Guru bisa saja mengajar hingga berbusa-busa mulutnya, namun peserta didik tidak mengerti apa yang disampaikan guru, atau bisa saja guru mengajar, peserta didik “melamun tidak jelas”.
Guru harus tahu, bahwa hak mengajar ada di tangan peserta didik, bukan di tangan guru. Yang perlu dilakukan guru adalah “merebut” hak mengajar tersebut, ucap Mustofa Jufri, seorang psokilog manusia. Bagaimana caranya? Caranya, puaskan otak reptil peserta didik terlebih dahulu, ajar peserta didik sesuai gaya belajar dan modalitas belajarnya, dan masukkan informasi pengetahuan lewat jendela (lobus) kecerdasan peserta didik yang terbuka lebar. Dan tidak ada anak yang “bodoh”, yang ada anak yang “berkemampuan rendah”. Obatnya adalah guru yang tepat dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan jenis kecerdasan atau gaya belajar dan modalitas belajar anak
Chatib dan Said (2012), menyebut empat tipe kemampuan menyerap informasi pelajaran pada setiap anak, yaitu:
1. Tipe pembelajar cepat (fast learner)
Ciri umum anak yang memiliki tipe pembelajar cepat adalah sangat mudah memahami pengetahuan yang diinformasikan. Guru biasanya hanya membutuhkan satu kali pengulangan agar murid bisa memahami materi yang disampaikan.
2. Tipe pembelajar normal (normaly learner)
Anak dengan tipe pembelajar normal membutuhkan sekali sampai tiga kali pengulangan materi ajar agar memahami isi materi ajar.
3. Tipe pembelajar lambat (slow learner)
Anak dengan tipe pembelajar lambat adalah anak yang memerlukan waktu pengulangan yang sering. Guru membutuhkan beberapa kali pengulangan (bisa 3 – 6 kali pengulangan atau lebih) agar anak bisa memahami materi yang dijelaskan.
4. Tipe pembelajar sangat lambat (very slow learner)
Umumnya, anak yang berada pada tipe ini adalah anak kategori berkebutuhan khusus.
Tipe anak ini, amat sangat lambat memahami isi materi dikarenakan alasan medis dan psikologis (mental).
Empat tipe kemampuan menyerap informasi pelajaran pada anak adalah deskripsi mengenai kecepatan memahami konteks materi ajar. 1
1 Alamsyah Said, S.Pd., M.Si. dan Andi Budimanjaya, S.Pd., 95 STRATEGI MENGAJAR MULTIPLE
INTELLIGENCES : Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa, (Jakarta, K E N C A N A, 2015) h. 15- 16.