PENGARUH KEDISIPLINAN DALAM BELAJAR, MINAT BELAJAR SISWA DAN SARANA PRASARANA TERHADAP HASIL
BELAJAR IPS (TERPADU) SISWA SMP NEGERI 4 LUBUK SIKAPING
JURNAL
Oleh:
ALHADI 11090226
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2016
PENGARUH KEDISIPLINAN DALAM BELAJAR, MINAT BELAJAR SISWA DAN SARANA PRASARANA TERHADAP HASIL
BELAJAR IPS (TERPADU) SISWA SMP NEGERI 4 LUBUK SIKAPING
Oleh
Alhadi
1, Akhirmen
2, Rika Verawati
31) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI SumateraBarat 2) 2, 3) Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI
SumaterBarat
Jl. Gunung Pangilun No. 1 Padang Sumatera Barat [email protected]
ABSTRAK .
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama Terdapat pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan dalam belajar terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping; Kedua Terdapat pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping; Ketiga Terdapat pengaruh yang signifikan antara sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4) Lubuk Sikaping; Keempat Terdapat pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa dan sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
Disarankan kepada siswa agar dapat meningkatkan rasa kedisiplinan, terutama disiplin perbuatan, oleh karena itu siswa mampu menjaga perbuatan baik terhadap teman maupun guru, siswa lebih meningkatkan minat belajar dan menyukai setiap pelajaran dan kepada pihak sekolah agar lebih memperhatikan ruangan perpustakaan dan lain sebagainya.sekolah harus mampu menciptakan sarana prasarana yang cukup dan memadai agar siswa nyaman untuk menuntut ilmu disekolah.
Kata kunci: Hasil Belajar, Kedisiplinan Dalam Belajar, Minat Belajar Siswa Dan Sarana Prasarana ABSTRACT
The results of data analysis showed that: 1. First There is a significant relationship between the discipline of learning to the learning outcomes IPS (Integrated) students of SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping; 2. means that Ho refused and Ha accepted Both are effects of significant interest in student learning to the learning outcomes IPS (Integrated) students of SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping; 3.means that Ho refused and Ha is received Third There is significant relationship between the infrastructure for learning outcomes IPS (Integrated ) students of SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping; 4.means that Ho refused and Ha accepted the Fourth There is a significant relationship between the discipline of learning, student interest and infrastructure for learning outcomes IPS (Integrated) students SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping
It is suggested to students in order to increase the sense of discipline, especially discipline actions, therefore, the student is able to maintain a good deed to a friend or teacher, students further enhance their learning and love each lesson and to the school for more attention to the other room and the library should etc.
schools capable of creating infrastructures are adequate and sufficient to make students comfortable to study in school.
Keywords: learning outcomes, discipline to learn, interest in learning, and infrastructure
PENDAHULUAN
Pendidikan sebagai salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dan turut mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Melalui pendidikan, manusia dapat mengembangkan diri maupun memberdayakan potensi alam atau lingkungan untuk kepentingan hidupnya. Usaha untuk meningkatkan diri melalui pendidikan mutlak dilakukan agar tidak ketinggalan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Berbagai usaha dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, seperti pembaharuan kurikulum. Pendidikan dan pembelajaran yang berdasarkan kepada Kurikulum 2013, merupakan contoh hasil perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran.
Hasil belajar merupakan tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu (Nawawi dalam Susanto, 2013:5). Hasil belajar merupakan salah satu indikator sukses atau tidaknya penyelenggaraan pendidikan. Keberhasilan proses pembelajaran ditandai dengan hasil belajar siswa yang baik. Bila hasil belajar siswa belum baik, maka proses pembelajaran belum berhasil Hasil belajar yang dicapai siswa bervariasi, ada yang tinggi, ada yang sedang, dan ada yang rendah.
