PENDAHULUAN
Definisi Oprasioanal
Rumusan Masalah
12 Fitri Nur Chasanah, “Pendidikan Karakter, Kajian Pemikiran Imam Al Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad, Skirpsi, (Salatiga: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2017), hal. nilai-nilai spiritual terdapat dalam kitab Bidayatul Hidayah yang ditulis oleh Imam Al Ghazali.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
Penelitian ini fokus pada pengembangan layanan bimbingan spiritual dan peningkatan konsep diri spiritual siswa SMK Cokroaaminoto 1 Surakarta.16. Penelitian ini berbeda dengan yang diteliti oleh penulis, pada penelitian ini membahas tentang pengembangan layanan bimbingan spiritual untuk meningkatkan konsep diri spiritual kelas.
Metode Penelitian
Penelitian ini berbeda dengan apa yang diteliti oleh penulis. Dalam penelitian ini akan dibahas metode dan tahapan penerapan nilai-nilai spiritual pada siswa SMP Al Azhar Kelapa Gading, sedangkan peneliti akan mendalami nilai-nilai bimbingan spiritual dalam praktiknya. kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al Ghazali. Dokumentasi skripsi ini peneliti ambil dari Terjemahan dan Penjelasan Bidayatul Hidayah oleh Yahya Al Mutamakin dan Terjemahan dan Penjelasan Bidayatul Hidayah oleh Muhammad Nasif27.
Sistematika Penulisan
BAB Dua mengandungi Teori Perbincangan Nilai-Nilai Bimbingan Rohani, Kitab Bidayatul Hidayah dan Imam Al Ghazali. BAB EMPAT Berisi hasil penelitian pembahasan dan analisis data yang memuat nilai-nilai bimbingan rohani dalam kitab Bidayatul Hidayah.
BIMBINGAN SPIRITUAL DAN KITAB BIDAYATUL HIDAYAH
- Pengertian Bimbingan Spiritual
- Dasar-dasar Bimbingan Spiritual
- Tujuan Bimbingan Spiritual
- Unsur-unsur Bimbingan Spiritual
- Metode Bimbingan Spiritual
- Kitab Bidayatul Hidayah
38 Jaka Fransiska, Bimbingan spiritual Islam dalam mengatasi gangguan jiwa akibat gagal nikah, disertasi, (Palembang: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang, 2017), hal. Setiap aktivitas yang dilakukan manusia pasti memerlukan landasan, begitu pula dengan bimbingan rohani. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan bimbingan ruhani adalah membentuk kesempurnaan individu dalam mewujudkan hidupnya untuk memperoleh ridho Allah sehingga dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat.54.
Dari uraian tokoh-tokoh di atas dapat dijelaskan bahwa tujuan bimbingan rohani adalah agar seseorang mencapai kebahagiaan, ketenangan jiwa, merasa optimis dan menjadi manusia seutuhnya, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, Achmad Mubarok berpendapat bahwa bimbingan spiritual adalah penggunaan cara-cara keagamaan, yaitu dengan membangkitkan jiwa, dan memberikan bantuan kepada individu atau kelompok yang mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas-tugas kehidupan. Perbuatan dan pertolongan terhadap sesama meliputi amal shaleh, bimbingan ruhani yang berorientasi pada nilai moral dan nilai ibadah.
Menurut Lubis, metode kepemimpinan spiritual meliputi teknik pelatihan spiritual, menempa cinta kasih dan mencerminkan keteladanan yang baik. Dahlan juga memaparkan metode bimbingan spiritual yaitu tazkiyatunnufus atau upaya terus menerus menyucikan jiwa dan fikiran yang dilakukan oleh semua orang, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui amalan melalui beberapa kegiatan seperti silaturahmi, tausiyah, tsaqofa dan tasyirihah. . Berdasarkan pemikiran bahwa manusia adalah makhluk yang dinamis, maka bimbingan spiritual ini merupakan upaya untuk membantu seseorang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
BIOGRAFI IMAM AL GHAZALI
Pendidikan Imam Al Ghazali
Apabila ayahnya meninggal dunia, Imam Al Ghazali dan adiknya telah diamanahkan kepada seorang sahabat ayahnya bernama Ahmad bin Muhammad al Rizkani, seorang sufi agung, yang mengajar ilmu fiqh, biografi wali, syair cinta kepada Allah serta al-Quran. 'yang dipelajari 'an dan As-sunnah. 70. Ketika masih muda, beliau belajar undang-undang dengan Syeikh Ahmad bin Muhammad al Rizkani di kampung halamannya sendiri. Beliau tidak berpuas hati dengan pelajarannya, maka beliau pergi bersama sekumpulan pemuda untuk berguru dengan Imam Al Haromain Al Juawaini pada tahun 473 H dalam bidang Al Qur'an, Hadis, Logik dan retorik, beliau juga mempelajari hikmah dan falsafah. .
Beliau sangat cerdas dalam mencatat ilmu yang diberikan kepadanya, itulah sebabnya Imam Al Haromain memberinya gelar Bahrun Mughdiq (lautan yang luas dan tak berujung). Selanjutnya ketika memasuki usianya yang ke 484, tepatnya 34 tahun, Al Ghazali menerima panggilan Nizhamul Mulk untuk menjadi kepala madrasah Nizhamul Mulk di Bagdad, dan diangkatlah Syekh al Islami untuk memimpin madrasah Islam tersebut, mulai dari SD. ke pendidikan tinggi.71 Al Ghazali mengajar di Bagdad selama empat tahun, dan seterusnya. 71 Asy'ari Muhammad Yusuf, konsep pendidikan akhlak yang terdapat dalam buku Bidayatul Hidayah karya Al Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Al Ghazali dan relevansinya dengan materi akhlak di kelas menjadi menarik.
Setelah memperoleh kebenaran hakiki, Al Ghazali menghabiskan sisa hidupnya mengabdi selama puluhan tahun.72.
Hasil Karya Imam Al Ghazali
Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya ke Damaskus, ia hidup sebagai seorang zahid, ia memperdalam perasaan batinnya, meninggalkan kemewahan dan menyucikan dosa-dosanya selama kurang lebih dua tahun, kemudian pada tahun 490 H, tepatnya tahun 1098 M, ia berangkat ke Herbon dan umpan. pergi ke al Maqdis, Palestina. untuk melanjutkan perjalanannya ke Mesir, Maroko untuk bertemu dengan Amir pemerintahan Murabithun. Namun, ia mendapat kabar meninggalnya Amir sebelum bertemu dengannya, sehingga ia membatalkan niatnya dan kembali ke Mekah dan melanjutkan perjalanan ke Madinah. Setelah itu beliau berangkat ke Nizabur untuk dilantik menjadi Presiden Nizabur oleh ketua menteri gubernur.
Miskat al Anwar (Relung Cahaya). Akhlak al Abras wa an Najah min al Ashhar Akhlak tentang orang baik dan keselamatan dari kejahatan). Tahafut al Falasifah (Kebingungan Filsafat), membahas tentang kelemahan para filosof pada masa itu, yang kemudian dijawab oleh Ibnu Rusyd dalam kitab Tahafut al Tahafut.
Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al Ghazali
Ketiga berkenaan dengan etika pergaulan sosial, antaranya: (1) Etika guru dan pelajar, (2) Etika anak terhadap ibu bapa, (3) Etika pergaulan dengan orang yang belum mereka kenali, ( 4) cara berkawan dengan kawan, (5) cara bergaul dengan orang baru. 75. Kandungan etika dalam kitab Bidayatul Hidayah meliputi aspek pembentukan peribadi yang taat, seperti meninggalkan maksiat dan etika perhubungan dengan Tuhan serta perhubungan dengan makhluk lain, ini menggambarkan perhatian besar Imam Al-Ghazali terhadap etika. Imam Alghazali menekankan tentang pembiasaan dan pembentukan akhlak yang dimiliki oleh manusia dengan bimbingan kesempurnaan, dengan terbentuknya tenaga manusia yang baik dan sempurna akan mendorong lahirnya akhlak yang baik dan begitu juga sebaliknya.
75 Asy'ari Muhammad Yusuf, Konsep Pendidikan Akhlak yang Terkandung dalam Kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Al Ghazali dan Relevansinya Dengan Materi Akhlak Kelas X Madrasah Aliyah, Tesis, (Ponorogo: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo ) , muka surat 51.
Isi Kitab Bidayatul Hidayah
Makna Bimbingan Spiritual
Manusia mempunyai lima kebutuhan dasar spiritual, yaitu makna dan tujuan hidup, perasaan dan kasih sayang, kepercayaan dan harapan di masa sulit.77. Salah satu pakar Piedmont berpendapat bahwa spiritualitas merupakan ciri kekuatan emosional manusia yang dapat mendorong dan membimbing perilaku manusia, serta mengajak manusia untuk memahami makna hidup dan menyadarkan mereka akan kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Miller juga mengatakan bahwa spiritualitas ada tiga. Ruang lingkup yang pertama adalah kegiatan yang dilakukan dengan berdoa, beribadah seperti sembahyang dan meditasi, yang kedua adalah keyakinan etis, yang ketiga adalah pengalaman yang bergantung pada setiap orang. Kekuatan spiritual yang terkandung dalam diri manusia dapat menggerakkan manusia itu sendiri pada ilmu dan kasih sayang, serta harapan dan ketenangan jiwa, sehingga aspek spiritual tidak kalah ampuhnya dengan aspek lainnya dalam membantu pemulihan kesehatan manusia.
Bimbingan dimaksudkan untuk membantu dan membimbing seseorang dalam penyembuhan jiwanya.Dengan bimbingan yang dilakukan dengan pendekatan spiritual yang berlandaskan keimanan, ketakwaan dan akhlak maka dapat mendorong manusia untuk menjalani kehidupan yang tenteram dan bahagia. 77 Ihsan Aryanto, “Penerapan Pedoman Perawatan Rohani Islami untuk Memenuhi Kebutuhan Rohani Pasien,” Jurnal Bimbingan Konseling, Konseling dan Psikoterapi Islam Vol. 78 Tia Rahmayanti, “Pendekatan Spiritual pada Bimbingan Rohani Islam pada Pasien Rawat Inap RS Handayani Kota Lampung Utara”, Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung, hal.
Nilai-nilai bimbingan rohani dalam kitab Bidayatul Hidayah Imam Al Ghazali menyusun kitab Bidayatul Hidayah ini ketika
Nilai- nilai Bimbingan Spiritual Dalam Kitab Bidayatul Hidayah
Tahapan Bimbingan Spiritual dalam Kitab Bidayatul Hidayah
- Amalan Taat Kepada Allah
- Menjauhi Kemaksiatan
- Beradab Kepada Allah dan Adab Bergaul Dengan Makhluknya
Pada bahagian ini dijelaskan bahawa anjuran solat berjemaah dalam kitab Bidayetul Hidaye dijelaskan dalam bait pertama dalam bab tatacara pergi ke masjid iaitu: “Apabila kamu telah selesai berwuduk, solatlah dua rakaat. . ahs sebelum subuh dan pergi ke masjid untuk solat Subuh berjemaah."90 Hadis tersebut menyebut keutamaan solat berjemaah di masjid ialah 27 darjah berbanding solat bersendirian. Dalam fasal ini, Al Ghazali menjelaskan bahawa apabila kamu telah selesai membersihkan, maka laksanakanlah solat dalam kitab Bidayatul Hidayah, dijelaskan: “Apabila kamu telah selesai membersihkan dari hadas dan najis, apabila kamu telah selesai menutup aurat. , maka pusing ke kiblat, berdiri tegak dan baca Surah An Nas"99 membaca Surah An Nas ka Tujuannya adalah untuk mengelakkan bisikan syaitan yang terkutuk ketika solat. Menurut Al Ghazali, nilai-nilai Hidayah Rohani dalam Kitab Bidayatul Hidayah ialah konsep taqwa, penghapusan penyakit hati, dan bimbingan dalam pergaulan dengan orang lain.
Tuntunan kerohanian yang terkandung dalam Kitab Bidayatul Hidayah dirangkum dalam tiga aspek yang meliputi segala hal yang mengatur seseorang dalam berhubungan dengan Yang Maha Pencipta dan makhluk-Nya, yaitu tata cara ibadah, tata cara meninggalkan maksiat, dan tata cara pemberian. naik maksiat. untuk bergaul dengan orang lain. Dengan amalan-amalan yang dijelaskan oleh Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, rohani yang ada pada diri manusia dapat dibimbing untuk menuju ke arah yang positif dan rasa sejahtera dapat tumbuh dalam kehidupan, bermula dari latihan kecil, dari kebangkitan sehinggalah. pintu masuk. bilik air, cara berwuduk, cara mandi, cara beribadat kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan dan cara tidur semula. Semoga ada penelitian tentang nilai-nilai bimbingan rohani dalam kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al Ghazali, yang dapat memberikan hikmah yang baik, menambah wawasan dan mengembangkan ilmu serta bermanfaat bagi pembaca. Kepada pengkaji selanjutnya, apabila ada kajian mengenai subjek yang sama, penulis berharap dapat membantu dan berguna sebagai rujukan serta lebih teliti dan lengkap.
Peran Kajian Kitab Bidayatul Hidayah Sebagai Pedoman Ibadah Santri Studi Kasus di Madresah Mualimin Tebuireng Jombang. Konsep pendidikan akhlak yang terdapat dalam Kitab Bidayatul Hidayah karya Al Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Al Ghazali dan relevansinya dengan kelas Islam.
PENUTUP
Saran
Seluruh masyarakat khususnya umat Islam hendaknya selalu meningkatkan penanaman nilai-nilai spiritual agar dapat menghadapi berbagai permasalahan kejiwaan akibat kurangnya spiritualitas dalam diri.
Penutup
“Bimbingan spiritual melalui metode Zikir bagi pecandu Narkoba pada santri Pondok Pesantren Al Islamy Kulon Progo Yogyakarta,” Skripsi. “Pengembangan Layanan Bimbingan Spiritual Untuk Meningkatkan Konsep Diri Spiritual Siswa Kelas X SMK Cokroaminoto 1 Surakarta,” Tesis. Metode Bimbingan Keagamaan pada Anak Jalanan, Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Perguruan Tinggi Islam Negeri Kudus Vol 5.