• Tidak ada hasil yang ditemukan

BEBERAPA BAGIAN MANASIK HAJI DAN ZIARAH

N/A
N/A
Heri Haris Mawardi

Academic year: 2023

Membagikan "BEBERAPA BAGIAN MANASIK HAJI DAN ZIARAH"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

BEBERAPA BAGIAN MANASIK HAJI DAN

ZIARAH

PROF. DR. H. NURWADJAH AHMAD EQ., M.A.

1

(2)

DAFTAR ISI

Perspektif

Aspek Dasar

Miqat

Wukuf di Arafah

Mabit di Mudzdalifah Zumrah di Mina

Mabit di Mina

Tahallul

Thawaf

Sa’i

Dam dan Hadyu

Ziyarah-Ziyarah

(3)

Maksud Allah Menciptakan

Makhluk

Status Manusia dan Jin

Kewajiban Manusia dan

Jin: Ibadah dengan syarat

lillahi ta’ala

Tatacara Ibadah dan

Hikmah Manasik

MANASIK HAJI DALAM PERSPEKTIF PENCIPTAAN MANUSIA

3

(4)

ASPEK DASAR

PENGERTIAN HAJI :

Menurut bahasa : sengaja mengunjungi.

Menurut istilah : sengaja berkunjung ke Baitulloh untuk melaksanakan

beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji yang telah ditentukansyarat dan waktu tertentu.

Dasar Hukum : Al-Qur’an Surat Ali Imron : 97

4

(5)

DALIL TENTANG KEWAJIBAN HAJI DALIL TENTANG KEWAJIBAN HAJI

Dari Al Qur’an:

ّجِح ِساّنلا ىَلَع ِهّلِل و

َعاَطَتْسا ْنَم ِتْيَبْلا

ً ليِبَس ِهْيَلِإ ( 97 :ناارمع لااآ )

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang

sanggup mengadakan

perjalanan ke Baitullah”. QS. Ali Imran: 97)

Dari As Sunnah :

هّللا ىّلَص ِهّللا ُلوُسَر َلاَق ُم َلْسِ ْلا َيِنُب َمّلَسَو ِهْيَلَع َل ْنَأ ِةَداَه َش ٍسْمَخ ىَلَع

اًدّمَحُم ّنَأَو ُهّللا ّلِإ َهَلِإ ِة َلّصلا ِماَقِإَو ِهّللا ُلوُسَر ِمْوَصَو ّجَحْلاَو ِةاَكّزلا ِءاَتيِإَو

َناَضَمَر

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Islam dibangun atas lima dasar: bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunuaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim

5

(6)

NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:

ُةّنَجْلااا ّل ِاإ ٌءاَزَاج ُه َاال َسْي َاال ُروُرْبَمْلااا ّجَح ْاال

HAJI YANG MABRUR TIADA BALASAN BAGINYA KECUALI SURGA”

ا

(HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM)

NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:

َاعَاج َار ْقُسْف َ ااي ْمَالَاو ْ ثُافْر َ ااي ْمَل َ ااف ّجَاح ْن َام

ُهّام ُاأ ُهْاتَدَلَاو ِمْوَي َااك

“BARANGSIAPA YANG BERHAJI TANPA BERBUAT RAFATS DAN KEFASIKAN, MAKA AKAN KEMBALI DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA DIA DILAHIRKAN IBUNYA” .

(HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM)

6

(7)

NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA:

راّنلااا َن ِام اًدْبَع ِهي ِااف ُهّللااا َقِتْع ُااي ْنَاأ ْن ِام َرَثْاكَاأ ٍمْو َااي ْن ِام اَام

َةَفَرَع ِمْو َااي ْن ِام

“TIADA SUATU HARIPUN YANG DI SITU ALLAH MEMBEBASKAN HAMBA-NYA DARI NERAKA LEBIH BANYAK DARI HARI ARAFAH”. HADITS RIWAYAT MUSLIM

NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA TENTANG AMALAN APA YANG MULIA:

َمّل َاسَاو ِهْيَلَع هّللااا ىّل َ ااص ِهّللااا َلوُس َار ّنَاأ َةَرْيَرُهيِابَاأ ْنَع

َلي ِ

ااق ِهِالوُس َارَو ِهّللاا ِ اااب ٌناَمايِاإ َ لااَق َ ااف ُلَضْافَاأ ِلَمَعْلااا ّيَاأ َلِئ ُ ااس

اَذاَام ّم ُ اااث ااق ِهّللااا ِليِب َ َلي ِ ااس ي ِ ااف ُداَاهِجْلااا َ لاا َ ااق اَذاَام ّم ُ اااث

ٌروُرْب َام ّجَاح َ لاا َ ااق

ABU HURAIRAH RADHIYALLAHU ‘ANHU BERKATA: “BAHWA

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DITANYA : “AMALAN APA YANG PALING AGUNG?” BELIAU BERSABDA: “IMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA”. “KEMUDIAN APA? “ “BERJIHAD DI JALAN ALLAH”. ”KEMUDIAN APA?”. ”HAJI MABRUR”.

HADITS RIWAYAT BUKHARI DAN MUSLIM

7

(8)

HUKUM SYARAT RUKUN WAJIB DAN SUNNAH HAJI

HUKUM SYARAT RUKUN WAJIB DAN SUNNAH HAJI

Hukum ibadah haji

Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan

Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Sedang untuk yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah

Bagi yang bernadzar haji maka hukumnya wajib untuk dilaksanakan

Hukum ibadah haji

Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan

Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Sedang untuk yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah

Bagi yang bernadzar haji maka hukumnya wajib untuk dilaksanakan

8

(9)

SYARAT-SYARAT HAJI

1. Islam 2. Baligh

3. Berakal sehat

4. Merdeka (bukan budak)

5. Istita’ah

Ket : apabila kelima syarat tersebut tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban haji seseorang

9

(10)

