ANALISIS PENGARUH IKLIM KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA
PT BUMI SARANA BETON KOTA MAKASSAR
Sunniati Bomba1, Nurhani2, Andi Badrussaman3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aimed to find out the effect of work climate on employee work productivity, the effect of competence on employee productivity, and the effect of work climate and competence simultaneously on employee work productivity. The population was all employees of PT. Bumi Sarana Beton, Makassar, totaling 32 employees. The sample was 32 employees choosen by saturated sampling technique. The data analysis technique was quantitative descriptive analysis with multiple linear regression analysis method.
The results of this research showed that the work climate positively and significantly affect on the work productivity of the employees of PT. Bumi Sarana Beton Makassar, the competence also positively and significantly affect on the work productivity of employees of PT. Bumi Sarana Beton Makassar, work climate and competence simultaneously have a positive and significant effect on the work productivity of PT. Bumi Sarana Beton Makassar.
Keywords: Work Climate, Competence, and Work Productivity.
PENDAHULUAN
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam suatu organisasi unsur sumber daya manusia sangatlah penting. Masalah sumber daya manusia ini sudah menjadi tumpuan dan harapan dunia, baik dimasa sekarang ini maupun dimasa yang akan datang. Sumber daya manusia (SDM) merupakan kekuatan daya pikir dan berkarya manusia yang masih tersimpan dalam diri, yang perlu digali, dibina, dan dikembangkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan kehidupan manusia.
Sumber daya manusia merupakan kemampuan potensial yang dimiliki manusia yang terdiri dari kemampuan berpikir, berkomunikasi, bertindak, dan bermoral untuk melaksanakan suatu kegiatan (bersifat teknis ataupun manajerial. Kemampuan yang dimiliki tersebut akan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku manusia dalam mencapai tujuan hidup, baik individual maupun bersama.
Sumber daya manusia adalah semua potensi yang dimiliki oleh manusia yang dapat disumbangkan/diberikan kepada masyarakat untuk menghasilkan barang/jasa.
PT. Bumi Sarana Beton merupakan salah satu perusahaan dalam bidang kontruksi termasuk pembangunan insfrastuktur jalan, gedung,dan lai-lain serta menyediakan bahan- bahan bangunan misalnya aspal, beton, dan matrerial lainnya. Yang menjadi permasalahan PT. Bumi Sarana Beton adalah Iklim kerja PT.
Bumi Sarana Beton kota Makassar sering terganggu oleh hal-hal yang bersifat hubungan antar karyawan, tanggung jawab kerja serta kerja sama antar karyawan sering terabaikan, serta kompetensi para karyawan PT.Bumi Sarana Beton dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang belum dilaksanakan secara efektif yang dapat dilihat dari masih adanya kesenjangan antara target dengan realisasi kerja yang mengakibatkan produktivitas kerja karyawan PT. Bumi Sarana Beton belum Optimal.
Berdasarkan uraian tersebut maka judul dalam penelitian ini adalah “ Analisis Pengaruh Iklim Kerja dan Kompetensi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Bumi Sarana Beton Kota Makassar “.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1). Apakah iklim kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Bumi Sarana Beton kota Makassar? 2.) Apakah kompetensi berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Bumi Sarana Beton kota Makassar? 3.) Apakah iklim kerja dan kompetensi secara simultan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar?
Tujuan penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui pengaruh iklim kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bumi Sarana Beton Kota Makassar. 2) . Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bumi Sarana Beton Kota Makassar 3). Untuk mengetahui secara simultan pengaruh iklim kerja dan kompetensi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bumi Sarana Beton Kota Makassar..
TINJAUAN LITERATUR
Menurut (Darojat 2015) Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi.
Menurut Badu dan Djafri (2017), Iklim organisasi adalah kondisi terkait karakteristik yang terjadi dalam dunia kerja yang dilihat yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku anggota organisasi tersebut.
Mengukur iklim organisasi bertujuan memperkirakan organisasi dalam pengertian dimensi yang dipikir akan mencakup atau mendeskripsikan persepsi mengenai iklim.
Persepsi iklim dapat diukur dengan pertanyaan delapan kategori menurut Litwin dan Stringer dalam Sedarmayanti (2017) yaitu : struktur, tanggung jawab, risiko, kehangatan, dukungan, standard, konflik, dan identitas.
Menurut brannick dan Levine dalam ( Bukit 2017) kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, kemampuan atau karakteristik berhubungan dengan kinerja yang baik atas suatu jabatan, atau penjabaran tertulis dari kebiasaan kerja yang dapat diukur dan keterampilan pribadi yang digunakan untuk mencapai sasaran-sasaran kerja.
Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu
pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut (Wibowo 2017).
Komponen/karakteristik Kompetensi menurut Spencer dalam ( Priansa 2017) : Pengetahuan merupakan kemampuan pegawai yang terbentuk dari informasi yang diterimanya, Motif merupakan gambaran pegawai tentang sesuatu yang dipikirkan atau yang diinginkan, dan merupaka dorongan dorongan untuk melakukan tindakan guna memenuhi keinginannya. Watak merupakan karakteristik mental pegawai dan konsistensi respons terhadap rangsangan, tekanan, situasi, dan informasi. Watak ini menentukan tingkat emosi pegawai dalam merespons rangsangan dan informasi. Konsep diri merupakan gambaran pegawai tentang sikap, nilai-nilai, dan bayangan diri terhadap pekerjaan, tugas, atau jabatan yang dihadapinya untuk dapat diwujudkannya melalui kerja dan usahanya.
Keterampilan merupakan kemampuan pegawai untuk melakukan tugas fisik atau mental.
Faktor yang mempengaruhi atau membentuk kompetensi menurut sedarmayanti (2017), adalah Kepercayaan dan Nilai, keahlian, pengalaman, karakteristik personal, motivasi, dan isu emosional.
Indikator kompetensi sumber daya manusia menurut Hutapea dan Nurianna dalam Virgiyawan (2016), yaitu : Pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan, keterampilan individu, dan sikap kerja.
Menurut Badriyah (2015), Produktivitas adalah perbandingan antara hasil kerja dengan bahan, waktu, dan tenaga yang digunakan dalam memproduksi barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber yang ada secara efektif dan efesien, tetapi tetap menjaga mutu barang atau jasa yang dihasilkan.
Menurut Setiawan dalam Ganyang (2018), Produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara hasil-hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan atau perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang digunakan (input).
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan menurut Tiffin dan McCormick dalam (Rachman, 2016) yaitu : 1) Faktor situsional, yaitu faktor yang memungkinkan individu berkembang dalam interaksinya dengan manusia lain. 2) Faktor individual, yaitu faktor yang menyebabkan
setiap individu menjadi unik dari lainnya yang mewarnai interaksi dalam suatu kelompok.
Menurut Sutrisno (2019), Untuk mengukur produktivitas kerja, diperlukan suatu indikator yaitu : kemampuan, meningkatkan hasil yang dicapai, semangat kerja, pengembangan diri, mutu, dan efisiensi.
Penelitian yang dapat mendukung penelitian ini, pertama penelitian yang dilakukan oleh Zamzam dan Romli (2017) dengan judul “analisis pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja dan produkltivitas legislasi daerah provinsi Sumatera Selatan”.
Hasil penelitian bahwa iklim organisasi memengaruhi kinerja secara positif dan signifikan, iklim organisasi memengaruhi produktivitas secara positif dan signifikan, iklim organisasi memengaruhi kinerja secara positif dan signifikan, dan iklim organisasi dan kinerja secara bersama-sama memengaruhi produktivitas. Penelitian yang kedua dilakukan oleh Eksan dan Dharmawan (2020) dengan judul “Pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan PT Astra International Daihatsu, Tbk cibubur”
Hasil kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Karyawan PT. Astra International Daihatsu, Tbk Cibubur, baik secara parsial maupun simultan.
Rumusan Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
H1 : Iklim kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bumi Sarana Beton Kota Makassar
H2 : Kompetensi berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bumi Sarana Beton Kota Makassar
H3 : secara simultan iklim kerja dan kompetensi berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bumi Sarana Beton kota Makassar
Gambar 1. Model Penelitian
H1
H3
H2
Sumber : Bomba (2020)
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di kantor pusat PT. Bumi Sarana Beton kota Makassar.
Penelitian ini menggunakan tipe data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan distribusi kuesioner, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis regresi linear berganda.
Penelitian ini dilakukan di kantor pusat PT. Bumi Sarana Beton Kota Makassar yang berlokasi di Jl. Dr. Sam Ratulangi No.8 Makassar. Waktu penelitian diperkirakan sekitar dua bulan dari Agustus hingga September.
Dalam Penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah : data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu : data primer dan data sekunder.
Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor pusat PT.
Bumi Sarana Beton di Makassar yang berjumlah 32 karyawan. sampel dalam penelitian ini adalah 32 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :1) observasi, 2) kuesioner.
