LABORATORIUM BAHAN GALIAN
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI, UNIVERSITAS GADJAH MADA
Lembar Pengamatan Peraga Acara 2 Tekstur Urat
Nama : Safira Mahardika Rahayu
NIM : 23/518272/TK/57028
No. Peraga : RPS 09
1. Warna batuan Warna batuan asal hitam; warna urat putih
2. Tekstur batuan Ukuran butir lempung – lanau, sortasi baik, kemas tertutup, grain supported, terdapat struktur laminasi
3. Batuan induk Batulempung - batulanau 4. Pemerian urat
Foto sampel :
Dimensi urat : 14 x 8 cm
Tekstur urat :
Breksi hidrotermal (cocked)
Jenis kontak dengan batuan samping : Kontak dengan lempung – lanau
Geometri urat : Breksi hidrotermal
Ukuran kristal :
<1 mm
5. Mineralogi (deskripsi) Foto sampel:
Sketsa sampel:
Mineral primer pada batuan samping:
Mineral litik, berukuran lanau – lempung, sortasi baik, kemas tertutup, grain supported, tidak bereaksi dnegan HCl, kelimpahan 35%
Mineral sekunder pada batuan samping:
Mineral-mineral kunci/ penciri alterasi:
1. Mineral kuarsa
Mineral berwarna colorless atau transparan, berukuran <1 mm, belahan tidak teramati, pecahan konkoidal, kilap kaca atau lustreous, kekerasan 7 skala Mohs
Mineral-mineral tambahan:
1. Mineral lempung
Mineral berwarma putih, brukuran <1 mm, belahan dan pecahan tidak teramati, memiliki kilap mutiara, kekerasan 3 skala Mohs
Mineral pengisi urat : Mineral
oksida Pirit
Silika Sulfur Mineral lempung Material lanau – lempung
Kuarsa
Pirit
3. Mineral sulfida
Mineral berwarna kuning kehijauan, berukuran <1 mm, pecahan dan belahan tidak teramati, berbau sulfur, kelimpahan 10%
Mineral logam (bijih):
Tidak ada
6. Efek alterasi Terbatas pada urat 7. Kehadiran urat Ada, berupa urat kuarsa 8. Intensitas alterasi Sedang
9. Nama batuan asal Batuan sedimen (batulempung – batulanau) 10. Tipe alterasi batuan samping Zona kuarsa + lempung
11. Tipe endapan bijih hidrotermal Low Sulfidation Epithermal 12. Interpretasi kondisi
pembentukan urat dan tipe endapan bijih hidrotermal
Urat terbentuk karena adanya pencucian seluruh unsur di batuan asal sehingga hanya menyisakan gugus silika saja. Pencucian di lakukan oleh fluida hidrotermal yang bersifat asam. Fluida tersebut berasal yang naik ke permukaan secara vertikal melalui urat maupun rongga-rongga yang ada pada batuan. Fluida tersebut kemudial kontak dengan batuan asli sehingga batuan asli tersebut mengalami alterasi.
12. Daftar Pustaka Hasria, e. a. (2020). Perubahan Komposisi Batuan Metamorf Akibat Proses Alterasi Hidrotermal pada Endapan Emas di Pegunungan Rumbia, Pada Lengan Sulawesi. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 21(3) : 119-127.
Tim Asisten Praktikum GSDM. (2025). Praktikum GSDM 2025 Acara 3 : Tekstur Urat [slides powerpoint]. Yogyakarta: Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
Pulungan, B. A. (2007). GEOLOGI, ALTERASI HIDROTERMAL DAN
MINERALISASI PADA ENDAPAN EMAS DAERAH KAPUR NATAS, KECAMATAN SIAIS, KABUPATEN TAPANULI SELATAN,
SUMATRA UTARA. PROCEEDINGS JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32 nd HAGI, The 36 th IAGI, and The 29th IATMI Annual Conference and Exhibition, 331-340.
Sumarwan, F. e. (2020). Studi Zona Stockwork Pada Main Grasberg Intrusion (MGI) Untuk Optimalisasi Produksi Pada Tambang Bawah Tanah Grasberg, PT.
