Pada kurikulum lama, PPS Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan sebanyak 3 kali yaitu PPS Mikro, Mezzo dan Makro dimana masing-masing PPS memiliki bobot 3 SKS. 1 Isbandi Rukminto Adi, Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial dan Kajian Pembangunan), (Jakarta: Rajawali Press, 2013), hal. Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Prodi ICS) merupakan program studi pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga yang resmi berdiri pada tanggal 20 Januari 2009 sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Departemen Agama no.
Tuntutan untuk lebih fokus pada pendidikan perguruan tinggi bidang kesejahteraan sosial yang memiliki pengetahuan umum dan keterampilan yang interdisipliner dengan ilmu agama menjadi alasan utama didirikannya Program Studi IKS di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mata kuliah PPS mikro, mezzo, dan makro diciptakan sebagai sarana pemutakhiran keilmuan serta penerapan praktis layanan kesejahteraan sosial, sehingga membuka peluang penerapan ilmu bagi mahasiswa Prodi IKS.
KONSEP PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL
Definisi dan Manfaat Praktek Pekerjaan Sosial Praktikum adalah kegiatan dan atau training praktis
Pendekatan Praktek Pekerjaan Sosial
- Tahapan Praktikum
- Durasi Praktikum
- Capaian Pembelajaran Praktikum
Pada pendekatan ini, siswa menangani satu kasus/masalah klien atau keluarga dari aspek mikro, mezzo, dan makro secara bersamaan mulai dari tahap asesmen hingga penyelesaian. 1 Siswa dapat melakukan intervensi mikro, mezzo, dan makro tanpa harus berurutan. Perencanaan (penjadwalan); siswa merencanakan solusi alternatif yang berbeda di tingkat mikro, mezzo, dan makro secara terstruktur, dapat dikelola, dan terukur. Mampu melakukan analisis kebutuhan (needs assessment) terhadap klien, keluarga, kelompok dan lingkungan/masyarakat sekitar, serta permasalahan organisasi... berdasarkan pendekatan dan konsep dalam metode intervensi pekerjaan sosial pada tingkat mikro, mezzo dan makro.
Menyiapkan catatan kasus/lapangan dan laporan kinerja individu dalam menangani permasalahan klien secara berkala dan dapat diaudit. Mampu melakukan analisis kebutuhan (needs assessment) terhadap permasalahan klien, keluarga, kelompok dan lingkungan/masyarakat sekitar serta organisasi berdasarkan pendekatan dan konsep dalam metode intervensi pekerjaan sosial pada tingkat mikro, mezzo, dan makro.
Etika Praktikum
Nilai-nilai etika a) Penerapan nilai dan prinsip akidah Islam, kode etik pekerjaan sosial dan etika akademik dalam praktik. Berikut adaptasi nilai-nilai dasar dalam kode etik profesi pekerjaan sosial3: 1. Kode etik profesi pekerjaan sosial di Indonesia. 3 Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), Kode Etik Profesi Pekerjaan Sosial, Agustus Fajar, 12 Februari 2017, tersedia di http://ipspi.org/index.php/7-materi/334-kode - istik- profesi - pekerjaan - sosial.
Pengawasan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan mahasiswa dilakukan oleh pengawas kampus, pengawas lembaga, dan komite. Pengawasan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pengawas kampus dan pengawas lembaga dilakukan oleh Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan dan Pimpinan lembaga.
PERSYARATAN &
PENDAFTARAN PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL
Mata Kuliah Prasyarat dan Semester
SUMBER DAYA MANUSIA PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL
Sumber Daya Manusia
Hak dan Kewajiban 1. Peserta
Mahasiswa diharapkan dapat menjalin hubungan baik secara profesional dengan pengawas lembaga, klien, dan personel lain di lembaga PPS. Mahasiswa harus menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh pengawas kampus/lembaga dan panitia PPS. Melalui panitia PPS, mahasiswa diharapkan dapat menginformasikan kepada panitia PPS program studi IKS secara tepat waktu mengenai permasalahan dan kendala yang dihadapi lembaga PPS.
Pada akhir proses PPP, setiap peserta diharapkan menyampaikan laporan hasil PPP mikro, mezzo, dan makro kepada lembaga penyelenggara PPP dan panitia PPP dan dipresentasikan pada saat ujian PPP. Komite KPBU merupakan perwakilan universitas dan bertugas merencanakan, mengorganisasikan dan mengkoordinasikan seluruh proses KPBU serta melaporkannya kepada universitas dan institusi tempat KPBU berlangsung. Penghubung antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara KPBU, serta menjalin komunikasi dengan lembaga sejak awal persiapan KPBU, laporan perkembangan kegiatan peserta KPBU dan hasil akhir KPBU e.