Variabel dalam penelitian ini adalah 1) variabel bebas (iklim kerja dan kompetensi ), 2) variabel terikat (produktivitas kerja Karyawan).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Uji regresi linear berganda Model Unstandardized
Coefficients
Standa rdized Coeffi
cients B Std.
Error
Beta
1
(Constant) 2.605 4.573
iklim kerja .500 .118 .512 Kompetensi .587 .156 .457 a. Dependent Variable: produktivitas kerja
Sumber : Data Primer Diolah (2020) Berdasarkan hasil olah data, maka dapat disusun hasil analisis regresi linear berganda sebagai berikut :
Y = a+bx1+bx2+e
Y=2.926+0,504x1+0,593x2+4.744 Kompetensi
(X2)
Produktivita s Kerja
(Y) Iklim Kerja
(X1)
Dari persamaan regresi linear berganda, dapat diinterprestasikan beberapa hal antara lain : Nilai konstanta sebesar 2.926 angka tersebut menunjukkan tingkat produktivitas kerja karyawan jika tidak ada pengaruh dari variabel iklim kerja dan kompetensi.
Variabel iklim kerja (X1) memiliki nilai koefesien regresi sebesar 0,504 yang berarti iklim kerja (X1) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). hal ini menunjukan bahwa dengan adanya iklim kerja yang baik, maka produktivitas kerja karyawan akan meningkat.
Variabel kompetensi (X2) memiliki nilai koefesien regresi sebesar 0,593 yang berarti kompetensi (X2) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya kompetensi, maka produktivitas kerja karyawan akan meningkat.
Tabel 2. Hasil Uji Parsial (Uji-t)
Coefficientsa
Model T Sig.
1
(Constant) .617 .542 Iklim kerja 3.987 .000 Kompetensi 3.725 .001 a. Dependent Variable: produktivitas kerja
Sumber : Data Primer Diolah (2020) sil Olah Data SPSS 21Variabel iklim kerja (X1) menunjukkan nilai thitung (3,987) >
ttabel (2,045) serta nilai. sig 0,000 < 0,05 yang berarti variabel iklim kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan.
Variabel kompetensi (X2) menunjukkan nilai thitung (3,725) > ttabel (2,045) serta nilai sig.
0,001 < 0,05 yang berarti variabel kompetensi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan
Tabel 3. Hasil Uji Simultan (Uji-F) ANOVAa
Model Sum of Squares
Df Mean Square
F Sig.
1
Regression 156.132 2 78.066 21.75 0
.000b Residual 104.086 29 3.589
Total 260.219 31
a. Dependent Variable: produktivitas kerja b. Predictors: (Constant), kompetensi, iklim
Sumber : Data Primer Diolah (2020)
Nilai Fhitung = 21,750 dan nilai Ftabel = 3,33 serta nilai signifikan 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Fhitung (21,750) > Ftabel
(3,33) dan nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel independen (X1 dan X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Tabel 4. Model Summary
Sumber : Data Primer Diolah (2020) Nilai R2 sebesar 0,60. Yang berarti pengaruh iklim kerja (X1) dan kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja (Y) sebesar 60%, sedangkan pengaruh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini adalah sebesar 40%.
Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima. Iklim kerja (X1) t hitung (4,228) > t tabel (2,045) serta nilai sig. (0,000)
< 0,05 sehingga terbukti bahwa iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada tingkat kekeliruan 0,05 (5%). Hasil penelitian ini selaras dengan pendapat Anoraga dalam (Yuniarsih dan Suwatno 2016) yang menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah salah satunya yaitu lingkungan atau suasana kerja yang baik dan juga selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Zamzam dan Roli (2017) yang melakukan penelitian di legaslasi daerah provinsi sumatera selatan, hasil penelitian membuktikan bahwa iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis kedua diterima. kompetensi (X2) dengan nilai t hitung(3,722) > t tabel(2,045) serta nilai sig.0,001 < 0,005 sehingga terbukti bahwa variabel kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada tingkat kekeliruan 5%.
