BAHASA INDONESIA UJIAN TENGAN SEMESTER
Oleh:
Nama : Mas Onik Rif’atul Hasanah
NIM : 2117051033
No. Absen : 31
Prodi : S1 Akuntansi Fakultas : Ekonomi
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA
TAHUN 2021
BLENDED LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI
Terhitung sejak diumumkannya wabah Covid-19 sebagai pandemi, dan diberlakukannya protokol kesehatan di berbagai negara yang berimbas pada pengurangan aktivitas kontak fisik secara langsung, menyebabkan berbagai bidang kehidupan harus menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Bidang pendidikan adalah salah satu yang harus melakukan penyesuaian. Seperti yang kita ketahui, ada banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang dikeluarkan dengan tujuan agar mengurangi penyebaran dan penularan wabah Covid-19, antara lain tidak boleh berkerumun, tidak boleh keluar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting dan saat keluar rumah harus memakai masker, tetap mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun serta menjaga jarak minimal 1 meter. Selain itu, pemerintah juga terus menggaungkan vaksinasi dan menerapkan sistem Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang menyebabkan kegiatan pembelajaran yang sebelum pandemi dilakukan secara tatap muka langsung dan setelah pandemi dialihkan menjadi daring atau online. Sehingga kita harus bisa menghadapi situasi yang kompleks serta tantangan baru khususnya dalam bidang pendidikan.
Pendidikan merupakan komponen penting dalam kehidupan setiap orang, dengan pendidikan seseorang berkesempatan untuk memperbaiki diri, sehingga menghasilkan insan yang lebih berkualitas dan berkarakter unggul. Berdasarkan Undang-Undang No 2 Tahun 1985 yang berisi bahwa tujuan pendidikan yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu, yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang baik dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada masyarakat. Sehingga, pendidikan sangat penting untuk mengembangkan kamampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan penyelenggaraan pendidikan.
Untuk itu, alternatif pembelajaran harus sangat diperhatikan agar dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang menarik dan tidak memberatkan pihak-
pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Alternatif pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, seperti situasi dan kondisi pandemi sekarang ini. Kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka langsung harus dialihkan menjadi daring atau online yang dapat dilakukan tanpa terbatas tempat dan waktu.
Perubahan kegiatan pembelajaran yang secara tiba-tiba tentu saja menyebabkan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya siap untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Banyak kendala yang dihadapi selama proses PJJ seperti keterbatasan fasilitas (perangkat dan kuota/pulsa) yang dimiliki oleh siswa ataupun mahasiswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi tidak efektif. Bagi siswa ataupun mahasiswa yang tidak memiliki fasilitas lengkap tentu saja akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru. Selain itu, selama proses PJJ tenaga pengajar lebih sering memberikan siswa ataupun mahasiswa teks modul yang terkesan melelahkan dan membosankan. Tenaga pengajar juga seringkali tidak memberikan penjelasan atas materi yang telah dipelajari lewat teks modul yang telah dibagikan, justru memberikan tugas yang lebih banyak daripada kegiatan pengajaran. Harapan agar tugas yang diberikan bisa menjadikan siswa ataupun mahasiswa menjadi lebih mandiri dalam belajar dan aktif serta kreatif, kenyataannya harapan tersebut tidak sesuai. Tugas yang diberikan begitu banyak dengan tenggat waktu yang singkat justru menambah beban bagi siswa ataupun mahasiswa.
