• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Gangguan Berkemih Pada Anak

N/A
N/A
Dede Iskandar

Academic year: 2023

Membagikan "Buku Gangguan Berkemih Pada Anak"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

Oleh karena itu kami memilih gangguan saluran kemih sebagai tema PeaNUtS (Pediatric Nephrology Update Surabaya) yang pertama. Mengingat permasalahan gangguan saluran kemih sangat kompleks, tidak semuanya dapat dimuat dalam buku ini.

DAFTAR ISI

ASPEK MEDIS

BERKEMIH

PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS

PENDAHULUAN

Pada umumnya seorang anak diharapkan berhenti mengompol pada usia 4 tahun dan paling lambat pada usia 5 tahun2. Mengompol saat tidur pada anak di atas 5 tahun yang sudah lama tidak mengompol.

Tabel 1. Terminologi pada gangguan berkemih dan relenvansi klinis
Tabel 1. Terminologi pada gangguan berkemih dan relenvansi klinis

POLA NORMAL PENGOSONGAN KANDUNG KEMIH Anatomi-fisiologi kandung kemih

PERSARAFAN KANDUNG KEMIH

Kontrol pusat berkemih di otak untuk merangsang atau menghambat berkemih pada berbagai tingkat kapasitas kandung kemih. Sekitar 88% anak-anak dapat mengontrol kandung kemihnya dengan baik dan tidak lagi mengompol di malam hari.

Gambar 2. Sistem persarafan kandung kemih (Dikutip dari: Chao SM. 2005. p. 171-78)
Gambar 2. Sistem persarafan kandung kemih (Dikutip dari: Chao SM. 2005. p. 171-78)

ETIOLOGI GANGGUAN BERKEMIH

Terjadinya enuresis diduga disebabkan oleh kurangnya penghambat kontraksi kandung kemih dan kurangnya koordinasi antara otot detrusor dan sfingter. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengobati infeksi saluran kemih dapat menyembuhkan sekitar sepertiga kasus enuresis.17.

DIAGNOSIS

Mereka mengatakan bahwa tidak ditemukan kelainan anatomi baik pada enuresis nokturnal maupun siang hari, namun ditemukan adanya gangguan urodinamik, seperti: kapasitas kandung kemih yang tidak mencukupi dan kurangnya sinergi antara kerja otot detrusor dan otot sfingter.12 Kandung kemih yang normal mampu efektif mengatur peningkatan volume urin pada tekanan yang stabil dan meningkat secara perlahan agar tidak menimbulkan kram dan perasaan tidak nyaman. Singkatnya, pada pemeriksaan anak yang menderita enuresis, harus dapat dibedakan apakah itu infeksi saluran kemih, ureter ektopik, gangguan fungsi kandung kemih, atau kelainan anatomi kandung kemih.

DIAGNOSIS BANDING

Setelah itu perlu ditanyakan riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya, kondisi psikososial anak, hubungan keluarga, riwayat enuresis pada orang tua atau saudara kandung, serta apakah pernah mengalami konstipasi atau encopresis 12, 15. Selain itu, refleks perifer dan sensasi perineum (refleks kremaster dan refleks anal) dan tonus anal, gaya berjalan dan tulang belakang, terlepas dari apakah terdapat kelainan pada sumsum tulang belakang 12, 15.

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

PENDEKATAN DIAGNOSIS GANGGUAN BERKEMIH

Anak usia 1-2 tahun sudah mulai merasakan kandung kemih penuh dan frekuensi buang air kecil mulai berkurang karena kapasitas kandung kemih mulai meningkat. Kemampuan anak dalam mengontrol kandung kemihnya berbeda-beda, biasanya pada usia 3 sampai 5 tahun anak sudah dapat mengontrol kandung kemihnya dengan sempurna.1.

BEBERAPA TERMINOLOGI GANGGUAN BERKEMIH

Istilah gangguan saluran kemih pada umumnya dimaksudkan untuk merujuk pada kelainan fungsional tanpa kelainan organik atau kelainan pada sistem saraf kandung kemih. Perlu dibedakan antara kelainan saluran kemih akibat gangguan struktur anatomi dan kelainan saluran kemih akibat gangguan fungsi sistem saraf pada kandung kemih (disfungsi kandung kemih neuropatik).1,5,10.

