• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berkat sesudah Perjamuan

N/A
N/A
SD Inpres Sarongsong I

Academic year: 2025

Membagikan "Berkat sesudah Perjamuan"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat- Mu, Israel."

DOA SYUKUR AGUNG SESUDAH PERJAMUAN (Jemaat duduk) P Marilah kita berdoa ...

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat berdiri)

Menyanyi ”Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil

Ku yakin saat Kau berfirman, Ku menang saat Kau bertindak Hidupku hanya ditentukan oleh perkataan-Mu

Ku aman kar’na Kau menjaga, ku kuat kar’na Kau menopang Hidupku hanya ditentukan oleh kuasa-Mu

Refrein: Bagi Tuhan tak ada yang mustahil, bagi Tuhan taka da yang tak mungkin

Mujizat-Nya disediakan bagiku, ku diangkat dan dipulihkan-Nya.

PENGUTUSAN DAN BERKAT (Jemaat berdiri)

P Maka, damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu.

Janganlah gelisah dan gentar hatimu (Yoh 14:27). Kiranya kemuliaan Allah terus terpancar bagi setiap orang yang menerimanya.

P Pergilah dan terimalah berkat Tuhan :

Semoga Allah sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. (Roma 15:13)

J

SAAT TEDUH

TATA IBADAH

HARI MINGGU ADVEN IV, PELAYANAN BAPTISAN ANAK, DAN PERJAMUAN KUDUS

JEMAAT GMIM ”PAULUS” MATUNGKAS Minggu, 22 Desember 2024

PERSIAPAN

Penyelenggara Ibadah : ...

Marilah kita berdiri, dan memulaikan ibadah dengan menyanyi NNBT. No. 7. Mari Puji Tuhan Yesus

Mari puji Tuhan Yesus, Dialah Juru sl'lamat dunia.

Mari sembah sujud padaNya Dialah Raja dunia B'rita keselamatan harus kita sebarkan,

agar banyak orang tahu dan mau datang kepadaNya PANGGILAN BERIBADAH (Jemaat berdiri)

P Saudara-saudara jemaat Tuhan, tak terasa kita sudah berada di minggu Adven keempat mengingatkan kita untuk selalu tetap setia menantikan Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Lilin Adven keempat telah dinyalakan sebagai simbol cinta kasih kita kepada Tuhan yang akan datang kembali sebagai wujud solidaritas Allah terhadap umat-Nya.

Menyanyi KJ. No. 76. Kau Yang Lama Dinantikan Kau yang lama dinantikan, Juru s’lamat, datanglah, agar kami Kau sucikan dari dosa dan cela!

UmatMu tetap Kau tuntun, Kau Harapan kami pun!

Bangsa dunia menunggu penghiburan kasihMu.

TAHBISAN DAN SALAM (Jemaat berdiri)

P Ibadah Minggu Adven Keempat ini tertahbislah hanya didalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

J Amin.

P Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, yang kedatangan-Nya kita nantikan, menyertai kamu sekalian.

J dan menyertaimu juga.

NAS PEMBIMBING

P Yudas 1:25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Menyanyi NNBT. No. 27. Ya Tuhan, Engkaulah Ya Tuhan Engkaulah tempat aku berseru

di kala ‘ku cemas dan di saat ‘ku lemah.

Tangan-Mu yang kuat merangkul diriku, menyejukan hatiku yang letih.

(2)

Ya Yesus Engkaulah Surya dalam hidupku, dengan kuasa-Mu jalanku menjadi t’rang Selalu kasih-Mu memeluk diriku,

meneduhkan jiwaku yang resah.

Tuhan, sungguh Engkaulah benteng perlindunganku sumber hidup damai sejahtera.

Yesus sungguh Engkaulah Jurus’lamatku kekal, yang menebus aku dari dosa.

Ku panjatkan syukur kepada-Mu Tuhan-ku atas anugerah yang dib’rikan padaku Sekarang ‘ku tak lagi ragukan kasih-Mu.

Sungguh Yesus Juruselamatku.

HUKUM TUHAN (Jemaat duduk)

P Dengarkanlah hukum Tuhan : Ulangan 30:11-20 ”Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.

Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada- Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Demikianlah hukum Tuhan.

Menyanyi NKB. No. 116. Siapa Yang Berpegang

Siapa yang berpegang pada sabda Tuhan dan setia mematuhinya, hidupnya mulia dalam cah’ya baka bersekutu dengan Tuhan-nya.

Refrein:Percayalah dan pegang sabdaNya:

hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Menyanyi KJ. No. 293:1-3 ”Puji Yesus”

Puji Yesus! Pujilah Juruselama! Langit, bumi, maklumkan kasih-Nya!

Haleluya! Nyanyilah, para malaikat: kuasa hormat b’rilah kepada-Nya Selamanya Yesus Gembala kita, siang malam kita didukung-Nya.

Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Pada salib dosa dihapus-Nya Gunung Batu dan Pengharapan Abadi dinyatakan di Bukit Golgota.

Haleluya! Hilanglah dukacita oleh kuasa kasih setia-Nya.

Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Hosiana! Soraknya bergema.

K’rajaan-Nya untuk selama-lamanya: Yesus Kristus Raja, Nabi Imam.

Ia datang: Raja segala alam; kuasa, hormat hanya kepada-Nya Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

Doa Persembahan

UNDANGAN MENGARAHKAN HATI KEPADA TUHAN

P Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, agar kita dikenyangkan dengan roti surga, yakni Yesus Kristus, janganlah hati kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah kita mengarahkan hati kita kepada Yesus Kristus di surga, pengantara kita kepada Bapa. Marilah, karena meja perjamuan TUHAN sudah sedia.

Menyanyi “Kar’na Begitu Allah Cinta Dunia”

Karena begitu Allah cinta dunia

hingga dib’rikanNya Anak-Nya Yang Tunggal Supaya yang percaya tidak binasa

melainkan dapat hidup kekal PERSEKUTUAN MEJA TUHAN

P Roti yang dipecah-pecah adalah persekutuan dengan tubuh Kristus. Ambillah, makanlah, ingat dan percayalah bahwa tubuh Tuhan kita, Yesus Kristus, telah dipecahkan sebagai perdamaian sempurna bagi segala dosa kita.

P Cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita mengucapkan syukur, ialah persekutuan dengan darah Kristus. Ambillah, minumlah; ingat dan percayalah bahwa darah Tuhan kita, Yesus Kristus telah ditumpahkan sebagai pendamaian sempurna bagi segala dosa kita.

(Bila ada pergantian meja, maka dapat diadakan pembacaan Alkitab dan/atau nyanyian)

PENGUCAPAN SYUKUR

P Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, marilah kita mengucap syukur kepada-Nya dan memuji namaNya: Lukas 2:29-31

"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,

(3)

sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecah-kannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku;

perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!“

Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

PERINGATAN AKAN KRISTUS

P Demikianlah kita akan makan dan minum dari cawan untuk memberikan puji- pujian dan mengucap syukur kepada Dia, yang telah menyerahkan tubuh-Nya bagi kita. Oleh Roh Kudus kita mengambil bagian dalam persekutuan dengan Dia;

dan sambil menanti-nantikan Kerajaan Allah, sekarang ini telah memperoleh kehidupan kekal, dan kedudukan sebagai anak dalam kemuliaan, bahkan sebagai anggota satu tubuh telah bersekutu seorang dengan yang lain dalam kasih yang sungguh.

P+J Semoga Allah Yang Mahakuasa dan Mahakasih, Bapa TUHAN kita Yesus Kristus, oleh Roh Kudus menolong kita. Amin.

Menyanyi KJ No. 81 O Datanglah Imanuel O datanglah Imanuel tebus umat-Mu Israel

yang dalam berkeluh kesah menantikan Penolongnya Bersoraklah hai Israel menyambut Sang Imanuel PENGAKUAN IMAN (berdiri)

P Marilah kita mengaku iman kita menurut “Pengakuan Iman Rasuli”

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa, khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus AnakNya yang tunggal Tuhan kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam Kerajaan Maut.

Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati. Naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Maha Kuasa. Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus.

Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus. Pengampunan dosa.

Kebangkitan daging. Dan hidup yang kekal. Amin.

DOA UMUM (Jemaat duduk) P Marilah kita berdoa ...