KETENTUAN DAN HUKUM

DALAM PELAKSANAAN HAJI DAN UMRAH :RUKUN

WAJIB

SUNNAH

RUKUN : Pekerjaan yang wajib dilakukan, bila ditinggalkan TIDAK SAH haji/umrohnya

WAJIB : Pekerjaan yang wajib dilakukan, bila ditinggalkan wajib BAYAR DAM (shodaqoh sebagai pengganti)

SUNNAH : Sebaiknya dilakukan, bila tidak maka tidak mengurangi ibadah umrohnya

(11)

RUKUN HAJI

1. Ihram

2. Wukuf di Arafah

3. Thawaf Ifadhah

4. Sa’i

5. Tahalul 6. Tertib

Apabila salah satu rukun tidak terpenuhi maka

hajinya tidak sah atau batal

11

(12)

WAJIB HAJI 1. Ihram dari miqat

2. Mabit di Muzdalifah

3. Mabit di Mina

4. Melontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqobah

5. Thawaf Wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah Apabila salah satu wajib haji tersebut tidak dilakukan maka hajinya tetap sah tetapi wajib membayar Dam

12

(13)

SUNNAH HAJI

1.

Mandi sebelum ihram

2.

Sholat sunnah ihram

3.

Membaca Talbiyah

4.

Membaca sholawat nabi

5.

Berdo’a di Multazam

6.

Sholat di Maqom Ibrahim

7.

Minum air Zam-zam

8.

Banyak berdo’a, berdzikir di Arofah

9.

Banyak berdo’a, berdzikir di Mudzalifah

10.

Mengambil kerikil di Mudzdalifah untuk seluruh lemparan jumrah

11.

Berdo’a setelah melempar jumrah

12.

Mencukur rambut sampai habis untuk jama’ah laki-laki

13

(14)

Selama Perjalanan

Perbanyak Dzikir

Perbanyak Shalawat

Shalat Jamak atau Qoshor

Tayammum

Perjalanan Jeddah – Mekah

Mandi Ihram

Shalat Sunnah

Niat Ihram Umrah

Talbiyah, Dzikir, Shalawat

Menghindari Larangan Ihram

(15)

Perjalanan Haji

Selama Di Mekkah

Talbiyah Sampai Mulai Thawaf

Doa Masuk Tanah Haram

Doa Haram

Doa Melihat Ka’bah

Doa Minum Air Zamzam

Menyempurnakan Rukun Masuk Masjid

Ibadah Sunnah

Umrah Sunnah

Thawaf Sunnah

Shalat Sunnah

Membaca Al-Qur’an

Dzikir dan Shalawat

Shadaqoh

Ziarah Ma’la

Persiapan Wuquf Arafah di Aziziyah - Niat Ihram di Pondokan

Ifadhah Wuquf di Arafah

Mabit di Muzdalifah

Melontar Jumrah Aqobah dan Tahallul Awal

Thawaf

Sai Haji

Kembali ke Mina, Mabit selama 2 Malam, Melontar 3 Jumrah (Nafar Awwal)

Thawaf Wada

(16)

Rute Perjalanan haji

(17)

MIQAT

Miqat terbagi menjadi dua:

Yaitu tempat-tempat yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi yang ingin melakukan haji maupun umrah. Tempat-tempat itu ialah: 1. Dzulhulaifah (Bir Ali), bagi penduduk Madinah, 2. Al Juhfah, bagi penduduk Syam, Mesir, dan Maroko. Al Juhfah dekat dengan Rabigh yang sekarang dijadikan miqat sebagai gantinya. 3.

Qarnul Manazil, bagi penduduk Najd, dikenal dengan Wadi Sail (daerah Taif). 4.

Yalamlam, bagi penduduk Yaman. 5. Dzatu ‘Irqin, bagi penduduk Irak dan yang datang dari daerah timur.

Bagi penduduk Mekkah dan yang berada diantara miqat dengan Mekkah memulai ihram dari rumah masing-masing. Sedang yang melewati selain miqat hendaklah

disejajarkan dengan miqat terdekat. Ini berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.

1. Miqat Zamani

2. Miqat Makani

Yaitu bulan-bulan yang telah ditentukan untuk melakukan amalan ibadah haji yang apabila dilakukan diluar waktu tersebut tidak sah. Bulan-bulan itu ialah: Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

17

(18)

Miqot

Miqot Adalah Waktu dan Tempat yang telah ditentukan untuk melakukan Ihram baik

kaitannya dengan ibadah Haji ataupun Umrah, Setelah niat Iram di miqat maka berlakulah kewajiban dan larangan haji / Umrah. Disinilah dimulainya semua proses Haji / Umrah

MIQOT

Miqot Zamani (Batas Waktu)

Miqot Makani (Batas Tempat) Untuk Haji

(bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10

Zulhijah) Untuk Umrah (dapat dilakukan

kapan saja)

Ji'ranah, Tan'eim / Hudaibiyah

Yalamlam / Jeddah

Juhfah

Qarnul Manazil Dzulhulaifah Bir Ali

Dzatu 'Irq 1

2 3 4 5 6

(19)

Ihram

Miqot Zamani

Syawal

Dzulqo’dah

Malam 01 – 10 Dzulhijjah

Miqot Makani

Penduduk Makkah

Selain Penduduk Makkah

Dzul Hulaifah (Madinah)

Juhfah (Syam, Mesir, Maroko)

Qornul manazil (Najd Hijaz, Yaman)

Yulamlam (Indonesia, Malaysia, Singapore)

Dzatu Irqin (Iraq, Khurasan)

(20)

MIQOT

Adalah batas baik tempat atau waktu untuk memulai berniat IHRAM.

Ada 2 macam :

1. Miqat Zamani

Waktu/bulan-bulan Haji, yaitu; Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah s.d. tgl 9 Dzulhijjah.

2. Miqat Makani

Tempat yg ditentukan utk berniat melaksanakan Haji/ Umrah.

