• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Penulisan Tinjauan Artikel

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Cara Penulisan Tinjauan Artikel"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG

Sari Kepustakaan : Cara Penulisan Tinjauan Artikel Penyaji : Giovanni Adrian Santoso

Pembimbing : Dr. dr. Shanti Fitrianti Boesoirie, Sp.M(K), M.Kes

Telah Diperiksa dan Disetujui oleh Pembimbing

Dr. dr. Shanti Fitrianti Boesoirie, Sp.M(K), M.Kes

Kamis, 13 April 2023 Pukul 07.30 WIB

(2)

I. Pendahuluan

Tinjauan artikel merupakan tulisan yang dibuat untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai suatu studi atau penelitian. Pembahasan tinjauan artikel mencakup kelebihan dan kekurangan dari objek yang ditinjau atau menggabungkan beberapa studi untuk memperkuat analisis pada studi yang dilakukan. Tinjauan artikel memberikan ringkasan kritis mengenai topik yang dibahas untuk menjelaskan bukti ilmiah yang berlaku saat ini. Kriteria tinjauan artikel yang baik mencakup kata kunci dari penelitian, memiliki dasar ilmiah, dan pembahasan keilmuan yang disetujui atau masih menjadi kontroversi. Proses penulisan untuk penelitian selanjutnya membutuhkan arahan dan jawaban atas pertanyaan yang belum terjawab dari penelitian sebelumnya.1–3

Perkembangan ilmu kesehatan saat ini membuat penulisan tinjauan artikel menjadi semakin penting. Institusi medis di Kanada menyediakan dukungan dana pengembangan untuk tinjauan artikel agar bisa memenuhi kebutuhan para peneliti.

Tenaga medis mendapatkan keuntungan dari perkembangan tinjauan artikel sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan di bidangnya dan dapat menggunakan tinjauan artikel sebagai titik awal dalam merumuskan suatu pedoman medis. Tinjauan artikel yang membahas suatu topik dengan komprehensif dan terstruktur berguna bagi pembaca lebih mudah memahami maksud dari penulis.

Ikhtisar yang menarik dapat menjadi sumber informasi penting dan dapat digunakan dalam sitasi penulisan selanjutnya.4–6

Penulisan tinjauan artikel membutuhkan pengalaman dan waktu agar dapat membuat suatu seni penulisan yang baik dan benar. Penggunaan sumber terbaru dan peninjauan kembali oleh peer reviewer mengurangi adanya bias yang muncul di dalam penulisan. Proses menentukan daftar penulis dan kontribusi individu dilakukan diawal untuk menghindari konflik yang dapat terjadi di kemudian hari.1,2,7 Sari kepustakaan ini bertujuan untuk membahas cara penulisan tinjauan artikel yang baik.

(3)

II. Penulisan Tinjauan Artikel

Beberapa ahli telah melakukan evaluasi terhadap kualitas dari tinjauan artikel.

Murlow telah mengevaluasi lima puluh tinjauan artikel dan menunjukkan bahwa tidak ada satupun tulisan yang sesuai dengan standar kaidah sains pada tahun 1985 dan 1986. Moher D dkk. melanjutkan proses evaluasi terhadap tinjauan artikel, melakukan penilaian terhadap aspek kaidah penulisan tinjauan artikel, dan studi meta analisis yang tidak sesuai dengan kaidah sains pada tahun 1996. Hasil evaluasi tersebut menghasilkan perumusan Quality Of Reporting Of Meta-analyses (QUOROM) yang merupakan suatu pedoman penulisan pada meta analisis dari studi terkontrol acak. Pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) merupakan pedoman terbaru yang dirumuskan pada tahun 2009.5,6,9

Perumusan PRISMA digunakan untuk membantu reviewer sistematik dapat melaporkan tujuan dari penulisan tinjauan artikel, hal yang telah penulis lakukan, dan penemuan baru oleh penulis. Kemajuan dalam metodologi dan terminologi tinjauan sistematis mewajibkan pembaruan pedoman yaitu PRISMA 2020.

