• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Proposal Penawaran Pelayanan Kese

N/A
N/A
Agil Fachrani

Academic year: 2025

Membagikan "Contoh Proposal Penawaran Pelayanan Kese"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

KLINIK KESEHATAN DOKTER GIGI & DOKTER UMUM Home

PROPOSAL KERJASAMA DENGAN PERUSAHAAN

PENDAHULUAN

Dalam pasar yang sangat kompetitif, seringkali perusahaan dihadapkan pada kondisi yang tidak efesien. Kondisi tersebut jika tidak diatasi, akan membuat penurunan kinerja perusahaan atau bahkan kehilangan klien / customer.

Peningkatan produktifitas dalam suatu perusahaan akan mampu meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan. Produktifitas suatu perusahaan erat kaitannya dengan sumber daya

manusianya (SDM). Ada ungkapan “Health that can make a big different”. SDM akan memberikan kontribusi terbaiknya kepada perusahaan apabila SDM tersebut berada dalam kondisi terbaik dalam kata lain “SEHAT dan berkualitas”.

LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam Undang- Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan dalam konstitusi organisasi kesehatan sedunia (WHO) tahun 1948

disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya.

Konsep pembangunan nasional haruslah memiliki wawasan kesehatan. Artinya program

pembangunan nasional tersebut harus memberikan kontribusi yang positif terhadap kesehatan, setidak-tidaknya terhadap pembentukan lingkungan sehat dan perilaku sehat. Sedangkan secara mikro, semua kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus dapat makin mendorong meningkatnya derajat kesehatan anggota masyarakat.

(2)

Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui

terciptanya masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Upaya untuk menjadikan pembangunan berwawasan kesehatan sebagai suatu misi serta strategi pembangunan nasional, yang bervisi mewujudkan Indonesia Sehat 2010 (Paradigma Sehat) harus dijadikan komitmen semua pihak dengan melibatkan semua sektor terkait, pemerintah, swasta dan masyarakat. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kinerja sektor kesehatan semata, melainkan sangat dipengaruhi oleh interaksi yang dinamis dari beberapa sektor yang terkait.

Perilaku masyarakat berparadigma sehat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Selanjutnya kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan ekonomi dan non ekonomi. Pelayanan kesehatan bermutu yang dimaksudkan disini adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika pelayanan profesi.

Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan dan perilaku sehat serta meningkatnya kemampuan masyarakat tersebut diatas, derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dapat ditingkatkan secara optimal.

MAKSUD DAN TUJUAN

Dari paparan diatas, maka dengan ini kami bermaksud mengajukan suatu bentuk kerjasama pelayanan kesehatan berupa pelayanan klinik umum dan klinik gigi di Klinik Izzati Cimahi dengan perusahaan yang Bapak pimpin.

(3)

TUJUAN KERJASAMA

Kerjasama ini bertujuan untuk :

1. Memberikan pelayanan kesehatan kepada para staf dan karyawan perusahaan / pabrik agar tercipta derajat kesehatan yang optimal sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas.

2. Membantu perusahaan untuk memantau dan mengevaluasi kesehatan para staf dan karyawannya.

3. Mendukung strategi dan kebijakan kesehatan pemerintah agar sektor swasta yang terkait lebih dinamis dan proaktif dalam mencapai tujuan Pembangunan Kesehatan.

PROFIL KLINIK IZZATI

Klinik Izzati merupakan klinik yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan. Berdiri di bawah naungan Yayasan Bakti Prima insani.

i. VISI

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menjadi lembaga pelayanan kesehatan masyarakat yang terpercaya .

ii. MISI

1. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.

2. Menyediakan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.

3. Meningkatkan dan mengembangkan mutu pelayanan.

(4)

4. Peningkatan keilmuan (knowledge, skill, attitude) dan memberikan kenyamanan kerja kepada para SDM dengan program yang terarah dan terintegrasi.

5. Peningkatan kesetaraan dan kerjasama profesional dalam sistem pelayanan medis.

6. Menjadi mitra bisnis yang menjunjung azas kepercayaan demi tercapainya hasil investasi yang optimal.

iii. MOTTO KLINIK

Amanah, profesional serta melayani dengan hati

iv. TUJUAN

1. Menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan secara profesional.

2. Mengupayakan pencapaian standar pelayanan yang optimal melalui pengembangan dan kerjasama serta proses evaluasi yang berkesinambungan.

v. CIRI PELAYANAN

Komprehensif, kontinyu, koordinatif, promotif, preventif, family consideration, community consideration

vi. JENIS PELAYANAN

(5)

- Pemeriksaan & Pengobatan oleh Dokter Umum

- Pemeriksaan & Pengobatan oleh Dokter Gigi

- Tindakan medis (pembersihan luka, jahit, odontektomi, alveolektomi, dan lain-lain)

- Khitan

vii. FASILITAS

o Peralatan kedokteran sesuai standar klinik Dinas Kesehatan

o Ruang periksa yang nyaman dan representatif

o Ruang tunggu pasien dan lahan parkir kendaraan yang luas

o Lokasi di depan komplek sehingga mudah diakses dari arah manapun

viii. WAKTU PELAYANAN

(6)

Klinik buka setiap hari, pagi : jam 08.00 s/d 12.00 WIB dan sore jam 16.00 s/d 20.00 WIB

PENUTUP

Niat tulus dan profesionalisme yang mendasari terjalinnya kerjasama antara pihak klinik dengan perusahaan harus diarahkan pada kepentingan masyarakat pada umumnya dan khususnya untuk kepentingan staf dan karyawan dari perusahaan. Kesungguhan dan tekad, serta prinsip yang saling menguntungkan diantara pihak terkait akan berdampak pada peningkatan pelayanan kepada peserta program kerjasama.

Untuk keterangan dan penjelasan lebih lanjut, contact person kami siap membantu.

Demikian proposal kerjasama ini kami ajukan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

(7)

A. KERAHASIAAN, Copyright © 2009, Klinik Nusa Medika

Naskah yang tertulis di dalam proposal ini beserta seluruh lampirannya adalah sepenuhnya hak milik Klinik Nusa Medika. Informasi yang ada di dalamnya hanya ditujukan kepada pihak yang dituju sebagai penawaran kerjasama. Segala bentuk penggandaan, penggunaan dan penyebarluasan sebagian atau seluruhnya isi dari dokumen ini tidak diperkenankan tanpa seizin langsung dari Klinik Nusa Medika.

B. INFORMASI DOKUMEN

Sebagai dokumen, proposal ini dimaksudkan untuk memberikan penawaran kerjasama sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan bagi perusahaan, sekolah, hotel, vila, keluarga dan lainnya sehingga akan dapat meningkatkan derajat kesehatan karyawan/wati secara optimal.

C. PENDAHULUAN

Sejalan dengan kemajuan jaman dan teknologi, kesadaran masyarakat akan arti pentingnya

kesehatan juga meningkat. Pelayanan Kesehatan yang dimaksud adalah pencegahan, perawatan dan pengobatan rutin yang dilakukan. Sehingga dalam era ini, keinginan masyarakat dalam kesehatan tidak hanya meliputi pengobatan, tetapi juga pencegahan.

Perlindungan Rawat Jalan Kesehatan (PRaJaKes) termasuk didalamnya Medical check-up saat ini sudah cukup memasyarakat dan sudah biasa dilakukan secara rutin. Manfaatnya selain sebagai usaha preventif bagi individu untuk pemeliharaan kesehatan, juga sebagai screening bagi perusahaan dalam merekrut karyawan, serta perusahaan asuransi yang memberikan persyaratan check-up kesehatan bagi individu yang ingin mengikuti asuransi dll.

Banyak institusi-institusi kesehatan yang memfasilitasi kegiatan tersebut seperti rumah sakit dan klinik. Namun untuk Perlindungan Rawat Jalan Kesehatan yang bersifat proaktif dan ”jemput bola”

bagi perusahaan, sekolah, hotel, vila, keluarga, asuransi dan yang lainnya masih sangat terbatas, karena dalam hal ini memang diperlukan perlakuan khusus seperti kontrak kerjasama pelayanan dan kesepakatan bersama lainnya.

Untuk memaksimalkan peluang-peluang tersebut diatas dan juga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka kami mengajukan penawaran kerjasama pelayanan kesehatan berupa Perlindungan Rawat Jalan Kesehatan.

D. PENGERTIAN

Perlindungan Rawat Jalan Kesehatan adalah jaminan/perlindungan biaya perawatan Rawat Jalan (Outpatient) kesehatan pasien sesuai dengan batasan plafonnya per tahun.

