• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biodata Ns. Sunardi.S.Kep.,M.Kep., Sp.KMB

N/A
N/A
dpkppnirsjpdo oputayikoo

Academic year: 2025

Membagikan "Biodata Ns. Sunardi.S.Kep.,M.Kep., Sp.KMB"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KEWENANGAN KLINIS PERAWAT DI RUMAH SAKIT

Ns. Sunardi.S.Kep.,M.Kep., Sp.KMB

10/24/2019 Sunardi-Hipmebi Pusat 1

(2)

Pengalaman Organisasi/Pokja

• Pegurus PPNI Pusat periode 1995 – 2005

• Himpunan Perawat Gawat Darurat dan

Bencana Indonesia-HIPGABI (2008 – 2012)

• Ketua Bidang Informasi tehnologi

Kepengurusan Iluni FIK UI (2008 – 2012)

• Kolegium Keperawatan medikal bedah Indonesia Ketua Bid.Akreditasi (2010 – 2015)

• Pengurus Pusat PPNI Bidang Organisasi (2010 – 2015)

• Tim Satgas Realisasi RUU Keperawatan menjadi UU (2009 – 2014)

• Tim Pokja HPEQ Dikti 2009-2014

• Tim Talk Force LAM-PT dikti (2013-2014)

• Tim Pokja Penyusun Standar & Pedoman Pelayanan Keperawatan Kemkes (2009- 2015)

• Tim Pokja Penyusun Jafung Perawat (2012- 2015)

• Ketua Umum Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia-HIPMEBI (2010 – 2015)

• Pengurus Pusat Himpunan Perawat

Neurosain Indonesia-HIPENI (2014 – 2019)

• Ketua Umum Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia-HIPMEBI (2016 – 2021)

10/24/2019 Sunardi-Hipmebi Pusat 2

Riwayat Pendidikan:

• Sekolah Perawat Kesehatan – SPK Gambiran Kediri Jawa Timur (1989)

• Akademi Keperawatan - AKPER Depkes Jl.Kimia. Jakarta (1998)

• S1 Keperawatan (SKep) – FIK Universitas Indonesia (2002)

• Program Ners – FIK Universitas Indonesia (2003).

• S2 Magister Keperawatan (M.Kep) – FIK Universitas Indonesia (2007)

• Program Ners Spesialis KMB (Sp.KMB) – FIK Universitas Indonesia (2008)

• TOT BTCLS (2009)

• Nursing Orthopaedic - Nanyang Polytechnic of Singapore (2013)

• TOT KMB Perawat Indonesia (2013)

• TOT Neurosain (2017)

Riwayat Pekerjaan:

1989 – RSUD Gambiran Kediri 1990 – RSUD Bengkulu Selatan 1998 – SPK Bengkulu Selatan 1998 – Akper Depkes Jakarta 1999 – Klinik Hotel di Jakarta 2000 – Poltekkes Jakarta III 2015 – Poltekkes Banten

(3)

Sistem Pelayanan Keperawatan Indonesia

Pengkaji an

Rencana Tindakan

Tindakan/

Implement asi

Evaluasi Tindakan

Rujukan Klien Peroran

gan Masyara

kat

Sbg profesi harus memberi pelayanan / asuhan professional

kpd masyarakat  professional services/ care

Praktik Keperawatan dlm Sistem Pelayanan /

Asuhan Keperawatan

Memiliki kewenangan – bertanggung jawab atas pelaksanaan Sistem Pemberian Pelayanan

/ Asuhan Keperawatan kpd masyarakat (Nursing Care Delivery Systems)

Bagian integral dari:Pemberian

Pelayanan Kesehatan kpd Masyarakat

Memberi “bantuan ” kpd klien / pasien utk mengatasi masalah

keperawatan yg dihadapi ( nursing problems )

Menggunakan bbg btk intervensi keperawatan

(nursing intervention)

(4)

klien Profesi keperawatan

Melaksanakan praktik keperawatan sesuai dengan ilmu keperawatan tanggung jawab moral, etik, dan

peduli pada hak azazi manusia

sebagai pemberi pelayanan Dibuat standar untuk dapat dipublikasikan dalam praktik

Credentialing Pengawalan kualitas

pelayanan Sertifikasi Registrasi/

Lisensi

Lisensi PM

Ijazah dan sertifikat

kompetensi

STRP

Bekerja

peraturan- perundangan yang mengatur

praktik keperawatan

Kode etik profesi

Standar praktik keperawatan Praktek

mandiri

Praktek mandiri

(PM)

SIPP SIPP

Pengawalan

kualiatas

pelayanan

keperawatan

(5)

Pasal 15 Ayat 5

Praktik Keperawatan di tempat lain sesuai dengan Klien Sasarannya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan berdasarkan penugasan dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan tempat Perawat bekerja

Pasal 16, Tugas Perawat Pasal 17, 18,19,20

Kewenangan Perawat……….dst

Dasar Peraturan Perundangan/Kebijakan

UU Kesehatan No.36 Tahun

2009 UU Tenaga

Kesehatan No.36 Tahun 2014

UU Keperawatan No.38 Tahun

2014 Permenkes

No.49 Th 2013

Permenkes No.26 Tahun

2019

(6)

Djoti - Atmodjo

Pasal 36 Setiap Rumah Sakit harus

menyelenggarakan tata kelola Rumah Sakit dan tata kelola klinis yang baik.

