BOOK REPORT
Kitab “Ususut Tarbiyah Islamiyah Fi Sunnatin Nabawiyah”
Halaman 428-443
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Ilmu dan Hadits Tarbawi Dosen Pengampu : Prof.Hj.Nina Nurmila, MA., Ph.D.
Oleh :
Muhammad Rakha Fauzan 2230040018
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2023
A. Indentitas Buku
Judul Buku : Ususut Tarbiyyah al-Islamiyyah fii Sunnatin Nabawiyyah Penulis : Syaikh Abdul Hamid Al-Shayd Al-Zintani
Penerbit : Daar Al-Arabiyyah Lil Kitab Kota dan Tahun terbit : Libya, 1984 Total Halaman : 917
B. Pembahasan Buku Halaman 428-443
Perhatian Nabi terhadap Kemampuan para Sahabat
Kemampuan mental umum mengacu pada kemampuan individu untuk memahami informasi verbal, memahami dan memproses angka dan informasi dalam format tabel/grafis, berpikir lateral, dan memahami hubungan logis antara kata dan konsep untuk mengambil kesimpulan dari data penting. Oleh karena itu Nabi dalam setiap tindakanya selalu memperhatikan kemampuan setiap sahabatnya sebelum menugaskan sesuatu.
Ketertarikan Nabi terhadap berbagai kemampuan mental bukan hanya dari segi teori atau arahan, tetapi juga dalam aplikasinya. Ini terlihat dari pilihan Rasulullah terhadap para sahabat sesuai dengan kemampuan dan persiapan mental serta praktikal mereka saat diberi tugas dan kewajiban.
Rasulullah memperhatikan saat memberikan tugas-tugas militer kepada orang-orang yang ahli dalam bidangnya, seperti Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu dalam memimpin pasukan. Dan dalam pemberian tugas-tugas praktikal kepada orang-orang berpengalaman dan terampil, seperti Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu dalam menggali parit saat Perang Khandaq.
Beberapa contoh tersebut menunjukkan perhatian yang diberikan oleh Nabi dalam meningkatkan kecerdasan sebagai kemampuan umum dan kecerdasan mental yang spesifik.
Hal ini tidak hanya menyangkut kuantitas dan kualitas, tetapi juga melibatkan pendekatan komprehensif terhadap interaksi serta keseimbangan yang dibangun antara kecerdasan dan berbagai kemampuan mental. Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai kedewasaan mental, memperluas keragaman dalam berpikir, merajut pikiran, serta mengembangkan potensi mental yang tersembunyi.
Kami yakin bahwa pandangan komprehensif terhadap kecerdasan manusia merupakan pandangan yang tepat, yang tidak terjebak dalam pemisahan yang terlalu kaku, pembagian teoritis yang tidak diperlukan, atau terjebak dalam diskusi yang tidak menghasilkan. Pandangan
ini terutama mengakui bahwa manusia dengan akal, roh, dan perasaannya membentuk sebuah kesatuan yang utuh.
Perhatian dalam mental dianggap sebagai salah satu karakteristik utama perkembangan mental pada anak-anak, dan dengan demikian, menjadi salah satu fondasi utama dalam pembentukan kepribadian mereka dengan cara yang seimbang dan terintegrasi. Penting untuk memperhatikan berbagai kecenderungan yang dimiliki individu dalam berbagai program.
Panduan dan pendidikan, baik pendidikan formal, pendidikan di bidang pekerjaan, maupun kegiatan hiburan.
Bila memperhatikan hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita, orang tua dan pendidik seharusnya menyadari pentingnya minat dan efektivitasnya dalam pertumbuhan berbagai aspek kepribadian. Anak-anak selalu termotivasi untuk melakukan aktivitas yang terkait dengan minat mereka, cenderung pada kegiatan yang memuaskan minat mereka, dan mencapai keunggulan di dalamnya. Mereka merasakan kebahagiaan yang mendalam yang mendorong mereka untuk berkembang dan unggul dalam kinerja. Seringkali, mereka menolak untuk melakukan aktivitas yang tidak sesuai minat mereka atau gagal mencapai hasil yang positif, yang menyebabkan kehilangan kenyamanan psikologis dan kepuasan saat melakukannya.
Minat adalah dasar keberhasilan dan kebahagiaan individu dalam berbagai aktivitas, baik yang bersifat pendidikan maupun hiburan, karena hal ini mendorong individu untuk peduli terhadap aktivitas tersebut, mencintainya, mengikuti perkembangannya, dan berupaya semaksimal mungkin di dalamnya. Kesuksesan dalam melakukan aktivitas tersebut terkait erat dengan perasaan puas dan kebahagiaan.
