Untuk menunjang keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Laut, dihadapkan pada keterbatasan anggaran, jumlah pasukan yang minim serta ancaman yang sangat kompleks, maka sangat perlu didukung oleh teknologi informasi TNI Angkatan Laut yang kuat dan aman sehingga dapat menunjang keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Laut. meningkatkan kinerja penyelenggaraan pertahanan negara di laut secara signifikan dan mampu meminimalkan risiko ancaman maritim. Tujuan utama penulisan buku ini adalah untuk menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip Cobit diterapkan dalam menilai keadaan pengelolaan TI guna menentukan tingkat kemampuan dan kematangan serta rekomendasi kebijakan yang dijadikan masukan bagi persiapan TNI Angkatan Laut. ITMP mampu mendukung dan menyelaraskan Strategi Pertahanan Laut Nusantara, bagaimana tahapan pengembangan dan langkah implementasi IT TNI Angkatan Laut agar dapat terealisasi dengan baik sesuai rencana.
PEMBUKAAN
Latar Belakang
Perumusan Draf Grand Design Teknologi Informasi TNI Angkatan Laut untuk Mendukung Sistem Informasi Pertahanan Maritim Indonesia. Bagaimana proses perumusan model pengembangan kekuatan dan kemampuan teknologi informasi TNI Angkatan Laut yang mampu mendukung dan konsisten dengan Strategi Pertahanan Maritim Kepulauan?
Keterbaruan (Novelty) Pembahasan Konten
Hal ini menunjukkan betapa lemahnya sistem informasi dan teknologi informasi yang dimiliki oleh lembaga atau organisasi tersebut. Pengembangan sistem dan teknologi informasi melalui penerapan Cobit akan mampu memperkuat sistem dan teknologi informasi yang telah dibangun sebelumnya.
SISTEM INFORMASI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA
Kepentingan Nasional Indonesia dalam Lingkup Keamanan Maritim
Kajian Putra (2017) menemukan perbedaan antara Buku Putih Pertahanan Indonesia tahun 2015 dengan dokumen sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2008 mengenai kategorisasi kepentingan nasional Indonesia. Buku Putih Pertahanan Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa kepentingan nasional Indonesia disusun dalam tiga kategori, yaitu absolut, vital, dan penting.
Peluang dan Ancaman dalam Keamanan Maritim Indonesia
Jenis ancaman terhadap keamanan maritim Indonesia yang teridentifikasi dari hasil penelitian Putra (2017) sesuai dengan bentuk dan jenis ancaman yang terdapat dalam Doktrin TNI Angkatan Laut Eka Sasana Jaya yaitu ancaman kekerasan (mulai dari agresi hingga agresi. konflik kepentingan yang berasal dari Jalur Komunikasi Maritim/SLOC), ancaman terhadap sumber daya kelautan dan lingkungan hidup (mulai dari perampasan sumber daya alam di laut hingga rusaknya ekosistem laut), ancaman pelanggaran hukum (mulai dari perompakan hingga laut hingga kejahatan transnasional) dan ancaman terhadap bahaya navigasi. Perkembangan teknologi maritim yang tercatat pada faktor teknologi dalam kerangka lingkungan strategis menunjukkan tingkat pengaruh yang tinggi dengan kategori peluang keamanan maritim.
Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN)
Dengan demikian, ketika dokumen SPLN menamakan dirinya sebagai “Doktrin Perang Laut TNI AL”, namun belum mendapat tempat dalam stratifikasi doktrinal yang digunakan oleh Doktrin Bela Negara Republik Indonesia. Doktrin Perang Laut TNI Angkatan Laut mendapat tempat sebagai doktrin lingkungan hidup yang pada dasarnya menjelaskan bagaimana menggunakan kekuatan medium tertentu (darat, laut atau udara) dalam proses yudha.
Sistem Informasi (IS), Teknologi Informasi (IT), dan Manajemen Strategik Teknologi Informasi (SMIT)
Operasi TI pada akhirnya akan memberikan umpan balik terhadap operasi organisasi dan strategi TI yang ada. Elemen utama sistem bisnis adalah misi organisasi dan tujuannya, yang memandu pengembangan strategi sebagai kumpulan berbagai cara untuk mencapai tujuan tersebut.
