Judul Skripsi : BIMBINGAN INDIVIDU DALAM MENGATASI PERILAKU TIGA SISWA YANG SERING BERMAIN GAME ONLINE “MOBILE LEGEND” DI Ponpes SIROJUDDIN SIDABOWA. Meski demikian, para guru pesantren tidak tinggal diam dalam memberikan bimbingan individu untuk mengatasi perilaku sering bermain game online mobile play. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan belajar individu tidak hanya diberikan kepada santri yang sering bermain game online Mobile Legend saja, namun juga diberikan kepada seluruh santri di pesantren.
Kekerapan bermain game online mobile legends juga lumrah di kalangan santri Pondok Pesantren Sirojuddin, dimana ketiga santrinya sering memainkan game online mobile legends. Dalam hal ini, upaya guru pesantren dalam menangani santri yang sering bermain game online bertujuan untuk memberikan arahan. Berdasarkan permasalahan yang terungkap, maka timbul pertanyaan: Bagaimana implementasi bimbingan individu yang dilakukan guru Pondok Pesantren Sirojuddin dalam menghadapi perilaku ketiga santri yang sering bermain game online “Mobile Legend”.
Untuk mengetahui bagaimana konseling individu yang dilakukan guru Pondok Pesantren Sirojuddin dalam menghadapi perilaku ketiga santri yang sering bermain game online “Mobile Legend”. Bagi pengurus pesantren diharapkan hasil penelitian dapat memberikan informasi untuk bimbingan individu dan menghadapi santri yang sering bermain game online mobile legends. Bagi para guru di lingkungan pesantren, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam melaksanakan bimbingan individu dan menghadapi santri yang sering bermain game online Mobile Legend.
Bagi para pengasuh pesantren, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan positif mengenai bimbingan individu dalam menghadapi santri yang sering bermain game online mobile legends sesuai dengan perkembangannya.
PENDAHULUAN
- Definisi Operasional
- Rumusan Masalah
- TujuanPenelitian
- Manfaat Penelitian
- KajianPustaka
- Sistematika Penulisan
Berdasarkan penelitian yang peneliti gunakan di atas sebagai tinjauan pustaka, terdapat tema yang hampir sama dengan penelitian peneliti yaitu bagaimana menerapkan bimbingan ketika berhadapan dengan seseorang yang sering bermain game online Mobile Legend. Gambaran umum Pondok Pesantren Sirojuddin, bimbingan individu dalam menghadapi santri yang sering bermain game online mobile legends dan analisis data.
KAJIAN TEORI
Definisi
Tujuan dan Fungsi Bimbingan Individu
Ruang Lingkup Bimbingan
Aspek-aspek Bimbingan Individu
Prosedur Bimbingan Individu
Teknik Bimbingan Individu
Game Online Mobile Legend
- Manfaat Game online mobile legend
- Dampak bermain game online mobile legend
Pondok Pesantren
- Definisi Pondok Pesantren
- Tujuan Pondok Pesantren
- Kewajiban pondok pesantren dalam perlindungan terhadap
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini menggunakan dua metode penelitian yaitu offline (lapangan) dan online (media sosial Whatsapp).
Subyek dan Obyek Penelitian
- Subjek penelitian
- Objek penelitian
SumberDataPenelitian
Pengumpulan data primer merupakan bagian internal dari proses penelitian dan sering kali diperlukan untuk tujuan pengambilan keputusan. Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang ada (peneliti sebagai pihak kedua).59 Data tersebut digunakan untuk menunjang informasi primer yang diperoleh yaitu dari bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya. 60.
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Observasi
- Dokumentasi
Wawancara yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah tentang bimbingan individu dalam mengatasi tiga perilaku siswa yang sering bermain game online mobile legends, dampak yang terjadi akibat siswa sering bermain game online mobile legenda, dan upaya guru dalam mengembangkan keterampilan siswa yang sering bermain game online mobile legenda. sering memainkan game online yang menyenangkan untuk seluler. Observasi adalah suatu metode ilmiah, observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang diselidiki.63 Metodologi ini dilakukan dengan cara berinteraksi langsung di lapangan dan mengamati serta mencatat fenomena atau data yang berkaitan dengan objek penelitian. Observasi dalam penelitian ini akan dilakukan dengan mengunjungi lokasi penelitian di Pondok Pesantren Sirojudin.
Data yang diperoleh dari observasi ini adalah data kehadiran siswa dalam mengikuti kegiatan pengajian. Dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data kualitatif dengan cara mengkaji atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek itu sendiri atau oleh orang lain mengenai subjek tersebut. Dokumentasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh peneliti kualitatif untuk memperoleh gambaran dari sudut pandang subjek, melalui media tertulis dan dokumen lain yang ditulis atau dibuat langsung oleh subjek.64.
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah untuk memperkuat data terkait penerapan pembelajaran individual dalam pengobatan santri yang sering memainkan permainan legendaris di Internet pada kalangan santri di Pondok Pesantren Sirojuddin Sidabowa.
Teknik Analisis Data
- Reduksi data
- Penyajian data
- Penarikan kesimpulan
Inilah awal mula pengaruh lingkungan atau teman subjek dalam bermain game online mobile legends. Dari sinilah awal mula pengaruh teman subjek dalam bermain game online mobile legends. Tahapan penerapan bimbingan individu untuk mengatasi perilaku ketiga Santri yang sering bermain Game Online Mobile Legend.
Setelah dilakukan observasi di pesantren, hasilnya diketahui bahwa Santri III juga memainkan game online mobile legends. Jika Anda mempunyai waktu luang di pondok, Anda bisa memanfaatkannya untuk bermain game online Mobile Legends dan ngobrol hingga larut malam. Langkah-langkah bimbingan individu dalam mengatasi ketiga perilaku siswa yang sering bermain game mobile online.
Solusi tersebut diperoleh santri yang rutin bermain game online mobile Legend setelah menjalani bimbingan individu di Pondok Pesantren Sirojudin. Berdasarkan permasalahan yang dialami santri di Pondok Pesantren Sirojuddin Sidabowa, maka bimbingan bertahap dilakukan oleh guru dibantu oleh pengurus untuk menangani santri yang sering bermain game online Mobile Legend. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti saat memberikan pendampingan kepada santri yang sering bermain game online mobile legends di Pondok Pesantren Sirojuddin.
Observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi atau keadaan siswa, dimana terdapat tiga siswa yang sering bermain game online mobile legends. Setelah mengetahui permasalahan yang ada, peneliti ingin mengetahui bagaimana pembelajaran individu yang dilakukan guru dalam menghadapi santri yang sering bermain game online mobile legends di Pondok Pesantren Sirojuddin. Dan dalam hal ini guru menerapkan tahapan pembelajaran individual kepada siswa yang sering bermain game legenda online.
Gunakan waktu luang anda untuk beraktivitas positif atau beristirahat dan kurangi intensitas bermain game online mobile legends. Siswa hendaknya disadarkan untuk tidak sering-sering memainkan game online mobile legendaris atau mengubah kebiasaan setelah melakukan bimbingan individu. Bagi para guru, kami berharap dalam penerapan bimbingan individu ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang sering bermain game online mobile legendaris saja, namun juga bagi seluruh siswa.
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Profil Pondok Pesantren
Saat ini Pondok Pesantren Sirojuddin tergolong pesantren modern karena baik dari segi bangunan maupun asramanya. Jumlah santri di Pondok Pesantren Sirojuddin mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pada awal berdirinya Pondok Pesantren Sirojuddin hanya terdapat santri putra di Pondok Pesantren Sirojuddin. Saat ini Pondok Pesantren Sirojuddin mempunyai puluhan santri dan santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sirojuddin.
Pada waktu malam, semua santri diharap bersolat, supaya mereka dapat mempelajari ilmu asas agama seperti fiqh, bahasa Arab, tajwid dan tulisan Arab. Dengan adanya dinia, akan diketahui sejauh mana kemampuan santri dalam ilmu agama sehingga kelak yang tidak tahu membaca dan menulis akan dapat membaca dan menulis huruf-huruf al-Quran.
