAH DILAKSANAKAN SETELAH SELESAI WUKUF DI ARAFAH
3. WAKTU MABIT DI MUZDALIFAH DIMULAI SETELAH MAGHRIB SAMPAI TERIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH. PELAKSANAANNYA DAPAT DILAKUKAN SESAAT SAMPAI LEWAT TENGAH MALAM.
4. MENURUT IMAM NAWAWI SESEORANG YANG KARENA UDZUR SYAR’I SEHINGGA TIDAK MABIT DI MUZDALIFAH MAKA TIDAK DIKENAKAN DAM . UZUR ITU TERBAGI 3 (TIGA) MACAM:
a. TUGAS MENGURUS / MELAYANI JAMAAH HAJI
b. MENJAGA HARTANYA KARENA TAKUT HILANG, MERAWAT JAMAAH SAKIT ATAU DIRINYA SAKIT JIKA MELAKUKAN MABIT
c. MENGGEMBALA UNTA
DO'A DI MASY'ARIL HARAM (MUZDALIFAH)
DALAM HADIS RIWAYAT MUSLIM DARI JABIR R.A. : DO'A DI MUZDALIFAH YAITU MEMBACA TAHMID;
TAHLIL DAN TAKBIR SEBAGAI BERIKUT :
ARTINYA :
"
SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR, BAGI ALLAH
SEGALA PUJI.
AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABIT DI MUZDALIFAH
A. SHALAT JAMA’ TAKHIR QASHAR
MAGHRIB DAN ISYA’ BAGI YANG BELUM MELAKSANAKAN DI ARAFAH
B. BERDZIKIR, BERDO’A DAN TAQARRUB KEPADA ALLAH
C. MENCARI BATU KERIKIL UNTUK MELONTAR JAMRAH DI MINA
ZUMRAH DI MINA
ZUMRAH AQOBAH
Tanggal 10 Dzulhijjah
Berangkat menuju ke Mina menempati kemah di Mina
Dilanjutkan Zumrah Aqobah, waktunya sejak Dhuha sampai tidak terbatas
Rasul dari Muzdalifah tidak henti-hentinya
beserta para sahabat selalu membaca talbiyah
47
MELONTAR JUMRAH AQOBAH
Cara melontar:
1. Dengan membaca takbir setiap lemparan 2. Tiap lemparan satu kerikil
3. Ada gerakan tangan untuk melempar
4. Batu kerikil diyakini jatuh di Marma (sumur atau yakin mengenai tugu Jamarah Aqobah)
5. Harus dengan tangan 6. Dengan tujuh kerikil
7. Bukan kerikil yang sudah digunakan untuk melontar 8. Selesai tujuh kali dilanjutkan berdo’a
(AL-MUGHNI FI FIQH HAJJ , H. 272-273)
48
49
WAKTU MELONTAR JAMRAH
A. MELONTAR JAMRAH AQOBAH PADA TANGGAL 10 DZULHIJJAH, MENURUT IMAM SYAFI’I DAN AHAMD BIN HAMBAL, DIMULAI SETELAH LEWAT TENGAH MALAM PADA MALAM HARI NAHR SAMPAI DENGAN TERBENAM MATAHARI PAA HARI TASYRIQ TANGGAL 13 DZULHIJJAH (FIQH HAJJ;DEPARTEMEN AGAMA HAL. 76)
B. MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHO, AQOBAH, PADA HARI TASYRIQ (TGL 11, 12, 13 DZULHIJJAH)
JUMHUR ULAMA (MALIK, ABU HANIFAH, SYAFI’I DAN AHMAD BIN HAMBAL) MENYATAKAN MELONTAR JAMRAH HARI-HARI TASYRIQ WAKTUNYA SETELAH TERGELINCIR MATAHARI
C. PENGERTIAN SEBELUM ZAWAL :
1) SEBAGIAN ULAMA MENGATAKAN SEBELUM TERGELINCIRNYA MATAHARI;
2) SEBAGIAN ULAMA LAIN (IMAM ROFI’I DALAM MADZHAB SYAFI’I) MENGATAKAN SETELAH TERBIT FAJAR.
MENURUT PENDAPAT ATHO DAN THOWUS (DUA TOKOH FUQAHA) DARI GOLONGAN TABI’IN ,
MENYATAKAN BOLEH MELONTAR JAMARAH PADA HARI-HARI TASYRIQ SEBELUM ZAWAL.