CobiT (Control Objective for Information and related Technology)
- Prinsip CobiT Versi 5
- Tujuh Kategori Enabler
- Pengelolaan Proses IT
- C4ISR sebagai Komando dan Kendali
- C4ISR dalam bentuk Perang Hibrida
Prinsip ini berguna untuk mengintegrasikan pengelolaan teknologi informasi perusahaan ke dalam tata kelola perusahaan. Berarti dalam prinsip ini CobiT 5 mempertimbangkan seluruh manajemen dalam manajemen teknologi informasi sebagai faktor pendukung (enabler) bagi perusahaan.
Network Centric Warfare (NCW)
Dengan adanya kekuatan siber nasional diharapkan dapat tercipta kemampuan keamanan siber nasional yang mempunyai 3 (tiga) kekuatan yang sangat diperlukan untuk meningkatkan keamanan nasional di ranah siber, yaitu: Kekuatan Pencegahan, Kekuatan Aksi dan Pemulihan (Unhan, 2012: 97). Konsep dasar tersebut diuraikan dalam domain NCW yang dapat diartikan sebagai berikut: Pertama, bagaimana memperoleh informasi yang akurat sehingga menghasilkan kualitas informasi yang diharapkan merupakan tugas dan tanggung jawab domain informasi.
Manajemen Risiko
- Komunikasi dan konsultasi. Komunikasi dan konsultasi dilakukan dengan pihak internal maupun eskternal
- Konteks. Elemen ini berkaitan dengan penentuan parameter dalam manajemen risiko yang harus memperhatikan faktor
- Analisis Risiko. Identifikasi dan evaluasi proses kontrol yang saat ini dilakukan untuk menentukan konsekuensi dan
- Evaluasi Risiko. Pada elemen ini dilakukan perbandingan antara perkiraan tingkat risiko terhadap pre-established
- Perlakuan terhadap Risiko. Pengembangan dan implementasi strategi efektivitas biaya dan rencana
- Monitor dan review. Proses-proses manajemen risiko perlu dimonitor dan ditinjau untuk kontinuitas
- Identifikasi Risiko berdasarkan CobiT for IT Risk
- Teknik Identifikasi Risiko
- Identifikasi Risiko berdasarkan ISO/IEC 27001
Panduan manajemen risiko berbasis CobiT for IT Risk menjelaskan mengenai masukan dan teknik identifikasi risiko, namun belum dapat menjelaskan proses identifikasi risiko itu sendiri. Berikut proses identifikasi risiko berdasarkan identifikasi ISO/IEC terhadap aset teknologi informasi yang dimiliki organisasi.
Ancaman Aset Teknologi Informasi
- Ancaman terhadap Fasilitas Fisik
- Ancaman terhadap Data Elektronik
- Ancaman terhadap Sumberdaya Manusia
Dasar Kebijakan Yuridis
Berbagai substansi yang berkaitan dengan teknologi informasi, antara lain: Pertama, ancaman yang menggunakan faktor non militer berdimensi Ipoleksosbud, teknologi dan informasi dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keamanan nasional, serta keselamatan masyarakat; Kedua, ancaman non-militer pada dimensi berbasis Informasi dan Teknologi meliputi kejahatan dunia maya dan ketergantungan terhadap produk negara lain; Ketiga, pencegahan terhadap ancaman nirmiliter dengan dimensi Basis Teknologi dan Informasi berupa peningkatan kemampuan unsur pertahanan nirmiliter, peningkatan sumber daya manusia, dan penyediaan industri nasional.
PENERAPAN PRINSIP COBIT PADA PENGEMBANGAN SISTEM DAN
Bagan Organisasi TNI AL
Visi dan Misi TNI AL
Tugas, Peran dan Fungsi TNI Angkatan Laut 1. Tugas TNI AL
- Peran dan Fungsi TNI AL
- Kemampuan TNI AL
- Gelar Kekuatan TNI AL
Peran TNI Angkatan Laut meliputi: (1) Peran militer (Militer/Pertahanan), yaitu peran yang dilakukan dalam rangka menjaga kedaulatan negara di laut; (2) Peran Kepolisian (Konstitusi), yaitu peran yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan hukum di laut; (3) Peran Diplomasi, yaitu peran penggunaan dan demonstrasi kekuatan TNI Angkatan Laut sebagai alat diplomasi dalam mendukung politik luar negeri pemerintah; dan (4) peran pendukung, yaitu peran melakukan operasi selain perang (operasi militer selain perang) dalam rangka mendayagunakan kekuatan TNI Angkatan Laut untuk kepentingan bangsa dan negara. Terkait dengan tujuan dasar strategi militer, TNI Angkatan Laut mempunyai dua fungsi dasar, yaitu: (1) Pengendalian Laut. Pelaksanaan tugas, peran dan fungsi TNI Angkatan Laut menghadapkan gambaran kekuatan TNI Angkatan Laut yang sangat berpengaruh.
- Software
TNI AL harus dilakukan pada infrastruktur yang mendukung dan mempersiapkan sistem informasi TNI AL untuk memasuki era modernisasi ini. Perangkat lunak yang digunakan di TNI Angkatan Laut menggunakan sistem operasi (Windows, Linux) Pemilihan menggunakan Microsoft Windows dikarenakan sebagian besar pengguna di TNI Angkatan Laut sudah terbiasa menggunakan Microsoft Windows, sehingga dapat lebih mudah diterima dan digunakan oleh pengguna yang sudah ada dan Perangkat lunak aplikasi (Microsoft Office, Visual Basic). , Foxpro, PHP, ASP dan sebagainya). Perangkat lunak ini merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk mendukung kegiatan sistem informasi di TNI Angkatan Laut.
Infrastruktur
Kondisi Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Terkait dengan kualitas Sumber Daya Manusia di lingkungan TNI AL masih belum mencapai apa yang diharapkan. Dengan menggunakan infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki saat ini, TNI AL menghadapi kendala bagi personel (SDM) yang mampu menggunakan perangkat IT. Sedangkan dari segi jumlah Sumber Daya Manusia bidang Teknologi Informasi yang ada di TNI Angkatan Laut dengan kriteria penempatan pada bidang Infolahta dan ilmu komputer, mata kuliah yang diikuti di Pusdatin Kemhan, Pusinfolahta Mabes TNI dan Disinfolahtal terbatas.
Penerapan Prinsip CobiT
- Tingkat Kemampuan IT TNI AL berdasarkan Framework CobiT
Tingkat kemampuan sistem dan teknologi informasi TNI AL berdasarkan kerangka Cobit 5 yang meliputi: Koordinasi, Perencanaan dan Pengorganisasian (APO), Evaluasi, Pengarahan dan Pengawasan (EDM), Pembinaan, Akuisisi dan Implementasi (BAI) serta Penyampaian, Pelayanan dan Dukungan (DSS). Proses teknologi informasi (tanggung jawab atas keakuratan dan keamanan data individu dan untuk meningkatkan efisiensi dan pengendalian pertukaran informasi antara aplikasi yang digunakan dan entitas yang ada). Ketersediaan sumber daya teknologi informasi (seperti manusia, perangkat keras, perangkat lunak dan layanan) harus dipastikan, pengadaan sumber daya teknologi informasi memerlukan ketentuan dan prosedur pelaksanaan, seperti pelaksanaan prosedur pengadaan publik, pelaksanaan pemilihan vendor, pengaturan perjanjian berdasarkan kontrak dan proses pengadaan publik yang memesannya sendiri).
Rancangan Pembangunan Kekuatan dan Kemampuan Teknologi Informasi TNI AL
- Analisis Terhadap Organisasi TNI AL Saat Ini
- Analisis IT dalam Perspektif Peraturan Menteri Pertahanan
- Analisis IT dalam Perspektif Strategi Teknologi Informasi dan Manajemen
- Tahapan Pembangunan dan Langkah Implementasi Teknologi Informasi TNI AL
- Strategi Pembangunan Sistem dan Teknologi Informasi Perencanaan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL,
- Langkah Implementasi Teknologi Informasi
Fungsi organisasi TNI AL terdiri atas dua bagian besar, yaitu Hoofkwartier (Mabes) dan Kotama (Komando Utama). Struktur organisasi TNI AL memungkinkan setiap satuan mempunyai akses langsung (garis komando) kepada pimpinan (Kasal/Wakasal). Pengembangan sistem informasi perlu dipastikan dapat selaras dengan arah organisasi TNI Angkatan Laut.
PERAN COBIT DALAM PERANCANGAN SISTEM DAN
Peran CobiT dalam Perancangan Teknologi Informasi TNI AL
Melalui produknya, CobiT 5 secara komprehensif dapat membantu TNI Angkatan Laut dalam menyampaikan nilai teknologi informasi kepada pemangku kepentingan. Dalam organisasi TNI AL, penguasaan dan penerapan teknologi informasi belum sepenuhnya berorientasi pada tujuan organisasi. Sehubungan dengan itu, kondisi teknologi informasi di organisasi TNI AL saat ini adalah kurangnya kecepatan dalam pelaporan personel karena kurangnya ketersediaan formulir pelaporan online. e.
Tata Kelola Teknologi Informasi TNI AL
- Pengendalian Perspektif Manajemen
- Pengendalian Manajemen Pengembangan Sistem
- Pengendalian Manajemen Sumber Data
- Pengendalian Manajemen Operasi
- Pengendalian Manajemen Keamanan
- Pengendalian Manajemen Akhir (Backup)
- Pengendalian Manajemen Mutu
- Pengendalian Hasil Keluaran. Pengembangan sistematika pelaporan (hard copy dan soft copy)
Pengembangan prosedur pembatasan akses terhadap perangkat lunak dan prosedur pembatasan akses terhadap perangkat lunak dan data/file/database. Berdasarkan pemahaman akan perlunya pengembangan teknologi informasi pada organisasi TNI AL, maka kebijakan tersebut direkomendasikan dalam rangka peningkatan pengelolaan Proses Teknologi Informasi (TI) dalam rangka mendukung Tujuan Strategis Pertahanan Negara, yang meliputi: Pertama, Implementasi Strategi Penanggulangan Pertahanan Negara yang tertuang dalam Pertahanan Sistem Informasi untuk menangkal segala bentuk ancaman yang berdimensi globalisasi dan teknologi. Ancaman berdimensi globalisasi dan teknologi ini tidak bersifat fisik sehingga dalam menghadapinya menggunakan pendekatan soft power.
Pembuatan Kerangka Teknologi Informasi TNI AL
Dalam kerangka tersebut, peran Tata Kelola Proses Teknologi Informasi merupakan mekanisme pengendalian terhadap proses Teknologi Informasi yang ada dalam penerapan sistem Operasi Teknologi Informasi. Dalam pengembangan sistem informasi, perhatian tidak hanya harus diberikan pada pengembangan sistem saja, namun juga pada aspek pendukung sistem informasi, salah satunya adalah Tata Kelola Proses Teknologi Informasi. Hasil akhir dari manajemen puncak dalam kerangka sistem informasi ini adalah tersedianya sistem pendukung keputusan yang menerapkan prinsip-prinsip tersebut.
Rancangan Pembangunan Kekuatan dan Kemampuan Teknologi Informasi TNI AL
- Penentuan Kebutuhan Teknologi Informasi TNI AL Menentukan kebutuhan sistem informasi adalah proses
- Kebutuhan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL
KEU 1 Keuangan
- Hubungan Pemakaian Sistem Informasi dengan Organisasi TNI AL
- Analisis GAP antara Sistem Informasi yang Diinginkan dengan Yang Telah Tergelar
Pada Tabel 4.2, sistem informasi yang direkomendasikan dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem informasi kebutuhan pokok dan sistem informasi kebutuhan untuk meningkatkan kemanfaatan TNI Angkatan Laut. Untuk itu perlu diketahui seberapa besar perbedaan antara sistem informasi yang ada dengan sistem informasi yang diharapkan (Gap Analysis). Dari tabel tersebut terlihat bahwa masih banyak aplikasi sistem informasi TNI AL yang ada belum memenuhi kebutuhan bisnis TNI AL.
Strategi Meningkatkan Peran Teknologi Informasi di TNI AL
- Peran Disinfolahtal dalam mendukung IT TNI AL
- Pengembangan Organisasi Disinfolahtal
Membangun teknologi informasi yang andal bagi TNI Angkatan Laut serta berbagi dan berkolaborasi informasi untuk mencapai kualitas dan. Membangun dan mengembangkan sumber daya manusia TNI AL agar memiliki wawasan, perilaku dan budaya TI untuk menunjang pelaksanaan tugasnya. Struktur organisasi yang diusulkan untuk memenuhi kebutuhan TI di masa depan dapat dilihat pada Gambar 4.6.
