• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bungas Ethnobeauty Perempuan Banjar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Bungas Ethnobeauty Perempuan Banjar"

Copied!
159
0
0

Teks penuh

Hasil kajian antropologi sosial yang mencoba menyelidiki fenomena kecantikan wanita Banjar dan praktik sosial budaya tempat perawatan kecantikan dan kecantikan di Timung. Masyarakat Banjar mempunyai kearifan tradisional mengenai bahan perawatan kecantikan wanita yang hingga saat ini masih dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari para wanita Banjar. Buku ini juga menggambarkan betapa sibuknya perempuan Banjar dalam hal perawatan kecantikan, karena hal ini berkaitan dengan budaya lain yang mana kecantikan merupakan bagian penting dari muatan budaya masyarakat Banjar.

Pendahuluan

Sebagai produk budaya, perawatan kecantikan wanita Banjar bermakna memuat fakta-fakta tentang perkembangan budaya yang dipengaruhi oleh motif, mitos, dan kepercayaan lingkungan sosial masyarakat Banjar serta dinamikanya. Sebagai pendukung data etnografi, diperoleh informasi dari tiga puluh informan dengan kriteria sebagai berikut: (1) wanita Banjar yang sudah menikah melakukan perawatan kecantikan khas Banjar; Artinya, wacana kecantikan perempuan Banjar dan praktik dandanannya tidak hanya dipahami dari sudut pandang perempuan saja, namun juga memerlukan pemahaman dari sudut pandang laki-laki.

Diskursus Kecantikan Perempuan

Selain nama-nama perawatan kecantikan yang khas menurut berbagai suku di Indonesia, konsep kecantikan juga berbeda-beda menurut tiap suku. Perawatan kecantikan yang dimiliki oleh berbagai suku bangsa di Indonesia merupakan warisan budaya nenek moyang mereka. Pada masyarakat Jawa, perawatan kecantikan yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat merupakan warisan nenek moyang yang diturunkan oleh Keraton atau Kesultanan.

Kecantikan dalam Kajian Ethnobeauty dan Feminisme

Penelitian ini menjelaskan keindahan yang dikonstruksi oleh media dan menjadikannya sebagai komoditas masa kini. Kajian keindahan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya dilakukan oleh Saraswati (2013) yang melihat akar konstruksi keindahan berasal dari zaman kolonial. Kecantikan yang dimiliki wanita lain tidak akan menjadi ancaman atau serangan, melainkan suatu kesenangan dan kehormatan.

Kecantikan Perempuan Banjar

Konsep dan Keyakinan

Konsep kecantikan di kalangan wanita Banjar erat kaitannya dengan Islam, terutama yang berkaitan dengan ritual dan berbagai perilaku perawatan kecantikan. Wanita Bahari Banjar melakukan perawatan lulur dengan daun sapat (sekarang sudah jarang, namun masih digunakan di beberapa rumah timung di Banjarmasin). Ini merupakan konsep kecantikan bagi wanita Banjar sehingga mereka melakukan perawatan kecantikan dalam kehidupannya.

Konsep kecantikan wanita Banjar sebagai wanita dengan kulit bersih, harum dan berkilau juga berkaitan dengan budaya babarasih. Oleh karena itu, konsep kecantikan bagi wanita Banjar yang mana kecantikan adalah wanita yang suci, masih berkaitan dengan konsep-konsep dalam ajaran Islam. Citra diri Putri Junjung Buih sebagai seorang putri cantik dengan kulit bersih dan berkilau merupakan pemikiran kolektif masyarakat Banjar mengenai konsep wanita Banjar yang cantik.

Perawatan kecantikan yang dilakukan oleh wanita Banjar juga tercakup dalam berbagai keyakinan yang dapat meningkatkan aura kecantikannya. Terutama kepercayaan masyarakat Banjar yang bersifat Islam dan pra Islam (akar atau akar budaya Banjar). Konsep kecantikan bagi perempuan Banjar dimaknai berbeda oleh perempuan Bahari Banjar (berakar etnis Banjar) dan perempuan Banjar.

Wanita laut Banjara (dulu) lebih memahami kecantikan dalam arti fisik (kecantikan eksternal) atau kecantikan lahiriah, sedangkan wanita Banjara mengartikan kecantikan dalam dua pengertian, yaitu kecantikan fisik (kecantikan eksternal) dan kecantikan perilaku (inner beauty) atau kecantikan batin. . Sistem pengetahuan kecantikan (ethnobeauty) wanita Banjara sebagaimana dijelaskan di atas menunjukkan bahwa sistem pengetahuan kecantikan mereka menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kecantikan dan ajaran agama (Kaharingan dan Islam). Ada hubungan antara kecantikan wanita Banjar, termasuk perawatan kecantikan wanita Banjar, dengan ajaran agama.

Gambar perempuan Banjar bapupur (Dokumentasi Pribadi, 2017)
Gambar perempuan Banjar bapupur (Dokumentasi Pribadi, 2017)

Perawatan Kecantikan Perempuan Banjar

Bentuk-bentuk perawatan kecantikan yang dilakukan oleh wanita Banjar mengacu pada konsep kecantikannya. Ada juga orang yang pandai merancang dan juga praktisi dalam perawatan kecantikan tubuh. Melakukan perawatan kecantikan tubuh memerlukan biaya untuk membeli bahan-bahannya jika ingin melakukannya sendiri.

Namun jika Anda menggunakan jasa perawatan kecantikan tubuh di rumah timung, biayanya juga bisa lebih mahal dibandingkan jika Anda melakukan perawatan kecantikan sendiri. Bahkan bahan-bahan yang digunakan dalam perawatan tubuh Banjar sudah mengalami pergeseran dari bahan aslinya. Ada perbedaan bahan perawatan tubuh antara yang dibeli di pasaran dan yang dibuat sendiri.

Perawatan kecantikan yang kini tersedia di rumah-rumah Timung adalah creambath (perawatan rambut dengan memijat kulit kepala dengan krim khusus rambut), pedicure (perawatan jari) dan manikur (perawatan jari kaki). Namun jika berkunjung ke rumah timung, wanita Banjar bisa memilih paket lengkap dan praktis selain empat perawatan kecantikan tubuh. Di kota ini Anda bisa dengan mudah menemukan tempat yang menyediakan jasa perawatan kecantikan tubuh secara tradisional yaitu rumah timung.

Harga perawatan kecantikan dengan pemberian jasa home care dengan kunjungan ke rumah Timung lebih mahal untuk melakukan perawatan kecantikan tubuh di rumah Timung.

Kecantikan Perempuan Banjar dalam Relasi Keluarga

Mereka membentuk keluarga yang harmonis karena adanya pola hubungan yang seimbang antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, pola hubungan yang berkembang antara laki-laki (laki-laki) dan perempuan (perempuan) adalah pola hubungan yang setara. Bentuk keluarga ini merupakan suatu bentuk keluarga yang hubungan-hubungan yang dibangun dalam keluarga terbentuk dari keluarga yang laki-laki dan perempuan sederajat.

Hubungan sosial yang terjalin di antara keduanya menunjukkan bahwa perempuan mendominasi suaminya karena perempuan berpenghasilan lebih besar dibandingkan laki-laki. Mereka memberikan kontribusi ekonomi dan menjadikan perempuan sebagai sosok yang mandiri, menempatkan mereka pada posisi yang setara dengan laki-laki. Perbedaan pandangan tersebut berkaitan dengan kedudukannya dalam hubungan perempuan dan laki-laki dalam keluarga, sebagaimana terlihat pada enam (enam) tipe keluarga di atas.

Sementara itu, perempuan yang masuk dalam kategori keluarga 'pelengkap utama' dan 'pasangan junior senior' akan memanfaatkan kecantikannya (selain beberapa aspek lainnya) untuk memperkuat posisinya di hadapan laki-laki, terutama saat mengambil keputusan dalam keluarga. Makna kecantikan dan perawatan kecantikan bagi perempuan berkaitan dengan kedudukan sosial perempuan dalam hubungan yang terjalin antara dirinya dan laki-laki dalam keluarga. Perbedaan kedudukan perempuan dibandingkan laki-laki membawa konsekuensi pada perbedaan penafsiran mereka terhadap kecantikan.

Bagi perempuan yang berdaya dan mempunyai hubungan yang setara bahkan lebih unggul dari laki-laki, mereka memaknai kecantikan sebagai suatu kesenangan dan pemuasan hasrat perempuan itu sendiri.

Tabel Tipologi Keluarga Berdasarkan Relasi Laki-laki dan Perempuan  di Banjarmasin
Tabel Tipologi Keluarga Berdasarkan Relasi Laki-laki dan Perempuan di Banjarmasin

Penutup

Untuk mencapai kecantikan fisik (eksternal), wanita Banjar melakukan perawatan kecantikan dengan berbagai bentuk perawatan kecantikan sesuai dengan konsep kecantikannya, yaitu memperoleh kulit bersih, halus dan bersinar. Wanita Banjar dan wanita Dayak Ngaju dan Bukit (akar suku Banjar) melakukan perawatan kecantikan fisik dengan berbagai perawatan kecantikan khas Banjar yaitu ratus, lulur dan timung. Amalan yang dilakukan oleh perempuan Banjar berkaitan dengan keyakinan atau keyakinan yang dianutnya.

Bagi perempuan Banjar Bahari (sebelum Islam), mereka melakukan berbagai amalan yang bersumber dari keyakinan mereka sebagai penganut Kaharingan. Sedangkan perempuan Banjar yang beragama Islam melakukan berbagai amalan yang sesuai dengan ajaran Islam yang dianutnya. Kelima, konsep kecantikan bagi wanita Banjar juga diartikan dalam dua pengertian, yaitu kecantikan fisik (outer beauty) berupa kulit bersih dan bercahaya, serta kecantikan batin (inner beauty) berupa budi pekerti yang baik.

Keenam, perawatan kecantikan khas Banjar memberikan efek kesehatan dan kebugaran pada tubuh, sehingga bagi wanita Banjar perawatan tubuh merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Salah satu dalil etnobeauty perempuan Banjar adalah praktik perawatan kecantikan perempuan Banjar berkaitan dengan aspek keagamaan, yaitu praktik keagamaan yang berbeda-beda dapat memancarkan aura tubuh perempuan, seperti perempuan Banjar pra Islam dan pasca Islam. Dalil ini menunjukkan bahwa dalam etnobeauty perempuan Banjar terdapat persinggungan antara budaya, agama, dan kapitalisme.

Wanita spa yang menempati posisi setara dan tumpang tindih dengan pria membuat perawatan kecantikan menjadi suatu kesenangan.

DAFTAR PUSTAKA

Disiplin dan kekuasaan dalam praktik kecantikan wanita di Rusia pasca-Soviet, AS: Northern Illinois University. Antara Dayak dan Belanda: Sejarah Ekonomi Kalimantan Selatan Penerjemah: Ika Diyah Candra, Malang: Lilin Persada Press. Makkie, Ahmad dan Seman, Syamsiar, 1996, Peribahasa dan Ungkapan Tradisional Bahasa Banjar, Banjarmasin: Dewan Kesenian Daerah Kalimantan Selatan.

Membaca Representasi Tubuh dan Identitas sebagai Tatanan Simbolik dalam Majalah Remaja, Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 1, Nomor 1, Juni 2004. Isu Ras dan Warna Kulit dalam Konstruksi Kecantikan Ideal Wanita, Jurnal Masyarakat Budaya dan Politik, Volume 23 , Nomor 4, Tahun 2010. 1964 Studies in Ethnoscience, in Transcultural Studies in Cognition, A.K.Romney dan R.G.A.D'Andrade (eds.) American Anthropologist Special Publication 66 (3).

Metode dan Teori dalam Etnosains atau Etnoepistemologi, dalam Handbook of Method in Cultural Anthropology, R. Naroll dan R. Mendefinisikan ulang keindahan dalam meningkatkan produktivitas kerja perempuan Bali, di kota Denpasar, Piramida: Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Edisi 2010 , .

GLOSARIUM

Perawatan kecantikan tubuh ini dilakukan agar tubuh menjadi wangi atau wangi lulur lebih tahan lama, menghilangkan bau badan, memperlancar aliran darah, menghilangkan kotoran dan keringat tubuh, menjaga metabolisme tubuh, menghilangkan rasa lelah, pegal dan nyeri. Kajian etnobeauty dengan demikian dapat diartikan sebagai kajian yang berupaya mendeskripsikan dan menjelaskan praktik kecantikan yang dilakukan oleh komunitas etnis tertentu, yang didalamnya terdapat mitos, kepercayaan, budaya dan praktik kecantikan dan perawatan kecantikan serta dinamikanya. Etnobeauty wanita Banjar memuat berbagai kategori kategori perawatan kecantikan, suatu sistem klasifikasi wanita dalam perawatan kecantikan.

Perawatan kecantikan wanita Banjar berkaitan dengan aspek religi yaitu berbagai amalan keagamaan yang dapat memancarkan aura tubuh wanita, baik wanita Banjar sebelum Islam maupun sesudah Islam. Dalam beberapa praktik perawatan kecantikan, terdapat beberapa prosedur yang diyakini dapat memancarkan aura cahaya bagi orang yang mempraktikkannya. Profane Beauty : Kecantikan yang dicapai melalui perawatan fisik berupa perawatan kecantikan ala Banjar agar wanita terlihat cantik secara fisik.

Kecantikan jasmani diwujudkan melalui berbagai perawatan kecantikan khas Banjar seperti balulur, batimung dan baratus, sedangkan kecantikan batin diwujudkan melalui pembelajaran akhlakul karimah yang bersumber dari nilai-nilai agama Islam. Untuk mencapai kecantikan luar (tubuh), wanita harus melakukan perawatan kecantikan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Selain melakukan perawatan kecantikan fisik, mereka juga melakukan berbagai ritual untuk menciptakan aura kulit bersih dan bersinar.

Lotong: Istilah perawatan kecantikan dari suku Bugis Batimung Care: Istilah perawatan kecantikan dari suku Banjar.

INDEKS

Banjar 127 Kecantikan Ilahi 128 Kecantikan Klasik 124 Kecantikan Luaran 128 Kecantikan Moden 124 Kecantikan Pascamoden 124 Kecantikan Profane 126 Kecantikan Suci 127 Kecantikan Tradisional 124 Kitab Lontar Rukmini Tatwa 11,.

Tentang Penulis

Gambar

Gambar perempuan Banjar bapupur (Dokumentasi Pribadi, 2017)
Gambar perempuan Banjar memakai tanggui (Dokumentasi Pribadi, 2017)
Gambar Ramuan Bahan Lulur Daun Jeruk dan Bunga Rampai  (Sumber: Dokumentasi pribadi,  2017)
Tabel Tipologi Keluarga Berdasarkan Relasi Laki-laki dan Perempuan  di Banjarmasin
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan ulasan terkait dengan kontribusi atau kiprah perempuan di masa kesultanan Banjar, ditemukan fakta bahwa pada tataran elit, perempuan Banjar telah dipercaya untuk