(8)

Yang dimaksud dengan plafon kesehatan pertahun adalah jumlah biaya pemeliharaan kesehatan yang ditanggung oleh instansi atau perusahaan untuk jangka 1 (satu) tahun kontrak.

Perlindungan rawat jalan kesehatan yang ditanggung oleh Klinik Kesehatan Nusa Medika untuk 1 (satu) tahun kontrak adalah pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Klinik Nusa Medika selama masa kontrak.

E. TUJUAN

Meningkatkan derajat kesehatan karyawan/wati dan keluarga secara optimal melalui upaya:

Pelaksanaan pelayanan kesehatan yang paripurna dengan mengutamakan upayapeningkatan kesehatan dengan pencegahan penyakit (Preventif)

Pemberdayaan hidup sehat (Promotif)

Pengobatan yang sesuai kebutuhan, bermutu, dan berkesinambungan (Kuratif) Pemulihan Kesehatan yang berdaya guna (Rehabilitatif)

Memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan untuk screening bagi calonkaryawan, guru, siswa dan mahasiswa.

Memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan untuk calon asuransi

(9)

proposal kerjasama klinik

(10)

A.

    

Pendahuluan

Pusat Kesehatan Masyarakat, disingkat Puskesmas, adalah sebuah Organisasi fungsional. Fungsinya menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat. Tentu saja fungsi ini memerlukan keterlibatan dan peran serta aktif masyarakat. Namun jangan lupa juga dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang sangat aplikatif dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat, sehingga keberadaan Puskesmas dapat meningkatkan upaya kesehatan masyarakat setempat. Artinya dibutuhkan inovasi-inovasi baru disini. Upaya kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tentu saja dengan tidak mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.

B.

     

Maksud Dan Tujuan

Maksud dan tujuan kerjasama ini adalah membantu pihak puskesmas dalam melaksanakan proses peningkatan kesehatan masyarakat dalam hal ini yang perlu kita sadari kesehatan adalah investasi jangka panjang yang akan di rasakan di kemudian hari bukan saat ini.

C.

    

Hasil Yang Di Harapkan

Hasil yang diharapkan dari kerjasama antara fisioterapi dengan puskesmas sebagau berikut :

1.

      

Dapat mendukung satu sama lain dalam proses pelayanan kesehatan masyarakat

2.

      

Puskesmas tidak di bingungkan dalam melakukan pelayanan kesehatan tersendiri dari segi

aspek SDM dan Oprasional

3.

      

Memberikan kontribusi positif mengenai kesehatan bagi pemerintah, lingkungan kelurahan

susukan dan sekitarnya

4.

      

Puskemas dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat

D.

    

Sasaran

Sasaran pengobatan dengan metode fisioterapi yang kami tangani seperti penderita dengan keterbatasan gerak, impairment, disability, serta handicap yang berada dilingkungan Kelurahan Susukan dan sekitarnya.

E.

     

Fasilitas Layanan Fisioterapi

Layanan fisioterapi merupakan  bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau  kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan  fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual,

PROPOSAL

KERJASAMA KLINIK FISIOTERPI

Layanan fisioterapi merupakan  bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu atau  kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan  fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi

FISIOTERAPI 11/29/

(11)

peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi

F.

     

Kerangka Dasar Kontrak Kerjasama Oprasional

Dalam kerjasama yang di tawarkan, Fisiotrapi berperan sebagai pelaksana oprasional dengan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan oprasional sebagai berikut :

1.      Mendapatkan ijin oprasional Klinik

2.      Mempersiapkan infrastruktur klinik

3.      Menyediakan tenaga medis yang berkualitas

4.      Membuat sistem informasi oprasional dan keuangan yang efisien

5.      Memberikan laporan sesuai permintaaan mitra secara berkala tentang keberlangsungan klinik yang berada di

puskesmas kel. Susukan Persetujuan Kerja

a.       Physiotraphy memberikan Kontribusi sebanyak 20% pada pihak Puskesmas Susukan dari total Pemasukan setiap

bulannya

b.      Menggunakan Ruangan Lantai 3 dengan ukuran 2,5 x 5 M dengan Posisi di Hapit dengan 2 Ruangan dengan

batas waktu yang tidak di tentukan atau dengan batas waktu minimas 1 Tahun/ 12 Bulan lamanya

c.       Aliran listrik sesuai dengan kebutuhan tanpa melewati batas Maksimum

d.      Wajib menjaga keharmonisan lingkungan, sarana dan prasana di lingkungan kerja / Puskesmas susukan

Mekanisme administrasi yang di tawarkan

1.      Pembayaran Pasien

a.       Pasien datang daftar di loket

b.      Loket menyampaikan data ke Ruangan

c.       Penanganan

d.      Dokter/asisten Mengisikan kuwitansi berobat

e.       Pasien Keluar Ruangan Membawa kuitansi yang akan di berikan ke loket pembayaran

f.       Loket pembayaran wajib memberikan Kuwitansi biaya yang  putih kepada pasien dan menyimpan Kuwitansi

yang berwarna

2.      Klaim Keuangan Klinik Fisiotherapi ke Puskesmas

a.       Klaim dengan membawa kuwitansi penanganan pasien

b.      Jika ada perbedaan dalam Perhitungan struk dalam melakukan klaim Kuitansi akan di musyawarahkan

c.       Penagihan Paling Telatnya masuk Tanggal 25 Akhir bulan

d.      Dan Pembayaran paling telat 28

e.       Pembayaran dapat di Transfer dengan menunjukan bukti transfer dari pihak puskesmas

G.

     Lanpiran –Lampiran

( Lampiran 1) Profile Trapis ( Lampiran 2)Tebel Perlengkapan

(Lampiran 3) Simulasi Perhitungan Keuangan ( Lampiran 4) Gambar Mekanisme Administrasi PENUTUP

Akhir kata kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap kesempatan yang telah diberikan oleh Puskesmas kepada kami, untuk dapat turut serta dalam memberikan kontribusi sebagai pelayan masyarakat. Besar harapan kami untuk dapat bekerjasama dengan Puskesmas susukan dalam hal ini Atas perhatiannya kami ucapkan tarima

Hormat kami,

            Fisioterapi               Admin       

          No. Reg : 71.07.08.00144

(12)

 Menyetujui,       

          Kepala Puskesmas

              Kelurahan Susukana

                      Dr. Betriswati Azis                       Nip...

Saksi I              Saksi II        Saksi III ...           ...                 ...

( Lampiran 1)

Profile

Nama                : Tempat/tanggal lahir        :

Lulusan                : DIII Fk. Univ.Indonesia Prog Studi Fisioterapi Tahun 2008 Izin Fisioterapi       : Nomor 6544/2008    No.Registrasi 71.07.08.00144

                  Berlaku hingga 14 -07 – 2013

 

Pendidikana Formal:        Lulusan SDN Tebet Barat 05 Pagi Jakarta tahun 1999         Lulusan SMP Attahiriyah Jakarta tahun 2002

        Lulusan SMA Muhammadiyah 5 Jakarta tahun 2005       Lulusan D3 Fisioterapi FKUI Tahun 2008

        Semester akhir strata 1 Univ. Indraprasta

 

Pendidikan Non formal:       Lulusan conversation course LIA       Training ESQ

      Training chiropractic  dll       Seminar Sensory integrasi       Seminar JANTUNG-PARU

 

Keahlian Khusus:       BOBATH, PNF, SENSORY INTEGRATION         TRIGGER POINT MUSCLE, MANUALITAS         EXERCISES , BREAST CARE, MSG BABY,         SENAM HAMIL, DLL

 

(13)

Pengalaman:      Clinic dr. Farida pondok gede, physiotherapy       RS. Triadipa pancoran, physiotherapy

      RS. Asri duren tiga, physiotherapy       RSIA tambak

      Citilife Chiropractic

  Sekilas Tentang saya dibuat dengan sebenar – benarnya sebagai bahan pertimbangan

( Lampiran 2)

Daftar Peralatam

No Nama barang Jumlah Keterangan

1 Meja kerja 1

2 Air Cooler / AC 1

3 Kursi 2

4 Inhalasi / nebulezer 1 Unit 6 Tempat tidur pasien 2 Unit

8 Bola Besar 2 Buah

9 Ultrasound/US 1unit

10 Ice Bag 1 unit

11 Cold Pack/Hot pack 1 Buah

12 Meja dorong 2 Unit

13 Handuk Kecil 10 Buah

16 Selang inhalasi 2 Buah

17 Masker Inhalasi 2 Buah (kecil&Besar)

18 Matrass 3x5 M 1buah

19 Lemari Berkas 1 Unit

20 Dan beberapa alat pendukung lainnya

 Note :

Untuk kebutuhan infrastruktur di pastikana akan adanya penambahan seiring dengan kebutuhan dan memaksimalkan Pelayanan.