Dengan demikian, minat terhadap jenis aktivitas tertentu sangat terkait dengan upaya yang dilakukan secara positif dan efektif. Hal ini disebabkan kemampuan saja dalam melakukan suatu tindakan tidak cukup, mengingat kecenderungan individu untuk menghindari aktivitas yang tidak sesuai minat atau tidak terkait dengan bakat dan hobi mereka. Kita sering melihat individu yang memiliki kemampuan dalam suatu bidang tertentu namun memilih untuk berpindah ke bidang lain yang lebih sesuai dengan minat mereka. Mereka merasa bahagia dan senang dalam menjalankan aktivitas tersebut, meskipun menghadapi tantangan, seperti sebagian dokter yang beralih profesi menjadi penyair, penulis, atau seniman yang sangat berbakat.
Minat merupakan kesiapan bawaan individu untuk tertarik pada aktivitas tertentu yang memicu gairah, perhatian, dan fokusnya. Hal ini terkait secara emosional dan individu
mengalokasikan semua potensi mental atau fisiknya untuk mencapai hasil positif yang memberikan rasa nyaman. (429)
Sebagian besar definisi yang mencoba menjelaskan makna ‘Minat’ fokus pada aspek- aspek yang kita alami. Untuk penjelasan lebih lanjut, beberapa definisi tersebut dapat diuraikan seperti berikut:
a. John Dewey mendefinisikan minat sebagai:
Sederhananya, bahwa seseorang telah mencapai dirinya sendiri, atau menemukan dirinya dalam melakukan suatu tindakan tertentu.
b. A. T. Jersild dan R. J. Tasch melihat minat sebagai:
Mengandung jenis aktivitas yang membangkitkan perasaan positif pada individu.
c. Dr. Saad Jalal melihat minat sebagai:
Kesiapan individu yang mendorongnya untuk terus memperhatikan hal-hal tertentu atau aspek-aspek kegiatan tertentu yang membangkitkan emosinya.
Meskipun terdapat perbedan dalam definisi-definisi ‘minat’, kita tidak menemukan kontradiksi di antara mereka, melainkan fokus yang sama pada minat individu, respons, dan keterkaitannya dengan jenis aktivitas atau bentuk tindakan yang dipraktikkan. Individu melibatkan diri dalam aktivitas tersebut dengan antusiasme, perhatian, fokus, dan upaya yang tinggi.
Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa minat individu terkait dengan kebutuhan mereka, baik secara mental, emosional, sosial, atau fisik. Ketika individu merasa membutuhkan sesuatu, mereka mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan melakukan tindakan atau aktivitas yang memuaskan kebutuhan tersebut. (430)
Dengan demikian, minat yang terkait dengan kebutuhan individu menjadi faktor motivasi dan dorongan internal yang mendorong individu untuk berupaya maksimal dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai potensi diri.
Takdir ilahi telah membentuk manusia dengan beragam minat yang tercermin dalam aktivitas mental, artistik, dan rekreasi mereka. Keberagaman ini adalah dasar dari kehidupan manusia yang utuh, memperkaya, dan menyatu dengan cara yang mengakomodasi tujuan dan aspirasi individu dari berbagai latar belakang mereka. Hal ini memberikan sukacita dan kebahagiaan pada jiwa mereka.
Minat manusia bervariasi sesuai dengan keragaman dan kebutuhan kehidupan manusia.
Ada mental minat yang terkait dengan kreasi, inovasi, penemuan, ilmu pengetahuan, penalaran, ada minat artistik yang terkait dengan seni, sastra, pendidikan estetika, ada minat praktis yang
terkait dengan industri, profesi, dan keterampilan, ada minat rekreasi yang terkait dengan hobi dan bakat, ada minat keagamaan yang menjadi dasar dalam pengembangan spiritualitas, ibadah, dan ketaatan, ada kecenderungan moral yang mendorong individu untuk memelihara nilai-nilai dan prinsip moral tinggi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan dan etika, ada minat sosial yang mendorong individu untuk membantu dan mendukung sesama, dan masih banyak kecenderungan manusiawi lainnya yang mungkin sulit untuk dibahas secara rinci.
Minat alami ini mungkin terlihat sederhana pada awalnya, namun berkembang dan menonjol melalui interaksinya dengan faktor-faktor lingkungan, terutama pendidikan, pembinaan, dan bimbingan, yang pada akhirnya menjadi arah yang jelas bagi individu dan memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan mereka.
Jika kita mempelajari sikap dalam Sunnah Nabi yang mulia terhadap kecenderungan mental, kita akan menemukan sikap yang positif yang mengakui pentingnya kecenderungan dan dampak efektifnya dalam membentuk kepribadian manusia. Hal ini mengarah ke arah yang memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat secara bersama-sama. (431)
Rasulullah menegaskan bahwa setiap individu difasilitasi sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya dan sesuai dengan kecenderungan fitrahnya.