Gambar 1. Alur diagnosis gangguan berkemih pada anak.
Gambar 1. Alur diagnosis gangguan berkemih pada anak.

PEMERIKSAAN LANJUTAN

INDIKASI PEMERIKSAAN KHUSUS 7

Dalam mendiagnosis kelainan saluran kemih, harus dibedakan antara kelainan saluran kemih karena kelainan organ, kelainan saluran kemih tanpa kelainan organ yang disebut kelainan saluran kemih fungsional, atau kelainan saluran kemih fisiologis (> 5 tahun). Gangguan saluran kemih pada anak penderita enuresis terbanyak adalah nocturnal enuresis (MEN), sebagian kecil menderita non-MEN.

Gambar 2. Algoritme evaluasi inkontinensia pada anak (Dikutip dari: Bagga A, Sinha A, Gulati A
Gambar 2. Algoritme evaluasi inkontinensia pada anak (Dikutip dari: Bagga A, Sinha A, Gulati A

TATA LAKSANA INKONTINENSIA URIN PADA ANAK

DEFINISI DAN KLASIFIKASI

Inkontinensia intermiten lebih sering terjadi, berupa urin dalam jumlah sedikit, terutama pada anak berusia 5 tahun ke atas, dan dapat dibagi lagi menjadi buang air kecil di malam hari (enuresis), yang hanya terjadi saat anak sedang tidur, dan buang air kecil di siang hari, yang terjadi hanya saat anak sedang tidur. terjadi ketika anak sedang tidur.anak sedang tidur. anak terjaga, atau kombinasi dari inkontinensia siang hari dan enuresis.4 Menentukan enuresis monosimtomatik dan non-monosimtomatik sangat penting karena perbedaan pengobatan dan hasil.5.

EPIDEMIOLOGI

Jika salah satu atau kedua orang tuanya mempunyai riwayat enuresis, maka kejadiannya pada anak sebesar 44% dan 77%, dibandingkan dengan kejadian 15% pada anak yang orang tuanya tidak memiliki riwayat enuresis. Jika salah satu saudara kembar menderita enuresis, maka saudara kembar lainnya biasanya juga menderita enuresis.

ETIOLOGI

Penyebab enuresis nokturnal disebutkan oleh Butler dan Holland pada tahun 2000 berdasarkan prinsip tiga sistem organ: ginjal (poliuria), kandung kemih (aktivitas detrusor berlebih) dan otak (peningkatan ambang gairah), seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. studi kelompok (2014 ), anak-anak dengan enuresis memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dengan persentase tidur tidak bergerak yang lebih rendah dan gerakan anggota tubuh yang periodik lebih tinggi.10 Penelitian Dhondt dkk (2015) menunjukkan bahwa gangguan tidur ada dalam bentuk gerakan anggota tubuh yang periodik dan gerakan kortikal. gairah pada anak-anak dengan enuresis, enuresis nokturnal monosimtomatik primer, dan poliuria nokturnal.

Gambar 2. Triad klasik penyebab enuresis nokturnal (Dikutip darir: Austin PF. 2014, Suppl 1: 2-8)
Gambar 2. Triad klasik penyebab enuresis nokturnal (Dikutip darir: Austin PF. 2014, Suppl 1: 2-8)

MANIFESTASI KLINIS

TATA LAKSANA

TAHAPAN DAN ALGORITMA

Jika terdapat satu atau lebih gejala tersebut, enuresis diklasifikasikan sebagai NMNE.9 Algoritma pada Gambar 3 merupakan pedoman ICCS dan ESPU tahun 2013, dimana algoritma ini menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam penatalaksanaan pasien enuresis. Pemilihan metode terapi merupakan langkah yang sangat penting dalam pengobatan anak dengan inkontinensia urin.