TEMPAT-TEMPAT BERIHRAM (MIQOT)

Penduduk madinah = Dzulhulaifah (Bir Ali)

Penduduk Syam = Al Juhfah

Penduduk Najd = Qarnul Manazil (Sail Kabir)

Penduduk Yaman = Yalamlam

Penduduk Irak = Dzatu ‘Irq

(21)

Miqat Makani ditandai dengan bulatan merah

21

PETA MIQAT MAKANI

(22)

MIQAT JAMAAH HAJI INDONESIA

GELOMBANG I DI BIR

ALI/DZULHULAIFAH GELOMBANG II DI JEDDAH (AIRPORT KING ABDUL AZIZ)

BERDASARKAN :

1. KEPUTUSAN KOMISI FATWA MUI TAHUN 1980 YANG DIKUKUHKAN TAHUN 1981

2. FATWA IBNU HAJAR AL HAITAMI BERDASARKAN JARAK JEDDAH/KING ABD. AZIZ INTERNATIONAL AIRPORT (KAIA) DENGAN MAKKAH MELEBIHI DUA MARHALAH

3. MAZHAB HANAFI DAN MALIKI BERPENDAPAT: BAGI JEMAAH HAJI YANG MELEWATI DUA MIQAT DAPAT MEMULAI IHRAMNYA DARI MIQAT YANG KEDUA, KENYATAANNYA JEMAAH HAJI INDONESIA MELALUI DUA MIQAT / DUA GARIS MIQAT ( YALAMLAM DAN JEDDAH )

4. PENDAPAT SYEIH NURUDDIN ATHAR MELETAKKAN JEDDAH PADA GARIS MIQAT YANG SUDAH DITEGASKAN PARA FUQOHA

5. FATWA MAHKAMAH SYAR’IYAH NEGARA QATAR TENTANG JEDDAH SEBAGAI MIQAT

6. KEPUTUSAN PBNU TAHUN 1994, JEDDAH SEBAGAI MIQAT DENGAN ALASAN BAHWA PESAWAT HAJI INDONESIA TIDAK MENUJU KE MAKKAH TETAPI MEMBELOK KE KIRI DAN KE KANAN MENUJU BANDARA KAIA JEDDAH.

7. KEMASLAHATAN JAMAAH INDONESIA UNTUK MENGHINDARI MASYAQQAH

(23)

Batas Tanah Haram

(24)

IHRAM HAJI

1.

Pada tanggal 8 dzulhijah mulai berpakaian ihram yang didahului dengan melakukan sunah-sunah ihram.

2.

Setelah berikhram niat dengan ucapan labaika hajjan di maktab / hotel

3.

Setelah niat harus menjaga semua larangan ihram

4.

Berangkat ke Arafah

5.

Membaca talbiyah , bagi laki-laki suara jahr bagi wanita suara sir

6.

Pembacaan talbiyah diakhiri setelah lontar jumrah aqabah

7.

Menuju tenda-tenda yang disiapkan oleh maktab

8.

Menginap semalam menanti hari wukuf pada tgl 9 dzulhijah 24

(25)

MACAM-MACAM IHRAM HAJI

25

Perkataan ihram berasal bahasa Arab

اًما َرْحإإ ُمإرْحُي َمَرْحَأ “ menjadikan ia

haram”

(26)

IFRAD, TAMMATU, DAN QIRAN

memulai ihram dengan berniat haji mengatakan:

“Allahumma Labbaika hajjan”, kemudian melakukan

amalan-amalan haji saja. Orang yang melakukan haji ifrad ini tidak berkewajiban menyembelih hadyu

memulai ihram berniat melakukan ibadah haji dan umrah bersamaan seraya mengatakan: “Allahumma Labbaika hajjan wa ‘umratan”.

Kemudian melakukan ibadah haji yang itu juga ibadah umrah. Dalam haji qiran diwajibkan menyembelih hadyu.

memulai ihram dengan berniat umrah mengatakan: “Allahumma Labbaika

‘umratan”, kemudian melakukan amalan-amalan umrah sampai tahallul.

Kemudian tinggal di Makkah dalam keadaan tidak berihram. Lalu ihram lagi untuk haji ketika tanggal 8 Dzulhijjah dan melakukan amalan haji hingga selesai. Dalam hajia tamattu’ diwajibkan menyembelih hadyu

26

(27)

Adab Ihram

Mandi Ihram

Mencukur atau mencabut bulu badan, kumis,

memotong kuku

Mencuci rambut

Mencopot pakaian berjahit dan mengenakan pakaian ihram

Menggunakan sandal

Memakai wangi-wangian terutama untuk badan

Shalat Sunnah Ihram

Niat Ihram

(28)

Setelah niat Ihrom,

maka berlaku larangan- larangan selama Ihram,

yaitu sbb :

(29)

Larangan Ihram

Laki-Laki

Tidak memakai pakaian berjahit

Menutup kepala, memakai sepatu atau sendal menutup mata kaki

Memakai wangi-wangian

Memakai minyak rambut atau jenggot

Bercukur atau memotong kuku

Akad Nikah

Bersetubuh, bercumbu, Istimna

Membunuh binatang darat yang dapat dimakan

Wanita

Menutup wajah

Memakai wangi-wangian

Memakai minyak rambut atau jenggot

Bercukur atau memotong kuku

Akad Nikah

Bersetubuh, bercumbu, Istimna

Membunuh binatang darat yang dapat dimakan

(30)

WUKUF DI ARAFAH

(31)

WUKUF DI ARAFAH

Arti wukuf adalah hadir di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah

tergelincir matahari sampai dengan fajar tanggal 10 Dzulhijjah dengan niat menunaikan ibadah haji

Pelaksanaan wukuf mendapatkan sebagian siang dan sebagian malam

Catatan: Jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah tanggal 8 Dzuhijjah

31

(32)

WUKUF

[LANJUTAN]

Setelah menjalankan sunnah bermalam di Mina pada hari tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) dan melakukan shalat lima waktu di sana, para jamaah haji disunnahkan untuk menuju Arafah begitu matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan penjelasan Jâbir bin Abdillah Radhiyallahu anhu :