نع يلع لاق : ناك لوسر الله ﷺ تاذ موي
،اسلاج يفو هدي دوع تكني
،هب عفرف هسأر لاقف : ه ام مكنم نم سفن لاا
دقو ملع اهلزنم نم ةنجلا رانلاو ( . اولاق : اي لوسر الله ملف
؟لمعن لافأ
؟لكتن لاق : و لا اولمعا لكف رسيم امل قلخ هل . مث
أرق : امأف نم ىطعأ قدصو ىنسحلاب ىلا
هلوق : هرسينسف لاب ي رس ی
Dari Ali, ia berkata: "Rasulullah ﷺ pada suatu hari duduk sambil memegang sebatang kayu yang digunakan untuk menggaruk. Kemudian beliau mengangkat kepalanya lalu berkata, 'Setiap dari kalian memiliki tempat yang telah ditetapkan bagi dirinya di surga atau neraka.' Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa kita tidak memasrahkan diri pada ketetapan (takdir) kita saja' Beliau bersabda, Beramallah kalian, karena masing-masing akan dimudahkan menggapai apa yang diciptakan untuknya.' Lalu beliau membaca firman Allah, 'Adapun orang yang memberi dan bersikap bakti, serta membenarkan kebaikan, maka Kami akan menyiapkan baginya jalan menuju kemudahan.' (Al-Lail: 5-7) (1)
Minat dan bakat fitrah beragam, sehingga usaha dan tindakan pun berbeda-beda, namun, setiap hal tersebut saling berkaitan dalam mencapai keselarasan dalam kehidupan manusia dan memberikan kesenangan, kegembiraan, serta kebahagiaan.
نِإ ْمُكَيْعَس ى تَشَل
Allah berfirman, "Sesungguhnya usahamu adalah beragam." (QS. Al-Lail: 4)
Nabi juga menegaskan keragaman dalam bakat antara individu, menyoroti perbedaan antara mereka yang seharusnya menjadi landasan bagi kesatuan dan penyatuan mereka, bukan pemisahan dan perpecahan.
نع يبأ ةريره ثيدحب هعفري لاق : و سانلا نداعم نداعمك ةضفلا بهذلاو مهرايخ يف ةيلهاجلا مهرايخ يف
ملاسلاا اذا
اوهقف .
dalam hadits Abu Hurairah menyatakan, "Manusia seperti logam, seperti perak dan emas, orang-orang terbaik di antara mereka pada masa jahiliyah adalah orang-orang terbaik pula di dalam Islam jika mereka memahami."
Nabi juga menekankan pentingnya kesamaan kecenderungan dalam membangun hubungan sosial antara individu yang berbeda dan hubungan mereka satu sama lain. (432)
نع يبأ ةريره ثيدحب هعفري لاق : حاورلأا دونج ةدنجم امف فراعت اهنم
،فلتئا امو ركانت اهنم فلتخا
Dari Abu Hurairah, dalam sebuah hadis disebutkan, "Jiwa-jiwa adalah pasukan yang tergabung. Jiwa yang saling mengenal akan bersatu, sedangkan yang tidak, akan bertentangan."
Nabi menyerukan pentingnya memperhatikan minat individu dalam bimbingan, pendidikan, dan perlakuan.
نع ةشئاع . . . تلاق : لاق لوسر الله ﷺ : ه اولزنا سانلا
مهلزانم .
Dari Aisyah, dia berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Perlakukanlah orang-orang sesuai kedudukan mereka.'"
لاقو لوسر الله ﷺ : انرمأ نأ ملكن سانلا ىلع ردق مهلوقع
Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Kami diperintahkan untuk berbicara dengan orang-orang sesuai dengan kapasitas pemahaman mereka."
Jelas bahwa perlakuan sesuai kedudukan dan berbicara sesuai dengan kapasitas pemahaman manusia mengharuskan perhatian terhadap kecenderungan, persiapan, dan berbagai bakat mereka. Tanpa memperhatikan hal ini, proses pendidikan tidak akan berjalan dengan baik.
Nabi menegaskan pentingnya mengarahkan dan memperbaiki kecenderungan secara positif. Sunnah ini mendorong untuk mengembangkan minat yang diinginkan, mendukung, memperkuat, dan mendorong untuk melanjutkan praktiknya karena memberikan manfaat besar bagi individu maupun masyarakat.
