UJI TOKSISITAS SUBKRONIK DERMAL EKSTRAK
TERSTANDAR DAUN
BINAHONG (Anredera scandens (L.) Moq.)
by Putu Oka Samirana
Submission date: 15-Jan-2019 07:24PM (UTC+0700) Submission ID: 1064350956
File name: Bukti_Sainstek.pdf (723.68K) Word count: 1464
Character count: 7835
16 %
SIMILARIT Y INDEX
16 %
INT ERNET SOURCES
1 %
PUBLICAT IONS
4 %
ST UDENT PAPERS
1 3 %
2 3 %
3 3 %
4 2 %
5 1 %
6 1 %
7 1 %
8 1 %
UJI TOKSISITAS SUBKRONIK DERMAL EKSTRAK
TERSTANDAR DAUN BINAHONG (Anredera scandens (L.) Moq.)
ORIGINALITY REPORT
PRIMARY SOURCES
erepo.unud.ac.id
Int ernet Source
docplayer.info
Int ernet Source
dokumen.tips
Int ernet Source
text-id.123dok.com
Int ernet Source
kemahasiswaan.unhas.ac.id
Int ernet Source
scholar.unand.ac.id
Int ernet Source
Submitted to iGroup
St udent Paper
ocs.macsur.eu
Int ernet Source
9 1 %
10 1 %
11 1 %
Exclude quotes Of f Exclude bibliography Of f
Exclude matches Of f
diklatojs.pusbindiklat.lipi.go.id
Int ernet Source
anzdoc.com
Int ernet Source
www.repository.uinjkt.ac.id
Int ernet Source
Extended Abstract SEMINAR NASIONAL SAINSTEK 2018 Bukit Jimbaran, Bali – 12 Oktober 2018
1
UJI TOKSISITAS SUBKRONIK DERMAL EKSTRAK
TERSTANDAR DAUN BINAHONG (Anredera scandens (L.) Moq.)
Putu Oka Samirana1, Made Asmarani Dira2, Dewa Ayu Swastini3
1Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana Email: [email protected]
2Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana Email: [email protected]
3 Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana Email: [email protected]
1 Penulis Korespondensi : Putu Oka Samirana
EXTENDED ABSTRACT
Ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq. telah banyak dilakukan penelitian sebagai antiluka eksisi dan berpotensi dikembangkan menjadi obat herbal terstandar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan dari ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq yang telah distandarisasi secara subkronik dermal.
Parameter standarisasi ekstrak meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan kadar flavonoid total. Pengujian ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq. dilakukan pada tikus betina galur Wistar secara topikal dalam pemberian berulang selama 28 hari dengan pengamatan edema dan eritema pada hari ke-7, 14 dan 28 serta pengamatan secara histopatologi.
Hasil standardisasi ekstrak menunjukkan telah memenuhi parameter standar Farmakope Herbal Indonesia. Pemberian ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq. pada dosis 1000 mg/Kg BB menimbulkan eritema namun tidak ditemukan adanya edema. Saponin merupakan salah satu golongan senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq.
(Kharismawan, 2013; Ariadi, 2016; Samirana dkk., 2016 dan Subratha, 2016). Golongan senyawa ini dapat menyebabkan iritasi karena dapat bertindak sebagai surfaktan. Bahan yang bertindak sebagai surfaktan apabila memapar kulit dapat mengikat protein kulit pada stratum korneum dan menimbulkan kerusakan yang ditandai dengan warna kemerahan atau eritema pada kulit (Oleszek and Hamed, 2009). Eritema pada kulit tikus kemungkinan juga disebabkan ada golongan senyawa saponin dalam ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq.Secara histopatologi ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq. dosis 1000 mg/Kg BB menunjukkan adanya degenerasi sel. Efek degenerasi sel yang terjadi pada kulit juga dipengaruhi oleh kandungan saponin yang terdapat pada ekstrak etanol 70% daun A. scandens (L.) Moq. Golongan senyawa ini mampu menurunkan tegangan permukaan pada dinding sel kulit. Kerja saponin mirip dengan sabun yaitu terdiri dari bagian hidrofilik berupa gula (glikon) dan hidrofobik berupa senyawa lain seperti steroid dan triterpenoid.
