Korespondensi Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI IPB) 1. Naskah di submit pada 23 Juli 2021
2. Diterima dengan perbaikan penulisan sesuai template pada 23 Juli 2021 3. Pengiriman hasil perbaikan pada 28 Juli 2021
4. Review Discussion dimulai pada 5 Januari 2022 dengan hasil perlu perbaikan mendasar 5. Hasil perbaikan dikirim pada 7 Januari 2022
6. Melengkapi surat pernyataan publikasi dan Pembayaran publish fee pada 18 Januari 2022
7. Proses proof read dan perbaikan pada 20 Januari 2022 8. Artikel terbit pada 21 Januari 2022
Berikut rincian proses review dan proof read dari redaksi dan bebestari JIPI
1. Email bukti submit
2. Revisi sesuai template
3. Revisi konten
4. Penambahan surat pernyataan publikasi
5. Proses Proof read
6. Jurnal Terbit
LEMBAR PENILAIAN MAKALAH
Judul Makalah: Respon Pertumbuhan dan Produktivitas Tomat terhadap Berbagai Dosis MOL Limbah Buah-Buahan
No Kriteria Penilaian Nilai
1 2 3 4 5 1 Keaslian isi makalah (belum pernah dimuat dalam jurnal lain) 2 Relevansinya dengan Jurnal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
3 Kesesuaian judul dengan isi makalah
4 Penjabaran metodogi (informative, mutakhir, dan jelas)
5 Penyajian gambar dan tabel
6 Kelengkapan data
7 Kualitas pembahasan
8 Kesesuaian latar belakang, hasil dan pembahasan dengan simpulan
9 Kelengkapan pustaka
10 Penggunaan bahasa (tata bahasa, keterbacaan, penggunaan istilah, EYD dan lain-lain)
Jumlah skor nilai Keterangan:
5. Sangat baik 4. Baik 3. Cukup 2. Kurang 1. Sangat kurang Catatan:
Rekomendasi Penilai:
- Diterima tanpa perbaikan : - Diterima dengan sedikit perbaikan : - Diterima dengan banyak perbaikan :
- Ditolak :
Bogor, 4 Januari 2022
Penilai
DAFTAR CEK MITRA BEBESTARI
Judul Makalah:
1 Apakah sistematika dan format penulisan telah sesuai dengan pedoman?
Ya 2 Apakah telah menggunakan bahasa Indonesia/Inggris yang
baik dan benar?
Perlu dicek lg 3 Apakah judul makalah cukup ringkas dan dapat
melukiskan isi makalah dengan jelas?
Ya 4 Apakah abstrak telah merangkum secara singkat dan jelas
tentang:
Tujuan dan ruang lingkup kegiatan penelitian
Metode yang digunakan
Ringkasan hasil
Kesimpulan
Perlu diperbaiki lg
5 Apakah pendahuluan menguraikan dengan jelas tentang:
Masalah dan ruang lingkup
Stastus ilmiah dewasa ini
Hipotesis
Cara pendekatan penyelesaian masalah
Hasil yang diharapkan
Perlu diperbaiki lg, belum ada info penelitian sebelumnya,
6 Apakah tata kerja telah ditulis secara jelas sehingga percobaan tersebut dapat diulang?
Ada bagian yang perlu dielaborasi
7 Apakah hasil pembahasan disusun secara rinci sebagai berikut: data: data yang disajikan telah diolah, dituangkan dalambentuk table atau gambar, serta diberi keterangan yang mudah dipahami. Pada bagian pembahasan terlihat adanya kaitan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar atau hipotesis.
Pada pembahasan dan
kesimpulan perlu
membandingkan dengan deskripsi varietas, bukan sekedar menunjukkan perlakuan 1 lebih baik dari perlakuan lainnya, hal ini
dapat menimbulkan
miskonsepsi 8 Apakah kesimpulan berisi secara singkat dan jelas tentang:
Esensi litbang
Kesesuaian atau pertentangan dengan hasil litbang lain?
Penalaran penulis secara logis dan judul berdasarkan fakta yang diperoleh?
Implikasi hasil litbang baik teoritis maupun penerapan
Perlu diperbaiki lg
9 Apakah daftar pustaka telah ditulis secara benar sesuai dengan petunjuk?
belum
Saran dan komentar: jumlah satuan amatan terbatas, perlu mengecek KK per parameter
pengamatan, jika ada, perlu hasil analisis tanah dan informasi mengenai sejarah lahan yang
digunakan untuk penelitian. Pembahasan perlu dielaborasi lagi
Keputusan: Tulisan ini diterima/ perbaikan kecil/ perbaikan mendasar/ ditolak
LEMBAR PENILAIAN MAKALAH
Judul Makalah: Respon Pertumbuhan Dan Produtivitas Tomat Terhadap Berbagai Dosis MOL Limbah Buah-Buahan
No Kriteria penilaian Nilai
1 2 3 4 5
1 Keaslian isi makalah (belum pernah dimuat dalam jurnal lain) V
2 Relevansinya dengan Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia V
3 Kesesuaian judul dengan isi makalah V
4 Penjabaran metodologi (informative, mutakhir, dan jelas) V
5 Penyajian gambar dan Tabel V
6 Kelengkapan data V
7 Kualitas Pembahasan V
8 Kesesuaian latar belakang, hasil dan pembahasan dengan kesimpulan V
9 Kelengkapan pustaka V
10 Penggunaan Bahasa (tata bahasa, keterbacaan, penggunaan istilah, EYD dll) V Jumlah skor nilai 35
Keterangan:
5. Sangat baik 4. Baik 3. Cukup 2. Kurang 1. Sangat kurang
Catatan: Tema naskah ini cukup sederhana yaitu untuk mengetahui dampak perlakuan terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Celah penelitian (research gap) tidak dikemukakan secara baik. Namun demikian naskah ini cukup relevan untuk dimuat di JIPI.
Rekomendasi Penilai:
- Diterima : DITERIMA
- Ditolak :
Bogor, 25 Agustus 2021
Penilai
Respon Pertumbuhan Dan Produtivitas Tomat Terhadap Berbagai Dosis MOL Limbah Buah-Buahan
Response of Tomato Growth and Productivity to Various MOL Doses of Fruit Waste
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat terhadap aplikasi berbagai dosis mikroorganisme lokal yang diperoleh dari limbah buah-buahan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), produktivitas (gram), dan Jumlah buah (buah). Hasil aplikasi terbaik yaitu pada dosis 30 ml pertanaman. Parameter tinggi tanaman pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata 114,83 cm, pada parameter jumlah daun menghasilkan rata-rata sebesar 190,83 helai, selanjutnya parameter jumlah buah menghasilkan rata-rata sebesar 7,5 buah, yang terakhir parameter berat buah rata-rata sebesar 446,16 gram. MOL berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat karena mengandung unsur hara makro dan mikro serta mengandung berbagai mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.
Kata kunci: Aplikasi MOL, Konsentrasi, Pertumbuhan Tomat, Produktivitas Tomat
ABSTRACT
Commented [JGK1]: Response of Tomato Growth and Productivity to Various Doses of MOL from Fruit Waste
Commented [JGK2]: 1 faktor perlakuan dengan 4 taraf.
Sampaikan taraf yang digunakan
The purpose of this study was to determine the response of growth and productivity of tomato plants to the application of various doses of local microorganisms obtained from fruit waste. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 6 replications. Observation parameters consisted of plant height (cm), number of leaves (strands), productivity (grams), and number of fruit (fruit). The best application results were at a dose of 30 ml per plant. The parameter of plant height at a dose of 30 ml produced an average of 114.83 cm, the parameter of the number of leaves produced an average of 190.83 strands, then the parameter of the number of fruit produced an average of 7.5 pieces, the last parameter was the average fruit weight -an average of 446.16 grams. MOL affects the growth and productivity of tomato plants because it contains macro and micro nutrients and contains various microbes that are beneficial to plants
Keywords: MOL Application, Dosage, Tomato Growth, Tomato Productivity
PENDAHULUAN
Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari karena rasanya yang segar, sedikit masam, dan enak. Secara umum, buah tomat mengandung banyak vitamin dan gizi, diantaranya karbohidrat, vitamin A, kalori, protein, kalsium, vitamin C, dan sedikit vitamin B, lemak. Tomat juga adalah salah satu dari hasil di sektor pertanian yang nilai ekonominya terbilang cukup tinggi. Tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, biasanya memiliki risiko kegagalan di dalam proses budidya yang sama tingginya pula. Di Indonesia tomat banyak dibudidayakan di daerah Jawa, Sumatra, dan daerah lain yang
Commented [JGK3]: Not alphabetical
Commented [JGK4]: Perlu dielaborasi lagi, sampai dimana kemajuan penelitian mengenai MOL yang telah dilakukan peneliti sebelumnya
memiliki kesesuaian dengan syarat tumbuh tanaman tomat, selain digunakan untuk keperluan rumah tangga,tomat juga dapat digunakan untuk keperluan Industri, seperti Industri bumbu masakan, makanan, serta obat-obatan (Prashasta, 2009)
Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu kecamatan yang berada diwilayah kota batu yang wilayahnya berada di kaki gunung arjuna, hal ini yang menyebabkan kecamatan Bumiaji menjadi salah satu kecamatan penghasil sayuran serta buah buahan khususnya tomat. Produktifitas tomat pada tahun 2019 di kecamatan Bumiaji tergolong tinggi yakni 323,1 ton. Inilah yang menjadikan kecamatan Bumiaji sebagai salah satu daerah penghasil tomat. (BPS, 2019).