Menurut Slameto (2013:54-72) terdapat dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern antara lain faktor jasmani, faktor psikologis (berupa intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan) kemudian faktor kelelahan. Faktor ekstern meliputi faktor keluarga, faktor sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dan siswa, relasi siswa dan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah), Dimyanti dan Mudjiono (2015:247-254) juga menjelaskan faktor ekstern yaitu guru sebagai pembina siswa belajar, sarana prasarana pembelajaran, kebijakan penilaian, lingkungan sosial siswa di sekolah, dan kurikulum sekolah.
Keberhasilan belajar siswa dapat dilihat dari kemampuannya menguasai materi pelajaran, hasil belajar yang dicapai siswa, keterampilan dan kebenaran dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Dengan memperhatikan hasil belajar siswa maka dapat diketahui kemampuan dan kualitas siswa. Hasil belajar tersebut dapat diamati dan ketercapaian hasil belajar siswa yang ditentukan oleh Kriteria Ketuntasan Minimum(KKM) pada mata pelajarannya.
Dari data penelitian dilapangan ditentukan hasil belajar dan ketuntasan siswa masih rendah, dapat dilihat pada tabel data nilai rata-rata ulangan harian 1 semester 1 IPS Terpadu kelas VII, VIII dan IX SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun ajaran 2015/2016 berikut:
Tabel 1: Persentase Ketuntasan Belajar IPS (Terpadu) Siswa Ulangan Harian 1 Semester 1 Kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun Ajaran 2015/2016
Kelas KKM Nilai
Rata- rata
Jumlah siswa (orang)
Siswa yang tuntas Siswa yang tidak tuntas
Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%)
VII.1 75 55,46 25 3 12 22 88
VI1.2 75 54,76 24 2 8,33 22 91,67
VII.3 75 52,04 25 2 8 23 92
VIII.1 76 70,64 29 18 62,07 11 37,93
VIII.2 76 67,84 29 11 37,93 18 62,07
VIII.3 76 69,05 28 13 46,43 15 53,53
IX.1 78 99,07 23 22 95,65 1 4,35
IX.2 78 88,64 23 19 82,61 4 17,39
IX.3 78 91,27 23 21 91,30 2 8,70
Sumber: Guru Mata Pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 4 Lubuksikaping Kabupaten Pasaman tahun 2015
Dari Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa hasil ulangan harian siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping masih tergolong rendah, hal ini dapat dilihat dari persentase siswa yang paling banyak
tidak tuntas adalah kelas VII dengan persentase kelas VII.1 88%, kelas VII.2 91,67% dan siswa kelas VII.3 92%. Dari rendahnya hasil ulangan harian siswa diduga disebabkan oleh kurangnya
kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa dan sarana prasarana.
KAJIAN TEORI 1. Hasil belajar
Dimyanti dan Mudjiono (2015:200) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran dimana tingkat keberhasilan tersebut ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau angka atau symbol.
Menurut Sudjana (2002:22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
Kemampuan yang dimiliki siswa tersebut relative permanen dan dapat diulang-ulang dengan hasil belajar yang sama.
Menurut Gagne dalam Jufri (2013:58), hasil belajar merupakan kapabilitas atau kemampuan yang diperoleh dalam proses belajar.
2. Kedisiplinan dalam belajar
Rahman (2011:64) menyatakan bahwa disiplin berasal dari bahasa Inggris “dicipline”
yang mengandung beberapa arti. Diantaranya adalah pengendalian diri, membentuk karakter yang bermoral, memperbaiki dengan sanksi, serta kumpulan beberapa tata tertib untuk mengatur tingkah laku.
Menurut Amri (2013:161) disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian.
Disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berprilaku tertib.
Tindakan atau prilaku terebut dapat berupa perintah, nasihat, larangan, harapan, dan hukuman atau sanksi. aturan, baik tertulis maupun yang tidak tertulis yang telah ditetapkan. 3. Minat belajar siswa
Menurut William James dalam Susanto (2013:66) bahwa minat belajar merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Slameto (2010:180) mengartikan minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan kepada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh.
Menurut Crow dalam Djaali (2008:121) menyatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda
Moenir (2010:94) mengatakan bahwa disiplin adalah suatu bentuk ketaatan terhadap aturan, baik tertulis maupun yang tidak tertulis yang telah ditetapkan.
4. Sarana prasarana
Aunurrahman (2010:192) sarana dan prasarana pembelajaran merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Menurut Dimyati (2013:249) sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bacaan, alat pelajaran dan fasilitas labor sekolah, dan berbagai media pengajaran yang lain.
Prasarana pembelajaran meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangna olah raga.
Menurut Hamalik (2008:126) sarana prasarana adalah segala sesuatu yang meliputi ruang kantor, peralatan dan media pendidikan.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan asosiatif. Menurut Arikunto (2014:3) penelitian deskriptif adalah penelitian yang
dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Sedangkan penelitian asosiatif menurut Sugiyono (2012:36) adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping. Sedangkan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016.
Jenis Data dan Sumber Data
1 Data primer
Menurut Margono (2010:23) data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sampel yang diteliti. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa karakteristik responden dan tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan mengenai kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa dan sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
2. Data sekunder
Menurut Margono (2010:23) data sekunder adalah data yang diperoleh dari orang lain, dimana data itu terlebih dahulu telah dikumpulkan.
Merupakan data yang diperoleh melalui pihak kedua atau secara tidak langsung. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar, absen siswa, kondisi sarana prasarana sekolah dan jumlah siswa SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
PEMBAHASAN
Deskripsi Variabel Hasil Belajar (Y)
Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Hasil Ulangan Harian Siswa
No Kelas Interval Frekuensi
Fi %
1 43 – 48 5 6,76
2 49 – 54 5 6,76
3 55 – 60 13 17,57
4 61 – 66 18 24,32
5 67 – 72 19 25,68
6 73 – 78 8 10,81
7 79 – 84 4 5,40
8 85-90 2 2,70
Jumlah 74 100,00
Rata-Rata 64,95
Median 66,00
Modus 70,00
Std. Deviation 9,57
Minimum 43,00
Maksimum 85,00
Sumber: Olahan Data Primer, 2016
Berdasarkan Tabel diatas, diperoleh hasil ulangan harian siswa yang diolah dengan program SPSS, sebagian besar siswa SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping memperoleh hasil belajar ulangan harian antara nilai 67-72 sebanyak 19 orang (25,68%), sedangkan paling sedikit siswa memperoleh hasil belajar ulangan harian di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping antara nilai 85-90 sebanyak 2 orang (2,70%). Sisanya berada pada hasil belajar ulangan harian antara nilai 55-60 sebanyak 13 orang (17,57%), hasil belajar ulangan harian antara nilai 61-66 sebanya 18 orang (24,32%), hasil belajar ulangan harian antara nilai 73-78 sebanyak 8 orang (10,81%), hasil belajar ulangan harian antara nilai 43-48 dan 49-54 sebanyak 5 orang siswa (6,76%), dan hasil belajar ulangan harian antara 79-84 sebanyak 4 orang (5,40%).
Deskripsi Variabel Kedisiplinan Dalam Belajar (X1)
Tabel 3 : Hasil Analisa TCR Variabel Kedisiplinan Dalam Belajar (X1)
Variabel Indikator
Rata- rata Skor
TCR
(%) Kategori
Kedisiplinan dalam belajar
1. Disiplin
waktu 4,02 80 Baik
2. Disiplin perbuata n
3,85 77 Cukup
Total 3,94 79 Cukup
Sumber : Olahan data primer 2016
Berdasarkan tabel diatas diperoleh rata-rata skor jawaban responden untuk variabel kedisplinan dalam belajar adalah 3,94% dengan tingkat pencapaian responden (TCR) sebesar 79% dan termasuk katagori baik.
