Buku ini mengenalkan karakter Martin Seligman dan psikologi positif, memiliki kehidupan yang baik (happy life), memiliki kehidupan yang baik (good life) dan kehidupan yang baik dalam perspektif Islam, memiliki kehidupan yang bermakna (meaningful life) dan memiliki kehidupan yang bermakna adalah sifat manusia. Martin Seligman adalah sosok yang mampu mengubah cara pandang dan cara berpikir para psikolog dunia.
Bab Pertama
PENDAHULUAN
Psikologi positif merupakan cabang psikologi baru yang pertama kali dideklarasikan pada tahun 1998 oleh Martin Seligman dan Mihaly Csikszentmihalyi. Melalui psikologi positif itulah penelitian di Universitas Harvard bertajuk “Psikologi Positif” pada tahun 2006 menjadi mata kuliah semester terpopuler.
Bab Kedua
MARTIN SELIGMAN DAN PSIKOLOGI POSITIF
Biografi Singkat Martin Seligman 1
Di berbagai waktu, Martin Seligman menjadi berita utama untuk New York Times, Time,. Martin Seligman menerima Penghargaan William James Fellow dari American Psychological Society (atas kontribusinya pada ilmu dasar) dan Penghargaan James McKeen Cattell Fellow (untuk penerapan pengetahuan psikologis).
Mengenal Psikologi Positif Martin Seligman
Sejak resmi dicetuskan oleh Seligman pada tahun 1998, psikologi positif telah berkembang pesat di seluruh dunia. Ketika pertama kali muncul, psikologi positif bagaikan angin segar di antara sebagian besar pandangan psikologis.
Kritik Terhadap Psikologi Positif Martin Seligman
Seperti Takwin, De Rubeis12 dahulu kala mengungkapkan bahwa psikologi negatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari psikologi positif. Sementara itu, Seligman, pendiri psikologi positif, berpendapat bahwa psikologi positif dapat ditransfer ke kehidupan perusahaan dengan cukup mudah.
Bab Ketiga
HIDUP YANG BAHAGIA HAVE A PLEASAN LIFE
Kebahagiaan Perspektif Psikologi Positif
Munculnya psikologi positif sebagai kajian psikologi modern diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menyadari sifat-sifat positif yang dimilikinya guna mencapai kualitas hidup yang lebih bahagia dan lebih baik. Kebahagiaan memberikan berbagai dampak positif dalam segala aspek kehidupan dan akan membawa pada kehidupan yang lebih baik.
Sumber Kebahagiaan
- Menjalin hubungan positif dengan orang lain
- Keterlibatan penuh
- Temukan makna dalam keseharian
- Optimis, namun tetap realistis
- Menjadi pribadi yang resilien
Keterampilan atau kemampuan berinteraksi dengan orang lain sangat penting bagi keberhasilan seseorang. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam membangun hubungan baik dengan orang lain adalah dengan tidak terlalu egois.
Karakteristik dan Faktor Yang Mempengaruhi Kebahagiaan Setiap orang bisa sampai kepada kebahagiaan akan tetapi Setiap orang bisa sampai kepada kebahagiaan akan tetapi
Orang yang beragama lebih bahagia dan puas dengan kehidupan dibandingkan orang yang tidak beragama. Carr juga menambahkan bahwa keterlibatan beragama juga dikaitkan dengan kesehatan fisik dan psikologis yang lebih baik, yang terlihat dari kesetiaan dalam pernikahan, perilaku sosial, makan dan minum yang tidak berlebihan, dan kerja keras. Carr, ada dua penjelasan mengenai hubungan kebahagiaan dan pernikahan, yaitu orang yang berbahagia lebih menarik untuk dijadikan pasangan dibandingkan orang yang tidak bahagia.
Carr menambahkan, orang yang bercerai atau menjanda lebih bahagia dalam budaya kolektivis dibandingkan budaya individualistis karena budaya kolektivis lebih memberikan dukungan sosial dibandingkan budaya individualistis. Umumnya penelitian dilakukan dengan membandingkan kebahagiaan antara masyarakat yang tinggal di negara kaya dan masyarakat yang tinggal di negara miskin. Perbandingan antar negara sulit untuk dijelaskan karena negara-negara kaya juga memiliki tingkat buta huruf yang lebih rendah, tingkat kesehatan yang lebih baik, pendidikan yang lebih tinggi, kebebasan yang lebih besar, dan kekayaan materi yang lebih banyak.
Kebahagiaan dalam Pandangan Islam
Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka menghembuskan nafas dan menyedut (mengerang). Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selagi masih ada langit 31 Soenarjo, dkk., Al-Qur'an dan Terjemahnya, (Semarang: Toha Putra, 1989), p . Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang beruntung” (QS. al-Fushshilat: 34-35).