(AL QIRA LIQOSIDI UMMILQURA, HAL 215)
DO'A KETIKA MELONTAR JAMRAH
DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM DAN ABDULLAH BIN MAS'UD R.A., NABI SAW SETIAP MELONTAR JAMRAH BERTAKBIR DAN BERDO'A
SEBAGAI BERIKUT :
ARTINYA :
ALLAH MAHA BESAR, YA ALLAH JADIKANLAH IBADAH HAJIKU INI HAJI MABRUR DAN DOSA
YANG DIAMPUNI.
KEMBALI KE TENDA MINA
Bagi yang keadaannya tidak memungkinkan sebaiknya kembali ke tenda Mina setelah lempar jumrah Aqobah
Namun bagi yang mampu dan berkuasa bisa mlanjutkan melakukan Thawaf Ifadah dan Sa’I ke Makkah
Namun sebelum Magrib harus sudah sampai di Mina lagi
53
MABIT DI MINA
HUKUM DAN WAKTU MABIT DI MINA
A. WAJIB, MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I, DAN IMAM AHMAD IBNU HAMBAL B. SUNAT, MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN SALAH SATU QOUL JADID IMAM
SYAFI’I
C. BAGI YANG KARENA UDZUR SYAR’I DIPERBOLEHKAN TIDAK MABIT
WAKTU:
SEPANJANG MALAM HARI TANGGAL 11, 12, 13 DZULHIJJAH, DIMULAI DARI WAKTU MAGHRIB (TERBENAM MATAHARI) SAMPAI DENGAN
TERBIT FAJAR, AKAN TETAPI KADAR LAMANYA MABIT WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN
BESAR WAKTU MALAM (MU’DHOMILLAIL)
(AL-FIQIH ’AL AL-MADZAHIB AL-‘ARBA’AH, H. 665 DAN AL-MUGHNI FIQHIL HAJJ, H. 288)
MABIT DI MINA
1.
Arti mabit adalah bermalam di Mina pada tanggal 11, 12, dan atau 13 Dzulhijjah dalam rangka melaksanakan rangkaian manasik haji2.
Mabit di Mina hukumnya wajib3.
Waktu mabit di Mina ialah malam hari dimulai waktu Magrib sampai terbit fajar4.
Tempat mabit ialah seluruh wilayah Mina termasuk Kharatulisan dan batas peluasan hukum mabit (Minajadid)5.
Amalan-amalan selama wukuf yaitu: banyak berdo’a , dzikir, baca alqur’an, dan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah [QS Al Baqarah:203]56
MABIT DI MINA
[LANJUTAN]
Tanggal 11 Dzulhijjah sehabis Zawal (setelah Dhuhur sampaidengan malam berikutnya), melempar jumrah dari Ula, Wustha, dan Aqobah masing masing 7 lemparan
Bila mewakilkan dirinya harus melempar dahulu baru yang diawakili urutannya Ula, Wustha, dan Aqobah dengan sempurna lalu kembali ke Ula, Wustha, dan Aqobah untuk yang diwakili
Kembali ke tenda Mina lagi
Tanggal 12 Dzulhijjah
Setelah waktu Zawal yaitu sesudah Dhuhur melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah
Bila akan mengambil Nafar Awwal sehabis lempar 3 jumrahan lalu kembali ke Makkah sebelum Magrib tiba (meninggalkan Mina) 57AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABIT DI MINA
MELAKSANAKAN MABIT
SHALAT BERJAMAAH DI PERKEMAHAN
MEMPERBANYAK ZIKIR, ISTIGFAR, MEMBACA AL-QUR’AN
MENJAGA KONDISI KESEHATAN DAN CUKUP ISTIRAHAT
MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN
MEMILIH WAKTU YANG AMAN UNTUK
MELONTAR JAMRAH
NAFAR
1. NAFAR IALAH KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI
MENINGGALKAN MINA PADA HARI TASYRIQ TANGGAL 12 ATAU 13 DZULHIJJAH MENUJU MAKKAH
2. NAFAR TERBAGI MENJADI 2 (DUA) :
A. NAFAR AWAL, YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA DAN AQOBAH PADA TANGGAL 12 DZULHIJJAH, SEBELUM TERBENAM MATAHARI (MENURUT JUMHUR ULAMA)
B. NAFAR TSANI YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA, AQOBAH PADA TANGGAL, 13 DZULHIJJAH
SYAIKH ISMAIL UTSMAN ZAIN
MUFTI MAZHAB SYAFI’I MENGATAKAN;
“BOLEH KELUAR DARI MINA QOBLA ZAWAL, BAIK NAFAR AWAL MAUPUN NAFAR TSANI JIKA BERPEDOMAN PADA PENDAPAT ULAMA YANG MEMBOLEHKAN MELONTAR QOBLA ZAWAL, KARENA ANTARA HUKUM MELONTAR DAN NAFAR SALING BERKAITAN”.