Konsep Pembangunan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL
- Konsep Dasar Pembangunan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL
- Konsep Pembangunan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL Berdasarkan C4ISR dan Network Centric
Implementasi konsep C4ISR (Command Control Communication Computer Intelligence Surveillance Reconnaissance) berbasis jaringan terpusat (network-centric). Dengan menggunakan sistem C4ISR, pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan data yang lengkap, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis. Information Warfare (IW) atau yang disebut dengan Information Warfare meliputi 3 hal yaitu : . 1) Segala bentuk dan metode penyerangan dan penghancuran fungsi informasi.
Strategi Pembangunan Sistem Informasi TNI AL
- Arsitektur Sistem Informasi TNI AL
- Sistem Kolaborasi Perusahaan
- Strategi Pembangunan Teknologi Informasi TNI AL a. Konsep Pembangunan Teknologi Informasi TNI AL
Pada Gambar 4.9 terlihat bahwa sistem informasi kelompok manajemen (Strategis dan Taktis) yang terdiri dari SIM TNI AL, DSS, BI dan EIS harus benar-benar diterapkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan di manajemen menengah dan atas. . namun memerlukan prasyarat agar aplikasi dapat operasional (transaksional) harus berjalan terlebih dahulu. Rangkaian sistem informasi ini jika diterapkan akan memberikan keuntungan bagi TNI Angkatan Laut dalam mengambil keputusan manajemen. Pengelolaan infrastruktur teknologi informasi TNI AL memerlukan kebijakan yang jelas agar kompleksitas permasalahan yang mungkin timbul dapat ditekan.
Strategi Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi Strategi Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi
- Konsep Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi Konsep manajemen teknologi informasi didasarkan atas
- Strategi Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi Pengelolaan teknologi informasi TNI AL antara lain
- Strategi Peningkatan Sumber Daya Manusia IT di TNI AL 1. Pembangunan Sumber Daya Manusia
Ruang lingkup konsep manajemen teknologi informasi mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan masalah penanganan teknologi informasi. Pengembangan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan dan pengoperasian TI harus sejalan dengan rencana pengembangan sistem dan teknologi informasi di TNI Angkatan Laut. Menentukan klasifikasi teknologi informasi, kategori keahlian teknologi informasi, dan tingkat keahlian teknologi informasi yang diharapkan.
Dampak Teknologi Informasi di Oganisasi TNI AL
- Aset Teknologi Informasi di Organisasi TNI AL
- Ancaman pada Teknologi Informasi di Organisasi TNI AL
- Kerentanan pada Teknologi Informasi di Organisasi TNI AL
- Dampak Kerentanan pada IT di Organisasi TNI AL
Langkah selanjutnya setelah mengetahui aset teknologi informasi pada organisasi TNI AL adalah mengidentifikasi ancaman yang mungkin timbul terhadap aset tersebut. Ancaman yang mungkin timbul terhadap aset teknologi informasi TNI AL yang menjadi bagian dari komponen sistem informasi. Tabel 4.5 merupakan daftar ancaman teknologi informasi pada organisasi TNI AL. Setelah sebelumnya teridentifikasi aset beserta ancaman dan kerentanannya, kini dilanjutkan dengan dampak kerentanan yang ditimbulkan dari pelayanan teknologi informasi pada TNI Angkatan Laut untuk Sistem Pertahanan Negara di Laut.
Tahapan Pembangunan dan Langkah Implementasi Teknologi Informasi TNI AL
- Tahapan Pembangunan Teknologi Informasi
Rincian Paket Pengembangan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL yang disusun berdasarkan tahapan perencanaan pengembangan Sistem dan Teknologi Informasi TNI AL dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pada Tabel 4.10. Langkah ini menjadi acuan dalam melakukan akuisisi aplikasi sistem informasi serta akuisisi perangkat keras dan jaringan komputer. Hanya saja dari segi waktu pembuatan aplikasi sistem informasi akan memakan waktu lebih lama dibandingkan membeli paket aplikasi sistem informasi yang sudah jadi.
PENUTUP
PENUTUP
- Kesimpulan