• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENCANA BANJIR DI DKI JAKARTA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "BENCANA BANJIR DI DKI JAKARTA"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi risiko banjir, pengalaman bencana banjir selama satu tahun, dan pengetahuan kesehatan tentang penyakit akibat banjir dan tindakan kesiapsiagaan masyarakat sebagai upaya mitigasi banjir. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi-square untuk melihat hubungan antara variabel persepsi, pengetahuan dan pengalaman terhadap tindakan kesiapsiagaan bencana banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman banjir tahun lalu dan persepsi masyarakat tentang risiko banjir tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan tindakan kesiapsiagaan banjir (p=0,629 dan p=0,295).

Sedangkan variabel pengetahuan masyarakat tentang penyakit akibat banjir menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan tindakan kesiapsiagaan banjir dengan nilai OR=4,20 (95% CI p=0,001). Nilai tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan rendah tentang penyakit akibat banjir cenderung 4 kali lebih cenderung kurang siap dalam hal kesiapsiagaan bencana banjir.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan
  • Manfaat Penelitian

Namun salah satu kajian pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana banjir terdapat hasil kategori sedang. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan kajian terkait kondisi masyarakat di daerah rawan banjir di Kota Jakarta. Selain itu, perlu dilakukan identifikasi risiko kesehatan dan kualitas hidup masyarakat khususnya di daerah rawan banjir di DKI Jakarta.

Oleh karena itu, diperlukan kajian tentang kondisi masyarakat di wilayah Desa Sindangjaya sebagai tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hubungan antara persepsi risiko banjir, pengalaman bencana banjir dalam satu tahun dan pengetahuan kesehatan masyarakat tentang penyakit akibat banjir. tindakan kesiapsiagaan seperti upaya mitigasi bencana banjir. Untuk mengetahui hubungan antara pengalaman banjir, persepsi masyarakat tentang resiko banjir, pengetahuan tentang penyakit yang berhubungan dengan banjir dan tindakan kesiapsiagaan banjir.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Bencana Banjir
  • Pengetahuan tentang Bencana
  • Kesiapsiagaan Bencana
    • Tindakan Pra Bencana
    • Tindakan Tanggap Darurat Saat Bencana
    • Tindakan Pasca Bencana
  • Kerangka Teori
  • Kerangka Konsep Penelitian
  • Road Map Penelitian

Salah satunya adalah pengetahuan tentang langkah-langkah yang diambil individu untuk menanggapi situasi yang dapat menyebabkan bencana. Kesiapsiagaan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan melalui langkah-langkah yang tepat dan efektif (Yanuarto et al., 2018). Penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang rawan bencana, kegiatan pencegahan bencana, kesiapsiagaan darurat dan rehabilitasi.

Perencanaan Penanggulangan Bencana; terdiri dari: identifikasi dan pengkajian ancaman bencana; memahami kerentanan masyarakat; analisis kemungkinan dampak bencana; pilihan aksi pengurangan risiko bencana; Pengurangan Risiko Bencana; terdiri dari: identifikasi dan pemantauan risiko bencana; perencanaan partisipatif penanggulangan bencana; pengembangan budaya sadar bencana; Pencegahan; yang meliputi: identifikasi dan identifikasi secara pasti terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana; penguasaan atas penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam yang tiba-tiba dan/atau lambat laun berpotensi menjadi sumber bencana; pemantauan penggunaan teknologi yang secara tiba-tiba dan/atau bertahap berpotensi menjadi sumber ancaman atau bahaya bencana; perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan; dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Pelaksanaan penanggulangan bencana dalam rencana pembangunan pusat dan daerah dilakukan secara berkala dan dikoordinasikan oleh suatu Badan. Pelaksanaan dan penegakan tata ruang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, yang meliputi penerapan peraturan tata ruang, standar keselamatan dan pemberian sanksi bagi pelanggar. Penilaian lokasi, kerusakan, dan sumber daya yang cepat dan akurat; untuk mengidentifikasi: cakupan lokasi bencana; jumlah korban; kerusakan prasarana dan sarana; terganggunya fungsi pelayanan publik dan pemerintahan; dan kemampuan sumber daya alam dan buatan.

Pemulihan segera prasarana dan sarana vital, dilakukan dengan memperbaiki dan/atau mengganti kerusakan akibat bencana.

Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian (Modifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006))
Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian (Modifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006))

METODE PENELITIAN

  • Desain Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Metode Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Pengolahan Data
  • Analsis Data
  • Alur Penelitian

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden dan kuesioner yang diisi oleh responden. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden menggunakan alat kuesioner mengenai karakteristik responden, pengalaman bencana banjir, persepsi bencana banjir, pengetahuan risiko kesehatan akibat bencana banjir, dan tindakan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir. . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terbuka untuk responden (terlampir).

Edit proses pemeriksaan atau cek data yang berhasil dikumpulkan di lokasi, karena ada kemungkinan data tidak memenuhi syarat atau tidak diperlukan. Selanjutnya dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan Chi-square untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Gambar 4. Alur Penelitian
Gambar 4. Alur Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Lokasi Penelitian

Analisis Univariat

  • Karakteristik Responden
  • Perbandingan Tindakan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap

Perbandingan pengalaman dengan banjir, persepsi risiko banjir, pengetahuan tentang penyakit banjir dan tindakan kesiapsiagaan. Hasil perbandingan antara variabel pengalaman banjir dalam satu tahun, persepsi masyarakat tentang resiko banjir dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit akibat banjir terhadap kesiapsiagaan bencana banjir disajikan pada Tabel 3 berikut. Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa seluruh responden mengalami banjir setiap tahunnya, dan persentase terbesar mengalami banjir 1-2 kali dalam setahun yaitu sebanyak 78% (78 orang).

Masyarakat menganggap bahwa banjir yang rutin terjadi setiap tahun merupakan gangguan lingkungan yang sulit untuk diatasi. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang resiko penyakit akibat banjir juga dikategorikan baik karena sebanyak 55% (55 orang) responden menjawab benar tentang penyakit diare, demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis yang merupakan jenis penyakit. yang dapat dipindahkan ketika musim hujan tiba atau terjadi banjir. Berdasarkan tanggapan responden mengenai tindakan prabencana dapat dikategorikan siap karena 53% (53 orang) mengetahui dan melakukan upaya pencegahan banjir seperti membersihkan sungai atau saluran air dari reruntuhan, melakukan peringatan dini saat intensitas hujan meningkat, seperti menyiapkan persediaan makanan, obat-obatan dan peralatan darurat lainnya.

Pada kategori tindakan tanggap darurat jika terjadi banjir, 51% (51 orang) tergolong tidak siap berdasarkan jawaban yaitu jika terjadi banjir lebih memilih tinggal di rumah atau pada tanggal 2 lantai rumah daripada lari ke tempat yang lebih aman. Hal ini mungkin karena mereka sudah sering mengalami banjir, sehingga tidak merasa perlu mengungsi, meski belum tentu tinggal di lantai 2 rumah tersebut dapat dikategorikan sebagai tempat yang aman. Selain itu, beberapa responden juga memiliki tabungan atau asuransi sebagai upaya melindungi aset dan jaminan di masa depan.

Tabel 3. Perbandingan Antar Variabel
Tabel 3. Perbandingan Antar Variabel

Analisis Bivariat

  • Hubungan antara Pengalaman Banjir dengan Tindakan
  • Hubungan antara Persepsi tentang Risiko Banjir dengan Tindakan
  • Hubungan antara Pengetahuan tentang Risiko Penyakit dengan

Hasil analisis bivariat antara variabel pengalaman banjir dalam satu tahun dan variabel tindakan kesiapsiagaan ditunjukkan pada Tabel 5 berikut. Persepsi masyarakat Desa Sindangjaya tentang risiko banjir termasuk dalam kategori baik karena kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memahami risiko. Hal ini sesuai dengan penelitian lain bahwa penyebab banjir di wilayah Bekasi didasarkan pada faktor alam yaitu curah hujan yang tinggi.

Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa masyarakat yang memiliki persepsi buruk terhadap risiko banjir akan memiliki peluang 3,5 kali lipat untuk tidak siap menghadapi banjir (Nastiti, Pulungan dan Iswanto, 2021). Hasil analisis bivariat antara variabel pengalaman banjir dalam satu tahun dan variabel tindakan kesiapsiagaan dapat dilihat pada Tabel 6 berikut. Pada Tabel 6 diketahui bahwa variabel pengetahuan masyarakat tentang penyakit akibat banjir menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan nilai OR=4,20 (95% CI p=0,001 atau p<0,05).