Pupuk organik seperti mikroorganisme local (MOL) limbah buah-buahan merupakan pupuk yang ramah lingkungan dikarenakan tidak meninggalkan zat residu yang dapat mengurangi kesuburan tanah, namun pada penerapan MOL lombah buah-buahan sebagai pengganti pupuk kimia perlu dillakukankajian.
Kajian tersebut guna mengetahui pengaruh dosis MOL buah-buahan terhadap tanaman tomat, sehingga keefektifan penggunaan MOL limbah buah-buahan dapat dibuktikan dalam hasil pertumbuhan dan meningkatkan produktifitas tanaman tomat jika diterapkan dalam sekala besar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana respon pertumbuhan tanaman dan produktivitas tanaman tomat terhadap pemberian berbagai dosis MOL limbah buah-buahan
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan kajian dilakukan pada lahan terbuka di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Maret 2021 sampai Juni 2021.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam kajian ini meliputi : cangkul, timbangan, polybag, ajir, tali rafia, sekop, gembor, alat tulis. Untuk bahan yang akan digunakan dalam kajian meliputi : benih, MOL limbah buah- buahan.
Metode Penelitian
Kajian yang akan dilakukan adalah pengaruh dosis MOL terhadap hasil produktifitas tanaman tomat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor4 perlakuan yang terdiri dari 4 taraf dosis MOL. dengan menggunakan konsentrasi MOL yang digunakan sebesar 10 % dan diulang sebanyak 6 pengulangan pada tiap taraf perlakuan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Dengan menggunakan perlakuan berikut ini:
A1 = Kontrol (Tanpa MOL)
A2 = 15 ml MOL limbah buah-buahan / polybag A3 = 30 ml MOL limbah buah-buahan / polybag A4 = 45 ml MOL limbah buah-buahan / polybag
Pelaksanaan Penelitian
Pada pelaksanaan kajian terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan agar pada kegiatan kajian terstruktur. Berikut tahapan pelaksanaan kajian :
1. Persiapan MOL Limbah Buah-buahan
MOL limbah buah-buahan yang disiapkan adalah MOL yang berbahan dasar limbah buah-buahan, air kelapa, air cucian beras, gula merah. Bahan-bahan didapatkan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seluruhnya dicampur menjadi satu dan didiamkan selama 1 minggu.
Commented [JGK5]: Berapa tanaman per satuan percobaan?
Commented [JGK6]: Sampaikan komposisiya, sehingga percobaan dapat dreplikasi
2. Penghitungan Kerapatan Spora Jamur
Penghitungan kerapatan jamur pada larutan MOL dilakukan di laboratorium Perlindungan Tanaman Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Larutan MOL biang yang diperoleh, dibuat agar menjadi suspensi yang homogen. Larutan dikocok dengan shaker dengan kecepatan 470 osilasi per menit selama 10 menit. Suspensi diambil 100 mL, kemudian diencerkan dengan 900 mL aquades steril. Larutan dihomogenkan kemudian diambil 100 µL diteteskan pada haemocitometer kemudian diamati di bawah mikroskop binolukuler dengan perbesaran 400x. Jumlah spora dihitung menggunakan rumus Gabriel & Riyatno dalam Herlinda dkk (2003)
𝐶 = 𝑡
(𝑛 𝑥 0,25)𝑥102
3. Penanaman Tomat a. Pengadaan bibit
Pengadaan bibit tomat dilakukan dengan cara membeli kepada penangkar bibit di kepanjen Kepanjen dengan varietas Servo dengan umur kurang lebih 3 minggu.
b. Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan adalah tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 3, dicampur dan dimasukan kedalam polybag besar ukuran 45 cm x 45 cm.
c. Penanaman
Penanaman dilakukan pada saat bibit memiliki 4-5 helai daun. Sebelum bibit ditanam polybag disiram terlebih dahulu, kemudian bibit ditanam bersama dengan media persemaian hingga sebatas leher akar.
d. Pemeliharaan
Penyiraman tanaman tomat dilakukan pagi dan sore hari, Pemasangan ajir dilakukan 3 minggu setelah bibit dipindahkan dengan panjang ajir ± 2 m. Penyiangan dilakukan apabila rumput mulai tumbuh dan daun gugur mulai banyak.
e. Aplikasi MOL
Commented [JGK7]: Tidak ada pemupukan lain selain aplikasi MOL?
Aplikasi MOL dilakukan menggunakan MOL limbah buah-buahan. Aplikasi pertama dilakukan pada awal tanam (1 HST), dan kemudian dilanjutkan dengan aplikasi susulan tiap 1 minggu sekali sesuai dosis perlakuan.
f. Panen
Panen dilakukan apabila buah sudah menunjukan masak fisiologis, dengan cara dipetik langsung pada pangkal tangkai buah, panen dilakukan selama 7 hari.
Parameter Pengamatan 1. Tinggi Tanaman
Tinggi Tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ujung daun paling tinggi. Pengukuran mulai dilakukan pada tanaman pada umur 14 HST dan pengukuran selanjutnya dilakukan dalam interval waktu 1 minggu setelah pengukuran, pengukuran dilakukan sampai masuk fase generatifve.
2. Jumlah Daun
Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang sudah terbuka dengan sempurna. Penghitungan jumlah daun mulai dilakukan pada umur 14 HST dan penghitungan selanjutnya dilakukan dalam interval waktu 1 minggu setelah penghitungan, penghitungan dialkukan sampai masuk fase generative.f
3. Jumlah Buah Pertanaman
Penghitungan jumlah pertanaman dilakukan pada waktu musim panen yang pertama selama 7 hari.
4. Produktivitas Pertanaman
Penghitungan produktivitas dilakukan pada waktu musim panen yang pertama selama 7 hari.
Analisis Data
Seluruh data yang didapatkan akan dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dengan taraf nyata 95%. Jika antar perlakuan berbeda nyata digunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Commented [JGK8]: Sampai umur berapa aplikasi tsb dilakukan?
Commented [JGK9]: Apa kepanjangannya?
Hasil Penghitungan Kerapatan Spora
Kerapatan spora yang diperoleh 2,264.104. Pengaplikasian MOL limbah buah-buahan dimulai pada saat tomat usia 1 HST (satu hari setelah pindah tanam) dan dilakukan lagi dengan interval waktu 1 minggu.
Cara pengaplikasian pada tanaman tomat dilakukan dengan cara larutan biang MOL sebanyak 100 ml dilarutkan kedalam 1 liter air, lalu disiramkan ke batang yang dekat dengan akar pada tanaman tomat sebanyak 30 ml per tanaman.
Larutan MOL dengan bahan dasar buah pepaya, buah pisang, gula merah, dan air leri mengandung berbagai mikroorganisme yaitu Azotobacter sp, Lactobacillus sp, bakteri fotosintetik dan jamur pengurai selulosa yang memiliki fungsi sebagai decomposer senyawa organikc (Kurniawan, 2018).
Masing-masing mikroba memiliki fungsi yang berbeda yakni pada Azotobacter sp mempunyai kemampuan untuk memproduksi zat pengatur tumbuh dan vitamin yakni Kinetin, IAA, dan giberelin, bakteri ini juga mampu memfiksasi nitrogen dengan cara nonsimbiotik serta menghasilkan Ekstraselular dan Polisakarida seperti Polimer dan Alginat. Pada Bakteri Lactobacillus sp mempunyai fungsi yaitu melakukan penguraian bahan-bahan organik tanpa menyebabkan peningkatan suhu dikarenakan mikroorganisme anaerob bekerja menggunakan kekuatan enzim. Pada bakteri fotosintetik mempunyai pigmen yang disebut bakterofil a atau b yang bisa menghasilkan pigmen warna hijau, merah, sampai dengan ungu guna menyerap energi matahari untuk malkukan proses fotosintesis, bakteri ini memiliki manfaat yaitu dapat menambahkan unsur nitrogen bagi tanaman, memberikan gas hydrogen sulfida pada tanah, serta sebagai sumber mineral asam amino, asam nukleat, dan senyawa aktif fisiologis dan polisakarida. Untuk jamur pengurai selulosa memiliki sifat racun sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan organisme pengganggu.
Parameter Tinggi Tanaman
Pengamatan tinggi tanaman dilakukan untuk mengetahui beda nyata tinggi tanaman pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 1. Pada minggu pertama di tiap perlakuan masih belum terlihat perbedaan nyata yang signifikan, namun pada minggu pertama perlakuan yang menunjukan hasil tertinggi adalah A3. Pada minggu kedua beda nyata masih belum terlihat di perlakuan A1 dan A2, namun
Commented [JGK10]: Ini berbeda dengan metode Commented [JGK11]: Sesuai perlakuan?