P+J Doa Bapa Kami

PERSEMBAHAN (Jemaat duduk dan/atau berjalan)

P Marilah kita memberi persembahan dalam ibadah di masa raya Minggu Adven IV ini dengan mengingat perkataan firman dalam Maleakhi 3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah

PENGAKUAN DOSA DAN UMAT YANG MENGALAMI PENGAMPUNAN

P Dengan segala keindahan dan kemegahan, Tuhan menciptakan dunia ini. Maha karya Allah begitu mengagumkan. Namun realita yang terjadi dengan bangga manusia merusak apa yang diciptakan dan menodai hakekatnya sebagai “Imago Dei”, segambar dan serupa dengan Allah. Manusia tidak pernah merasa puas dengan keberadaannya mengakibatkan kehilangan kontrol.

Mari saudara-saudara dengan penuh kerendahan kita menghadap hadirat Tuhan.

Kita berdoa : ...

Menyanyi NKB. No. 12. Oh Tuhan-ku Kau Datang Ke Dunia O Tuhan-ku, ‘Kau datang ke dunia, untuk menghapus dosa umatMu.

Bagai seekor rusa yang dahaga, padaMu Tuhan-ku, merindu hatiku Refrein: Aku berserah, ya Tuhan, padaMu,

‘ku b’rikan bagiMu seluruh hidupku.

P Bagi kita yang terus merindukan kedatangan-Nya dengarkanlah berita anugerah Allah sebagaimana firman Tuhan dalam Mikha 7:18-19. Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterunya, melaikan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyanyangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

Menyanyi KJ. No. 84. Ya Yesus Dikau Kurindukan Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;

Seluruh hatiku terbuka menyambut kedatanganMu.

Bahagia, Terang sorgawi, Engkau Harapan dunia:

terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!

PENGAJARAN BAPTISAN (Jemaat duduk)

P Saudara-saudara yang kekasih dalam YESUS KRISTUS:

Baptisan anak-anak adalah sah menurut kesaksian Alkitab. Sebab perintah Baptisan ditujukan kepada segala bangsa (Mat.28;19-20). Yang dimaksud dengan bangsa bukan hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Jadi, mengabaikan Baptisan anak-anak, sama halnya dengan mengabaikan perintah YESUS KRISTUS, sebagai Kepala Gereja. Baptisan adalah tanda perjanjian antara ALLAH dengan orang-orang yang dipanggil-Nya, serta keturunan-Nya. Inilah yang dimaksudkan dalam Kisah Para Rasul 2:39; “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang dipanggil oleh TUHAN Allah kita.” Baptisan adalah pengganti sunat sebagai tanda perjanjian (Kol.2:11-12).

Kebanyakan berita Alkitab tentang Pelayanan Baptisan menyaksikan tentang Baptisan Keluarga atau Baptisan seisi rumah (Kisah 16:33; !8:8; 1 Kor.1:16). Itu berarti termasuk anak-anak yang mendapatkan pelayanan Baptisan.

Peristiwa air bah di mana Nuh dan seisi rumahnya (Kej. 7), diselamatkan, menurut I Petrus 3 : 18 – 22 bagi kita dikiaskan dengan Baptisan yang maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohon hati nurani

(4)

yang baik kepada ALLAH. Di dalamnya terkandung maksud sebagai kiasan keselamatan berlaku bagi keluarga termasuk anak-anak.

Perintah Baptisan terutama diberikan supaya dilakukan dalam Nama ALLAH BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Perhatikanlah bahwa yang dipersoalkan bukan cara, entah curah, percik atau selam; tetapi DALAM NAMA ALLAH.

Dibaptiskan DALAM NAMA BAPA menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Allah Bapa mengadakan suatu Perjanjian anugerah yang kekal dengan kita dan anak-anak-kita dan mengakui kita dan anak-anak kita sebagai anak-anak-Nya.

Dibaptiskan DALAM NAMA ANAK memeteraikan kepada kita bahwa Yesus Kristus menyucikan anak-anak maupun orang dewasa oleh darah-Nya dari segala dosa, dan memasukkan mereka ke dalam persekutuan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.

Supaya sama seperti KRISTUS telah dibangkitkan dari antara orang mati, demikian juga kita memperoleh hidup (Roma 6:1-5; Kolose 2:11-12; Markus 10:38; Lukas 12:50).

Dan dibaptiskan DALAM NAMA ROH KUDUS memeteraikan kepada kita, bahwa Roh Kudus hendak diam di dalam hati kita dan anak-anak kita agar supaya mereka berakar serta berdasar pada kasih.

Menyanyi KJ No. 304 : 1 ”Pandang Ya Bapa Dalam Rahmat-Mu”

Pandang, ya Bapa, dalam rahmatMu kami, umatMu yang berkumpul ini, membawa anak padaMu di sini dalam percaya akan janjiMu.

P Dengarkanlah Injil yang di dalamnya tertulis, bahwa Yesus Kristus memanggil anak-anak untuk datang kepada-Nya: Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:

"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

(Mrk.10:13-16).

P Terpujilah Kristus,

J Selamanya. Amin. (dinyanyikan) DOA PERMOHONAN (Jemaat duduk) P TUHAN menyertai saudara-saudara, J Dan menyertai saudara juga.

P Marilah kita berdoa : ....

JANJI BAPTISAN (Orang tua dan orang tua Baptisan berdiri)

P Saudara-saudara yang kekasih dalam Yesus Kristus, saudara-saudara telah mendengar, bahwa Baptisan kudus telah ditetapkan oleh Yesus Kristus sebagai tanda dan meterai dari suatu Perjanjian Baru oleh Allah dengan kita dan anak-anak kita. Sebab itu patutlah kita memakai Baptisan itu untuk maksud tersebut dan bukan karena kebiasaan atau kepercayaan tahyul. Agar menjadi lebih nyata, bahwa

saudara-saudara menghendaki yang demikian dan bersedia mendidik anak (-anak), saudara-saudara secara Kristen, maka saudara-saudara diundang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berikut dengan tulus ikhlas :

1. Apakah saudara-saudara sebagai orang tua dan orang tua Baptisan memohon pembaptisan anak (-anak) saudara-saudara dalam kepercayaan kepada Allah Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi, dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, TUHAN kita, dan kepada Roh Kudus ?

2. Apakah saudara-saudara sebagai orang tua dan orang tua Baptisan berjanji di hadapan Allah kita dan Jemaat sebagai saksi-saksi-Nya, bahwa saudara-saudara akan mendidik anak (-anak) saudara sedemikian rupa, sehingga mereka (dia) akan mengerti arti dan maksud Baptisan kudus itu dan akan menjadi orang yang percaya kepada Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus ?

P Orang tua, orang tua Baptisan, apakah jawab saudara-saudara ? OT+OTB YA, DENGAN SEGENAP HATI. AMIN.

Menyanyi KJ No. 305 : 4 ”Ku Mengasihi Yesus Sobatku”

'Ku mengasihi Yesus, Sobatku: ketika aku, bagai kanak-kanak

jalan tertatih waktu mau melangkah, 'ku dipegang tanganNya yang teguh PELAYANAN BAPTISAN (Orang tua dan orang tua Baptisan berdiri)

P ………….., Aku membaptis engkau dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, Amin.

P TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Amin

DOA, PEMBACAAN ALKITAB DAN PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

P Marilah kita berdoa untuk pembacaan dan pemberitaan Firman Tuhan : … P Marilah kita membaca Alkitab : Lukas 1:26-38

Menyanyi KJ. No. 53. Tuhan Allah T’lah Berfirman Refrain: Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya,

pada umat sabda hikmat, Haleluya!

Buka telinga, hai umatNya, Kabar yang baik dengarkanlah!

Buka hatimu: Tuhan datang, hai yang beriman!

Refrain: Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya, pada umat sabda hikmat, Haleluya!

Puji-Pujian

KHOTBAH Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah

Puji-Pujian

TATA IBADAH PERJAMUAN KUDUS BENTUK I PENETAPAN PERJAMUAN KUDUS

P Marilah kita membaca Firman Tuhan dalam 1 Korintus 11:23-26 mengenai penetapan Perjamuan Kudus ….

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan

(5)
(6)

Menyanyi “Kar’na Begitu Allah Cinta Dunia”

Karena begitu Allah cinta dunia

hingga dib’rikanNya Anak-Nya Yang Tunggal Supaya yang percaya tidak binasa

melainkan dapat hidup kekal PERSEKUTUAN MEJA TUHAN

P Roti yang dipecah-pecah adalah persekutuan dengan tubuh Kristus. Ambillah, makanlah, ingat dan percayalah bahwa tubuh Tuhan kita, Yesus Kristus, telah dipecahkan sebagai perdamaian sempurna bagi segala dosa kita.

P Cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita mengucapkan syukur, ialah persekutuan dengan darah Kristus. Ambillah, minumlah; ingat dan percayalah bahwa darah Tuhan kita, Yesus Kristus telah ditumpahkan sebagai pendamaian sempurna bagi segala dosa kita.

(Bila ada pergantian meja, maka dapat diadakan pembacaan Alkitab dan/atau nyanyian)

PENGUCAPAN SYUKUR

P Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, marilah kita mengucap syukur kepada-Nya dan memuji namaNya: Lukas 2:29-31

DOA SYUKUR AGUNG SESUDAH PERJAMUAN (Jemaat duduk) P Marilah kita berdoa ...

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat berdiri)

Menyanyi ”Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil

Ku yakin saat Kau berfirman, Ku menang saat Kau bertindak Hidupku hanya ditentukan oleh perkataan-Mu

Ku aman kar’na Kau menjaga, ku kuat kar’na Kau menopang Hidupku hanya ditentukan oleh kuasa-Mu

Refrein: Bagi Tuhan tak ada yang mustahil, bagi Tuhan taka da yang tak mungkin

Mujizat-Nya disediakan bagiku, ku diangkat dan dipulihkan-Nya.

PENGUTUSAN DAN BERKAT (Jemaat berdiri)

P Maka, damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu (Yoh 14:27). Kiranya kemuliaan Allah terus terpancar bagi setiap orang yang menerimanya.

P Pergilah dan terimalah berkat Tuhan :

Semoga Allah sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. (Roma 15:13)

J

SAAT TEDUH

TATA IBADAH

HARI MINGGU ADVEN IV, PELAYANAN BAPTISAN ANAK, DAN PERJAMUAN KUDUS

JEMAAT GMIM ”PAULUS” MATUNGKAS Minggu, 22 Desember 2024

PERSIAPAN

Penyelenggara Ibadah : Marilah kita berdiri, dan memulaikan ibadah dengan menyanyi NNBT. No. 7. Mari Puji Tuhan Yesus

Mari puji Tuhan Yesus, Dialah Juru sl'lamat dunia.

Mari sembah sujud padaNya Dialah Raja dunia B'rita keselamatan harus kita sebarkan,

agar banyak orang tahu dan mau datang kepadaNya PANGGILAN BERIBADAH (Jemaat berdiri)

P Saudara-saudara jemaat Tuhan, tak terasa kita sudah berada di minggu Adven keempat mengingatkan kita untuk selalu tetap setia menantikan Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Lilin Adven keempat telah dinyalakan sebagai simbol cinta kasih kita kepada Tuhan yang akan datang kembali sebagai wujud solidaritas Allah terhadap umat- Nya.

Menyanyi KJ. No. 76. Kau Yang Lama Dinantikan Kau yang lama dinantikan, Juru s’lamat, datanglah, agar kami Kau sucikan dari dosa dan cela!

UmatMu tetap Kau tuntun, Kau Harapan kami pun!

Bangsa dunia menunggu penghiburan kasihMu.

TAHBISAN DAN SALAM (Jemaat berdiri)

P Ibadah Minggu Adven Keempat ini tertahbislah hanya didalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

J Amin.

P Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, yang kedatangan-Nya kita nantikan, menyertai kamu sekalian.

J dan menyertaimu juga.

NAS PEMBIMBING

P Yudas 1:25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Menyanyi NNBT. No. 27. Ya Tuhan, Engkaulah

Ya Tuhan Engkaulah tempat aku berseru di kala ‘ku cemas dan di saat ‘ku lemah.

Tangan-Mu yang kuat merangkul diriku, menyejukan hatiku yang letih.

Ya Yesus Engkaulah Surya dalam hidupku, dengan kuasa-Mu jalanku menjadi t’rang Selalu kasih-Mu memeluk diriku, meneduhkan jiwaku yang resah.

Tuhan, sungguh Engkaulah benteng perlindunganku sumber hidup damai sejahtera.

Yesus sungguh Engkaulah Jurus’lamatku kekal, yang menebus aku dari dosa.

Ku panjatkan syukur kepada-Mu Tuhan-ku atas anugerah yang dib’rikan padaku Sekarang ‘ku tak lagi ragukan kasih-Mu. Sungguh Yesus Juruselamatku.

HUKUM TUHAN (Jemaat duduk)

P Dengarkanlah hukum Tuhan : Ulangan 30:11-20 Demikianlah hukum Tuhan.

Menyanyi NKB. No. 116. Siapa Yang Berpegang

(7)

Siapa yang berpegang pada sabda Tuhan dan setia mematuhinya, hidupnya mulia dalam cah’ya baka bersekutu dengan Tuhan-nya.

Refrein: Percayalah dan pegang sabdaNya:

hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

PENGAKUAN DOSA DAN UMAT YANG MENGALAMI PENGAMPUNAN

P Dengan segala keindahan dan kemegahan, Tuhan menciptakan dunia ini. Maha karya Allah begitu mengagumkan. Namun realita yang terjadi dengan bangga manusia merusak apa yang diciptakan dan menodai hakekatnya sebagai “Imago Dei”, segambar dan serupa dengan Allah. Manusia tidak pernah merasa puas dengan keberadaannya mengakibatkan kehilangan kontrol.

Mari saudara-saudara dengan penuh kerendahan kita menghadap hadirat Tuhan. Kita berdoa : ...

Menyanyi NKB. No. 12. Oh Tuhan-ku Kau Datang Ke Dunia O Tuhan-ku, ‘Kau datang ke dunia, untuk menghapus dosa umatMu.

Bagai seekor rusa yang dahaga, padaMu Tuhan-ku, merindu hatiku Refrein: Aku berserah, ya Tuhan, padaMu,

‘ku b’rikan bagiMu seluruh hidupku.

P Bagi kita yang terus merindukan kedatangan-Nya dengarkanlah berita anugerah Allah sebagaimana firman Tuhan dalam Mikha 7:18-19. Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri;

yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterunya, melaikan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyanyangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

Menyanyi KJ. No. 84. Ya Yesus Dikau Kurindukan Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku;

Seluruh hatiku terbuka menyambut kedatanganMu.

Bahagia, Terang sorgawi, Engkau Harapan dunia:

terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah!

TATA IBADAH PELAYANAN BAPTISAN

DOA, PEMBACAAN ALKITAB DAN PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

P Marilah kita berdoa untuk pembacaan dan pemberitaan Firman Tuhan : … P Marilah kita membaca Alkitab : Lukas 1:26-38

Menyanyi KJ. No. 53. Tuhan Allah T’lah Berfirman Refrain: Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya,

pada umat sabda hikmat, Haleluya!

Buka telinga, hai umatNya, Kabar yang baik dengarkanlah!

Buka hatimu: Tuhan datang, hai yang beriman!

Refrain: Tuhan Allah t’lah berfirman, Haleluya, pada umat sabda hikmat, Haleluya!

Puji-Pujian

KHOTBAH Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah

Puji-Pujian

TATA IBADAH PERJAMUAN KUDUS BENTUK I

PENETAPAN PERJAMUAN KUDUS

P Marilah kita membaca Firman Tuhan dalam 1 Korintus 11:23-26 mengenai penetapan Perjamuan Kudus ….

PERINGATAN AKAN KRISTUS

P Demikianlah kita akan makan dan minum dari cawan untuk memberikan puji-pujian dan mengucap syukur kepada Dia, yang telah menyerahkan tubuh-Nya bagi kita. Oleh Roh Kudus kita mengambil bagian dalam persekutuan dengan Dia; dan sambil menanti-nantikan Kerajaan Allah, sekarang ini telah memperoleh kehidupan kekal, dan kedudukan sebagai anak dalam kemuliaan, bahkan sebagai anggota satu tubuh telah bersekutu seorang dengan yang lain dalam kasih yang sungguh.

P+J Semoga Allah Yang Mahakuasa dan Mahakasih, Bapa TUHAN kita Yesus Kristus, oleh Roh Kudus menolong kita. Amin.

Menyanyi KJ No. 81 O Datanglah Imanuel O datanglah Imanuel tebus umat-Mu Israel

yang dalam berkeluh kesah menantikan Penolongnya Bersoraklah hai Israel menyambut Sang Imanuel PENGAKUAN IMAN (berdiri)

P Marilah kita mengaku iman kita menurut “Pengakuan Iman Rasuli”

DOA UMUM (Jemaat duduk) P Marilah kita berdoa ...