( Lampiran 3)

Simulasi Perhitungan Keuangan

(14)

Pemasukan Perbulan

Per Alat       :Rp 25000 x 5 Orang =Rp. 125.000/Hari x 16 hari =Rp.

2000.000/bulan

US/Uap+ Obat        :Rp 45000 x 3 Orang =Rp. 135,000/Hari x 16 hari =Rp.

2.160.000/bulan

           Rp. 4.160.000/Bulan Pengeluaran Perbulan Option awal :

Total Income Dikurang 20% Untuk Puskes   : 4.160.000 – 20% Rp. 832.000 Note :

Perhitungan diambil dari jumlah minimal jam oprasional dan minimal jumlah pasien, jika pendapatan di bawah atau di atas simulasi perhitunganpun tidak pengaruh dengan persentase sebesar 20% yang akan di potong dari total pendapatan perbulan.

( Lampiran 4)

Mekanisme Administrasi

Gambar 1: Pembayaran Pasien

(15)

1.

      

Pasien datang daftar di loket

2.

      

Loket menyampaikan data ke Ruangan

3.

      

Penanganan

4.

      

Dokter/asisten Mengisikan kuwitansi berobat

5.

      

Pasien Keluar Ruangan Membawa kuitansi yang akan di berikan ke loket pembayaran

6.

      

Loket pembayaran wajib memberikan Kuwitansi biaya yang  putih kepada pasien dan

menyimpan Kuwitansi yang berwarna

( Lampiran 5)

Gambar 2 : Klaim Keuangan Klinik Fisiotheraphy ke Puskesmas Kel. Susukan

1.

      

Klaim dengan membawa kuwitansi penanganan pasien

2.

      

Jika ada perbedaan dalam Perhitungan struk dalam melakukan klaim Kuitansi akan di

musyawarahkan

3.

      

Penagihan Paling Telatnya masuk Tanggal 25 Akhir bulan

4.

      

Dan Pembayaran paling telat 28

5.

      

Pembayaran tidak dilakukan secara tunai melaikan Transfer Ke Rek BCA dengan

menunjukan bukti transfer dari pihak puskesmas

(16)

“ Pelayanan kesehatan bukan hanya pelayanan medis yang melihat bagian-bagian yang sakit saja, tetapi adalah pelayanan

kesehatan paripurna yang memandang manusia sebagai manusia seutuhnya”

Regards

(17)

I. PENDAHULUANI.

II. 1 Latar BelakangNegara Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja terbesar nomor 4 di dunia yaitu ±106jiwa (survey BPS, 2005) dan jumlah industri yang cukup besar berjumlah

± 102.000perusahaan. Oleh karena itu kesehatan kerja sangat penting peranannya dalammeningkatkan produktifitas perusahaan. Jika tingkat kesehatan pekerja terpelihara denganbaik, maka angka kesakitan, absensi, kecacatan, kecelakaan kerja dan kerugian materidapat diminimalkan. Dengan demikian produktifitas pekerja akan meningkat yangakhirnya dapat meningkatkan produktivitas

perusahaan.Dibeberapa daerah di Indonesia pelayanan kesehatan kerja belum banyak dilakukan, halini berdasarkan hasil kajian kebutuhan yang dilakukan pada beberapa propinsi diIndonesia. Secara factual menggambarkan wawasan

mengenai kesehatan kerja dansumber daya manusia di bidang K3 masih kurang serta sistem informasi kesehatan kerjayang belum dilaksanakan.Salah satu permasalahan kesehatan nasional baik masa kini maupun mendatang adalahpenganggulangan dan penatalaksanaan berbagai penyakit yang berkaitan dengan adanyaintensitas industrial.

Berbagai penyakit akibat pencemaran lingkungan maupun pnyakityang diperoleh dari tempat kerja ataupun karena pekerjaannya diperkirakan akanmeningkat baik kualitas maupun intensitasnya. Untuk itu diperlukan perencanaanmaupun pengembangan institusi pelayanan dalam satu kerangka sistem rujukan

yangberkesinambungan.Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang

kesehatan ditetapkan bahwakesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkansetiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Sedangkan dalam konstitusiorganisasi kesehatan sedunia (WHO) tahun 1948 disepakati antara lain bahwa

(18)

Kerja Sama Kirei Klinik Dengan Perusahaan Asuransi

PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN “Kirei Klinik”

Program pelayanan kesehatan yang kami tawarkan adalah sebagai berikut:

A. Asuransi Kesehatan Gigi

• Paket A (Rp.25.000 /pegawai / bulan) dengan tindakan:

- Konsultasi, tambalan sementara, fissure sealant, aplikasi flour dan counseling gigi anak.

• Paket B (Rp.50.000 / pegawai / bulan) dengan tindakan:

- Seperti tindakan paket A ditambah tindakan pencabutan gigi sulung, pencabutan gigi permanent, perawatan saluran akar dan scalling/pembersihan karang gigi.

• Apabila pegawai berobat ke kirei klinik sudah tidak dikenakan biaya lagi (gratis) sesuai dengan jenis perawatan yang dipilih (paket A/paket B) kecuali pembuatan gigi tiruan, kawat gigi dan bedah mulut (operasi gigi).

• Staf manager akan mendapatkan fasilitas discount 25%.

B. Asuransi Kesehatan Umum

• Paket A (Rp.15.000 / pegawai / bulan)

- Konsultasi, tensi darah dan timbang berat badan, pemeriksaan tanpa tindakan medis.

• Paket B (Rp.25.000 / pegawai / bulan)

- Selain tindakan tersebut paket A ditambah dengan pemeriksaan dan tindakan medis (jahit luka) dll.

- Staf manager akan mendapatkan fasilitas discount 25%.

C. Asuransi Akupunktur

• Setiap diadakan tindakan akunpunktur pegawai hanya dikenakan Rp.50.000/per tindakan/kunjungan.

D. Sistem Discount (Potongan Tarif)

Menyeluruh yang terdapat di “Kirei Klinik” dengan memberikan potongan harga (discount) 30% bagi pegawai dan staf manager, kecuali:

- Pemasangan gigi tiruan - Pemasangan kawat gigi - Operasi gigi

- Bleaching (pemutihan gigi) - Melayani sunat / khitan

NAMA PERUSAHAAN ASURANSI YANG BEKERJA SAMA DENGAN KIREI KLINIK 1. PT. JIWASRAYA

(19)

PROPOSAL PENAWARAN

PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAN PT. SUGAR LABINTA

(Jl. Ir.Sutami No.45 Malangsari Lampung Selatan – Indonesia)

JUNI 2014

(20)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Negara Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja terbesar nomor 4 di dunia yaitu ±106 jiwa (survey BPS, 2005) dan jumlah industri yang cukup besar berjumlah ± 102.000 perusahaan. Oleh karena itu kesehatan kerja sangat penting peranannya dalam meningkatkan produktifitas perusahaan. Jika tingkat kesehatan pekerja terpelihara dengan baik, maka angka kesakitan, absensi, kecacatan, kecelakaan kerja dan kerugian materi dapat diminimalkan. Dengan demikian produktifitas pekerja akan meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dibeberapa daerah di Indonesia pelayanan kesehatan kerja belum banyak dilakukan, hal ini berdasarkan hasil kajian kebutuhan yang dilakukan pada beberapa propinsi di Indonesia. Secara factual menggambarkan wawasan mengenai kesehatan kerja dan sumber daya manusia di bidang K3 masih kurang serta sistem informasi kesehatan kerja yang belum dilaksanakan.

Salah satu permasalahan kesehatan nasional baik masa kini maupun mendatang adalah penganggulangan dan penatalaksanaan berbagai penyakit yang berkaitan dengan adanya intensitas industrial. Berbagai penyakit akibat pencemaran lingkungan maupun pnyakit yang diperoleh dari tempat kerja ataupun karena pekerjaannya diperkirakan akan meningkat baik kualitas maupun intensitasnya. Untuk itu diperlukan perencanaan maupun pengembangan institusi pelayanan dalam satu kerangka sistem rujukan yang berkesinambungan.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan dalam konstitusi organisasi kesehatan sedunia (WHO) tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi- tingginya adalah suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Undang-undang No.23 tahun 1992 tentang

(21)

kesehatan menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Pada dasarnya sehat merupakan hak asasi manusia yang paling mendasar. Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk masyarakat pekerja.

Sebagaimana telah diamanatkan dalam UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan pasal 23 menyebutkan bahwa setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan upaya kesehatan kerja. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan swasta di tempat kerja adalah klinik di tempat kerja (perusahaan).

Untuk mewujudkan kesehatan pekerjaan yang baik, maka perusahaan diharapkan dapat menyedIakan sarana kesehatan kerja dasar wilayah kerja. Untuk melaksanakan fungsinya perusahaan dilengkapi dengan ketenagaan, obat, peralatan, dan prasarana pendukung lainnya.

Perbedaan masalah kesehatan yang ada, potensi bahaya yang dimiliki, kondisi perusahan, maka jenis pelayanan yang diberikan serta kebutuhan luas dan karakteristik ruangan klinik perusahaan akan berbeda. Sehubungan hal tersebut, perlu adanya pedomanan klinik di tempat kerja/perusahaan, agar pelayanan kesehatan yang diberikan termasuk tenaga sarana, dan prasarana yang dibangun sesuai dengan kaidah pelayanan kesehatan.

1.2 Tujuan

A. Tujuan Umum

1. Terselenggaranya pelayanan kesehatan kerja secara optimal di klinik perusahaan terhadap masyarakat pekerja sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja.

2. Terjalinnya suatu hubungan kerjasama antara Perusahaan dengan dokter dalam menjamin kesehatan karyawan perusahaan.

B. Tujuan khusus

1. Terlaksananya pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative serta rujukan di klinik perusahaan.

2. Terlaksananya pelaporan khususnya tentang penyakit akibat kerja, penyakit akibat hubungan kerja, dan kecelakaan akibat kerja di klinik perusahaan.

3. Tersedianya tenaga, sarana, dan prasarana di klinik perusahaan.

(22)

4. Memberikan kemudahan bagi karyawan untuk berobat, dan mempercepat rujukan.

5. Memperkecil angka indisipliner dengan alasan sakit.

6. Menghindari terjadinya wabah dan penyakit menular.

1.3 Dasar Hukum

1. Undang-Undang No.1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

2. Undang-Undang No.3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja 3. Undang-Undang No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan

4. Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan 5. Undang-Undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran

6. Undang-Undang No.32 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Social Nasional

7. Keputusan Presiden No.22 Tahun 1993 Tentang Penyakit Yang Timbul Akibat Hubungan Kerja

8. Instruksi Presiden No.7 Tahun 1999 Tentang Wajiab Laporan Penyakit Akibat Hubungan Kerja

(23)

II. KESEHATAN KERJA

2.1 Definisi

Kesehatan kerja adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap pekerja dapat bekerja produktif secara sosial ekonomi tanpa membahayakan diri sendiri, teman sekerja, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Penyakit akibat kerja atau penyakit akibat hubungan kerja (occupational disease) adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan atau lingkungan kerja. Penyakit berhubungan dengan pekerjaan atau penyakit terkait kerja (work related disease) adalah penyakit yang dipermudah timbulnya, diperberat atau diperparah oleh pekerjaan dan atau lingkungan kerja.

Pelayanan kesehatan kerja adalah usaha kesehatan yang dilaksanakan dengan tujuan :

 Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri baik fisik maupun mental, terutama dalam penyesuaian pekerjaan dengan tenaga kerja

 Melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau lingkungan kerja

 Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental (rohani) dan kemampuan fisik tenaga kerja

 Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga kerja yang menderita sakit.

Upaya kesehatan kerja adalah berbagai program dan kegiatan kesehatan di tempat kerja yang terdiri dari 4 (empat) upaya kesehatan yaitu :

 Pencegahan (Preventif)

 Peningkatan (Promotif)

 Pengobatan (Kuratif)

 Pemulihan (Rehabilitatif)

(24)

Penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja adalah dokter sebagai penanggung jawab dalam menjalankan pelayanan kesehatan kerja yang ditunjuk oleh pengusaha atau kepalna instansi/lembaga yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja.

2.2 Prinsip- Prinsip Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

Pelayanan kesehatan kerja wajib melaksanaakan tugas pokok pelayanan kesehatan kerja secara menyeluruh dan terpadu (komprehensif) yang meliputi upaya kesehatan :

 Pencegahan (Preventif),

 Pembinaan/Peningkatan (Promotif),

 Pengobatan (Kuratif)

 Pemulihan (Rehabilitatif), dengan lebih menitik beratkan pada upaya kesehatan pencegahan dan pembinaan/peningkatan (promotif dan preventif).

Penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja adalah dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja, sedangkan tenaga pelaksananya dapat terdiri dari :

 Dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja (penanggung jawab merangkap pelaksana),

 Dokter perusahaan dan atau

 Paramedis perusahaan.

2.3 Syarat-Syarat Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

A. Syarat Lembaga Pelayanan Kesehatan Kerja :

1. Memiliki personil kesehatan kerja yang yang meliputi : o Dokter penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja,

o Tenaga pelaksanan kesehatan kerja berupa dokter perusahaan dan atau paramedis perusahaan,

o Petugas administrasi atau pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan kerja.

2. Memiliki sarana dan prasarana pelayanan kesehatan kerja,

3. Pelayanan kesehatan kerja yang ada di perusahaan mendapat pengesahan dari instansi di bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya,

(25)

4. Pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh pihak di luar perusahaan wajib dilengkapi dengan Nota Kesepahaman (MoU) penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja antara pengusaha dengan kepala unit pelayanan kesehatan yang bersangkutan dan dilaporkan ke instansi di bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya.

B. Syarat Personil Pelayanan Kesehatan Kerja

1. Syarat dokter penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja :

a. Ditunjuk oleh pimpinan perusahaan atau kepala unit/instansi yang

bersangkutan dan dilaporkan ke instansi ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya;

b. Telah mendapatkan Surat Keputusan Penunjukan (SKP) sebagai dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja dari Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi

2. Syarat tenaga pelaksana pelayanan kesehatan kerja (dokter perusahaan dan atau paramedis perusahaan) :

a. Memiliki sertifikat pelatihan hiperkes dan keselamatan kerja (atau sertifikat lainnya) sesuai peraturan perundangan yang berlaku;

b. Mematuhi etika profesi dokter dan tenaga kesehatan lainnya sesuai kode etik profesi dan peraturan perundangan yang berlaku;

3. Syarat dokter perusahaan :

a. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, atau sejenisnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku;

b. Surat ijin praktek (SIP) dokter yang masih berlaku dari instansi yang berwenang

C. Syarat Sarana Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

Jumlah dan jenis sarana dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja dan tingkat risiko yang ada di perusahaan. Jenis sarana pelayanan kesehatan kerja minimal terdiri dari sarana dasar dan dapat dilengkapi dengan sarana penunjang sesuai kebutuhan.(Tabel 1)

(26)

2.4 Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

(27)

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan, dalam bentuk rumah sakit perusahaan atau klinik perusahaan atau dilakukan dengan cara kerjasama melalui unit/lembaga pelayanan kesehatan di luar perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta, seperti : Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik, Balai Pengobatan, Perusahaan Jasa K3 (PJK3) bidang Kesehatan Kerja dan pelayanan kesehatan lainnya yang telah memiliki perijinan sesuai ketentuan yang berlaku.

A. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dilaksanakan sendiri oleh perusahaan : 1. Dilaksanakan bagi perusahaan dengan :

a. Jumlah tenaga kerja 1000 orang atau lebih

b. Jumlah tenaga kerja 500 orang sd 1000 orang tetapi memiliki tingkat risiko tinggi (penentuan tingkat risiko suatu perusahaan/tempat kerja mengacu pada standar atau peraturan perundangan yang berlaku).

2. Perusahaan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja sendiri di perusahaan melaksanakan program pelayanan kesehatan kerja yang bersifat komprehensif meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi tenaga kerja sebagaimana tabel 2.

(28)

B. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja dilaksanakan melalui pihak di luar perusahaan : 1. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja melalui kerja sama dengan pihak di luar

perusahaan dapat dilaksanakan untuk perusahaan yang memiliki tenaga kerja kurang dari 1000 orang;

2. Program/kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak di luar perusahaan harus meliputi upaya kesehatan secara komprehensif (preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif) dengan cara sebagai berikut :

a. Upaya kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif kecuali tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dapat dilaksanakan di unit/lembaga pelayanan kesehatan di luar perusahaan.

b. Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dilaksanakan di dalam perusahaan, oleh oleh tenaga medis dan tenaga kerja yang telah dilatih menjadi petugas P3K sesuai ketentuan yang berlaku.

c. Upaya kesehatan yang bersifat preventif dan promotif dilaksanakan di dalam perusahaan.

d. Cara penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja dan tingkat risiko perusahaan (lihat tabel 3).

(29)

III. TEKNIS KERJASAMA

3.1 Bentuk Kerjasama

Bentuk kerjasama pelayanan kesehatan kerja ini adalah kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan dengan klinik pratama rawat inap santa Carolina dimana penanggung jawab klinik tersebut adalah seorang dokter yang telah mempunyai Surat Izin Praktek (SIP). Kemudian untuk melaksanakan kerjasama klinik dengan pihak perusahaan, tidak diwajibkan lagi untuk mengurus Surat Izin Klinik di perusahaan tersebut. Dalam hal ini klinik perusahaan merupakan klinik satelit atau anak usaha dari klinik santa Carolina.

3.2 Lokasi

Lokasi klinik satelit ini berada di dalam lingkungan perusahaan sendiri. Untuk itu Perusahaan harus siap menyediakan sarana klinik berupa tempat dan bangunan beserta sarana dasar yang telah dijelaskan sebelumnya.

3.3 Obat-Obatan Dan Alkes

Untuk keperluan klinik, obat-obatan dan alat kesehatan disediakan oleh penyedia layanan kesehatan. Adapun obat-obatan yang menjadi prioritas adalah sebagai berikut :

1. Anti Biotik 2. Anti Jamur 3. Anti Virus 4. Anti Helmintes 5. Anti Pieretik 6. Anti Radang 7. Anti Diare 8. Anti Alergi 9. Anti Asma 10. Anti Rematik

11. Anti Hipertensi 12. Anti Diabetikum 13. Anti Vertigo 14. Anti Spasmodik 15. Anti Kejang 16. Anti Emetik

17. Tetanus Toxoid (TT 18. Multi Vitamin 19. Obat Batuk 20. Salep Kulit

21. Tetes Mata 22. Spuit / Suntikan 23. Infus set 24. Cairan Infus 25. Analgetik

(30)

Adapun alat kesehatan yang disediakan oleh penyedia kesehatan kerja adalah sebagai berikut : 1. Tensimeter

2. Stetoskop 3. Thermometer 4. Timbangan 5. Senter 6. Minor set

3.4 Sistem Pelayanan

Sistem pelayanan yang ditawarkan terdiri dari 3 (tiga) pilihan paket, yaitu : A. PAKET I

a. Pelayanan dilakukan dalam 24 jam dengan 3 shift dengan sistem :

 Dokter umum selama 2 jam kerja, yaitu Seminggu hanya 2 hari selama 2 jam kerja

 Perawat 7 (tujuh) hari kerja , yaitu Senin s/d Minggu selama 24 jam kerja terbagi 3 shif

b. Adapun pelayanan yang akan diberikan :

 Rawat jalan ( termasuk obat-obatan dan suntikan )

 Tindakan dan perawatan luka

 Observasi dengan menggunakan infus dan oksigen

 Membuat laporan bulanan kunjungan pasien dan laporan tahunan hasil Medickal Check Up

c. Adapun harga untuk paket ini sebesar Rp.13.000.000,00 ( Tiga Belas Juta Rupiah ) / Bulan

B. PAKET II

a. Pelayanan dilakukan dalam 24 jam dengan sistem :

(31)

 Dokter umum selama 6 jam kerja, yaitu senin s/d sabtu 6 (enam) selama 08.00 - 14.00 jam kerja

 Perawat 7 (enam) hari kerja, yaitu Senin s/d minggu selama 24 jam kerja tiga shif b. Adapun pelayanan yang akan diberikan :

 Rawat jalan ( termasuk obat-obatan dan suntikan )

 Tindakan dan perawatan luka

 Observasi dengan menggunakan infus dan oksigen

 Membuat laporan bulanan kunjungan pasien dan laporan tahunan hasil Medickal Check Up

c. Adapun harga untuk paket ini sebesar Rp.18.000.000,00 (Delapan Belas Juta)/ Bulan

C. PAKET III

a. Pelayanan dilakukan 24 jam dengan sistem :

 Dokter umum selama 24 jam yaitu :Senin s/d Minggu 7 (tujuh) hari kerja dengan 3 shif selama 24 jam standby

 Perawat selama 24 jam, yaitu : Senin s/d Minggu 7 (tujuh) hari kerja dengan 3 shif selama 24 jam standby

b. Adapun pelayanan yang akan diberikan :

 Rawat jalan ( termasuk obat-obatan dan suntikan )

 Tindakan dan perawatan luka

 Observasi dengan menggunakan infus dan oksigen

 Membuat laporan bulanan kunjungan pasien dan laporan tahunan hasil Medickal Check Up seleksi calon karyawan baru

 Membuat laporan bulanan kunjungan pasien dan laporan tahunan hasil Medickal Check Up

c. Adapun harga untuk paket ini sebesar Dengan Biaya : Rp.28.000.000 ( Dua puluh Delapan Juta ) / Bulan

(32)

IV. PENUTUP

Demikian proposal ini kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan bapak/ibu pimpinan PT. Sugar Labinta, besar harapan penawaran yang kami berikan ini dapat menjadi dasar kerjasama di Perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin, sehingga akan tercipta kondisi yang Hiegine dan sehat diperusahaan yang dapat menjadi penunjang dalam meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja karyawan.

Atas perhatian kami ucapkan terima kasih. Sebagai bahan pertimbangan kami sertakan dan lampirkan sertifikasi klinik dan dokter.

Lampung Timur, 15 Juni 2014

Penanggung Jawab Klinik Pratama Santa Carolina Hormat Saya

dr. Nyoman Satriyawan

(33)

PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA

KLINIK SEJAHTERA ANTARA DENGAN

LABORATORIUM KLINIK CEMPAKA TENTANG

PELAYANAN LABORATORIUM KLINIK Nomor 014/EXT/MoU/410.445/KLINIK/IV/2015

Pada hari ini,……….Tangggal……….

Bulan……….. tahun dua ribu limabelas, ( …….-…….-2015 ) di Jombang, para pihak yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama       : drg. Untung Bedjoe

Jabatan         : Penanggung jawab KLINIK SEJAHTERA ANTARA Alamat          : Jln. Irian Jaya 10 Jombang

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama KLINIK SEJAHTERA ANTARA selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama        : Fx. Santono

Jabatan        : Direktur LABORATORIUM KLINIK CEMPAKA

(34)

Alamat         : Jl. K. H. Wahid Hasyim 82 – Jombang

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama LABORATORIUM KLINIK CEMPAKA selanjutnya disebut Pihak Kedua

Para Pihak terlebih dahulu menerangkan :

Bahwa Pihak Pertama adalah sebuah klinik swasta yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan. Bahwa Pihak Kedua adalah suatu perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang jasa pelayanan Laboratorium klinik.

Bahwa kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam hal rujukan pemeriksaan laboratorium Klinik di LABORATORIUM KLINIK CEMPAKA Berdasarkan hal – hal tersebut diatas, maka Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan perjanjian kerjasama dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1

Maksud dan Tujuan

Pihak Pertama akan merujuk bahan pemeriksaan laboratorium kepada Pihak Kedua, dimana Pihak Kedua akan menerima maksud tersebut dengan melaksanakan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan permintaan Pihak Pertama dan berdasarkan ketentuan pemeriksaan yang telah disepakati oleh Kedua belah pihak.

Pasal 2

Tata Cara Pelaksanaan

(35)

1. Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama kepada pihak Kedua berupa bahan yang siap diperiksa ( sampel ) dan atau bahan yang belum siap diperiksa ( specimen ).

2. Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua harus memenuhi persyaratan pengiriman specimen/sampel yang telah ditetapkan, yaitu sesuai dengan Daftar Pemeriksaan Rujukan yang dibuat oleh Pihak Kedua

3. Bahan pemeriksaan yang dikirim oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua harus dilengkapi dengan data yang lengkap, antara lain:

 Identitas pasien : nama, jenis kelamin, umur

 Nama dokter yang menghendaki pemeriksaan laboratorium

 Jenis pemeriksaan

 Tanggal dan jam pengambilan bahan pemeriksaan

 Kondisi pasien saat bahan pemeriksaan diambil (misal; puasa, sedang menjalani therapy/pengobatan tertentu, dsll )

 Kondisi bahan ( misal : volume, warna, bau, viscositas, jangka waktu penyimpanan, suhu penyimpanan, dll )

4. Apabila bahan dan atau identitas pemeriksaan yang diterima oleh Pihak Kedua dari Pihak Pertama tidak memenuhi persyaratan atau tidak lengkap, maka Pihak Kedua berhak melakukan hal – hal sebagai berikut :

 Melakukan konfirmasi, apabila data berupa identitas dan atau informasi tentang bahan pemeriksaan tidak lengkap, terhadap keadaan ini. Pihak Pertama akan melengkapi data yang dibutuhkan oleh Pihak Kedua secara tertulis.

 Menolak bahan pemeriksaan apabila kondisi bahan pemeriksaan tidak sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana diatur dalam Daftar Pemeriksaan Rujukan, penolakan atas bahan pemeriksaan harus dilakukan secara tertulis dengan menjelaskan sebab atau alasan penolakan tersebut.

(36)

5. Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua akan diambil oleh Pihak Kedua ke lokasi KLINIK SEJAHTERA ANTARA

6. Waktu penerimaan bahan pemeriksaan oleh Pihak Kedua adalah sebagai berikut : Hari Senin s.d Sabtu ; pukul 07.30 s.d 20.30 WIB Hari Minggu / libur : Pukul 08.00 s.d 13.00 WIB

7. Kedua belah pihak wajib melaksanakan / mematuhi ketentuan dalam perjanjian ini dengan penuh tanggung jawab dan ketentuan lainnya yang berlaku sebagai standar pelayanan Laboratorium ataupun standar prosedur yang berlaku.

Pasal 3

Kerahasian Medis

Kedua belah pihak selama pelaksanan perjanjian ini maupun setelah selasainya perjanjian ini, wajib senantiasa menjaga kerahasiaan data/identitas pasien dan hasil pemeriksaan sebagaimana ketentuan perundang –undangan yang mengatur mengenai kerahasian medis.

Pasal 4

Penanggung Jawab dan Alamat Korespondensi

1. Penanggung jawab harian Pihak Pertama adalah : Nama        : drg. Untung Bedjoe

Jabatan       : Penanggungjawab KLINIK SEJAHTERA ANTARA Alamat        : Jln. Irian Jaya No 10, Jombang

No. Telepon        : (0321) 87654321

(37)

2. Penanggung jawab harian yang ditetapkan oleh Pihak Kedua adalah : Nama        : Fx. Santono

Jabatan       : Direktur LABORATORIUM KLINIK CEMPAKA Alamat        : Jln. K. H. Wahid Hasyim 82 – Jombang No. Telepon        : (0321) 87654321

3. Surat menyurat sehubungan dengan pelaksanan perjanjian ini ditunjukan kepada penanggung jawab harian dan dianggap telah diterima jika disertai dengan tanda penerimaannya.

Pasal 5

Laporan Hasil Pemeriksaan

1. Pihak Kedua akan menerbitkan hasil pemeriksaan dalam bentuk atau tampilan dan format sesuai dengan format baku yang telah ditentukan Pihak Kedua.

2. Hasil pemeriksaan akan diserahkan kepada Pihak Pertama dengan cara dikirim oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama selambat-lambatnya 3 ( tiga ) hari setelah pelaksanaan pemeriksaan atau sesuai jadwal.

Pasal 6

Pengulangan Pemeriksanan

Apabila menurut Pihak Pertama terdapat hasil pemeriksaan yang meragukan sehingga diperlukan pemeriksaan ulang, maka Pihak Kedua bersedia untuk melakukan pemeriksaan ulang, dengan ketentuan :

(38)

 Hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan prognosa dokter pemeriksa atau terdapat alasan – alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

 Interpretasi hasil pemeriksaan yang dianggap meragukan tersebut disampaikan secara tertulis dari dokter pengirim.

 Pengulangan pemeriksaan dengan menggunakan bahan pemeriksan yang sudah ada, atau bahan pemeriksaan baru ditentukan berdasarkan stabilitas bahan pemeriksaan tersebut.

 Dalam hal harus dilakukan pemeriksaan ulang dengan bahan pemeriksaan baru, maka kondisi pasien harus sama dengan kondisi pada saat bahan pemeriksaan sebelumnya diambil.

Pasal 7

Tarif Pemeriksaan

1. Tarif pemeriksaan laboratorium yang diberlakukan dalam perjanjian ini sama dengan tarif yang sedang diberlakukan secara umum oleh Pihak Kedua di laboratorium kliniknya.

2. Dalam hal Pihak Kedua akan melakukan perubahan tarif pemeriksaan, maka Pihak Kedua akan membuat surat pemberitahuan kepada Pihak Pertama paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tarif baru tersebut diberlakukan.

3. Apabila Pihak Pertama tidak menyetujui perubahan tarif pemeriksaan (sebagaimana di atur dalam ayat 2 pasal ini) dan antara Kedua belah pihak tidak tercapai kesepakatan mengenai hal ini, maka perjanjian ini menjadi putus dan berakhir dengan sendirinya. Pemutusan perjanjian kerjasama hal ini tidak serta merta menghapus segala kewajiban yang belum terselesaikan.

Pasal 8 Jasa

(39)

Pihak Kedua akan memberikan jasa sebesar ……% (……. persen) kepada Pihak Pertama untuk setiap pemerikasaan yang di rujuk oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Pasal 9

Tata Cara Pembayaran

1. Pihak Pertama akan membayar setelah semua pemeriksaan tersebut selesai dan hasil sudah diterima oleh Pihak Pertama.

2. Harga yang dikenakan berdasarkan jumlah dan jenis pemeriksaan laboratorium yang telah dirujuk oleh Pihak Pertama.

Pasal 10

Jangka Waktu Perjanjian

1. Perjanijian kerjasama ini berlaku jangka waktu 2 (dua) tahun, terhitung sejak ditanda tanganinya surat perjanjian ini dan akan berakhir tanggal

…….. April 2017

2. Apabila para pihak ingin mengakhiri perjanjian kerjasama ini maka para pihak berkewajiban untuk memberitahukan satu dengan yang lainnya paling lambat 2 (dua) bulan sebelum berakhirnya masa perjanjian ini.

3. Berakhirnya masa berlaku perjanjian bekerjasama ini tidak serta merta menghapuskan kewajiban masing – masing pihak terhadap pihak lainnya yang belum teralisasikan.

Pasal 11 Force Majeure

1. Kedua belah pihak sepakat apabila didalam melakukan pemeriksaan, seperti tersebut pada pasal 1 ( diatas ), Pihak Kedua mengalami

(40)

keterlambatan yang disebabkan oleh keadaan force majeure, maka Pihak Kedua harus memberitahukan secara tertulis mengenai keadaan tersebut kepada Pihak Kedua selambat – lambatnya 2 x 24 jam setelah terjadinya force majeure tersebut.

2. Keadaan force majeure seperti tersebut pada ayat 1 ( satu ) diatas termasuk tetapi tidak terbatas pada hal – hal sebagai berikut : peperangan, huru-hara, unjuk rasa massa, perombakan, krisi nasional, kebakaran, sabotase, epidemic, bencana alam seperti banjir, gempa bumi.

3. Apabila terjadi keadaan force majeure seperti diatas, sehingga tidak memungkinkan Pihak Pertama dan Pihak Kedua melanjutkan perjanjian kerjasama ini, maka Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan segala sesuatunya secara musyawarah.

Pasal 12

Penyelesaian Perselisihan

1. Jika terjadi perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian ini, maka Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permalahan tersebut secara musyawarah guna mencapai mufakat.

2. Apabila dengan musyawarah tidak tercapai kata mufakat maka Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan Pengadilan Negeri Jombang.

Pasal 13

Pemutus / Pembatalan Perjanjian

1. Perjanjian ini menjadi batal demi hukum atau dapat di putuskan setiap saat sebelum waktunya, dengan terlebih dahulu menyampaikan surat pemberitahuan / peringatan, apabila terjadi hal – hal seperti berikut ini :

(41)

 Dalam hal para pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya dan atau melakukan pelanggaran terhadap ketentuan – ketentuan dalam perjanjian ini.

 Dalam hal terjadinya force majeure sebagaimana dimaksud dalam pasal 11.

 Para pihak berhak mengakhiri perjanjian ini sebelum waktunya apabila di dalam pelaksanaan perjanjian salah satu atau Kedua belah pihak tidak mampu memenuhi ketentuan yang telah di atur didalam perjanjian ini atau pada saat proses pembuatan atau selama perjanjian ini berlangsung memberikan keterangan palsu atau dipalsukan.