Commented [JGK12]: Tinggi tanaman dengan perlakuan apay g tertinggi, apakah mendekati deskripsi varietas?
pada perlakuan A3 dan A4 sudah terlihat beda nyata, untuk perlakuan dengan hasil tertinggi di minggu kedua adalah perlakuan A3. Pada minggu ketiga sampai dengan minggu ketiga hingga minggu ke enam beda nyata antara masing-masing perlakuan sudah terlihat, namun pada minggu ke tujuh pada perlakuan A1 dan A2 tidak menunjukan beda nyata, untuk perlakuan A3 dan A4 masih terlihat beda nyata, untuk perlakuan dengan hasil tertinggi dari minggu ke tiga hingga ke tujuh adalah perlakuan A3. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Tinggi tanaman tomat servo dapat mencapai 125,14 cm jika dilakukan pemupukan dan perawatan yang rutin (Hapsari, dkk, 2017). Hal ini juga selaras dengan penelitan Raras, dkk (2018) menyatakan bahwa MOL limbah buah-buahan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
Parameter Jumlah Daun
Pengamatan jumlah daun dilakukan untuk mengetahui beda nyata jumlah daun pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 2. Rerata jumlah daun pada minggu pertama sudah terlihat beda nyata pada masing masing dosis, pada dosis 30 ml menunjukan hasil yang paling baik dan pada perlakuan tanpa dosis mol menunjukan hasil terendah, begitu juga seterusnya hingga minggu ke tiga. Pada minggu ke empat pada perlakuan A1 dan A2 tidak terdapat beda nyata, namun pada perlakuan A3 dan A4 terlihat beda nyata, lalu pada minggu kelima hingga ke tujuh beda nyata kembali terlihat. Untuk keseluruhan pengamatan terlihat bahwa dosis mol 30 ml atau perlakuan A3 menjadi dosis terbaik untuk parameter tinggi jumlah daun. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Organ daun merupakan organ yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Daun merupakan salah satu organ pada tanaman yang berfungsi sebagai penangkap sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Hal ini selaras dengan penelitian Raras, dkk (2018) menyatakan bahwa MOL limbah buah-buahan menunjukan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada tanaman. Menurut Istamar (2000) menyatakan bahwa semakin banyak daun maka akan semakin banyak proses fotosintesis dan akan semakin banyak makanan yang diproduksi sehingga pertumbuhan tanaman dan produktivitas juga akan meningkat.
Parameter Produktivitas Tanaman
Commented [JGK13]: Pada teks, sebaiknya tidak menggunakan kode, melainkan perlakuan yg diberikan, shg memudahkan pembaca memahami isi artikel
Commented [JGK14]: Penjelasan sebaiknya tdk per minggu, krn data mungkin naik turun, tp sampaikan bagaimana trend pertumbuhannya. Komentar yang sama utk penjelasan parameter pengamatan yg lain yg dilakukan mingguan
Pengamatan berat buah pertanaman dilakukan untuk mengetahui beda nyata berat buah pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 3. Jumlah buah pada perlakuan A1 menunjukan tidak adanya beda nyata dengan perlakuan A2, begitu juga pada perlakuan A2 dan A4 tidak menunjukan beda nyata, namun pada perlakuan A3 menunjukan beda nyata dengan perlakuan yang lain. Untuk keseluruhan pengamatan terlihat bahwa pada perlakuan A3 yaitu dosis mol 30 ml menjadi perlakuan dengan hasil tertinggi. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Selaras dengan penelitian Panjaitan, dkk (2020) menyatakan bahwa MOL mampu meningkatkan berat buah pada tanaman.
Parameter Jumlah Buah
Pengamatan jumlah buah pertanaman dilakukan untuk mengetahui beda nyata jumlah buah pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 4. Jumlah buah pada perlakuan A1 menunjukan tidak adanya beda nyata dengan perlakuan A2, begitu juga pada perlakuan A2 dan A4 tidak menunjukan beda nyata, namun pada perlakuan A3 menunjukan beda nyata dengan perlakuan yang lain. Untuk keseluruhan pengamatan terlihat bahwa pada perlakuan A3 yaitu dosis mol 30 ml menjadi perlakuan dengan hasil tertinggi. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Selaras dengan penelitian Panjaitan, dkk (2020) menyatakan bahwa MOL buah-buahan mampu meningkatkan perkembangan buah pada tanaman.
Dosis Terbaik MOL Limbah Buah-buahan
Dosis MOL yang memberikan hasil terbaik dari 4 macam dosis yang diberikan kepada tanaman tomat yakni dosis mol 30 ml. MOL limbah buah-buahan dapat merangsang pertumbuhan serta produtivitas tanaman dikarenakan didalam MOL terdapat unsur hara makro dan mikro dan mengandung bakteri yang memiliki potensi sebagai bakteri perombak bahan-bahan organic serta sebagai perangsang pertumbuhan dan produktivitas. Sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer, pupuk hayati, dan sebagai pestisida organikc terutama sebagai fungisida (Purwasasmita, 2009).
Commented [JGK15]: Memang tertinggi dibanding perlakuan lain pada percobaan ini, tetapi apakah sudah menghasilkan buah sesuai dengan kemampuan tanaman (Cek deskripsi varietas), hati2 dengan kesimpulan yang
“menjerumuskan” pembaca. Komentar yang sama untuk parameter produksi tanaman
Commented [JGK16]: Hasil tanaman sangat jauh dari potensi produksi
KESIMPULAN
Hasil dari penelitian tentang respon pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat terhadap berbagai dosis mol limbah buah-buahan, yaitu pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah dosis yang menunjukan hasil yang terbaik yaitu pada dosis 30 ml pertanaman. Parameter tinggi tanaman pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 114,83 cm, pada parameter jumlah daun pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 190,83 helai, selanjutnya parameter jumlah buah pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 7,5 buah (7 hari), yang terakhir parameter berat buah pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 446,16 gram (7 hari).
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik, 2020, Produksi Tanaman Sayuran Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kota Batu, 2018 dan 2019, Kota Batu
Bargumono dan Maryama. 2020. Dasar-Dasar Teknik Budidaya Tanaman, Gosyen Publishing, Yogyakarta
Broto, dkk. 2019. Pembuatan Mikroorganisme Lokal Dengan Bahan Baku Bonggol Pisang ( MOL BOPI ) Sebagai Alternatif Pestisida Organik dan Pengganti EM4 di Desa Bumen ,Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat UNDIP- UNNES. 5.
Budiyani, dkk. 2016. Analisis Kualitas Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 5 (1).
Commented [JGK17]: Data tersebut tidak muncul pada pembahasan, namun tiba2 muncul di kesimpulan. Sebaiknya di kesimpulan disampaikan rekap hasil saja
Bui Florentina, dkk. 2015. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Ukuran Polybag Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Licopercicum escelentum, Mill). Jurnal Konversi Lahan Kering. 1 (1) : 1-7.
Cahyono, B. 2003. Tomat Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius, Yogyakarta. 99 hal.
Hadi, dkk, 2019. Pemanfaatan Mol (Mikroorganisme Lokal) Dari Materi Yang Tersedia Di Sekitar Lingkungan. Agroscience. 9 (1).
Hapsari, dkk. 2017. Pengaruh Pengurangan Jumlah Cabang dan Jumlah Buah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Solanum Lycopersicum L.). Vegetalika. 6 (3).
Hendayana, Dandan. 2011. “Cara Mempersiapkan Kegiatan Penyuluhan Pertanian. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Cijati-Cianjur.” : 2011
Herlinda, Siti, M.D. Utama, Y. Pujiastuti dan Suwandi. 2006. Kerapatan dan Viabilitas Spora Beauveria bassiana (Bals.) Akibat Sub Kultur dan Pengayaan Media Serta Virulensinya terhadap Larva Plutella xylostella (Linn.) J.HPT Tropika. 6 (2).
Irfan Mokhamad, 2014. Isolasi Dan Enumerasi Bakteri Tanah Gambut Di Perkebunan Kelapa Sawit Pt.
Tambang Hijau Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Agroteknologi. 5 (1) : 1-8.
Istamar, 2000. Biologi 2000 SMU jilid B. Jakarta: Erlangga
Jeksen dan Mutiara. 2018. Pengaruh Sumber Bahan Organik Yang Berbeda Terhadap Kualitas Pembuatan Mikroorganisme Lokal (Mol). AGRICA. 11 (1) : 60-72
Kurniawan, A. 2018. Produksi Mol (Mikroorganisme Lokal) Dengan Pemanfaatan Bahan-Bahan Organik Yang Ada Di Sekitar. Jurnal Hexagro, 2 (2)
Musnamar, Hs., 2007. Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Panjaitan, dkk. 2020. Aplikasi Beberapa Jenis Dan Dosis Mikroorganisme Lokal Limbah Tomat Dan Sayuran Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.).