P+J Doa Bapa Kami

PERSEMBAHAN (Jemaat duduk dan/atau berjalan)

P Marilah kita memberi persembahan dalam ibadah di masa raya Minggu Adven IV ini dengan mengingat perkataan firman dalam Maleakhi 3:10.

Menyanyi KJ. No. 293:1-3 ”Puji Yesus”

Puji Yesus! Pujilah Juruselama! Langit, bumi, maklumkan kasih-Nya!

Haleluya! Nyanyilah, para malaikat: kuasa hormat b’rilah kepada-Nya Selamanya Yesus Gembala kita, siang malam kita didukung-Nya.

Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Pada salib dosa dihapus-Nya Gunung Batu dan Pengharapan Abadi dinyatakan di Bukit Golgota.

Haleluya! Hilanglah dukacita oleh kuasa kasih setia-Nya.

Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Hosiana! Soraknya bergema.

K’rajaan-Nya untuk selama-lamanya: Yesus Kristus Raja, Nabi Imam.

Ia datang: Raja segala alam; kuasa, hormat hanya kepada-Nya Puji Dia! B’ritakan keagungan-Nya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!

Doa Persembahan

UNDANGAN MENGARAHKAN HATI KEPADA TUHAN

P Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, agar kita dikenyangkan dengan roti surga, yakni Yesus Kristus, janganlah hati kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah kita mengarahkan hati kita kepada Yesus Kristus di surga, pengantara kita kepada Bapa. Marilah, karena meja perjamuan TUHAN sudah sedia.

(8)
(9)

TATA IBADAH MALAM NATAL

JEMAAT “PAULUS” MATUNGKAS Selasa, 24 Desember 2024

PERENUNGAN AWAL

- Unsur ini dilakukan di kolom. Semua anggota jemaat berkumpul di satu rumah/halaman jemaat.

- Lilin/lampion/obor/lilin elektrik/batere, dll yang menyimbolkan terang, sudah dipersiapkan sebelumnya untuk diarak menjadi bagian dari proses ibadah

- PENATUA (P1) dan DIAKEN (P2) memakai stola Pelsus/putih. Para Pendeta menggunakan kemeja baniang dengan stola Adven.

Menyanyi: KJ No.109:1 “HAI MARI BERHIMPUN”

Hai mari berhimpun dan bersukaria! Hai mari semua ke Betlehem!

Lihat Yang Lahir Raja Bala sorga. Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhan-mu!

P1 Marilah kita persiapkan hati dan pikiran kita untuk menyembah TUHAN yang telah menyinari kehidupan kita.

J Semoga firman Allah yang kudus tetap menjadi cahaya dalam kehidupan kita.

P2 Agar kesaksian semakin nyata bahwa la sudah lahir, la Imanuel: Allah menyertai kita.

J Dan semoga sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hati kita.

Semua: Biarlah perhimpunan sembah dan puji malam ini mendapatkan kenan Allah Tuhan kita.

Menyanyi: KJ No. 109:2 “HAI MARI BERHIMPUN”

Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t'lah turun menjadi manusia.

Allah sendiri dalam rupa insan! Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhan-mu!

P1 (memasang sebuah lilin/lampion/obor/dll). Engkau membuat malam kudus ini berseri dengan kemuliaan Yesus Kristus, Terang kami, penglihatan yang bersinar dan yang baru dari kemuliaan-Mu.

Menyanyi: KJ No. 109:5 “HAI MARI BERHIMPUN”

Cahaya abadi dari Allah Bapa kentara berwujud di dunia:

Anak ilahi berbalutkan lampin. Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhan-mu!

P2 (memasang sebuah lilin/lampion/obor/dll). Yesaya 9:2 “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman,atasnya terang telah bersinar."

P1 Mari kita berdoa:….

(Setelah berdoa semua menyalakan lilin/lampion/obor/lilin elektrik, dll. Selanjutnya semua berprosesi dengan teratur menuju ke gedung gereja, didahului oleh Pelsus (tetap menggunakan stola); sambil semua menyanyikan lagu-lagu Natal. Setelah

sampai di halaman gereja, alat-alat penerangan yang dibawa lilin, obor, lampion dapat ditata/diletakkan di sekitar pagar/halaman gereja)

LITANI TENTANG GELAP DAN TERANG

(Di luar gedung gereja semua anggota jemaat berkumpul, suasana di dalam gereja gelap/lampu sudah dimatikan, termasuk lampu Natal di pohon Natal masih dalam keadaan mati/off)

P Kami menanti dalam gelap, berharap, datangnya cahaya yang membebaskan dan menyelamatkan.

J Ya cahaya ilahi, datanglah dan terangilah kami!

Penatua: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;

mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar."(menyalakan sebuah lilin)

Diaken: "Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (menyalakan sebuah lilin)

P Ya Allah, ketika kekelaman menyelimuti bumi, kiranya kemuliaan-Mu datang dengan penuh keindahan, seperti seberkas sinar di langit yang menguak tirai kegelapan di pinggir kota Betlehem (menyalakan sebuah lilin)

J Kami berdoa, datanglah dan terangilah kami. Amin.

Menyanyi: KJ No. 422 “YESUS BERPESAN” (sambil prosesi masuk dan ketika Khadim menyalakan lilin Natal, maka di saat itu semua lampu ruangan gereja dinyalakan, termasuk lampu di pohon Natal. Sesudah itu, khadim naik ke Mimbar) Yesus berpesan: Dalam malam g'lap kamu harus jadi lilin gemerlap;

anak masing-masing di sekitarnya, dalam dunia ini bersinarlah!

Yesus berpesan: Bersinarlah t'rang; lilinmu Kulihat malam dan siang.

Anak masing-masing di sekitarnya, untuk hormat Tuhan bersinarlah!

Yesus berpesan: Dunia penuh banyak macam dosa, duka dan keluh;

anak masing-masing di sekitarnya, untuk sesamamu bersinarlah!

TAHBISAN (Jemaat berdiri)

P Dalam nama Bapa, Putera Yesus Kristus dan Roh Kudus turunlah atas kami anugerah dan berkat dalam persekutuan Ibadah Malam Natal Jemaat...saat ini. Amin.

J Terpujilah TUHAN, Allah Israel, sebab la melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya. la menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita. Amin.

Menyanyi: BINTANG GEMERLAP

Malam sunyi senyap bintang-bintang gemerlap T’lah terdengar suara bawa kabar senang Yesus Juruslamat datang di Betlehem, 2x

Malam sunyi senyap terkejutlah gembala Lihat cahya besar dengar warta genap Yesus Jurus’lamat datang di Betlehem, 2x PENGAKUAN DOSA DAN ANUGERAH ALLAH (Jemaat duduk)

(Masuk beberapa orang lakon yang merepresentasikan dosa-dosa dalam hidup manusia)

(10)

Lakon 1: Dalam kehampaan dan kesenangan jalan hidup, manusia lebih memilih mengikuti kehendak daging daripada kehendak Allah:

Lakon 2: Dendam, dengki, amarah, perseturuan dan perselisihan memuaskan hasrat hati manusia. Terlalu sering membanggakan diri dan terpesona pada kekuatan diri sendiri.

Lakon 3: Masa bodoh dan acuh tak acuh serta tak peduli karena egoisme dan pementingan diri.

Lakon 4: Sombong, angkuh, tinggi hati, congkak, arogan membuatnya dijauhi Tuhan dan sesama

Lakon 5: Perundungan atau bullying, perzinahan, perjudian, penipuan dan pemabukan seolah hal yang biasa

Lakon 6: Cinta uang membuat manusia meremehkan sesamanya. Celakanya, manusia merasa seolah tanpa dosa, tanpa salah dan tanpa noda.

P Biarlah kita semua menyadari dosa-dosa ini dan mengakuinya dengan rendah hati di hadapan-Nya.

J “Biarlah la kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut." (Mikha 7:19)

Menyanyi: NATAL DI HATIKU

Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu Sebab Natal tak akan berarti tanpa kasih-Mu lahir di hatiku

Hanya bersama-Mu Yesus, kurasakan selalu, indahnya Natal di hatiku PEMASANGAN LILIN (lampu dipadamkan)

P Saudaraku, lagu “Malam Kudus” pertama kali dinyanyikan pada hari Kamis tanggal 24 Desember 1818, 206 tahun yang lalu, oleh Joseph Mohr, sang penulis syair, dengan suara tenor sambil memainkan sebuah gitar; oleh Franz Gruber, sang penulis melodi, dengan suara bass dan dibantu oleh koor yang terdiri dari beberapa anak perempuan. Oleh karena organ gereja rusak saat itu, maka lagu ini pertama kali dinyanyikan dengan memakai gitar. Beberapa hari kemudian datang seorang tukang reparasi organ gereja, dialah yang sebenarnya mempopulerkan lagu "Malam Kudus".