Hal ini terlihat dari bagaimana Rasulullah memberikan apresiasi, pujian, dan penghargaan kepada para sahabat atas perilaku mulia mereka, sikap terpuji mereka, serta tindakan yang patut diberi penghargaan. (433)
Rasulullah ﷺ memberi dorongan yang kuat kepada individu agar memperhatikan dan menghubungkan perilaku mereka dengan minat mereka. Hal ini memberi mereka kepuasan yang kuat, serta semangat dan ketekunan dalam menjalankan ketaatan dan tugas-tugas agama.
نع يلع يضر الله
،هنع لاق ام تعمس لوسر الله ﷺ يدفي ادحأ دعسريغ هتعمس لوقي : مرأ
، كادف يبأ يمأو
Dari Ali, dia berkata, "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah bersumpah untuk siapapun kecuali untuk Sa'ad. Aku mendengar beliau berkata, 'Aku rela berkorban demi kamu, demi kedua orang tuaku.'"
Dalam hadis ini, ada dukungan dan penguatan untuk memiliki minat yang positif dalam pengorbanan, dan berjuang di jalan Allah SWT.
Rasulullahjuga peduli dalam mengarahkan minat menuju kebaikan yang memberi manfaat dan kea rah positif.
نع دبع الله لاق : لاق لوسر الله ﷺ : و لا دسح يف نيتنثا : لجر هاتأ الله لاام هطلسف ىلع هتكله يف
،قحلا رخآو هاتأ الله
ةمكح وهف يضقي اهب اهملعيو ) 2 ( يفو اذه ثيدحلا فيرشلا هيجوت يذل ليملا ىلا عمج لاملا ىلا هقافنا
،هقحب هيجوتو يذل
ليملا ىلا ليصحت ملعلا ىلا هرشن هميلعتو ناكو لوسر الله ﷺ وعدي ىلا طيبثت لويملا ةئيسلا اهتردو انوص درفلل ةعامجلاو
نم اهررض Dari Abdullah, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak ada rasa iri hati dalam dua hal: seseorang yang Allah berikan kekayaan dan dia membaginya secara benar untuk kebaikan, dan seseorang yang diberi Allah kebijaksanaan dan dia memutuskan dan mengajarkannya."
Dalam hadis ini, terdapat arahan bagi mereka yang cenderung memiliki kekayaan agar menggunakan kekayaan tersebut dengan benar, juga arahan bagi mereka yang cenderung pada pengetahuan agar menyebarluaskannya dan mengajarkannya.
Rasulullah mengajarkan untuk menghidari minat buruk untuk melindungi individu dan masyarakat dari dampak dan risikonya.
نع بدنج لوقي : لاق لوسر الله ﷺ : نم عمس عمس الله
،هب نمو يثاري يئاري الله
هب
Dari Jundab, Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang senang dipuji, Allah akan menyebabkan kehormatannya hilang, dan siapa yang mencari popularitas, Allah akan menunjukkan kekurangannya.'
Dalam hadis ini, terdapat dorongan untuk meninggalkan kecenderungan negatif terkait dengan pencarian popularitas dan mencari reputasi yang tidak sesuai hak, karena ketika seseorang terpaku pada keinginan untuk terlihat, itu akan membuatnya buta terhadap realitas, dan membuat amal perbuatannya menjadi tidak ikhlas kepada Allah SWT. Tujuannya adalah untuk memuaskan telinga manusia dengan kebohongan, menipu mata mereka dengan kepalsuan yang disampaikan sebagai kebaikan. (434) Situasi seperti ini, tidak ada kebaikan baginya secara pribadi maupun bagi masyarakatnya, tidak ada kemaslahatan baginya di dunia maupun di agama.
Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan mental:
Keturunan dan lingkungan dianggap sebagai faktor paling berpengaruh dalam sifat- sifat pertumbuhan mental. Berikut ini kita akan membahas kedua faktor tersebut secara terpisah.
1) Faktor Keturunan:
Sifat-sifat pertumbuhan mental seperti kecerdasan, kemampuan mental khusus, dan kecenderungan pada faktor keturunan memiliki pengaruh yang besar sebagaimana halnya dengan aspek-aspek kehidupan lainnya.
Pengaruh keturunan terhadap sifat-sifat dan kesiapan mental individu dimulai sejak saat sel telur perempuan disenyawakan oleh sel sperma laki-laki. Dengan demikian, individu mewarisi banyak sifat mental dari orang tua, kakek-nenek, dan leluhur mereka, baik itu kekuatan maupun kelemahan.
Para ilmuwan genetika dan kehidupan menyebutkan bahwa sel telur yang telah disenyawakan mengandung dua puluh empat pasang kromosom yang membawa elemen- elemen tak terlihat yang disebut sebagai gen. Gen-gen ini merupakan pembawaan sifat-sifat keturunan termasuk dalam kesiapan mental umum atau kecerdasan.