Gambar 3. Algoritma untuk penderita enuresis (Dikutip dari: Austin PF. 2014, Suppl 1: 2-8)
Gambar 3. Algoritma untuk penderita enuresis (Dikutip dari: Austin PF. 2014, Suppl 1: 2-8)

PILIHAN TERAPI A. Uroterapi

Pada anak-anak dengan obstruksi kandung kemih fungsional yang tidak membaik dengan terapi lini pertama, antagonis α-adrenergik kadang-kadang digunakan untuk mencapai pengosongan kandung kemih yang lebih baik. Prosedur pembedahan seperti rekonstruksi leher kandung kemih umumnya kurang membantu dalam mengurangi disinergi detrusor-sfingter.1.

Tabel 3. Pilihan terapi pada anak dengan enuresis
Tabel 3. Pilihan terapi pada anak dengan enuresis

INDIKASI RUJUKAN

Huang et al (2014) menemukan bahwa separuh dari anak-anak tidak lagi mengalami enuresis setelah adenotonsillektomi. 23 Penelitian oleh Kovacevic et al (2014) menemukan bahwa anak-anak tidak lagi mengalami enuresis setelah adenotonsillektomi karena anak-anak cukup sering terbangun karena episode apnea. OSA 24 Dalam penelitian yang dilakukan Thottam dkk (2013), kekambuhan OSA ditemukan pada separuh anak dalam penelitian yang dilakukan 36 bulan setelah adenotonsillektomi, yang berhubungan dengan indeks massa tubuh, indeks apnea-hipoksia dan enuresis. oleh karena itu penting untuk mempertimbangkan efek jangka panjang dari adenotonsilektomi karena masih terdapat tingkat kekambuhan yang tinggi.9.

KOMPLIKASI A. Enuresis Refrakter

Beberapa penelitian telah mempelajari dampak psikologis dan kualitas hidup terkait kesehatan pada anak dengan inkontinensia urin. Penelitian Caldwell (2013) menemukan bahwa anak-anak dengan skor harga diri rendah hanya meningkatkan skor mereka sebesar 14% setelah terapi berhasil.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Sleep fragmentation and increased periodic limb movements are more common in children with nocturnal enuresis. Sleep architecture parameters predicting postoperative resolution of nocturnal enuresis in children with obstructive sleep apnea.

INFEKSI SALURAN KEMIH SEBAGAI KOMPLIKASI

GANGGUAN BERKEMIH PADA ANAK

DEFINISI

Angka kejadian ISK pada anak sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain usia, jenis kelamin, dan ras. Berdasarkan meta-analisis terhadap 325 penelitian, dari 33 penelitian pada anak penderita ISK yang memenuhi kriteria inklusi, ditemukan bahwa 57% (95% CI: 50–68) mengalami pielonefritis pada skintigrafi asam dimercaptosuccinic (DMSA) dan 15% (95% CI: 11-18) dengan.

Tabel 1. Insidensi infeksi saluran kemih berdasarkan usia dan jenis kelamin
Tabel 1. Insidensi infeksi saluran kemih berdasarkan usia dan jenis kelamin

PATOGENESIS

Anak dengan gangguan fungsional saluran kemih juga meningkatkan risiko ISK akibat ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih, misalnya kandung kemih neurogenik sehingga menyebabkan retensi urin, stasis urin, dan pembersihan bakteri saluran kemih yang kurang optimal. Gejala ISK pada anak berbeda-beda, tergantung lokasi infeksi pada saluran kemih dan usia penderita.

DIAGNOSIS Anamnesis

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan mempertimbangkan ISK pada anak usia 2 bulan hingga 2 tahun dengan gejala demam tanpa sebab yang jelas.17. Infeksi saluran kemih disebabkan oleh kelainan anatomi dan fungsi saluran kemih, pemeriksaan pencitraan dilakukan dengan tujuan : 1).

PENGOBATAN

Rekomendasi UKK Nefrologi AAP dan IDAI pada anak usia 2 bulan – 2 tahun dengan dugaan ISK yang bersifat toksik, dehidrasi, atau tidak dapat minum sebaiknya diobati dan diberikan antibiotik parenteral (Tabel 2). Pemberian antibiotik parenteral bertujuan untuk menghilangkan kondisi akut, mencegah urosepsis dan mengurangi kemungkinan kerusakan parenkim ginjal dengan pemberian antibiotik parenteral sampai terjadi perbaikan klinis dan dapat diminum secara oral (Tabel 3).