Agrotekma, 5 (1)
Purwasasmita M. Kunia K. 2009. Mikroorganisme lokal sebagai pemicu siklus kehidupan dalam bioreaktor tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia- SNTKI 2009.
Raras, dkk. 2018. Pengaruh Mikroorganisme Lokal Buah-Buahan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.). Agrotekbis. 6 (1) : 127-135.
Rinaldi Muhammad. 2019. Panduan Lengkap & Praktis BUDIDAYA TOMAT Yang Paling Menguntungkan, Garuda Pustaka, Jakarta Timur
Sembiring, dkk. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk Urin Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tomat. Jurnal Produksi Tanaman. 5 (1).
Septirosya, dkk. 2019. Aplikasi Pupuk Organik Cair Lamtoro Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat. AGROSCRIPT. 1 (1) : 1-8
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Syukur Makmur Sitompul dan Bambang Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Tabel 1. Perbedaan Rerata Tinggi Tanaman Akibat Perlakuan
Perlakuan Ko de
Minggu (dalam Cm)
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5 Ke-6 Ke-7
Tanpa MOL A1 11,83±1,47a 15,41±1,70a 20,83±1,83a 33±2,36a 40,83±4,11a 49,91±7,15a 71,5±7,78a Dosis 15 ml A2 13,00±1,26a 16,00±2,36a 25,33±1,21b 37,83±1,47b 49,83±6,17b 64,93±3,7b 76,0±12,06a Dosis 30 ml A3 16,66±1,21b 21,5±1,04c 35,41±3,23c 54,66±4,36d 71,83±5,26d 87,33±6,52d 114,8±8,10c Dosis 45 ml A4 16,33±1,03b 19,00±1,41b 25,33±2,16b 45,33±3,38c 57,83±3,6c 76,83±4,62c 95,83±4,69b Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Tabel 2. Perbedaan Rerata Jumlah Daun Akibat Perlakuan
Perlakuan Ko de
Minggu
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5 Ke-6 Ke-7
Tanpa MOL A1 10,83±1,72a 18,83±4.02a 30.66±2,87a 51,83±4,53a 73,33±4,88a 103,33±3,82a 132,83±3,86a Dosis 15 ml A2 16,5±2,42b 24,83±2,31b 40,33±3.32b 58,83±8,65a 101±7,53b 125,66±11,67b 150,33±13,99b Dosis 30 ml A3 21,5±2,88d 34±3,74d 54,5±6,56d 95,16±8,51c 145,5±2,94d 178,66±11,16d 190,83±8,47d Dosis 45 ml A4 20,33±0,81c 29,5±2.07c 46,83±1,94c 76,66±4,96b 121,66±10,09c 149,66±6,18c 174,16±4,35c Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Tabel 3. Perbedaan Rerata Berat Buah Akibat Perlakuan
Perlakuan Kode Rata-rata (Gram)
Tanpa MOL A1 113,66 ± 90,89a
Dosis 15 ml A2 217,83 ± 76,89ab
Dosis 30 ml A3 446,16 ± 99,42c
Dosis 45 ml A4 305,5 ± 120,11b
Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Tabel 4. Perbedaan Rerata Jumlah Buah Akibat Perlakuan
Perlakuan Kode Rata-rata
Tanpa MOL A1 1,66 ± 0,81a
Dosis 15 ml A2 3 ± 0,89ab
Dosis 30 ml A3 7,5 ± 1,87c
Dosis 45 ml A4 4 ± 2,28b
Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Respon Pertumbuhan Dan Produtivitas Tomat Terhadap Berbagai Dosis MOL Limbah Buah-Buahan
Response of Tomato Growth and Productivity to Various MOL Doses of MOL from Fruit Waste
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat terhadap aplikasi berbagai dosis pupuk mikroorganisme lokallocal (MOL) yang diperoleh dibuat dari limbah buah-buahan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan (one way anova) 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan meliputi dosis pemberian pupuk MOL yaitu A1 kontrol (tanpa MOL), A2 (15 ml), A3 (30 ml) dan A4 (60ml). Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), produktivitas (gram), dan Jumlah buah (buah). Hasil aplikasi terbaik diantara perlakuan yaitu adalah pada dosis 30 ml pertanaman. Parameter tinggi tanaman pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata 114,83 cm, pada parameter jumlah daun menghasilkan rata-rata sebesar 190,83 helai, selanjutnya parameter jumlah buah menghasilkan rata-rata sebesar 7,5 buah, yang terakhir parameter berat buah rata-rata sebesar 446,16 gram. MOL berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat karena mengandung unsur hara makro dan mikro serta mengandung berbagai mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.
Kata kunci: Aplikasi MOL, Konsentrasi, Pertumbuhan Tomat, Produktivitas Tomat
Commented [JGK1]: Response of Tomato Growth and Productivity to Various Doses of MOL from Fruit Waste Commented [EWP2R1]: Diperbaiki sesuai koreksi
Commented [JGK3]: 1 faktor perlakuan dengan 4 taraf.
Sampaikan taraf yang digunakan
Commented [EWP4R3]: 4 perlakuan sudah dirinci
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the response of growth and productivity of tomato plants to the application of various doses of local microorganisms obtained from fruit waste. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 6 replications. Observation parameters consisted of plant height (cm), number of leaves (strands), productivity (grams), and number of fruit (fruit). The best application results were at a dose of 30 ml per plant. The parameter of plant height at a dose of 30 ml produced an average of 114.83 cm, the parameter of the number of leaves produced an average of 190.83 strands, then the parameter of the number of fruit produced an average of 7.5 pieces, the last parameter was the average fruit weight -an average of 446.16 grams. MOL affects the growth and productivity of tomato plants because it contains macro and micro nutrients and contains various microbes that are beneficial to plants
Keywords: MOL Application, Dosage, MOL Application, Tomato Growth, Tomato Productivity
PENDAHULUAN
Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari karena rasanya yang segar, sedikit masam, dan enak. Secara umum, buah tomat mengandung banyak vitamin dan gizi, diantaranya karbohidrat, vitamin A, kalori, protein, kalsium, vitamin C, dan sedikit vitamin B, lemak. Tomat juga adalah
Commented [JGK5]: Not alphabetical
Commented [EWP6R5]: Kata kunci sudah disusun urut abjad
Commented [JGK7]: Perlu dielaborasi lagi, sampai dimana kemajuan penelitian mengenai MOL yang telah dilakukan peneliti sebelumnya
Commented [EWP8R7]: Kami masukkan acuan dari hasil kajian Yuliana (2021) mengenai efektifitas MOL pada tanaman kentang.
salah satu dari hasil di sektor pertanian yang nilai ekonominya terbilang cukup tinggi. Tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, biasanya memiliki risiko kegagalan di dalam proses budidaya yang sama tingginya pula. Di Indonesia tomat banyak dibudidayakan di daerah Jawa, Sumatra, dan daerah lain yang memiliki kesesuaian dengan syarat tumbuh tanaman tomat, selain digunakan untuk keperluan rumah tangga,tomat juga dapat digunakan untuk keperluan Industri, seperti Industri bumbu masakan, makanan, serta obat-obatan (Prashasta, 2009)
Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu kecamatan yang berada diwilayah kota batu yang wilayahnya berada di kaki gunung arjuna, hal ini yang menyebabkan kecamatan Bumiaji menjadi salah satu kecamatan penghasil sayuran serta buah buahan khususnya tomat. Produktifitas tomat pada tahun 2019 di kecamatan Bumiaji tergolong tinggi yakni 323,1 ton. Inilah yang menjadikan kecamatan Bumiaji sebagai salah satu daerah penghasil tomat. (BPS, 2019).
Pupuk organik seperti mikroorganisme local (MOL) limbah buah-buahan merupakan pupuk yang ramah lingkungan dikarenakan tidak meninggalkan zat residu yang dapat mengurangi kesuburan tanah, namun pada penerapan MOL lombah buah-buahan sebagai pengganti pupuk kimia perlu dillakukan kajian.
Kajian Yuliana (2021) Aplikasi MOL dari limbah sayuran pada tanaman kentang, mampu meningkatkan rerata jumlah daun, bobot kering, bobot kering umbi dan pH tanah. Perlu dilakukan Kajian kajian tersebut gunauntuk mengetahui pengaruh dosis MOL buah-buahan terhadap tanaman tomat, sehingga keefektifan penggunaan MOL limbah buah-buahan dapat dibuktikan dalam hasil pertumbuhan dan meningkatkan produktifitas tanaman tomat jika diterapkan dalam sekala besar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana respon pertumbuhan tanaman dan produktivitas tanaman tomat terhadap pemberian berbagai dosis MOL limbah buah-buahan
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan kajian dilakukan pada lahan terbuka di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Maret 2021 sampai Juni 2021. Sedangkan pembuatan MOL dan pengukuran kepadatan spora dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam kajian ini meliputi : cangkul, timbangan, polybag, ajir, tali rafia, sekop, gembor, alat tulis. Untuk bahan yang akan digunakan dalam kajian meliputi : benih, MOL limbah buah- buahan.