ّجَحْلاِب اوّلَهَأَف ىًنِم ىَلِإ اوُهّجَوَت ِةَيِوْرّتلا ُمْوَي َناَك اّمَلَف اَهِب ىّلَصَف -ملسو هيلع هللا ىلص- ِهّللا ُلوُسَر َبِكَرَو َثَكَم ّمُث َرْجَفْلاَو َءا َشِعْلاَو َبِرْغَمْلاَو َرْصَعْلاَو َرْهّظلا

ُسْم ّشلا ِتَعَلَط ىّتَح ًليِلَق

Maka pada hari tarwiyah mereka berangkat menuju Mina bertalbiyah haji, dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki kendaraan lalu shalat di sana Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh, kemudian menunggu sebentar sampai matahari terbit. [HR. Muslim no. 1218]

32

(33)

WAKTU WUKUF DI ARAFAH

A. IMAM MALIK ABU HANAFIAH DAN IMAM SYAFI’E; DIMULAI DARI TERGELINCIRNYA MATAHARI TANGGAL 9 DZULHIJJAH SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH B. IMAM AHMAD IBNU HAMBAL ; WAKTU WUKUF DIMULAI

SEJAK TERBITNYA FAJAR HARI ARAFAH (TANGGAL 9 DZULHIJJAH) SAMPAI DENGAN TERBIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH

C. SALAH SATU QOUL (PENDAPAT) IMAM MALIK MENYATAKAN BAHWA WAKTU WUKUF DIMULAI SEJAK TERBENAM MATAHARI PADA MALAM HARI NAHAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH SAMPAI TERBIT FAJAR

MENURUT PENDAPAT :

(34)

KADAR LAMANYA WUKUF

A. MADZHAB HANAFI DAN HAMBALI;

WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG

B. MADZHAB MALIKI; MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM ADALAH RUKUN DAN SEBAGIAN SIANG ADALAH WAJIB

C. MADZHAB SYAFI’I; SUNAT MENDAPATKAN SEBAGIAN MALAM DAN SEBAGIAN SIANG

(AL-MUGHNI FI FIQHIL HAJJ, HAL 235 – 237)

(35)

5. BAGI YANG KENA PENYAKIT GILA, PINGSAN, MABUK DAN TAK SADARKAN DIRI SEDANG MEREKA BERADA DI ARAFAH DALAM KEADAAN IHRAM, MAKA TERDAPAT 2 (DUA) PENDAPAT YAITU:

A. WUKUFNYA SAH, APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SETELAH BERADA DI ARAFAH

B. APABILA KEADAAN TERSEBUT DIALAMI SEBELUM MEMASUKI ARAFAH:

MENURUT IMAM ABU HANIFAH SAH WUKUFNYA

MENURUT IBNU MUNDZIR, IMAM SYAFI’I , IMAM AHMAD IBNU HAMBAL DAN ABU TSUR, TIDAK SAH WUKUFNYA (AL-FIQH ALAL MAZAHIBIL ARBA’AH HAL 612 DAN AL- MAJMU SYARAH MUHADZAB JILID 8 HAL 117)

(36)

SAFARI WUKUF

DILAKUKAN BAGI JAMAAH HAJI YANG KARENA UDZUR/SAKIT, DENGAN

ANGKUTAN KHUSUS DIPANDU OLEH PPIH ARAB SAUDI. BERANGKAT DARI MAKKAH TANGGAL 9 DZULHIJJAH + PUKUL 17.00 WAS MENUJU ARAFAH UNTUK MELAKSANAKAN WUKUF

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH MAGHRIB MEREKA DIBAWA KEMBALI KE MAKKAH TANPA HARUS MABIT DI MUZDALIFAH DAN MINA KARENA

UDZUR SYAR’I

(37)

SUNNAH-SUNNAH WUKUF

1.

Wukuf Nabi berada di bagian bawah timur Jabar Rahmah

2.

Mandi di Arafah

3.

Bersuci dari hadas dan najis

4.

Tidak berpuasa

5.

Dengan khusuk berdo’a membaca al-Qur’an dan kalimat thayibah

6.

Hati selalu ingat kepada Allah

7.

Menyesali dosa-dosanya

8.

Banyak berdo’a karena tempat ijabah

37

(38)

DO'A WUKUF

DO'A WUKUF DALAM HADIS YANG

DIRIWAYATKAN IMAM TURMUZI DAN AHMAD DARI AMRIN BIN SYUEB :

ARTINYA :

TIDAKADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA. TIDAK ADA SEKUTU

BAGINYA. KERAJAAN DAN PUJIAN HANYA MILIKNYA, DIALAH YANG MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. DI TANGANNYA SEGALA KEBAIKAN DAN DIALAH YANG MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU.

DO'A TERSEBUT ADALAH DO'A YANG PALING

BANYAK DIBACA RASULULLAH SAW DAN PARA NABI SEBELUMNYA.

(39)

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM WUKUF 1.

Sampai di Arafah menempati kemah masing-masing yang telah

disediakan oleh maktab

2.

Wukuf tidak ditentukan caranya

3.

Wukuf tidak boleh diwakilkan (karena bagian dari Rukun Haji)

4.

Mendengarkan khutbah wukuf

5.

Sholat Dhuhur dan Ashar di Jama’ Qasar Taqdim

6.

Wukuf di Arafah adalah tempat ijabah, maka dianjurkan untuk banyak berdo’a

7.