Tabel 2.Dosis antibiotika parenteral untuk pengobatan ISK
Tabel 2.Dosis antibiotika parenteral untuk pengobatan ISK

PENGOBATAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS INFEKSI SALURAN KEMIH

Urologic Diseases in America Project: Trends in Resource Use for Urinary Tract Infections in Men. Urologic Diseases in North America Project: trends in resource utilization for urinary tract infections in children.

ASPEK PSIKIATRI ENURESIS NON-ORGANIK PADA ANAK

PERJALANAN PENYAKIT

Pengertian enuresis non-organik menurut ICD-10 adalah suatu kelainan yang ditandai dengan buang air kecil yang tidak disengaja, pada siang dan/atau malam hari, yang tidak sesuai dengan usia mental anak dan bukan disebabkan oleh kurangnya kontrol kandung kemih karena terhadap kelainan saraf, serangan epilepsi, atau kelainan struktural pada saluran kemih. Enuresis primer dimulai pada usia 5 tahun; Sedangkan enuresis sekunder, serangan paling sering terjadi pada usia 5 hingga 8 tahun, meski bisa terjadi kapan saja.

KRITERIA DIAGNOSIS ENURESIS NON-ORGANIK

SUBTIPE DAN GAMBARAN KLINIS TAMBAHAN DARI ENURESIS

Pola asuh otoritatif mengharuskan anak menuruti perintah orang tuanya, tegas, dan tidak memberikan kesempatan pada anak untuk mengutarakan pendapatnya. Sedangkan pada pola asuh permisif, orang tua membebaskan anak, anak dianggap dewasa dan mempunyai ruang gerak untuk melakukan apa yang diinginkannya.6 b.

PATOGENESIS ENURESIS NOKTURNAL

Dua hal yang paling sering terjadi adalah sistitis dan konstipasi, sehingga kedua kondisi ini harus selalu dipastikan ada atau tidak pada kasus nocturnal enuresis.

EFEK PSIKOLOGIS YANG DIAKIBATKAN OLEH ENURESIS 1,2

DIAGNOSIS BANDING 1,2

KOMORBIDITAS 1,2

TERAPI 1,2

Tujuan terapi perilaku adalah secara tidak langsung memperbaiki kebiasaan berkemih dan buang air besar, meningkatkan respon terhadap sensasi penuh dan kontraksi kandung kemih, serta memperbaiki ritme sirkadian produksi urin. Keberhasilan terapi perilaku tidak lepas dari peran orang tua yang konsisten dan suportif serta anak harus mempunyai motivasi untuk sembuh.

BLADDER TRAINING DAN

REHABILITASI FUNGSI BERKEMIH PADA ANAK

ANATOMI DAN FUNGSI BERKEMIH

Detail anatomi dan fungsi buang air kecil tidak tercakup dalam artikel ini dan dapat dibaca di literatur artikel ini.

TATALAKSANA GANGGUAN FUNGSI BERKEMIH

TATALAKSANA BIDANG KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI (KFR)

TERAPI KFR PADA GANGGUAN BERKEMIH FUNGSIONAL

POSTUR TUBUH YANG BENAR

LATIHAN OTOT DASAR PANGGUL

Program senam di klinik dilanjutkan dengan instruksi program senam di rumah yang diberikan secara tertulis, dan dipelajari dengan cara berlatih hingga orang tua dan anak dapat melakukannya bersama-sama.

TERAPI BIOFEEDBACK 1,5,8

Burton (1988) menunjukkan bahwa hasil manometri biofeedback (tekanan) lebih unggul dibandingkan verbal feedback dengan kombinasi latihan kontraksi otot dasar panggul. Biofeedback EMG dapat menggunakan sepasang elektroda di perineum untuk memantau otot dasar panggul dan sepasang elektroda perut untuk memantau otot dinding perut.