Allah Ta'ala telah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) arak, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syaitan. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia ini) dan makan sebagaimana binatang makan. Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
Bab Keempat
HAVE A GOOD LIFE HIDUP YANG BAIK
Resolusi Menggapai Hidup yang Baik GOOD LIFEGOOD LIFE
Terima kasih atas hidupku yang baik, hidup yang baik Allah aku ingin berterima kasih atas hidupku yang baik. Dari lirik lagu yang dipopulerkan oleh Harris J di atas merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT karena kita telah dikaruniai kehidupan yang baik. Untuk mencapai kehidupan yang baik tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan.
Cara berpikir yang cenderung negatif, prasangka buruk, atau pemikiran yang mengandung hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain dapat membahayakan kesehatan dan jiwa seseorang. Sesuatu berdasarkan naluri atau hati nurani, pada dasarnya manusia mempunyai naluri atau hati nurani yang baik. Namun jika kita masih mempunyai prinsip hidup sendiri yang berdasarkan hati nurani, maka tidak ada gunanya kita selalu mengikuti petunjuk orang lain tanpa simbol keberadaan kita sendiri.
Kiat Mencapai Kondisi Flow
Terserap oleh waktu (karena anda sedang melakukan pekerjaan khusyu dan benar-benar fokus pada “disini dan saat ini”, waktu seolah berlalu tanpa anda sadari). Jika hal tersebut memang membuat kita merasa tidak nyaman atau bosan dengan suatu aktivitas atau pekerjaan, maka akan sangat sulit bagi kita untuk bersikap rendah hati di sana. Memang kerendahan hati bisa dengan mudah kita peroleh dari hobi atau aktivitas menyenangkan, misalnya membaca novel, menonton film, atau bermain game.
Jadi pilihlah yang terakhir; Bukan saja lebih baik dalam memanfaatkan waktu, namun kita juga akan lebih mudah memperoleh khusyu' darinya. Saat kita mengalami flow, kita tidak akan memikirkan pertanyaan "Apakah saya sedang flow sekarang?" atau "Saya rendah hati." Challenge Skill Balance mencakup keseimbangan antara tingkat keterampilan yang dimiliki seseorang dengan tantangan aktivitas yang kita lakukan.
Hidup yang Baik dalam Paradigma Islam
George Bernard Shaw berkata, “orang yang selalu menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi pada dirinya. Sebaliknya, orang yang mempunyai sikap negatif akan kesulitan menjaga persahabatan, pekerjaan, pernikahan, dan hubungan dengan orang lain di dunia ini. Oleh karena itu, berbahagialah orang-orang yang beriman dan diberi rezeki yang halal serta mempunyai hati, sebagaimana sabda Rasulullah; “Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk (dalam agama) Islam.
Orang yang berjaya dalam kehidupan mereka dari segi ekonomi, politik, sosial dan lain-lain, adalah kerana mereka mempunyai pengetahuan. Beruntunglah mereka yang telah memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan mempunyai pelaburan (simpanan) untuk akhirat yang kekal abadi. Dan sungguh menyedihkan orang yang memperoleh kemaslahatan dunia, tetapi tidak mempunyai simpanan untuk akhirat.
Bab Kelima
HAVE A MEANINGFUL LIFE HIDUP YANG BERMAKNA
Hidup Bermakna
Hal ini sesuai dengan pendapat Frankl bahwa kebermaknaan hidup dapat berbeda-beda pada setiap orang. Kehidupan yang bermakna merupakan motivasi yang kuat dan mendorong manusia untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat. Bagi mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan agama, itulah sumber makna dalam hidup.12 Kehidupan yang bermakna adalah sesuatu yang dirasa penting, berharga dan diyakini kebenarannya serta dapat menjadi tujuan hidupnya oleh seseorang. .
Menurut Frankl, orang yang menjalani kehidupan bermakna menunjukkan bahwa kehidupan yang dijalaninya penuh semangat, optimisme, tujuan hidup yang jelas, aktivitas yang dilakukan lebih fokus dan sadar, mampu beradaptasi dengan lingkungan. Berdasarkan pernyataan Frankl di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri orang yang menganggap hidupnya bermakna adalah sebagai berikut; Kehidupan yang bermakna tidak terletak pada pekerjaan, melainkan pada sikap dan cara kerja yang mencerminkan keterlibatan pribadi dalam pekerjaan.