Freeport Indonesia, Papua, Indonesia. Bulletin of Scientific Contribution:
GEOLOGY, 18(2) : 71-80.
LABORATORIUM BAHAN GALIAN
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI, UNIVERSITAS GADJAH MADA
Lembar Pengamatan Peraga Acara 2 Tekstur Urat
Nama : Safira Mahardika Rahayu
NIM : 23/518272/TK/57028
No. Peraga : L 26
1. Warna batuan Warna batuan asal tidak teramati; warna urat putih 2. Tekstur batuan Tekstur batuan asal tidak teramati
3. Batuan induk Batuan induk tidak teramati 4. Pemerian urat
Foto sampel :
Dimensi urat : 9 x 9 cm
Tekstur urat :
Krustiform (tekstur berupa bentuk sejajar), koloform (tekstur dengan bentuk meliuk atau melengkung), zona (ditemukannya warna yang berbeda)
Jenis kontak dengan batuan samping : Tidak teramati
Geometri urat :
Tidak teramati karena tidak dapat diperkirakan dari sampel setangan
Ukuran kristal :
<1 – 3 mm
5. Mineralogi (deskripsi) Foto sampel:
Sketsa sampel:
Mineral primer pada batuan samping:
Tidak ada
Mineral sekunder pada batuan samping:
Mineral-mineral kunci/ penciri alterasi:
Tidak ada
Mineral-mineral tambahan:
1. Mineral oksida
Mineral berwarna kecokelatan, berukuran <1 mm, pecahan dan belahan tidak teramati, kilap tanah, berupa goetit
Mineral pengisi urat : Mineral non-logam:
1. Mineral kuarsa
Mineral berwarna colorless atau transparan, berukuran <1 – 3 mm, belahan tidak teramati, pecahan konkoidal, kilap kaca atau lustreous, kekerasan 7 skala Mohs, kelimpahan 95%
Mineral oksida Pirit
Silika Sulfur Mineral lempung
7. Kehadiran urat – (batuan berupa urat)
8. Intensitas alterasi Tidak teramati (karena batuan berupa urat) 9. Nama batuan asal Tidak teramati
10. Tipe alterasi batuan samping Tidak teramati
11. Tipe endapan bijih hidrotermal Low Sulfidation Epithermal 12. Interpretasi kondisi
pembentukan urat dan tipe endapan bijih hidrotermal
Urat terbentuk karena adanya pencucian seluruh unsur di batuan asal sehingga hanya menyisakan gugus silika saja. Pencucian di lakukan oleh fluida hidrotermal yang bersifat asam. Fluida tersebut berasal yang naik ke permukaan secara vertikal melalui urat maupun rongga-rongga yang ada pada batuan. Fluida tersebut kemudial kontak dengan batuan asli sehingga batuan asli tersebut mengalami alterasi.
12. Daftar Pustaka Hasria, e. a. (2020). Perubahan Komposisi Batuan Metamorf Akibat Proses Alterasi Hidrotermal pada Endapan Emas di Pegunungan Rumbia, Pada Lengan Sulawesi. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 21(3) : 119-127.
Tim Asisten Praktikum GSDM. (2025). Praktikum GSDM 2025 Acara 3 : Tekstur Urat [slides powerpoint]. Yogyakarta: Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
Pulungan, B. A. (2007). GEOLOGI, ALTERASI HIDROTERMAL DAN
MINERALISASI PADA ENDAPAN EMAS DAERAH KAPUR NATAS, KECAMATAN SIAIS, KABUPATEN TAPANULI SELATAN,
SUMATRA UTARA. PROCEEDINGS JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32 nd HAGI, The 36 th IAGI, and The 29th IATMI Annual Conference and Exhibition, 331-340.
Sumarwan, F. e. (2020). Studi Zona Stockwork Pada Main Grasberg Intrusion (MGI) Untuk Optimalisasi Produksi Pada Tambang Bawah Tanah Grasberg, PT.
Freeport Indonesia, Papua, Indonesia. Bulletin of Scientific Contribution:
GEOLOGY, 18(2) : 71-80.