Deskripsi Variabel Minat Belajar Siswa (X2) Tabel 4 : Hasil Analisa TCR Variabel Minat Belajar Siswa (X2)
Variabel Indikator
Rata -rata Skor
TCR
(%) Kategori
Minat belajar
1. Perasaan
senang 3,87 77 Cukup
2. Keterlibatan
siswa 4,05 81 Baik
3. Ketertarikan
siswa 4,22 84 Baik
4. Perhatian
siswa 4,11 82 Baik
Total 4,06 81 Baik
Sumber : Olahan data primer 2016
Berdasarkan tabel diatas diperoleh rata-rata skor jawaban responden untuk variabel minat belajar siswa adalah 4,06% dengan tingkat pencapaian responden (TCR) sebesar 81% dan termasuk katagori baik.
Deskripsi Variabel Sarana prasarana (X3) Tabel 5 : Hasil Analisa TCR Variabel Sarana Prasarana (X3)
Variabel Indikator
Rata -rata Skor
TCR
(%) Kategori
Sarana prasarana
1. Keadaan gedung sekolah
3,91 78 Cukup 2. Ruangan
kelas yang rapi dan nyaman
3,89 78 Cukup
3. Ruang perpustakaan
3,78 76 Cukup 4. Fasilitas kelas 3,82 76 Cukup 5. Buku-buku
pelajaran
4,00 80 Baik
Total 3,88 78 Cukup
Sumber : Olahan data primer 2016
Berdasarkan tabel diatas diperoleh rata-rata skor jawaban responden untuk variabel sarana prasarana adalah 3,88% dengan tingkat pencapaian responden (TCR) sebesar 78% dan termasuk katagori cukup.
HASIL UJI HIPOTESIS 1. Hasil Uji t
Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu uji t (parsial) dan uji F (simultan). Adapun hasil uji hipotesis tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil Uji t
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 0.890 4.858 .183 .855
X1 0.308 .099 .240 3.108 .003
X2 0.634 .123 .442 5.169 .000
X3 0.397 .090 .336 4.409 .000
Sumber : Olahan data primer 2016
Dari Tabel 6 di atas dapat dilihat pengaruh masing-masing variabel bebas yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah :
a) Hipotesis 1, terdapat pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan dalam belajar (X1) terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping (Y)
Untuk variabel disiplin dalam belajar diperoleh nilai koefisien sebesar 0,308. Angka ini signifikan karena nilai thitung sebesar 3,108
> ttabel 0,25(1,994), berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan dalam belajar terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
b) Hipotesis 2, terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar (X2) terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping (Y)
Untuk variabel minat belajar diperoleh nilai koefisien sebesar 0,634. Angka ini signifikan karena nilai thitung sebesar 5,169 >
ttabel 0,25(1,994), berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
c) Hipotesis 3, terdapat pengaruh yang signifikan antara sarana prasarana (X3) terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping (Y)
Untuk variabel sarana prasarana diperoleh nilai koefisien sebesar 0,397. Angka ini signifikan karena nilai thitung sebesar 4,409 >
ttabel 0,25(1,994), berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
2. Hasil Uji F
Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), untuk melihat berapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dapat dilihat tabel dibawah ini sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil Uji F
Model
Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
Regression 4953.823 3 1651.274 66.739 .000a Residual 1731.961 70 24.742
Total 6685.784 73 Sumber : Olahan data primer 2016
Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 dapat dilihat pada tabel 6 diatas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 66,74 > F tabel 0,05 (3,13). Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin dalam belajar, minat belajar, dan sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping.
Hasil Analisis Determinasi (R2) Tabel 8 : Hasil Analisis Determinasi (R2)
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .861a .741 .730 4.97416
Sumber : Olahan data primer 2016
Berdasarkan hasil pada Tabel 7 diatas, diperoleh hasil nilai R square sebesar 0,741, artinya sebesar 74,10% perubahan pada variabel dependen (hasil belajar) dapat dijelaskan atau disumbangkan oleh variabel independen (Kedisiplinan dalam belajar, minat belajar, dan sarana prasarana), sedan gkan sisanya sebesar 25,90% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini.