Bagian hidrofilnya bekerja memasuki permukaan kulit sedangkan bagian hidrofobiknya masuk ke dalam sel yang menyebabkan pembengkakan sel sehingga terjadi degenerasi (Irwan, 2007)
DAFTAR PUSTAKA
[1] P. N. Karismawan, Profil Kandungan Kimia dan Uji Aktivitas Antiluka Bakar Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) pada Tikus Betina Galur Sprague Dawley,
Nama Penulis 1; Nama Penulis II; Nama Penulis III Judul Artikel Maksimum 40 karakter…
2 Skripsi, Universitas Udayana. Denpasar, 2013.
[2] K. A. Ariadi, Profil Kandungan Kimia dan Aktivitas Angiogenesis dalam Proses Penyembuhan Luka dari Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq), Skripsi, Universitas Udayana, Denpasar, 2016.
[3] P. O. Samirana, D. A Swastini, I. D. G. P. Y. Subratha, dan K. A. Ariadi, "Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) pada Tikus Betina Galur Wistar", Jurnal Farmasi Udayana, vol. 5: pp. 19-23, 2016.
[4] I. D. G. P. Subratha, Profil Kromatografi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Epitelisasi Ekstrak Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) pada Penyembuhan Luka Eksisi, Skripsi, Universitas Udayana, Denpasar, 2016.
[5] W. Oleszek, and A. Hamed, Saponin-Based Surfactants, Institute of Soil Science and Plant Cultivation, State Research Institute, Poland, 2009
[6] A. Irwan, N. Komari, Rusdiana, "Uji Aktivitas Ekstrak Saponin Fraksi n-Butanol dari Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana WILLD) pada Larva Nyamuk Aedes aegypti", Sains dan Terapan Kimia, vol. 1(2): pp. 93-101, 2007.
15/01/2019
1 UJI TOKSISITAS SUBKRONIK DERMAL EKSTRAK
TERSTANDAR DAUN BINAHONG (Anredera scandens (L.) Moq.)
Anredera cordifolia(Ten)
Steenis q
Anredera scandens(L.)
Moq.
Sebagai obat
Terstandarisasi oleh Farmakope
Herbal Indonesia
Aktivitas Farmakologis:
Antibakteri
Antiinflamasi
Antitukak lambung
Antiluka bakar
Antiluka eksisi Mekanisme
antiluka eksisi:
Angiogenesis, Epitelisasi, dan
Fibrogenesis Ekstrak etanol daun
Anredera scandens(L.) Moq.
Berpotensi sebagai Obat Herbal Terstandar
15/01/2019
2
Bahan Baku Obat
Herbal Terstandar Uji Praklinik Uji Keamanan
Uji Toksisitas Subkronik Dermal
ROAD MAP PENELITIAN
2014
• Aktivitas penyembuhan luka dalam (antitukak) dari ekstrak etanol daun binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) pada dosis 1000 mg/KgBB memiliki persentase perlindungan mukosa lambung sebesar 85,72±3,26% dan memiliki ED50sebesar 356 mg/kgBB (Samirana, et al., 2014)
2013
• Aktivitas penyembuhan luka luar (antiluka bakar) dari ekstrak etanol daun binahong (Anredera scandens(L.) Moq.) pada kadar ekstrak 20% secara visual dan secara histopatologi sudah mampu memberikan aktivitas penyembuhan luka bakar yang lebih baik dari kontrol positif yaitu krim silver sulfadiazine1% (Karismawan, 2013)
2015
• Ekstrak daun binahong yang dikombinasikan dengan ekstrak kulit buah manggis dan ekstrak herba pegagan memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar dan hasil uji iritasi sediaancold cream dari kombinasi ketiga ekstrak sebagai sediaan topikal antiluka bakar tidak mengiritasi kulit (Yanti, 2015).
2016/2017
• Aktivitas penyembuhan luka eksisi ekstrak etanol daun binahong (Anredera scandens(L.) Moq.) pada konsentrasi 10% dan 40% mampu memberikan penyembuhan luka eksisi secara visual (Samirana, dkk., 2016). Mekanisme yang terlibat dalam penyembuhan luka eksisi tersebut adalah epitelisasi, angiogenesis dan fibrogenesis (Subrata, 2016; Ariadi 2016; Ardinata, 2017).
15/01/2019
3
Tujuan:
• Mengetahui hasil uji keamanan, yaitu uji toksisitas subkronik dermal dari ekstrak etanol daun binahong (Anredera scandens(L.) Moq.)
Tujuan Khusus:
• Mendapatkan ekstrak etanol daun binahong.
• Mendapatkan data keamanan (uji toksisitas subkronik) dari penggunaan ekstrak etanol daun binahong secara dermal.
• Mendapatkan informasi berupa pembuktian ilmiah mengenai potensi pengembangan obat herbal terstandar dari tanaman binahong sebagai obat herbal yang aman digunakan secara dermal untuk penyembuhan luka.
• Menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, pemakalah dalam seminar nasional dengan topik studi keamanan (uji toksisitas subkronik) penggunaan ekstrak etanol daun binahong secara dermal.
Metode Penelitian
Penyiapan serbuk Simplisia Daun Binahong
Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Binahong
Standarisasi Ekstrak Etanol Daun Binahong
Uji Toksisitas Subkronik Dermal
Analisis Data dan Penarikan Kesimpulan
15/01/2019
4
HASIL DAN PEMBAHASAN
Standarisasi Ekstrak
No. Standarisasi Ekstrak Hasil Penelitian
Pustaka 1 Rendemen Ekstrak 20,55% > 11,91%
2 Kadar Air Ekstrak 4,84% < 8,85%
3 Kadar Abu Total Ekstrak 1,44% < 1,64%
4 Kadar Abu Tidak Larut Asam
0,015% < 0,05%
5 Kadar Flavonoid Total 9,042%b/b > 8,96 % b/b
Memenuhi Standarisasi Farmakope Herbal Indonesia
15/01/2019
5
Hasil Uji Toksisitas Subkronik Dermal (Makropatologi)
Hari Ke‐7
Hari Ke‐14
Hari Ke‐21
Kelompok Tikus Pengamatan Eritema Hari Ke‐
7 14 28
K0 (Kontrol Normal)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0
4 0 0 0
5 0 0 0
Rata‐rata 0 0 0
K1 (Dosis ekstrak 250 mg/Kg BB)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0
4 0 0 0
5 0 0 0
Rata‐rata 0 0 0
K2 (Dosis Ekstrak 500 mg/Kg BB)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0
4 0 0 0
5 0 0 0
Rata‐rata 0 0 0
K3 (Dosis Ekstrak 1000 mg/Kg BB)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 1
4 0 0 0
5 0 1 1
Rata‐rata 0 0,2 0,4
Hasil Uji Toksisitas Subkronik Dermal (Histopatologi)
Kelompok Tikus Degenerasi
Sel Nekrosis Infiltrasi Sel Radang
K0 (Kontrol Normal)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0
4 0 0 0
5 0 0 0
K1 (Ekstrak 250 mg/Kg BB)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0 0 0
4 0 0 0
5 0 0 0
K2 (Ekstrak 500 mg/Kg BB)
1 0 0 0
2 0 0 0
3 0,2 0 0
4 0 0 0
5 0,4 0 0
K3 (Ekstrak 1000 mg/Kg BB)
1 0,4 0 0
2 0,4 0 0
3 0,2 0 0
4 0,2 0 0
5 0,4 0 0
Kelompok K1 K2 K3
K0 1,000 0,136 0,005*
K1 0,136 0,005*
K2 0,077