Peralihan kegiatan pembelajaran dari semula dilakukan secara tatap muka langsung menjadi daring menuntut pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran untuk secepat mungkin beradaptasi dan melek teknologi. Alternatif pembelajaran baru diperlukan agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif seperti Blended Learning. Blended Learning merupakan kegiatan pembelajaran yang mengkombinasikan sistem pembelajaran secara tatap muka langsung dan sistem pembelajaran online dengan bantuan internet. Di masa pandemi seperti sekarang ini, pembelajaran secara tatap muka langsung sangat sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan secara terus menenurus. Begitu pula dengan pembelajaran secara online yang dirasa kurang efektif karena, keterbatasan fasilitas yang
dimiliki oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses PJJ serta kurangnya penjelasan yang diberikan oleh tenaga pengajar karena berbagai kendala seperti jaringan internet yang kurang mendukung. Oleh sebab itu, mengkombinasikan kedua sistem pembelajaran dirasa akan sangat tepat agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Dalam Blended Learning pembelajaran secara tatap muka dapat dilakukan pada tempat dan waktu yang sama ataupun pada waktu yang sama dan pada tempat yang berbeda. Perihal ini searah dengan kerinduan siswa ataupun mahasiswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung. Tenaga pengajar dapat melakukan pembelajaran daring secara tatap muka dengan memanfaatkan aplikasi video conference seperti google meeting dan zoom. Kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung bisa dilaksanakan satu
sampai dengan dua kali dalam seminggu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan membatasi siswa ataupun mahasiswa dalam satu kelas.
Alternatif pembelajaran Blended Learning memiliki kelebihan seperti hemat waktu, pembelajaran lebih efektif, mudah dalam mengakses materi pembelajaran, leluasa untuk mempelajari materi pelajaran secara mandiri, dapat melakukan diskusi dengan tenaga pengajar diluar jam tatap muka, hasil pembelajaran lebih optimal dan dapat menambah daya tarik pembelajaran. Selain memiliki kelebihan Blended Learning juga memiliki kekurangan antara lain: sulit diterapkan jika
fasilitas tidak lengkap atau kurang mendukung dan jaringan internet yang tidak merata di setiap tempat. Apabila antara kelebihan dan kekurangan itu dibandingkan maka alternatif pembelajaran Blended Learning lebih banyak memberikan keuntungan untuk keefektifan kegiatan pembelajaran selama masa pandemi. Untuk kekurangan dari alternatif pembelajaran Blended Learning, solusi yang dapat diberikan yaitu, kendala dalam fasilitas yang tidak lengkap, maka siswa atau pun mahasiswa tersebut dapat berkoordinasi dengan pihak sekolah ataupun kampus dan pihak-pihak tersebut wajib membantu siswa ataupun mahasiswa tersebut dengan pertimbangan yang baik. Dan solusi lainnya adalah siswa ataupun mahasiswa yang terkendala fasilitas yang tidak lengkap dapat belajar bersama dengan teman yang memiliki fasilitas lengkap dengan syarat tidak ada pihak yang diberatkan ataupun dirugikan, dengan tujuan agar kegiatan pembelajaran tetap efektif. Dan solusi nyata yang telah ada yaitu, adanya bantuan
kuota/pulsa dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk setiap siswa ataupun mahasiswa, sehingga sangat membantu kelancaran dalam PJJ. Untuk masalah jaringan, maka pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum kegiatan pembelajaran daring dimulai seperti mencari tempat yang memiliki jaringan internet yang bagus agar kegiatan pembelajaran daring dapat berjalan dengan lancar dan ilmu serta keterampilan baru bisa diterima dengan baik.
Dengan Blended Learning kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran. Pemanfaatan media online diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa ataupun mahasiswa
dalam berfikir kritis serta mempunyai keterampilan untuk berkomunikasi dan bekerjasama. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, diharapkan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran dapat cepat beradaptasi dengan situasi dan kondisi serta dapat selalu berinovasi untuk mendapatkan dan menganalisis informasi guna mencapai kegiatan pembelajaran yang menarik serta mudah dipahami dan bisa lebih siap untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam kondisi apapun.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Ahmad Kholiqul. 2017. “Kajian Konseptual Model Pembelajaran Blended Learning berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar”,
https://www.researchgate.net/publication/320238020_Kajian_Konseptual_
Model_Pembelajaran_Blended_Learning_berbasis_Web_untuk_Meningkat kan_Hasil_Belajar_dan_Motivasi_Belajar, diakses pada 26 November 2021 pukul 16.06.
Duniapcoid. 2021. “Pengertian Pendidikan”,
https://duniapendidikan.co.id/pengertian-pendidikan/, diakses pada 26 November 2021 pukul 10.45.