Banyak di antara murid-muridnya yang berhasil menjadi ahli hukum dan pemikir Islam yang mempunyai dasar ilmu ushul iqh yang baik. Buku ini menyajikan ide-ide orisinal dan cerdas dalam pengembangan kajian ushul iqh yang menjadi landasan perkembangan hukum Islam di Indonesia.
HUKUM SYARA’ 33
PENGERTIAN USHUL FIQH
- Bermakna dalil, contohnya: نسلاو باتكلا ةولصلا بوجو ى لصلا
Ushul iqh berasal dari bahasa arab ushul aliqh, yang terdiri dari dua kata, yaitu alushul dan aliqh. Hud [11]: 91) Mengenai istilah aliqh, menurut az-Zuhaili, terdapat beberapa pendapat tentang definisi ikih.
ةيليصفتلا اهتلدأ نم بستكما ةيلمعلا ةيعرشلا ماكحلاب ملعلا
ديفتسما لاحو اهنم ةدافتسإا ةيفيكو لامإ هقفلا لئلد ةفرعم
يرخ بولطم لإ هيف رظنلا حيحصب نكيام
Pertama, memahami dalil ijmali dalam konteks ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an dari segi detail dan non-detail. Misalnya seperti pada contoh di atas pada baris bahwa “suatu perintah menunjukkan suatu hukum yang wajib selama tidak ada dalil yang mengubahnya menjadi arti yang berbeda”. Di sini ushul iqh hanya berbicara tentang kaidah-kaidah umum seperti itu, tanpa menguraikan satu persatu perintah-perintah yang terkandung dalam Al-Quran dan Sunnah.
اهتلدأ نم ماكحلا طابنتسا لإ اهيف ثحبلا لصوي تلا دعاوقلا ةيليصفتلا
OBJEK KAJIAN USHUL FIQH DAN FIKIH 1. Objek Kajian Ushul Fiqh
Tugas ushul iqh ialah mencari sifat-sifat hakiki dalil syara', dan sifat hakiki dirumuskan dari segi dalil atau peraturan secara global. Maka yang dibincangkan di sini adalah satu persatu dalil dalam al-Quran dan as-Sunnah berhubung dengan perbuatan mukalaf, menggunakan kaedah ushul iqh.
MANFAAT MEMPELAJARI USHUL FIQH
Oleh karena itu, para ulama mujtahid terdahulu lebih mengutamakan kajian ushul iqh dibandingkan kajian ikih itu sendiri. Kegunaan ushul iqh terutama akan terasa ketika keyakinan bahwa pintu ijtihad tertutup dapat dihilangkan dari benak umat Islam.
SEJARAH PERKEMBANGAN USHUL FIQH 1. Ushul Fiqh Sebelum Dibukukan
Kemunculan kitab AlRisala merupakan tahap awal berkembangnya ushul ikh sebagai suatu disiplin ilmu. Mazhab ini dikenal dengan sebutan mazhab jumhur ulama karena merupakan mazhab yang dianut sebagian besar ulama dari kalangan Malikijah, Syai'iyah, dan Hanabilah, khususnya dalam cara penulisan ushul ikh.
KARYA-KARYA DALAM BIDANG USHUL FIQH Seperti dikemukakan terdahulu, dalam menyusun ushul
Kitab ini terdiri dari dua jilid dan dianggap sebagai salah satu kitab baku ushul iqha jumhur ulama atau mazhab Syai'iyah. AlIhkam i Ushul alAhkam, karya Saif al-Dien al-Amidi (551-631 H), seorang ulama ushul iqh tarekat Syai'iyah.
HUKUM SYARA’
Dari sudut pandang ini, ayat-ayat Al-Qur’an populer dengan sebutan dalil hukum karena merupakan petunjuk hukum yang terkandung dalam firman nafsi Allah. Penggunaan istilah hukum dalam teks ayat ahkam dan teks hadis ahkam terlihat ketika membahas dalil-dalil hukum, seperti pembahasan Al-Quran dan Sunnah.