Karena ia meminta salinan lagu itu, kemudian dinyanyikan oleh koor gereja Ziller di Pekar Raya Leipzig sehingga lagu ini menyebar ke Jerman dan Austria. Tahun 1840, lagu ini di cetak dan diterbitkan ke seluruh dunia. Kini, Natal seolah belum lengkap kalau lagu ini belum dinyanyikan. Karena itu, di malam Natal ini mari kita menyalakan lilin sebagai tekad untuk menjadi saksi Injil dan terang dunia, sambil menyanyi lagu “Malam Kudus”.

(Khadim menyalakan sebuah lilin, diikuti oleh para Ketua BIPRA memasang sebuah lilin dan pada saat lagu mulai dinyalakan para pendeta/khadim dan Ketua BIPRA memasang lilin pada jemaat)

Menyanyi: KJ No. 92:1-3 MALAM KUDUS

Solo Anak: Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.

Hanya dua berjaga terus - ayah bunda mesra dan kudus;

Anak tidur tenang,Anak tidur tenang.

J (kembali menyanyikan ayat 1)

Solo Remaja/Pemuda): Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;

bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya: "Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"

J (kembali menyanyikan ayat 2)

Solo Bapak/lbu: Malam kudus, sunyi senyap, Kurnia dan berkat

tercermin bagi kami terus di wajah-Mu, ya Anak Kudus cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

J (kembali menyanyikan ayat 3)

(setelah selesai proses penyalaan lilin pada seluruh jemaat, menyanyi Seribu Lilin, lampu ruangan masih tetap padam)

Menyanyi: SERIBU LILIN (Jemaat dapat mengangkat lilin yang sudah dinyalakan) Seribu lilin nyalakan di tengah dunia

Biar sinarnya menyatakan kemuliaan surga Wartakan pada dunia kabar sukacita T’lah lahir Yesus, Penebus, Juruslamat kita Hai bintang indah Betlehem kiranya sinarmu Bawa harapan dan damai bahagia di kalbu

Kehangatanmu kirimkan di hati yang beku Kehangatan kasih Tuhan di Natal yang syahdu RENUNGAN MALAM NATAL

 Doa (saat amin, lampu dinyalakan)

 Pembacaan Alkitab

 Renungan PERSEMBAHAN

P Tuhan sudah memberikan banyak berkat kepada kita. Itulah pemberian yang Terbesar dan Agung, yaitu Anak-Nya, Yesus Kristus.

J “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu- Nya,lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur."

P Saat ini kita akan membawa persembahan kita ke dalam model palungan di depan mimbar ini. Ketika saudara memberi di dalam palungan ini secara otomatis tubuh saudara perlu membungkuk. Itulah tanda penyembahan dan kerendahan hati kita dalam memberi persembahan saat ini.

Menyanyi: TITIAN KASIH

Di tempat Mahatinggi namun tak tersembunyi kasih sayang-Mu Tuhan

Engkau datang ke bumi tuk menggenapi janji-Mu tentang Yerusalem yang baru Tahun silih berganti Natal datang kini undang Dia di hati

Damaikan diri ini biar Dia satukan yang terputus dan Dia hapus tangisan dan air mata

(11)

Bila kurenungkan diriku ini

entah apa jadinya hidup ini tanpa campur tangan-Mu Tuhan Akan kemana arah langkah ini entah di mana bagaimana dari manakah datang pertolongan

Tanpa Kau buka Tuhan tirai kasih-Mu Tuhan

maka titian takkan ada di depanku hanyalah jurang yang menganga.

DOA SYUKUR: ……..

NYANYIAN PENUTUP DAN BERKAT (Jemaat berdiri) Menyanyi: HALELUYA

Bintang-bintangpun teranglah seterang hatiku Anak Penebus t'lah datang menebus dosaku Lihatlah semua gembala bersuka hati Serta semua malaikat datang bernyanyi Haleluya, Haleluya, Haleluya..

P Pergilah dengan damai dan berdamailah dengan semua orang:

Maka Kasih Karunia Tuhan Yesus, menyertai saudara-saudara, dari sekarang sampai selama-lamanya

J Amin...Amin...Amin...(dinyanyikan)

SAAT TEDUH

Jadwal/tata urutan kegiatan Malam Natal

17.00-17.15 Persiapan di kolom, semua anggota kolom berkumpul di salah satu rumah/keluarga yang ditentukan

17.15-17.30 PERENUNGAN AWAL, ibadah perenungan ini dipimpin oleh Para Penatua/ Pendeta/Diaken/Guru Agama/Vikaris Pendeta. Unsur ini diawali dengan menyalakan alat penerang (lilin/obor/lampion/lilin elektrik) yang akan dipakai dalam prosesi dari Kolom ke Gereja. Lilin-lilin ini diatur/dibuat sedemikian rupa agar tidak padam selama dalam perjalanan.

17.30-17.45 Prosesi lilin sambil diiringi nyanyian-nyanyian Natal sampai tiba di lokasi gedung gereja, semua

17.45-18.00 Persiapan di gedung gereja lilin diletakkan di depan pagar atau sekelilin gedung gereja.

18.00-20.00 Ibadah Perayaan Malam Natal

20.00-23.00 Kegiatan Caroling/Christmas Carol atau Kumantar di rumah-rumah anggota jemaat, terutama kepada mereka yang lansia, janda/duda, anak cacat/yatim-piatu, dll atau sesuai dengan kreasi dan kemampuan kolom atau BIPRA atau Panitia.

23.00-24.00 Doa Malam Natal bersama keluarga/seisi rumah masing-masing.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh kolom (dalam koordinasi Penatua dan Diaken):

1. Anggota jemaat (BIPRA) dan Pelayan yang ada (Penatua, Diaken, Pendeta, UPK BIPRA) untuk mengikuti anggota kolomnya, juga kiranya menghimbau kepada seluruh jemaat yang ada.

2. Lilin/lampion/obor/lilin elektrik, dĺl untuk setiap peserta prosesi, yang tentu dikreasikan oleh kolom masing-masing dalam prosesi ke gereja. Lilin harus dipersiapkan dengan baik agar indah dan supaya selama prosesi dari kolom ke gereja tidak padam. Apabila jarak terlalu jauh untuk berjalan dapat diatur menggunakan kendaraan dan berhenti sekitar beberapa meter dari gereja kemudian berjalan kaki berprosesi ke gereja secara bersama-sama.

3. Lagu-lagu yang akan dinyanyikan selama perjalanan/perarakan.

4. Hiasan natal sebanyak 5 (lima) buah untuk pohon natal, yaitu yang berbentuk gantungan buah, sebaiknya berwarna merah atau kuning emas, bukan berbentuk slayer, pita, dll. 5 buah mewakili 5 unsur BIPRA ada keluarga dan pribadi yang juga berkeinginan untuk memberi persembahan Natal dalam bentuk hiasan Natal untuk pohon, maka dapat bersama-sama dengan utusan kolom itu ketika sedang memasang hiasan Natal di pohon.

(12)

TATA IBADAH MALAM NATAL JEMAAT “PAULUS” MATUNGKAS

Selasa, 24 Desember 2024

PERENUNGAN AWAL

- Unsur ini dilakukan di kolom. Semua anggota jemaat berkumpul di satu rumah/halaman jemaat.

- Lilin/lampion/obor/lilin elektrik/batere, dll yang menyimbolkan terang, sudah dipersiapkan sebelumnya untuk diarak menjadi bagian dari proses ibadah

- PENATUA (P1) dan DIAKEN (P2) memakai stola Pelsus/putih. Para Pendeta menggunakan kemeja baniang dengan stola Adven.

Menyanyi: KJ No.109:1 “HAI MARI BERHIMPUN”

Hai mari berhimpun dan bersukaria! Hai mari semua ke Betlehem!

Lihat Yang Lahir Raja Bala sorga. Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhan-mu!

P1 Marilah kita persiapkan hati dan pikiran kita untuk menyembah TUHAN yang telah menyinari kehidupan kita.

J Semoga firman Allah yang kudus tetap menjadi cahaya dalam kehidupan kita.

P2 Agar kesaksian semakin nyata bahwa la sudah lahir, la Imanuel: Allah menyertai kita.