2. Hal ini dilakukan secara tertulis oleh masing – masing pihak 30 (tiga puluh) hari sebelum perjanjian ini dinyatakan diakhiri.

Pasal 15 Lain – lain

Selama berlangsungnya kerjasama ini, hal – hal yang mungkin timbul sehubungan pelaksanaan perjanjian dan belum diatur dalam Surat Perjanjian Kerjasama ini akan di selesaikan dan di atur atas dasar persetujuan bersama dalam sebuah addendum yang merupakan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 16 Penutup

1. Surat perjanjian ini di buat rangkap 2 (dua) ditandatangani di atas materai yang cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama kuatnya, masing – masing untuk Pihak Pertama dan Pihak Kedua serta dapat di perbanyak sesuai kebutuhan

(42)

2. Surat Perjanjian Kerjasama ini di buat dan ditandatangani di Jombang pada tanggal tersebut di atas.

        PIHAK PERTAMA                     PIHAK PERTAMA

       KLINIK SEJAHTERA ANTARA            LABORATORIUM KLINIK CEMPAKA

        drg. Untung Bedjoe                           Fx. Santono

              Direktur Klinik Sejahtera Antara               Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

(43)

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah Yang Maha Kuasa, karena dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini, kami dapat berkiprah mencurahkan segenap kemampuan yang ada dalam bidang pelayanan kesehatan untuk

kepentingan masyarakat secara keseluruhan terutama kalangan tenaga kerja yang merupakan asset paling berharga bagi perusahaan.

Segala usaha dan langkah yang kami lakukan tersebut, sebagai perwujudan dari kepedulian kami dalam program Pelaksanaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang merupakan alternatif tepat untuk mencapai peningkatan produktivitas perusahaan, baik sudut kwalitas maupun kwantitas.

Program yang kami selenggarakan ini secara garis besar akan terdeskripsi melalui proposal yang telah dibukukan sebagai pedoman untuk mempermudah terjalinnya sikap mutualisme antara kami dengan berbagai kalangan masyarakat, baik menengah ke bawah maupun menengah ke atas terutama kalangan tenaga kerja di berbagai perusahaan, baik pemerintah maupun swasta.

Semoga proyek proposal ini akan memberikan informasi yang lebih jelas, kualified dan akurat, sehingga semua pihak yang mendapat pelayanan kami sesuai dengan layanan yang memuaskan menurut standard yang telah ditetapkan.

               Cikampek, Juli 2012

      Pimpinan,

                                       Dr. H. Ifran Havson HA, MARS

 

(44)

DESKRIPSI MENGENAI

KLINIK AQMA DAN PUTRA MEDIKA

Klinik AQMA telah berdiri sejak tanggal 1 Agustus 1996 dan pada saat itu merupakan Klinik pertama di sekitar wilayah Cikampek yang dilengkapi oleh Dokter Jaga dengan layanan 24 jam.

Group Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA terdiri dari :

Klinik AQMA  Cikampek

Jl. Stasiun No. 93 Cikampek Telp/Fax. (0264) 310524

Klinik AQMA Plered Jl. Anjun No. 96 Plered Pwk  (0264) 270830

Klinik AQMA Purwakarta

Jl. Ibrahim Singadilaga No. 14 Pwk (0264) 200377

Klinik AQMA Subang Jl.  Compreng  No.  25  Pusakajaya (0260) 540261 Klinik Putra Medika

Cikampek Jl. Ir. H. Juanda No. 19 Sukaseuri (0264) 301652

Fasilitas pelayanan yang dimiliki pada perkembangan selanjutnya  adalah sbb :

PRAKTEK

LOKASI

1 2 3 4 5

Dr. UMUM 24 JAM     

POLI GIGI   

RAWAT INAP   

LABORATORIUM

RONTGENT   

(45)

MEDICAL CHECK UP    

KODE LOKASI :

KLINIK AQMA :

1. Jl.Stasiun No.93 Cikampek (0264) 319307

2. Jl. Ibrahim Singadilaga No.14 Pwk (0264) 200377 3. Jl.Anjun No.96 Plered (0264) 270830

4. Jl.Compreng No.25 Pusakajaya Subang (0260) 540261

KLINIK PUTRA MEDIKA :

5. Jl.Ir.Juanda No.19 Sukaseuri Cikampek (0264) 301652

Dengan posisi strategis di sekitar pusat keramaian Kota Cikampek, Purwakarta, Subang dan Plered tersebut, maka berbagai pihak/kalangan masyarakat dapat dengan mudah

mendapatkan pelayanan kesehatan sedini mungkin, terutama para tenaga kerja di berbagai perusahaan.

Sejak berdiri hingga saat ini, Group Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA menjalankan Program Pelaksanaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan terutama untuk kalangan tenaga kerja di berbagai perusahaan pemerintah maupun swasta.

Dan sebagai contoh perusahaan-perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Group  Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA antara lain :

1. PT. Texmaco Group  Karawang  (PT. TPE,  PT. TJ,  PT. PEP)

2. PT. Karya Yasantara Cakti

3. PT. Samwha Indonesia

(46)

4. PT. Pepsi Cola Indobeverages

5. PT. PT. Sumi Rubber Indonesia

6. PT. Asahimas Flat Glass Tbk.

7. PT. Indofood Sukses Makmur

8. PT.  Strawin

9. PT. Indomarco

10. PT. Kujang United Catalysts 11. PT. Megayaku Kemasan Perdana 12. PT. Showa Aluminum

13. PT. Peroksida Indonesia Pratama 14. PT. Kimia Farma

15. PT. PLN Pemeliharaan Cirata 16. PT. PLN Pembangkitan Cirata 17. Hotel Radisson

18. Hotel Prime Inn

19. PT. Sintas Kurama Perdana 20. PT. Nichias Rock Wool

21. Yayasan Hari Tua Karyawan Pupuk Kujang 22. PT. Cipta Kemas Abadi

23. PT. Clama Indonesia 24. PT. Indorama

25. PT. South Pasific Viscose 26. PT. Asuransi Tugu Mandiri 27. PT. PLN P3B

(47)

28. PT. Knauf Gypsum

29. Koperasi Karyawan PLN Sektor Cirata 30. PT. Gajah Tunggal Petrochem

31. PT. Pirelli Cables

32. PT. Kuniseal Nusantara

Pelayanan pemeliharaan  kesehatan yang dijalankan oleh Group Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA bersifat komprehensif, yaitu meliputi Pelayanan Peningkatan Kesehatan (Promotif), Pencegahan

Penyakit    (  Preventif ),   Penyembuhan    Penyakit       ( Kuratif )    serta  Pem ulihan  Kesehatan (Rehabilitatif), dan pada saat ini sudah dilengkapi fasilitas rawat inap yang nyaman dan memadai dalam gedung lantai dua yang dibagi menjadi tiga kelas (Kelas I s.d. Kelas III) termasuk fasilitas laboratorium dan rontgen dengan plafond biaya yang terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Selain dari itu,  untuk memperluas jangkauan pelayanan dan peningkatan

kwalitasnya, Group Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA  sudah menjadi Provider dari PT.

ASURANSI BNI LIFE, MEGA INSURANCE, LIPPO GENERAL INSURANCE, ABDA INSURANCE, ASURANSI RELLIANCE, TMS HEALTHCARE, TUGU MANDIRI, PT.

SIMAS, PT. AJ. BDNI LIFE dan beberapa Asuransi lainnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Group  Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA akan berusaha memperluas jaringan pelayanannya melalui kerjasama dengan berbagai Perusahaan Jasa Asuransi lainya dengan keikutsertaan Group Klinik AQMA/PUTRA MEDIKA menjadi Provider dari berbagai Perusahaan Jasa Asuransi  yang ada, sehingga dapat mempermudah pula terjalinnya kerjasama dengan berbagai Perusahaan yang memerlukan Jasa Pelayanan Kesehatan/Pengobatan bagi para Karyawannya.

 

I. PENDAHULUAN

Pemerintah hingga saat ini terus-menerus berusaha mengoptimalkan efisiensi dan efektifitas kerja setiap sisi kehidupan bermasyarakat terutama menyangkut

(48)

produktifitas usaha, baik yang bergerak secara individu maupun kelompok, agar mencapai titik kulminasi pemanfaatan potensi, baik sumber daya alam maupun manusianya sebagai pelaku utama yang akan menentukan laju/gerak pertumbuhan berbagai bidang kehidupan.

