• Tidak ada hasil yang ditemukan

budidaya alpukat compress SADasdsa

N/A
N/A
veto

Academic year: 2023

Membagikan "budidaya alpukat compress SADasdsa"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

Buku ini juga dilengkapi dengan gambar dan foto untuk memudahkan pembaca memahaminya dan juga dapat digunakan oleh pengguna (peternak, petani, petugas lapangan, dll) yang ingin mengembangkan alpukat. Daerah di Indonesia yang cocok untuk pengembangan alpukat dan total produksi tanaman alpukat di setiap provinsi.

PENDAHULUAN

  • Alpukat Ijo Bundar
  • Alpukat Ijo Panjang
  • Alpukat Merah Bundar
  • Alpukat Merah Panjang
  • Alpukat Mega Gagauan
  • Alpukat Mega Murapi

Selain itu alpukat Mega Gagauan mempunyai ciri-ciri berbuah terus menerus, berat buah mencapai 600-800 g/buah, warna daging buah kuning. Keunggulan alpukat Mega Murapi adalah produksi tinggi, bentuk buah bulat lonjong, ukuran buah besar, daging buah tebal berwarna mentega, permukaan kulit halus, kasar, warna kulit hijau tua, berpotensi untuk diperkenalkan dan dinobatkan sebagai buah unggulan daerah. khalayak yang lebih luas. Selain itu alpukat Mega Murapi mempunyai ciri-ciri berbuah terus menerus, berat buah mencapai 400-600 gr/buah, warna daging buah kuning mentega.

Alpukat Mega Paninggahan mempunyai keunggulan produksi tinggi, bentuk buah bulat lonjong, ukuran bulu, daging buah berwarna kuning mentega tebal dan pulen.

Tabel 1. Wilayah Indonesia yang sesuai untuk pengembangan alpukat dan total produksi alpukat di setiap propinsi.
Tabel 1. Wilayah Indonesia yang sesuai untuk pengembangan alpukat dan total produksi alpukat di setiap propinsi.

SYARAT TUMBUH

Jenis tanah yang baik untuk menanam alpukat adalah lempung berpasir, lempung liat, dan lempung aluvial.

PERSIAPAN BIBIT

Pemilihan pohon induk

Varietas alpukat Ijo Panjang, Ijo Bulat, Merah Panjang, Merah Bulat, Mega Gegauan, Mega Paninggahan dan Mega Murapi dapat dijadikan pohon induk batang atas.

Perbanyakan tanaman 1. Persiapan batang bawah

  • Perbanyakan tanaman

Penanaman benih di polibag dilakukan dengan cara sebagai berikut, yaitu bagian bawah benih yang cukup rata diletakkan di bagian bawah, dan ujung benih yang runcing dipotong 1/3 bagian ujungnya ke atas. Hasil penelitian Supriyanto et al., 1990, bahwa pemotongan biji alpukat pada 1/3 ujung dapat mempercepat perkecambahan biji, meningkatkan pertumbuhan bibit dan memperbaiki sistem perakaran bibit. Sekitar 3 minggu setelah tanam, benih ini mulai berkecambah dan membentuk bibit.

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan yang tumbuh di sekitar bibit, dan penyemprotan pestisida secara berkala untuk mencegah serangan hama dan penyakit hingga bibit alpukat dimusnahkan. Model perbanyakan yang umum digunakan pada tanaman alpukat adalah dengan teknik sambung pucuk atau sambung celah dengan tingkat keberhasilan sekitar 80% (Supriyanto, 1986). Kondisi lingkungan terutama suhu, kelembaban dan cahaya memegang peranan yang sangat penting dalam proses perbanyakan tunas.

Potong pucuk enteris sepanjang ± 10 cm, buang semua daunnya, lalu buat potongan miring pada pangkal kedua sisinya hingga membentuk taji (huruf “V”). Masukkan tunas masuk ke celah pada batang bawah dan ikat sambungannya dengan tali plastik dan tutupi dengan kantong plastik bening. 2-3 minggu setelah okulasi, jika tunas sudah pecah atau sudah muncul daun baru berarti okulasi berhasil.

Saat ini penutup plastik sudah bisa dibuka, namun tali penghubung masih bisa dibiarkan di tempatnya hingga bibit tumbuh kuat (2-3 bulan). 15 cm) dan dibelah. Pintu masuknya dipotong di bagian bawah. Sebelum ditanam di pekarangan, benih harus mendapat perawatan intensif seperti penyiraman 2 hari sekali dengan selang waktu jika tidak hujan, penyiangan di polibag dan pemusnahan tanaman.