Dengan demikian, kecerdasan sebagai kemampuan umum, serta kemampuan mental lainnya, merupakan potensi yang dimiliki individu yang pada dasarnya ditentukan oleh faktor genetiknya.
Selain pengaruhnya pada kecerdasan dan kemampuan mental, keturunan juga memengaruhi kecenderungan mental yang terbentuk dan ditentukan oleh sifat dan karakteristik genetik individu. Hal ini termasuk tingkat kecerdasan, kemampuan mental, kesiapan mental, kapasitas dan daya tahan fisik, dorongan alami psikologis, jenis kelamin, usia, tingkat kedewasaan, tahap perkembangannya, serta kondisi suasana hatinya. (435) Sifat-sifat pribadi, tingkat keseimbangan pribadinya, dan sejenisnya ditentukan oleh faktor genetik individu.
Nabi menegaskan terdapat pengaruh faktor keturunan dalam karakteristik pertumbuhan mental, menekankan pentingnya memperhatikannya dalam banyak aspek. Sunnah ini menekankan bahwa individu lahir dengan karakteristik mental yang baik yang diwariskan dari orang tua mereka, sehingga dalam pernikahan, pentingnya pemilihan pasangan yang didasarkan pada perbaikan spiritual, keagamaan, mental, dan fisik.
نع ةشئاع نع يبنلا ﷺ لاق : اوحكنا نيحلاصلا تاحلاصلاو
Dari Aisyah, Rasulullah ﷺ bersabda, "Nikahilah orang-orang yang saleh-salihah." (1)
Nabi secara edukatif menegaskan pengaruh genetik orang tua pada anak-anak dan kemiripan besar anak-anak dengan orang tua dalam karakteristik mental, serta kesiapan fitrah dan faktor lainnya.
نع مأ ميلس تثدح اهنأ تلأس يبن الله نع ةأرملا ىرت يف اهمانم ام ىري
،لجرلا لاقف لوسر الله ﷺ : اذا تأر كلذ ةأرملا
لستغتلف . . تلاقف مأ ميلس تييحتساو نم
،كلذ تلاق : لهو نوكي
؟اذه لاق يبن الله ﷺ : ه معن نمف نيأ نوكي هبشلا نا ءام
لجرلا ظيلغ
،ضيبأ ءامو ةأرملا قيقر
،رفصأ نمف امهيأ لاع وأ قبس نوكي هنم هبشلا
Seorang wanita bernama Ummu Salim bertanya kepada Nabi tentang mimpi yang dilihatnya, yang sama dengan yang dilihat oleh laki-laki. Rasulullah ﷺ menjawab, "Jika seorang wanita melihat hal seperti itu, maka hendaklah ia mandi." Ummu Salim merasa malu dan berkata, "Apakah hal itu benar?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya, dari mana lagi kemiripan bisa terjadi? Air mani laki-laki kental putih, sedangkan air mani wanita encer kuning, dari mana yang lebih mendominasi atau lebih dulu, maka kemiripannya berasal dari yang tersebut."
Nabi juga menegaskan pengaruh warisan genetik dari leluhur dan bagaimana pengaruh mereka terhadap karakteristik mental dari keturunan. (436)
املاغ
،دوسأ يناو هتركنأ
، لاقف لوسر الله ﷺ : و له كل نم ؟لبا » لاق : معن . لاق : امف اهناولأ
؟ لاق : رمح . لاق : له
اهيف نم
؟قروأ
، لاق : نا اهيف اقرول . لاق ) : ىنأف ىرت كلذ
؟اهءاج
، لاق : اي لوسر الله قرع اهعزن . لاق « : لعلو اذه
قرع هعزن
، ملو صخري هل يف لاا ءافتن هنم
Dari Abu Hurairah, ada seorang Badui yang mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata,
"Wanita saya telah melahirkan seorang anak laki-laki berkulit hitam. Aku menyangkalnya."
Rasulullah ﷺ bertanya, "Apakah kamu memiliki kuda?" Dia menjawab, "Ya." Rasulullah ﷺ berkata, "Apa warnanya?" Dia menjawab, "Merah." Rasulullah ﷺ bertanya lagi, "Apakah ada yang berwarna putih di antaranya?" Dia menjawab, "Ada satu yang berwarna putih di antara mereka." Rasulullah ﷺ berkata, "Bagaimana menurutmu bayi itu bisa memiliki warna hitam?"
Badui itu menjawab, "Ya Rasulullah, ada keturunan yang memiliki warna hitam." Rasulullah ﷺ berkata, "Mungkin saja itu adalah keturunan yang menyebabkan warna hitam, namun hal itu tidak memungkinkannya untuk melepaskan diri dari hubungan keturunannya."
2) Faktor Lingkungan:
Seperti halnya karakteristik pertumbuhan mental dipengaruhi oleh faktor keturunan, hal itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan karena sifat-sifat mental yang diwarisi adalah kemampuan yang tidak akan tumbuh atau dikembangkan kecuali melalui interaksi dengan kondisi lingkungan.
Jika keturunan menentukan tingkat kecerdasan, lingkungan menawarkan peluang bagi tingkat kecerdasan tersebut untuk tumbuh, meningkat, dan berkembang.
Lingkungan mencakup semua faktor eksternal yang mempengaruhi entitas manusia sejak awal pembentukannya, yaitu sejak saat sel telur wanita dibuahi sperma pria.
Janin dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang dibawa oleh ibunya. Faktor- faktor ini meliputi kondisi kesehatan dan mental ibu, jenis dan jumlah nutrisi yang dikonsumsi, dan pengaruh lingkungan setelah kelahiran. Pengaruh lingkungan semakin kuat dan memperkuat diri saat ia terus berinteraksi dengannya seiring bertambahnya usia dan tingkat kedewasaan mental, emosional, dan sosialnya. Pengaruh ini juga terlihat pada peningkatan pengetahuannya, pengalaman, budaya, dan hubungan sosialnya.
Banyak studi yang telah membuktikan pengaruh faktor lingkungan terhadap kecerdasan sebagai kemampuan dasar, serta kemampuan-kemampuan mental lain yang diwariskan.( 437)
Studi yang dilakukan oleh Snyder dan Lehman pada dua puluh sembilan pasang saudara kembar identik menarik beberapa kesimpulan penting. Mereka menemukan bahwa "perbedaan
dalam tingkat kecerdasan antara anggota pasangan kembar identik dalam beberapa kasus mencapai 24 poin, dan perbedaan ini tidak memiliki penyebab lain kecuali jika kita menerima bahwa perbedaan ini disebabkan oleh lingkungan yang berbeda."
Hal yang sama berlaku untuk kecenderungan bawaan yang mencuat, bervariasi, berkembang, dan ditentukan sebagai arah yang konsisten hingga tingkat tertentu melalui interaksi dengan faktor-faktor lingkungan.
Sikap individu dipengaruhi oleh sikap yang dominan di dalam keluarganya, serta tingkat ekonomi, kebudayaan, dan sosialnya. Dipengaruhi juga oleh hubungannya dengan rekan-rekannya, tetangga, kesempatan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang mengembangkan bakat dan minatnya. Nilai-nilai, prinsip, kebiasaan, tradisi, dan budaya yang mendominasi masyarakatnya, serta zaman di mana ia hidup dengan semua perubahan dan perkembangan ekonomi, teknologi, seni, dan budaya yang ada di sekitarnya.
Hadis Rasulullah menegaskan pentingnya pengaruh faktor lingkungan terhadap karakteristik pertumbuhan mental sebagaimana halnya dengan karakteristik pertumbuhan emosional, sosial, fisik, dan lainnya. Oleh karena itu, hal ini menyoroti tanggung jawab keluarga sebagai lingkungan pertama yang berpengaruh dalam mendidik dan merawat anak.
Tentunya, dampak lingkungan ini haruslah positif dalam pengembangan karakteristik mental yang diwariskan.
نع دبع الله نب رمع يضر الله امهنع نأ لوسر الله ﷺ لاق : لاأ مكلك عار مكلكو لوؤسم نع
،هتيعر ماملااف يذلا ىلع
سانلا عار وهو لوؤسم نع هتيعر لجرلاو عار ىلع لها هتيب وهو
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma menyampaikans bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas orang yang ia pimpinnya. Seorang imam (kepala kelompok) adalah pemimpin atas rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka. Seorang suami adalah pemimpin atas keluarganya dan ia pun bertanggung jawab atas mereka." (438), dan seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia bertanggung jawab atas harta tersebut. Maka, setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya."
Hadis-hadis Nabi menegaskan pengaruh lingkungan, pergaulan, dan hubungan sosial seseorang dengan orang lain terhadap sikap tingkahlaku dan arah hidupnya.
نع دبع الله نب رمع نأ لوسر الله ﷺ لاق : نأ نم رجشلا ةرجش لا طقسي اهقرو يهو لثم ملسملا . ينوثدح ام يه
؟ ( عقوف
سانلا يف رجش
،ةيدابلا عقوو يف يسفن اهنأ ةلخنلا . لاق دبع الله : تييحتساف اولاقف
اي لوسر الله انربخأ اهب . لاقف لوسر الله
ﷺ : يه ةلخنلا )
Sebagaimana disampaikan oleh Abu Musa dari Nabi ﷺ, "Perumpamaan teman yang baik dan yang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak wangi dan tukang pandai besi.
Yang membawa minyak wangi, boleh jadi dia memberimu, atau kamu membeli daripadanya, atau paling tidak kamu mendapatkan harum semerbak daripadanya. Adapun tukang pandai besi, boleh jadi bajumu terbakar karenanya, atau kamu mendapatkan bau busuk daripadanya."(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi menegaskan efektivitas sarana, program, dan kurikulum pendidikan yang menjadi faktor lingkungan penting dalam membentuk dan mengembangkan karakteristik mental yang mencapai tujuannya melalui pengetahuan, peningkatan pengalaman, pemahaman, dan terutama jika dimulai sejak awal kehidupan seorang anak ketika pikirannya siap menerima dan kemampuannya sedang berkembang.
نع يبأ ةريره نأ لوسر الله ﷺ لاق : نم ملعت ملعلا وهو باش ناك مشوك يف رجح . نمو ملعت ملعلا امدعب لخدي يف نسلا
ناك بتاكلاك ىلع رهظ
ءاملا .
Abu Hurairah menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang mempelajari ilmu pada masa muda, ia seperti menulis di atas batu. Sedangkan orang yang mempelajari ilmu saat telah tua, ia seperti menulis di atas air."
Perlu dicatat bahwa faktor warisan genetik dan lingkungan saling berinteraksi dan berdampak pada individu, bukan sebagai faktor tunggal yang menentukan. (439) individu dari dalam dirinya, sedangkan lingkungan mempengaruhi individu dari luar dan berperan dalam mengembangkan serta memperkuat komponen-komponen itu.
Hal ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad yang menyatukan pengaruh warisan dan lingkungan dalam pembentukan individu serta pendidikan dan pengembangan sifat-sifatnya yang berbeda, terutama dalam hal kapasitas dan kecenderungan mental.
نع يبأ ةريره هنأ ناك لوقي : لاق لوسر الله ﷺ : ام نم دولوم لاا دلوي ىلع ةرطفلا هاوبأف هنادوهي هنارصنيو
،هناسجميو امك
جتنت ةميهبلا ةميهب ءاعمج له نوسحت اهيف نم ءاعدج
Riwayat dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah (murni). Kemudian kedua orang tuanya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, sama seperti binatang yang dilahirkan dalam keadaan sempurna. Bisakah kamu menemukan cacat pada binatang itu?" (Hadis Riwayat al- Bukhari)
Proses-proses kognitif tingkat tinggi:
Tak diragukan lagi bahwa proses-proses kognitif tingkat tinggi adalah fungsi dan aspek utama dari kemampuan mental yang membedakan manusia sebagai makhluk rasional dari hewan-hewan lainnya. Tingkat dan kematangan serta kekuatan dari proses-proses tersebut terkait erat dengan perawatan yang memungkinkan kemampuan mental itu untuk berkembang dan matang.
Meskipun para ilmuwan berbeda pendapat dalam menentukan proses kognitif tingkat tinggi karena beberapa memiliki sifat umum yang bisa dibagi menjadi proses-proses yang lebih spesifik, namun untuk kejelasan, kita bisa memeriksa beberapa proses kognitif utama, seperti proses persepsi, berpikir, memori, dan imajinasi.
1. Proses Persepsi (PERCEPTION)
Proses persepsi dianggap sebagai salah satu proses kognitif terpenting di mana seorang (440) manusia memahami realitas, lingkungannya, kondisinya, serta alam semesta tempat ia tinggal, dan menentukan filosofi hidupnya, membentuk sikap yang benar, dan mengambil sikap yang tepat terhadap semua hal yang terkait dengan kehidupannya.
Salah satu alat pertama dalam proses persepsi adalah indera dan proses ini dimulai dari indera yang paling utama yaitu indera perasa, penciuman, peraba, penglihatan, dan pendengaran.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan hamba-Nya indera ini agar mereka memiliki jendela terhadap dunia luar dengan segala komponennya, dan sebagai sarana komunikasi dan pengetahuan mereka terhadapnya, melalui indera ini mereka dapat merasakan segala jenis sensasi.
Dengan indera perasa, mereka merasakan rasa manis dan pahit; dengan indera penciuman, mereka mencium aroma yang harum dan aroma yang tidak sedap; dengan indera peraba, mereka merasakan yang dingin dan panas, yang halus dan kasar; dengan indera penglihatan, mereka membedakan benda-benda dalam warna, ukuran, dan posisi yang berbeda;
dan dengan indera pendengaran, mereka mendengar berbagai suara dan membedakannya dalam tinggi, rendah, dan berbagai level lainnya.