Berdasarkan kenyataannya, tanpa keikutsertaan masyarakat secara umum, usaha pemerintah tersebut tentunya hanyalah sebuah fatamorgana, apalagi jika tidak terjalinnya hubungan yang baik antara kedua belah pihak.

Salah satu upaya pemerintah untuk hal tersebut di atas adalah dalam bentuk perlindungan, pemeliharaan dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga kerja yang diselenggarakan dalam bentuk Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.

Namun upaya tersebut mengalami kendala, di saat kebutuhan masyarakat sangat mendesak karena tingkat populasi dan pembangunan pabrik-pabrik semakin banyak dan meningkat, sehingga diperlukan partisipasi yang real dari masyarakat dalam membantu terlaksananya program pemerintah tersebut.

Salah satu partisipasi yang diharapkan adalah beroperasinya Klinik Kesehatan di berbagai tempat walau ternyata para pelaksana/penyelenggara kesehatan tersebut masih sangat sedikit terutama adanya Dokter Jaga yang melayani masyarakat selama 24 jam.

Oleh karena itulah, pada tanggal 1 Agustus 1996, dibukalah Kinik AQMA yang merupakan Klinik pertama di Cikampek saat itu yang team pelaksananya dilengkapi Dokter Jaga 24 jam. Klinik tersebut senantiasa melayani masyarakat menengah ke bawah dan menengah ke atas.

II. TUJUAN

1.1. Tujuan Umum

Memberikan perlindungan dan pemeliharaan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam bentuk Program Pemeliharaan Kesehatan khususnya bagi para   tenaga   kerja   di berbagai   perusahaan   swasta   dan   pemerintah,  dan umumnya masyarakat secara keseluruhan, baik menengah ke bawah maupun menengah ke atas.

  

1.2. Tujuan Khusus

(49)

Memberikan pelayanan kepada para tenaga kerja khususnya dan umumnya masyarakat  luas, baik menengah ke bawah maupun menengah ke atas guna peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit  (kuratif) serta pemulihan  kesehatan (rehabilitatif) dalam rangka peningkatan produktifitas, baik kwalitas maupun kwantitas.

III.    FASILITAS YANG DIMILIKI Fasilitas yang dimiliki Klinik AQMA :

1. Rawat Inap      : Kelas I s.d. III dengan daya tampung Maksimal 10 tempat

tidur / klinik.

2. Laboratorium         :

· Peralatan Test Darah Refroton/Komputer

· Peralatan Pemeriksaan  Darah Rutin  dan Urine Rutin

· Peralatan Pemeriksaan/Test Kehamilan

· Pemeriksaan/Lab.  Untuk General Check Up

· Dll

3. Rontgen

4. Ruangan tindakan yang memadai

5. Ruangan Pemeriksaan yang nyaman, dilengkapi AC dan Kipas Angin

6. Obat-obatan yang lengkap

7. Peralatan khusus untuk penanggulangan dan pemeriksaan :

 a.         Rawat Luka      b.    Bedah Minor    c.  Khitanan     d.  Ibu Hamil, dll

8. Dokter siap panggil 24 jam

9. Mobil Ambulance (Siap layanan 24 jam)

10. Ruang tunggu yang nyaman

11. Apotik*  dan instalasi obat yang siap melayani 24 jam 12. Ruang Pemeriksaan/Pengobatan Gigi Oleh Dokter  Gigi.

(50)

13. Mushola

 (NB. : * Apotik hanya di Klinik Purwakarta, Klinik cabang yang lain Instalasi Obat ( hanya mempergunakan obat-obatan untuk keperluan Klinik yang bersangkutan dan tidak menerima resep obat dari luar) )

IV.      TENAGA PELAKSANA

Tenaga    Pelaksana   terdiri   dari  para Dokter Lulusan UNPAD Bandung, UI Jakarta dan UGM Yogyakarta. Paramedis yang berpegalaman dan terlatih serta staft-nya yang terampil.

Semua Penanganan  pemeriksaan dan tindakan dilakukan langsung oleh Para Dokter yang siap 24 jam Ø Nama-nama Dokter Jaga 24 jam diKlinik AQMA Group

· Klinik Aqma Cikampek:

1. dr. H. Toto Sutopo, M. Kes

2. dr. Dani Sadikin Gantana

3. dr. Salim Rifki

4. dr. Tirto Hartono

5. dr. Kurniawan Wibowo

6. Drg. Agus Fauzi

7. Drg. Yul Novia

8. Drg. Yani Yahya

· Klinik Putra Medika Cikampek      :

1. dr.Abdul Kodir

2. dr.Mohamad Ihsan

3.   dr.Arry

4. drg. Dwi

5. drg. Elah Nurlaelah

· Klinik Aqma Purwakarta         :

(51)

1. dr. Wiwid Wardiah, M. Kes

2. dr. Sam Askari Sumadipraja, M. Kes

3. dr. Genis Ginanjar

4. drg. Dessy Prihastuti

5. drg. Suci Kesuma Wardhani

· Klinik Aqma Plered       :

1. dr. Sudirman

2. dr. Astrigiet Rosida

3. dr. Sofia

· Klinik Aqma Subang       :

1. dr. Rio Danan Jaya

2. dr. Luthfi

      

V. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN

Cakupan pelayanan kesehatan meliputi : 1.   Pemeriksaan dan Pengobatan oleh Dokter Umum 2.  Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi oleh Dokter Gigi 3.  Tindakan Medis :

     3.1. Pembersihan luka-luka, balut, dll      3.2. Bedah Minor

4. Pemberian obat-obatan/resep obat sesuai dengan kebutuhan medis dengan dasar

DOEN Plus, generik dan standar obat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.

5. Pelayanan Keluarga Berencana (IUD, Kondom. Pil dan Suntik)

(52)

6. Pelayanan KIA termasuk pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan bayi/anak balita dan pemberian immunisasi dasar (BCG, Polio, Campak dan Hepatitis)

7. Khitanan

8. Konsultasi Kesehatan

9. Pelayanan Gawat Darurat untuk keadaan :

a. Kecelakaan

b. Serangan Asthma Berat

c. Kejang Demam

d. Muntah Berak

e. Ayan/Epilepsi

f. Colic Abdominal, dll

Semua ini melalui pelayanan : a.    Pemeriksaan dan Pengobatan

b. Tindakan  Medis sesuai dengan kebutuhan

c. Rawat Inap

d. Pelayanan rujukan ke tingkat lanjutan (rumah sakit)

10. Medical Check Up

Medical Check Up dilengkapi dengan 1 (satu) unit kendaraan (Unit Car Medis) sehingga bisa datang ke tempat pelanggan.

IV. PERKEMBANGAN KLINIK AQMA

(Berdasarkan Rata-rata Kunjungan Pasien Ke Klinik AQMA / PUTRA MEDIKA enam tahun terakhir ).

6.1       Data Perkembangan Kunjungan Pasien

NO. TAHUN JUMLAH PASIEN RATA-RATA/BULAN

(53)

1 2006 12.050  Orang

2 2007 13.075  Orang

3 2008 13.150  Orang

4 2009 13.225  Orang

5 2010 14.750 Orang

6 2011 15.025 Orang

6.2       Grafik Perkembangan Pasien/Tahun

I V .       S I S T E M K E R J A S A M A U N T U K M E N D A P A T K A N P E L A Y A N A N K E S E H A T A N

7.1.   Sistem Kerjasama meliputi :

a. Pemeriksaan dan Pengobatan (Rawat Jalan)

b. Pelayanan Rawat Inap

c. Medical Check Up

(54)

Referensi

Dokumen terkait

pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah rumah sakit.. Rumah

a) Menyertakan penekanan pada posisi Rumah Sakit Rekomendasi, yang da- pat dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan pihak luar kota seperti rumah sakit atau klinik kesehatan dan

Bentuk pertama dari pelayanan rawat jalan adalah yang diselenggarakan oleh klinik yang ada kaitannya dengan rumah sakit (hospital based ambulatory care).. Jenis pelayanan

Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat maka tuntutan pengelolaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS)

44 Tahun 2009 tentang rumah sakit yang dimaksud dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan

Pedoman ini sebagai pedomam pelayanan kefarmasian yang dilakukan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) dalam melakukan pengelolaan perbekalan farmasi untuk melakukan pelayanan

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di Rumah sakit harus

Sedangkan higiene sanitasi penyelenggaraan makanan rumah sakit adalah upaya menjaga kesehatan yang dilakukan oleh penjamah makanan dengan cara melindungi kebersihan individu dan