Maka atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Keuangan Syariah Rakyat (BPR) se-Indonesia sepakat untuk berkumpul membentuk satu wadah organisasi yang diberi nama Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia yang disingkat pErbArINDO, berdasarkan tentang Pancasila. dan - Yayasan Hukum 1945. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan Sumber Daya Manusia di BPR dan BPRS untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional. Memastikan BPR dan BPRS menghindari praktik atau kegiatan yang dianggap merugikan kepentingan masyarakat dan negara.
Memperjuangkan dan mengirimkan perwakilan BPR dan BPRS untuk duduk di lembaga dan badan lain yang dianggap perlu, baik di dalam maupun di luar negeri. Pengenaan sanksi dan/atau pencabutan keanggotaan BPR dan anggota BPRS pada asosiasi yang melanggar Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan ketentuan asosiasi lainnya. Menghimpun seluruh potensi BPR dan BPRS seluruh Indonesia untuk mewujudkan program pemerintah meningkatkan taraf hidup menuju masyarakat adil dan makmur.
Mengupayakan pemerintah dan lembaga terkait menciptakan iklim yang baik dan kondusif bagi BPR dan BPRS. Mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga kerjasama yang baik dengan saling melengkapi antara BPR dan BPRS. Mendorong dan mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan BPR dan BPRS.
Mendorong terciptanya Good Corporate Governance pada BPR dan BPRS untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha dalam dan luar negeri terhadap BPR dan BPRS.
Pengurus
2 Untuk jabatan Ketua Umum, DPP dapat dipilih paling banyak 2 (dua) kali berturut-turut dalam Musyawarah Nasional, kecuali para anggota menghendaki sebagaimana diputuskan dalam Forum Musyawarah Nasional. 3 Jabatan ketua tingkat DpD dan tingkat DpK dapat dipilih kembali paling banyak 2 (dua) kali berturut-turut dalam Musda dan Muskom, kecuali anggotanya ingin diputuskan dalam Musda dan Forum Muskom. Munas diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan, Musda diselenggarakan oleh Pengurus Daerah dan Muskom diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat.
Permusyawaratan dan rapat-rapat perkumpulan sebagaimana dimaksud dalam pasal ini diatur lebih lanjut dalam anggaran dasar perkumpulan. Musyawarah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat 1.a di atas adalah sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah (setengah) jumlah anggota, kecuali ditentukan lain dalam Statuta ini. Apabila tidak tercapai musyawarah mufakat, pengambilan keputusan oleh Musyawarah Nasional, Musda, dan Muskom didasarkan pada suara terbanyak dari jumlah Anggota yang hadir, kecuali ditentukan lain dalam Anggaran Rumah Tangga ini.
Khusus untuk pembahagian majelis, Munas berlaku apabila sekurang-kurangnya ¾ (tiga perempat) dari jumlah wakil rakyat ikut serta dan keputusannya sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya ¾ (tiga perempat) dari jumlah anggota dewan. sekarang Musyawarah Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat 1.b di atas berlaku apabila diminta lebih dari 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota. Musyawarah Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat 1.b di atas berlaku apabila lebih dari 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang hadir.
Rapat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat 1.c di atas adalah sah apabila dihadiri lebih dari setengah (setengah) dari jumlah anggota. Musda Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat 1.d di atas adalah sah apabila diperlukan lebih dari 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Anggota. Rapat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat 1 di atas adalah sah apabila dihadiri lebih dari setengah (setengah) dari jumlah anggota.
Muskom Luar Biasa sebagaimana tersebut dalam pasal 16 ayat 1.f di atas, sah apabila diperlukan lebih daripada 2/3 (dua pertiga) daripada jumlah ahli. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah mufakat tidak tercapai, keputusan tersebut sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang hadir. Kewangan dan aset perhimpunan berkaitan dengan pembubaran perhimpunan yang disebutkan dalam § 25 di atas diputuskan melalui pasukan pembubaran, yang ditubuhkan dan ditentukan pada mesyuarat agung luar biasa yang meluluskan pembubaran perhimpunan agung.