J Dan semoga sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hati kita.

Semua: Biarlah perhimpunan sembah dan puji malam ini mendapatkan kenan Allah Tuhan kita.

Menyanyi: KJ No. 109:2 “HAI MARI BERHIMPUN”

Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t'lah turun menjadi manusia.

Allah sendiri dalam rupa insan! Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhan-mu!

P1 (memasang sebuah lilin/lampion/obor/dll). Engkau membuat malam kudus ini berseri dengan kemuliaan Yesus Kristus, Terang kami, penglihatan yang bersinar dan yang baru dari kemuliaan-Mu.

Menyanyi: KJ No. 109:5 “HAI MARI BERHIMPUN”

Cahaya abadi dari Allah Bapa kentara berwujud di dunia:

Anak ilahi berbalutkan lampin. Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhan-mu!

P2 (memasang sebuah lilin/lampion/obor/dll). Yesaya 9:2 “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman,atasnya terang telah bersinar."

P1 Mari kita berdoa:….

(Setelah berdoa semua menyalakan lilin/lampion/obor/lilin elektrik, dll. Selanjutnya semua berprosesi dengan teratur menuju ke gedung gereja, didahului oleh Pelsus (tetap menggunakan stola); sambil semua menyanyikan lagu-lagu Natal. Setelah sampai di halaman gereja, alat-alat penerangan yang dibawa lilin, obor, lampion dapat ditata/diletakkan di sekitar pagar/halaman gereja)

LITANI TENTANG GELAP DAN TERANG

(Di luar gedung gereja semua anggota jemaat berkumpul, suasana di dalam gereja gelap/lampu sudah dimatikan, termasuk lampu Natal di pohon Natal masih dalam keadaan mati/off)

(13)

P Kami menanti dalam gelap, berharap, datangnya cahaya yang membebaskan dan menyelamatkan.

J Ya cahaya ilahi, datanglah dan terangilah kami!

Penatua: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;

mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar."(menyalakan sebuah lilin)

Diaken: "Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (menyalakan sebuah lilin)

P Ya Allah, ketika kekelaman menyelimuti bumi, kiranya kemuliaan-Mu datang dengan penuh keindahan, seperti seberkas sinar di langit yang menguak tirai kegelapan di pinggir kota Betlehem (menyalakan sebuah lilin)

J Kami berdoa, datanglah dan terangilah kami. Amin.

Menyanyi: KJ No. 422 “YESUS BERPESAN” (sambil prosesi masuk dan ketika Khadim menyalakan lilin Natal, maka di saat itu semua lampu ruangan gereja dinyalakan, termasuk lampu di pohon Natal. Sesudah itu, khadim naik ke Mimbar) Yesus berpesan: Dalam malam g'lap kamu harus jadi lilin gemerlap;

anak masing-masing di sekitarnya, dalam dunia ini bersinarlah!

Yesus berpesan: Bersinarlah t'rang; lilinmu Kulihat malam dan siang.

Anak masing-masing di sekitarnya, untuk hormat Tuhan bersinarlah!

Yesus berpesan: Dunia penuh banyak macam dosa, duka dan keluh;

anak masing-masing di sekitarnya, untuk sesamamu bersinarlah!

TAHBISAN (Jemaat berdiri)

P Dalam nama Bapa, Putera Yesus Kristus dan Roh Kudus turunlah atas kami anugerah dan berkat dalam persekutuan Ibadah Malam Natal Jemaat...saat ini. Amin.

J Terpujilah TUHAN, Allah Israel, sebab la melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya. la menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita. Amin.

Menyanyi: BINTANG GEMERLAP

Malam sunyi senyap bintang-bintang gemerlap T’lah terdengar suara bawa kabar senang Yesus Juruslamat datang di Betlehem, 2x

Malam sunyi senyap terkejutlah gembala Lihat cahya besar dengar warta genap Yesus Jurus’lamat datang di Betlehem, 2x PENGAKUAN DOSA DAN ANUGERAH ALLAH (Jemaat duduk)

(Masuk beberapa orang lakon yang merepresentasikan dosa-dosa dalam hidup manusia) Lakon 1: Dalam kehampaan dan kesenangan jalan hidup, manusia lebih memilih

mengikuti kehendak daging daripada kehendak Allah:

Jadwal/tata urutan kegiatan Malam Natal

17.00-17.15 Persiapan di kolom, semua anggota kolom berkumpul di salah satu rumah/keluarga yang ditentukan

(14)

17.15-17.30 PERENUNGAN AWAL, ibadah perenungan ini dipimpin oleh Para Penatua/ Pendeta/Diaken/Guru Agama/Vikaris Pendeta. Unsur ini diawali dengan menyalakan alat penerang (lilin/obor/lampion/lilin elektrik) yang akan dipakai dalam prosesi dari Kolom ke Gereja. Lilin-lilin ini diatur/dibuat sedemikian rupa agar tidak padam selama dalam perjalanan.

17.30-17.45 Prosesi lilin sambil diiringi nyanyian-nyanyian Natal sampai tiba di lokasi gedung gereja, semua

17.45-18.00 Persiapan di gedung gereja lilin diletakkan di depan pagar atau sekelilin gedung gereja.

18.00-20.00 Ibadah Perayaan Malam Natal

20.00-23.00 Kegiatan Caroling/Christmas Carol atau Kumantar di rumah-rumah anggota jemaat, terutama kepada mereka yang lansia, janda/duda, anak cacat/yatim-piatu, dll atau sesuai dengan kreasi dan kemampuan kolom atau BIPRA atau Panitia.

23.00-24.00 Doa Malam Natal bersama keluarga/seisi rumah masing-masing.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh kolom (dalam koordinasi Penatua dan Diaken):

1. Anggota jemaat (BIPRA) dan Pelayan yang ada (Penatua, Diaken, Pendeta, UPK BIPRA) untuk mengikuti anggota kolomnya, juga kiranya menghimbau kepada seluruh jemaat yang ada.

2. Lilin/lampion/obor/lilin elektrik, dĺl untuk setiap peserta prosesi, yang tentu dikreasikan oleh kolom masing-masing dalam prosesi ke gereja. Lilin harus dipersiapkan dengan baik agar indah dan supaya selama prosesi dari kolom ke gereja tidak padam. Apabila jarak terlalu jauh untuk berjalan dapat diatur menggunakan kendaraan dan berhenti sekitar beberapa meter dari gereja kemudian berjalan kaki berprosesi ke gereja secara bersama-sama.

3. Lagu-lagu yang akan dinyanyikan selama perjalanan/perarakan.

4. Hiasan natal sebanyak 5 (lima) buah untuk pohon natal, yaitu yang berbentuk gantungan buah, sebaiknya berwarna merah atau kuning emas, bukan berbentuk slayer, pita, dll. 5 buah mewakili 5 unsur BIPRA ada keluarga dan pribadi yang juga berkeinginan untuk memberi persembahan Natal dalam bentuk hiasan Natal untuk pohon, maka dapat bersama-sama dengan utusan kolom itu ketika sedang memasang hiasan Natal di pohon.

Lakon 2: Dendam, dengki, amarah, perseturuan dan perselisihan memuaskan hasrat hati manusia. Terlalu sering membanggakan diri dan terpesona pada kekuatan diri sendiri.

Lakon 3: Masa bodoh dan acuh tak acuh serta tak peduli karena egoisme dan pementingan diri.

Lakon 4: Sombong, angkuh, tinggi hati, congkak, arogan membuatnya dijauhi Tuhan dan sesama

Lakon 5: Perundungan atau bullying, perzinahan, perjudian, penipuan dan pemabukan seolah hal yang biasa

Lakon 6: Cinta uang membuat manusia meremehkan sesamanya. Celakanya, manusia merasa seolah tanpa dosa, tanpa salah dan tanpa noda.

P Biarlah kita semua menyadari dosa-dosa ini dan mengakuinya dengan rendah hati di hadapan-Nya.

J “Biarlah la kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut." (Mikha 7:19)

Menyanyi: NATAL DI HATIKU

Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu Sebab Natal tak akan berarti tanpa kasih-Mu lahir di hatiku

Hanya bersama-Mu Yesus, kurasakan selalu, indahnya Natal di hatiku PEMASANGAN LILIN (lampu dipadamkan)

P Saudaraku, lagu “Malam Kudus” pertama kali dinyanyikan pada hari Kamis tanggal 24 Desember 1818, 206 tahun yang lalu, oleh Joseph Mohr, sang penulis syair, dengan suara tenor sambil memainkan sebuah gitar; oleh Franz Gruber, sang penulis melodi, dengan suara bass dan dibantu oleh koor yang terdiri dari beberapa anak perempuan. Oleh karena organ gereja rusak saat itu, maka lagu ini pertama kali dinyanyikan dengan memakai gitar. Beberapa hari kemudian datang seorang tukang reparasi organ gereja, dialah yang sebenarnya mempopulerkan lagu "Malam Kudus".