نب هريتوأ لعف نع هفكوأ فلكما نم لعف بلط ىضتقا ام وه هنع فكلاو لعفلا
Abdul Wahhab Khallaf menjelaskan, yang dimaksud dengan ketetapan Allah dan Rasul-Nya ada yang secara langsung ditunjukkan oleh teks Al-Qur'an dan Sunnah, dan ada pula yang secara tidak langsung ditunjukkan oleh teks tetapi dengan isi ayat atau Hadits disimpulkan oleh para ahli (mujtahid) dengan kegiatan ijtihad, seperti hukum-hukum yang ditetapkan berdasarkan ijma', qiyas dan dalil-dalil hukum lainnya yang akan dijelaskan kemudian. Hukum-hukum tersebut adalah hukum Allah dan Rasul-Nya karena bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi.
هنم اعناموأ هل اطرش وأ ءيشل اببس ءيش عضو ىضتقا ام وه
Jika dilihat dari sudut pandang orang yang dibebani kewajiban, maka hukum wajibnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kifai wajib dan kifai wajib. Secara linguistik, kata mandub berarti “sesuatu yang dianjurkan”. Menurut istilahnya, sebagaimana dikatakan Abdul Kerim Zeidan, suatu amalan yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yang siapa yang melaksanakannya akan diberi pahala, namun tidak akan dicela oleh yang tidak melakukannya.
ميِكَح ٌزيِزَع
Al-muharram li ghairihi, yaitu sesuatu yang diharamkan bukan karena hakikatnya, karena pada hakikatnya tidak mengandung bahaya, tetapi dalam keadaan tertentu sesuatu itu haram karena ada pertimbangan luarnya. Makruh tahrim yaitu sesuatu yang dilarang oleh syariat, namun dalil yang melarangnya adalah zhanna alwurud (kebenaran datangnya dari Rasulullah hanya sampai dugaan yang kuat), tidak ditentukan.
لعفلا ىلع مذ لو حدم لو ،هكرتو هلعف نب فلكماا عراشلا رخ ام كرلاو
Misalnya saja memakan daging kuda dan meminum susunya ketika ada kebutuhan yang besar pada saat perang. Menurut sebagian kalangan Hanajjah, pada dasarnya memakan daging kuda itu haram karena ada larangan memakannya berdasarkan hadits riwayat Daraquthni.
نوُمِلاَظلا
Misalnya saja makan dan minum yang merupakan hal-hal yang diperbolehkan, namun keduanya berfungsi sebagai petunjuk bagi seseorang hingga mampu menunaikan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya, seperti shalat dan berusaha mencari rezeki. Sesuatu dianggap boleh menurut hukum jika dilakukan sesekali, namun haram jika dilakukan terus-menerus.
دنع مكلا اذه دجوي ثيب ، يعرش مكل افرعم عرشلا هلعج ام همدع دنع مدعنيو هدوجو
Contohnya, tergelincirnya matahari menjadi sebab (sebab) masuknya waktu solat Zuhur, kedatangan bulan Ramadhan menjadi sebab (sebab) wajibnya berpuasa Ramadhan, dan keadaan terdesak menjadi punca seseorang itu. boleh makan sesuatu yang diharamkan. Adapun contoh bentuk yang kedua iaitu sebab yang tidak 'illat, seperti matahari terbenam menjadi sebab wajibnya solat Maghrib dan terbit matahari menjadi sebab masuk waktu solat Subuh.
هتقيقح نع اجراخ ناكو ، هدوجو ىلع ءيشلا دوجو فقوتي ام ءيشلا كلذ مدع همدع نم مزلي لو
Rukun sama saja dengan syarat-syarat dalam arti ketergantungan pada sesuatu yang lain, namun yang membedakan keduanya adalah syarat-syarat bentuk ibadah, misalnya seperti disebutkan di atas, tidak termasuk dalam hakikat melaksanakan ibadah itu, sedangkan rukun merupakan bagian dari hakikat ibadah. Misalnya berdiri shalat merupakan salah satu rukun shalat, dan berdiri merupakan bagian dari hakikat shalat.
يأ ببسلا مدع وأ مكلا دوجو مدع هدوجو ىلع عراشلا بتر ام هنلطب
- HAKIM
- MAHKUM FIH
- MAHKUM ‘ALAIH
- SUMBER DAN DALIL HUKUM YANG DISEPAKATI Sumber atau dalil ikih yang disepakati, seperti dikemuka-
Oleh itu, mustahil ada perintah dalam al-Quran dan as-Sunnah yang mustahil untuk diikuti. Kerana ia hanya sebagai alat untuk memahami al-Quran dan al-Sunnah, sebahagian ulama menyebutnya kaedah istinbat.