Penasihat Kelembagaan adalah pegawai lembaga/lokasi KPBU yang ditunjuk oleh instansi terkait untuk membimbing, mengarahkan, dan memotivasi peserta KPBU. Dalam hal ini peserta mempertanggungjawabkan seluruh hasil kerja dan kegiatannya kepada Pengawas Lembaga dan Universitas (manajer PPS mata kuliah IKS). Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta KPBU untuk terlibat dalam seluruh kegiatan di lingkungan lembaga.
Berhak memilih dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran peserta PPS di lapangan dengan persetujuan peserta PPS yang bersangkutan. Dalam rapat bimbingan ini, Pembimbing Institusi diharapkan mendorong mahasiswa untuk mengevaluasi kegiatan PPSnya, termasuk kemungkinan melakukan renegosiasi kontrak studi yang telah disepakati jika tidak berjalan sesuai harapan. Mengkomunikasikan informasi pelaksanaan proses praktikum (dukungan dan kendala yang dihadapi mahasiswa) kepada institusi atau kepada dosen pembimbing institusi.
MEKANISME PELAKSANAAN PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL
Tahapan Praktikum
- Tahap Persiapan
- Engagement
- Asesmen
- Planning
- Intervensi
- Monitoring dan Evaluasi
- Terminasi
Kedua, surat konfirmasi diberikan oleh mahasiswa kepada Dinas Sosial dan lembaga tempat praktikum dilaksanakan. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian generalis yang mencakup domain praktik mikro, mezzo, dan makro dalam satu kasus klien. Dalam perencanaan ini, mahasiswa praktik harus membuat RPK (Rencana Program Kerja) berdasarkan penilaian yang dilakukan, yang merupakan penjabaran dari Rencana Intervensi.
Intervensi yang dilakukan adalah intervensi generalis yang dalam kasus terkait mencakup praktik mikro, mezzo, dan makro. Dalam praktik mikro, praktisi mahasiswa melakukan kegiatan sebagai berikut: (1) Bimbingan individu, yaitu proses komunikasi antar pekerja sosial, yang dilakukan secara tatap muka, melalui telepon atau melalui media lain dengan individu klien, berdasarkan prinsip penerimaan. ; keamanan dan empati, dengan tujuan klien meringankan beban psikologis, memperoleh kekuatan dan memecahkan masalah mereka. 2) Bantuan individu adalah bantuan seperti melakukan kunjungan rumah kepada klien di rumah dan mengajarkan pengetahuan atau keterampilan tertentu. Dalam praktek mezzo: (1) Kelompok pendukung/kelompok swadaya/kelompok pendidikan1/kelompok bimbingan. teman sebaya, yaitu mahasiswa praktek, mengatur pertemuan klien yang memiliki kasus yang sama, dengan tujuan agar mereka dapat saling mendukung dan memecahkan masalah dari pengalaman anggota kelompok, atau untuk mempelajari pengetahuan atau keterampilan tertentu.
Pada intervensi mezzo, siswa dapat bekerja sama dengan siswa dalam satu kelompok, namun fasilitator setiap intervensi adalah satu orang siswa. Selain itu, mahasiswa magang dapat memimpin FGD (Focus Group Discussion) yaitu pertemuan dengan pejabat atau pemangku kepentingan untuk bersama-sama memahami suatu permasalahan atau mengambil keputusan mengenai solusi suatu permasalahan pelanggan. 2) Membuat alat kampanye advokasi (campaign tools) seperti brosur, flyer, merchandise, dan lainnya; (3) Penelitian sosial, seperti survei. Intervensi makro dapat dilakukan dengan cara bekerja sama dengan teman dalam satu kelompok, namun jenis kegiatannya harus berbeda untuk setiap anggota kelompok.
Siswa yang telah selesai intervensi melakukan evaluasi atau pengukuran terhadap perubahan atau capaian hasil intervensi pada tingkat mikro, meso dan makro, sehingga diketahui apa tujuan perubahan tersebut bagi klien, keluarga, masyarakat. organisasi/sistem kebijakan yang ditentukan dalam perencanaan, tercapai atau tidak. Evaluasi Panitia Terhadap Latihan Pekerjaan Sosial 1) Laporan PPS dibuat oleh masing-masing siswa... yang memuat latihan mikro, mezzo, dan makro dengan sistematika yang ditentukan oleh panitia. Penghentian praktikum secara formal dilakukan dengan perpisahan/pengunduran diri mahasiswa dari PPS institusi, diawasi oleh dosen pembimbing kampus.
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Mengikuti peraturan, adat istiadat, dan peraturan yang berlaku di lokasi praktikum sepanjang tidak bertentangan dengan kode etik praktikum. Praktisi tidak diperkenankan membawa pacar atau keluarga (suami/istri, anak) ke lokasi praktikum pada saat praktik. Ujian praktik lisan dilaksanakan bergantian hari, nilai ujian dimasukkan pada semester berikutnya setelah selesainya Mata Kuliah Praktikum di KRS pada semester berikutnya.
Ujian praktek lisan dilaksanakan setelah berakhirnya pergantian hari, nilai ujian dimasukkan pada semester berikutnya setelah mata kuliah praktek di KRS selesai pada semester berikutnya. Ujian praktek lisan dilaksanakan setelah berakhirnya pergantian hari, nilai ujian dimasukkan pada semester berikutnya setelah mata kuliah praktek di KRS selesai pada semester berikutnya. Peserta pelatihan yang telah mengikuti ujian praktik lisan wajib mengoreksi dan menyampaikan laporan praktikum kepada komisi PPS, paling lambat pada waktu yang ditentukan.
Jika praktisi tidak mengikuti ujian lisan pada waktu yang ditentukan, diberikan kesempatan untuk ujian lanjutan maksimal. Penilaian keadaan klien dari sudut pandang mikro, mezzo, makro, dengan menggunakan teknik wawancara kepada anak, keluarga, pengurus lembaga, teman, RT/desa, warga masyarakat, guru sekolah, dll. 9 Melaksanakan tahap intervensi (implementasi) pada seluruh tingkat intervensi, sesuai dengan uraian tugas yang tercantum dalam RPK.
Lembaran musik yang diaransemen/ . laporan hasil evaluasi 11 Contoh berikut menunjukkan. referensi tingkat kedua 1) Siswa menyampaikan keadaan akhir dan situasi bangsal setelah intervensi. Saya percaya bahwa tanggung jawab etis profesional mengacu pada tanggung jawab terhadap klien, kolega, institusi, masyarakat, dan profesi pekerjaan sosial3.
PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL PENDEKATAN GENERALIS
PRODI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
YOGYAKARTA 2017
Langkah 4: Memilih jenis kegiatan solusi dari level in- tervensi setiap kebutuhan solusi dalam langkah 3
Skala kinerja tugas membantu kita mengukur seberapa baik tugas pekerja sosial dan klien dapat dilakukan dengan sempurna. Berisi pendahuluan terkait permasalahan praktis kelembagaan dan penjelasan singkat mengenai poin-poin penting hasil asesmen, baik mikro, mezzo, maupun makro. Praktisi menjelaskan kegiatan intervensi kepada klien dan keluarganya secara lebih rinci, meliputi 5 W 1 H (Apa, Siapa, Siapa, Mengapa, Dimana, Kapan, Bagaimana), tanggapan klien.
Praktisi menguraikan kegiatan intervensi kepada kelompok klien, keluarga besar, dan lingkungan terkait, meliputi 5 W 1 H (What, Who, Who, Why, Where, When, How), respon klien, dan klien terkait, serta peran praktisi. Praktisi menguraikan kegiatan intervensi terhadap komunitas, organisasi atau lingkungan politik, meliputi 5 W 1 H (Apa, Siapa, Siapa, Mengapa, Dimana, Kapan, Bagaimana), respon pihak terkait dan peran praktisi. Evaluasi hasil intervensi praktisi dengan menafsirkan derajat perubahan pada klien dan lingkungannya menggunakan instrumen evaluasi tertentu.
Analisis teoritis, memuat hubungan antara teori dasar dan praktik pekerjaan sosial yang digunakan oleh praktisi dalam penilaian masalah dan pelaksanaan praktik. Laporan akhir yang telah dijilid biasanya digandakan sebanyak dua kali untuk ujian akhir dan setelah direvisi dijilid dalam soft cover dengan cover berwarna biru muda dan digandakan sebanyak dua kali untuk catatan kampus dan lembaga magang. Pada saat ujian akhir, laporan akhir ditandatangani oleh dosen pembimbing jurusan dan dosen pembimbing kampus.
90 Pedoman Umum Praktek Pekerjaan Sosial (PPS) PENILAIAN UJIAN AKHIR JURUSAN PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL SEMESTER IKS. Mutu Pencapaian Peran Peksos Perubahan Klien Analisa Teori dan Praktek Penguji : Setiap selesai ujian siswa, harap mengembalikan laporan akhir PPS langsung kepada siswa untuk diperiksa dan mohon informasikan kepada siswa bahwa laporan akhir yang telah direvisi akan diserahkan paling lambat pada tanggal tanggal……….di Tn. Sudarmawan∑ P1+P2+P3+P4. Laporan Akhir (0– 20) keinginan: i Perencanaan Program (A) diperoleh dari laporan perencanaan i Proses Pelaksanaan Program (B) diperoleh dari jurnal harian dan konsultasi i Interpersonal Skills (C) diperoleh dari kedisiplinan, kerjasama dan komunikasi i Laporan (D ) diambil dari Laporan Akhir.