Karena ia meminta salinan lagu itu, kemudian dinyanyikan oleh koor gereja Ziller di Pekar Raya Leipzig sehingga lagu ini menyebar ke Jerman dan Austria. Tahun 1840, lagu ini di cetak dan diterbitkan ke seluruh dunia. Kini, Natal seolah belum lengkap kalau lagu ini belum dinyanyikan. Karena itu, di malam Natal ini mari kita menyalakan lilin sebagai tekad untuk menjadi saksi Injil dan terang dunia, sambil menyanyi lagu “Malam Kudus”.

(Khadim menyalakan sebuah lilin, diikuti oleh para Ketua BIPRA memasang sebuah lilin dan pada saat lagu mulai dinyalakan para pendeta/khadim dan Ketua BIPRA memasang lilin pada jemaat)

Menyanyi: KJ No. 92:1-3 MALAM KUDUS

Solo Anak: Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.

Hanya dua berjaga terus - ayah bunda mesra dan kudus;

Anak tidur tenang,Anak tidur tenang.

J (kembali menyanyikan ayat 1)

Solo Remaja/Pemuda): Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;

bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya: "Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"

(15)

J (kembali menyanyikan ayat 2)

Solo Bapak/lbu: Malam kudus, sunyi senyap, Kurnia dan berkat

tercermin bagi kami terus di wajah-Mu, ya Anak Kudus cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

J (kembali menyanyikan ayat 3)

(setelah selesai proses penyalaan lilin pada seluruh jemaat, menyanyi Seribu Lilin, lampu ruangan masih tetap padam)

Menyanyi: SERIBU LILIN (Jemaat dapat mengangkat lilin yang sudah dinyalakan) Seribu lilin nyalakan di tengah dunia

Biar sinarnya menyatakan kemuliaan surga Wartakan pada dunia kabar sukacita T’lah lahir Yesus, Penebus, Juruslamat kita Hai bintang indah Betlehem kiranya sinarmu Bawa harapan dan damai bahagia di kalbu

Kehangatanmu kirimkan di hati yang beku Kehangatan kasih Tuhan di Natal yang syahdu RENUNGAN MALAM NATAL

 Doa (saat amin, lampu dinyalakan)

 Pembacaan Alkitab

 Renungan PERSEMBAHAN

P Tuhan sudah memberikan banyak berkat kepada kita. Itulah pemberian yang Terbesar dan Agung, yaitu Anak-Nya, Yesus Kristus.

J “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu- Nya,lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur."

P Saat ini kita akan membawa persembahan kita ke dalam model palungan di depan mimbar ini. Ketika saudara memberi di dalam palungan ini secara otomatis tubuh saudara perlu membungkuk. Itulah tanda penyembahan dan kerendahan hati kita dalam memberi persembahan saat ini.

Menyanyi: TITIAN KASIH

Di tempat Mahatinggi namun tak tersembunyi kasih sayang-Mu Tuhan

Engkau datang ke bumi tuk menggenapi janji-Mu tentang Yerusalem yang baru Tahun silih berganti Natal datang kini undang Dia di hati

Damaikan diri ini biar Dia satukan yang terputus dan Dia hapus tangisan dan air mata

Bila kurenungkan diriku ini

entah apa jadinya hidup ini tanpa campur tangan-Mu Tuhan Akan kemana arah langkah ini entah di mana bagaimana dari manakah datang pertolongan

Tanpa Kau buka Tuhan tirai kasih-Mu Tuhan

maka titian takkan ada di depanku hanyalah jurang yang menganga.

DOA SYUKUR: ……..

NYANYIAN PENUTUP DAN BERKAT (Jemaat berdiri) Menyanyi: HALELUYA

Bintang-bintangpun teranglah seterang hatiku Anak Penebus t'lah datang menebus dosaku Lihatlah semua gembala bersuka hati Serta semua malaikat datang bernyanyi Haleluya, Haleluya, Haleluya..

P Pergilah dengan damai dan berdamailah dengan semua orang:

Maka Kasih Karunia Tuhan Yesus, menyertai saudara-saudara, dari sekarang sampai selama-lamanya

J Amin...Amin...Amin...(dinyanyikan)

SAAT TEDUH

(16)

DOA SYUKUR: ……..

NYANYIAN PENUTUP DAN BERKAT (Jemaat berdiri) Menyanyi: HALELUYA

Bintang-bintangpun teranglah seterang hatiku Anak Penebus t'lah datang menebus dosaku Lihatlah semua gembala bersuka hati Serta semua malaikat datang bernyanyi Haleluya, Haleluya, Haleluya..

P Pergilah dengan damai dan berdamailah dengan semua orang:

Maka Kasih Karunia Tuhan Yesus, menyertai saudara-saudara, dari sekarang sampai selama-lamanya

J Amin...Amin...Amin...(dinyanyikan)

SAAT TEDUH

TATA IBADAH MALAM NATAL

JEMAAT “PAULUS” MATUNGKAS Selasa, 24 Desember 2024 PERSIAPAN

Penyelenggara Ibadah : Marilah kita berdiri, dan memulaikan ibadah dengan menyanyi (sambil prosesi masuk dan ketika Khadim menyalakan lilin Natal. Sesudah itu, khadim naik ke Mimbar)

Menyanyi: KJ No. 422 “YESUS BERPESAN”

Yesus berpesan: Dalam malam g'lap kamu harus jadi lilin gemerlap;

anak masing-masing di sekitarnya, dalam dunia ini bersinarlah!

Yesus berpesan: Bersinarlah t'rang; lilinmu Kulihat malam dan siang.

Anak masing-masing di sekitarnya, untuk hormat Tuhan bersinarlah!

Yesus berpesan: Dunia penuh banyak macam dosa, duka dan keluh;

anak masing-masing di sekitarnya, untuk sesamamu bersinarlah!

TAHBISAN (Jemaat berdiri)

P Dalam nama Bapa, Putera Yesus Kristus dan Roh Kudus turunlah atas kami anugerah dan berkat dalam persekutuan Ibadah Malam Natal Jemaat...saat ini. Amin.

J Terpujilah TUHAN, Allah Israel, sebab la melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya. la menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita. Amin.

Menyanyi: BINTANG GEMERLAP

Malam sunyi senyap bintang-bintang gemerlap T’lah terdengar suara bawa kabar senang Yesus Juruslamat datang di Betlehem, 2x

Malam sunyi senyap terkejutlah gembala Lihat cahya besar dengar warta genap Yesus Jurus’lamat datang di Betlehem, 2x PENGAKUAN DOSA DAN ANUGERAH ALLAH (Jemaat duduk)

(Masuk beberapa orang lakon yang merepresentasikan dosa-dosa dalam hidup manusia) Lakon 1: Dalam kehampaan dan kesenangan jalan hidup, manusia lebih memilih

mengikuti kehendak daging daripada kehendak Allah:

Lakon 2: Dendam, dengki, amarah, perseturuan dan perselisihan memuaskan hasrat hati manusia. Terlalu sering membanggakan diri dan terpesona pada kekuatan diri sendiri.

Lakon 3: Masa bodoh dan acuh tak acuh serta tak peduli karena egoisme dan pementingan diri.

Lakon 4: Sombong, angkuh, tinggi hati, congkak, arogan membuatnya dijauhi Tuhan dan sesama

Lakon 5: Perundungan atau bullying, perzinahan, perjudian, penipuan dan pemabukan seolah hal yang biasa

(17)

Lakon 6: Cinta uang membuat manusia meremehkan sesamanya. Celakanya, manusia merasa seolah tanpa dosa, tanpa salah dan tanpa noda.

P Biarlah kita semua menyadari dosa-dosa ini dan mengakuinya dengan rendah hati di hadapan-Nya.