LABORATORIUM BAHAN GALIAN
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI, UNIVERSITAS GADJAH MADA
Lembar Pengamatan Peraga Acara 2 Tekstur Urat
Nama : Safira Mahardika Rahayu
NIM : 23/518272/TK/57028
No. Peraga : L 47
1. Warna batuan Warna batuan asal tidak teramati; warna urat berupa cokelat dan krem 2. Tekstur batuan Tekstur batuan asal tidak teramati
3. Batuan induk Batuan induk tidak teramati 4. Pemerian urat
Foto sampel :
Dimensi urat : 8 x 6 cm
Tekstur urat :
Replacement texture dan lattice bladed
Jenis kontak dengan batuan samping : Tidak teramati
Geometri urat :
Tidak teramati karena tidak dapat diperkirakan dari sampel setangan
Ukuran kristal :
<1 – 10 mm
5. Mineralogi (deskripsi) Foto sampel:
Sketsa sampel:
Mineral primer pada batuan samping:
Tidak ada
Mineral sekunder pada batuan samping:
Mineral-mineral kunci/ penciri alterasi:
Tidak ada
Mineral-mineral tambahan:
Tidak ada
Mineral pengisi urat : Mineral non-logam:
1. Mineral kuarsa
Mineral berwarna colorless atau transparan, berukuran <1 – 3 mm, belahan tidak teramati, pecahan konkoidal, kilap kaca atau lustreous, kekerasan 7 skala Mohs, kelimpahan 75%
2. Mineral lempung
Mineral berwarma cokelat, brukuran <1 mm, belahan dan pecahan tidak teramati, memiliki kilap mutiara, kekerasan 3 skala Mohs, kelimpahan 10%
Mineral oksida Pirit
Silika Sulfur Mineral lempung
6. Efek alterasi Tidak teramati (karena batuan berupa urat) 7. Kehadiran urat – (batuan berupa urat)
8. Intensitas alterasi Tidak teramati (karena batuan berupa urat) 9. Nama batuan asal Tidak teramati
10. Tipe alterasi batuan samping Tidak teramati
11. Tipe endapan bijih hidrotermal Low Sulfidation Epithermal 12. Interpretasi kondisi
pembentukan urat dan tipe endapan bijih hidrotermal
Urat terdiri atas Kumpulan individu kristal berukuran lebih kecil, struktur yang terbentuk berupa vein swarn yang terbentuk pada splay. Urat terbentuk karena adanya pencucian seluruh unsur di batuan asal sehingga hanya menyisakan gugus silika saja. Pencucian di lakukan oleh fluida hidrotermal yang bersifat asam. Fluida tersebut berasal yang naik ke permukaan secara vertikal melalui urat maupun rongga-rongga yang ada pada batuan.
Fluida tersebut kemudial kontak dengan batuan asli sehingga batuan asli tersebut mengalami alterasi.
12. Daftar Pustaka Hasria, e. a. (2020). Perubahan Komposisi Batuan Metamorf Akibat Proses Alterasi Hidrotermal pada Endapan Emas di Pegunungan Rumbia, Pada Lengan Sulawesi. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 21(3) : 119-127.
Tim Asisten Praktikum GSDM. (2025). Praktikum GSDM 2025 Acara 3 : Tekstur Urat [slides powerpoint]. Yogyakarta: Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
Pulungan, B. A. (2007). GEOLOGI, ALTERASI HIDROTERMAL DAN
MINERALISASI PADA ENDAPAN EMAS DAERAH KAPUR NATAS, KECAMATAN SIAIS, KABUPATEN TAPANULI SELATAN,
SUMATRA UTARA. PROCEEDINGS JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32 nd HAGI, The 36 th IAGI, and The 29th IATMI Annual Conference and Exhibition, 331-340.
Sumarwan, F. e. (2020). Studi Zona Stockwork Pada Main Grasberg Intrusion (MGI) Untuk Optimalisasi Produksi Pada Tambang Bawah Tanah Grasberg, PT.
Freeport Indonesia, Papua, Indonesia. Bulletin of Scientific Contribution:
GEOLOGY, 18(2) : 71-80.
LABORATORIUM BAHAN GALIAN
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI, UNIVERSITAS GADJAH MADA
Lembar Pengamatan Peraga Acara 2 Tekstur Urat
Nama : Safira Mahardika Rahayu
NIM : 23/518272/TK/57028
No. Peraga : L 8
1. Warna batuan Warna batuan asal tidak teramati; warna urat berupa abu-abu kecokelatan 2. Tekstur batuan Tekstur batuan asal tidak teramati
3. Batuan induk Batuan induk tidak teramati 4. Pemerian urat
Foto sampel :
Dimensi urat : 11,5 x 15 cm
Tekstur urat :
Krustiform (tekstur berupa bentuk sejajar), koloform (tekstur dengan bentuk meliuk atau melengkung), zona (ditemukannya warna yang berbeda
Jenis kontak dengan batuan samping : Tidak teramati
Geometri urat :
Tidak teramati karena tidak dapat diperkirakan dari sampel setangan
Ukuran kristal :
<11 – 15 mm
5. Mineralogi (deskripsi) Foto sampel:
Sketsa sampel:
Mineral primer pada batuan samping:
Tidak ada
Mineral sekunder pada batuan samping:
Mineral-mineral kunci/ penciri alterasi:
Tidak ada
Mineral-mineral tambahan:
Tidak ada
Mineral pengisi urat : Mineral non-logam:
1. Mineral kuarsa
Mineral berwarna colorless atau transparan, berukuran <1 – 3 mm, belahan tidak teramati, pecahan konkoidal, kilap kaca atau lustreous, kekerasan 7 skala Mohs, kelimpahan 75%
2. Mineral lempung
Mineral berwarma cokelat, brukuran <1 mm, belahan dan pecahan tidak teramati, Mineral
oksida Pirit
Silika Sulfur Mineral lempung
Mineral logam (bijih):
Tidak ada
6. Efek alterasi Tidak teramati (karena batuan berupa urat) 7. Kehadiran urat – (batuan berupa urat)
8. Intensitas alterasi Tidak teramati (karena batuan berupa urat) 9. Nama batuan asal Tidak teramati
10. Tipe alterasi batuan samping Tidak teramati
11. Tipe endapan bijih hidrotermal Low Sulfidation Epithermal 12. Interpretasi kondisi
pembentukan urat dan tipe endapan bijih hidrotermal
Urat terbentuk karena adanya pencucian seluruh unsur di batuan asal sehingga hanya menyisakan gugus silika saja. Pencucian di lakukan oleh fluida hidrotermal yang bersifat asam. Fluida tersebut berasal yang naik ke permukaan secara vertikal melalui urat maupun rongga-rongga yang ada pada batuan. Fluida tersebut kemudial kontak dengan batuan asli sehingga batuan asli tersebut mengalami alterasi.
12. Daftar Pustaka Hasria, e. a. (2020). Perubahan Komposisi Batuan Metamorf Akibat Proses Alterasi Hidrotermal pada Endapan Emas di Pegunungan Rumbia, Pada Lengan Sulawesi. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 21(3) : 119-127.
Tim Asisten Praktikum GSDM. (2025). Praktikum GSDM 2025 Acara 3 : Tekstur Urat [slides powerpoint]. Yogyakarta: Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
Pulungan, B. A. (2007). GEOLOGI, ALTERASI HIDROTERMAL DAN
MINERALISASI PADA ENDAPAN EMAS DAERAH KAPUR NATAS, KECAMATAN SIAIS, KABUPATEN TAPANULI SELATAN,
SUMATRA UTARA. PROCEEDINGS JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32 nd HAGI, The 36 th IAGI, and The 29th IATMI Annual Conference and Exhibition, 331-340.
Sumarwan, F. e. (2020). Studi Zona Stockwork Pada Main Grasberg Intrusion (MGI) Untuk Optimalisasi Produksi Pada Tambang Bawah Tanah Grasberg, PT.
Freeport Indonesia, Papua, Indonesia. Bulletin of Scientific Contribution:
GEOLOGY, 18(2) : 71-80.