Namun, manusia memiliki kemampuan untuk merasakan beberapa hal yang memengaruhi dirinya secara internal selain dari panca indera, seperti merasakan lapar, haus, nyaman, kelelahan, kegembiraan, kesedihan, dan sebagainya.
Tampaknya ada jaringan saraf introseptif yang memungkinkan manusia merasakan berbagai kondisi internal khusus yang tidak dirasakan oleh indera lima yang terkait dengan persepsi hal-hal eksternal. Saraf-saraf ini bekerja dalam kondisi khusus contohnya saat merasakan lapar atau kesulitan pencernaan, (441)
Ini berarti bahwa sistem sensorik terdiri dari alat-alat sensori eksternal, yaitu lima indera, dan alat-alat sensori internal, yaitu serangkaian jaringan saraf yang memungkinkan manusia merasakan kondisi internal.
Proses persepsi tidak hanya terjadi melalui "respon sensorik" terhadap stimulus eksternal, tetapi sensasi harus dipindahkan ke "pikiran" yang mewakili, menyadari, mengenali, dan membedakan sensasi tersebut dengan cepat berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Representasi mental terhadap dampak stimulus yang dirasakan secara eksternal adalah apa yang disebut sebagai proses persepsi.
Jika kita mempelajari pandangan Nabi tentang proses persepsi, kita akan menemukan bahwa ia dianggap sebagai proses kognitif yang membantu pertumbuhan mental, dianggap sebagai dasar pembelajaran yang benar, pemahaman sadar, dan pemilihan yang benar.
Ini mendorong untuk mengasah dan mengembangkan proses tersebut bersama dengan proses kognitif lainnya, dan menginvestasikannya dalam arah ke iman yang benar serta memperoleh moralitas yang baik, dan mengikuti jalur yang benar dalam kehidupan.
نع دبع الله نب رمع نأ لوسر الله ﷺ لاق : نأ نم رجشلا ةرجش لا طقسي اهقرو يهو لثم ملسملا . ينوثدح ام يه
؟ ( عقوف
سانلا يف رجش
،ةيدابلا عقوو يف يسفن اهنأ ةلخنلا . لاق دبع الله : تييحتساف اولاقف
اي لوسر الله انربخأ اهب . لاقف لوسر الله
ﷺ : يه ةلخنلا )
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya ada diantara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?” Lalu orang menerka-nerka pepohonan Wadhi. Berkata Abdullah, “Lalu terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon Kurma, namun aku malu mengungkapkannya.” Kemudian mereka
berkata,“Wahai Rasulullah, beritahulah kami pohon apa itu?” Lalu beliau menjawab,“Ia adalah pohon Kurma.”
Dalam hadits ini, beliau menganjurkan proses berkembangnya persepsi dengan cara menggali persamaan antara mukmin, melalui pembedaannya dengan orang lain, dan pohon kurma dengan pembedaannya dengan pohon lain. sifat, dan khasiatnya, Demikian pula pohon kurma lebih unggul dari pohon-pohon lain karena buahnya, warna hijaunya yang tetap, serta manfaat yang dapat dipetik dari cabang-cabangnya, serat dan batangnya.
نعو ةفيذح لاق : لاق لوسر الله ﷺ : لا اونوكت ةعمإ نولوقت نأ نسحا سانلا
،انسحأ ناو اوملظ
،انملظ نكلو اونطو مكسفنأ
نا نسحأ سانلا نأ
،اونسحت ناو اوءاسا لاف
اوملظت .
Dari Hudzaifah, Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian menjadi pengikut yang mengatakan 'jika orang-orang baik, kita juga baik; jika mereka berbuat zalim, kita juga berbuat zalim'. Namun, stabilkanlah diri kalian. Jika orang-orang baik, hendaknya kalian juga baik; jika mereka berbuat buruk, janganlah kalian berbuat zalim."
Hadis ini menekankan pentingnya proses persepsi dalam mengambil sikap, keyakinan, perilaku, dan interaksi sosial yang benar. Seseorang tidak boleh terbawa arus meniru orang lain dalam tindakan atau perilaku tanpa pemahaman yang benar untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan keburukan, keindahan dan kejelekan, serta kebajikan dan keburukan.
Kesadaran yang sehat inilah yang melindungi seseorang dari sikap bodoh yang tidak berkehendak, berkepribadian lemah, dan meniru apa yang dilakukan orang lain tanpa pengertian dan diskriminasi.
َنيِذ لا َو اَذِإ او ُرِ كُذ ِتاَيآِب ْمِهِ ب َر ْمَل او ُّر ِخَي اَهْيَلَع اًّمُص ا ناَيْمُع َو
‘Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.’