نوُمَلْظُي َل
Al-Qur’an dalam kajian ushul iqh merupakan obyek kegiatan penelitian yang pertama dan utama untuk pemecahan suatu hukum. Menurut bahasanya, Al-Qur’an berarti “bacaan”, dan menurut istilah ushul iqh berarti “kalam (kalimat Allah) yang diturunkan-Nya melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab, dan itu dianggap ibadah jika membacanya.”
نوُدُبْعاَف
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang yang kemasukan syaitan disebabkan (tekanan) penyakit gila.
نوُدِلاَخ
Sesiapa yang tidak memutuskan sesuatu perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik-baik (berzina) dan tidak membawa empat orang saksi, maka pukullah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dan janganlah kamu terima persaksian mereka selama-lamanya.
ميِظَع
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan orang-orang yang dicintai Allah dan mereka mencintai-Nya, yang lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang yang bertaqwa, yang berperang di jalan Allah, dan jangan takut dengan kritikan orang. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) arak, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syaitan.
باَقِعْلا
Barangsiapa yang beramal (sunnah) dalam Islam, maka dia akan mendapatkan pahalanya, dan tidak akan berkurang sedikitpun pahala orang yang menyerupainya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan (sunnah) dalam Islam, maka dia akan mengambil pahalanya sendiri. dosa dan dosa orang lain yang menirunya, dan itu tidak akan berkurang sedikitpun.” (HR. Muslim). Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amr daripada kamu.
ةملسمو ملسم لك ىلع ةضيرف ملعلا بلط
Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya sesuai dengan niatnya, dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka nilai hijrahnya sesuai. dengan itu. dengan apa yang dia maksudkan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Kedua, Hadits 'aziz, yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh dua orang dalam satu periode, padahal pada periode lain diriwayatkan oleh banyak orang. Terlebih lagi, para ahli hadis memiliki persyaratan ketat yang menjamin keabsahan hadis, sehingga kekhawatiran bahwa hadis tersebut palsu sangat kecil.
نوُرَكَفَـتَـي
Contoh ijma' berdasarkan Al-Qur'an adalah kesepakatan para ulama tentang larangan menikahkan nenek dan cucu. Menurut Abdul Karim Zaidan, ijma' terbagi menjadi dua, yaitu ijma' sarih (tegas) dan ijma' sukuti (kesepakatan yang diketahui melalui diamnya sebagian ulama).
ىلع صوصنم رمأب يعرشلا همكح ىلع صوصنم رغ رمأ قالإ مكلا ةلع ى امهكارشل ،همك
DALIL-DALIL YANG TIDAK DISEPAKATI
كلذ ىضتقي صاخ
Misalnya memerlukan ganti rugi bagi penyewa rumah apabila peralatan rumah tangganya rusak di tangannya, kecuali kerusakan itu disebabkan oleh bencana alam yang di luar kemampuan manusia untuk menghindarinya. Pada umumnya penyewa rumah tidak bertanggung jawab atas ganti rugi apabila ada yang rusak pada waktu ia menempati rumah itu, kecuali kerusakan itu disebabkan oleh kelalaiannya.
نسح هادنع وهف انسح نوملسما هأرام
Sebaliknya, Maliki dan Hanabila, serta sebahagian daripada Syai'iyah, berpendapat bahawa maslahah mursalah boleh digunakan secara sah sebagai asas penetapan hukum. Berdasarkan sebab-sebab tersebut dan beberapa sebab lain yang tidak dapat disebutkan dalam artikel ini, Maliki, Hanabilah dan sebahagian daripada Sayai'iyah menganggap maslahah mursalah sebagai asas hukum.
بنلل كلذ ركذف ،ضئاح يهو هتأرما قلط هنأ رمع نبا نع لماح وأ رهاط يهو اهعجارلف هرم : لاقف ملسو هيلع ها ىلص
Selain itu, untuk menentukan bahwa suatu murlah maslahah dapat berfungsi secara sah memerlukan beberapa persyaratan ekstra ketat. Kata 'urf' secara etimologis berarti “sesuatu yang dianggap baik dan diterima akal sehat”. Secara terminologi, sebagaimana dikemukakan oleh Abdul-Karim Zaidan, istilah 'urf artinya :.