Pedoman PRISMA 2020 mencakup panduan pelaporan baru yang mencerminkan kemajuan dalam metode untuk mengidentifikasi, memilih, dan menilai sebuah studi. Struktur dan penyajian tiap poin pada PRISMA telah mengalami modifikasi untuk memfasilitasi implementasi.7,8,10

Pembahasan pedoman PRISMA 2020 terdiri dari beberapa poin yang dapat digunakan sebagai panduan untuk penulisan tinjauan. Penulisan judul merupakan langkah awal yang bisa mewakili topik pembahasan dalam tulisan tersebut. Abstrak dan pendahuluan memiliki sifat yang rasional dan objektif. Penulisan metode mencakup beberapa poin penting seperti kriteria kelayakan, sumber informasi yang digunakan, dan strategi pencarian. Bagian metode juga membahas proses seleksi, proses pengumpulan data, studi risiko dari penilaian bias, pengukuran efek, metode sintesis, pelaporan dari penilaian bias, dan penilaian ketentuan.5,8,9

Bagian hasil dari pembahasan PRISMA 2020 mencakup pemilihan studi yang menjelaskan proses seleksi studi, kriteria inklusi, dan kriteria eksklusi. Penulisan bagian hasil juga menjelaskan karakteristik studi, risiko adanya bias pada studi,

(4)

hasil dari sintesis studi, bukti ilmiah, interpretasi, limitasi, dan implikasinya. Data registrasi, protokol, sponsor yang berperan, konflik kepentingan, dan ketersediaan data berupa kode maupun material lainnya menjadi bagian tambahan dalam PRISMA.5,7,11

2.1 Tipe Tinjauan Artikel

Dua tipe tinjauan artikel yang paling banyak digunakan di bidang kedokteran yaitu tinjauan tradisional dan tinjauan sistematis. Tinjauan tradisional membahas topik yang dipilih dalam aspek yang berbeda dan memberikan penilaian secara lebih luas. Penulisan tinjauan tradisional tidak memiliki panduan khusus dan menjadi semakin komprehensif sejak berkembangnya tinjauan sistematis. Beberapa contoh tinjauan tradisional yaitu tinjauan naratif, tinjauan kritis, dan tinjauan integratif.8,9,11

Tinjauan sistematis mengadopsi tujuan khusus dan metodologi yang baik untuk menjelaskan topik pertanyaan dalam pembahasan. Studi terkontrol acak dan studi observasional merupakan fokus dari tinjauan sistematis. Pelaporan dengan standar dan panduan yang jelas memberikan tingkat bukti tertinggi dalam ilmu kedokteran.

Penulisan tinjauan sistematis memiliki tujuan yang berperan penting dalam pengembangan pedoman klinis. Studi meta-analisis merupakan salah satu contoh dari tinjauan sistematis.1,3,12

Penulis tinjauan sistematis harus melakukan survei yang sangat rinci dan komprehensif pada topik yang dipilih. Tinjauan sistematis menjadi artikel dengan bukti tertinggi karena hasil dari survei yang rinci dengan keterlibatan bias penulis yang lebih sedikit. Tinjauan kualitatif dan kuantitatif merupakan pembagian dari tinjauan sistematis. Perbedaan tinjauan kuantitatif dan kualitatif yaitu data studi dikumpulkan dan dievaluasi secara statistik.9,11,13

2.2 Cakupan Penulisan Tinjauan Artikel

Tahap perencanaan dalam menulis tinjauan artikel yaitu menentukan topik ilmiah dari artikel yang ditulis. Pembahasan tulisan tentang topik dalam bidang keahlian yang dikuasai. Topik ulasan harus menyesuaikan dengan ruang lingkup

(5)

jurnal yang ditargetkan untuk menerbitkan tinjauan artikel. Motivasi personal penulis, ketepatan waktu dalam penulisan, pembaharuan topik, luasan pembahasan topik, keahlian penulis, dan relevansi jurnal merupakan contoh faktor yang memerlukan pertimbangan dalam penulisan.4,10,14

Gambar 2.1 Cakupan dalam penulisan tinjauan artikel Dikutip dari : Dhillon P.13

Ruang lingkup penulisan tinjauan artikel menggunakan kebiasaan penulis merupakan langkah yang kedua. Pendapat yang otoritatif tentang suatu topik merupakan hasil dari pekerjaan penulis dalam jangka waktu panjang dan telah mempublikasikan makalah penelitian pada konferensi ilmiah. Penulis yang membahas topik di luar kompetensinya tidak dapat memberikan pendapat yang otoritatif.9,12,13

Langkah ketiga yaitu mempertimbangkan kelayakan topik ulasan untuk ditulis dan dibahas. Makalah penelitian yang relevan tidak dapat ditemukan dengan mudah dalam lima tahun terakhir setidaknya lima belas hingga dua puluh tulisan membuat dasar penelitian kurang kuat. Penjaminan dasar penelitian yang kuat berdasarkan jumlah tulisan yang memadai. Penulis memberikan perspektif berbeda untuk

(6)

tinjauan artikelyang telah terpublikasi dalam satu hingga dua tahun terakhir akan memberikan pembaharuan yang bermakna dan membuka wawasan pembaca secara lebih luas.2,13,15

Kesalahan umum yang dibuat oleh penulis adalah menulis tanpa menentukan kerangka berpikir. Penulisan menjadi tidak terstruktur dan sistematis sehingga pembahasan sulit untuk dimengerti pembaca. Tinjauan artikel mencakup pembahasan singkat, mudah dimengerti, dan berbeda dengan penulisan tesis atau buku yang membutuhkan waktu lebih panjang dalam penyusunannya. Pemilihan topik yang menarik dan dikuasai penulis memberikan kemudahan bagi pembaca dari berbagai bidang ilmu untuk mengerti gambaran besar topik yang dibahas.12,15,16

2.3 Tahapan Penulisan Tinjauan Artikel

Tahap utama dalam menulis tinjauan artikel adalah memiliki metodologi yang telah ditentukan sebelumnya, dijelaskan dalam teks dengan jelas, dan memiliki format yang terstruktur. Praktik yang paling umum digunakan yaitu menulis tinjauan artikel dalam format introduction, method, result, and discussion (IMRaD) disertai dengan judul, abstrak, kata kunci, dan referensi. Penulisan sesuai kaidah tersebut membuat pembaca mendapatkan informasi secara sistematis dan terstruktur.2,5,9

Penulisan tinjauan artikel yang sesuai kaidah perlu memikirkan cara menyusun pertanyaan penelitian dan memahami topik yang dipilih dengan baik. Pembagian pertanyaan penelitian menjadi beberapa komponen merupakan bagian dari proses penulisan yang baik. Format pertanyaan umumnya menggunakan prosedur patient, problem or population, intervention, appropriate comparisons, dan outcome measures (PICO). Pembahasan PICO contohnya pada pasien pria dengan katarak dibandingkan dengan dilakukan tindakan Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE) dengan fakoemulsifikasi terhadap kepuasan pasien.4,5,7

Sumber yang terpercaya merupakan hal penting karena berguna sebagai dasar penulisan tinjauan artikel. Sumber data dan sistem pencarian yang mendukung dapat membantu dasar penulisan yang baik. Pencatatan yang sistematis terhadap

(7)

sumber data yang digunakan berguna untuk memastikan bahwa sumber informasi tersebut telah cukup dan memadai untuk memulai penulisan.6,9,11

2.3.1 Penulisan Judul, Abstrak, Kata Kunci, dan Pendahuluan

Penulisan judul merupakan bagian penting dari suatu tinjauan artikel. Penulisan harus singkat, informatif, dan menarik menjadi satu kesatuan seperti halnya judul artikel penelitian. Judul harus menyertakan tipe dari tinjauan secara akurat.

Pemilihan kata kunci atau kata yang berkaitan memudahkan pembaca pada saat mencari menggunakan sistem pencarian.2,11,16

Abstrak tinjauan artikel memiliki prinsip dasar yang sama seperti abstrak artikel penelitian. Abstrak yang baik fokus pada pembahasan topik dan menunjukkan tingkat kepentingan serta menariknya topik yang dibahas. Penulisan abstrak dan judul harus memiliki draf penulisan yang lengkap. Draf penulisan yang lengkap menjadi elemen terkuat dan unik sehingga menarik minat untuk membaca.6,9,12

Pembaca dari berbagai bidang harus dapat mengakses dengan mudah kata kunci pada tinjauan artikel. Bahasa yang jelas, tepat, dan ringkas memudahkan pembaca mengerti pembahasan topik. Penulis sebaiknya menghindari kalimat yang terlalu panjang. Pembaca semakin mudah memahami tinjauan artikel dengan pemilihan bahasa yang umum dan dapat menggunakan tinjauan artikel ini sebagai sitasi penulisan berikutnya.1,9,11

Pendahuluan memiliki tujuan yaitu menjelaskan penulisan tinjauan artikel dan meningkatkan minat membaca. Penulis menjelaskan perkembangan terkini tentang topik yang menjadi perhatian dan menjelaskan fungsi tinjauan pada bagian pendahuluan. Penulisan tinjauan artikel yang ditulis harus berbeda dari sebelumnya dan menjadi praktik yang baik untuk membandingkan pandangan yang merujuk pada tinjauan artikel sebelumnya mengenai pembahasan topik tersebut.3,4,8

2.3.2 Penulisan Metode dan Hasil

Bagian metode dari tinjauan artikel membahas secara rinci dan sistematis untuk membuktikan bahwa tulisan ini dapat digunakan kembali pada penulisan selanjutnya. Metodologi harus menjelaskan topik secara rasional dan pembaca

(8)

mudah untuk mengerti. Metode dari tinjauan artikel mencakup kata kunci yang digunakan untuk pencarian, basis data yang telah diseleksi, dan kerangka waktu yang dipilih untuk pencarian artikel. Kriteria inklusi dan eksklusi menjelaskan faktor yang digunakan dalam penulisan.2,9,17

Bagian hasil menjelaskan diagram alur yang menunjukkan jumlah makalah yang diidentifikasi, diinklusi, dan dieksklusi dengan menyesuaikan pedoman PRISMA sebagai dasar penulisan. Penulisan hasil mencakup penjelasan kutipan, karakteristik, dan hasil dari masing-masing studi yang disertakan. Kualitas, validitas, dan dampak tulisan dapat memberikan informasi yang diperlukan juga merupakan bagian dari hasil.4,5,16

Informasi yang relevan tentang artikel harus menggambarkan ringkasan topik dan menyertakan informasi penting dalam bentuk tabel. Tabel dalam tinjauan artikel dapat memberikan informasi singkat yang mudah untuk pembaca. Tabel ringkasan mencakup informasi lainnya tentang metode, kerangka kerja, kelebihan, keterbatasan, dan konsep dari pembahasan artikel. Tabel dengan ukuran yang besar disertakan pada bagian data tambahan.1,5,10

2.3.3 Penulisan Diskusi dan Kesimpulan

Penulisan diskusi memberikan interpretasi umum dari bagian hasil dan menyajikan pendapat dari para ahli. Tinjauan artikel membahas penulisan sebelumnya yang relevan dan menganalisisnya. Penulisan tinjauan artikel yang baik mensintesis dan menarik kesimpulan dari pembahasan. Bagian diskusi memberikan interpretasi objektif dari bagian hasil dan membimbing pembaca untuk dapat memahami pembahasan topik dengan baik.10,16,17

Penulis menambahkan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dan memastikan pembahasan diskusi telah mencakup seluruh permasalahan yang diangkat pada penulisan. Bagian diskusi membahas keterbatasan penulisan dan bias dari artikel yang disertakan secara bersamaan dengan proses penulisan yang berlangsung. Penulisan diskusi berguna untuk membahas dampak yang dihasilkan dari hasil penelitian dan pada praktik klinis ke depannya.1,5,11

(9)

Kesimpulan merangkum pesan utama dari artikel serta membahas mengenai peluang dan tantangan pada penulisan selanjutnya. Pembuatan kesimpulan yang baik dapat memberikan kontribusi lebih lanjut berupa wawasan yang baru dan dapat menjawab pertanyaan yang sedang dibahas. Tinjauan artikel memiliki kesimpulan yang bersifat hipotetis. Pandangan yang berbeda dari kesimpulan tinjauan artikel lainnya akan memperluas pandangan dari pembaca dan membuat pembaca dapat memahami satu topik dalam dua sudut pandang yang berbeda.4,8,9

2.3.4 Umpan Balik dari Peer Reviewer

Tinjauan artikel mendapatkan peninjauan oleh peer reviewer dengan cara yang sama seperti makalah penelitian. Umpan balik dari peer reviewer yang berpengalaman membantu proses validitas dari draf tinjauan artikel yang ditulis.

Fungsi dari proses umpan balik yaitu menemukan kekurangan, kekeliruan, dan keraguan yang terlewatkan oleh penulis. Kesalahan penulisan terjadi karena penulis terlalu sering membaca kembali tulisannya sendiri. Penulis harus membaca kembali draf yang ditulis minimal satu kali lagi sebelum mengajukan untuk publikasi.

Pembenaran kesalahan ketik dan kalimat yang tidak padu mendekati tenggat waktu membuat peer reviewer untuk fokus memberikan saran tentang konten daripada penulisan secara utuh.6,7,10

Umpan balik dari peer reviewer berguna untuk menulis tinjauan artikel yang baik. Kolega dari berbagai bidang memberikan umpan balik yang berguna untuk memperoleh keanekaragaman pandangan tentang draf yang ditulis. Pandangan yang bertentangan tentang manfaat makalah dan tentang cara memperbaikinya lebih baik daripada tidak adanya umpan balik. Keragaman perspektif umpan balik pada tinjauan artikel dapat membantu mengidentifikasi di mana pandangan konsensus berada dalam cakupan pemahaman ilmiah saat ini tentang suatu permasalahan.1,5,12

Peninjauan sebanyak satu hingga dua kali oleh peer reviewer yang berpengalaman berjumlah minimal dua orang berguna untuk menyusun penulisan yang baik. Editor melanjutkan proses tinjauan dengan menyesuaikan format dan melakukan penyuntingan secara bertahap. Perubahan pada gambar, tabel, dan teks

(10)

merupakan bagian dari proses developmental editing. Proses menyunting berfungsi untuk mengoptimalkan format, relevansi, dan pembahasan dari penulisan artikel.

Editor bertugas memperbaiki kesalahan seperti kutipan sumber yang tidak sesuai standar, memberikan koreksi kata yang ambigu dalam penulisan, dan dapat melakukan perubahan dengan persetujuan dari penulis. Proses perubahan penulisan biasanya terjadi secara berulang selama proses publikasi. Editor dan peer reviewer memberikan arahan kepada penulis untuk merevisi tinjauan artikel dengan tetap mempertahankan gaya penulisan yang digunakan. Gaya penulisan yang berbeda meningkatkan minat membaca dan membuat pembaca memahami topik dengan pengertian yang lebih luas.4,7,14

III. Simpulan

Tinjauan adalah upaya objektif untuk menganalisis kembali bukti ilmiah saat ini tentang topik tertentu dan dampaknya. Bagian dari tinjauan artikel yang baik meliputi penjelasan mengenai tinjauan dilakukan, penggambaran metodologi yang digunakan, dan memberikan pendapat ahli tentang bukti yang didapat dalam format terstruktur. Tinjauan yang berkualitas tinggi penting untuk menjadi panduan praktik klinis dan penelitian selanjutnya.

(11)

10

DAFTAR PUSTAKA

1. Palmatier RW, Houston M, Hulland J. Review articles: Purpose, process, and structure: Semantic scholar. J Acad Mark Sci. 2018;46:1-5.

2. Paul J, Criado AR. The art of writing literature review: What do we know and what do we need to know? Int Bus Rev. 2020;29(4):1-7.

3. Meyer C, Roux S. Find and use review articles. WI+RE - Quick and practical research and writing tutorials, collaboratively designed by students at UCLA. Los Angeles: UCLA Library; 2020. Tersedia dari:

https://uclalibrary.github.io/research-tips/review-articles/

4. Pati D, Lorusso LN. How to write a systematic review of the literature.

HERD. 2018;11(1):15–30.

5. Page MJ, McKenzie JE, Bossuyt PM, Boutron I, Hoffmann TC, Mulrow CD, dkk. Updating guidance for reporting systematic reviews: development of the PRISMA 2020 statement. J. Clin. Epidemiol. 2021;134:103–12.

6. Paul J, Lim WM, O’Cass A, Hao AW, Bresciani S. Scientific procedures and rationales for systematic literature reviews (SPAR‐4‐SLR). Int J Consum Stud. 2021;1:1-16.

7. Dhillon P. How to be a good peer reviewer of scientific manuscripts. FEBS J. 2021;288(9):2750–6.

8. Leclercq V, Beaudart C, Ajamieh S, Rabenda V, Tirelli E, Bruyère O. Meta- analyses indexed in PsycINFO had a better completeness of reporting when they mention PRISMA. J Clin Epidemiol. 2019;115:46–54.

9. Higgins JPT, Thomas J, Chandler J, Cumpston M, Li T, Page MJ, dkk.

Cochrane handbook for systematic reviews of interventions, Edisi ke-2.

Chichester: John Wiley & Sons; 2019. hlm. 189-293.

10. Page MJ, McKenzie JE, Bossuyt PM, Boutron I, Hoffmann T, Mulrow CD, dkk. Mapping of reporting guidance for systematic reviews and meta- analyses generated a comprehensive item bank for future reporting guidelines. J Clin Epidemiol. 2020;118:60–8.

11. Sutton A, Clowes M, Preston L, Booth A. Meeting the review family:

exploring review types and associated information retrieval requirements.

Health Info Libr J. 2019; 36(3):202-22.

12. Aromataris E, Stern C, Lockwood C, Barker TH, Klugar M, Jadotte Y, dkk.

JBI series paper 2: Tailored evidence synthesis approaches are required to answer diverse questions: a pragmatic evidence synthesis toolkit from JBI. J Clin Epidemiol. 2022;150:196–202.

13. Dhillon P. How to write a good scientific review article. FEBS J. 2022;

289(13):3592–602.

14. Zimba O, Gasparyan AY. Scientific authorship: a primer for researchers.

Rheumatology. 2020; 58(6):345–9.

15. Gasparyan AY, Yessirkepov M, Voronov AA, Maksaev AA, Kitas GD.

Article-level metrics. J Korean Med Sci. 2021;36(11):1–11.

(12)

16. Erol A. Basics of writing review articles. Noro Psikiyatr Ars. 2022;59(1):1- 2.

17. Aveyard H, Bradbury-Jones C. An analysis of current practices in undertaking literature reviews in nursing: findings from a focused mapping review and synthesis. BMC Med Res Methodol. 2019;19:1-9.

Referensi

Dokumen terkait

tulisan yang dimuat pada jurnal yang diasuh Lembaga Penelitian ini haruslah hasil penelitian. yang ditulis kembali menjadi

Judul artikel yang ditulis dalam bahasa Indonesia tidak boleh lebih dari 15 kata dan judul artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris maksimal 12 kata.. Contoh

Berikut ini format penulisan artikel mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triatma Mulya JUDUL ARTIKEL Abstrak Pendahuluan Kajian Pustaka Metode Penelitian Hasil

Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (EYD), maksimal 250 kata yang mencakup penjelasan mengenai mengapa penelitian dilakukan, metode,

Daftar rujukan ditulis di bagian akhir artikel ilmiah yang berisi sumber-sumber rujukan yang digunakan dalam artikel baik berupa buku, artikel ilmiah, makalah, atau sumber-sumber

Laporan hasil praktik kerja lapangan di situs web Okezone yang membahas proses penulisan naskah untuk artikel, media sosial, dan

Dokumen ini memberikan panduan mengenai format penulisan artikel ilmiah, termasuk format judul, nama penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, dan

Dokumen ini memberikan panduan singkat mengenai penulisan artikel ilmiah untuk Jurnal Teknik Mesin Indonesia, mencakup format abstrak, kata kunci, dan elemen penting