• Tidak ada hasil yang ditemukan

bu dinda strategi pembelajaran. makalah

N/A
N/A
yasmin muntaz

Academic year: 2024

Membagikan "bu dinda strategi pembelajaran. makalah"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

STRATEGI PEMBELAJARAN PROYEK

Dosen pengampu:

Dinda Riski Tiara, S.pd.M.pd.

Disusun Oleh Kelompok 6:

1. Luluk Fitriana (220651100042) 2. Dini Putri A (220651100051)

3. Salina (220651100057) 4. Yasmin Muntaz (220651100060)

FAKULTAS ILMU PENDIDKAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

PRODI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 2023

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu…

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT, Sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasululah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tentang Metode Pembelajaran Proyek.

Metode proyek merupakan salah satu metode yang sering di gunakan pada proses pembelajaran Anak Usia Dini termasuk TK. Maka banyak sekali hal yang perlu di kaji melalu berbagai sudut pandang.

Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi para pembaca untuk pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan yang lebih luas bagi kita semua. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya dan jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan ataupun penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk dapat lebih baik lagi.

Bangkalan, 21 Maret 2023

Penulis

(4)

DAFTAR ISI dnijewnkpl[p;qa/;q]ls[p,qwa.,x

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang

Adapun yang melatar belakangi pembuatan makalah ini adalah untuk membahas mengenai Metode Proyek. Karena Metode Proyek merupakan salah satu metode yang sering di gunakan pada proses pembelajaran Anak Usia Dini. Metode ini memberikan pengalaman belajar melalui bermain bersama dalam kelompok. Dengan menggunakan metode proyek, melatih anak untuk bekerjasama, bertanggung jawab dan mengembangkan kemampuan sosial. Serta Metode ini memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance).

2. Rumusan Masalah

a) Apa yang dimaksud metode pembelajaran proyek?

b) Apa saja prinsip pada metode pembelajaran proyek?

c) Bagaimana implementasi atau langkah pelaksanaan proyek?

d) Apa saja contoh pembelajaran proyek?

3. Tujuan

a) Menjelaskan pengertian metode pembelajaran proyek b) Menjelaskan prinsip pada metode pembelajaran proyek c) Mengetahui implementasi atau langkah pelaksanaan proyek d) Mengetahui contoh pembeljaran proyek

(6)

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Metode Pembelajaran Proyek

Model pembelajaran proyek adalah melaksanakan tugas melalui serangkain aktivitas. Metode proyek merupakan salah satu cara pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak dengan persoalan sehari-hari yang harus di pecahkan secara kelompok. Metode proyek berasal dari gagasan John Dewey tentang konsep “learning by doing” yakni proses perolehan hasil belaar dengan mengerjakan Tindakan-tindakan tertentu sesuai tujuannya, terutama proses penguasaan anak tentang bagaimana melakukan sesuatu pekerjaan yang terdiri atas serangkaian tingkah laku untuk mencapai tujuan, misalnya naik tangga, melipat kertas, memasang sepatu, menganyam, membentuk model binatang, dsb.

Aktivitas pertama adalah mengamati dengan menghitung, mengukur, menimbang, mengklasifikasi, mencari hubungan dengan ruang dan waktu.

Kedua membuat hipotesis atau prediksi. Ketiga, merencanakan penerapan kegiatan seperti kegiatan penelitian dan eksperimen (mengendalikan variable).

Keempat, menginterpretasi kejadian-kejadian dalam kegiatan dan

menganalisisnya. Kelima, Menyusun kesimpulan dengan mendeskripsikan hasil atau memecahkan masalah yang ada. Keenam, mengomunikasikannya.

Keenam kegiatan pokok tersebut berikut perincian-perinciannya adalah serangkain perilaku para ilmuwan dalam penemuan-penemuan atau pemecah masalah. Melibatkan siswa dalam rangkain kegiatan ini adalah proses belajar atau pembelajaranyang tidak terbatas untuk mengetahui, tetapi juga

mengembangkan potensi fisik dan psikis bahkan mendorong Prakarsa dan kreativitas. ini yang di maksud proses pembelajaran agar siswa aktif mengembangkan potensinya sendiri. Dengan berulang-ulang melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oelh ilmuwan tersebut akan terbentuk kebiasaan sistematis dan logis serta sikap kreatif dan kritis. Dengan berkembangnya potensi fisik dan psikis, ia telah membentuk/ melahirkan dirinya sendiri sebagai manusia cerdas.

proyek-proyek ini dimulai dari yang sederhana dengan hanya memperhatikan/ mengamati kemudian sudah bisa mengkomunikasin secara