J “Biarlah la kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut." (Mikha 7:19)

Menyanyi: NATAL DI HATIKU

Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu Sebab Natal tak akan berarti tanpa kasih-Mu lahir di hatiku

Hanya bersama-Mu Yesus, kurasakan selalu, indahnya Natal di hatiku PEMASANGAN LILIN (lampu dipadamkan)

P Saudaraku, lagu “Malam Kudus” pertama kali dinyanyikan pada hari Kamis tanggal 24 Desember 1818, 206 tahun yang lalu, oleh Joseph Mohr, sang penulis syair, dengan suara tenor sambil memainkan sebuah gitar; oleh Franz Gruber, sang penulis melodi, dengan suara bass dan dibantu oleh koor yang terdiri dari beberapa anak perempuan. Oleh karena organ gereja rusak saat itu, maka lagu ini pertama kali dinyanyikan dengan memakai gitar. Beberapa hari kemudian datang seorang tukang reparasi organ gereja, dialah yang sebenarnya mempopulerkan lagu "Malam Kudus".

Karena ia meminta salinan lagu itu, kemudian dinyanyikan oleh koor gereja Ziller di Pekar Raya Leipzig sehingga lagu ini menyebar ke Jerman dan Austria. Tahun 1840, lagu ini di cetak dan diterbitkan ke seluruh dunia. Kini, Natal seolah belum lengkap kalau lagu ini belum dinyanyikan. Karena itu, di malam Natal ini mari kita menyalakan lilin sebagai tekad untuk menjadi saksi Injil dan terang dunia, sambil menyanyi lagu “Malam Kudus”.

(Khadim menyalakan sebuah lilin, diikuti oleh para Ketua BIPRA memasang sebuah lilin dan pada saat lagu mulai dinyalakan para pendeta/khadim dan Ketua BIPRA memasang lilin pada jemaat)

Menyanyi: KJ No. 92:1-3 MALAM KUDUS

Solo Anak: Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.

Hanya dua berjaga terus - ayah bunda mesra dan kudus;

Anak tidur tenang,Anak tidur tenang.

J (kembali menyanyikan ayat 1)

Solo Remaja/Pemuda): Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;

bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya: "Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"

J (kembali menyanyikan ayat 2)

Solo Bapak/lbu: Malam kudus, sunyi senyap, Kurnia dan berkat

tercermin bagi kami terus di wajah-Mu, ya Anak Kudus cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

J (kembali menyanyikan ayat 3)

(setelah selesai proses penyalaan lilin pada seluruh jemaat, menyanyi Seribu Lilin, lampu ruangan masih tetap padam)

Menyanyi: SERIBU LILIN (Jemaat dapat mengangkat lilin yang sudah dinyalakan) Seribu lilin nyalakan di tengah dunia

Biar sinarnya menyatakan kemuliaan surga Wartakan pada dunia kabar sukacita T’lah lahir Yesus, Penebus, Juruslamat kita Hai bintang indah Betlehem kiranya sinarmu Bawa harapan dan damai bahagia di kalbu

Kehangatanmu kirimkan di hati yang beku Kehangatan kasih Tuhan di Natal yang syahdu RENUNGAN MALAM NATAL

 Doa (saat amin, lampu dinyalakan)

 Pembacaan Alkitab

 Renungan PERSEMBAHAN

P Tuhan sudah memberikan banyak berkat kepada kita. Itulah pemberian yang Terbesar dan Agung, yaitu Anak-Nya, Yesus Kristus.

J “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu- Nya,lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur."

P Saat ini kita akan membawa persembahan kita ke dalam model palungan di depan mimbar ini. Ketika saudara memberi di dalam palungan ini secara otomatis tubuh saudara perlu membungkuk. Itulah tanda penyembahan dan kerendahan hati kita dalam memberi persembahan saat ini.

Menyanyi: TITIAN KASIH

Di tempat Mahatinggi namun tak tersembunyi kasih sayang-Mu Tuhan

Engkau datang ke bumi tuk menggenapi janji-Mu tentang Yerusalem yang baru Tahun silih berganti Natal datang kini undang Dia di hati

Damaikan diri ini biar Dia satukan yang terputus dan Dia hapus tangisan dan air mata

Bila kurenungkan diriku ini

entah apa jadinya hidup ini tanpa campur tangan-Mu Tuhan Akan kemana arah langkah ini entah di mana bagaimana dari manakah datang pertolongan

Tanpa Kau buka Tuhan tirai kasih-Mu Tuhan

maka titian takkan ada di depanku hanyalah jurang yang menganga.

(18)
(19)
(20)

PERSEMBAHAN (Jemaat duduk dan/atau berjalan)

P Marilah kita membawa persembahan kita. Nas persembahan : Matius 2:11. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Menyanyi KJ. No. 123. S’lamat, S’lamat Datang

S'lamat, s'lamat datang, Yesus, Tuhan-ku! Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.

S'lamat datang, Tuhan-ku, ke dalam dunia;

Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!

"Kyrie eleison": Tuhan, tolonglah! Semoga kidung kami tak bercela.

BundaMu Maria diberi karunia

melahirkan Dikau kudus dan mulia. Salam, salam!

Nyanyian malaikat nyaring bergema; gembala mendengarnya di Efrata:

"Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!

Dalam kandang domba kau dapat bertemu." Salam, salam!

Datang orang Majus ikut bintangNya, membawa pemberian dan menyembah.

Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;

Pada Jurus'lamat mereka bersyukur. Salam, salam!

DOA UMUM

P Marilah kita berdoa : (Doa penyembahan, Doa syukur, Doa permohonan, Doa persembahan, Doa syafaat)

P+J Doa Bapa Kami.

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat berdiri)

Menyanyi KJ. No. 101:1,3,5. Alam Raya Berkumandang Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;

dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema:

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!

Sudah lahir Jurus'lamat itu berita lagunya.

Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan padaNya.

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!

Mari, kita pun kesana untuk melihat Putera.

Mari, kita persembahkan suara dan hati padaNya!

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!

BERKAT

P Terimalah berkat Tuhan, dan pulanglah dengan sejahtera :

Kasih karunia Yesus Kristus, TUHAN kita, menyertai saudara sekalian.

J

SAAT TEDUH

TATA IBADAH HARI NATAL I JEMAAT “PAULUS” MATUNGKAS

Rabu, 25 Desember 2024

PERSIAPAN

Penyelenggara Ibadah : Marilah kita berdiri dan menyanyi KJ. No. 119:1-2. Hai dunia, Gembiralah

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!

Di hatimu terimalah! Bersama bersyukur, Bersama bersyukur, Bersama sama bersyukur!

Hai dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!

Hai bumi, laut, gunung lembah, bersoraklah terus, Bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!

TAHBISAN (Jemaat berdiri)

P Ibadah Hari Natal ini ditahbiskan dalam nama Allah Bapa, yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

J Amin.

SALAM

P Selamat Hari Natal, saudara-saudara, Juruselamat telah lahir. Haleluya!

J Selamat Hari Natal, saudara. Juruselamat telah lahir di kota Daud. Haleluya!

NAS PEMBIMBING

Referensi

Dokumen terkait

jemaat GPM Haria terhadap larangan mengikuti perjamuan kudus bagi pasangan kawin piara ditinjau dari. perspektif pemagaran meja perjamuan Tuhan menurut

Kami juga dengan penuh sukacita menyambut Saudara-saudara yang berasal dari gereja lain yang bersedia dan siap untuk merayakan Perjamuan Kudus bersama dengan kami

Akan dilaksanakan Sakramen Perjamuan Kudus Jumat Agung pada Ibadah Hari Jumat, 02 April 2021. Bagi warga jemaat yang tidak dapat ambil bagian dalam Sakramen Perjamuan

Akan dilaksanakan Sakramen Perjamuan Kudus pada Ibadah Hari Minggu, 04 Juli 2021. Bagi warga jemaat yang tidak dapat ambil bagian dalam Sakramen Perjamuan di

Calvin juga menasi- hatkan untuk mengisi masa-masa penantian perayaan Perjamuan Kudus setelah penyelidikan diri dengan cara berdoa, tetap percaya kepada satu Tuhan

Dalam uraian yang telah dipaparkan di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa, sejak gereja perdana, anak-anak sudah diperolehkan untuk mengikuti Perjamuan

Yang saya mau tunjukkan dengan kutipan tadi adalah ini; yang penting dalam perayaan Perjamuan Kudus bukanlah roti dan anggur pada dirinya sendiri, melainkan pada fungsinya

Perjamuan Kudus adalah Proklamasi akan Kematian Kristus (I Kor 11:26) Dalam pelaksanaan Perjamuan Kudus, kita dapat memahami bahwa Tuhan Yesus telah diutus Bapa ke dalam dunia,