UU 44 / 2009 Tentang Rumah Sakit Tata kelola rumah sakit yang baik adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen rumah sakit yang berdasarkan prinsip-prinsip

tranparansi, akuntabilitas, independensi dan responsibilitas, kesetaraan dan kewajaran.

Tata kelola klinis yang baik adalah penerapan fungsi manajemen klinis yang meliputi kepemimpinan klinik, audit klinis, data klinis,

risiko klinis berbasis bukti, peningkatan kinerja, pengelolaan keluhan, mekanisme monitor hasil pelayanan, pengembangan profesional, dan akreditasi rumah sakit.

Pasal 13 Ayat 3

Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional yang berlaku, etika profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien

Yang dimaksud dengan standar pelayanan Rumah Sakit adalah pedoman yang harus diikuti dalam

menyelenggarakan Rumah Sakit antara lain Standar Prosedur Operasional, standar pelayanan medis, dan standar asuhan keperawatan

Yang dimaksud dengan standar prosedur operasional (SPO) adalah suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin tertentu.

SPO memberikan langkah yang benar dan terbaik

berdasarkan konsensus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh sarana pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi

(7)

Credential & Clinical Privilege

• Credentialing involves obtaining and verifying evidence of the qualifications of the healthcare professional to provide care or services. These

qualifications or credentials include licensure, education, training,

experience, professional and technical competence, or other qualifications.

• Privileging is the process of granting permission to provide a specific scope of patientcare services based on an evaluation of the healthcare professional’s credentials and performance.

• Core privileges define the scope of clinical procedures and activities

practitioners within a specialty are authorized to perform at a healthcare organization based on verification of their education, training, experience, and competence

AANA – 2019_Policy Consideration

(8)

Tujuan Kredensial

Kredensial adalah Proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk menentukan kelayakan diberikan kewenangan Klinik ( Clinical privilege )

Rekredensial adalah proses Re Evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang telah memiliki kewenagan klinis ( Clinical

prevelege ) untuk menentukan apakah yang bersangkutan masih

layak diberi kan kewenangan klinis untuk suatu periode tertentu Akhir dari kredensial/rekredensial staf/tenaga keperawatan akan

diberikan surat penugasan klinik (clinical appointment) olh direktur RS

1 Memberikan kejelasan kewenangan klinis bagi setiap tenaga keperawatan

2

Melindungi keselamatan pasien dengan menjamin

bahwa tenaga keperawatan yang memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan memiliki kompetensi dan kewenangan klinis yang jelas

3 Pengakuan dan penghargaan terhadap tenaga keperawatan yang berada di semua level pelayanan

(9)

Kewenangan Komite Keperawatan

Memberikan rekomendasi rincian

kewenangan klinis (Clinical Privilege)

Memberikan rekomendasi surat

penugasan klinis (clinical appointment)

Memberikan rekomendasi perubahan/modifi

kasi rincian kewenangan

klinis

Memberikan rekomendasi

penolakan kewenangan klinis tertentu Memberikan

rekomendasi tindak lanjut

audit keperawatan Memberikan

rekomendasi pendidikan keperawatan berkelanjutan

Memberikan rekomendasi pendampingan

(proctoring)

(10)

Tugas Sub. Komite Kredensial

(11)

JENJANG KARIER (PEMETAAN)

• Perawat dengan alih jenjang pendidikan ; SPK  D3 Keperawatan  Ners  Spesialis keperawatan

• Pengalaman bekerja

• Kemampuan tambahan / sertifikasi

Matching Kualifikasi ??

(12)

Alur Tahapan Proses Kredensial

12

Pengajuan Surat Permohonan Kredensial

Proses kredensial : pengisian format kewenangan klinis oleh Mitra Bestari yang ditunjuk

Proses assesmen kompetensi (disepakati), review & verifikasi oleh Mitra Bestari

Mengambil keputusan tentang kewenangan klinis

Proses Rekomendasi

Penerbitan Penugasan Klinik oleh Direktur/ Pimpinan RS

(13)

Aspek yang Di Kredensial

Kemampuan Kognitif

Psikomotor Perilaku

Kesehatan fisik dan mental

(14)

Hasil

Kredensialing

Rincian Kewenangan Klinis ( RKK ) ( Rekomendasi Komite Keperawatan )

Surat Penugasan Klinis (SPK) (ditanda tangani oleh :

Direktur Rumah Sakit)

(15)

Surat Penugasan Klinis

• Adalah surat penugasan yang diterbitkan oleh direktur RS kepada tenaga keperawatan untuk melakukan asuhan

keperawatan atau kebidanan di RS tersebut berdasarkan

daftar kewenangan klinis yang ditetapkan baginya

• Memiliki masa berlaku periode 3 (tiga) tahun.