(7)

singkat hasil pengamatannya, meningkat pada proyek yang lebih tinggi, pengamatan ditambah dengan kegiatan menghitung, mengukur, menimbang, mengklasifikasi; kemudian pada tingkat yang lebih kompleks juga dilakukan analisi.

selain kegiatan itu menyenangkan, juga menimbulkan tantangan bahkan melahirkan doronganuntuk Prakarsa kreatif agar menjadi hasil

pembelajaran. Agar potensi itu memperkarya pribadi siswa, pada setiap akhir proyek ada refleksi berupa pernyataan yang berisi hasil atau manfaat yang membentuk kekayaan pribadinya itu. Mengomunikasikan kepada sesama pembelajar diharapkan menjadi sebuah kesadaran baru yang membangun kepribadian/wataknya. Kegiatan-kegiatan berbasis proses adalah yang paling rasional sebagai Pendidikan watak. Mengatakan bahwa Pendidikan watak itu penting tanpa dilanjutkan dengan kesadaran melakukan rangkaian proses mustahil bisa mengembangkan potensi psikis.

2. Prinsip- prinsip pembelajaran proyek

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapannya yaitu: (Wena, 2011):

a) Sentralistis. Model pembelajaran ini merupakan pusat dari strategi pembelajaran, karena siswa mempelajari konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek merupakan pusat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di kelas.

b) Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan oleh siswa bersumber pada pertanyaan atau persoalan yang menuntun siswa untuk menemukan konsep mengenai bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yang dapat membangkitkan motivasi internal pada diri siswa untuk membangun kemandirian dalam

menyelesaikan tugas.

c) Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yang dilakukan oleh siswa untuk merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek. Oleh karena itu guru harus dapat merancang strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk

(8)

melakukan proses pencarian dan atau pendalaman konsep pengetahuan dalam rangka menyelesaikan masalah atau proyek yang dihadapi.

d) Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, siswa diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan target sendiri dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan. Guru berperan sebagai motivator dan fasilitator untuk mendukung keberhasilan siswa dalam belajar.

e) Realistis. Proyek yang dikerjakan oleh siswa merupakan pekerjaan nyata yang sesuai dengan kenyataan di lapangan kerja atau di masyarakat.

Proyek yang dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau permasalahan yang benar-benar nyata.

3. Implementasi atau Langkah Pelaksanaan metode proyek a) Memilih topik

b) Melakukan eksplorasi c) Pengorganisasikan

d) Tahap diskusi/representasi e) Ringkasan pengalaman

4. Contoh Kegiatan Metode Pengajaran Proyek

contoh kegiatan proyek di kelompok bermain. Topik yang dipilih adalah air karena musim memasuki musim kemarau. Kemudian guru bersama anak melakukan eksplorasi tentang tema, seperti bagaimana rasa air, bagaimana air mengalir, sifat-sifat air, dan warna air. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam proyek air diawali dengan mengambil air dari kolam taman dan kemudian membawa kembali kedalam kelas lalu membandingkannya dengan air keran.

Kegiatan lain yaitu air dicampur dengan bahan-bahan seperti tepung terigu untuk membentuk playdough, melukis dengan air, menggunakan botol semprot, sikat dan rol; mengangkut air dengan selang, ember, katrol dan mengalirkannya pada selokan; membuat hujan, mencuci boneka, hewan dan piring dengan air, dan diakhiri dengan kegiatan puncak yaitu kegiatan outdoor seperti mencuci sepeda roda tiga. Dari hasil proyek ini anak mampu menggunakan kosakata baru dalam bermain sehari-hari seperti merendam, menguap, menyerap, aliran dan

sebagainya.

(9)
(10)

BAB III PENUTUP 1. kesimpulan

Metode Proyek ini cocok bagi pengembangan anak usia dini terutama dimensi kognitif, sosial, motorik, kreatif dan emosional. Oleh karena itu, metode proyek merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pemecahan masalah bersama yang mempunyai nilai praktis yang sangat penting bagi pengembangan pribadi anak, serta mengembangkan ketrampilan menjalani kehidupan sehari-hari.

Pada pembelajaran proyek, anak-anak dilibatkan dalam memilih topik-topik pembelajaran yang menarik perhatian dan ingin diketahui lebih dalam dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pendekatan proyek bahwa pembahasan mendalam tentang topik tertentu yang dipilih anak dapat dilakukan oleh satu orang anak atau lebih.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Tilaar. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Nuansa Cendekia.

R, Moeslichatoen. 2004. Metode Pengajaaran Di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Amelia, N., & Aisya, N. (2021). Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) dan Penerapannya pada Anak Usia Dini di TK IT Al-Farabi. BUHUTS AL- ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 1(2), 181-199.

http://dianhardiantii.blogspot.com/2014/12/makalah-metode-proyek-aud.html?m=1

Referensi

Dokumen terkait