• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemetaan Kelompok Berperilaku Resiko untuk Merencanakan Intervensi Vagi Populasi Kunci di Lingkungan Waria dan Wanita Pekerja Seks Guna Pelaksanaan Program Penanggulangan Hiv Dan Aids Di Kota Malangpemetaan Kelompok Berperilaku Resiko Untuk Merencanakan Intervensi Vagi Populasi Kunci Di Lingkungan Waria dan Wanita Pekerja Seks Guna Pelaksanaan Program Penanggulangan Hiv dan Aids Di Kota Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pemetaan Kelompok Berperilaku Resiko untuk Merencanakan Intervensi Vagi Populasi Kunci di Lingkungan Waria dan Wanita Pekerja Seks Guna Pelaksanaan Program Penanggulangan Hiv Dan Aids Di Kota Malangpemetaan Kelompok Berperilaku Resiko Untuk Merencanakan Intervensi Vagi Populasi Kunci Di Lingkungan Waria dan Wanita Pekerja Seks Guna Pelaksanaan Program Penanggulangan Hiv dan Aids Di Kota Malang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

ii

DAFTAR ISI Deskripsi dan uraian umum

Daftar isi ii

Ringkasan iii

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang Masalah 1

Rumusan Masalah 4

Tujuan Penelitian 5

Target Penelitian 5

Bab II Tinjauan Pustaka

Definisi AIDS dan HIV 7

Defini dan Jenis Pemetaan 7

Definisi operasional populasi kunci di pemetaan 9

Situasi Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia 9

Intervensi Struktural 10

Pengertian dan Tujuan Program PMTS Paripurna 10

Ruang Lingkup Program PMTS Paripurna 11

Bab III Metodologi Penelitian

Metode Penelitian 12

Teknik Pendekatan Penelitian 12

Lokasi Penelitian dan waktu Penelitian 13

Jenis dan sumber Data 13

Teknik Pengumpulan Data 13

Teknik Pengolahan Dan Analisis Data 14

Teknik Pengambilan Sampel 17

Bab IV Jadwal Penelitian 20

Daftar Pustaka 21

Lampiran 22

(5)

ii

RINGKASAN

Populasi kunci merupakan kelompok berisiko tertular atau menularkan HIV yang disebabkan oleh hubungan seks berisiko. Keberadaan populasi kunci di masyarakat sebagai individu ataupun kelompok sifatnya dinamis dan secara terus menerus berubah, sehingga besaran populasi dan karakteristik sosial di setiap lokasi atau hotspot juga akan selalu mengalami perubahan. Terkait kebutuhan data untuk pelaksanaan program penanggulangan HIV dan AIDS pada kelompok populasi kunci, sangat diperlukan pemuthakiran data pemetaan lokasi/hotspot beserta jumlahnya di tiap lokasi tersebut. Kelompok yang akan mendapat manfaat utama program ini, yaitu Populasi Kunci yang terdiri dari :

1. Pekerja seks perempuan langsung dan tidak langsung, 2. Lelaki seks dengan lelaki (LSL),

3. Waria

Pemetaan adalah salah satu teknik dasar untuk mengumpulkan infomasi yang diperlukan untuk merencanakan intervensi bagi populasi kunci. Pemetaan program dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi mengenai besaran masalah kesehatan dan cakupan program dari layanan yang ada. Pemetaan yang akan dilakukan ini bukan hanya untuk mendapatkan informasi geografis tetapi juga data sosial dari setiap populasi kunci dan layanan yang dibutuhkan.

Pemetaan berguna untuk menggambarkan sebaran dan besaran sebuah situasi dan permasalahanan pada wilayah tertentu dengan memanfaatkan pemahaman dari anggota populasi yang berada dalam wilayah tersebut (insider’s perspective) agar bisa merekomendasikan sebuah program yang layak dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Dalam program penanggulangan AIDS, populasi kunci didefinisikan sebagai orang- orang atau sekelompok orang yang disebabkan karena situasi sosial dimilikinya atau perilaku yang dilakukannya, mereka menjadi rentan atau berisiko terpapar atau memaparkan HIV kepada/dari orang-orang yang ada dikelompok atau luar kelompoknya. Populasi yang termasuk dalam kategori ini adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, pekerja seks dan pasangan seksnya, orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) pasangan negatif dari pasangan yang berbeda status HIVnya .

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

Bagaimana sebaran situasi sosial di lingkungan orang-orang beresiko (Waria dan WPS) yang meliputi: peran pemangku kepentingan dalam penciptaan lingkungan kondusif, dan kegiatan komunikasi perubahan perilaku di kota Malang?

Pemetaan adalah alat penting untuk merencanakan intervensi program HIV bagi populasi kunci.

Adapun tujuan dari pemetaan secara umum adalah:

a. Untuk mengetahui jumlah dari sebaran populasi kunci WPS dan Waria di wilayah Kota Malang sebagai penerima manfaat program pencegahan dan penanggulangan HIV dan b. Untuk mengetahui peta fisik di mana populasi kunci WPS dan Waria penerima manfaatAIDS program biasanya berada (tempat nongkrong, tempat tinggal, situasi fisik lingkungan nongkrong, akses fisik menuju lokasi tersebut).

c. Untuk mengtehuai peta sosial populasi kunci penerima manfaat program (meliputi:

karakter demografi, aktivitas sehari-hari, mobilitas, stakeholder lokasi atau orang-orang berpengaruh di komunitas dan lainnya).

d. Mengurangi penularan HIV di kalangan populasi kunci yang berisiko tinggi, terutama kaum muda.

e. Meningkatkan pengetahuan yang komprehensif sebagai upaya pencegahan kepada masyarakat secara umum.

f. Sebagai bahan masukan untuk penyesuaian target program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS khususnya Kota Malang

Referensi

Dokumen terkait