لعفوأ لوق نم هتايح ى هيلع راسو هداتعاو عمتجا هفلأ ام
1) Urf harus mencantumkan Urf yang sah dalam arti tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. 3) 'urf tersebut harus sudah ada pada saat terjadi suatu peristiwa yang akan didasarkan pada 'urf tersebut.
ايفنم ناك ام يفن وأ ، اتباث ناكام تابثا ةمادتسا
Begitu juga ulama ushul iqha bersepakat bahawa terdapat undang-undang jahiliah sebelum Islam dimasukkan ke dalam al-Quran. Maka apa yang disyariatkan kepada nabi-nabi terdahulu dan disebutkan dalam al-Quran berlaku untuk umat Muhammad SAW.
ثيدلا{ متيدتها متيدتدقا يأب موجنلاك باحصأ
Dengan demikian, maksudnya ayat tersebut memerintahkan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melakukan ijtihad. Kata sadd menurut bahasa berarti “menutup”, dan kata az-zari’ah berarti “wasilah” atau “jalan menuju suatu tujuan”.
دسافما لإ ةيدؤما لئاسولا عنم باب نم هنأ
METODE ISTINBAT DARI SEGI BAHASA
Tujuan utama yang akan dibincangkan dalam ushul iqh ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi. Untuk itu pakar-pakarnya telah membuat beberapa kategori lafaz atau suntingan, antaranya yang terpenting dan yang akan dikemukakan di sini ialah masalah amar, nahi dan takhyir, perbincangan lafaz secara umum dan khusus, perbincangan lafaz secara istilah. dari mutlaq dan muqayyad, perbincangan Lafaz dari segi mantuq dan mahum, dari segi jelas dan tidak jelas, dan dari segi hakikat dan majaz.
ءلعتسإا ةهج ىلع لعفلا بلط ىلع لادلا ظفللا
Berdirilah dengan khidmat di hadapan Allah (dalam doamu). e) Perintah menggunakan kata kerja mudhari' (عراضما لعف, .kata kerja untuk saat ini dan di masa yang akan datang) disertai lam al-amr (huruf yang berarti perintah). Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa-apa yang Kami tuntut dari mereka mengenai istri-istrinya dan pembantu-pembantu yang mereka miliki, agar hal itu tidak menyusahkan kamu. g) Perintah berupa penilaian bahwa tindakan tersebut baik.
ميِلَع
Meskipun suatu perintah dapat mempunyai arti yang berbeda-beda, namun pada hakikatnya suatu perintah menunjukkan bahwa undang-undang harus diterapkan kecuali ada indikasi atau dalil yang menyimpang dari undang-undang tersebut. Menurut mayoritas ulama ushul ikh, pada hakikatnya suatu perintah tidak menunjukkan harus dilakukan secara berulang-ulang, kecuali ada alasannya.
هيلع لادلا ةغيصلاب ءلعتسإا ةهج ىلع لعفلا نع فكلا بلط
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim melainkan dengan cara yang lebih bermanfaat hingga ia dewasa. e) Larangan dengan menggunakan perkataan perintah tetapi bermaksud tuntutan untuk pergi. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa akan diberi balasan (pada hari kiamat) terhadap apa yang telah mereka kerjakan. f) Larangan dengan mengugut pelaku dengan siksaan yang pedih.
ميِلَح ٌروُفَغ
Pada dasarnya suatu larangan menunjukkan haramnya perbuatan yang dilarang tersebut, kecuali ada indikasi yang menunjukkan undang-undang lain. Para ulama berbeda pendapat ketika larangan tersebut tidak menitikberatkan pada hakikat suatu perbuatan, melainkan pada hal-hal di luarnya.
هكرتو هلعف نب فلكما عراشلا رخ ام
Pernyataan umum yang tidak memberikan petunjuk yang baik menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah makna umum atau sebagian dari ruang lingkupnya. Pernyataan umum dalam ayat ini yaitu al-muthallaqat (wanita yang diceraikan) tidak mengandung petunjuk bahwa yang dimaksud adalah makna umum atau sebagian dari ruang lingkupnya.