Visi Misi Pondok Pesantren
Struktur Kepengurusan
Program Akademik dan Non Akademik di Pondok Pesantren Sirojuddin Pondok Pesantren Sirojuddin merupakan pondok pesantren salaf.
Program Akademik dan Non Akademik Pondok
Keadaan santri pondok pesantren Sirojuddin
Ada beberapa hal yang membuat orang sering memainkan game online Mobile Legend dikalangan remaja, yaitu pertama untuk refreshing atau melepas penat, kemudian untuk rank atau ranking. Penyebab yang kedua adalah teman-teman sekolah dan teman-teman pesantren yang bermain game online Mobile Legend, sehingga kesempatan bermain game online Mobile Legend bersama teman (Mabar) pasti akan dimanfaatkan. HBP menghabiskan 7-8 jam seharinya untuk bermain game online Mobile Legend, bahkan lebih banyak lagi saat tidak ada aktivitas dan tugas.
Kembali ke awal thread, pertama kali saya bermain game online Mobile Legend saat kelas MT 9 dan mulai bergaul dengan teman-teman dari luar daerah dan daerah, baik di MT maupun di pesantren. Saat pertama kali HBP mengenal game online, ia hanya melihat teman-temannya bermain game, kemudian teman-temannya menawarkan untuk bermain mobile legends online di ponselnya. Selama berada di pesantren, DGE mengaku bermain mobile legends online sekitar 6-7 jam sehari, setelah mendampingi santri I dan II hingga dini hari. membacakan Alquran Ba'damaghrib.
Sehingga kebutuhan tidurnya berkurang sehingga ia mengalami kerugian finansial karena bermain game online Mobile Legends membutuhkan modal untuk membeli paket internet. Tujuan dari bimbingan individu di Pondok Pesantren Sirojudin adalah agar santri dapat mengatur waktu dengan baik, disiplin mengikuti peraturan pesantren, dan mengurangi intensitas bermain game online mobile legends sehingga dapat mengembangkan keterampilan pribadinya. siswa. Dari hasil pengamatan terlihat Siswa I sering bermain game online mobile legends tanpa mengenal waktu dan begadang pada malam hari atau bahkan pagi hari.
Setelah dilakukan pengarahan kepada Siswa I, melakukan observasi dan wawancara kepada teman-teman Siswa I, diketahui bahwa Siswa I masih memerlukan bimbingan dan bantuan untuk mengurangi intensitas bermain game online mobile legends. Diagnosa yang dilakukan guru menemukan bahwa siswa II memanfaatkan waktu setelah mengaji untuk bermain game mobile Legend dengan siswa I dan III mabar (bermain bersama). Hal ini juga berarti siswa mempunyai kesadaran terhadap kebiasaan bermain game online legendaris selama berjam-jam dan bagaimana siswa dapat mengembangkan kemampuannya.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh peneliti di lapangan, bimbingan individu yang dilakukan guru dalam mengatasi tiga perilaku siswa yang sering bermain game mobile online legendaris pada tahapan yang berbeda. Berdasarkan wawancara di atas, dengan bimbingan individu yang dilaksanakan oleh guru, guru menyadarkan siswa agar lebih baik meluangkan waktunya untuk kegiatan yang lebih bermanfaat dan mengurangi aktivitasnya dalam bermain game online mobile legends. Berdasarkan wawancara di atas, dengan penerapan bimbingan individu, guru menyadarkan siswa agar dapat lebih memanfaatkan waktunya untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, serta dapat meningkatkan kemampuan bela diri dan mengurangi aktivitas bermain game online mobile legends.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan individu yang dilakukan guru Pondok Pesantren Sirojuddin dalam menghadapi perilaku tiga santri yang sering bermain game online “Mobile Legend” mempunyai lima fase yaitu fase awal (identifikasi masalah), diagnosis, prognosis. . dan tahap akhir (evaluasi dan tindak lanjut). Kemudian dilakukan perlakuan oleh guru dibantu oleh pengelola untuk mengurangi intensitas bermain mobile online game dan mengembangkan keterampilan pada siswa dengan tahapan penerapan bimbingan individu yang berbeda-beda yang telah ditetapkan.