Business Plan
“WARUNG AYAM PENYET HOWU-HOWU”
Oleh :
Nama : NIVOS KRISMAN WARUWU
NIM : 200902066
Kelompok : B
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelung usaha bisnis makanan merupakan bisnis yang senantiasa bertahan dan terus berkembang dengan meningkatnya kebutuhan kuliner masyarakat. Ada beberapa hal yang membuat bisnis ini terus tumbuh.
Pertama, jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat yang menyebabkan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pangan semakin meningkat pula. Semakin meningkatnya kebutuhan pangan tersebut mendatangkan peluang bisnis yang cukup menggiurkan.
Salah satunya adalah bisnis makanan. Kedua, makanan merupakan suatu kebutuhan masyarakat baik sebagai kebutuhan kuliner/jajanan maupun kebutuhan pokok. Bisnis makanan memiliki pangsa pasar tersendiri, yaitu pemuda seperti remaja, mahasiswa dan masyarakat penggemar kuliner.
Salah satu bisnis makanan yang saat ini digemari adalah masakan serba penyet terutama bagi para penyuka sambal.
Banyaknya penggemar masakan serba penyet yang meliputi kalangan bawah sampai kalangan atas menjadikan bisnis ini sebagai bisnis yang menjanjikan untuk memberikan keuntungan. Bisnis ini menyediakan produk masakan serba penyet yang memberikan cita rasa dan kepuasan tersendiri bagi konsumen terutama dalam hal kualitas rasa danukurandengan jaminan kebersihan serta memberikan pelayananyang memuaskan dengan harga yang terjangkau sehingga konsumen dapat menjadi pelanggan setia masakan serba penyet ini. Bisnis masakan serba penyet ini dengan menyewa warung yang terletak di area Pasar Lahewa, yang menjangkau kalangan masyarat di seikatar pasar terutama masyarakat kantor.
1.2 Rumusan Masalah
b. Bagaimana mempromosikan warung makan serba penyet agar masyarakat sekitar Pasar Lahewa tertarik untuk mencicipi dan membeli masakan ini.
c. Bagaimana mempertahankan dan terus mengembangkan usaha ini
1.3 Tujuan
Tujuan dari pendirian usaha ini adalah :
a) Sebagai langkah untuk mengambil peluang usaha
b) Menyediakan produk/makanan dengan harga murah dan bekualitas c) Sebagai aktualisasi diri dan praktek langsung dari ilmu kewirausahaan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Profil Usaha
Usaha kuliner “Ayam Penyet Howu-Howu” adalah salah satu kegiatan usaha kreativatas yang sedang tren di kalangan masyarakat dan sudah dikenal cukup luas. Usaha ini pun dinilai efektif karena proses pengolahan yang mudah dan bahan baku mudah didapat.
Warung Ayam Penyet Howu-Howu, berlokasi di pusat Pasar Lahewa.
Untuk wilayah Pasar Lahewa saat ini, baru ada satu usaha yang bergerak dalam usaha ayam penyet. Penjualannya sendiri dilaksanakan mulai dari hari Senin-Sabtu. Penjualan pada hari Jumat akan dibuka mulai dari jam 11.00 – 21.00. Sedangkan untuk hari sabtu dimulai dari jam 16.00 –22.00. Hari sabtu dibedakan jam pembukannya, karena merupakan hari libur kantor sehingga tidak ditargetkan untuk makan siang. Sedangkan untuk malamnya diperpanjang lebih malam. Pada hari minggu, warung tidak dibuka.
Dikarenakan penjual menjalankan kegiatan ibadah di hari minggu.
2.2 Ide Produk
Bisnis makanan merupakan bisnis yang memiliki potensi untuk bertahan dan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan kuliner masyarakat. Kebutuhan akan terus meningkat karena kebutuhan tersebut adalah kebutuhan pangan masyarakat. Ide pembuatan usaha warung makan serba penyet ini berasal dari adanya keinginan untuk menyajikan jajanan yang murah, sehat, dan nikmat dikalangan masyarakat. Usaha ini dipilih karena tingginya jumlah masyarakat penggemar kuliner/jajanan khususnya masakan serba penyet, proyeksi keuntungan yang dihasilkan cukup besar serta besarnya peluang untuk sukses karena bisnis ini bukan merupakan bisnis musiman dan dapat terus berkembang melalui berbagai kreasi dan
lele penyet. Namun, lele penyet tidak disediakan setiap hari. Masakan ayam penyet ini disajikan dengan sambal yang enak yang dipenyet dengan ayam maupun lele. Dalam satu poris ayam penyet diisi dengan menu nasi, ayam penyet, terong, timun, dan kuah sup. Untuk menu lele penyet diisikan dengan lalapan yang sama. Masakah ini disajikan di piring dan mangkok untuk kuah supnya bagi pembeli yang makan lansung di tempat, namun bagi yang membawa pulang disajikan dalam bungkusan styrofoam. Di dalam bungkusan styrofoam tetap disediakan daun pisang sebagai alasan untuk makannya, hal ini untuk tetap menghidari kontaminasi makanan scara langsung dengan styrofoam. Selain menu makanan, di Warung Ayam Penyet Howu-Howu
menyediakan juga minuman sebagai pelengkap, diantaranya Teh manis dingin/panas dan nutrisari jeruk.
Selanjutnya untuk harga penjualan sendiri, Warung Ayam Penyet Howu-Howu menawarkan harga untuk setiap menu relatif murah dan terjangkau apalagi untuk kalangan sesuai dengan target pemasarannya, yaitu : Makanan
- Ayam penyet, nasi, lalapan (timun dan terong), kuah sup : Rp. 10.000 - Lele penyet, nasi, lalapan (timun dan terong), kuah sup : Rp. 10.000 - Ayam penyet/lele penyet tanpa nasi : Rp. 8.000 Minuman
- Teh manis dingin atau panas : Rp. 5.000
- Nutrisari jeruk : Rp. 5.000
Paket hemat ayam penyet/lele penyet + minuman : Rp. 13.000
2.4 Target Pemasaran Produk
Target pelanggan ayam penyet ini yaitu dar semua kalangan umur, terutama di wilayah Pasar Lahewa dan sekitarnya, dan juga bagi orang-orang yang berkantor/bekerja di Lahewa.
2.5 Strategi Pemasaran Produk
Strategi pemasaran produk yang dilakukan dalam usaha ini yaitu : a. Strategi Harga
Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga yang ditetapkan adalah dibawah harga pasar dengan tetap menjaga kualitas
usaha, dengan kata lain harga diusahakan lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing.
b. Strategi Promosi
Promosi penjualan yang bisa dilakukan adalahpenyebaran brosur usaha, promosi dari mulut ke mulutdanpenekanan pada pendekatan perorangan.
2.6 Analisis Kelayakan Usaha
Untuk analisis kelayakan usaha, menunggukan metode SWOT (Strenghts, Weakness, Oportunity, dan Threats).
a. Strenghts (kekuatan)
Rasa percaya bahwa produk ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat luas karena produk yang penulis buat ini mempunyai sajian yang unik karena semua sajiannya serba penyet dan juga pembuatannya yang higienis.
b. Weakness (kelemahan)
Yang menjadi kelemahan dari usaha ayam penyet ini yaitu produknya mudah ditiru karena pendirian usahanya yang luayan mudah. Kelemahan selanjutnya yaitu harga bahan baku yang tidak stabil. Apalagi harga bahan baku seperti ayam saat ini sedang naik-naiknya.
c. Oportunity (peluang)
Usaha ini masih baru di kalangan masyarakat Pasar Lahewa. Sehingga punya peluang yang cukup besar. Dalam usaha ini, memiliki perbedaan dengan usaha yang lainnya. Terutama dalam menu-menu yang ditawarkan yang bereda dengan produk dari warung lain yang sudah ada sebelumnya.
d. Treaths (ancaman)
Ancaman yang dapat timbul dari usaha warung penyet ini antara lain persaingan yang tidak sehat, harga bahan baku yang tidak menentu.
2.7 Perencanaan Biaya
Modal Tetap
a) Sewa tempat 1 tahun : Rp. 2.000.000
b) Reab : Rp. 1.000.000
c) Peralatan masak, dan barang pecah belah : Rp 220.000
d) Belanja harian : Rp. 180.000
Rp. 3.400.000 Rincian Penjualan Usaha
a) Penjualan makanan dan minuman per hari
40 porsi @ Rp.10.000 : Rp. 400.000
10 minuman @ Rp. 5.000 : Rp . 50.000
b) Estimasi keuntungan
Hasil penjualan per hari : Rp. 450.000
Belanja harian : Rp. 180.000
Keuntungan per hari : Rp. 270.000
Keuntungan per bulan Rp. 270.000 x 30 : Rp. 810.000
BAB III PENUTUP
Usaha warung makan kini menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Selain karena semakin bertambahnya jumlah penduduk dari hari ke hari, perubahan ekonomi juga dapat mempengaruhi semakin majunya usaha-usaha rumah makan.
Warung Ayam Penyet merupakan usaha yang bergerak dibidangmakanan dan merupakan suatu jenis bisnis makan baru yang berada di daerah kecamatan Lahewa. Letak yang strategis dan juga pelayanan yang baik diharapkan mampu menarik pelnggan sebanyak-banyaknya
Alasan kenapa saya ingin mendirikan usaha ini karena mengingat sekarang karena peminat ayam penyet yang luas dan juga usaha ini masih belum mendominasi di sekitar Pasar Lahewa. Maka dari itu potensi untuk mendapatkan ataumenarik konsumen juga sangat bagus. Kemudian dari pada itu, pendirian usaha ini juga merupakan wujud dari sebagian proses pengembangan diri dan aktulisasi dari ilmu kewirausahaanyang saya pelajari, dengan harapan semoga bisnis ini bisa menjadi salah satu cara memperbaiki ekonomi keluarga dan juga masyarakat lainya.
DAFTAR PUSTAKA
Maulana, Iqbal & Finisica Dwijayati Patrikha. 2021“Analisis kinerja dan strategi berdasarkan analisis swot dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan.”
AKUNTABEL 18 (4)
Melati, Karina Rima. 2017. “Perancangan dan Implementasi Perencanaan Bisnis dan Startegi Promosi bagi Kelompok Rintisan Usaha Mandiri Sanggar batik jengolo dan Sekar Arum di Kota Yogyakarta.” Indonesian Journal of Community Engagement. 2(2)
Sukirman. 2017. “Jiwa Kewirausahaan Dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian Usaha Melalui Perilaku Kewirausahaan.”Jurnal Ekonomi dan Bisnis 20 (1)
Supriyanto. 2009. “Business Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha.”
Juranal Ekonomi dan Pendidikan 6(1)