(TAUDHIHUL MAQAL HAL: 4 – 5)
NAFAR AWAL DAN NAFAR TSANI KEDUDUKANNYA SAMA DALAM HUKUM, YANG MEMBEDAKAN
KEUTAMAAN DARI KEDUANYA ADALAH NILAI KETAQWAANNYA (QS. AL BAQARAH 203)
TAHALUL
TAHALUL
Tahalul adalah keadaan seseorang telah dihalalkan / dibolehkan melakukan perbuatan yang dilarang selama dalam keadaan ihram
Ditandai dengan setelah memotong/mencukur rambut kepala
Menjadi halal semua larangan ihram
Bagi pria disunnahkan mencukur sampai cepak yang dimulai dari sebelah kanan
Bagi wanita rambut dikumpulkan (diruntut) dan dipotong ujungnya
Paling sedikit memotong tiga helai rambut
Sebaiknya memotong sendiri
Bila minta tolong, yang dimintai tolong sudah memotong dulu62
THAWAF
3.TAWAF WADA’
(SELAMAT TINGGAL) 1.TAWAF RUKUN
2.TAWAF QUDUM
(SELAMAT DATANG)
4.TAWAF SUNAT 5. TAWAF NAZAR
JENIS-JENIS TAWAF JENIS-JENIS TAWAF
JENIS-JENIS TAWAF
MACAM- MACAM THAWAF
1. Thawaf ifadhah (sebagai rukun haji)
– Dikerjakan sesudah malan nahar (10 dhulhijah sampai dalam waktu tidak terbatas)
– Bisa dilakukan sebelum lontar jumrah aqobah karena tersesat
2. Thawaf qudum (thawaf untuk penghormatan)
- Tidak masuk rukun haji
- Wajib bagi haji ifrad dan qiron - Waktunya saat masuk ke Mekah - Bagi haji tamatu’ tidak di sunahkan
66
Macam- macam thawaf [Lanjutan]
3. Thawaf wada’ (sebagai penghormatan terakhir)
Waktunya akan meninggalkan kota makah
Hukumnya wajib
Bagi wanita yang datang bulan cukup berdo’a diluar masjid (tidak thawaf)
Pakaian biasa
Tidak pakai ramal bagi laki-laki
4. Thawaf umrah (sebagi rukun umrah)
Bila tidak dekerjakan umrahnya tidak sah
5. Thawaf sunah
Dikerjakan setiap masuk masjidil haram
Sebagai pengganti sholat sunah tahiyatal masjid
Waktunya kapan saja
6. Thawaf nadzar
67
THAWAF IFADAH
Pengertian Thawaf Ifadah:
1. Adalah rukun haji, oleh karena itu seorang jamaah haji tidak melaksanakan Thawaf Ifadah maka hajinya tidak sah
2. Thawaf Ifadah Haji Tamattu’ selalu disertai dengan Sa’i seperti umrah
Waktu Thawaf Ifadah:
1. Thawaf Ifadah dapat dilakukan sebelum Nafar, yaitu sebelum mwninggalkan Mina tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah
2. Thawaf Ifadah juga dapat di lakukan setelah Nafar, yaitu setelah taggal 12 atau 13 Dzulhijjah pada saat haji sudah meninggalkan Mina
Thawaf Ifadah dan Sa’i harus segera di lakukan (tidak di tunda-tunda) oleh jamaah haji, kecuali ada alasan sar’I misalnya wanita haid, sakit, tidak aman, dll
Siti Aisyah selalu menyuruh para wanita agar segera melakukan Thawaf Ifadah pada hari Nahr karena dikhawatirkan akan haid
68
THAWAF WADA’
Pengertian Thawaf Wada’ ialah:
Thawaf perpisahan atau pamitan yang dilakukan oleh
jamaah haji sebelum kembali ke tanah air pada saat akan meninggalkan Kota Makkah
Waktu pelaksanaan Thawaf Wada’ ialah setelah jamaah haji telah selesai melaksanakan semua urusan yang
berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, sehingga
Thawaf tersebut merupakan pertemuan yang terakhir dengan Baitullah. Disunnahkan bagi jamaah haji yang telah melaksananakan Thawaf Wada’ untuk berdo’a dan tidak kembali ke Masjidil Haram
69
TAWAF WADA’
• para ulama telah sepakat tentang disyariatkannya thawaf wada’ berdasar hadist yang di riwarkan muslim dan abu daud:”orang-orang yang berpaling menuju berbagai jurusan. maka sabda nabi saw: janganlah salah seorang darimu berangkat sebelum ia melakukan pertemuan terakhir dengan
baitullah.”
• hukum thawaf wada’ menurut madzhab syafi’i, hambali dan hanafi adalah wajib bagi orang yang akan meninggalkan tanah haram makkah karena terkait dengan ibadah haji;
• sedangkan menurut madzhab maliki hukum thawaf wada’ adalah sunat dan tidak ada kaitannya dengan ibadah haji;
• jamaah haji yang telah melaksanakan thawaf wada’ secara hukum tidak dapat menginap lagi di makkah, kecuali menurut madzhab maliki.
1. SUCI DARIPADA HADATS
2. SUCI BADAN/PAKAIAN/ TEMPAT THAWAF DARI NAJIS
3. MENUTUP AURAT
4.BERMULA DI SUDUT AL-HAJARUL ASWAD DAN BERNIAT THAWAF JIKA
TAWAF QUDUM / WADA’/ SUNAT/ NAZAR 5. MENJADIKAN BAITULLAH DI SEBELAH
KIRI DAN BERJALAN KE HADAPAN
6. BERJALAN BERTUJUAN TAWAF, BUKAN BERTUJUAN LAIN
7. CUKUP 7 KALI KELILING DENGAN YAKIN
8. DILAKUKAN DALAM MASJIDIL HARAM DAN DI LUAR DARI HIJIR ISMAIL /
SYAZARWAN
SYARAT-SYARAT THAWAF
SYARAT-SYARAT THAWAF
SYARAT- SYARAT
TAWAF
SUNAH THAWAF
1. Dengan khusu’ dan tawadu’
2. Do’a / kalimat thayibah
3. Semakin dekat dengan ka’bah
4. Menghadap hajar aswad waktu memulai dan mangakhiri
5. Ikhtilam (angkat tangan) dan di kecup (dicium)
6. Memulai dengan membaca “bismillahi wallahu akbar”
7. Ikhtilam di rukun Yamani tangan tidak dikecup
8. Urutan putaran 1 sampai 7
9. Ramal (lari kecil) bagi laki-laki dalam 3 putaran yang awal
10.Sholat 2 rekaat dimakam ibrahim
11.Berdo’a di multazam
12.Minum air zam-zam
Nb. Pakaian laki-laki ithtiba’ bahu kiri tertutu bahu Kanan terbuka 76
1. TUNGGU SAMPAI SUCI KARENA,
HAID NIFAS
MINIMAL MAKSIMAL
1 HARI 15 HARI
MINIMAL MAKSIMAL
SESAAT 60 HARI
2. MEMAKAI OBAT UNTUK MENUNDA HAID (HADIST DARI IBNU AMAR)
THAWAF IFADHAH
BAGI WANITA HAID/NIFAS
CARA BERTAWAF
Talbiyah
Lafadz Talbiyah
َنإإ ، َكْيَبَل َكَل َكْيإر َش َل ، َكْيَبَل َمُهَللا َكْيَبَل
َككَل َكْيإر َش َل َكْلُمْلاَو َكَل َةَمْعِنلاَو َدْمَحْلا Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah
aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu.
Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milikMu, begitu juga kerajaan,
tiada sekutu bagiMu
Tatacara Talbiyah
Sebaiknya bertalbiyah sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW
Bershalawat atas beliau
Meminta kepada Allah setelah talbiyah dan shalawat
Dengan suara keras (kecuali wanita)
Tidak bertalbiyah saat thawaf qudum, sai, thawaf ifadhah
Mengulang-ulang talbiyah tiga kali
Tidak berbicara ditengah-tengah talbiyah
SA’I
SA’I
•
bahwa jamaah haji yang melaksanakan Haji Tamattu’ pada saat melakukan Tawaf Ifadah harus diikuti dengan Sa’i, sebagaimana dalam umrah•
Tata cara pelaksanaan Sa’i haji sama seperti Sa’i umrah hanya saja dalam Sa’I haji setelah selesai Sa’i tidak disertai memotong rambut (tahallul)81
DO'A SA'I
HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM, AHMAD DAN NASAI DARI JABIR R.A. DALAM KITAB NAILUL
AUTHOR JILID 5 HALAMAN 126. DI KALA AKAN MEMULAI SA'I HENDAKLAH MENGHADAP KIBLAT LALU BERJALAN DARI SHAFA MENUJU MARWAH SAMBIL MEMBACA DO'A SEBANYAK 3X SEBAGAI BERIKUT :
DAM DAN HADYU
Macam-Macam Dam
Meninggalkan Kewajiban
Dam Tamattu’ dan Qiran: Kambing, Puasa 10 Hari
Tidak Ihram dari Miqot, Melontar Jumrah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, Thawaf Wada:
Kambing, Puasa 10 Hari, Bersedekah, Puasa 10 Hari
Melanggar Larangan
Menggunting rambut
Memotong kuku
Memakai pakaian Berjahit
Memakai wangi-wangian
Meminyaki rambut atau jenggot
Bercumbu
Berburu Binatang
Merusak Tanah Haram
menyembeling seekor kambing;
puasa tiga hari; bersedekah 3 gantang (9,5 liter) makanan kepada 6 orang fakir miskin
Dam adalah denda yang dikenakan oleh jemaah yang
melanggar
larangan/meninggak alkan wajib
haji/umroh.
DAM DAN HADYU
Jika ada amalan haji dan umrah dilanggar, bagi Haji Tamattu’ damnya boleh disembelih setelah melakukan umrah
Namun bagi yang mampu afdhal berhaji sembelihan hari Nahr
Hari Nahr : 10 Dzulhijjah yang diamalkan haji
1. Melempar jumrah Aqobah
2. Menyembelih Hadyu atau Dam
3. Mencukur rambut atau memendekkan rambut 4. Thawaf Ifadah dan Sa’I
5. Kembali lagi ke Mina sebelum Magrib
88
ZIARAH MADINAH
Ziarah Madinah
Sebaik-baik pendekatan kepada
Allah
Berniat taqorrub ilallah, menuju masjid Nabawi, shalat di dalamnya
Memperbanyak shalawat di perjalanan
Dianjurkan mandi dan memakai
pakaian paling bersih
Menghadirkan hati akan kemuliaan Madinah
Shalat sunnah Tahiyyatul Masjid di Raudhah
Berziarah Ke Makam Nabi SAW dan dua sahabatnya
Menjaga Shalat Jamaah dan Memperbanyak I’tikaf
Memperbanyak Ziarah Baqi’
Ziarah Syuhada Uhud
Shalat di masjid Quba
Dianjurkan puasa sunnah dan memperbanyak sedekah
Pamitan dengan shalat sunnah dua Rakaat
MESJID QUBA
91
MESJID QIBLATAIN
92
BUKIT UHUD
93
PERCETAKAN AL-QUR’AN
94
MESJID TUJUH
• Masjid-masjid yang Tujuh (bahasa Arab:
ةاعبسلااا دجاسملااا Al-Masajid As-Sab'ah) atau Sab'u Masajid merupakan salah satu
kompleks bersejarah yang dikunjungi oleh para wisatawan kota Madinah. Masjid ini merupakan gabungan dari tujuh masjid
kecil, yang sebenarnya hanya enam masjid ditambah dengan Masjid Qiblatain yang dikunjungi dalam waktu yang bersamaan sehingga disebut dengan Masjid Tujuh.
Terdiri dari Mesjid al-Fath, Mesjid Ali bin Abi Thalib, Mesjid Abu Bakar al-Shiddiq, Mesjid Fatimah al-Zahra, Mesjid Salman al-Farisi,
dan Mesjid Umar bin Khattab 95
Masjid Aisiyah/ Tan’im 7 KM Masjid Jikronah 13 KM 96
Mesjid Hudaibiyyah
Masjid Hudaibiyah 24 KM