Metode Penelitian
Kajian yang akan dilakukan adalah pengaruh dosis MOL terhadap hasil produktifitas tanaman tomat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor4 perlakuan yang terdiri dari 4 tarafperlakuan 4 taraf dosis MOL. dengan menggunakan konsentrasi MOL yang digunakan sebesar 10
% dan diulang sebanyak 6 pengulangan pada tiap taraf perlakuan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan.
Satuan percobaan adalah polybag berisi 1 tanaman tomat. Dengan menggunakanAdapun perlakuan terdiri dariberikut ini:
A1 = Kontrol (Tanpa MOL)
A2 = 15 ml MOL limbah buah-buahan / polybag A3 = 30 ml MOL limbah buah-buahan / polybag A4 = 45 ml MOL limbah buah-buahan / polybag
Pelaksanaan Penelitian
Commented [JGK9]: Berapa tanaman per satuan percobaan?
Commented [EWP10R9]: 1 tanaman dalam polybag sebagai satuan percobaan
Pada pelaksanaan kajian terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan agar pada kegiatan kajian terstruktur. Berikut tahapan pelaksanaan kajian :
1. Persiapan MOL Limbah Buah-buahan
Untuk membuat MOL limbah buah-buahan yang disiapkan adalah MOL yang berbahan dasar limbah buah-buahan (kulit, sisa buah yang tidak busuk) 3 bagian, air kelapa 2 bagian, air cucian beras 2 bagian dan, gula merah 0,2 bagian.. Bahan-bahan didapatkan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seluruhnya dicampur menjadi satu dan didiamkan atau difermentasi selama 1 minggu.
2. Penghitungan Kerapatan Spora Jamur
Penghitungan kerapatan jamur pada larutan MOL dilakukan di laboratorium Perlindungan Tanaman Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Larutan MOL biang yang diperoleh, dibuat agar menjadi suspensi yang homogen. Larutan dikocok dengan shaker dengan kecepatan 470 osilasi per menit selama 10 menit. Suspensi diambil 100 mL, kemudian diencerkan dengan 900 mL aquades steril. Larutan dihomogenkan kemudian diambil 100 µL diteteskan pada haemocitometer kemudian diamati di bawah mikroskop binolukuler dengan perbesaran 400x. Jumlah spora dihitung menggunakan rumus Gabriel & Riyatno dalam Herlinda dkk (2003)
𝐶 = 𝑡
(𝑛 𝑥 0,25)𝑥102
3. Penanaman Tomat a. Pengadaan bibit
Pengadaan bBibit tomat yang digunakan dalam kajian ini adalah varietas Servo. Bibit dilakukan dengan cara membeli kepadadiperoleh dari penangkar bibit di kepanjen Kepanjen, Kabupaten Malang dengan varietas Servo dengan umur semai kurang lebih 3 minggu.
b. Persiapan Media Tanam
Media tanam yang digunakan adalah tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 3, dicampur dan dimasukan kedalam polybag besar ukuran 45 cm x 45 cm.
c. Penanaman
Commented [JGK11]: Sampaikan komposisiya, sehingga percobaan dapat dreplikasi
Commented [EWP12R11]: Komposisi sudah disampaikan
Commented [JGK13]: Tidak ada pemupukan lain selain aplikasi MOL?
Commented [EWP14R13]: MOL digunakan sbg pengganti aplikasi pupuk susulan, untuk pupuk dasar digunakan pupuk kandang.
Penanaman dilakukan pada saat bibit memiliki 4-5 helai daun. Sebelum bibit ditanam polybag disiram terlebih dahulu, kemudian bibit ditanam bersama dengan media persemaian hingga sebatas leher akar.
d. Pemeliharaan
Penyiraman tanaman tomat dilakukan pagi dan sore hari, Pemasangan ajir dilakukan 3 minggu setelah bibit dipindahkan dengan panjang ajir ± 2 m. Penyiangan dilakukan apabila rumput mulai tumbuh dan daun gugur mulai banyak.
e. Aplikasi MOL
Aplikasi MOL dilakukan menggunakan MOL limbah buah-buahan. Aplikasi pertama dilakukan pada awal tanam (1 hari setelah tanam/ HSTHST), dan kemudian dilanjutkan dengan aplikasi susulan tiap 1 minggu sekali sesuai dosis perlakuan. sampai dengan awal masa generatif (70 HST). Aplikasi MOL merupakan pengganti pemberian pupuk kimia sintetis yang diaplikasikan sebagai pupuk susulan.
f. Panen
Panen dilakukan apabila buah sudah menunjukan masak fisiologis, dengan cara dipetik langsung pada pangkal tangkai buah. , panen dilakukan selama 7 hari.
Parameter Pengamatan 1. Tinggi Tanaman
Tinggi Tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ujung daun paling tinggi. Pengukuran mulai dilakukan pada tanaman pada umur 14 HST dan pengukuran selanjutnya dilakukan dalam interval waktu 1 minggu setelah pengukuran, pengukuran dilakukan sampai masuk fase generatifve.
2. Jumlah Daun
Jumlah daun yang dihitung adalah daun yang sudah terbuka dengan sempurna. Penghitungan jumlah daun mulai dilakukan pada umur 14 HST dan penghitungan selanjutnya dilakukan dalam interval waktu 1 minggu setelah penghitungan, penghitungan dialkukan sampai masuk fase generative.f 3. Jumlah Buah Pertanaman
Penghitungan jumlah pertanaman dilakukan pada waktu musim panen yang pertama selama 7 hari.
Commented [JGK15]: Sampai umur berapa aplikasi tsb dilakukan?
Commented [EWP16R15]: Koreksi sudah ditambahkan termasuk penjelasan/kepanjangan HST
Commented [JGK17]: Apa kepanjangannya?
Commented [EWP18R17]: Kepanjangan hst Sudah ditambahkan di paragraph sebelumnya
4. Produktivitas Pertanaman
Parameter produktivitas diambil dari pengukuran bobot akumulasi buah yang dipanen pada periode buah pertama, yang berlangsung kurang lebih 7 hari.
Penghitungan produktivitas dilakukan pada waktu musim panen yang pertama selama 7 hari.
Seluruh data yang didapatkan akan dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dengan taraf nyata 95%. Jika antar perlakuan berbeda nyata digunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penghitungan Kerapatan Spora
Kerapatan spora yang diperoleh 2,264.104. Pengaplikasian MOL limbah buah-buahan dimulai pada saat tomat usia 1 HST (satu hari setelah pindah tanam) dan dilakukan lagi dengan interval waktu 1 minggu.
Cara pengaplikasian pada tanaman tomat dilakukan dengan cara menyiramkan larutan biang MOL sebanyak 100 ml dilarutkan kedalam 1 liter air, dosis lalu disiramkan ke batang yang dekat dengan akar pada tanaman tomat sebanyak perlakuan, pada daerah perakaran tanaman tomat.30 ml per tanaman.
Larutan MOL dengan bahan dasar buah pepaya, buah pisang, gula merah, dan air leri mengandung berbagai mikroorganisme yaitu Azotobacter sp, Lactobacillus sp, bakteri fotosintetik dan jamur pengurai selulosa yang memiliki fungsi sebagai decomposer senyawa organikc (Kurniawan, 2018).
Masing-masing mikroba memiliki fungsi yang berbeda yakni pada Azotobacter sp mempunyai kemampuan untuk memproduksi zat pengatur tumbuh dan vitamin yakni Kinetin, IAA, dan giberelin, bakteri ini juga mampu memfiksasi nitrogen dengan cara nonsimbiotik serta menghasilkan Ekstraselular dan Polisakarida seperti Polimer dan Alginat. Pada Bakteri Lactobacillus sp mempunyai fungsi yaitu melakukan penguraian bahan-bahan organik tanpa menyebabkan peningkatan suhu dikarenakan mikroorganisme anaerob bekerja menggunakan kekuatan enzim. Pada bakteri fotosintetik mempunyai pigmen yang disebut bakterofil a atau b yang bisa menghasilkan pigmen warna hijau, merah, sampai dengan ungu guna menyerap energi matahari untuk malkukan proses fotosintesis, bakteri ini memiliki manfaat yaitu dapat
Commented [JGK19]: Ini berbeda dengan metode Commented [JGK20]: Sesuai perlakuan?
Commented [EWP21R20]: Sudah diperbaiki
menambahkan unsur nitrogen bagi tanaman, memberikan gas hydrogen sulfida pada tanah, serta sebagai sumber mineral asam amino, asam nukleat, dan senyawa aktif fisiologis dan polisakarida. Untuk jamur pengurai selulosa memiliki sifat racun sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan organisme pengganggu.