Simpulan
Berdasarkan penjelasan dan hasil analisis data diatas, tentang pengaruh kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa, dan sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS (terpadu) siswa SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kedisiplinan dalam belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS
(Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping, dengan koefisien sebesar 0,308.
nilai ini signifikan karena thitung sebesar 3,108
> dari ttabel sebesar 1,994 berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
2. Minat belajar siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping, dengan koefisien sebesar 0,634. Nilai ini signifikan karena thitung sebesar 5,169 > dari ttabel sebesar 1,994 berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
3. Sarana prasarana berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS (Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping, dengan koefisien sebesar thitung 4,409 > dari ttabel
sebesar 1,994 berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
4. Kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa dan sarana prasarana diperoleh nilai Fhitung sebesar 66,74 > F tabel 0,05 (3,13).
Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa dan sarana prasarana terhadap hasil belajar IPS(Terpadu) siswa di SMP Negeri 4 Lubuk Sikaping. Sedangkan berdasarkan Uji koefisien determinasi diperoleh nilai R square sebesar 0,741, artinya sebesar 74,10% perubahan pada variabel dependen (hasil belajar) dapat dijelaskan atau disumbangkan oleh variabel independen (kedisiplinan dalam belajar, minat belajar siswa dan sarana prasarana), sedangkan sisanya sebesar 25,90% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan beberapa saran, sebagai bentuk implementasi dari hasil penelitian ini sebagai berikut ini :
1. Berdasarkan tingkat pencapaian responden (TCR) kedisiplinan dalam belajar pada indikator disiplin perbuatan pada item no 12 (Saya meminta izin kepada guru piket ketika pembelajaran sedang berlangsung) sebesar 71% dengan rata-rata skor sebesar 3,55 dengan kategori cukup, maka diharapkan kepada siswa agar dapat meningkatkan rasa kedisiplinan, terutama disiplin perbuatan, oleh karena itu diharapkan kepada siswa agar mampu menjaga perbuatan baik terhadap teman maupun guru.
2. Berdasarkan tingkat pencapaian responden (TCR) minat belajar siswa pada indikator perasaan senang pada item no 2 (Saya tidak bosan belajar di dalam kelas) sebesar 75%
dengan rata-rata skor sebesar 3,73
3. Dengan kategori cukup, maka diharapkan kepada siswa agar lebih meningkatkan minat belajar dan menyukai setiap pelajaran.
4. Berdasarkan tingkat pencapaian responden (TCR) sarana prasarana pada indikator ruang perpustakaan pada item no.7 (Semua buku di perpustakaan tersusun dengan rapi di rak buku), 8 (Kursi dan meja di perpustakaan tersusun dengan teratur) 10sebesar 74%
dengan rata-rata sebesar 3,70 dengan kategori cukup, maka diharapkan kepada sekolah agar lebih memperhatikan ruang perpustakaan dan lain sebagainya. Sekolah harus mampu menciptakan sarana prasarana yang cukup dan memadai agar siswa nyaman untuk menuntut ilmu disekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, Sofan. 2013. Pengembangan Dan Model Pembelajaran Kurikulum 2013. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dimyati and Mudjiono. 2015. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djaali. 2008. Psikologi Pendidikan . Jakarta: Bumi Aksara.
Jufri, Wahab. 2013. Belajar Dan Pembelajaran Sains. Bandung: Pustaka Reka Cipta.
Margono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Moenir. 2010. Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahman, Masykur Arif. 2011.Kegiatan Belajar- Mengajar. Yogyakarta: Diva Press.
Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2013. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2002. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian.
Bandung: Alfabeta.
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jakarta: PT FajarInterpratama Mandiri.