PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sektor pertanian juga memberikan kontribusi terhadap kelangsungan sektor industri, karena sebagian besar bahan baku industri berasal dari produk pertanian. Berdasarkan pengalaman tahun 1990-an, sektor pertanian terbukti mampu menopang perekonomian nasional di saat krisis. Meskipun sektor pertanian mempunyai peranan yang strategis, namun sektor tersebut masih menghadapi banyak tantangan, antara lain terbatasnya permodalan bagi petani dan pelaku agribisnis lainnya.
Di satu sisi, pelaku usaha di sektor pertanian sebagian besar adalah petani kecil dengan usaha mikro, kepemilikan lahan kecil dan seringkali menghadapi kendala kurangnya modal. Oleh karena itu, perlu adanya peran serta perbankan nasional dalam memberikan modal bagi pengembangan sektor-sektor produktif khususnya sektor pertanian. Jika kita menarik jalan tengah antara peran perbankan syariah dan kebutuhan sektor pertanian khususnya di wilayah Bantula, maka terdapat kesinambungan sistem pertanian dan perbankan syariah.
Identifikasi Masalah
Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui efektivitas pembiayaan agribisnis yang digunakan oleh bank syariah khususnya BPR Syariah dalam memberikan pembiayaan kepada pelaku agribisnis di Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan pemaparan di atas, hal inilah yang menjadi motivasi penulis untuk mencoba membahas dan mengangkat permasalahan tersebut dalam skripsi yang berjudul “EFEKTIFITAS PEMBIAYAAN AGRIBISNIS BPRS TERHADAP HASIL PERTANIAN NASABAH DI KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA”. Keterbatasan petani dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan bank, seperti kesulitan dalam memenuhi surat kepemilikan tanah, pembayaran bunga, dan lain-lain, menyebabkan para pelaku pertanian enggan mengajukan permohonan pembiayaan ke bank.
Diketahui, pada akhir tahun ini banyak dibangun tempat wisata atau perusahaan industri yang memanfaatkan lahan pertanian. Lambatnya kenaikan harga produk dinilai dari penetapan harga produksi pertanian yang tidak lepas dari intervensi pemerintah. Diketahui bahwa hasil pertanian merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Batasan Masalah
Tata cara pembiayaan BPRS sektor pertanian di Kabupaten Bantul yaitu PT BPRS Bangun Drajat Warga dan PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera. Kajian difokuskan pada aspek efektivitas pembiayaan produk pertanian nasabah oleh dua BPR Syariah dari tiga kantor pusat BPR Syariah di Bantul, yaitu PT BPR Syariah Madina Mandiri Sejahtera dan PT BPR Syariah Bangun Drajat Warga sebagai lembaga keuangan syariah yang beroperasi memberikan pembiayaan kepada petani. Pemilihan kedua BPR Syariah ini didasarkan pada kedekatan lokasi dengan kawasan pertanian setempat, lamanya BPR Syariah diterapkan, dan lembaga koperasi yang menjamin kredibilitas sistem Syariah.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini, peneliti dapat menerapkan pengetahuan selama studi pendidikan ekonomi ke dalam pekerjaan nyata. Selain itu peneliti dapat mengetahui prosedur dan efektivitas pembiayaan agribisnis BPR Syariah di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta serta peluang dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini dapat menyumbangkan pemikiran mengenai pembiayaan pertanian BPR Syariah terhadap produk pertanian nasabah di Kabupaten Bantul.
Sehingga diharapkan masyarakat atau khususnya petani lebih memahami mengenai pembiayaan agribisnis melalui perbankan syariah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah agar lebih memberikan perhatian khusus terhadap pembiayaan sektor agrobisnis di Indonesia pada umumnya, dan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau referensi bagi perbankan syariah pada umumnya, dan BPR Syariah di Yogyakarta pada khususnya untuk meningkatkan program pembiayaan pada sektor agribisnis.
KAJIAN TEORI
Kajian Teori
- Efektivitas
- Pembiayaan
- BPRS
- Pertanian
Bank Umum didefinisikan dalam UU 10 Tahun 1998 sebagai bank yang menjalankan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah dan dalam kegiatannya memberikan jasa di bidang lalu lintas pembayaran. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah, yang kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 10 Tahun 1998, BPR adalah lembaga keuangan perbankan yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah.