Parameter Tinggi Tanaman
Pengamatan tinggi tanaman dilakukan untuk mengetahui beda nyata tinggi tanaman pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 1. Pada minggu pertama di tiap perlakuan masih belum terlihat perbedaan nyata yang signifikan, namun pada minggu pertama perlakuan yang menunjukan hasil tertinggi adalah A3. Pada minggu kedua beda nyata masih belum terlihat di perlakuan A1 dan A2, namun pada perlakuan A3 dan A4 sudah terlihat beda nyata, untuk perlakuan dengan hasil tertinggi di minggu kedua adalah perlakuan A3. Pada minggu ketiga sampai dengan minggu ketiga hingga minggu ke enam beda nyata antara masing-masing perlakuan sudah terlihat, namun pada minggu ke tujuh pada perlakuan A1 dan A2 tidak menunjukan beda nyata, untuk perlakuan A3 dan A4 masih terlihat beda nyata, untuk perlakuan dengan hasil tertinggi dari minggu ke tiga hingga ke tujuh adalah perlakuan A3.Pemberian MOL dengan dosis 30 mL per tanaman per minggu, cenderung menghasilkan data tinggi tanaman terbaik. Pada akhir masa vegetatif, dimana tinggi tanaman maksimal telah dicapai, diperoleh hasil pengukuran sebesar 104 cm sampai dengan 124 cm. Sementara menurut deskripsi varietas tomat servo memiliki potensi tinggi mencapai 125,14 cm. Potensi varietas ini dapat tercapai jika dilakukan pemupukan dan perawatan yang rutin (Hapsari, dkk, 2017).Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Tinggi tanaman tomat servo dapat mencapai 125,14 cm jika dilakukan pemupukan dan perawatan yang rutin (Hapsari, dkk, 2017). Hal ini juga selaras dengan penelitan Raras, dkk (2018) menyatakan bahwa MOL limbah buah- buahan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Aplikasi MOL 30 ml per tanaman dapat mendukung pertumbuhan tanaman sehat. Tanaman sehat merupakan indikator tercukupinya nutrisi yang adanya ketahanan terhadap serangan penyakit serta pengembangan kapasitas adaptasi tanaman.
Parameter Jumlah Daun
Commented [JGK22]: Tinggi tanaman dengan perlakuan apay g tertinggi, apakah mendekati deskripsi varietas?
Commented [JGK23]: Pada teks, sebaiknya tidak menggunakan kode, melainkan perlakuan yg diberikan, shg memudahkan pembaca memahami isi artikel
Pengamatan jumlah daun dilakukan untuk mengetahui beda nyata jumlah daun pada tiap-tiap perlakuan. Daun berfungsi sebagai produsen fotosintat, yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman pada masa vegetatif dan pembentukan buah pada masa generatif. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 2.
Rerata jumlah daun pada minggu pertama sudah terlihat beda nyata pada masing masing dosis yang diaplikasikan. , pada dDosis 30 ml menunjukan hasil menghasilkan rerata jumlah daun yang paling baik tinggi dan pada perlakuan tanpa dosis mol menunjukan unit kontrol menunjukkan hasil terendah, begitu juga seterusnya hingga minggu ke tiga. Pada minggu ke empat pada perlakuan A1 dan A2 tidak terdapat beda nyata, namun pada perlakuan A3 dan A4 terlihat beda nyata, lalu pada minggu kelima hingga ke tujuh beda nyata kembali terlihat. Untuk keseluruhan pengamatan terlihat bahwa dosis mol 30 ml atau perlakuan A3 menjadi dosis terbaik untuk parameter tinggi jumlah daun. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Organ daun merupakan organ yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Daun merupakan salah satu organ pada tanaman yang berfungsi sebagai penangkap sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. . Rerata jumlah daun pada perlakuan pemupukan dengan dosis MOL 30 ml per tanaman adalah 190,93 dengan standar deviasi 8,47. Hal ini selaras dengan penelitian Raras, dkk (2018) menyatakan bahwa MOL limbah buah-buahan menunjukan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada tanaman. Menurut Istamar (2000) menyatakan bahwa semakin banyak daun maka akan semakin banyak proses fotosintesis dan akan semakin banyak makanan yang diproduksi sehingga pertumbuhan tanaman dan produktivitas juga akan meningkat.
Parameter Produktivitas Berat Buah Tanaman
Pengamatan berat buah pertanaman dilakukan untuk mengetahui beda nyata berat buah pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 3. Jumlah buah pada perlakuan A1 menunjukan tidak adanya beda nyata dengan perlakuan A2, begitu juga pada perlakuan A2 dan A4 tidak menunjukan beda nyata, namun pada perlakuan A3 menunjukan beda nyata dengan perlakuan yang lain. Untuk keseluruhan pengamatan terlihat bahwa pada perlakuan A3 yaitu dosis mol 30 ml menjadi perlakuan dengan hasil tertinggi. Rerata bobot buah yang dihasilkan adalah 446,16 gr dengan standar deviasi 99,42.
Besarnya standar deviasi menunjukkan bahwa secara kualitas buah tomat yang dihasilkan pada panen pertama belum seragam ukurannya. Namun efek daya dukung MOL terhadap pertumbuhan baik dengan
Commented [JGK24]: Penjelasan sebaiknya tdk per minggu, krn data mungkin naik turun, tp sampaikan bagaimana trend pertumbuhannya. Komentar yang sama utk penjelasan parameter pengamatan yg lain yg dilakukan mingguan
Commented [EWP25R24]: Sudah diperbaiki dengan menjelaskan sesuai dengan kecenderungan data
Commented [JGK26]: Memang tertinggi dibanding perlakuan lain pada percobaan ini, tetapi apakah sudah menghasilkan buah sesuai dengan kemampuan tanaman (Cek deskripsi varietas), hati2 dengan kesimpulan yang
“menjerumuskan” pembaca. Komentar yang sama untuk parameter produksi tanaman
Commented [EWP27R26]: Sudah disampaikan dlm pembahasan
indikator tinggi tanaman dan jumlah daun, terbukti dapat meningkatkan kuantitas buah. Selaras dengan penelitian Panjaitan, dkk (2020) menyatakan bahwa MOL mampu meningkatkan berat buah pada tanaman.
Potensi hasil buah untuk varietas Servo adalah 2 sampai dengan 3,5 kg per tanaman. Pada kajian ini pemanenan dilakukan pada periode pertama buah masak, sementara proses pembentukan buah periode berikutnya masih berlangsung. Buah tomat dapat dipanen setiap 3 -5 hari sekali hingga buah habis. Hal ini merupakan faktor penyebab mengapa hasil kajian masih belum bisa menyamai potensi hasil optimal sesuai dengan deskripsi varietas. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRT. Selaras dengan penelitian Panjaitan, dkk (2020) menyatakan bahwa MOL mampu meningkatkan berat buah pada tanaman.
Parameter Jumlah Buah
Pengamatan jumlah buah pertanaman dilakukan untuk mengetahui beda nyata jumlah buah pada tiap-tiap perlakuan. Hasil pengamatan tersaji pada tabel 4. Jumlah buah pada perlakuan A1 menunjukan tidak adanya beda nyata dengan perlakuan A2, begitu juga pada perlakuan A2 dan A4 tidak menunjukan beda nyata, namun pada perlakuan A3 menunjukan beda nyata dengan perlakuan yang lain. Untuk keseluruhan pengamatan terlihat bahwa pada perlakuan A3 yaitu dosis mol 30 ml menjadi perlakuan dengan hasil tertinggi. Seluruh data telah sesuai dengan hasil uji ANOVA dan DMRTJumlah buah pada tanaman yang diberikan pupuk MOL 30 ml per tanaman adalah 7,5±1,87 buah. Selaras dengan penelitian Panjaitan, dkk (2020) menyatakan bahwa MOL buah-buahan mampu meningkatkan perkembangan buah pada tanaman. Potensi hasil tomat servo sesuai dengan deskripsi varietas mencapai 24 buah dengan berat rata-rata 80 gr. Pada kajian ini belum dapat mencapai potensi hasil tersebut. Ada dua faktor yang menjadi penyebab, yaitu ; penghitungan jumlah buah panen hanya dibatasi pada minggu pertama buah masak. Faktor lainnya penanaman tomat dalam polybag dengan ukuran 45 x 45 cm agak menghambat daya jelajah akar dan ruang tumbuh tanaman.
Dosis Terbaik MOL Limbah Buah-buahan
Dosis MOL yang memberikan hasil terbaik dari 4 macam dosis yang diberikan kepada tanaman tomat yakni dosis mol 30 ml. MOL limbah buah-buahan dapat merangsang pertumbuhan serta produtivitas tanaman dikarenakan didalam MOL terdapat unsur hara makro dan mikro dan mengandung bakteri yang memiliki potensi sebagai bakteri perombak bahan-bahan organic serta sebagai perangsang pertumbuhan dan produktivitas. Sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer, pupuk hayati, dan sebagai pestisida organikc terutama sebagai fungisida (Purwasasmita, 2009).
KESIMPULAN
Hasil dari penelitian tentang respon pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat terhadap berbagai dosis mol limbah buah-buahan, yaitu pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah dosis yang menunjukan hasil yang terbaik yaitu pada dosis 30 ml pertanaman. Parameter tinggi tanaman pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 114,83 cm, pada parameter jumlah daun pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 190,83 helai, selanjutnya parameter jumlah buah pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 7,5 buah (7 hari), yang terakhir parameter berat buah pada dosis 30 ml menghasilkan rata-rata sebesar 446,16 gram (7 hari).