• Tanpa adanya surat penugasan klinik, staf keperawatan tidak diperkenankan untuk melakukan pelayanan

keperawatan di rumah sakit.

Rincian Kewenangan Klinis

• Adalah uraian intervensi

keperawatan dan kebidanan yang dilakukan oleh tenaga

keperawatan sesuai area

praktiknya (Permenkes 49 thn 2013)

• Kewenangan klinis

keperawatan (clinical nursing privilege) adalah hak yang diberikan kepada tenaga

keperawatan untuk melakukan asuhan keperawatan atau

asuhan kebidanan dalam

lingkungan rumah sakit untuk suatu periode tertentu yang dilaksanakan berdasarkan penugasan klinis (clinical appointmen )

Kewenangan Klinis

Kewenangan klinis tenaga keperawatan adalah uraian intervensi keperawatan dan kebidanan yang dilakukan oleh tenaga keperawatan sesuai area praktiknya

Permenkes 49 Th 2013

Kewenangan klinis (clinical privilege) adalah hak khusus seorang perawat untuk:

• Melakukan sekelompok

pelayanan keperawatan tertentu

• Dalam lingkungan rumah sakit

• Untuk suatu periode tertentu

• Dilaksanakan berdasarkan

penugasan klinis (clinical

Appointment)

(16)

Mengidentifikasi Rincian Kewenangan Klinis

• Berdasarkan kebutuhan area pelayanan;

medikal, bedah, maternitas, anak, gawat darurat, kritical care, jiwa, dll

• Kebutuhan dasar manusia

• Trend perkembangan pelayanan di RS

• Bentuk tim penyusun buku putih utk

mengidentifikasi rincian kewenangan klinis terdiri dari

– Mitra bestari

– Komite keperawatan – Organisasi profesi – Institusi pendidikan

– Kepala ruangan (perawat mahir dibidangny)

• Analisa  tentukan jumlah area kep.

Bagaimana mengidentifikasinya?

• Deskripsi area keperawatan

• Kualifikasi staf ; persyaratan (tingkat pendidikan, level PK)

• aktifitas keperawatan (tindakan

keperawatan) masing-masing area  dapat berupa turunan/uraian dari unit kompetensi

• Klasifikasi kategori kompetensi

(kebutuhan dasar, kompetensi inti)

• Identifikasi jenis kewenangan masing- masing tindakan (mandiri, kolaborasi, delegasi, mandat)

• Syarat kewenangan (pengalaman

pelaksanaan kewenangan  logbook, training record, dll)

Identifikasi

(17)

Contoh Pendekatan yang dapat digunakan

Kebutuhan dasar

manusia

Oksigenasi, Cairan dan elektrolit, Nutrisi, Eliminasi urine, Eliminasi bowel, Aktivitas dan istirahat. Aman dan nyaman, Keselamatan dan kenyamanan, Psikososil, Komunikasi, Belajar, Seksualitas, Nilai dan keyakinan

(Standar Kompetensi Perawat Indonesia ( SK. No. 24/PP.PPNI/SK/K/XII/2009)

33 Area Spesifik

Keperawatan

Keperawatan luka, Gawat Darurat dan bencana, ICU, Maternitas, Anak, Paru, HIV/AIDS, Onkologi, Penyuluh keperawatan, Neurosains, Bedah Digestif,Mata, Kulit dan Kelamin, Radiotherapi, Hiperbarik, Gastrointestinal, Endoskopi, Orthopedi, NICU, PICU, Geriatri,

kardiovaskular, Kamar Bedah, Keperawatan Jiwa, Penyakit Dalam,

Pencegah dan Pengendali Infeksi, Urologi, Ginjal Hipertensi, Paliatif,

THT, Bedah Umum, Bedah Syaraf, Kebidanan

(18)

Contoh Rincian Kewenangan Klinis

(19)

Contoh Rincian Kewenangan Klinis

(20)

Contoh Rincian Kewenangan Klinis

(21)

Penyusunan Daftar Kewenangan Klinis

• Draf Daftar Kewenangan Klinis Tahun 2015

• Identifikasi kembali untuk

menjadi kesepakatan Nasional

• Permenkes No.26 Tahun 2019

• Identifikasi Kewenangan Klinis

sesuai Permenkes No.26 Tahun

2019

(22)

????

[email protected]

blog : http://nardinurses.wordpress.com http://hipmebi.or.id

10/24/2019 Sunardi-Hipmebi Pusat 22

Referensi

Dokumen terkait