PENANAMAN

Persiapan lahan dan pembuatan lubang tanam

Pola tanam alpukat sebaiknya dilakukan dengan kombinasi antarvarietas karena sebagian besar varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Pada lahan yang telah disiapkan kami membuat lubang tanam dengan ukuran 75x75x75 cm, tergantung tujuan penanaman, kondisi tanah dan varietas yang kita tanam. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang atau kompos “matang” sebanyak 20 kg per lubang.

Jika memungkinkan, lubang tanam sebaiknya disemprot dengan fungisida untuk mencegah mikroba (terutama jamur Phytophthora) menyerang akar. Untuk mengatasi masalah tanah masam, tanah galian dicampur dengan dolomit atau kapur pertanian sebanyak 0,5-1 kg per lubang tanam.

Pelaksanaan penanaman

Waktu tanam yang paling tepat adalah pada awal musim hujan, agar benih mendapat cukup air untuk pertumbuhannya. Lepas ajir dan buat lubang tanam sedikit lebih besar dari ukuran polybag bibit alpukat. Pastikan akar bibit tidak bergerombol pada satu sisi, namun posisikan agar akar dapat menyebar ke segala arah.

Tanah galian dimasukkan ke dalam lubang tanam dan tanah disekitarnya dipadatkan agar bibit dapat berdiri kokoh. Pada tahun pertama, tanaman alpukat memerlukan perlindungan khusus dari angin atau terik matahari. Menempatkan mulsa setinggi 10 cm (misalnya jerami padi) di sekitar tanaman muda dapat menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah dan melindungi serta mendorong perkembangan sistem perakaran.

Pada jarak tanam yang luas, sebelum tanaman alpukat berumur 5-8 tahun pertama, lahan kosong di antara tanaman alpukat yang masih muda dapat ditanami tanaman penutup tanah, tanaman sayuran atau tanaman berumur pendek lainnya.

PEMELIHARAAN TANAMAN

  • Penyulaman
  • Pemberantasan gulma
  • Pemupukan dan pendangiran
  • Pengairan
  • Pemangkasan

Untuk mencegah agar tanah tidak ditumbuhi gulma, maka sangat disarankan agar tanah kosong di sela-sela tanaman alpukat ditanami tanaman penutup tanah. Pada masa pertumbuhan vegetatif (saat tanaman belum berbuah), tanaman alpukat memerlukan unsur hara Nitrogen lebih banyak, sedangkan pada masa generasi atau berbuah, kebutuhan unsur hara Fosfor dan Kalium lebih banyak dibandingkan unsur Nitrogen. Apabila kondisi lahan tanam cukup subur maka cukup menambahkan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) untuk pertumbuhan tanaman.

Agar pupuk efektif dan terserap maksimal oleh tanaman, cara pemberian pupuk harus dilakukan dengan benar. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan membuat lubang, parit, garitan atau alur melingkar di sekeliling batang di bawah batas tajuk atau daun terluar (Gambar 11.). Pemupukan dapat diberikan bersamaan dengan pembentukan atau penggemburan tanah di sekitar tanaman, agar akar tanaman leluasa menyerap unsur hara.

Selain pupuk yang diberikan melalui akar, tanaman alpukat juga membutuhkan pupuk daun yang berguna untuk pembentukan daun, misalnya Bayfolan, Gandasil D atau Vitabloom. Penyiraman dilakukan terutama pada tanaman muda karena sistem perakaran belum mampu menyerap air lebih dalam. Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang yang tumbuh terlalu rapat atau cabang mati atau cabang lain yang tidak diinginkan.

Usahakan tinggi tanaman alpukat berada pada jarak 4-5 meter dari permukaan tanah dan letak cabang bagian bawah pada jarak 1-1,5 m dari permukaan tanah. Karya tinggi merupakan upaya untuk meremajakan tanaman alpukat yang sudah tua atau mengganti tanaman yang sudah tidak produktif dan berbeda dengan tanaman yang lebih produktif dan mempunyai identitas atau varietas yang jelas.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 7.1. Hama Utama dan Pengendaliannya

  • Ulat peliang/penggulung daun
  • Aphids ( Aphids gossypii Glov.)
  • Tungau merah ( Tetranychus cinnabarinus Boisd) Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah permukaan
  • Lalat buah ( Dacus dorsalis Hend .)
  • Penyakit Utama dan Pengendaliannya 1. Antraknose
    • Bercak daun atau bercak coklat
    • Busuk akar dan kanker batang
    • Busuk buah
    • Embun tepung

Pengendalian secara kimia menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monocrotophos atau cypermethein dengan dosis anjuran yang tertera pada kemasan. Tungau merah (Tetranychus cinnabarinusBoisd) Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini hanya bersifat dangkal. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah permukaan daun berbintik kuning, kemudian berubah menjadi merah tua seperti karat. Pengendalian secara kimia dilakukan dengan penyemprotan dengan acaricide Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dicofoldan dengan dosis 0,6-1 l/ha.

Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah terdapat lubang-lubang yang menyerupai terowongan sehingga makanan tidak dapat disalurkan ke daun, kemudian daun layu, kering dan akhirnya mati. Pengendalian hama ini dilakukan dengan melakukan penyemprotan secara berkala insektisida sistemik yang mengandung bahan aktif asetat atau diazinon yang mengandung Orthene 75 SP dosis 0,5-0,8 g/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter pada saat penanaman. dia tersipu. Hama ini biasanya menyerang buah-buahan yang ditandai dengan bercak atau benjolan hitam pada permukaan buah yang merupakan lubang bagi hama sekaligus tempat bertelur.

Tindakan terbaik adalah menghancurkan buah yang terkena dampak atau membalik tanah sehingga larva terkena sinar matahari dan mati. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida yang mengandung zat aktif maneb, misalnya Velimex 80 WP dengan dosis 2-2,5 g/liter. Gejalanya berupa bercak coklat muda dengan tepi coklat tua pada permukaan daun atau buah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki drainase, memastikan tidak ada genangan air atau dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian menggantinya dengan tanaman baru. Pengendalian secara kimia dilakukan dengan penyemprotan fungisida Velimex 80 WP yang mengandung zat aktif Zineb dengan dosis 2-2,5 g/liter.

PANEN

Kerugian dari penutupan permukaan daun adalah proses fotosintesis terhambat, sehingga kaki sintetase yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan pengisian buah terhambat. Produksi buah alpukat pada pohon yang tumbuh dan menghasilkan buah yang baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun.

PASCA PANEN

  • Pencucian
  • Sortasi dan grading
  • Pemeraman dan penyimpanan
  • Pengemasan

Pada saat dipanen, buah sebaiknya dipetik/dipotong beserta sebagian kecil batang buahnya (3-5 cm) untuk mencegah terjadinya memar atau luka di dekat batang buah. Setelah buah bersih dilakukan penyortiran yang bertujuan untuk memisahkan buah baik yang memenuhi syarat dengan buah yang cacat, terkena serangan serangga, memar, patah atau terlalu kecil. Buah yang pecah atau terserang hama yang tidak disortir akan cepat busuk dan akibatnya selama pengangkutan dan penyimpanan akan mempengaruhi atau menular ke buah lain yang masih baik.

Ciri-ciri buah yang baik: tidak cacat, kulit buah harus halus, tidak berbintik, cukup tua tetapi belum matang, ukuran buah seragam. Cara sederhana yang dapat anda lakukan adalah dengan memasukkan buah ke dalam kantong plastik atau karung yang terbuat dari karung, lalu ikat dengan kuat, kemudian letakkan karung karung tersebut di tempat yang kering dan bersih. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan zat atau bahan yang dapat menghasilkan hormon memasak seperti asetilena dan etilen; misalnya karbida, etrel, daun albasia dan daun gamal.

Untuk memperpanjang umur simpan, penyimpanan dapat dilakukan pada suhu rendah sekitar 5°C, dan dapat bertahan hingga hari ke 30 hingga hari ke 45. Buah alpukat yang dipanen pada tingkat kematangan komersial, dan disimpan pada suhu 22°C atau 2-7°C selama 3-5 minggu, terdapat korelasi positif dan nyata dengan kadar Ca, Mg dan kadar Ca+Mg/kalium. rasio dalam daging buah (Hofmanet al., 2001). Untuk pemasaran rumah tangga, buah alpukat dikemas dalam kantong/keranjang plastik, kemudian diangkut dengan kendaraan bermotor untuk sampai ke konsumen.

Untuk ekspor menggunakan karton box berkapasitas 5 kg buah alpukat yang dibungkus dengan kertas tisu dan dilipat rapi ke dalam karton box. Persyaratan kemasan yang baik antara lain: tidak beracun; memastikan bahwa konten tersebut tidak rusak secara fisik atau terkena bahan kimia; dapat mencegah pemalsuan; pembukaan dan penutupan yang mudah; memastikan kemudahan dan keamanan penghapusan konten; memastikan kemudahan pembuangan kemasan bekas; ukuran, bentuk dan berat.

PEMANFAATAN ALPUKAT

Gambar

Tabel 1. Wilayah Indonesia yang sesuai untuk pengembangan alpukat dan total produksi alpukat di setiap propinsi.

Referensi

Dokumen terkait