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik, 2020, Produksi Tanaman Sayuran Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kota Batu, 2018 dan 2019, Kota Batu
Bargumono dan Maryama. 2020. Dasar-Dasar Teknik Budidaya Tanaman, Gosyen Publishing, Yogyakarta
Commented [JGK28]: Hasil tanaman sangat jauh dari potensi produksi
Commented [EWP29R28]: Disampaikan pada pembahasan bahwa ini terjadi karena 2 faktor, yakni;
-Panen hanya dibatasi pada minggu pertama -Penanaman dlm polybag, kurang mendukung pada data jelajah akar scr optimal
Commented [JGK30]: Data tersebut tidak muncul pada pembahasan, namun tiba2 muncul di kesimpulan. Sebaiknya di kesimpulan disampaikan rekap hasil saja
Commented [EWP31R30]: Data sudah ditambahkan di pembahasan
Commented [EWP32R30]:
Broto, dkk. 2019. Pembuatan Mikroorganisme Lokal Dengan Bahan Baku Bonggol Pisang ( MOL BOPI ) Sebagai Alternatif Pestisida Organik dan Pengganti EM4 di Desa Bumen ,Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat UNDIP- UNNES. 5.
Budiyani, dkk. 2016. Analisis Kualitas Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 5 (1).
Bui Florentina, dkk. 2015. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Ukuran Polybag Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Licopercicum escelentum, Mill). Jurnal Konversi Lahan Kering. 1 (1) : 1-7.
Cahyono, B. 2003. Tomat Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius, Yogyakarta. 99 hal.
Hadi, dkk, 2019. Pemanfaatan Mol (Mikroorganisme Lokal) Dari Materi Yang Tersedia Di Sekitar Lingkungan. Agroscience. 9 (1).
Hapsari, dkk. 2017. Pengaruh Pengurangan Jumlah Cabang dan Jumlah Buah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Solanum Lycopersicum L.). Vegetalika. 6 (3).
Hendayana, Dandan. 2011. “Cara Mempersiapkan Kegiatan Penyuluhan Pertanian. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Cijati-Cianjur.” : 2011
Herlinda, Siti, M.D. Utama, Y. Pujiastuti dan Suwandi. 2006. Kerapatan dan Viabilitas Spora Beauveria bassiana (Bals.) Akibat Sub Kultur dan Pengayaan Media Serta Virulensinya terhadap Larva Plutella xylostella (Linn.) J.HPT Tropika. 6 (2).
Irfan Mokhamad, 2014. Isolasi Dan Enumerasi Bakteri Tanah Gambut Di Perkebunan Kelapa Sawit Pt.
Tambang Hijau Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Agroteknologi. 5 (1) : 1-8.
Istamar, 2000. Biologi 2000 SMU jilid B. Jakarta: Erlangga
Jeksen dan Mutiara. 2018. Pengaruh Sumber Bahan Organik Yang Berbeda Terhadap Kualitas Pembuatan Mikroorganisme Lokal (Mol). AGRICA. 11 (1) : 60-72
Kurniawan, A. 2018. Produksi Mol (Mikroorganisme Lokal) Dengan Pemanfaatan Bahan-Bahan Organik Yang Ada Di Sekitar. Jurnal Hexagro, 2 (2)
Musnamar, Hs., 2007. Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembuatan, Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Panjaitan, dkk. 2020. Aplikasi Beberapa Jenis Dan Dosis Mikroorganisme Lokal Limbah Tomat Dan Sayuran Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.).
Agrotekma, 5 (1)
Purwasasmita M. Kunia K. 2009. Mikroorganisme lokal sebagai pemicu siklus kehidupan dalam bioreaktor tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia- SNTKI 2009.
Raras, dkk. 2018. Pengaruh Mikroorganisme Lokal Buah-Buahan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.). Agrotekbis. 6 (1) : 127-135.
Rinaldi Muhammad. 2019. Panduan Lengkap & Praktis BUDIDAYA TOMAT Yang Paling Menguntungkan, Garuda Pustaka, Jakarta Timur
Sembiring, dkk. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk Urin Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tomat. Jurnal Produksi Tanaman. 5 (1).
Septirosya, dkk. 2019. Aplikasi Pupuk Organik Cair Lamtoro Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat. AGROSCRIPT. 1 (1) : 1-8
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Syukur Makmur Sitompul dan Bambang Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Yuliana, M. 2021. The Effect of Local Microorganism (Mol) as Liquid Organic Fertilizer to the Growth of Ipomea reptans Poir. Jurnal Biota, 7(1), 51-56.
Tabel 1. Perbedaan Rerata Tinggi Tanaman Akibat Perlakuan
Perlakuan Ko de
Minggu (dalam Cm)
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5 Ke-6 Ke-7
Tanpa MOL A1 11,83±1,47a 15,41±1,70a 20,83±1,83a 33±2,36a 40,83±4,11a 49,91±7,15a 71,5±7,78a Dosis 15 ml A2 13,00±1,26a 16,00±2,36a 25,33±1,21b 37,83±1,47b 49,83±6,17b 64,93±3,7b 76,0±12,06a Dosis 30 ml A3 16,66±1,21b 21,5±1,04c 35,41±3,23c 54,66±4,36d 71,83±5,26d 87,33±6,52d 114,8±8,10c Dosis 45 ml A4 16,33±1,03b 19,00±1,41b 25,33±2,16b 45,33±3,38c 57,83±3,6c 76,83±4,62c 95,83±4,69b Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Tabel 2. Perbedaan Rerata Jumlah Daun Akibat Perlakuan
Perlakuan Ko de
Minggu
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5 Ke-6 Ke-7
Tanpa MOL A1 10,83±1,72a 18,83±4.02a 30.66±2,87a 51,83±4,53a 73,33±4,88a 103,33±3,82a 132,83±3,86a Dosis 15 ml A2 16,5±2,42b 24,83±2,31b 40,33±3.32b 58,83±8,65a 101±7,53b 125,66±11,67b 150,33±13,99b Dosis 30 ml A3 21,5±2,88d 34±3,74d 54,5±6,56d 95,16±8,51c 145,5±2,94d 178,66±11,16d 190,83±8,47d Dosis 45 ml A4 20,33±0,81c 29,5±2.07c 46,83±1,94c 76,66±4,96b 121,66±10,09c 149,66±6,18c 174,16±4,35c Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Tabel 3. Perbedaan Rerata Berat Buah pada Panen Pertama Akibat Perlakuan
Perlakuan Kode Rata-rata (Gram)
Tanpa MOL A1 113,66 ± 90,89a
Dosis 15 ml A2 217,83 ± 76,89ab
Dosis 30 ml A3 446,16 ± 99,42c
Dosis 45 ml A4 305,5 ± 120,11b
Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Tabel 4. Perbedaan Rerata Jumlah Buah pada Panen Pertama Akibat Perlakuan
Perlakuan Kode Rata-rata
Tanpa MOL A1 1,66 ± 0,81a
Dosis 15 ml A2 3 ± 0,89ab
Dosis 30 ml A3 7,5 ± 1,87c
Dosis 45 ml A4 4 ± 2,28b
Keterangan : Data yang memiliki huruf yang sama menunjukan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT α = 0,05.
Form ini harap ditandatangani di atas materai 10000 dan dikirim ke Redaksi JIPI melalui email [email protected] (scan/foto dengan jelas surat pernyataan yang telah ditandatangani)
Formulir Penyerahan Artikel dan Pernyataan
1. Nama Penulis Korespondensi :...
2. Judul Makalah :...
...
3. Instansi Penulis :...
(laboratorium/jurusan/intansi)
4. Alamat surat menyurat yang berhubungan dengan makalah yang dikirimkan
(perubahan alamat harap segera memberitahukan redaksi)
Alamat :...
...
No. Telepon/HP dan Email :...
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan semua pernyataan di bawah ini benar dan makalah yang saya kirimkan berikut (mohon untuk tidak melingkari):
1. Makalah merupakan hasil karya asli penulis dan bebas dari plagiat.
2. Belum pernah diterbitkan dan tidak sedang dipertimbangkan di peneribitan lain.
3. Mencantumkan nama dosen pembimbing bersama nama penulis utama, bila artikel yang diusulkan bagian dari skripsi, tesis, disertasi, atau laporan magang.
4. Mencantumkan nama mahasiswa bersama sama penulis utama, bila penelitian untuk artikel ini melibatkan mahasiswa.
5. Mencantumkan nama rekan/anggota tim peneliti bersama nama penulis utama, bilapenelitian untuk artikel ini melibatkan beberapa orang rekan peneliti. Ketidaksepakatan antar-peneliti akan diselesaikan secara internal oleh para peneliti.
6. Makalah sudah mendapatkan persetujuan dari semua penulis untuk diterbitkan jika penulis lebih dari satu orang.
Apabila terjadi kesalahan dalam pernyataan ini saya bersedia diberikan sanksi di kemudian hari.
...,...
