• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bumi Sarana Beton Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Bumi Sarana Beton Makassar"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH RASIO LIKUDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT. BUMI SARANA BETON MAKASSAR

Masrifah1, Nurdam Buhairah2, Sukardi3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This research uses observation, interview and quantitative descriptive methods and data collection methods. It is known that there are several types of ratios, namely profitability ratios, liquidity ratios, activity ratios, solvency ratios and valuation ratios. However, this study only focuses on the liquidity and profitability ratios. The research conducted research at PT. Bumi Sarana Beton Makassar uses data for 2015, 2016, 2017, 2018 and 2019 to measure the extent to which PT. Bumi Sarana Beton Makassar. study is the financial statements, especially the balance sheet and income statement of PT. Bumi Sarana Beton Makassar. This study uses two types of ratios, namely the liquidity and profitability ratios. The liquidity ratio uses the Current Ratio and Cash Ratio methods, while the profitability ratio uses the Return On Asset (ROA) and Return On Equity (ROE) methods.

Keywords: Liquidity and Profitability Ratio.

PENDAHULUAN

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahan memiliki tujuan yang sama menjaga kelangsungan hidup usahanya, yaitu memperoleh laba. Laba merupakan tujuan berdirinya suatu perusahaan. Perusahaan dalam aktivitasnya selalu berusaha untuk mencapai laba yang optimal. Semakin besar laba yang di peroleh suatu perusahaan maka semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut. Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dana biaya, dari unsur-unsur tersebut maka akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain : laba kotor ,laba operasional, laba sebelum pajak dan laba bersih.

Laba bersih adalah keuntungan yang di peroleh telah dikurangin dengan kewajiban. Sedangkan laba kotor adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan tetap belum di kurangi dengan kewajiban .

Rasio Likuiditas sebagai kemampuan perusahaan dalam melunasi sejumlah utang

jangka pendek, umumnya kurang dari satu tahun. Dimensi konsep likuiditas mencakup current ratio, quick ratio, cash ratio, dan net working capital to total assets ratio. Dimensi konsep likuiditas tersebut mencerminkan ukuran-ukuran kinerja mamajemen ditinjau dari sejauh mana menajemen mampu mengelolah modal kerja yang didanai dari utang lancer dan saldo kas perusahaan,

Rasio Profitabilitas digunakan sebagai indikator kinerja fundamental perusahaan mewakili kinerja manajemen. Sesuai dengan perkembangan model peneliian bidang manajemen keuangan, umumnya dimensi profitabilitas memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan. Sedangkan nilai perusahaan secara konsep dapat dijelaskan oleh nilai yang ditentukan oleh harga saham yang di perjual belikan di pasar modal.

Menurut Sujarweni (2017), Laporan keuangan sebagai alat kebenaran saja tetapi juga sebagai dasar untuk melakukan penikaian posisi kuangan yang sudah di analisis, kemudian digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

(2)

Kondisi Keuanga PT. Bumi Sarana Beton Makassar di lihat dari rasio Likuiditas dari tahun 2015 sampai 2019.

Tabel 1. Current Ration dan Cash Ration PT.

Bumi Sarana Beton Makassar Selama Tahun 2015-2019

Tahun Current Ratio (%) Cash Ratio (%)

2015 66,47% 0,15%

2016 84,48% 1,44%

2017 64,77% 9,61%

2018 102,% 17,8%

Sumber : PT. Sarana Beton Makassar (2019).

Dilihat dari perhitungan Current Ratio PT. Bumi Sarana Beton Makassar pada tahun 2015-2019. Besarnya Current Ratio yang dihasilkan pada tahun 2015-2019 secara keseluruhan hasil tertinggi tahun 2019 sebesar 143,74% dan terendah tahun 2015 sebesar 66,47% Peningkatan current ratio pada perusahaan karena nilai pada aktiva lancar jauh lebih besar dari peningkatan nilai hutang lancarnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajiban lancarnya tepat pada waktunya aktiva lancar yang dimilikinya.

Dilihat perhitungan Cash Ratio PT. Bumi Sarana Beton Makassar pada tahun 2015-2019 secara keseluruhan hasil tertinggi tahun 2018 sebesar 17,83% dan terendah tahun 2016 sebesar 1,44%. Munurunnya Cash Ratio ini menandakan semakin kecil kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financialnya yang disebabkan berkurangnya kas perusahaan dan diikuti semakin meningkatnya hutang lancar.

Kondisi Keuanga PT. Bumi Sarana Beton Makassar dilihat dari rasio P rofitabilitas dari tahun 2015 sampai 2019.

Tabel 2. Return On Asset dan Return On Equity PT. Bumi Sarana Beton Makassar

Selama Tahun 2015-2019 Tahun Return On

Asset (%)

Return On Equity (%)

2015 63,4% 2,5%

2016 1,47% 5,52%

2017 17,6% 7,37%

2018 11,7% 5,10%

2019 52,7% 1,15%

Sumber : PT. Bumi Sarana Beton Makassar, (2019).

Dapat dilihat perhitungan Return On Assets PT. Bumi Sarana Beton Makassar pada tahun 2015-2019. Besarnya return on assets yang di hasilkan pada tahun 2015-2019 secara keseluruhan hasil tertingi tahun 2016 sebesar 0,64% dan terendah tahun 2018 sebesar 0,11%.

Peningkatan yang terjadi pada tahun 2018-2019 dari 0,11% menjadi 0,52%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dalam menghasilkan laba bersih berdasarkan aktiva yang dimiliki sudah cukup baik.

Dapat dilihat perhitungan Return On Equity PT. Bumi Sarana Beton Makassar pada tahun 2015-2019. Besarnya return on equity yang dihasilkan pada tahun 2015-2019 secara keseluruhan hasil tertinggi tahun 2016 5,52%

dan terendah tahun 2018 sebesar 0,51%.

Peningkatan yang terjadi pada tahun 2018- 2019 dari 0,51% menjadi 1,15% semakin tinggi return on equity yang diperoleh semakin baik.

Berdasarkan uraian di latar belakang tersebut, maka dapat diajukan sebuah penelitian dengan judul “ Pengaruh Rasio Likuiditas Pada PT. Bumi Sarana Beton Makssar

Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana tingkat rasio likuiditas dengan menggunakan Current Ratio dan Cash Ratio pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar

Bagaimana tingka rasio profitabilitas dengan menggunakan Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar.

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan maka penelitian ini bertujuan ingin mengetahui tingkat rasio likuiditas dan rasio profitabilitas dengan menggunakan Current Ration dan Cash Ration dan Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar, data 5 tahun terakhir.

Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu Sebagai bahan informasi dan pertimbangan bagi pimpinan perusahaan dan pihak manajemen untuk membantu masalah kebijaksanaan perusahaan dalam mengelolah keuangan PT. Bumi Sarana Beton Makassar secara efektif dan efisien dimasa yang akan dating. Sebagai bahan informasi bagi perusahaan dalam berkaitannya dengan Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas Pada PT.

(3)

Bumi Sarana Beton Makassar dan Sebagai bahan reverensi bagi penelitian selanjutnya.

TINJAUAN LITERATUR

Laporan keuangan merupakan ikhtisar yang menggambarkan keadaan harta, kewajiban dan modal suatu perusahaan pada waktu tertentu serta memberi informasi tentang hasil usaha perusahaan selama periode tertentu . laporan keuangan juga melaporkan prestasi historis dari

suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyek dan peramalan untuk masa depan .

Menurut sujarweni (2019), Laporan keuangan merupakan aktvitas untuk menganalisis laporan keuangan dengan cara membandingkan satu akun dengan akun lainnya yang ada dalam laporan keuangan neraca

maupun rugi l

Dalam ilmu Akutansi, laporan keuangan di bagi menjadi tiga bentuk, yakni neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas. Adapun bentuk-bentuk laporan keuangan yang pokok di hasilkan sebagai berikut :

Neraca digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada saat tertentu yang terdiri dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas.

Laporan Rugi merupakan laporan prestasi perusahaan selama janga waktu tertentu.

Laporan Aliran Kas Kompenen laporan keuangan dari ke tiga laporan aliran kas atau laporan perubahan posisi keuangan. Laporan ini menyajikan infornasi aliran kas masuk atau aliran kas keluar bersih pada suatu periode

Kasmir (2017), menyatakan bahwa analisis rasio keuangan merupakan kegiatan yang membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagikan satu angaka dengan angka lainnya.

Fahmi (2015), menyatakan bahwa rasio keuangan adalah hasil yang di peroleh dari perbandingan jumlah, dari satu jumlah ke jumlah lainnya.

Dalam melakukan kegiatan operasional perusahaan tentu mempunyai kemampuan- kemampuan untuk memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Dalam rasio inilah kita dapat mengetahui serta mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid. Sedangkan jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut illikuid.

Rasio Lancar (current cation). Rasio lancar atau (current cation) merupakan rasio untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo saat ditagih

Rasio Cepat (Quick Ration) Rasio cepat atau (Quick ration) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban.

Rasio kas (Cast Ratio) Rasio kas atau (Cast Ratio) merupaka alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat di tunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank (yang dapat ditarik setiap saat).

Menurut Kasmir (2018), rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.

Net Profit Margin (NPM) Merupakan rasio untuk menunjukkan seberapa besar laba setelah pajak yang dihasilkan oleh setiap satuan nilai moneter (Rp) dari penjualan yang di lakukan. Adapun rumusnya sebagai berikut, yaitu :

Gross Profit Margin (GPM) Merupakan rasio untuk mengindikasikan margin total yang tersedia untuk menutup pengeluaran- pengeluaran lainnya selain HPP dan sisa yang tersedia masih memberikan laba. Adapun rumusnya sebagai berikut:

(4)

Return On Assets (ROA) Merupakan rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas total aktiva yang digunakan dalam perusahaan; ukuran terhadap efisiensi manajemen, yang menunjukkan pengambalian seluruh asset yang berada dibawah kendalinya selain bebagai sumber pendanaan. Adapun rumusnya sebagai berikut :

Return On Equity (ROE) Merupakan rasio untuk mengukur tingkat pengembalian nilai buku dari total investasi pemegang saham. Adapun rumusnya sebagai berikut :

Harahap (2018) Analisis Rasio Likuiditas Sebagai Alat Penelitan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT Prodia Widyahusada Tbk. Hasil Penelitian Menu njukkan cukup baik karena hasil perhitungan selama 4 tahun berada di bawah standar industri 200% yaitu128,29%. Quick ration dinyatakan baik karena hasil perhitungan selama 4 tahun hampir mendekati angka standar industri 150% yaitu 112,43%. Cash ratio dinyatakan kurang karena hasil perhitungan selama 4 tahun berada dibawah angka standar industri 50% yaitu 23,84%.

Investori to net working capital dinyatakan sangat sangat baik karena hasil perhitungan selama 4 tahun di atas standar industry 12%

yaitu 56,19%. Bara (2017) Analisis Profitabilitas dan Likuiditas Dalam Pengukuran Kineja Keuangan PT. NABILA TIMUR INDONESIA, Hasil Penelitian Menunjukkan kurang baik karena nilai rasionya selama 3 tahun menunjukkan adanya perubahaan nilai rasio yang terjadi setiap tahunnya, dimana tahun 2014 nilai net profin margin sebesar 10,41%, tahun 2015 naik menjadi sebesar 12,21% dan untuk tahun 2016 nilai rasionya turun menjadi sebesar 12,09%

dan untuk nilai rasio return on investment juga mengalami penurunan di tahun 2015 yaitu sebesar 0,69% dan tahun sebelumnya, dimana nilai ROI tahun 2014 sebesar 13,93%, tahun 2015 turun menjadi sebesar 13,24% dan tahun 2016 naik lai menjadi sebesar 15,26%.dengan melihat perubahan analisis rasio yang terjadi setiap tahunnya, dimana nilai rasionya naik turun dari tahun ke tahun, tetapi nilai rasio masih sangat rendah, maka dapat dikatakan perusahaan ini kurang baik /sehat, artinya erusahaan ini tdak dapat miningkatkan

laba.sedangkan kinerja keuangan menunjukkan adanya nilai perubahan nilai rasio setiap tahunnya .

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif (Sugiyono), metode disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic, maka Nampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linear, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengupulkan data, dan membuat kesimpulan dan saran. Maka jenis penelitian ini bersifat kuantitatif

Lokasi Dan Waktu penelitian PT. Bumi Sarana Beton Makassar yang beralamat Wisma Kala Lt.. 10, Jl. Dr. Sam Ratulangi No.

8, No. Telp. 0411-850358 No. Fax 0411-50.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian dan pembahasan ini adalah : 1) Data kuantitatif adalah data yang di kumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini yang merupakan data-data bentuk angka-angka yang menunjukkan besaran suatu variabel atau data yang menunjukkan kuantitas, seperti data laporan keuangan dan sebagainya yang berhubungan langsung dengan pembahasan penulisan dari penelitian. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Dokumentasi, yaitu cara pengumpulan data yang bersal dari cacatan-catatan atau dokumen perusahaan khususnya mengenai data yang ada neraca laporan laba rugi.

Untuk membuktikan hipotesi dan rumusan masalah yang dikemukakan, maka metode analisis yang digunakan adalah analis rasio keuangan yaitu Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas.

Berikut adalah standarisasi untuk mengukur kinerja keuangan pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar adalah Rasio Lancar yaitu rasio untuk mengukur jika perusahaan mengalami peningkatan di atas 100% maka perusahaan itu bisa dikatakan sangat baik, jika perusahaan menurun dibawah 100% berarti perusahaan kurang baik.

Rasio kas yaitu untuk mengukur jika perusahaan mampu membayar utang diatas 30% berarti perusahaan bisa dikatakan mengalami peningkatan, jika perusahaan tidak mampu membayar utang dibawah 30% berarti peruhaasan mengalami penurunan

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN Rasio Likuiditas adalah Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan mengunakan aktiva lancar yang tersedia.(sutrisno)

Rasio Lancar (current cation) Rasio lancer merupakan rasio untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo saat ditagih.

Rasio Cepat (Quick Ration) Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory).

Rasio kas merupaka alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.2. Rasio Profitibilitas

Rasio Profitabilitas yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Adapun beberapa jenis-jenis rasio profitabilitas antara lain :

Net Profit Margin yaitu laba bersih dibagi penjualan. Rasio ini menggambarkan besarnya laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan pada setiap penjualan yang dilakukan.

Return On Investment (ROI), rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelolah investasinya.

Return On Equity (ROE), rasio ini menggambarkan laba bersih dibagi ekuitas.

Rasio ini menunjukkan kesuksesan manajemen dalam memaksimalkan tingkat pengambalian pada pemegang saham

PENUTUP

Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di tarik Current Ratio (Rasio Lancar) menunjukkan bahwa Secara keluruhan dari tahun 2015 sampai 2019, pertumbuhan rasio lancar (current ratio) sangat signifikan, akan tetapi kinerja keuangan pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar masih belum likuid dan belum mampu membayar kewajiban utang lancar jangkan pendeknya karena rasio lancarnya masih dibawah standar rasio industri 200%, seperti di tahun 2015 sebesar 66,47%, lalu meningkat di tahun 2016 sebesar 84,48%, lalu menuru di tahun 2017 sebesar 64,77%, kemudian meningkat di tahun 2018 sebesar 102,32 dan di tahun 2019 sebesar 143,74% yang menyebabkan karena biaya persediaan piutang usaha mengalami peningkatan di tahun 2015 sampai 2017.

Cash Ratio (Rasio kas) menunjukkan bahwa secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai 2019 kinerja keuangan megalami penurunan yang signifikan karena yang menyebabkan utang lancar terlalu besar di bandingkan dengan kas yang dimiliki oleh perusahaan sehingga perusahaan di memperoleh laba tinggi akan tetapi di tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 15%,karena utang pajaknya rendah. Ditahun 2015 sebesar 0,15%, lalu meningkat ditahun 2016 sebesar 1,44%, lalu ditahun 2016 sebesar 1,44%, lalu meningkat ditahun 2017 sebesar 9,61%,kemudian meningkat ditahun 2018 sebesar 17,83%, kemudian menurun di tahun sebesar 3,67%, perusahaan mengalami perubahan setiap tahun.

Return On asset (ROA) menunjukkan bahwa ditahun 2015 sebesar 63,46%, lalu menurun ditahun 2016 sebesar 14,71%, lalu 2017 sebesar 17,61% kemudian ditahun 2018 sebesar 11,78%, kemudian 2019 sebesar 26,34%. Dimana laba bersih setelah pajak dari tahun 2015, 2017 dan 2019 mengalami peningkatan sebesar 15 % ,dimana tahun 2016 dan 2018 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 10%, itulah yang menyebabkan nilai ROA setiap tahunnya berubah ubah, sehingga dengan melihat tingkat perubahan analisis rasio yang terjadi setiap tahun mengalami naik turun dari tahun ke tahun,karena nilai masih rendah akan tetapi perusahaan tetap ditahun2015, 2017 dan 2019 mengalami peningkatan,karena saldo laba meningkat selama tiga tahun,sehingga perusahaan dapat meningkatkan pengembalian

(6)

atas modal yang digunakan perusahaan tersebut.

Return On Equity (ROE menunjukkan bahwa ditahun 2015 sebesar 25,43%, lalul meningkat ditahun 2016 sebesar 55,27%, lalu meningkat ditahun 2017 sebesar 73,79%, kemudian menurun ditahun 2018 sebesar 51,02%, kemudian menurun secara drastik ditahun 2019 sebesarb 11,51%, hasil yang cukup baik pula akibat meningkatnya tingkat efesiensi modal sendiri perusahaan dalam memenuhi modal kerjanya tidak selalu bergantung pada dana eksternal perusahaan, sehingga nilai presentase penilaian dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang sigifikan, akan tetapi ditahun 2018 dan 2019 menurun karena nilai laba setelah pajak rendah.

Dengan mengacu pada kesimpulan yang dikemukakan di atas maka saran yang dapat penulis bahan pertimbangan pada PT. Bumi Sarana Beton Makassar sebagai berikut :

Sebaiknya perusahaan PT. Bumi Sarana Beton Makassar dapat meningkatkan kinerja keuangannya dari segi Rasio Likuiditas dan Profitabilitas dengan cara meningkatkan efesiensi dalam penggunaan biaya-biaya beban umum, operasional dan administrasi setiap tahunnya.

Sebaiknya perusahaan PT. Bumi Srana Beton Makassar dapat meningkatan pendapatan usahanya di masa yang akan datang, dengan cara meningkatkan aktivitas lancar setiap tahunnya dan mengurangi utang lancar setiap tahunnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bara, Y. (2017). Analisis Profitabilitas Dan Likuiditas Dalam Pengukuran Kinerja Keuangan. Makassar : PT. Nabila Timur Indonesia.

Fahmi, I. (2017). Analisis Laporan Keuangan.

Bandung: Alvabeta.

Fahmi, I. (2018). Manajemen Keuangan.

Bandung: Alvabeta.

Hery, (2016). Analisis Kinerja Manajemen, Jakarta.

Hanafi, M.M. (2016). Manajemen Keuangan.

Yogyakarta:BPFE.

Harahap, S.S. (2018). Analisis Kritis atas laporan keuangan. Depok: PT Rajawali Persada.

Harmono. (2017). anajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecand. Jakarta, Bumi Aksara.

Fahmi, I. (2015). Analisis Laporan Keuangan.

Bandung: Alfabeta.

Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan.

Depok: PT.Rajawali Persada.

Keown, A.J., Martin, J.D., Petty, J.W., &

SCOTT, D.F. (2017). Manajemen Keuangan. Jakarta: Indeks.

Lasmi, M.W., & Iman, S. (2017). Analisis Laporan Keuangan dan Aplikasinya, cetakan pertama. Bandung: PUSTAKA SETIA.

Mulyawan, S. (2015). Manajemen Keuangan.

Bandung, CV PUSTAKA SETIA

Riswan., & Kusman, Y. F. (2014). Analisi keuangan sebagai dasar penelitian kinerja keuangan pada PT Budi Satria Wahana Motor. Jurnal Akutansi dan Keuangan.

Sugiyono. (2017). Metode kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alva Beta.

Suhendro. D. (2017) Analisis Profitabilitas serta Likuiditas untuk menilai kinerja keuangan pada PT Standar TOP Tbk.

Jurnal fuman falah.

Sulindawati. N. E., Yuniart, G. A., &

Purnamawati, I. A. (2017) Manajemen keuangan sebagai dasar pemungutan keputusan . Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Depok

Sutrisno. (2017). Manajemen Keuangan, teori, konsep dan aplikasi. Yogyakarta. Ekonosia.

Sugiyono. (2017). Metode kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alva Beta.

Sujarweni, V.W. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sujarweni, V.W. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Yuniningsih. (2018). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Sidoarjo:

Indomedia Pustaka.

Yuniarti. (2020). Analisis Likuiditas dan Profitasibilitas pada Perusahaan Daerah Air Minun Kabupaten Ogan Komering Ulu.

5 (1). Februari. Jurnal.

https.//www.resarchgate.net/publication/33 9474.

Yulianto, H. (2019). Pedoman Penulisan Proposal. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu

(7)

Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.

Yulianto, H. (2019). Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.

Referensi

Dokumen terkait

Kajian Elemen Arsitektur Cina, Studi Kasus: Masjid Babah Alun, Jakarta Dian Monica Erveline Basri, Silvia Shishiria, Muhammad Fadlan Alfarisi, Sheila Ayu Gayatri 52-66 2.. Kajian

Studi Ruang Akomodasi Fungsi Pasar Tradisional Pada Pasar Santa, Jakarta Astrid H.. Rahardjo, Firmansyah Bachtiar, Reza Rezaie 1-9