Waktunya cukup longgar, seyogyanya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat

39

(40)

HIKMAH WUKUF

Puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah tanggal 9

Dzulhijjah. Kaitannya dengan kehidupan manusia satu saat kehidupan manusia berhenti mendadak (jantung berhenti, mata berhenti semua berhenti)

Untuk mengingat pada saat manusia akan dikumpulakan di padang Mahsyar, padang Arafah ini sebagai lambang padang Mahsyar

Arofah tempat berkumpulnya jamaah haji sseluruh penjuru dunia yang beda bahasa, kulit, suku, pangkat, derajat danlain- lain, tetapi mempunyai satu tujuan yang dilandasi persamaan tidak ada perbedaan

Arofah tempat pembebasan yang merupakan muktamar

akbar yang berlanjut berkumpul lagi di Muzdalifah dan di Mina 40

(41)

MABIT DI MUDZDALIFAH

(42)

Mabit Muzdalifah & Lontar Jumrah

Mabit di Muzdalifah

Melakukan shalat maghrib dan isya’

(Jama’ Ta’khir)

Mabit sampai melewati pertengahan malam

Mengumpulkan batu

Lontar Jumrah

Batu kecil sebesar ujung jari

Dilakukan setelah terbit matahari

Mengangkat tangan sampai terlihat ketiak (untuk laki-laki)

Berhenti bertalbiyah saat mulai lemparan dan membaca takbir

Kalau dimungkinkan melempar dalam keadaan menunggang

Melempar satu-satu

Harus 7 lemparan yang mengenai tempat melempar (Marma)

Boleh diwakilkan bila tidak mampu

(43)

1. HUKUM MABIT DI MUZDALIFAH

MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I DAN IMAM HAMBALI, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA WAJIB;

MENURUT IMAM HANAFI DAN QOUL JADID IMAM SYAFI’I, MABIT DI MUZDALIFAH HUKUMNYA SUNAT

2. MABIT DI MUZDALIFAH DILAKSANAKAN SETELAH SELESAI WUKUF DI ARAFAH

3. WAKTU MABIT DI MUZDALIFAH DIMULAI SETELAH MAGHRIB SAMPAI TERIT FAJAR TANGGAL 10 DZULHIJJAH. PELAKSANAANNYA DAPAT DILAKUKAN SESAAT SAMPAI LEWAT TENGAH MALAM.

4. MENURUT IMAM NAWAWI SESEORANG YANG KARENA UDZUR SYAR’I SEHINGGA TIDAK MABIT DI MUZDALIFAH MAKA TIDAK DIKENAKAN DAM . UZUR ITU TERBAGI 3 (TIGA) MACAM:

a. TUGAS MENGURUS / MELAYANI JAMAAH HAJI

b. MENJAGA HARTANYA KARENA TAKUT HILANG, MERAWAT JAMAAH SAKIT ATAU DIRINYA SAKIT JIKA MELAKUKAN MABIT

c. MENGGEMBALA UNTA

(44)

DO'A DI MASY'ARIL HARAM (MUZDALIFAH)

DALAM HADIS RIWAYAT MUSLIM DARI JABIR R.A. : DO'A DI MUZDALIFAH YAITU MEMBACA TAHMID;

TAHLIL DAN TAKBIR SEBAGAI BERIKUT :

ARTINYA :

"

SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIDAK ADA TUHAN YANG (BERHAK) DISEMBAH SELAIN ALLAH. ALLAH MAHA BESAR, BAGI ALLAH

SEGALA PUJI.

(45)

AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABIT DI MUZDALIFAH

A. SHALAT JAMA’ TAKHIR QASHAR

MAGHRIB DAN ISYA’ BAGI YANG BELUM MELAKSANAKAN DI ARAFAH

B. BERDZIKIR, BERDO’A DAN TAQARRUB KEPADA ALLAH

C. MENCARI BATU KERIKIL UNTUK MELONTAR JAMRAH DI MINA

(46)

ZUMRAH DI MINA

(47)

ZUMRAH AQOBAH

 Tanggal 10 Dzulhijjah

 Berangkat menuju ke Mina menempati kemah di Mina

 Dilanjutkan Zumrah Aqobah, waktunya sejak Dhuha sampai tidak terbatas

 Rasul dari Muzdalifah tidak henti-hentinya

beserta para sahabat selalu membaca talbiyah

47

(48)

MELONTAR JUMRAH AQOBAH

 Cara melontar:

1. Dengan membaca takbir setiap lemparan 2. Tiap lemparan satu kerikil

3. Ada gerakan tangan untuk melempar

4. Batu kerikil diyakini jatuh di Marma (sumur atau yakin mengenai tugu Jamarah Aqobah)

5. Harus dengan tangan 6. Dengan tujuh kerikil

7. Bukan kerikil yang sudah digunakan untuk melontar 8. Selesai tujuh kali dilanjutkan berdo’a

(AL-MUGHNI FI FIQH HAJJ , H. 272-273)

48

(49)

49

(50)

WAKTU MELONTAR JAMRAH

A. MELONTAR JAMRAH AQOBAH PADA TANGGAL 10 DZULHIJJAH, MENURUT IMAM SYAFI’I DAN AHAMD BIN HAMBAL, DIMULAI SETELAH LEWAT TENGAH MALAM PADA MALAM HARI NAHR SAMPAI DENGAN TERBENAM MATAHARI PAA HARI TASYRIQ TANGGAL 13 DZULHIJJAH (FIQH HAJJ;DEPARTEMEN AGAMA HAL. 76)

B. MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHO, AQOBAH, PADA HARI TASYRIQ (TGL 11, 12, 13 DZULHIJJAH)

JUMHUR ULAMA (MALIK, ABU HANIFAH, SYAFI’I DAN AHMAD BIN HAMBAL) MENYATAKAN MELONTAR JAMRAH HARI-HARI TASYRIQ WAKTUNYA SETELAH TERGELINCIR MATAHARI

(51)

C. PENGERTIAN SEBELUM ZAWAL :

1) SEBAGIAN ULAMA MENGATAKAN SEBELUM TERGELINCIRNYA MATAHARI;

2) SEBAGIAN ULAMA LAIN (IMAM ROFI’I DALAM MADZHAB SYAFI’I) MENGATAKAN SETELAH TERBIT FAJAR.

MENURUT PENDAPAT ATHO DAN THOWUS (DUA TOKOH FUQAHA) DARI GOLONGAN TABI’IN ,

MENYATAKAN BOLEH MELONTAR JAMARAH PADA HARI-HARI TASYRIQ SEBELUM ZAWAL.