Pada prinsipnya kegiatan usaha BPR Syari'ah hampir sama dengan Bank Umum Syariah, yaitu berupa kegiatan penghimpunan dana, penyaluran dana, dan kegiatan sektor jasa. Kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh BPR Syari'ah berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah diatur dalam Pasal 21, yaitu kegiatan usaha Syariah meliputi Bank Pembiayaan Rakyat. Dalam kegiatan operasional perbankan berdasarkan Undang-undang No. 1) Menjalankan kegiatan usaha yang melanggar prinsip syariah.
Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Syafar, mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor pada tahun 2006 dengan judul “Analisis Efektivitas Pembiayaan Sistem Syariah Bagi Petani Agribisnis Tanaman Pada Program UPK Ikhtiar Yayasan Peramu Bogor ( Kasus ) Kajian Petani Sayuran Di Desa Ciaruteun Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor)". Penelitian ini membahas tentang evaluasi efektivitas penerapan sistem pembiayaan syariah UPK Ikhtiar pada petani agrobisnis di Desa Ciaruteun Ilir. Penelitian yang dilakukan oleh Ibnu Ubaedillah, mahasiswi jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2011 dengan judul “Efektifitas Pembiayaan Agribisnis Bank Syariah Dalam Pemberdayaan Petani (Studi Kasus di PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk, Pusat”).
Sama dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini berfokus pada pembiayaan dan kemudian menentukan efektivitasnya terhadap hasil bisnis dan pendapatan pelanggan. Cakupannya juga tidak terlalu luas, penelitian ini dilakukan di Bantul daerah istimewa Yogyakarta, sehingga mengambil data dari 2 BPRS yang ada di daerah tersebut yaitu PT BPR Syariah Madina Mandiri Sejahtera dan PT BPR Syariah Bangun Drajat Warga. Selain hal di atas, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui efektivitas pembiayaan agribisnis BPRS pada produk pertanian nasabah di Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kerangka Berfikir
Salah satu lembaga keuangan syariah yang memberikan pembiayaan kepada masyarakat adalah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Sebagai lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan kepada masyarakat, BPRS juga memberikan pembiayaan kepada para pelaku industri pertanian dalam pengembangan usahanya. Penelitian yang cocok untuk menjawab permasalahan tersebut adalah efektivitas pembiayaan BPRS pertanian terhadap produk pertanian nasabah yang telah teridentifikasi pada dua PT BPRS di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera dan PT BPRS Bangun Drajat Warga.
Pertanyaan Penelitian
METODE PENELITIAN
- Pendekatan Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Penentuan Subjek Penelitian
- Sumber Data
- Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
- Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Pada tahun 2017, PT BPRS Bangun Drajat Warga mempunyai 1 (satu) Kantor Pusat, 1 (satu) Cabang dan 3 (tiga) Kantor Kas. Pembiayaan agribisnis PT BPRS Bangun Drajat Warga dan PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera dinilai mampu mencapai target pembiayaan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Subjek Penelitian
- Gambaran Umum BPRS Bangun Drajat Warga
- Gambaran Umum BPRS Madina Mandiri Sejahtera
Gambaran Umum BPRS Bangun Drajat Warga a) Profil BPRS Bangun Drajat Warga a) Profil BPRS Bangun Drajat Warga. PT BPRS Bangun Drajat Warga didirikan pada tanggal 2 Februari 1994, berlokasi di Ngipik, Baturetno, Banguntapan, Bantul dan diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bapak KH. Saat ini BPRS Bangun Drajat Warga mempunyai 1 kantor pusat, 1 kantor cabang dan 3 kantor kas.
PT BPRS Bangun Drajat Warga mempunyai visi menjadikan BPR Syari'ah Bangun Drajat Warga sebagai lembaga keuangan. Menjamin kesejahteraan yang memadai bagi pengguna jasa, pemilik, pengurus dan pengelola BPRS Bangun Drajat Warga. Ketua Pelaksana : Dana Suswati, SE Direktur : Mardiyana, S.Pd d) Jaringan Kantor PT BPRS Bangun Drajat Warga.
Kantor Pusat BPRS Bangun Drajat Warga beralamat di Jl. Cabangnya terletak di Jl. Terdapat 3 peti sebagai berikut :. Kantor kas Yogyakarta terletak di Jl. Kantor Kas Sedayu terletak di Jl. Kantor Kas Ngipik berlokasi di Manggisan Baturetno, Banguntapan, Bantul. e) Produk PT BPRS Bangun Drajat Warga. Gambaran Umum BPRS Madina Mandiri Sejahtera a) Profil PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera a) Profil PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera.
PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera mempunyai visi menjadi BPR Syariah terdepan dalam pengembangan perekonomian masyarakat. Berdasarkan kepemilikan saham perseroan, berikut Tabel 2 daftar pemegang saham PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera. Pada tahun 2017, PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera mempunyai 1 (satu) kantor pusat dan 1 (satu) cabang, sebagai berikut :.
Kantor pusat BPRS Madina Mandiri Sejahtera berlokasi di Jl. Box office-nya terletak di Cagunan, 199/Trimurti Srandakan, Bantul. e) Produk PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera.
Penyajian Data
- Prosedur Pembiayaan Agribisnis BPRS di Kabupaten Bantul
- Peluang dan Hambatan Pembiayaan Agribisnis pada BPRS
Pembiayaan apa saja yang diberikan PT BPRS Bangun Drajat Warga kepada pelaku industri pertanian di Kabupaten Bantul? Pembiayaan apa saja yang ditawarkan PT BPRS Bangun Drajat Warga kepada warga Kabupaten Bantul? Jenis pembiayaan apa saja yang ditawarkan PT BPRS Bangun Drajat Warga kepada pelaku industri pertanian di Kabupaten Bantul?
Analisis Data
- Prosedur Pembiayaan Agribisnis PT BPRS di Kabupaten
- Peluang dan Hambatan Pembiayaan Agribisnis BPRS
- Efektivitas Pembiayaan Agribisnis terhadap Hasil Usaha
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pembiayaan usaha pertanian BPRS telah berjalan dengan baik. Hal ini didukung dengan pernyataan mengenai kemudahan pengajuan pembiayaan bagi seluruh nasabah yang diwawancara, kecepatan dalam tahap pencairan dana dan ketepatan pengembalian pembiayaan. Selain itu, bank juga telah menerapkan sistem analisis kelayakan pembiayaan yang baik, antara lain analisis nasabah melalui BI Checking dan survei lapangan.
Dalam pelaksanaan pembiayaan usaha pertanian ditemukan dua kendala BPRS yaitu 1) sektor pertanian merupakan sektor usaha yang beresiko, 2) lamanya waktu usaha pada sektor pertanian, 3) sektor pertanian memerlukan biaya input yang besar, 4) semakin sedikit orang yang terlibat di sektor pertanian dari waktu ke waktu. Pembiayaan agribisnis hasil usaha nasabah PT BPRS Bangun Drajat Warga dan PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera pada tahun 2017 dapat dikatakan efektif karena pendapatan seluruh nasabah pertanian yang telah menggunakan pembiayaan ini meningkat dari 12% menjadi 85%. Berbeda dengan penyaluran dana kedua BPRS yang dinilai kurang efisien karena nasabah pertanian hanya berjumlah 5 orang atau 0,15% dari seluruh pendanaan PT BPRS Bangun Drajat Warga yang disalurkan dan hanya terdapat 14 nasabah pertanian atau 2,59% dari seluruh Pendanaan PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera disalurkan kepada pelaku agrobisnis.
Persentase tersebut didasarkan pada belum adanya target pasar khusus pelaku agrobisnis dari kedua BPRS tersebut.
Implikasi
Keterbatasan Penelitian
Saran
- Surat Keterangan Penelitian di PT BPRS Bangun Drajat Warga
- Surat Keterangan Penelitian di PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera
- Pedoman Wawancara PT BPRS Bangun Drajat Warga
- Pedoman Wawancara PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera
- Pedoman Wawancara Nasabah PT BPRS Bangun Drajat Warga
- Transkip Wawancara PT BPRS Bangun Drajat Warga
- Transkip Wawancara PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera
- Transkip Wawancara Nasabah PT BPRS Madina Mandiri Sejahtera
- Dokumentasi
Berapa rata-rata besaran pinjaman nasabah agribisnis PT BPRS Bangun Drajat Warga? Apa yang membedakan PT BPRS Bangun Drajat Warga dengan PT BPRS lain di Kabupaten Bantul? Apa yang membedakan PT BPRS Bangun Drajat Warga dengan bank syariah lain di Kabupaten Bantul?
Berapa banyak nasabah dari kalangan agribisnis yang menggunakan pembiayaan PT BPRS Bangun Drajat Warga di Kabupaten Bantul. Berapa rata-rata besaran pinjaman nasabah agrobisnis PT BPRS Bangun Drajat Warga? Yang membedakan PT BPRS Bangun Drajat Warga dengan PT BPRS lain di Kabupaten Bantul.
Yang membedakan PT BPRS Bangun Drajat Warga dengan bank syariah lain di Kabupaten Bantul.