Hasil penelitian ini selaras dengan pendapat Sulistiyani dan Rosidah (2018) yang mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan sesungguhnya yang mendasari pencapaian produktivitas. Dengan
Model Summary Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .775a .600 .572 1.8945 a. Predictors: (Constant), kompetensi,
iklimkerja
pengetahuan yang luas dan pendidikan tinggi, seorang pegawai diharapkan mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif dan jika seorang pegawai memiliki keterampilan yang baik maka akan semakin produktif, dan juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Eksan dan Dharmawan (2020) yang melakukan penelitian di PT astra Daihatsu Tbk cibubur, hasil penelitian membuktikan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesisis ketiga diterima. Fhitung(23,351) >
Ftabel (3,33) dengan nilai sig, sebesar 0,000 <
0,005 pada tingkat kekeliruan 5% dapat dikatakan bahwa iklim kerja dan kompetensi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja karyawan. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat sutrisno (2019), yang mengatakan bahwa ada tiga aspek utama yang perlu ditinjau dalam menjamin produktivitas yang tinggi, yaitu aspek kemampuan manajemen tenaga kerja yang dalam hal ini adalah kompetensi karyawan, aspek efisiensi tenaga kerja, dan aspek kondisi lingkungan pekerjaan yang mana yang dimaksud dalam hal ini adalah iklim kerja yang nyaman dalam sebuah perusahaan, dan juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Karmawan, et al (2015) yang melakukan penelitian pada Stimik Darma Putra, hasil penelitian menunujukkan bahwa iklim kerja berperan sangat besar dan sangat penting bagi peningkatan produktivitas kerja dengan r2 = 0.933 (93,3%) , dengan t hitung = 3.729 dan t tabel = 0,30 dan hasil uji hipotesis komepetensi terhadap produktivitas kerja karyawan dan dosen menunjukan r2 = 0.933 (93,3%) dengan t hitung = 4.014 dan t tabel sebesar 0.30.
PENUTUP
Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) variabel independen, yaitu iklim kerja (X1), berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) pada PT. Bumi Sarana Beton Kota Makassar, maka dinyatakan hipotesis pertama diterima. 2) variabel independen, yaitu kompetensi (X2) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) pada PT. Bumi Sarana Beton Kota Makassar, maka dinyatakan hipotesis kedua diterima. 3) variabel independen, yaitu iklim kerja (X1) dan kompetensi (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Bumi Sarana Beton kota Makassar, maka dinyatakan hipotesisis ketiga diterima.
Saran-saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah : 1) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan variabel-variabel lain diluar variabel yang telah diteliti. 2) Bagi perusahaan diharapkan mampu memperhatikan iklim kerja dengan cara menciptakan iklim kerja yang kondusif/nyaman dan memperhatikan kompetensi para karyawan dengan cara mengembangkan pengetahuan individu setiap karyawan guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada PT. Bumi Sarana Beton Kota Makassar.
DAFTAR PUSTAKA
Badu, S.Q., & Djafri, N. (2017).
Kepemimpinan dan Peilaku Organisasi.
Gorontalo : Ideas Publishing.
Badriyah, M. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan pertama. Bandung : Ideas Publishing.
Bukit, B., Malusa, T., & Rahmat, A. (2017).
Pengembangan Sumber Daya Manusia Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi. Cetakan pertama. Yogyakarta : Zahir Publishing.
Darojat, T.A. (2015). Konsep – Konsep Dasar Manajemen Personalia Masa Kini. Cetakan Kesatu. Bandung : PT Refika Aditama.
Eksan, F., & Dharmawan, D. (2020). Pengaruh Kompetensi dan Motivasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Astra Internasional Dihatsu, Tbk Cibubur. Jurnal ekonomo dan idustri. 21 (2) : 8. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020 melalui website : http:// ojs. ekonomi- unkris. ac.
id/index. php/ JEI/ article/ view/431/ pdf Ganyang, M.T. (2018). Manajemen Sumber
Daya Manusia Konsep dan Realita. Bogor : Penerbit In Media.
Priansa, D.J. (2017). Manajemen Kinerja Kepegawaian. Cetakan pertama. Bandung : CV Pustaka Setia.
Rachman, T. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bogor : Ghalia Indonesia.
Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Cetakan pertama. Bandung : PT Refika Aditama.
Sedarmayanti. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Reformasi Birokrasi dam Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Bandung : PT Refika Aditama.
Sutrisno, E. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Prenadamedia Group.
STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah Makassar : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.
Wibowo, (2017). Manajemen Kinerja. Depok : PT RajaGrafindo Persada.
Virgiyawan, R. (2016). Pengaruh penilaian prestasi kerja dan kompetensi karyawan terhadap promosi jabatan pada PT Bank Negara Indonesia (PERSERO) TBK Cabang Makassar. Skripsi. Makassar : Stie YPUP.
Zamzam, F., & Romli, R. (2017). Analisis pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja dan produktivitas legislasi daerah provinsi sumatera selatan. Jurnal media wahena ekonomika. 14 (7) : 56. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2020 melalui website : https ://www. researchgate.net/ publication/
335202706 analisis pengaruh iklim organisasi_terhadap_kinerja_dan_produktiv itas_legislasi_daerah.