(AL QIRA LIQOSIDI UMMILQURA, HAL 215)

(52)

DO'A KETIKA MELONTAR JAMRAH

DALAM HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM DAN ABDULLAH BIN MAS'UD R.A., NABI SAW SETIAP MELONTAR JAMRAH BERTAKBIR DAN BERDO'A

SEBAGAI BERIKUT :

ARTINYA :

ALLAH MAHA BESAR, YA ALLAH JADIKANLAH IBADAH HAJIKU INI HAJI MABRUR DAN DOSA

YANG DIAMPUNI.

(53)

KEMBALI KE TENDA MINA

 Bagi yang keadaannya tidak memungkinkan sebaiknya kembali ke tenda Mina setelah lempar jumrah Aqobah

 Namun bagi yang mampu dan berkuasa bisa mlanjutkan melakukan Thawaf Ifadah dan Sa’I ke Makkah

 Namun sebelum Magrib harus sudah sampai di Mina lagi

53

(54)

MABIT DI MINA

(55)

HUKUM DAN WAKTU MABIT DI MINA

A. WAJIB, MENURUT IMAM MALIK, IMAM SYAFI’I, DAN IMAM AHMAD IBNU HAMBAL B. SUNAT, MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN SALAH SATU QOUL JADID IMAM

SYAFI’I

C. BAGI YANG KARENA UDZUR SYAR’I DIPERBOLEHKAN TIDAK MABIT

WAKTU:

SEPANJANG MALAM HARI TANGGAL 11, 12, 13 DZULHIJJAH, DIMULAI DARI WAKTU MAGHRIB (TERBENAM MATAHARI) SAMPAI DENGAN

TERBIT FAJAR, AKAN TETAPI KADAR LAMANYA MABIT WAJIB MENDAPATKAN SEBAGIAN

BESAR WAKTU MALAM (MU’DHOMILLAIL)

(AL-FIQIH ’AL AL-MADZAHIB AL-‘ARBA’AH, H. 665 DAN AL-MUGHNI FIQHIL HAJJ, H. 288)

(56)

MABIT DI MINA

1.

Arti mabit adalah bermalam di Mina pada tanggal 11, 12, dan atau 13 Dzulhijjah dalam rangka melaksanakan rangkaian manasik haji

2.

Mabit di Mina hukumnya wajib

3.

Waktu mabit di Mina ialah malam hari dimulai waktu Magrib sampai terbit fajar

4.

Tempat mabit ialah seluruh wilayah Mina termasuk Kharatulisan dan batas peluasan hukum mabit (Minajadid)

5.

Amalan-amalan selama wukuf yaitu: banyak berdo’a , dzikir, baca alqur’an, dan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah [QS Al Baqarah:203]

56

(57)

MABIT DI MINA

[LANJUTAN]

Tanggal 11 Dzulhijjah sehabis Zawal (setelah Dhuhur sampai

dengan malam berikutnya), melempar jumrah dari Ula, Wustha, dan Aqobah masing masing 7 lemparan

Bila mewakilkan dirinya harus melempar dahulu baru yang diawakili urutannya Ula, Wustha, dan Aqobah dengan sempurna lalu kembali ke Ula, Wustha, dan Aqobah untuk yang diwakili

Kembali ke tenda Mina lagi

Tanggal 12 Dzulhijjah

Setelah waktu Zawal yaitu sesudah Dhuhur melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah

Bila akan mengambil Nafar Awwal sehabis lempar 3 jumrahan lalu kembali ke Makkah sebelum Magrib tiba (meninggalkan Mina) 57

(58)

AMALAN DALAM PELAKSANAAN MABIT DI MINA

MELAKSANAKAN MABIT

SHALAT BERJAMAAH DI PERKEMAHAN

MEMPERBANYAK ZIKIR, ISTIGFAR, MEMBACA AL-QUR’AN

MENJAGA KONDISI KESEHATAN DAN CUKUP ISTIRAHAT

MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN

MEMILIH WAKTU YANG AMAN UNTUK

MELONTAR JAMRAH

(59)

NAFAR

1. NAFAR IALAH KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI

MENINGGALKAN MINA PADA HARI TASYRIQ TANGGAL 12 ATAU 13 DZULHIJJAH MENUJU MAKKAH

2. NAFAR TERBAGI MENJADI 2 (DUA) :

A. NAFAR AWAL, YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA DAN AQOBAH PADA TANGGAL 12 DZULHIJJAH, SEBELUM TERBENAM MATAHARI (MENURUT JUMHUR ULAMA)

B. NAFAR TSANI YAITU KELUAR MENINGGALKAN MINA SETELAH MELONTAR JAMRAH ULA, WUSTHA, AQOBAH PADA TANGGAL, 13 DZULHIJJAH

(60)

SYAIKH ISMAIL UTSMAN ZAIN

MUFTI MAZHAB SYAFI’I MENGATAKAN;

BOLEH KELUAR DARI MINA QOBLA ZAWAL, BAIK NAFAR AWAL MAUPUN NAFAR TSANI JIKA BERPEDOMAN PADA PENDAPAT ULAMA YANG MEMBOLEHKAN MELONTAR QOBLA ZAWAL, KARENA ANTARA HUKUM MELONTAR DAN NAFAR SALING BERKAITAN”.

(TAUDHIHUL MAQAL HAL: 4 – 5)

NAFAR AWAL DAN NAFAR TSANI KEDUDUKANNYA SAMA DALAM HUKUM, YANG MEMBEDAKAN

KEUTAMAAN DARI KEDUANYA ADALAH NILAI KETAQWAANNYA (QS. AL BAQARAH 203)

(61)

TAHALUL

(62)

TAHALUL

Tahalul adalah keadaan seseorang telah dihalalkan / dibolehkan melakukan perbuatan yang dilarang selama dalam keadaan ihram

Ditandai dengan setelah memotong/mencukur rambut kepala

Menjadi halal semua larangan ihram

Bagi pria disunnahkan mencukur sampai cepak yang dimulai dari sebelah kanan

Bagi wanita rambut dikumpulkan (diruntut) dan dipotong ujungnya

Paling sedikit memotong tiga helai rambut

Sebaiknya memotong sendiri

Bila minta tolong, yang dimintai tolong sudah memotong dulu

62

(63)
(64)

THAWAF

(65)

3.TAWAF WADA’

(SELAMAT TINGGAL) 1.TAWAF RUKUN

2.TAWAF QUDUM

(SELAMAT DATANG)

4.TAWAF SUNAT 5. TAWAF NAZAR

JENIS-JENIS TAWAF JENIS-JENIS TAWAF

JENIS-JENIS TAWAF

(66)

MACAM- MACAM THAWAF

1. Thawaf ifadhah (sebagai rukun haji)

Dikerjakan sesudah malan nahar (10 dhulhijah sampai dalam waktu tidak terbatas)

Bisa dilakukan sebelum lontar jumrah aqobah karena tersesat

2. Thawaf qudum (thawaf untuk penghormatan)

- Tidak masuk rukun haji

- Wajib bagi haji ifrad dan qiron - Waktunya saat masuk ke Mekah - Bagi haji tamatu’ tidak di sunahkan

66

(67)

Macam- macam thawaf [Lanjutan]

3. Thawaf wada’ (sebagai penghormatan terakhir)

Waktunya akan meninggalkan kota makah

Hukumnya wajib

Bagi wanita yang datang bulan cukup berdo’a diluar masjid (tidak thawaf)

Pakaian biasa

Tidak pakai ramal bagi laki-laki

4. Thawaf umrah (sebagi rukun umrah)

Bila tidak dekerjakan umrahnya tidak sah

5. Thawaf sunah

Dikerjakan setiap masuk masjidil haram

Sebagai pengganti sholat sunah tahiyatal masjid

Waktunya kapan saja

6. Thawaf nadzar

67

(68)

THAWAF IFADAH

Pengertian Thawaf Ifadah:

1. Adalah rukun haji, oleh karena itu seorang jamaah haji tidak melaksanakan Thawaf Ifadah maka hajinya tidak sah

2. Thawaf Ifadah Haji Tamattu’ selalu disertai dengan Sa’i seperti umrah

Waktu Thawaf Ifadah:

1. Thawaf Ifadah dapat dilakukan sebelum Nafar, yaitu sebelum mwninggalkan Mina tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah

2. Thawaf Ifadah juga dapat di lakukan setelah Nafar, yaitu setelah taggal 12 atau 13 Dzulhijjah pada saat haji sudah meninggalkan Mina

Thawaf Ifadah dan Sa’i harus segera di lakukan (tidak di tunda-tunda) oleh jamaah haji, kecuali ada alasan sar’I misalnya wanita haid, sakit, tidak aman, dll

Siti Aisyah selalu menyuruh para wanita agar segera melakukan Thawaf Ifadah pada hari Nahr karena dikhawatirkan akan haid

68

(69)

THAWAF WADA’

Pengertian Thawaf Wada’ ialah:

Thawaf perpisahan atau pamitan yang dilakukan oleh

jamaah haji sebelum kembali ke tanah air pada saat akan meninggalkan Kota Makkah

Waktu pelaksanaan Thawaf Wada’ ialah setelah jamaah haji telah selesai melaksanakan semua urusan yang

berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, sehingga

Thawaf tersebut merupakan pertemuan yang terakhir dengan Baitullah. Disunnahkan bagi jamaah haji yang telah melaksananakan Thawaf Wada’ untuk berdo’a dan tidak kembali ke Masjidil Haram

69

(70)

TAWAF WADA’

para ulama telah sepakat tentang disyariatkannya thawaf wada’ berdasar hadist yang di riwarkan muslim dan abu daud:”orang-orang yang berpaling menuju berbagai jurusan. maka sabda nabi saw: janganlah salah seorang darimu berangkat sebelum ia melakukan pertemuan terakhir dengan

baitullah.”

hukum thawaf wada’ menurut madzhab syafi’i, hambali dan hanafi adalah wajib bagi orang yang akan meninggalkan tanah haram makkah karena terkait dengan ibadah haji;

sedangkan menurut madzhab maliki hukum thawaf wada’ adalah sunat dan tidak ada kaitannya dengan ibadah haji;

jamaah haji yang telah melaksanakan thawaf wada’ secara hukum tidak dapat menginap lagi di makkah, kecuali menurut madzhab maliki.

(71)
(72)
(73)
(74)
(75)

1. SUCI DARIPADA HADATS

2. SUCI BADAN/PAKAIAN/ TEMPAT THAWAF DARI NAJIS

3. MENUTUP AURAT

4.BERMULA DI SUDUT AL-HAJARUL ASWAD DAN BERNIAT THAWAF JIKA

TAWAF QUDUM / WADA’/ SUNAT/ NAZAR 5. MENJADIKAN BAITULLAH DI SEBELAH

KIRI DAN BERJALAN KE HADAPAN

6. BERJALAN BERTUJUAN TAWAF, BUKAN BERTUJUAN LAIN

7. CUKUP 7 KALI KELILING DENGAN YAKIN

8. DILAKUKAN DALAM MASJIDIL HARAM DAN DI LUAR DARI HIJIR ISMAIL /

SYAZARWAN

SYARAT-SYARAT THAWAF

SYARAT-SYARAT THAWAF

SYARAT- SYARAT

TAWAF

(76)

SUNAH THAWAF

1. Dengan khusu’ dan tawadu’

2. Do’a / kalimat thayibah

3. Semakin dekat dengan ka’bah

4. Menghadap hajar aswad waktu memulai dan mangakhiri

5. Ikhtilam (angkat tangan) dan di kecup (dicium)

6. Memulai dengan membaca “bismillahi wallahu akbar”

7. Ikhtilam di rukun Yamani tangan tidak dikecup

8. Urutan putaran 1 sampai 7

9. Ramal (lari kecil) bagi laki-laki dalam 3 putaran yang awal

10.Sholat 2 rekaat dimakam ibrahim

11.Berdo’a di multazam

12.Minum air zam-zam

Nb. Pakaian laki-laki ithtiba’ bahu kiri tertutu bahu Kanan terbuka 76

(77)

1. TUNGGU SAMPAI SUCI KARENA,

HAID NIFAS

MINIMAL MAKSIMAL

1 HARI 15 HARI

MINIMAL MAKSIMAL

SESAAT 60 HARI

2. MEMAKAI OBAT UNTUK MENUNDA HAID (HADIST DARI IBNU AMAR)

THAWAF IFADHAH

BAGI WANITA HAID/NIFAS

(78)

CARA BERTAWAF

(79)

Talbiyah

Lafadz Talbiyah

َنإإ ، َكْيَبَل َكَل َكْيإر َش َل ، َكْيَبَل َمُهَللا َكْيَبَل

َككَل َكْيإر َش َل َكْلُمْلاَو َكَل َةَمْعِنلاَو َدْمَحْلا Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah

aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu.

Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milikMu, begitu juga kerajaan,

tiada sekutu bagiMu

Tatacara Talbiyah

Sebaiknya bertalbiyah sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW

Bershalawat atas beliau

Meminta kepada Allah setelah talbiyah dan shalawat

Dengan suara keras (kecuali wanita)

Tidak bertalbiyah saat thawaf qudum, sai, thawaf ifadhah

Mengulang-ulang talbiyah tiga kali

Tidak berbicara ditengah-tengah talbiyah

(80)

SA’I

(81)

SA’I

bahwa jamaah haji yang melaksanakan Haji Tamattu’ pada saat melakukan Tawaf Ifadah harus diikuti dengan Sa’i, sebagaimana dalam umrah

Tata cara pelaksanaan Sa’i haji sama seperti Sa’i umrah hanya saja dalam Sa’I haji setelah selesai Sa’i tidak disertai memotong rambut (tahallul)

81

(82)
(83)
(84)
(85)

DO'A SA'I

HADIS YANG DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM, AHMAD DAN NASAI DARI JABIR R.A. DALAM KITAB NAILUL

AUTHOR JILID 5 HALAMAN 126. DI KALA AKAN MEMULAI SA'I HENDAKLAH MENGHADAP KIBLAT LALU BERJALAN DARI SHAFA MENUJU MARWAH SAMBIL MEMBACA DO'A SEBANYAK 3X SEBAGAI BERIKUT :

(86)

DAM DAN HADYU

(87)

Macam-Macam Dam

Meninggalkan Kewajiban

Dam Tamattu’ dan Qiran: Kambing, Puasa 10 Hari

Tidak Ihram dari Miqot, Melontar Jumrah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, Thawaf Wada:

Kambing, Puasa 10 Hari, Bersedekah, Puasa 10 Hari

Melanggar Larangan

Menggunting rambut

Memotong kuku

Memakai pakaian Berjahit

Memakai wangi-wangian

Meminyaki rambut atau jenggot

Bercumbu

Berburu Binatang

Merusak Tanah Haram

menyembeling seekor kambing;

puasa tiga hari; bersedekah 3 gantang (9,5 liter) makanan kepada 6 orang fakir miskin

Dam adalah denda yang dikenakan oleh jemaah yang

melanggar

larangan/meninggak alkan wajib

haji/umroh.

(88)

DAM DAN HADYU

 Jika ada amalan haji dan umrah dilanggar, bagi Haji Tamattu’ damnya boleh disembelih setelah melakukan umrah

 Namun bagi yang mampu afdhal berhaji sembelihan hari Nahr

 Hari Nahr : 10 Dzulhijjah yang diamalkan haji

1. Melempar jumrah Aqobah

2. Menyembelih Hadyu atau Dam

3. Mencukur rambut atau memendekkan rambut 4. Thawaf Ifadah dan Sa’I

5. Kembali lagi ke Mina sebelum Magrib

88

(89)

ZIARAH MADINAH

(90)

Ziarah Madinah

Sebaik-baik pendekatan kepada

Allah

Berniat taqorrub ilallah, menuju masjid Nabawi, shalat di dalamnya

Memperbanyak shalawat di perjalanan

Dianjurkan mandi dan memakai

pakaian paling bersih

Menghadirkan hati akan kemuliaan Madinah

Shalat sunnah Tahiyyatul Masjid di Raudhah

Berziarah Ke Makam Nabi SAW dan dua sahabatnya

Menjaga Shalat Jamaah dan Memperbanyak I’tikaf

Memperbanyak Ziarah Baqi’

Ziarah Syuhada Uhud

Shalat di masjid Quba

Dianjurkan puasa sunnah dan memperbanyak sedekah

Pamitan dengan shalat sunnah dua Rakaat

(91)

MESJID QUBA

91

(92)

MESJID QIBLATAIN

92

(93)

BUKIT UHUD

93

(94)

PERCETAKAN AL-QUR’AN

94

(95)

MESJID TUJUH

Masjid-masjid yang Tujuh (bahasa Arab:

ةاعبسلااا دجاسملااا Al-Masajid As-Sab'ah) atau Sab'u Masajid merupakan salah satu

kompleks bersejarah yang dikunjungi oleh para wisatawan kota Madinah. Masjid ini merupakan gabungan dari tujuh masjid

kecil, yang sebenarnya hanya enam masjid ditambah dengan Masjid Qiblatain yang dikunjungi dalam waktu yang bersamaan sehingga disebut dengan Masjid Tujuh.

Terdiri dari Mesjid al-Fath, Mesjid Ali bin Abi Thalib, Mesjid Abu Bakar al-Shiddiq, Mesjid Fatimah al-Zahra, Mesjid Salman al-Farisi,

dan Mesjid Umar bin Khattab 95

(96)

Masjid Aisiyah/ Tan’im 7 KM Masjid Jikronah 13 KM 96

(97)

Mesjid Hudaibiyyah

Masjid Hudaibiyah 24 KM

Referensi

Dokumen terkait