Pentingnya pengetahuan kesehatan khususnya di daerah banjir sangat dibutuhkan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit akibat menurunnya kualitas lingkungan dan sanitasi akibat bencana. Tingkat pengetahuan warga desa Sindangjaya tentang resiko penyakit akibat banjir termasuk dalam kategori tinggi, karena sebagian besar masyarakat sudah mengenal beberapa jenis penyakit tersebut yaitu diare dan DBD. Variabel pengetahuan penyakit akibat banjir pada penelitian menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan tinggi memiliki tingkat kesiapsiagaan yang tinggi atau lebih siap dibandingkan responden dengan pengetahuan rendah.

Tindakan kesiapsiagaan dapat dibagi menjadi 3 tahapan yaitu prabencana, saat terjadi bencana (emergency kesiapsiagaan) dan pascabencana. 26 Tindakan penanggulangan bencana atau disebut juga penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat setempat di daerah rawan banjir biasanya sesuai dengan pedoman mitigasi yang terdiri dari tiga tahapan yaitu prabencana, kesiapsiagaan darurat dan pascabencana. Sistem peringatan dini juga perlu ditingkatkan sebagai upaya penyadaran masyarakat, sehingga peran pemerintah dan pihak terkait tentunya sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat di daerah rawan banjir.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

LUARAN YANG DICAPAI

4 Jenis Jurnal Prosiding Seminar Nasional 6 Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2021 5 Tanggal Penyerahan 20 November 2021.

RENCANA TINDAK LANJUT DAN PROYEKSI HILIRISASI

2018) “Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir di Kota Bekasi (Studi Kasus: Perumahan Pondok Gede Permai)”, Jurnal Alam: Jurnal Teknologi Pengurangan Risiko Bencana, 2(1), hlm. 2020) 'Dampak Perekonomian dan Kebijakan Pengurangan Risiko Banjir di DKI Jakarta dan Sekitarnya Tahun 2020', Singkat Kajian Singkat Isu-Isu Faktual dan Strategis di Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik, XII(1), hlm. 2020) 'Korelasi Sikap, Pengalaman dan Pengetahuan Relawan dengan Kesiapsiagaan Banjir di Desa Tangguh Bencana Kabupaten Takalar', Jurnal Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 11(2), hlm. Pelatihan Pengelolaan Banjir', dalam modul pengoperasian sistem irigasi, pelatihan pengelolaan dan pemeliharaan irigasi tingkat juru.

2017) 'Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Bencana Banjir Terhadap Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat Rw 05 Rt 01 dan Rt 03 Kelurahan Gondrong Kota Tangerang', Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 4(2), hlm. 2016) 'Kerentanan Banjir Tahunan dan Adaptasi Masyarakat di Kabupaten Bekasi Barat, Kota Bekasi', Antologi Pendidikan Geografi, 4(2), hlm. 2021) 'Faktor-Faktor Terkait Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir di Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur Faktor-faktor yang . 33 Terkait Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Banjir Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Revy', Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(1), hlm. 2018 ', Geoarea, 1(2), hlm. 2019) 'Analisis Kerentanan Kesehatan Penduduk Sebelum Banjir di Kabupaten Aceh Barat Daya', Averrous Journal, 5(2), hlm. 2021) 'Identifikasi Kesiapsiagaan Keluarga untuk Evakuasi Mandiri Selama Bencana Banjir', Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 11(1), hlm. Melalui identifikasi risiko pada bencana banjir diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan melalui peningkatan kualitas kesehatan .

Sedangkan informasi penanggulangan banjir dan bencana berupa kepemilikan rumah, pengalaman banjir, pengetahuan dan penanggulangan banjir, dan tanggap darurat. Jika Anda bersedia berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini, mohon menandatangani formulir persetujuan ini. Sebagai responden, kami mohon kesediaan Anda untuk mengikuti petunjuk yang dijelaskan di atas untuk mengisi kuesioner.

Jika masih ada yang kurang jelas, Anda bisa mengajukan pertanyaan tambahan kepada peneliti. Penelitian ini tidak bersifat memaksa, oleh karena itu Anda dapat menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Saya telah mendapatkan penjelasan terkait penelitian “Identifikasi Risiko Kesehatan dan Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana Banjir.

Gambar

Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian (Modifikasi LIPI-UNESCO/ISDR (2006))
Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian
Gambar 3. Roadmap Penelitian
Gambar 4. Alur Penelitian
+5

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan