Ketahanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Perspektif Al-Quran. Tafsir Fî Zhilal Al-Qur'an oleh Sayyid Quthb". Untuk mengetahui wawasan al-Quran tentang ketabahan keluarga Nabi Ibrahim dalam al-Quran.
PEMBAHASAN
Ketahanan Keluarga Dalam Al-Qur’an
- Memilih jodoh yang ideal
- Membina Dan Menanamkan Nilai-nilai Agama Dalam Keluarga
- Membina Hubungan Antara Keluarga Dan Lingkungan
- Menanamkan Sifat Qana’ah Dalam Keluarga Sifat qana‟ah perlu ditumbuh-kembangkan
Hendaknya anggota keluarga selalu berusaha dekat kepada Allah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena dengan dekat kepada Allah akan terwujud nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang bermuara pada terselesaikannya permasalahan dalam rumah tangga. .dapat memfasilitasi. dan mendatangkan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Oleh karena itu hakikat qana'ah harus menjadi benteng dalam rumah tangga agar keharmonisan kehidupan rumah tangga dapat tetap terjaga dan keruntuhan serta kehancuran rumah tangga dapat dihindari.23.
Biografi Sayyid Quthb Dan Karakteristik Penafsirannya
Biografi Sayyid Quthb
Pada usia muda, ia pindah ke Helwan untuk tinggal bersama pamannya Ahmad Husain Utsman, seorang jurnalis, pada tahun 1925. Ia masuk Institut Pelatihan Guru dan lulus dalam tiga tahun, kemudian melanjutkan studinya di Universitas Dar al-Ulum hingga ia meninggal. memperoleh gelar (LC) di bidang Sastra dan Diploma Pendidikan pada tahun 1928 Masehi.
Sudut Pandang Keislaman Sayyid Quthb
Dengan kata lain, tidak boleh memperhambakan sesama manusia kepada kebendaan, hatta kepada keinginan yang ada dalam diri. Agama yang benar ialah agama Islam yang sentiasa mengekalkan kewujudannya dalam penyerahan diri kepada Allah (Al-Dinu Kulluhu Lillah), bahawa agama itu milik Allah semata-mata.
Mengenal Tafsir Fî Zhilal Qur’an 1. Latar Belakang Penulisan
Sistematika Tafsir Fî Zhilal Al-Qur’an
Sistematika yang dianut oleh Sayyid Qutb dalam penafsirannya, yaitu menjelaskan seluruh ayat Al-Qur'an menurut susunannya dalam mushaf Al-Qur'an, ayat demi ayat dan huruf demi huruf, dimulai dari Surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Us, maka penafsiran ini secara sistematis mengikuti tradisi Mushafi. 34 Shalah Abd Fatah al-Khalidi, Pengantar Pemahaman Tafsir fi Dzilalil Qur'an, (Surakarta: Era Intermedia, 2001), 178.
Metode Penafsiran Tafsir Fî Zhilal Al-Qur’an Dalam penafsirannya Sayyid Quthb
Paradigma Sayyid Quthb Dalam Menafsirkan Al- Qur’an
Perhatikan gerak-gerik sahabat dalam kondisi Mekkah dan Madinah dengan Al-Qur'an, bagaimana mereka berinteraksi dan hidup dengan Al-Qur'an. Langsung saja berjihad dakwah dan berusahalah untuk menyesuaikan diri dengan apa yang dilakukan para sahabat, terutama pada fase gerakan, amal dan Jihad dengan Al-Qur'an di Makkah dan Madinah.35.
Ketahanan Keluarga Nabi Ibrahim Dalam Tafsir Fî Zhilal Al-Qur’an
Penerapan Komunikasi Yang Baik
Namun Nabi Ibrahim pertama kali menyampaikan hal ini kepada Nabi Ismail sebagai orang yang akan disembelih seperti yang ditemuinya dalam mimpinya.38. Sikap sopan santun Nabi Ismail terlihat jelas dalam penyampaian pendapatnya terhadap Nabi Ibrahim sebagaimana tercantum dalam QS.
Pembentukan Sebuah Karakter
Jadi besar kemungkinan komunikasi yang baik dalam keluarga, bila pendidikan dilakukan sejak usia dini, dapat menghasilkan pendidikan akhlak yang baik terhadap Allah, sekaligus membatasi kemampuan penyampaian perintah. Pembahasan lafadz رّشب dalam kisah Nabi Ibrahim mempunyai 2 konteks, yaitu lafadz رّشب yang ditujukan kepada keluarga Nabi Ibrahim dan Sarah sebagaimana terdapat pada QS.
Menuai Hasil Perjuangan
Maka Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan atas keinginan-keinginan yang sudah lama ia harapkan. Pembahasan lafadz رّشب dalam kisah Nabi Ibrahim mempunyai 2 konteks yaitu lafadz رّشب yang ditujukan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Sarah yang terdapat pada QS.
Penekanan Loyalitas Agama
Dari wawasan Al-Qur'an tentang ketahanan keluarga Nabi Ibrahim, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa kata kunci yang merujuk pada topik tersebut. Perkawinan beda agama adalah perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang keduanya mempunyai keyakinan yang berlawanan. Perkawinan beda agama sudah ada di Desa Sukoreno sejak tahun 1990-an, meski awalnya tidak disetujui oleh pihak keluarga karena dianggap melanggar norma agama.
Namun pada akhirnya pernikahan tersebut dilangsungkan untuk mencegah kawin lari dan hal-hal lain yang tidak diinginkan, dan akhirnya pernikahan beda agama ini tidak lagi menjadi masalah karena sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat desa Sukoreno yang menjaga toleransi antar umat beragama. Penelitian ini mengkaji (1) pandangan tokoh agama Islam di desa Soekoreno terhadap pernikahan beda agama. (2) Tafsir Tokoh Agama Islam di Desa Soekoreno Tentang Pernikahan Beda Agama QS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, tokoh agama Islam di Desa Sukoreno mempunyai pendapat berbeda mengenai adanya perkawinan beda agama; ada beberapa tokoh yang melarang pernikahan beda agama.
Pendahuluan
Wahbah Zuhaili berpendapat dalam hal ini ulama sepakat sama ada lelaki Islam boleh berkahwin dengan wanita Ahl al-Kitab. Pendapat ini juga dikemukakan oleh Sayyid Qutub, yang mengatakan bahawa perkahwinan yang dimaksudkan ialah perkahwinan seorang lelaki Islam dengan seorang wanita Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), yang tidak menyekutukan Allah SWT, kerana menurut Islam. Syariat, anak dinisbahkan kepada bapa, sebagaimana isteri juga berpindah kepada keluarga suami. Beliau mendakwa Majusi, Sabian, Hindu, Buddha, Confucian, Shinto dan agama lain juga boleh dikategorikan sebagai Ahli Kitab.
Beliau mengeluarkan fatwa yang mendapati lelaki Islam dilarang oleh Allah SWT mengahwini wanita musyrik dalam QS. Adapun wanita Ahl al-Kitab, menurut Rashid Ridho, mereka adalah wanita Arab yang musyrik dahulu. Sedangkan orang Majusi, Sabian, penyembah berhala di India, China dan seumpamanya adalah ahli kitab yang (kitab-kitabnya) mengandungi kefahaman.
Metode Penelitian
Hasil dan Pembahasan
Dijelaskannya, syahadat menunjukkan sah atau tidaknya suatu perkawinan, misalnya perkawinan antara seorang muslim dengan perempuan ahlikitab. Adapun bagi laki-laki muslim yang menikah dengan perempuan ahl al-kitab atau perempuan muslim yang menikah dengan laki-laki ahl al-kitab, maka hal ini tidak boleh karena merupakan penyimpangan yang diharamkan. Dalam hal ini, ia memahami bahwa pernikahan tersebut adalah antara seorang laki-laki Islam dengan seorang perempuan Ahl al-Kitab.
Imam Mudzakkir yang merupakan alumni Pondok Pesantren Bangil PERSIS (Persatuan Islam) memahami bahwa dalam ayat tersebut, laki-laki muslim diperbolehkan menikah dengan wanita Ahl al-Kitaba, yaitu wanita Yahudi dan Nasrani. Jadi perempuan muslim tidak boleh menikah dengan ahl al kitab, baik ahl al kitab maupun ahl al kitab, apalagi umat Hindu, Budha dan lain-lain tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, laki-laki Muslim diperbolehkan menikahi wanita Ahl al-Kitab yang beragama Islam, Yahudi, dan Kristen.
Kesimpulan
Tujuannya adalah: 1) Untuk menjelaskan gambaran umum tentang madu sebagai obat. 2) Untuk menjelaskan pengetahuan Al-Qur'an tentang madu sebagai obat. Untuk mendapatkan hidayah tersebut, manusia perlu berinteraksi secara baik dengan Al-Qur’an dengan cara menafsirkan dan memahaminya. Quraish Shihab, Landasan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994), 100.
Al-Qur'an ibarat permata yang memancarkan cahaya berbeda-beda menurut sudut pandang setiap orang. Salah satu ayatnya menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah obat sebagaimana tercantum dalam QS. Quraish Shihab, Pesan Tafsir Al-Misbah, Kesan dan Harmoni Al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hati, 2002), 284.
Pandangan Para Ilmuan Tentang Madu
Ibnu Sina (Avicenna), seorang ilmuwan muslim terkenal, kagum dengan madu, ia percaya bahwa madu dapat memperpanjang umur dan menjaga kemampuan bekerja di hari tua. Beliau juga menganjurkan masyarakat lanjut usia untuk rutin mengonsumsi madu.Bagi masyarakat yang berusia 45 tahun ke atas, Ibnu Sina sangat menganjurkan minum madu secara rutin disertai dengan buah-buahan berdaging keras yang banyak mengandung minyak. Hippocrates menciptakan resep yang disebut oxymel, yaitu campuran cuka dan madu, untuk mengobati rasa sakit atau penyakit.