Yang menyatakan,
( )
Materai 10000
Eny Wahyuning Purwanti
Respon Pertumbuhan dan Produktivitas Tomat terhadap berbagai Dosis MOL Limbah Buah-Buahan
Jurusan Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang
Eny Wahyuning, Jurusan Pertanian Polbangtan Malang Jl. Dr. Cipto No. 144a Lawang Malang
081217573403/ [email protected]
Malang 18 Januari 2022
Eny Wahyuning Purwanti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Januari 2022 Vol. 27 (1): 104109
ISSN 0853-4217 http://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI
EISSN 2443-3462 DOI: 10.18343/jipi.27.1.104
Respons Pertumbuhan dan Produktivitas Tomat Terhadap Berbagai Dosis MOL Limbah Buah-Buahan
(Response of Tomato Growth and Productivity to Various Doses of MOL from Fruit Waste)
Ari Faldi Setyana Abadi, Eny Wahyuning Purwanti*, I Gede Nyoman Muditha
(Diterima Juli 2021/Disetujui Januari 2022)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respons pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat terhadap aplikasi berbagai dosis pupuk mikroorganisme lokal (MOL) yang dibuat dari limbah buah-buahan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (one way anova) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan meliputi dosis pemberian pupuk MOL, yaitu A1 sebagai kontrol (tanpa MOL), A2 (15 mL), A3 (30 mL), dan A4 (60mL). Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), produktivitas (gram), dan jumlah buah (buah). Hasil aplikasi terbaik di antara perlakuan adalah pada dosis 30 mL pertanaman. Parameter tinggi tanaman pada dosis 30 mL menghasilkan rata-rata 114,83 cm, pada parameter jumlah daun menghasilkan rata-rata sebesar 190,83 helai, selanjutnya parameter jumlah buah menghasilkan rata-rata sebanyak 7,5 buah, yang terakhir parameter bobot buah rata-rata sebesar 446,16 g. MOL berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat karena mengandung unsur hara makro dan mikro serta mengandung berbagai mikrob yang bermanfaat bagi tanaman.
Kata kunci: aplikasi MOL, konsentrasi, pertumbuhan tomat, produktivitas tomat
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the response of growth and productivity of tomato plants to the application of various doses of local microorganisms obtained from fruit waste. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 6 replications. Observation parameters consisted of plant height (cm), number of leaves (strands), productivity (grams), and number of fruits. The best application results were at a dose of 30 ml per plant. The parameter of plant height at a dose of 30 ml produced an average of 114.83 cm, the parameter of the number of leaves produced an average of 190.83 strands, then the parameter of the number of fruits produced an average of 7.5 pieces, and the last parameter was the average fruit weight -an average of 446.16 grams. MOL affects the growth and productivity of tomato plants because it contains macro and micro nutrients and contains various microbes that are beneficial to plants.
Keywords: dosage, MOL application, tomato growth, tomato productivity
PENDAHULUAN
Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari karena rasanya yang segar, sedikit masam, dan enak. Secara umum, buah tomat mengandung banyak vitamin dan gizi, di antaranya karbohidrat, vitamin A, kalori, protein, kalsium, vitamin C, serta sedikit vitamin B dan lemak. Tomat juga merupakan salah satu dari hasil sektor pertanian yang nilai ekonominya terbilang cukup tinggi. Tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi biasanya memiliki risiko kegagalan di dalam proses budi daya yang sama tingginya. Di Indonesia, tomat banyak dibudidayakan di daerah Jawa, Sumatera, dan daerah lain yang memiliki kesesuaian dengan syarat tumbuh tanaman tomat, selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, tomat
juga dapat digunakan untuk keperluan industri, seperti industri bumbu masakan, makanan, serta obat-obatan (Prashasta 2009).
Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kota Batu, yang wilayahnya berada di kaki Gunung Arjuna. Hal ini yang menyebabkan Kecamatan Bumiaji menjadi salah satu kecamatan penghasil sayuran serta buah buahan, khususnya tomat. Produktivitas tomat pada tahun 2019 di Kecamatan Bumiaji tergolong tinggi, yakni 323,1 ton.
Inilah yang menjadikan Kecamatan Bumiaji sebagai salah satu daerah penghasil tomat (BPS 2019).
Pupuk organik seperti mikroorganisme lokal (MOL) limbah buah-buahan merupakan pupuk yang ramah lingkungan dikarenakan tidak meninggalkan zat residu yang dapat mengurangi kesuburan tanah, namun pada penerapan MOL limbah buah-buahan sebagai peng- ganti pupuk kimia perlu dilakukan kajian. Kajian Yuliana (2021) mengenai aplikasi MOL dari limbah sayuran pada tanaman kentang, mampu meningkat- kan rerata jumlah daun, bobot kering, bobot kering Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan,
Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Jl. DR. Cipto 144a Bedali - Lawang, Malang 65200
* Penulis Korespondensi: Email: [email protected]
JIPI, Vol. 27 (1): 104109 2
umbi, dan pH tanah. Perlu dilakukan kajian untuk mengetahui pengaruh dosis MOL buah-buahan pada tanaman tomat sehingga keefektifan penggunaan MOL limbah buah-buahan dapat dibuktikan dalam hasil pertumbuhan dan peningkatan produktivitas tanaman tomat jika diterapkan dalam skala besar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana respons pertumbuhan tanaman dan produktivitas tanaman tomat terhadap pemberian berbagai dosis MOL limbah buah-buahan.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan kajian dilakukan pada lahan terbuka di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Maret 2021‒Juni 2021. Sementara itu, pembuatan MOL dan pengukuran kepadatan spora dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam kajian ini meliputi:
cangkul, timbangan, polybag, ajir, tali rafia, sekop, gembor, dan alat tulis. Untuk bahan yang digunakan dalam kajian meliputi: benih, MOL limbah buah- buahan.
Metode Penelitian
Kajian yang dilakukan adalah mengevaluasi pengaruh dosis MOL pada hasil produktivitas tanaman tomat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 taraf dosis MOL.
Konsentrasi MOL yang digunakan sebesar 10 % dan diulang sebanyak 6 pengulangan pada tiap taraf perlakuan sehingga terdapat 24 satuan percobaan.
Satuan percobaan adalah polybag berisi 1 tanaman tomat. Adapun perlakuan terdiri atas:
A1 = Kontrol (Tanpa MOL)
A2 = 15 ml MOL limbah buah-buahan/polybag A3 = 30 ml MOL limbah buah-buahan/polybag A4 = 45 ml MOL limbah buah-buahan/polybag
Pelaksanaan Penelitian
Pada pelaksanaan kajian terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan agar pada kegiatan kajian terstruktur. Berikut adalah tahapan pelaksanaan kajian.
Persiapan MOL Limbah Buah-buahan
Untuk membuat MOL limbah buah-buahan yang disiapkan adalah limbah buah-buahan (kulit, sisa buah yang tidak busuk) 3 bagian, air kelapa 2 bagian, air cucian beras 2 bagian, dan gula merah 0,2 bagian.
Bahan-bahan dicampur menjadi satu dan didiamkan atau difermentasi selama 1 minggu.
Penghitungan Kerapatan Spora Jamur
Penghitungan kerapatan jamur pada larutan MOL dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Larutan MOL biang yang diperoleh, dibuat agar menjadi suspensi yang homogen. Larutan dikocok dengan shaker dengan kecepatan 470 osilasi per menit selama 10 menit. Suspensi diambil 100 mL, kemudian diencerkan dengan 900 mL aquades steril. Larutan dihomogenkan kemudian diambil 100 µL dan diteteskan pada hemositometer kemudian diamati di bawah mikroskop binokuler dengan perbesaran 400x.
Jumlah spora dihitung menggunakan rumus Gabriel &
Riyatno dalam Herlinda et al. (2003)
𝐶 = 𝑡
(𝑛 𝑥 0,25)𝑥102 Keterangan:
C =
t =
n =
Penanaman Tomat
Pengadaan bibit
Bibit tomat yang digunakan dalam kajian ini adalah varietas Servo. Bibit diperoleh dari penangkar bibit di Kepanjen, Kabupaten Malang dengan umur semai kurang lebih 3 minggu.
Persiapan media tanam
Media tanam yang digunakan adalah tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 3, dicampur dan dimasukkan ke dalam polybag besar ukuran 45 cm x 45 cm.
Penanaman
Penanaman dilakukan pada saat bibit memiliki 4-5 helai daun. Sebelum bibit ditanam, polybag disiram terlebih dahulu, kemudian bibit ditanam bersama dengan media persemaian hingga sebatas leher akar.
Pemeliharaan
Penyiraman tanaman tomat dilakukan pada pagi dan sore hari. Pemasangan ajir dilakukan 3 minggu setelah bibit dipindahkan dengan panjang ajir ± 2 m.
Penyiangan dilakukan apabila rumput mulai tumbuh dan daun gugur mulai banyak.
Aplikasi MOL
Aplikasi MOL dilakukan menggunakan MOL limbah buah-buahan. Aplikasi pertama dilakukan pada awal tanam (1 hari setelah tanam/ HST), dan kemudian dilanjutkan de