TERAPI STIMULASI ELEKTRIK 1,6

Stimulasi listrik dapat digunakan untuk tujuan elektromodulasi, penguatan otot, kesadaran otot dasar panggul dan untuk nyeri. Terapi biofeedback meningkatkan kesadaran terhadap otot dasar panggul dan fungsinya.1 Protokol terapi fisik dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Algoritma terapi fisik (Sumber: Adams C.Frahm J. 1995)
Gambar 1. Algoritma terapi fisik (Sumber: Adams C.Frahm J. 1995)

BLADDER TRAINING

KETERBATASAN TERAPI KFR

KESIMPULAN

ASPEK BEDAH

MANIFESTASI NEURO-UROLOGI PADA SPINA BIFIDA DAN TETHERED CORD

SYNDROME

TERMINOLOGI DAN KLASIFIKASI

Fungsi filum terminalis yang normal adalah untuk melindungi dan menyangga sumsum tulang belakang bagian distal terhadap traksi atau traksi kraniokaudal. Kombinasi pemanjangan sumsum tulang belakang dan penebalan filum terminalis merupakan bentuk khas dari "sumsum tulang belakang yang tertambat".

Tabel 1. Gambaran klinis-radiologis Spina bifida sesuai klasifikasi Tortori- Tortori-Donnati 2
Tabel 1. Gambaran klinis-radiologis Spina bifida sesuai klasifikasi Tortori- Tortori-Donnati 2

DIAGNOSIS DAN GAMBARAN RADIOLOGIS SPINA BIFIDA Diagnosis Klinis

Beberapa stigmata kulit yang dapat dicurigai sebagai sinus dermal adalah adanya: lesung pipit pada kulit di daerah lumbosakral, hiperpigmentasi (perubahan warna kulit yang sering disalahartikan sebagai tanda lahir), hemangioma, hipertrikosis (pertumbuhan rambut berlebihan di daerah lumbosakral), pelengkap kulit. , kelebihan kulit yang tampak seperti rok kecil di bagian belakang). Jika ditemukan stigmata kulit di punggung bayi, perlu dilakukan pemeriksaan apakah ia memiliki kelainan muskuloskeletal atau tulang belakang lainnya.

Gambar 3. Stigmata kulit pada sinus dermalis (skin dimple, hypertrichosis,  hiperpigmentasi, bercak lahir).
Gambar 3. Stigmata kulit pada sinus dermalis (skin dimple, hypertrichosis, hiperpigmentasi, bercak lahir).

MANIFESTASI NEURO-UROLOGI Anatomi dasar kandung kemih

Sfingter eksternal ini dikendalikan oleh saraf pudendal, yang berasal dari nukleus somatik S2-4 di sumsum tulang belakang. Fiksasi medula konus dapat terjadi akibat perlengketan setelah penutupan primer atau infeksi sumsum tulang belakang.

TERAPI BEDAH UNTUK SPINA BIFIDA DAN TETHERED CORD SYNDROME

Treatment of occultly tethered spinal cord for neuropathic bladder: results of filum terminale excision. Does surgical release of secondary spinal cord ligation improve the prognosis of neurogenic bladder in children with myelomeningocele.

Gambar 6. Algoritma tatalaksana neuro-urologi pada neonatus dengan MMC (DIkutip dari: Özek M, Cinalli G, Maixner W
Gambar 6. Algoritma tatalaksana neuro-urologi pada neonatus dengan MMC (DIkutip dari: Özek M, Cinalli G, Maixner W

ASPEK UROLOGI DISFUNGSI BERKEMIH

DEFINISI/TERMINOLOGI

ASPEK UROLOGI PADA GANGGUAN BERKEMIH Primer

PENANGANAN ASPEK UROLOGI PADA GANGGUAN BERKEMIH

Ureter ektopik adalah terbukanya ureter yang berada di luar kandung kemih (pada tempat yang salah). Gangguan ini dapat diatasi dengan memindahkan bukaan ureter di luar kandung kemih (sfingter) ke dalam kandung kemih.

Gambar 1. Klasifikasi Refluks Vesiko-ureteral
Gambar 1. Klasifikasi Refluks Vesiko-ureteral

Gambar

Tabel 1. Terminologi pada gangguan berkemih dan relenvansi klinis
Gambar 1. Anatomi kandung  kemih
Gambar 2. Sistem persarafan kandung kemih (Dikutip dari: Chao SM. 2005. p. 171-78)
Gambar 1. Alur diagnosis gangguan berkemih pada anak.
+7

Referensi

Dokumen terkait