Resep lainnya adalah hidromel, yaitu campuran air dan madu untuk menghilangkan dahaga dan mengobati demam ringan. Hippocrates membuat campuran madu, air dan berbagai jenis tanaman obat untuk mengobati demam akut.
Kandungan Madu
PENDAHULUAN
1 Saiful Amin Ghofur, Mosaik Tafsir Al-Qur'an dari Klasik ke Kontemporer (Jogjakarta: Kaukaba Dipantara. 3 Saiful Amin Ghofur, Mosaik Tafsir Al-Qur'an dari Klasik ke Kontemporer, (Jogjakarta: Kaukaba Dipantara. 5 Nirwan Nuraripin, " Konstruksi Epistemologis Tafsir Binti Asy-Syati' Dalam Surat Ad-Duha” (Skripsi Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuludin dan Pemikir Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2015), 4.
Perbandingan kedua tokoh di atas akan dikaji dengan menggunakan metode komparatif, yaitu salah satu model penelitian atau penafsiran Al-Qur'an (penelitian komparatif/al-bahts al-Muqarin). 7.
HERMENUTIKA
Dalam kajian tafsir Al-Qur’an penelitian perbandingan ini dikenal dengan istilah (metode muqaran) al-Tafsir al-Muqarin, sesuatu yang dibandingkan dapat berupa pemikiran, teori atau metodologi. Serta menganalisis segala sesuatu yang dibangun dalam upaya memperoleh metodologi yang digunakan oleh kedua komentator tersebut. Wilhem Dithey menjadikan hermeneutika sebagai landasan Geisteswisssenschaften (semua ilmu sosial dan humaniora, semua disiplin ilmu yang menafsirkan ekspresi “kehidupan batin manusia”, baik dalam bentuk ekspresi gestur (sikap), perilaku sejarah, kodifikasi hukum, karya seni atau sastra. Dilthey's Idenya adalah mencoba mengembalikan posisi ilmu-ilmu humaniora setelah dihancurkan oleh gagasan-gagasan para tokoh filsafat terdahulu yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan dengan eksperimen adalah tidak ilmiah atau tidak ada artinya.13 Dilthey percaya bahwa makna adalah apa yang harus dipahami. dari humaniora adalah makna teks dalam konteks sejarahnya.
13 Quraish Shihab, Kaidah Tafsir: syarat, syarat dan kaidah yang perlu diketahui untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an (Tangerang: Lentera Hati. Kedua, konsep pemahaman kesadaran sejarah dilakukan dalam bentuk pencarian sejarah terhadap Latar belakang penafsiran dalam segala hal yang melingkupinya. Ketiga, segala sesuatu yang dibangun dalam upaya memperoleh metodologi yang digunakan oleh kedua penafsir ini adalah perlunya memahami segala bentuk ekspresi penafsiran.
PAPARAN DAN TEMUAN DATA Bint asy-Syati’
Jadi makna Al-Qur'an dikaji dengan mengumpulkan segala bentuk kata dalam Al-Qur'an. Terjadi perdebatan: Dalam Al-Qur'an ada sumpah "حبصلاب" (saat fajar) saat hari merah, saat terbit, dan "راحنلاو" (siang hari) saat cerah. 25 Saiful Amin Ghofur, Tafsir Mosaik Al-Qur'an dari Klasik hingga Kontemporer (Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Beliau selalu menyisihkan waktu, pagi dan sore, untuk membaca Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir. Dari kiat-kiat itulah benih kecintaan Quraish Shihab terhadap kajian Al-Qur'an mulai tampak dalam jiwanya. Selain mendapat pendidikan di sekolah dasar, ia juga dididik oleh ayahnya untuk belajar mengaji.
KESIMPULAN
Berdasarkan metodologi tersebut, Binti asy-Syati' berharap dapat menghadirkan sebuah kitab tafsir yang berupaya mengekstraksi Al-Qur'an dari kungkungan eksklusif tafsir tradisional dengan menempatkannya sebagai bagian dari kajian linguistik dan sastra. Sedangkan Quraish Shihab menggunakan metode tahlili untuk memperoleh tafsir secara detail untuk menjelaskan tema pokok surat-surat Al-Qur'an atau tujuan utama seputar surat-surat tersebut, sehingga dapat membantu meluruskan kesalahpahaman masyarakat Islam di Indonesia. Walaupun dalam hal ini tidak terdapat karangan khusus mengenai kajian aqsa>m al-Qur'an, namun sangat memberikan pencerahan terhadap permasalahan tersebut.
Kaidah tafsir: syarat, syarat dan kaidah yang perlu diketahui untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an (Tangerang: Lentera Hati, 2013). Konstruksi Epistemologis Tafsir Binti Asy-Syati' Dalam Surat Ad-Duha" (disertasi Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikir Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2015). Qasam in Al-Qur'an (Studi Banding Pemikiran Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah dan 'Aisyah Abdurrahman Binti al-Syati' pada ayat-ayat Sumpah)", (Disertasi, Jurusan Tafsir dan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Agama Kajian dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2010).