ANALISA ASPEK LEGAL dalam
Highest and Best Use Analysis
Chapter 1
Wida Oktavia Suciyani, S.ST., M.T.
KONTEN
1. Definisi Aspek Legal
2. Tujuan Analisa Aspek Legal
3. Syarat Administratif Bangunan 4. Syarat Teknis Bangunan
5. Analisa Penilaian Aspek Legal 6. Contoh Kasus
7. Tugas individu
PROSES UMUM HBU PLUS ANALISIS
(Sugiama, 2014)
DEFINISI
Aspek legal merupakan faktor-faktor kelayakan secara legal/hukum yang diizinkan oleh peraturan-peraturan yang berlaku, berupa:
1.Syarat administratif bangunan
2.Syarat teknis bangunan.
TUJUAN
Dalam analisa HBU, kelayakan secara legal dimaksudkan untuk memastikan kegunaan-
kegunaan yang diizinkan oleh peraturan- peraturan yang mungkin mempengaruhi
potensial kegunaan tertinggi dan terbaik dari
suatu aset.
LEGALLY PERMISSIBLE
Syarat Administratif Bangunan adalah
persyaratan dokumen legal atas suatu properti
berupa bukti kepemilikan dan/atau Izin Mendirikan
Bangunan (IMB).
LEGALLY PERMISSIBLE
Syarat Teknis Bangunan meliputi:
1.Batasan-batasan tertentu (private restriction);
2. Zoning/zonasi;
3.Peraturan-peraturan bangunan (building code);
4.Kontrol terhadap benda-benda sejarah; dan
5.peraturan-peraturan lingkungan.
PRIVATE RESTRICTION
Batasan-batasan tertentu (private restriction) dapat berupa peraturan ataupun sebuah bukti hukum yang dapat membatasi pengembangan suatu tanah dari aspek hukumnya.
Misal:
Lamanya tempo sewa yang dapat berpengaruh
terhadap kegunaan tertinggi dan terbaik.
ZONING REGULATION
( UU NO 26/2007)
Zona adalah kawasan atau area yang memiliki fungsi dan karakteristik lingkungan yang spesifik.
Zoning adalah pembagian kawasan ke dalam beberapa zona sesuai dengan fungsi dan karakteristik semula atau diarahkan bagi pengembangan fungsi-fungsi lain.
Zoning Regulation dapat didefinisikan sebagai
ketentuan yang mengatur tentang klasifikasi, notasi
dan kodifikasi zona-zona dasar, peraturan
penggunaan, peraturan pembangunan dan berbagai
prosedur pelaksanaan pembangunan.
KAITAN RENCANA TATA
RUANG DAN PERATURAN
ZONASI
REGULASI TATA RUANG
Peruntukan
Tipe Bangunan
(Tunggal, Ganda, Deret)
KDB
Ketinggian
KLB
BUILDING CODE
Peraturan-peraturan bangunan (building code) adalah seperangkat pengaturan yang mengatur dasar perancangan suatu bangunan seperti:
1. Garis Sempadan Bangunan (GSB);
2. Koefisien Dasar Hijau (KDH);
• Garis Sempadan Jalan (GSJ); dan
• Koefien Lantai Bangunan (KLB).
GSB adalah garis batas/ garis yang tidak boleh dilapaui oleh bangunan.
KDB adalah prosentasi perbandingan luas lantai dasar bangunan dengan luas lahan/ daerah perencanaan yang dikuasai.
KLB adalah angka perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung dengan luas lahan.
KDH adalah prosentasi perbandingan luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan gedung dengan luas lahan/daerah perencanaan yang dikuasai.
KONTROL TERHADAP BENDA BERSEJARAH
Kontrol terhadap benda-benda sejarah dapat berupa aturan yang mengatur tentang kelestarian kawasan cagar budaya yang dilindungi.
PERATURAN-PERATURAN LINGKUNGAN
Peraturan yang mengatur tentang klestarian
lingkungan (seperti: peraturan yang berkaitan
dengan udara bersih, air bersih, keamanan,
kebersihan lingkungan, kesehatan dan kelembaban).
1. Mempelajari dokumen dan surat bukti kepemilikan areal tanahnya:
a. Sertifikat Hak Penguasaan
b. Sertifikat atau surat-surat tanah hak lainnya
c. Surat-surat bukti pembebasan tanah berikut surat tanah sebelum dibebaskan
d. Surat-surat tanah yang bermasalahBerita acara pengesahan tanah dan surat-surat perjanjian penyerahan penggunaan bidang-bidang tanah (bagian- bagian dari tanah HPL) kepada pihak ketiga (instansi pemerintah, lembaga non departemen dan perusahaan swasta)
e. Surat-surat perjanjian dan pengembangan tanah dengan pihak ketiga (BOT, disewakan dll)
ANALISA PENILAIAN ASPEK
HUKUM
2. Mempelajari dan mengadakan pemeriksaan peta-peta rincikan dari masing-masing areal tanah kawasan, meliputi batas-batas areal tanah melalui plotting, gambar situasi atau surat-surat ukur setiap bidang tanah serta bidang- bidang tanah yang bermasalah pada areal bersangkutan
3. Mempelajari status tanah yang tersedia, peruntukan tanahnya sekarang dan peruntukan tanahnya menurut regulasi tata ruang
4. Mempelajari pemasalahan hukum yang berlangsung atas tanah-tanah yang bermasalah
5. Analisis yuridis mengenai penyelesaian tanah-tanah bermasalah
6. Tinjauan aspek hukum dalam penerapan estate management dalam rangka pengelolaan tanah pada areal kawasan