Dalam hal suatu perkumpulan dilikuidasi, semua surat keluar memuat kata “dalam likuidasi” di belakang nama perkumpulan. Musyawarah Nasional dapat menetapkan anggaran rumah tangga dan/atau ketentuan lain yang memuat ketentuan pelaksanaan berdasarkan ketentuan sebagaimana tercantum dalam anggaran rumah tangga tersebut.
KEANGGOTAAN
Anggota kehormatan adalah orang perseorangan yang berjasa pada perkumpulan dan diangkat dalam rapat pengurus DPP berdasarkan usul rapat pengurus harian.
KEWAJIBAN ANGGOTA
DpK wajib menyampaikan laporan yang menunjukkan anggota yang membayar iuran anggota beserta nominal iuran yang dibayarkan setiap triwulan, yang disampaikan kepada DpD paling lambat 1 (satu) bulan kemudian ditembuskan ke DPP. Apabila tidak ada tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat 6 di atas, maka akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan Asosiasi. Musyawarah Nasional (Munas) adalah rapat para anggota perkumpulan yang merupakan pemegang kekuasaan dan kedaulatan tertinggi dalam perkumpulan dan dilaksanakan setiap 4 (empat) tahun sekali, yang dihadiri oleh anggota, pengurus DPV, DpD, DpK, anggota. . dari dewan pengawas pusat dan pengamat yang ditunjuk oleh Dpp pengurus.
Musyawarah Daerah (Musda) adalah rapat anggota suatu perkumpulan yang merupakan kewenangan dan kedaulatan tertinggi perkumpulan di tingkat daerah yang diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali, dihadiri oleh Anggota, Pengurus DpD, DpK, Anggota Dewan Pengawas Daerah. dan pengamat yang ditunjuk oleh pengurus DpD. Musyawarah Komisariat (Muskom) adalah rapat anggota perkumpulan yang merupakan kewenangan tertinggi dan kedaulatan perkumpulan pada tingkat Komisariat yang diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali, yang dihadiri oleh Anggota, pengurus DpK, Anggota pengawas Komisariat. pengurus dan pengamat yang ditunjuk oleh pengurus DpK. Dewan Pengawas Pusat adalah mereka yang dipilih oleh Musyawarah Nasional melalui format yang ditentukan oleh Musyawarah Nasional sekurang-kurangnya 3 (tiga).
Apabila karena sebab apapun suatu jabatan pimpinan masih lowong, maka pengurus DPP, DpD, dan DpK wajib mengisi jabatan yang lowong itu dalam jangka waktu 1 (satu) bulan. Musyawarah Nasional merupakan kewenangan dan kedaulatan tertinggi perkumpulan di tingkat nasional yang diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali, yang mana anggota, pengurus DPP, DpD, DpK, dewan pengawas pusat, dan pengamat ditunjuk oleh pengurus PDSH. ikut. , dan yang tugasnya adalah. Pemilihan Ketua Umum DPP dan penetapan dewan pengawas serta pengurus harian DPP periode berikutnya.
Musda merupakan kewenangan tertinggi dan kedaulatan perkumpulan di tingkat daerah, diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali dan dihadiri oleh para anggota, pengurus DpD, DpK, anggota dewan pengawas daerah, dan pemantau yang ditunjuk oleh pengurus DpD, yang tugasnya adalah: Harian DPP, DpD, dan DpK dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan oleh pengurus yang bertugas membahas pelaksanaan program kerja dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja. Pekerjaan Nasional mempunyai kewenangan untuk mengangkat salah satu direktur pelaksana DPP sebagai penjabat ketua umum sampai masa jabatan direktur tersebut berakhir.
Apabila ketua DpD berhalangan tetap dan tidak dapat melanjutkan kepengurusan, maka Rapat Kerja Daerah berwenang menunjuk salah seorang pengurus sehari-hari DpD sebagai penjabat ketua DpD sampai dengan berakhirnya masa jabatan kepengurusan. Apabila Ketua DPK berhalangan tetap dan tidak dapat melanjutkan kepengurusan, maka Rapat Kerja Komisariat berwenang mengangkat salah seorang pengurus harian DpK sebagai penjabat Ketua DpK sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan.
ATURAN PERALIHAN