Hidup Bermakna Gerbang Kebahagiaan
Mereka yang menjalani kehidupan bermakna menunjukkan gaya hidup penuh gairah dan optimisme dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang menjalani hidup bermakna adalah orang yang mampu mencintai dan menerima cinta orang lain, serta menyadari bahwa cinta adalah salah satu nilai hidup yang menjadikan hidup bermakna. Berbeda dengan mereka yang menjalani hidup tanpa makna, mereka yang menjalani hidup bermakna menunjukkan gaya hidup yang penuh semangat dan gairah hidup serta jauh dari rasa hampa dalam kesehariannya.
Motto hidup mereka: “Meraih makna melalui doa, kerja dan cinta”. Mereka yang menghargai kehidupan yang bermakna benar-benar tahu untuk apa mereka hidup dan bagaimana mereka menjalani hidup. 21. Kerinduan akan kehidupan yang bermakna antara lain ibarat sebuah simfoni yang harmonis, selaras antara hasrat manusia dengan Sang Pencipta. Karena kehidupan yang bermakna pada hakikatnya adalah sumber kebahagiaan manusia itu sendiri, maka keberadaannya sangatlah berarti.
Bab Keenam
PENUTUP
Dalam posisinya sebagai Presiden, Seligman bersama anggota Dewan Pengarah lainnya (Mihaly Csikszentmihalyi, Ed Diener, Kathleen Hall Jamieson, Chris Peterson dan George Vaillant) mengembangkan psikologi positif. Jadi, psikologi positif adalah tentang mengeksplorasi emosi positif, seperti kebahagiaan, kebaikan, humor, cinta, optimisme, kebaikan, dll. Kemungkinan besar hal ini karena emosi negatif jauh lebih terlihat dan mempunyai dampak yang lebih kuat terhadap adaptasi dan perasaan nyaman subjektif dibandingkan dengan emosi positif, misalnya ketika kita sedang marah maka timbul perasaan nyaman, perasaan superior, dan sebagainya. .
Psikologi positif tidak bertujuan untuk menggantikan atau menghilangkan penderitaan, kelemahan atau gangguan (jiwa), melainkan untuk menambah atau memperkaya khasanah, serta untuk memahami pengalaman manusia secara ilmiah. Psikologi positif berkaitan dengan studi tentang emosi positif, seperti kebahagiaan, kehidupan yang baik dan bermakna, optimisme, kebaikan, dan sebagainya. Psikologi positif tidak bertujuan untuk menggantikan atau menghilangkan penderitaan, kelemahan atau gangguan (mental), melainkan untuk menambah atau memperkaya khasanah, serta untuk memahami pengalaman manusia secara ilmiah.R.
Daftar Pustaka
Bastaman, HD, Logotherapy (Psikologi untuk menemukan makna hidup dan mencapai kehidupan yang bermakna), (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2004). Alex, Joseph, Stephen, Harrington, Susan dan Wood, Alex M., "Psikologi Positif: Masa Lalu, Sekarang, dan (Kemungkinan) Masa Depan". Seligman, Kebahagiaan Otentik: Menggunakan Psikologi Positif Baru untuk Menyadari Potensi Pemenuhan Abadi Anda, (New York: Free Press, 2002).
Muhaimin, Arah Baru Pembangunan Islam, Pemberdayaan, Pengembangan, Kurikulum dan Pendefinisian Ulang Islamisasi Ilmu Pengetahuan, (Jakarta: Nuansa, 2003).
Biodata Penulis
Jasanya membuatnya mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam serta 'menularkannya' kepada santri Pondok Pesantren Assanadiyah Palembang. Karena kecintaannya terhadap dunia pendidikan Islam, maka tidak heran jika di usianya yang masih sangat muda yaitu 14 tahun, ia mendirikan kajian Al-Qur’an dan pendidikan Islam di Yayasan al-Firdaus yang didirikan pada abad ke-16. . Kecamatan Ulu palembang. Pondok Pesantren Assanadiyah” dengan mendirikan cabang di Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang dan di Desa Perambahan Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin.
Sejak mendirikan “Pondok Assanadiyah”, beliau banyak mencurahkan waktunya untuk pembinaan santri dan pengembangan pesantren. Di sela-sela kesibukannya di “Pondok Assanadiyah”, beliau juga sempat mengabdikan diri sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Palembang (2001-sekarang) dan Akademi Kebidanan Pondok Pesantren Assanadiya (2008). - saat ini). Pada tahun 2002-2005 dipercaya sebagai bendahara II Forum Pesantren Sumatera Selatan (Forpess), dan pada tahun 2002-2005 menjadi koordinator Forum Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) cabang Palembang. ), dan pada tahun 2005-2008 dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Jenderal Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess).