• Tidak ada hasil yang ditemukan

Carera Tiara - Live In

N/A
N/A
Carera “Tiara”

Academic year: 2025

Membagikan "Carera Tiara - Live In"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGALAMAN LIVE IN DI DESA PELEM DUKUH YOGYAKARTA

Nama : Carera Tiara Kelas/No : XI MIPA 3 / 03

A. Biodata Orang Tua Asuh (Keluarga Pak Mujiyanto & Ibu Ratinah)

Aku dan teman-teman ku tinggal bersama Bapak Mujiyanto dan Ibu Ratinah. Bapak Mujiyanto sendiri bekerja sebagai buruh dan juga supir. Biasanya setiap pagi dia bakal merawat kambing-kambingnya. Mereka punya 12 kambing dewasa dan 3 kambing anak-anak. Nah, setiap 1 jam sekali kambing-kambingnya bakal dikasih keluar gitu buat reflexing. Kadang bapak juga mengantar Bruder ataupun orang tua yang lain (kaget dia punya 2 mobil + 1 truk + 1 motor gede).

Bapak juga pergi ke ladang biasa setiap pagi jam 7-8 an dan siang jam 1-2 an. Kalau pagi cuman ke ladang yang dekat, buat siang baru agak jauh.

Kalau buat Ibu Ratinah, dia juga memiliki pekerjaan sebagai buruh. Biasa dia membantu bapak kalua ke ladang. Gak cuman itu, ibu juga bantu warga yang lain seperti bantu bungkus catering, membuat makanan, dan lain-lain. Notes!

Masakannya enak-enak banget, top dehh. Buat rumahnya sendiri itu paling dekat dengan Gereja, kurang dari 100 m.

(2)

B. Perjalanan Live In

Senin saya terbangun jam 2 pagi, lalu saya mulai berkemas baju baju saya memasukkannya kedalam koper. Lalu pada jam 4 pagi, saya mandi dan bersiap untuk pergi live in. Saya berangkat dari rumah jam 5 menuju stasiun Pasar Senen, sesampainya di stasiun teman-teman saya sudah berada di dalam. Saya pun berlari dan masuk ke dalam gerbong kereta. Saya di gerbong 6 bersama teman sekelas saya, awalnya duduk berempat dengan Claudia, Clarence, dan Darren namun selama diperjalanan banyak yang tuker tempat duduk. Di dalam kereta kami dibagikan hokben, lalu saya memakannya dan tidur. Selang 2 jam, saya dan teman saya Beata, Theresya, dan Zuwina pergi ke kantin dan kita bermain kartu. Tak kerasa ternyata terlalu lama di Kantin, kami pun terkena usir oleh petugas KAI di sana. Kami pun berpindah ke tempat duduk Beata, Beata duduk bersama guru- guru. Kami berempat akhirnya meminjam tempat duduk para guru, lalu kami bercanda dengan Pak Andi.

Saat guru-guru lain sudah kembali, kami memutuskan ke tempat duduk saya. Lalu saya bersama Theresya, Zuwina, dan satu teman lagi bermain mobile legends, sedangkan Beata tidur. Tak lama Beata bangun dan mengajak kembali ke kantin untuk makan dan mencari kesejukkan. Saat kereta sudah berada di Stasiun Kutuarjo, kami berempat balik ke tempat masing-masing dan mempersiapkan koper kami. Saya tertidur saat kereta pergi dari stasiun Kutoarjo ke stasiun Wates.

Saat kereta sudah mau sampai stasiun Wates, kami berbaris untuk keluar. Lalu saat kereta sampai stasiun Wates, kami satu persatu keluar lalu berbaris diluar

menunggu jemputan truk kami. Saat truk datang, saya terpisah dengan teman sekelas saya. Truk yang saya naiki cukup stabil, saat dalam truk sangat

menyenangkan walau sedikit masuk angin karena saya berada di paling depan dan menghadap kedepan. Kami naik truk dari stasiun Wates sampai ke gereja Santa Maria Fatima Palem Dukuh. Saat sampai gereja, tas kami diletakkan diluar gereja lalu kami duduk dalam gereja sesuai kelasnya. Saya bersama keempat teman saya membawakan tarian pengiring pembukaan, sangat tegang namun berjalan

lumayan lancar. Setelah menari, Pak Jodi melanjutkan pidatonya sampai akhirnya nama kami dibacakan per-kelompok untuk dipertemukan orang tua asuh kami.

(3)

C. Hari Pertama

Saya mendapatkan rumah yang dekat dengan gereja, rumah yang besar dengan penjaga anjing bernama Ciki. Saya serumah dengan Beata dan

Theresya. Saat sampai rumah kami diberikan kamar yang cukup luas, dimana ada 2 kasur yang terpisah. Tak hanya itu, kami bahkan ditawari untuk tidur sendiri-sendiri. Kami dibikinkan teh manis, setelah meminumnya saya dan teman saya bergantian untuk mandi. Sembari menunggu teman saya mandi, saya mengajak kedua orang tua asuh saya berbincang-bincang tentang keluarga di sana. Setelah semua sudah mandi, kami diajak makan bersama. Setelah makan malam dan meminum teh manis hangat, saya menonton tv pertandingan bola voli sebentar lalu lansung tidur karena capek dan tidak enak badan. Pada malam hari saya sesekali terbangun.

D. Hari Ke-2

Setelah bisa tertidur, saya dibangunkan Beata pukul 5 lewat 30 menit pagi hari. Kami bangun lalu cuci muka, lalu menunggu untuk makan bersama. Pagi itu setelah makan, saya, Beata dan Theresya ijin untuk keliling. Pulangnya saya malah demam dan akhirnya saya beristirahat. Awalnya saya diajak untuk pergi ke puskesmas, namun karena tidak enak hati saya pun menolaknya dengan mengatakan bahwa saya mempunyai obat flu dan batuk. Saat saya terbangun, Bu Weni dan Bu Grace sedang berpatroli. Saya meminta obat kepada Bu Grace. Tak lama setelah Bu Weni dan Bu Grace pergi, Beata dan Theresya baru balik dari rumah tetangga dengan membawa beberapa cemilan. Lalu setelah memakan sedikit cemilan, kami pun makan siang bersama. Setelah makan, kami meminta untuk diajak ke ladang untuk mencari rumput. Ibu asuh kami setuju dan mengatakan “nanti biar bapak yang antar pakai gerobak” kami sedikit terkejut dan membayangkan bagaimana bapak asuh kami menarik kami dengan gerobak.

Kami juga membayangkan saat rumput telah terkumpul, apakah akan kami duduki layaknya jerami atau akan kami gotong. Saat asik asik mengobrolkannya tiba tiba terdengar suara mobil pick up, kami bertiga terkejut karena gerobak yang dimaksud ibu asuh kami adalah mobil pick up. Kami pun tertawa bersama karena tidak sesuai dengan ekpetasi kami. Saya sempat dilarang untuk ikut

(4)

karena saya sedang sakit, namun saya memaksa untuk ikut pergi ke ladang. Kami pun hamper gagal ke ladang karena gerimis, namun tekad kami tak gentar dan kami tetap pergi. Sesampainya di ladang ternyata seperti hutan gituu, kami ikut turun. Walau ibu asuh kami terus bilang agar kami tak usah ikut turun, lagi lagi kami kekeh untuk tetap ikut. Benar saja ada sedikit jalanan curam dan Beata hampir terpeleset. Lalu saya memimpin di depan, sesampainya dibawah kami hanya membantu memetik cabe, tidak ikut mencari rumput karena medan yang licin dan rawan rumput gatal. Sembari menunggu, kami tiba tiba dikasih salak, lalu kami memakan salak yang baru di petik itu. Setelah dari ladang, kami pulang lalu bersiap untuk misa. Saat misa saya merasa menggigil, ternyata setelah Beata pegang tubuh saya, saya panas tinggi. Akhirnya di beberapa bagian misa saya tidur. Selesai misa saya mulai baikkan karena sudah minum obat. Setelah misa, kami berfoto per kelas lalu pulang, mandi lalu makan malam. Setelah makan malam, kita berkunjung ke beberapa rumah teman. Di rumah ibu asuh novi saya mencoba untuk memarut papaya, lalu kita pergi ke rumah jessica di jalan buntu tanpa senter dan gelap (tere yang mimpin wokwowok). Lalu kami pulang sekitar jam 9 teng dan tidur.

E. Hari Ketiga

Seperti biasa kami bangun jam 6 lalu kami izin keluar untuk berjalan-jalan pagi. Kami mengitari satu putaran sekitar lebih dari 5 km itu dari arah kiri jalan gua lawangsih lalu muncul-muncul di sebelah kanan gua Lawangsih. setelah capai kami pun balik ke rumah dan kami makan pagi bersama. Setelah sarapan, Ibu mengajak kami untuk pergi jalan-jalan kami pun bersiap-siap. kami menaiki mobil dan menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam selama di mobil saya hanya tidur tidur tidur tidur dan kalau tidak tidur, saya makan cemilan saya pun makan buah duku yang baru dibeli saat perjalanan. Tidak menyangka ternyata kami berjalan hingga ke kota Sleman, ternyata di kota Sleman terdapat keluarga dari kakak Ibu asuh kami. Sesampai di sana kami mengobrol-ngobrol bersama lalu kami pun ditawari untuk makan siang. Setelah makan siang kami bertiga izin untuk jalan-jalan di sekitaran rumah itu, kami tidak jalan jauh karena takut tersasar. Lalu tak lama kami pun balik ke desa palem dukuh di tengah jalan kami

(5)

diajak makan bakso di warung Jaka Wonogiri. saya memesan bakmi karena saya penasaran dengan bakmi yang ada di Jawa. Setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan menuju desa palem dukuh untuk menonton pertunjukan jarangan.

pertunjukannya sangat seru saya pun ikut berpartisipasi untuk menari, karena tidak ada yang mau maju. Acara pun selesai sampai jam 5 sore, setelah itu kami bergegas pulang dan bersih-bersih. Kami mandi, makan, lalu menonton badminton sebentar. Setelah itu seperti biasa, kami pun izin keluar untuk jalan- jalan ke rumah teman kami lainnya. di rumah Novita kami banyak bercerita tentang pertunjukan tadi kami pun bertanya siapa saja yang yang menarikan pertunjukan tersebut. Di situlah kami mengenal namanya Asep, yang namanya Rendy, yang namanya pandu, dan juga kami melihat sandi bestinya peno ikut menarikan tarian tersebut. Setelah pukul menunjukkan jam 9 malam kami pun pamit pulang dan sesampainya di rumah kami tertidur. saya terbangun jam 1 dini karena kebelet, namun langit terlihat sangat terang seperti jam 5 pagi di Jakarta.

F. Hari Keempat

Seperti biasa kami bangun jam 6, lalu saya langsung ke kandang kambing karena saya ingin melihat kambing. Saya pun melihat satu kambing yang lucuuu dan kami pun bermain bersama kambing di sana. Setelah itu kami kerja bakti, setelah kerja bakti tiba-tiba teman-teman kami datang mengunjungi kami kami pun bermain kambing bersama. Tak hanya dengan teman-teman kami, Pak Jodi, Bu Weni, dan Bu Grace ikut berserta bermain kambing. telah pada pulang kami pun diajak untuk mengunjungi sekolah yang ada di palem dukuh namanya sekolah Sanjaya kami mengunjungi SD dan SMP Sanjaya anak-anak sd-nya sangat ceria apalagi untuk anak kelas 1 dan juga untuk anak smp-nya mungkin karena sedang ujian jadi kami tidak bisa bermain lama-lama. setelah balik dari sekolah kami menjemput ibu kami yang sedang ada pertemuan di balai desa. eh taunya saat berkunjung ke sana ternyata masih lama jadi kami pun berkunjung ke rumah Zuwina. saat di rumah kami disuguhkan teh manis dan juga makanan- makanan kecil tak terasa ternyata saat kami kembali ke Balai Desa, Ibu kami sudah pulang. kami pun bergegas untuk pulang dan sesampainya di rumah saya izin kembali untuk ke pergi ke Goa Maria Lawangsih untuk mengambil air suci dan berdoa disana. Setelah balik dari gua karena merasa capai saya pun tertidur

(6)

untuk istirahat. Saya terbangun karena beta mengajak saya untuk pergi ke rumah Novita namun saya menolak dan saya kembali tertidur. Akhirnya saya pun bangun dan makanan sudah tersedia, saya, beata, dan Tere makan. Setelah makan kami pun izin keluar untuk bermain bersama teman-teman kami di joglo. Di sana kami bermain kartu saya pun memesan bakmi bakso karena lapar lagi. Sembari menunggu bakmi mas mas bakmi yang bernama Willy bercerita tentang asal usul bakminya. Bakminya enak baksonya pun enak saya namakan maksud Unyil.

Setelah berpuas main di joglo kami pun pulang untuk bersiap-siap pentas seni di gereja. Saya pun pergi mandi dan saya, Tere, bebe memakai kebaya lalu pergi ke rumah Novita untuk berkumpul dengan teman-teman kami sekelas lainnya.

Kami pun mementaskan per kelas lalu setelah pentas kami makan bersama dengan orang tua asuh kami. Setelah itu kami bertiga izin pergi ke joglo untuk berfoto-foto. di joglo ternyata ada kelompok Federick dan juga Albi lalu kami pun makan bakso lagi. Saya ditraktir oleh paopao. Karena melihat waktu mulai malam kami pun balik ke rumah dan beristirahat.

G. Hari kelima

Saya bangun sekitaran jam 05.00 lalu kembali berkemas pakaian dan lainnya karena pada hari itu kami akan pulang kembali ke Jakarta. Kami pun sarapan bersama dengan Bapak dan Ibu, setelah itu kami ngobrol-ngobrol sebentar mengucapkan salam perpisahan namun bukan berarti kita berpisah.

saya dan teman-teman saya pun naik ke truk menuju gereja nanggulan.

sesampainya di gereja Nanggulan kami pindah ke bis. Kami menuju perjalanan ke arah ke Keraton, saat sampai di parkiran bis saat berjalan ke arah Keraton itu sangat jauh dan panas lebih panas dari Jakarta. Setelah ke Keraton, kami melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh di situ saya membeli 3 bakpia.

Setelah ke pusat oleh-oleh kami pun makan siang. Lalu setelah makan siang kami ke arah candi Prambanan, setelah berfoto-foto kami pun balik ke bis dan menuju perjalanan ke Malioboro. Di Malioboro saya Bebe, Theresya, dan wina membeli celana kembaran. Setelah itu, kami pun berkumpul di stasiun sekitar jam 07.00 kami balik ke Jakarta selesai

(7)

Kesan

Orang tua saya yang saya dapatkan sangat baik dan perhatian kepada saya dan juga teman saya. Lalu ternyata hidup di sana tidak terlalu buruk. Pokoknya mau lagi untuk live in karena seseru itu dan seasik itu menyenangkan itu.

Pesan

Pesannya supaya sekolah lebih memberikan waktu yang pasti sampai jam berapa kita boleh keluar. Lalu untuk menyuruh orang tua kami memperkerjakan kami. Saat tampil pentas orang tua berada di depan karena kemarin itu ketutupan

Referensi

Dokumen terkait